Beranda blog Halaman 491

Mualem Kembali Menitikkan Air Mata Mengenang Abu Razak

0
Mualem. (Foto: WaspadaAceh)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Hubungan antara Gubernur Aceh, Muzakir Manaf alias Mualem, dan almarhum Kamaruddin Abu Bakar atau Abu Razak begitu erat dan penuh makna. Kedekatan emosional yang terjalin selama bertahun-tahun membuat Mualem tak kuasa menahan kesedihan saat mengenang sahabat karibnya itu.

Dikutip dari WaspadaAceh, dalam acara buka puasa dan doa bersama untuk almarhum Kamaruddin Abu Bakar yang digelar di Banda Aceh, Rabu (26/03/2025), Mualem kembali terlihat terharu. Saat menyampaikan pidato, suaranya tercekat dan ia terdiam sejenak sebelum melanjutkan. Air mata yang menetes mencerminkan betapa besarnya kehilangan yang ia rasakan.

Kesedihan serupa juga pernah terlihat ketika Mualem melantik Bupati dan Wakil Bupati Aceh Timur. Saat itu, ia sempat menghentikan pidatonya beberapa saat sambil menyeka air mata, mengenang perjuangan sahabatnya yang telah berpulang.

Kamaruddin Abu Bakar, yang menjabat sebagai Sekjen DPP Partai Aceh dan Ketua Umum KONI Aceh, meninggal dunia di tanah suci Makkah saat menjalankan ibadah umrah. Kepergiannya meninggalkan duka mendalam bagi banyak pihak, terutama para sahabat seperjuangannya.

Dalam acara yang berlangsung penuh khidmat tersebut, Wali Nanggroe Aceh, Malik Mahmud Al Haytar, turut menyampaikan sambutan mengenang perjuangan almarhum. “Alm berjuang 39 tahun untuk Aceh,” kata Malik Mahmud.

Doa bersama yang dipimpin oleh para ulama menjadi pembuka dalam rangkaian acara tersebut. Sejumlah tokoh penting turut hadir, termasuk Ketua DPRA Zulfadli, Plt Sekda Aceh M. Nasir Syamaun, para ulama, jajaran KPA/PA se-Aceh, pejabat lingkup Setda Aceh, serta pimpinan partai politik. Tak hanya itu, anak-anak yatim juga diundang dalam acara tersebut dan menerima santunan sebagai bentuk kepedulian serta penghormatan terhadap nilai-nilai kebersamaan yang selalu dijunjung tinggi oleh almarhum Abu Razak.

Editor: Akil

Kemenag Aceh: Idulfitri Diprediksi Serentak 31 Maret 2025

0
Kemenag Aceh Prediksi Idulfitri di 31 Maret 2025. (Foto: Kemenag Aceh)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Provinsi Aceh memperkirakan Hari Raya Idulfitri 1446 Hijriah akan jatuh pada Senin, 31 Maret 2025. Prediksi ini didasarkan pada kemungkinan hilal tidak terlihat pada 29 Ramadan 1446 H mendatang.

Kepala Kanwil Kemenag Aceh, Drs. Azhari, M.Si., menjelaskan bahwa rukyatul hilal untuk penentuan awal bulan hijriah selalu dilakukan pada tanggal 29 bulan hijriah berjalan.

“Untuk penetapan awal Syawal akan dilakukan pada hari Sabtu, 29 Ramadan 1446 Hijriah bertepatan dengan 29 Maret 2025 Masehi pada saat waktu magrib,” kata Azhari, Rabu (26/3/2025).

Namun, karena posisi hilal diperkirakan masih minus atau berada di bawah horizon pada tanggal tersebut, Kanwil Kemenag Aceh tidak akan melakukan rukyatul hilal dalam bentuk pengamatan langsung, melainkan hanya menggelar edukasi mengenai keadaan hilal dan merilis pernyataan resmi.

“Kemenag kabupaten kota tidak melaksanakan rukyatul hilal kecuali edukasi keadaan hilal di setiap lokasi rukyat,” ujarnya lagi.

