Beranda blog Halaman 492

Banda Aceh Distribusikan 50 Ton Daging di Pasar Murah Jelang Lebaran

0
Daging. (Shutterstock)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1446 Hijriah, Pemerintah Kota Banda Aceh menggelar operasi pasar murah dengan mendistribusikan 50 ton daging sapi. Langkah ini bertujuan untuk menjaga stabilitas harga daging yang biasanya melonjak menjelang hari meugang.

Kepala UPTD Rumah Potong Hewan (RPH) Kota Banda Aceh, Heriansyah, mengatakan bahwa operasi pasar murah ini diadakan sebagai bentuk kepedulian Pemko Banda Aceh terhadap masyarakat.

“Operasi pasar murah daging meugang ini kami hadirkan sebagai wujud keberpihakan Pemko Banda Aceh kepada masyarakat dalam menyambut Idul Fitri 1446 H untuk menjaga stabil harga jual daging meugang di Banda Aceh dalam menyambut Idul Fitri,” kata Heriansyah di Banda Aceh, Selasa (25/3/2025).

Berdasarkan perkiraan di tingkat kabupaten/kota di Aceh, harga daging sapi saat meugang diprediksi naik dari harga normal Rp140 ribu per kilogram menjadi sekitar Rp150-200 ribu per kilogram. Melalui operasi pasar ini, harga daging akan tetap dijual pada harga normal Rp140 ribu per kilogram, sehingga diharapkan dapat menekan lonjakan harga di pasaran.

“Dengan demikian kita akan mampu mengendalikan inflasi di ibu kota Provinsi Aceh pada meugang Idul Fitri tahun ini,” ujar Heriansyah.

Ia juga menegaskan bahwa harga daging dalam operasi pasar ini tidak mendapat subsidi dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Kota (APBK) Banda Aceh.

“Jadi ini tidak menggunakan APBK dan nonsubsidi, tidak memakai sistem kupon karena ini murni gerakan sosial,” katanya.

Program ini merupakan inisiatif dari Wali Kota dan Wakil Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal dan Afdhal Khalilullah, serta didukung oleh para pedagang yang rutin menggunakan layanan RPH Banda Aceh.

Pasar murah ini dikhususkan bagi warga yang memiliki KTP Banda Aceh dan akan digelar pada 26-29 Maret 2025 mulai pukul 08.00 hingga 12.00 WIB di delapan titik strategis di Kota Banda Aceh.

“Kami akan kepung Banda Aceh dengan delapan titik lokasi strategis yang tersebar dengan persediaan 50 ton daging, jika kurang kita tambah lagi stoknya,” ujar Heriansyah.

Adapun delapan lokasi pasar murah daging meugang Idul Fitri tersebar di berbagai titik, yaitu:

  • 26-27 Maret: Taman Bustanussalatin Kampung Baru, Kecamatan Baiturrahman; Stadion H Dimurthala Lampineung, Kecamatan Kuta Alam; dan Kantor Camat Banda Raya.
  • 27 Maret: Halaman Masjid Jamik, Kecamatan Lueng Bata.
  • 28-29 Maret: Halaman Kampus Universitas Terbuka Aceh, Gampong Punge Blang Cut, Kecamatan Jaya Baru; Kantor UPTD KPH Wilayah 1 Aceh, Kecamatan Jaya Baru; dan Toko Tani Indonesia di Jalan Rama Setia, Gampong Lampaseh Aceh, Kecamatan Meuraxa.
  • 29 Maret: Kantor Keuchik Gampong Jeulingke, Kecamatan Syiah Kuala.

Dengan adanya operasi pasar ini, masyarakat Banda Aceh diharapkan dapat memperoleh daging meugang dengan harga yang lebih terjangkau tanpa khawatir kenaikan harga yang signifikan menjelang Lebaran.

Editor: Akil

Pendapatan Negara di Aceh hingga Februari 2025 Capai Rp633,3 Miliar

0
felia
Ilustrasi uang. (Foto: Pixabay)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Perwakilan Kementerian Keuangan Satu Aceh mencatat realisasi pendapatan negara di Provinsi Aceh hingga Februari 2025 mencapai Rp633,3 miliar atau 8,97 persen dari target tahunan. Angka tersebut menunjukkan kontribusi signifikan dari sektor pajak, bea cukai, dan penerimaan negara bukan pajak (PNBP).