Ahli Falakiyah Kanwil Kemenag Aceh, Alfirdaus Putra, menegaskan bahwa berdasarkan berbagai metode perhitungan, hilal dipastikan tidak akan terlihat di Aceh pada 29 Ramadan 1446 H. Oleh karena itu, ibadah puasa Ramadan akan disempurnakan menjadi 30 hari.

Ia menjelaskan bahwa perhitungan menggunakan metode rukyatul hilal, imkanurrukyat (kemungkinan melihat hilal), serta konsep hisab menunjukkan bahwa hilal masih berada di bawah ufuk pada petang hari 29 Ramadan.

“Dengan keadaan hilal masih minus di bawah ufuk pada hari ijtimak (29 Ramadan 1446 H) maka hilal dipastikan tidak akan terlihat dan bilangan Bulan Ramadan disempurnakan 30 hari,” ucap Alfirdaus.

Menurutnya, ijtima atau posisi sejajar antara bulan dan matahari akan terjadi pada Sabtu, 29 Maret 2025, bertepatan dengan 29 Ramadan 1446 H, pada pukul 17:57:38 WIB. Saat magrib di hari ijtima, posisi hilal diperkirakan berada di (-) 1,07 derajat di bawah ufuk dengan elongasi geosentris 1,2 derajat dan elongasi toposentris 1,5 derajat. Dengan kondisi ini, hilal dipastikan tidak terlihat, sehingga bulan Ramadan akan digenapkan menjadi 30 hari dan 1 Syawal 1446 H jatuh pada Senin, 31 Maret 2025.

“Meski demikian, penetapan 1 Syawal tetap menunggu pengumuman Menteri Agama pada tanggal 29 Maret 2025 pukul 19.00 WIB,” ujarnya.

Editor: Akil

Jemaah Padati Masjid Oman Al-Makmur untuk Qiyamullail

0
Jamaah padati Masjid Oman Al-Makmur Jelang Salat Malam. (Foto: Nukilan/Akil)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Ratusan umat Muslim memadati Masjid Oman Al-Makmur sejak dini hari untuk melaksanakan Qiyamullail, Kamis (27/3/2025). Sejak pukul 02.00 WIB, jemaah mulai berdatangan, bahkan sebagian sudah beritikaf sejak usai Salat Tarawih.

Pantauan Nukilan.id, sekitar pukul 02.30 WIB, panitia masjid mulai membagikan kupon makan sahur kepada jemaah yang hadir. Sementara itu, suasana masjid semakin khusyuk menjelang dimulainya Qiyamullail pada pukul 03.00 WIB.

Salat malam ini dipimpin oleh Syaikh Faishal Muhammad, imam dari Arab Saudi, yang membacakan ayat-ayat suci dengan lantunan merdu. Jemaah pun larut dalam kekhusyukan ibadah, berharap bisa meraih berkah malam Lailatulqadar.

Seusai Qiyamullail yang berlangsung hingga pukul 04.00 WIB, jemaah mulai menukarkan kupon untuk makan sahur yang telah disediakan oleh panitia. Salah seorang jemaah, Rizky, mengaku sangat bersyukur bisa mengikuti Qiyamullail di masjid ini.

“Suasananya sangat syahdu, bacaan imam begitu menyentuh hati. Saya merasa semakin dekat dengan Allah dan berharap bisa mendapatkan berkah di malam-malam terakhir Ramadan ini,” kata Rizky.

Hal senada juga disampaikan oleh Baihaqi, yang datang bersama keluarganya. Ia merasa suasana Ramadan di Masjid Oman Al-Makmur selalu memberikan ketenangan dan keberkahan.

“Ini sudah tahun ketiga saya ikut Qiyamullail di sini. Saya merasa lebih termotivasi untuk memperbanyak ibadah, apalagi dengan suasana yang penuh kekhusyukan seperti ini,” katanya.

Panitia Masjid Oman Al-Makmur menyatakan bahwa kegiatan ini menjadi salah satu rangkaian ibadah yang rutin digelar setiap Ramadan.

Tahun ini, jumlah jemaah yang hadir meningkat dibanding tahun sebelumnya, mencerminkan antusiasme masyarakat untuk mengisi malam-malam terakhir Ramadan dengan ibadah yang lebih intens.

Kegiatan ini diharapkan dapat semakin meningkatkan keimanan dan ketakwaan umat Muslim di Banda Aceh, serta menjadi momentum untuk meraih keberkahan Ramadan yang sebentar lagi akan berakhir. (XRQ)

Reporter: Akil

AMSI Aceh Gelar Buka Puasa Bersama dan Santuni Anak Yatim

0

NUKILAN.id | Banda Aceh – Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) Aceh menggelar silaturahmi dan buka puasa bersama dengan seluruh anggota serta jajaran pengurus pada Rabu (26/3/2025) di Lantai 8 Landmark BSI Aceh.

Dalam acara yang berlangsung khidmat tersebut, AMSI Aceh juga menyalurkan santunan kepada anak yatim melalui Rumah Zakat.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh Juru Bicara Mualem-Dek Fad, Teuku Kamaruzzaman alias Ampon Man, Wakil Rektor I Universitas Syiah Kuala (USK) Prof. Dr. Ir. Agussabti, M.Si., IPU, serta sejumlah tamu undangan lainnya.

Ketua AMSI Aceh, Aryos Nivada, dalam sambutannya menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh pihak yang telah hadir dan mendukung terselenggaranya acara tersebut.

“Saya berterima kasih kepada teman-teman dan para tamu yang sudah berhadir dalam acara buka puasa bersama AMSI Aceh,” ujarnya.

Menurutnya, kegiatan ini menjadi momentum penting untuk mempererat tali silaturahmi antar anggota AMSI Aceh sekaligus memaknai keberkahan bulan Ramadan dengan berbagi.

“Saya selaku ketua sangat bersyukur atas terselenggaranya acara ini. Ini menjadi suatu momentum untuk bersilaturahmi memperkuat hubungan sekaligus memaknai bulan Ramadan dengan berbuka puasa bersama,” katanya.

Aryos juga menambahkan bahwa kegiatan ini merupakan langkah yang baik di tengah bulan Ramadan yang penuh berkah, sehingga dapat saling berinteraksi dan merencanakan kegiatan-kegiatan positif ke depannya.

“Ini menjadi suatu langkah yang harus saya lakukan untuk memberikan cara untuk bisa mengumpulkan teman-teman di tengah bulan Ramadan yang sangat berkah ini sehingga kita bisa saling merajut apa yang bisa kita komunikasikan dan apa yang bisa kita lakukan ke depannya,” pungkasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Rumah Zakat memberikan piagam penghargaan kepada AMSI Aceh sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi dan kepedulian dalam berbagi berkah Ramadan kepada sesama.

Reporter: Rezi

Polisi Kejar Dua Buronan Kasus Penyelundupan Narkoba dari Aceh ke Kendari

0
Polresta Banda Aceh saat memperlihatkan sejumlah barang bukti dari kasus penyelundupan sabu-sabu ke Kendari via bandara SIM Aceh, di Banda Aceh, Selasa (25/3/2025) (Foto: ANTARA)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polresta Banda Aceh masih memburu dua buronan yang diduga terlibat dalam upaya penyelundupan satu kilogram sabu-sabu melalui Bandara Sultan Iskandar Muda (SIM) Aceh Besar dengan tujuan Kendari.

“Kita masih memburu pelaku TK dan F,” kata Kasat Resnarkoba Polresta Banda Aceh, AKP Rajabul Asra, di Banda Aceh, Selasa (25/3/2025).

Selain mengejar kedua terduga pelaku yang masih buron, polisi juga tengah menyelidiki kemungkinan keterlibatan mereka dalam jaringan peredaran narkotika internasional.

Kasus ini bermula dari penangkapan seorang pemuda asal Aceh Timur berinisial RM (27) pada 4 Maret 2025. RM tertangkap saat hendak menyelundupkan satu kilogram sabu-sabu melalui Bandara SIM Aceh Besar dengan tujuan Kendari. Petugas keamanan bandara (Avsec) menemukan empat paket sabu-sabu di dalam koper biru yang dibawa oleh RM.

Setelah penangkapan, RM beserta barang bukti berupa sabu-sabu, koper, ponsel, dan uang tunai Rp4,3 juta diserahkan kepada Tim Opsnal Satresnarkoba Polresta Banda Aceh untuk penyelidikan lebih lanjut.