“Pendapatan negara di Provinsi Aceh dalam rentang waktu Januari hingga 28 Februari 2025 tercatat sebanyak Rp633,3 miliar atau 8,97 persen,” kata Kepala Bidang Penyuluhan, Pelayanan, dan Hubungan Masyarakat Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Aceh, Ridho Syafruddin, di Banda Aceh, Selasa (25/3/2025).

Pernyataan tersebut disampaikan usai rapat Asset & Liabilities Committee (ALCo) Regional Aceh, sebuah forum koordinasi yang rutin dilakukan untuk mendistribusikan realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) di wilayah Aceh.

Dalam rapat tersebut, hadir perwakilan Kementerian Keuangan Satu Aceh yang terdiri dari Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb), Direktorat Jenderal Pajak (DJP), Direktorat Jenderal Bea Cukai (DJBC), dan Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN).

Ridho Syafruddin menjelaskan bahwa pendapatan negara tersebut berasal dari tiga sektor utama. Penerimaan pajak menyumbang Rp290,91 miliar dengan realisasi 4,93 persen dari target tahunan. Penerimaan bea dan cukai tercatat Rp106,78 miliar atau 37,21 persen dari target. Sementara itu, PNBP mencapai Rp235,94 miliar atau 31,82 persen.

“PNPB ini di antaranya dari penerimaan aset Rp4,3 miliar dari target triwulan pertama Rp3,4 miliar. Realisasi pokok lelang Rp18 miliar dari target triwulan pertama Rp19 miliar,” katanya.

Selain itu, sektor piutang juga memberikan kontribusi terhadap PNBP melalui biaya administrasi pengurusan piutang negara sebesar Rp17 miliar serta penurunan outstanding piutang negara sebesar Rp1,5 miliar.

“Penurunan ini berarti menunjukkan hal positif karena menggambarkan aspek kinerja pengurusan piutang negara yang berhasil menurunkan nilai saldo piutang negara, termasuk di antaranya adanya pembayaran piutang negara,” katanya.

Ia menambahkan bahwa jumlah berkas kasus piutang negara yang terselesaikan pada triwulan pertama 2025 mencapai 11 berkas, menunjukkan efektivitas pengelolaan piutang negara di Aceh.

Sementara itu, dari sisi belanja, realisasi belanja APBN di Aceh hingga 28 Februari 2025 tercatat sebesar Rp5,32 triliun atau 11,54 persen dari total anggaran. Belanja ini terdiri dari belanja pemerintah pusat sebesar Rp1,3 triliun atau 9,49 persen serta belanja transfer ke daerah yang mencapai Rp4 triliun atau 12,42 persen.

“Efisiensi anggaran pada kementerian lembaga turut mempengaruhi realisasi belanja negara di Provinsi Aceh. Kami memperkirakan kinerja anggaran meningkat dalam beberapa waktu ke depan menyusul telah terkonsolidasi urusan teknis di masing-masing satuan kerja,” kata Ridho Syafruddin.

Dengan realisasi pendapatan dan belanja yang terus bergerak, diharapkan kinerja fiskal di Aceh semakin optimal dalam mendukung pembangunan dan pertumbuhan ekonomi daerah.

Editor: Akil

Akad Massal Program Rumah untuk Guru Indonesia di Aceh

0
Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah, SE, foto bersama saar menghadiri acara Akad Massal Program Rumah untuk Guru Indonesia yang dibuka secara virtual oleh Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman, Maruarar Sirait di Kantor BTN Syariah, Banda Aceh, Selasa (25/3/2025). (Foto: Humas Aceh)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah, SE., menghadiri acara Akad Massal Program Rumah untuk Guru Indonesia yang berlangsung di Kantor BTN Syariah Banda Aceh, Selasa, 25 Maret 2025. Acara ini digelar serentak di delapan provinsi dan dibuka secara virtual oleh Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman, Maruarar Sirait. Sejumlah pejabat daerah dan perwakilan instansi terkait turut hadir dalam kegiatan ini.

Sebagai bentuk apresiasi terhadap tenaga pendidik, Fadhlullah bersama Wali Kota dan Wakil Wali Kota Banda Aceh menyerahkan secara simbolis mokup kunci rumah kepada tiga orang guru. Program ini bertujuan memberikan fasilitas perumahan yang layak dan terjangkau bagi para guru di Indonesia, khususnya di Aceh.