AKP Rajabul menjelaskan bahwa RM mendapatkan paket sabu-sabu tersebut dari seseorang berinisial TK di pinggir jalan kawasan Beureunuen, Pidie, pada 3 Maret 2025.

“Antara pelaku dengan orang yang dimaksud (TK) tidak pernah tatap muka, mereka hanya berkomunikasi via telepon setelah dikenalkan temannya lainnya berinisial F,” ujarnya.

Dalam kesepakatan yang dibuat, RM dijanjikan upah sebesar Rp50 juta jika berhasil meloloskan sabu-sabu ke Kendari. Sebelum berangkat, ia telah menerima panjar atau uang jalan sebesar Rp20 juta.

Dari hasil pemeriksaan, RM mengaku telah dua kali berhasil menyelundupkan sabu-sabu ke Kendari. Pengiriman pertama dilakukan pada pertengahan Juni 2024, dan yang kedua pada awal Januari 2025.

“Masing-masing beratnya satu kilogram, diupah juga sebesar lima puluh juta rupiah. Namun yang ketiga ini gagal dan tertangkap di bandara. Semua dilakukan karena faktor ekonomi, butuh uang untuk kehidupan sehari-hari,” katanya.

Saat ini, RM masih ditahan dan dijerat Pasal 112 Ayat (2) Sub Pasal 114 Ayat (2) Sub Pasal 115 Ayat (1) dari UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Ia terancam hukuman mati, penjara seumur hidup, atau paling singkat enam tahun dan paling lama 20 tahun, serta denda maksimal Rp10 miliar.

“Berkas perkaranya sendiri sedang diteliti oleh jaksa, Insya Allah dalam waktu dekat ini akan segera kita limpahkan untuk nantinya dapat disidangkan,” demikian AKP Rajabul.

Editor: Akil

Baitul Mal Aceh Utara Terima Zakat Karyawan Bank Aceh Syariah

0
Baitul Mal Aceh Utara Terima Zakat Karyawan Bank Aceh Syariah. (Foto: MC Aceh)

NUKILAN.ID | Lhokseumawe – Baitul Mal Aceh Utara menerima zakat dari karyawan PT Bank Aceh Syariah Cabang Lhokseumawe sebesar Rp57.018.216. Penyerahan zakat ini berlangsung di Kantor PT Bank Aceh Syariah Cabang Lhokseumawe pada Rabu (26/3/2025).

Kepala Bank Aceh Syariah Cabang Lhokseumawe, Jamaluddin, menyerahkan zakat tersebut kepada Kepala Sekretariat Baitul Mal Aceh Utara, Rakhmad Setiadi. Menurut Jamaluddin, zakat ini merupakan bagian dari program tahunan Bank Aceh yang dijalankan di seluruh Aceh.

“Jumlah zakat tahun ini mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya. Alhamdulillah, zakat yang disalurkan oleh karyawan Bank Aceh tahun ini mengalami peningkatan. Ini menunjukkan semakin tingginya kesadaran dan kepedulian karyawan dalam menunaikan zakat sebagai kewajiban sosial dan spiritual,” kata Jamaluddin.

Sementara itu, Kepala Sekretariat Baitul Mal Aceh Utara, Rakhmad Setiadi, mengapresiasi kontribusi Bank Aceh yang secara konsisten menyalurkan zakat setiap tahunnya. Ia menegaskan bahwa dana zakat yang diterima akan dikelola secara transparan dan disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan.

“Zakat ini akan kami salurkan kepada mereka yang berhak, seperti fakir miskin, anak yatim, dan program pemberdayaan ekonomi masyarakat. Terima kasih kepada Bank Aceh dan para karyawannya atas kepedulian yang luar biasa ini,” ucap Rakhmad dalam keterangannya, Selasa (25/3/2025).

Bank Aceh terus berkomitmen mendukung kesejahteraan sosial melalui program zakat tahunan ini. Diharapkan, sinergi antara sektor perbankan dan lembaga zakat dapat terus memberikan manfaat yang luas bagi masyarakat serta meningkatkan kesejahteraan umat di Aceh.