Fadhlullah menegaskan pentingnya kesejahteraan guru dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Tanah Air.

“Pendidikan merupakan pilar utama dalam pembangunan bangsa, dan guru adalah fondasi yang menopang kokohnya pilar tersebut. Tanpa guru yang berdedikasi, pendidikan yang berkualitas tidak akan terwujud. Oleh karena itu, memberikan kesejahteraan kepada guru, termasuk menyediakan tempat tinggal yang layak, adalah bentuk penghormatan atas pengabdian mereka,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa dengan memiliki rumah yang dekat dengan tempat mengajar, para guru bisa lebih fokus menjalankan tugasnya.

“Dengan memiliki rumah yang dekat dengan tempat mengajar, para guru bisa lebih fokus dalam menjalankan tugas mulia mencerdaskan anak bangsa tanpa terbebani masalah tempat tinggal,” tambahnya.

Fadhlullah mengapresiasi langkah pemerintah pusat melalui Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman yang telah berkomitmen menyediakan rumah subsidi bagi guru. Ia berharap program ini dapat terus diperluas agar lebih banyak guru yang dapat menikmati fasilitas perumahan yang layak.

Sebagai bagian dari program nasional ini, pemerintah menargetkan pembangunan 20.000 unit rumah subsidi di seluruh Indonesia dengan anggaran sebesar Rp3,4 triliun. Program ini diperuntukkan bagi PNS, PPPK, honorer, dan guru swasta dengan penghasilan maksimal Rp7 juta bagi yang belum menikah dan Rp8 juta bagi yang sudah menikah. Pembangunan rumah akan tersebar di delapan wilayah, termasuk Aceh.

Acara ini juga dihadiri oleh Direktur Pembiayaan Perumahan Pedesaan Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman, Raden An An Andri Hikmah, Wali Kota Banda Aceh, Illiza Saaduddin Djamal, Wakil Wali Kota Banda Aceh, Afdhal Khalilullah, Kepala Dinas Perkim Aceh, T. Aznal Zahri, Kepala Biro Administrasi Pimpinan Setda Aceh, Akkar Arafat, serta Branch Manager BTN Syariah Banda Aceh, Muhadi Eko Putra.

Editor: Akil

Disebut Brutal, Mantan Rektor Unaya Dilaporkan ke Polda Aceh

0
Disebut Brutal, Mantan Rektor Unaya Dilaporkan ke Polda Aceh. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Sejumlah mantan pejabat Universitas Abulyatama (Unaya) dilaporkan ke Direktorat Reserse Kriminal Umum (Reskrimum) Polda Aceh, Selasa (25 Maret 2025). Laporan tersebut diajukan oleh Ketua Umum Yayasan Abulyatama Aceh, Rusli Muhammad, yang menuding mereka telah mencemarkan nama baiknya.

“Mencemarkan nama baik saya. Sangat brutal,” ujar Rusli di Banda Aceh.

Para terlapor yang disebutkan dalam laporan itu adalah Agung Efriyo Hadi (mantan rektor), Muhammad Rizki (mantan wakil rektor), dan Meidayani (Wakil Dekan II Fakultas Kedokteran Unaya). Rusli menyebut mereka melakukan tindakan tersebut setelah dirinya melantik rektor dan wakil rektor baru.

“Mereka melakukannya setelah saya melantik rektor baru dan wakil rektor baru dan berlangsung terus hingga sekarang,” kata Rusli.

Rusli mendatangi Polda Aceh bersama Rektor Unaya, Dr. Nurlis Effendi, serta didampingi tim kuasa hukumnya, yakni Fadjri SH, Ata Azhari SH, Hermanto SH, Murtadha SH, dan Astrid Miranti SH. Laporan tersebut diterima sekitar pukul 11.00 WIB dan prosesnya berlangsung hingga pukul 14.00 WIB.

Menurut Rusli, sehari setelah pelantikan rektor dan wakil rektor baru pada 23 Februari 2025, para terlapor langsung bereaksi dengan menentang kebijakan yayasan.

“Ternyata mereka tak menerima dicopot dari jabatannya. Lalu melakukan perlawanan,” ujar Rusli.

Ia menambahkan, para terlapor membuat pengumuman di kampus yang menyatakan pelantikan tersebut ilegal dan tidak memiliki dasar hukum.

“Lalu membuat selebaran-selebaran, serta berbagai provokasi untuk mendukung mereka,” katanya.