Editor: Akil

Pemkab Aceh Barat Terima Pengaduan Pekerja Terkait THR

0
Kepala Dinas Transmigrasi dan Ketenagakerjaan Kabupaten Aceh Barat, Mulyani. (Foto: ANTARA)

NUKILAN.id | Meulaboh Pemerintah Kabupaten Aceh Barat mulai menerima pengaduan dari pekerja terkait pembayaran tunjangan hari raya (THR) melalui pos pengaduan yang dibuka di Dinas Transmigrasi dan Ketenagakerjaan setempat.

“Dua pengaduan ini sudah kita tindaklanjuti, dengan melakukan mediasi antara pihak perusahaan dan pekerja,” kata Kepala Dinas Transmigrasi dan Ketenagakerjaan Kabupaten Aceh Barat, Mulyani, di Aceh Barat, Selasa (25/3/2025).

Salah satu pengaduan yang diterima adalah terkait rencana sebuah perusahaan yang hanya akan membayarkan THR sebesar 50 persen kepada pekerjanya menjelang Hari Raya Idul Fitri 1446 Hijriah. Setelah dilakukan pertemuan antara pekerja dan perusahaan, persoalan ini akhirnya dapat diselesaikan, dan hak pekerja dibayarkan sesuai ketentuan yang berlaku.

Kasus kedua melibatkan sebuah perusahaan tambang batu bara, di mana pihak ketiga yang menyediakan tenaga kerja menolak membayarkan THR kepada pekerja yang masa kerjanya akan berakhir pada Jumat, 28 Maret 2025. Pemerintah Kabupaten Aceh Barat pun memanggil perusahaan penyedia layanan kerja tersebut untuk membahas laporan pekerja.

“Setelah kita mediasi, pemerintah meminta agar perusahaan bisa membayarkan THR pekerja sesuai kemampuan,” kata Mulyani.

Ia menegaskan bahwa upaya mediasi ini bertujuan untuk membuktikan bahwa pemerintah daerah hadir dalam mengakomodir keluhan pekerja yang tidak mendapatkan pembayaran THR sesuai ketetapan pemerintah.

Pemerintah Kabupaten Aceh Barat juga mengimbau pekerja yang belum menerima THR untuk segera melaporkan ke pos pengaduan yang berlokasi di kawasan Ujung Beurasok, Desa Lapang, Meulaboh. Pos ini telah dibuka sejak 17 Maret dan akan beroperasi hingga 7 April 2025 di Dinas Transmigrasi dan Ketenagakerjaan Kabupaten Aceh Barat.

Mulyani menambahkan bahwa pihaknya terus melakukan pemantauan ke sejumlah perusahaan untuk memastikan seluruh pekerja mendapatkan haknya sesuai aturan yang berlaku.

“Jika ada pekerja yang tidak mendapatkan pembayaran THR, silakan membuat pengaduan ke kantor dinas, kami akan menindaklanjuti dengan senang hati,” demikian Mulyani.

Editor: Akil

Ketua KP2 Aceh Dilaporkan ke Polisi atas Dugaan Penipuan Rumah Talangan

0
Ketua KP2 Aceh Dilaporkan ke Polisi atas Dugaan Penipuan Rumah Talangan. (Foto: AcehNews)

NUKILAN.id | Sigli Polres Pidie menerima laporan dugaan penipuan dan penggelapan yang diduga dilakukan oleh Ketua Komunitas Pecinta Perubahan (KP2) Aceh, Muhammad Rafsanjani (38). Laporan pertama dibuat oleh Nurul Hakiki pada Senin, 17 Maret 2025, disusul tiga laporan tambahan pada Selasa, 25 Maret 2025. Pelapor lainnya adalah Tisara dan Husna, warga Gampong Meunasah Krueng, Kecamatan Delima, serta Faisal Rizal, warga Gampong Mee Lampoh Saka, Kecamatan Peukan Baro.

Para korban mengaku telah menyerahkan uang antara Rp15 juta hingga Rp30 juta kepada KP2 Aceh pada tahun 2024 untuk program rumah talangan (RTL) keluarga prasejahtera. Namun, hingga kini, rumah yang dijanjikan tidak kunjung terwujud atau hanya sebatas pondasi.

Ketua Kelompok Korban Penipuan KP2 Aceh, Saifullah (40), mengungkapkan bahwa para korban telah berulang kali diberikan kontrak baru setiap kali mereka menanyakan kejelasan pembangunan rumah.

“Kami sudah lelah dengan janji-janji yang tidak pernah ditepati. Setiap kali kami menagih, malah diminta menandatangani kontrak baru. Tapi rumah tetap tidak ada, dan uang kami tidak dikembalikan,” ujarnya.

Saifullah juga menyebut bahwa Muhammad Rafsanjani kerap mencari kesalahan korban untuk menghindari kewajiban membangun rumah tipe 36 yang telah dijanjikan. Bahkan, ia menduga uang yang dikumpulkan dari satu korban digunakan untuk membangun rumah korban lainnya dalam skema yang tidak transparan.

Hingga kini, belum ada satu pun rumah RTL yang siap huni meskipun lebih dari 100 korban telah menyetor uang selama lebih dari setahun. Para korban mendesak kepolisian segera menetapkan Muhammad Rafsanjani sebagai tersangka agar tidak ada lagi pihak yang dirugikan. Mereka juga mengajak korban lain untuk bergabung dalam Kelompok Korban Penipuan KP2 Aceh dan melaporkan dugaan penipuan ini.

“Jangan takut pada intimidasi yang dia lancarkan. Dia tidak berhak marah setelah menipu dan menggelapkan uang kita. Kita yang seharusnya marah,” tegas Saifullah.

Saifullah mengusulkan nama istrinya, Helmi Azalia, sebagai penerima rumah talangan KP2 Aceh. Ia mengaku telah menyerahkan uang Rp15 juta kepada Muhammad Rafsanjani pada Agustus 2024. Namun, karena rumah tipe 36 yang dijanjikan tak kunjung dibangun, ia akhirnya membangun sendiri tempat tinggalnya.

“Material yang dibawa saat itu nilainya sekitar Rp9 juta,” katanya.

Pada 2024 lalu, ia juga mengusulkan nama neneknya, Nabasiah (85), warga Gampong Meunasah Krueng, Kecamatan Delima, sebagai calon penerima rumah RTL keluarga prasejahtera. Namun, hingga kini rumah yang dijanjikan belum terealisasi.

“Adik saya, Nurul Hakiki, yang menandatangani kontrak rumah untuk nenek saya. Nenek saya juga sudah menyerahkan uang senilai Rp15 juta pada 2024 lalu,” tutup Saifullah.

Editor: Akil

Harga Emas di Banda Aceh Sentuh Rp5,2 Juta Per Mayam

0
Perhiasan di Toko Emas Italy di sekitaran Pasar Aceh, Banda Aceh. (Foto: Nukilan/Rezi)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Harga emas di Banda Aceh mencapai Rp5,2 juta per mayam pada Rabu (26/3/2025). Harga tersebut belum termasuk biaya pembuatan yang dapat menambah antara Rp100 ribu hingga Rp150 ribu, tergantung model perhiasan.

Selain biaya pembuatan, konsumen kini juga harus memperhitungkan adanya Pajak Pertambahan Nilai (PPN) sebesar 1,1 persen untuk pembelian emas.

Berdasarkan pantauan di lapangan, meskipun harga emas cenderung tinggi, minat masyarakat untuk membeli emas masih mendominasi dengan perbandingan 70 persen membeli dan 30 persen menjual kembali. 

Namun, jika dibandingkan dengan momen Lebaran tahun sebelumnya, daya beli masyarakat terhadap emas mengalami penurunan sebesar 20 persen. Bahkan, penurunan yang lebih signifikan tercatat jika dibandingkan dengan dua tahun lalu, yakni mencapai 30 hingga 40 persen.

Daffa, salah seorang pedagang emas di Pasar Aceh, mengungkapkan bahwa perubahan tren pembelian emas juga terlihat di kalangan masyarakat. 

“Tahun ini emas perhiasan masih digunakan, tetapi tidak hanya sekadar untuk motif atau estetika, melainkan lebih banyak sebagai investasi,” ujarnya saat diwawancarai Nukilan.