Rusli juga menuding mereka menyebarkan informasi yang tidak benar kepada dosen dan mahasiswa.

“Mereka membohongi dosen dan mahasiswa. Bahkan mengancam mencabut beasiswa KIP. Apa urusan mereka, itu kan beasiswa dari negara untuk mahasiswa,” ujarnya.

Secara terpisah, Nurlis Effendi membenarkan bahwa Yayasan Abulyatama Aceh telah melaporkan para mantan pejabat tersebut ke Polda Aceh.

“Ya benar. Semoga tidak ada intervensi untuk menekan penyidik,” katanya.

Ia juga mengungkapkan adanya dugaan intervensi dari pihak tertentu terkait laporan ini.

“Ya saya dengar demikian. Jika benar-benar ada, pasti saya publikasi dan saya lawan. Semoga saja hukum tetap tegak lurus untuk kebenaran dan keadilan,” tambahnya.

Nurlis menjelaskan bahwa laporan tersebut terbagi dalam tiga klaster. Klaster pertama terkait dengan pencemaran nama baik Rusli Muhammad.

“Untuk tahap awal yang berkaitan dengan pencemaran nama baik Pak Rusli Muhammad selaku Ketum Yayasan Abulyatama Aceh,” jelasnya.

Klaster kedua berkaitan dengan dugaan pelanggaran Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

“Ini hukumannya lebih berat, dan kasus ini juga akan segera kita laporkan ke Polda Aceh,” kata Nurlis.

Sementara klaster ketiga berhubungan dengan pertanggungjawaban keuangan di rektorat dan yayasan yang lama.

“Mereka harus mempertanggungjawabkan semuanya. Mereka sudah dua kali disomasi, namun tidak ditanggapi. Karena itu juga segera dilaporkan ke polisi,” ujarnya.

Nurlis mengungkapkan bahwa bukti-bukti dari kasus tersebut telah dikumpulkan.

“Mereka sendiri yang rajin menyediakan bukti-bukti dari perbuatannya, seperti surat-surat, dan pembicaraan lewat WhatsApp group, dan lain-lain. Apa sadar atau tidak bahwa semua itu terekam menjadi jejak perbuatannya,” pungkasnya.

Editor: Akil

Bazar Murah Menjelang Lebaran Hadir di Lapangan Jenderal Sudirman Korem Lilawangsa

0
Bazar Murah Menjelang Lebaran Hadir di Lapangan Jenderal Sudirman Korem Lilawangsa. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.id | Lhokseumawe – Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1446 Hijriah, Korem 011/Lilawangsa menggelar bazar murah di Lapangan Jenderal Sudirman, Lhokseumawe. Kegiatan ini menyediakan berbagai kebutuhan pokok dengan harga terjangkau bagi masyarakat.

Bazar murah yang berlangsung selama dua hari, Selasa dan Rabu (24-25 Maret 2025), digelar secara serentak di 37 provinsi. Acara ini secara resmi dibuka oleh Panglima TNI, Jenderal TNI Agus Subianto, bersama tiga kepala staf TNI di Mabes TNI, Jakarta Pusat, Selasa (24/3/2025).

“Semoga kegiatan ini bisa memberikan kesejahteraan bagi prajurit, PNS dan keluarga besar TNI, serta membawa manfaat untuk masyarakat luas, begitupun terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung terlaksananya kegiatan ini,” sebut Panglima TNI.

Komandan Korem (Danrem) 011/Lilawangsa, Kolonel Inf Ali Imran, mengatakan bahwa bazar ini bertujuan membantu masyarakat mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau.

“Pasar murah yang diadakan TNI, bertujuan menjadi salah satu solusi untuk mengatasi lonjakan permintaan pangan dan menjaga kestabilan harga bahan pokok, khususnya menjelang hari raya, dengan harga terjangkau lebih murah di bawah harga pasar, Rp5.000 sampai Rp10.000,” sebut Danrem.

Lebih lanjut, Danrem Ali Imran menegaskan bahwa pemerintah melalui jajaran TNI di seluruh Indonesia terus berupaya memastikan ketersediaan stok pangan yang cukup bagi masyarakat.

“Menjelang Hari Raya Idul Fitri, satuan TNI AD, AL, dan AU, maupun Kodim yang ada di jajaran Korem 011/LW, Kodam IM menggelar bazar murah, bertujuan upaya pengendalian inflasi dan memastikan ketersediaan stok pangan yang memadai tetap aman,” urainya.