Lebih lanjut, Daffa menjelaskan bahwa volume transaksi harian juga mengalami penurunan yang cukup drastis. Saat ini, rata-rata penjualan emas di tokonya hanya mencapai sekitar 50 mayam per hari, dengan jumlah pembelian per orang berkisar antara 0,5 hingga 10 mayam. 

“Dulu, dua tahun lalu, masyarakat bisa membeli hingga 200 mayam dalam sehari. Sekarang jauh berkurang,” imbuhnya.

Reporter: Rezi

Banda Aceh Distribusikan 50 Ton Daging di Pasar Murah Jelang Lebaran

0
Daging. (Shutterstock)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1446 Hijriah, Pemerintah Kota Banda Aceh menggelar operasi pasar murah dengan mendistribusikan 50 ton daging sapi. Langkah ini bertujuan untuk menjaga stabilitas harga daging yang biasanya melonjak menjelang hari meugang.

Kepala UPTD Rumah Potong Hewan (RPH) Kota Banda Aceh, Heriansyah, mengatakan bahwa operasi pasar murah ini diadakan sebagai bentuk kepedulian Pemko Banda Aceh terhadap masyarakat.

“Operasi pasar murah daging meugang ini kami hadirkan sebagai wujud keberpihakan Pemko Banda Aceh kepada masyarakat dalam menyambut Idul Fitri 1446 H untuk menjaga stabil harga jual daging meugang di Banda Aceh dalam menyambut Idul Fitri,” kata Heriansyah di Banda Aceh, Selasa (25/3/2025).

Berdasarkan perkiraan di tingkat kabupaten/kota di Aceh, harga daging sapi saat meugang diprediksi naik dari harga normal Rp140 ribu per kilogram menjadi sekitar Rp150-200 ribu per kilogram. Melalui operasi pasar ini, harga daging akan tetap dijual pada harga normal Rp140 ribu per kilogram, sehingga diharapkan dapat menekan lonjakan harga di pasaran.

“Dengan demikian kita akan mampu mengendalikan inflasi di ibu kota Provinsi Aceh pada meugang Idul Fitri tahun ini,” ujar Heriansyah.

Ia juga menegaskan bahwa harga daging dalam operasi pasar ini tidak mendapat subsidi dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Kota (APBK) Banda Aceh.

“Jadi ini tidak menggunakan APBK dan nonsubsidi, tidak memakai sistem kupon karena ini murni gerakan sosial,” katanya.

Program ini merupakan inisiatif dari Wali Kota dan Wakil Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal dan Afdhal Khalilullah, serta didukung oleh para pedagang yang rutin menggunakan layanan RPH Banda Aceh.

Pasar murah ini dikhususkan bagi warga yang memiliki KTP Banda Aceh dan akan digelar pada 26-29 Maret 2025 mulai pukul 08.00 hingga 12.00 WIB di delapan titik strategis di Kota Banda Aceh.

“Kami akan kepung Banda Aceh dengan delapan titik lokasi strategis yang tersebar dengan persediaan 50 ton daging, jika kurang kita tambah lagi stoknya,” ujar Heriansyah.

Adapun delapan lokasi pasar murah daging meugang Idul Fitri tersebar di berbagai titik, yaitu:

  • 26-27 Maret: Taman Bustanussalatin Kampung Baru, Kecamatan Baiturrahman; Stadion H Dimurthala Lampineung, Kecamatan Kuta Alam; dan Kantor Camat Banda Raya.
  • 27 Maret: Halaman Masjid Jamik, Kecamatan Lueng Bata.
  • 28-29 Maret: Halaman Kampus Universitas Terbuka Aceh, Gampong Punge Blang Cut, Kecamatan Jaya Baru; Kantor UPTD KPH Wilayah 1 Aceh, Kecamatan Jaya Baru; dan Toko Tani Indonesia di Jalan Rama Setia, Gampong Lampaseh Aceh, Kecamatan Meuraxa.
  • 29 Maret: Kantor Keuchik Gampong Jeulingke, Kecamatan Syiah Kuala.

Dengan adanya operasi pasar ini, masyarakat Banda Aceh diharapkan dapat memperoleh daging meugang dengan harga yang lebih terjangkau tanpa khawatir kenaikan harga yang signifikan menjelang Lebaran.

Editor: Akil