Selain sembako, bazar murah ini menyediakan 10 ton beras, 5 ton minyak goreng, 1,5 ton gula, telur, dan bahan pangan lainnya dengan harga lebih murah dibanding harga pasar.

Acara ini dihadiri oleh Danrem 011/LW, Danlanal Lhokseumawe, Kasrem 011/LW, Dandim 0103/Aut, serta pejabat utama dan Ketua Persit Koorcab Rem 011 PD IM.

Pelaksanaan bazar TNI di Kota Lhokseumawe melibatkan berbagai stand, di antaranya Stand Korem 011/LW, Lanal Lhokseumawe, Kodim 0103/Aut, Satradar 231 Lhokseumawe, Yon Arhanud 5/Csby, Yonkav 11/Msc, Disjan Korem 011/LW, dan Stand Kipan B Yonko 469 Kopasgat.

Editor: Akil

Blang Padang, Tempat Favorit Warga Banda Aceh untuk Berbuka Puasa

0
Suasana Blang Padang menjelang berbuka puasa. (Foto: Nukilan)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Menjelang waktu magrib, Blang Padang yang terletak di pusat Kota Banda Aceh menjadi salah satu lokasi favorit bagi warga untuk ngabuburit atau menunggu waktu berbuka puasa. Area terbuka ini selalu ramai dikunjungi, terutama di bulan Ramadan, oleh mereka yang ingin menikmati suasana sore sambil membawa takjil dan makanan utama.

Beberapa pengunjung terlihat membawa tikar untuk duduk bersama keluarga atau teman, menciptakan suasana kebersamaan yang hangat. Takjil yang tersedia di sekitar Blang Padang pun beragam, mulai dari minuman manis dingin hingga berbagai kuliner khas Aceh yang menggugah selera.

Salah seorang pengunjung, Maulana, mengungkapkan bahwa Blang Padang adalah tempat yang nyaman untuk menunggu waktu berbuka.

“Blang Padang memang seasik ini duduk sambil menunggu berbuka puasa. Apalagi duduk di sini gratis,” kata Maulana kepada Nukilan.id, Selasa (25/3/2025).

Selain menawarkan suasana yang nyaman, Blang Padang juga dilengkapi dengan lampu di setiap sudutnya, sehingga tetap terang hingga malam hari. Kehadiran berbagai jajanan dan mobil kopi di sekitar area semakin menambah daya tarik tempat ini.

Meskipun tersedia mushola untuk ibadah, beberapa warga lebih memilih untuk langsung menuju masjid terdekat guna menunaikan salat magrib, isya, dan tarawih. Untuk memasuki area ini, pengunjung hanya dikenai biaya parkir sebesar Rp3.000.

Tradisi berbuka puasa di Blang Padang telah berlangsung lama dan menjadi salah satu daya tarik utama bagi masyarakat Banda Aceh. Selain sebagai tempat berbuka, kawasan ini juga menjadi ajang silaturahmi bagi warga.

“Blang Padang bukan hanya menjadi tempat untuk berbuka puasa, tetapi juga menjadi tempat untuk bersilaturahmi dan menjalin kehangatan antar sesama,” ujar Maulana.

Dengan suasana yang nyaman dan kebersamaan yang terjalin, Blang Padang terus menjadi pilihan utama warga Banda Aceh untuk menikmati momen Ramadan yang penuh berkah. (XRQ)

Reporter: Akil

Amalan-amalan untuk Meraih Lailatul Qadar

0
Ilustrasi malam Lailatul Qadar. (Foto: Detik.com)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Ramadan telah memasuki penghujungnya, meninggalkan kecemasan bagi sebagian umat Muslim akan diterima atau tidaknya ibadah yang telah dilakukan. Di antara hari-hari terakhir ini, 10 malam terakhir menjadi waktu yang paling berharga karena di dalamnya terdapat malam Lailatul Qadar, malam yang lebih baik dari seribu bulan.

Lalu, bagaimana cara terbaik menghidupkan malam-malam istimewa ini agar memperoleh keberkahan Lailatul Qadar? Untuk menjawab hal tersebut, Nukilan.id berbincang dengan Ustaz Alriadi Fikra, seorang pendakwah Salam TV, yang menjelaskan keistimewaan 10 malam terakhir Ramadan dibandingkan malam-malam sebelumnya.

Ustaz Fikra mengutip sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad, berdasarkan keterangan dari Ibunda Aisyah: “Jika telah masuk 10 hari terakhir Ramadan, beliau (Rasulullah) bersungguh-sungguh dan mengencangkan sarungnya.”

“Dalam artian, Rasulullah memang mempersiapkan dirinya untuk menyambut 10 hari terakhir ini,” jelas Ustaz Fikra kepada Nukilan.id, Selasa (25/3/2025).

Lantas, apa saja amalan yang bisa dilakukan agar dapat memperoleh malam Lailatul Qadar? Ustaz Fikra memaparkan beberapa amalan yang dapat dilakukan oleh umat Muslim di malam-malam penuh berkah ini.

“Yang pertama tentunya tidak lepas dari amalan-amalan sunnah yang dilakukan oleh Rasulullah, seperti i’tikaf di masjid, berdiam diri dengan beribadah kepada Allah,” katanya.

Selain i’tikaf, ia juga menekankan pentingnya memperbanyak sedekah. “Yang kedua, dengan memperbanyak sedekah. Terlebih dalam hal memberi makanan untuk berbuka dan waktu sahur.”

Tak hanya itu, membaca Al-Qur’an juga menjadi salah satu amalan utama yang sangat dianjurkan.

“Selanjutnya, paling utama adalah membaca Al-Qur’an. Banyak sekali keutamaan membaca Al-Qur’an pada bulan ini, terlebih dengan membaca satu huruf saja sudah mendapat 10 kebaikan,” tambahnya.

Selain membaca Al-Qur’an, amalan lain yang dianjurkan adalah melaksanakan salat malam atau qiyamullail, sebagaimana yang disebutkan dalam hadis dari Abu Hurairah.

“Kemudian, melakukan salat malam atau qiyamullail. Jadi ini disebutkan di sebuah hadis dari Abu Hurairah, barang siapa yang melaksanakan salat pada malam Lailatul Qadar karena iman dan mengharapkan pahala dari Allah maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni,” ungkapnya.

Terakhir, Ustaz Fikra menyebutkan satu doa yang dianjurkan untuk dibaca pada malam Lailatul Qadar, sebagaimana yang diriwayatkan dalam hadis At-Tirmizi:

اَللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ كَرِيمٌ تُحِبُّ اَلْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي

“Yang artinya ‘Ya Allah, sungguh Engkau Maha Pemaaf yang Pemurah. Engkau juga menyukai maaf. Oleh karena itu, maafkanlah aku.’ Nah, ini doa yang memang dianjurkan dibaca ketika malam Lailatul Qadar atau 10 hari terakhir Ramadan,” tutupnya.

Dengan menghidupkan malam-malam terakhir Ramadan melalui berbagai amalan ini, umat Islam diharapkan dapat meraih keberkahan Lailatul Qadar dan memperoleh ampunan serta rahmat dari Allah SWT. (XRQ)

Reporter: Akil

Buka Puasa Akbar dan Santunan Anak Yatim Partai Aceh Digeser ke 26 Maret 2025

0
Ketua Komisi I DPRA, Muhammad Yunus M. Yusuf. [Foto: Ist]

NUKILAN.id | Banda Aceh – Dewan Pimpinan Pusat Partai Aceh (DPP PA) mengumumkan perubahan jadwal pelaksanaan acara Buka Puasa Akbar dan Santunan Anak Yatim yang semula direncanakan pada Selasa, 25 Maret 2025, kini digeser ke Rabu, 26 Maret 2025.

Ketua Panitia Acara, Tgk Haji Muhammad Yunus, menyampaikan bahwa perubahan ini dilakukan sebagai bentuk penghormatan terhadap peringatan seunujoh atau samadiah tujuh hari wafatnya Kamaruddin Abubakar alias Abu Razak.

“Iya, ada pergeseran waktu satu hari. Jadi, acara kita buat Rabu, 26 Maret 2025,” kata Tgk Haji Muhammad Yunus dalam keterangannya, Senin (24/3/2025), di Banda Aceh.

Ia menegaskan bahwa keputusan ini diambil setelah mempertimbangkan berbagai aspek, termasuk penghormatan terhadap almarhum Sekjen Partai Aceh tersebut.

“Jadi, ini semata-mata digeser dengan pertimbangan yang matang,” ujarnya.

Sementara itu, Abon Sulaiman Yunus selaku perwakilan panitia juga menyampaikan permintaan maaf kepada seluruh pihak, terutama Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) dan Dewan Pimpinan Sagoe (DPS) Partai Aceh di seluruh daerah atas perubahan jadwal tersebut.

“Kita minta maaf atas penyesuaian ini. Harapan kita dari kepanitiaan, hal ini dapat dipermaklumkan,” katanya.

Plt Sekjen Partai Aceh, Zulfadhli, turut membenarkan perubahan jadwal ini. Ia menegaskan bahwa pergeseran waktu acara bukan tanpa alasan, melainkan sebagai bentuk penghormatan kepada almarhum Abu Razak.

“Mualem juga meminta agar disesuaikan dengan peringatan seunujoh Abu Razak,” ujarnya.

Dengan perubahan ini, seluruh pihak diharapkan dapat memahami keputusan yang telah diambil dan bersama-sama mensukseskan acara tersebut pada waktu yang telah ditentukan.

“Mari kita ramaikan acara ini. Sebab, kegiatan itu juga sekaligus untuk memperingati tujuh hari meninggalnya Abu Razak. Semoga doa-doa kita panjatkan kepada Allah Swt agar almarhum mendapatkan tempat di sisi terbaik-Nya,” ajak Zulfadhli.

Editor: Akil

Marlina Muzakir Gelar Buka Puasa Bersama Ketua TP PKK se-Aceh

0
Pererat Silaturrahmi, Marlina Muzakir Gelar Buka Puasa Bersama Ketua TP PKK se-Aceh. (Foto: MC Aceh)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Ketua TP PKK Aceh, Marlina Muzakir, menggelar buka puasa bersama dengan para Ketua TP PKK kabupaten/kota se-Aceh yang baru dilantik pada pagi harinya. Kegiatan ini bertujuan mempererat silaturrahmi antar pengurus TP PKK se-Aceh dan berlangsung di Anjong Mon Mata, Kompleks Meuligoe Gubernur Aceh, Senin (24/3/2025) sore.

“Pagi tadi kami telah melantik sejumlah Ketua TP PKK se-Aceh. Jadi, untuk mempererat keakraban dan silaturrahmi, sore ini kita menggelar buka puasa bersama dengan para Ketua TP PKK,” ujar Marlina usai acara.

Marlina juga mengapresiasi kehadiran para bupati dan wali kota dalam kegiatan ini. Ia menilai momentum buka puasa bersama ini menjadi kesempatan berharga untuk menyinergikan program kerja TP PKK dengan pemerintah daerah.

“Alhamdulillah, tak hanya para Ketua TP PKK, buka puasa bersama sore ini juga dihadiri oleh para Bupati dan Wali Kota. Ini tentu kesempatan berharga bagi kita untuk menyinergikan sejumlah program kerja TP PKK dengan program kerja Pemerintah Aceh dan pemerintah kabupaten dan kota,” tambahnya.

Acara berlangsung dalam suasana penuh keakraban dan juga diisi dengan tausyiah Ramadan yang disampaikan oleh Kepala Biro Isra Setda Aceh, Zulkifli. Dalam ceramahnya, ia menekankan pentingnya kesungguhan dalam beribadah guna menggapai predikat insan yang bertakwa di akhir Ramadan.

Zulkifli juga menambahkan bahwa merumuskan program kerja TP PKK yang dapat memberikan manfaat bagi masyarakat luas merupakan sebuah bentuk ibadah yang memiliki nilai tinggi di bulan suci.

Selain dihadiri para bupati dan wali kota serta para Ketua TP PKK se-Aceh, buka puasa bersama ini juga dihadiri oleh sejumlah Kepala Satuan Kerja Perangkat Aceh dan tamu undangan lainnya.

Editor: Akil

Segera Berakhir, Ini Sejumlah Keutamaan 10 Malam Terakhir Ramadan

0
Ilustrasi Ramadan. (Foto: Detik.com)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Tak terasa umat Muslim telah memasuki sepuluh hari terakhir bulan Ramadan 2025. Periode sepertiga akhir bulan suci ini diyakini memiliki keutamaan yang luar biasa dibandingkan malam-malam sebelumnya. Untuk memahami lebih dalam keistimewaannya, Nukilan.id mewawancarai Ustaz Alriadi Fikra, pendakwah dari Salam TV.

Ustaz Fikra menjelaskan bahwa Ramadan secara keseluruhan merupakan bulan penuh kemuliaan. Pada bulan ini, Allah membukakan pintu-pintu surga, menutup rapat pintu-pintu neraka, dan membelenggu para setan.

“Pada dasarnya Ramadan adalah bulan kemuliaan, penuh keberkahan. Di mana dalam hadis, Nabi mengatakan jika datang bulan Ramadan maka pintu-pintu surga itu akan dibukakan, dan pintu-pintu neraka akan ditutup rapat, dan para syaitan akan dibelenggu.” katanya kepada Nukilan.id, Selasa (25/3/2025).

Menurutnya, keutamaan Ramadan berlaku sejak hari pertama hingga hari terakhir. Namun, Rasulullah SAW menegaskan bahwa keistimewaan terbesar berada pada sepuluh malam terakhir.

Dikarenakan memang di 10 terakhir ini Rasulullah dan para sahabat berlomba-lomba untuk mendapatkan keberkahan dan kemuliaan,” tambahnya.

Ustaz Fikra kemudian mengutip penjelasan Ibnu Hajar Al-Asqalani dalam kitab Fathul Bari, bahwa Nabi SAW selalu membangunkan keluarganya untuk mempersiapkan keperluan i’tikaf dan mengencangkan ikat pinggangnya sebagai tanda keseriusan dalam beribadah menjelang akhir Ramadhan.

لم يكن النبي صلى الله عليه وسلم إذا بقي من رمضان عشرة أيام يدع أحدا من أهله يطيق القيام إلا أقامه

Artinya: “Nabi Muhammad SAW, ketika 10 hari terakhir bulan Ramadhan tiba, beliau tidak pernah membiarkan anggota keluarganya yang mampu untuk melakukan sholat malam (qiyamul lail) untuk meninggalkannya. Beliau selalu mengajak mereka untuk bangun dan sholat.” (HR At-Tirmidzi).

“Ini menandakan bahwa Rasulullah pada 10 terakhir Ramadan beliau memang memaksimalkan waktu tersebut untuk beribadah kepada Allah, karena ini memang penuh dengan keistimewaan,” jelasnya.

Lebih lanjut, ia menyebutkan beberapa keistimewaan utama dalam sepuluh malam terakhir Ramadan. Salah satunya adalah malam Lailatul Qadr, malam di mana Al-Qur’an pertama kali diturunkan.

“Di 10 terakhir inilah Al-Qur’an diturunkan, dan di malam Lailatul Qadr, sebagaimana kata Allah dalam Surah Al-Qadr yang artinya ‘Bahwasanya Kami telah menurunkan Al-Qur’an pada malam Lailatul Qadr’,” ungkapnya.

Ia memaparkan bahwa para ulama juga berpendapat bahwa kemungkinan besar Lailatul Qadr berada di antara malam-malam ganjil dalam sepuluh hari terakhir Ramadan.

“Terus para ulama berpendapat besar kemungkinan malam Lailatul Qadr ini terletak di malam 10 terakhir ini.” kata Ustaz Fikra.

Selain itu, menurut Ustaz Fikra, sepuluh malam terakhir juga menjadi ujian akhir bagi seorang Muslim dalam menjalani ibadah Ramadan.

“Akhir dari perjuangan seorang Muslim untuk mengakhiri Ramadan, maka ini membuktikan bahwa apakah seorang mukmin itu bersungguh-sungguh,” pungkasnya.

Ia menyoroti fenomena di mana banyak orang bersemangat dalam beribadah di awal Ramadan, namun mulai melemah di penghujung bulan. Hal ini, menurutnya, menjadi cerminan kualitas ibadah seseorang.

“Karena banyak kita lihat orang banyak bersemangat di awal saja, tapi di akhir mereka bermalas-malasan. Ini menandakan bahwa kualitas ibadah seseorang itu dinilai di akhir sebagaimana kata Rasulullah, ‘suatu amalan itu tergantung pada akhirnya’,” tutupnya.

Dengan berbagai keutamaannya, sepuluh malam terakhir Ramadan menjadi waktu yang sangat berharga bagi umat Islam untuk semakin mendekatkan diri kepada Allah. Momen ini seharusnya dimanfaatkan dengan maksimal, sebagaimana dicontohkan oleh Rasulullah dan para sahabatnya. (XRQ)

Reporter: Akil