Beranda blog Halaman 49

BPMA Gelar Buka Puasa Bersama dan Santunan Anak Yatim di Banda Aceh

0
BPMA menggelar buka puasa bersama dan santunan anak yatim. (Foto: Nukilan)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Badan Pengelola Migas Aceh (BPMA) menggelar kegiatan buka puasa bersama sekaligus santunan bagi anak yatim di Banda Aceh, Sabtu (7/3/2026).

Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian Rapat Koordinasi Ketahanan Operasi Minyak dan Gas Bumi yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan di wilayah kerja Aceh.

Amatan Nukilan.id di lokasi, setelah rapat, kegiatan dilanjutkan dengan penyerahan santunan kepada anak yatim oleh Kepala BPMA, Nasri Djalal. Acara kemudian diisi dengan kultum sebelum akhirnya ditutup dengan buka puasa bersama.

Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat sinergi antara Pemerintah Aceh, BPMA, dan para pelaku industri hulu migas yang beroperasi di Aceh.

Nasri menegaskan bahwa keberhasilan pengelolaan sektor hulu migas di Aceh tidak dapat dilakukan oleh BPMA secara sendiri. Menurutnya, dukungan dan kerja sama dari seluruh pemangku kepentingan menjadi faktor penting dalam menjaga keberlanjutan sektor energi di daerah tersebut.

Menurutnya, forum koordinasi seperti ini juga penting untuk menjaga komunikasi serta membangun sinergi antarlembaga yang terlibat dalam pengelolaan sumber daya energi di Aceh.

“BPMA dalam menjalankan kegiatan tentu tidak dapat berjalan sendiri. Kami membutuhkan dukungan seluruh stakeholder yang secara bersama-sama berupaya meningkatkan ketahanan energi, sesuai dengan cita-cita Pemerintah Aceh,” kata Nasri Djalal. (XRQ)

Reporter: Akil

Pengungsi di Aceh Tengah Masih Bertahan di Tenda dan Sekolah Saat Ramadan

0
Kondisi tenda pengungsian di Desa Merodot, Kecamatan Bintang. (Foto: Dok pribadi Wedy Sastra Yoga).

NUKILAN.ID | Takengon – Kondisi sebagian warga terdampak bencana di Kecamatan Bintang, Aceh Tengah masih memprihatinkan meski memasuki bulan Ramadan. Sejumlah keluarga masih tinggal di tenda pengungsian maupun bangunan sekolah karena rumah mereka belum dapat ditempati kembali.

Kepala Koordinator Relawan Kecamatan Bintang, Wedy Sastra Yoga, mengatakan sebagian pengungsi memang sudah mulai meninggalkan lokasi pengungsian. Namun, masih ada warga yang bertahan karena belum memiliki tempat tinggal.

“Kalau yang di pengungsian sekarang sudah mulai ada yang balik ke rumah. Ada juga yang sudah menyewa rumah. Jadi pengungsian mulai kosong, tapi masih ada yang tinggal,” ujar Wedy kepada Nukilan, Sabtu (7/3/2026).

Di beberapa titik pengungsian, warga masih tinggal di tenda maupun hunian sementara (huntara) yang jumlahnya terbatas.

“Di Kala Segi masih ada yang tinggal di tenda. Huntara juga belum merata, jadi masih banyak yang belum dapat,” katanya.

Selain itu, terdapat 14 kepala keluarga (KK) dari Desa Telpam yang hingga kini masih tinggal di gedung sekolah.

Menurut Wedy, kondisi tersebut membuat para pengungsi berharap bisa segera mendapatkan rumah yang lebih layak sebelum Idulfitri.

“Harapannya mereka bisa punya rumah yang layak, apalagi menjelang lebaran. Kalau di huntara sekarang cuma satu ruangan, tidak ada privasinya,” ujarnya.

Selain persoalan tempat tinggal, kebutuhan dasar seperti listrik dan air bersih juga baru mulai dipulihkan. Listrik baru hidup sekitar seminggu yang lalu. Sementara pemasangan pipa air baru hendak dilakukan sekarang. []

Reporter: Sammy

BPMA Perkuat Koordinasi Hulu Migas Aceh, Bangun Sinergi untuk Kebangkitan Energi Daerah

0
Badan Pengelola Migas Aceh (BPMA) menggelar rapat koordinasi ketahanan operasi minyak dan gas bumi bersama para pemangku kepentingan sektor energi di Aceh, Sabtu (7/3/2026). (Foto: IST)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Badan Pengelola Migas Aceh (BPMA) menggelar rapat koordinasi ketahanan operasi minyak dan gas bumi bersama para pemangku kepentingan sektor energi di Aceh, Sabtu (7/3/2026).

Pertemuan yang berlangsung dalam suasana Ramadan tersebut menjadi ajang mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat sinergi antara Pemerintah Aceh, BPMA, serta para pelaku industri hulu migas yang beroperasi di wilayah Aceh.

Kegiatan ini dihadiri oleh berbagai unsur, mulai dari perwakilan pemerintah daerah, kontraktor kontrak kerja sama (K3S), hingga pemangku kepentingan lainnya di sektor energi. Forum tersebut juga dimanfaatkan sebagai ruang komunikasi strategis untuk memastikan keberlanjutan operasi migas sekaligus memperkuat ketahanan energi di Aceh.

Kepala BPMA, Nasri Djalal, mengatakan pengelolaan sektor hulu migas di Aceh tidak bisa dilakukan oleh satu pihak saja. Menurutnya, keberhasilan sektor ini sangat bergantung pada dukungan serta kerja sama seluruh pemangku kepentingan.

“BPMA dalam menjalankan kegiatan tentu tidak dapat berjalan sendiri. Kami membutuhkan dukungan seluruh stakeholder yang secara bersama-sama berupaya meningkatkan ketahanan energi, sesuai dengan cita-cita Pemerintah Aceh,” kata Nasri Djalal.

Ia menambahkan, hubungan yang solid antara BPMA dan Pemerintah Aceh menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas industri migas, terutama dalam hal dukungan kebijakan.

“BPMA dan seluruh kegiatan hulu migas tentu membutuhkan dukungan kebijakan dari Pemerintah Aceh. Dengan komunikasi dan sinergi yang baik, stabilitas operasional dapat terjaga dan kegiatan migas dapat berjalan lebih optimal,” ujarnya.

Saat ini, BPMA mengelola enam kontraktor migas yang beroperasi di Aceh. Nasri menilai Aceh memiliki potensi minyak dan gas yang sangat besar, yang tersebar dari wilayah utara dan timur hingga kawasan barat selatan.

Potensi tersebut, menurutnya, membuka peluang bagi Aceh untuk kembali menghidupkan kejayaan industri migas seperti yang pernah terjadi pada era 1990-an.

“Alhamdulillah, Aceh dianugerahi potensi minyak dan gas yang luar biasa, dari utara timur hingga barat selatan. Ini merupakan peluang besar bagi kita untuk mengembalikan kejayaan migas Aceh seperti pada era 90-an,” ujarnya.

Nasri juga mengungkapkan perkembangan terbaru terkait investasi di sektor migas Aceh. Ia menyebut dua blok migas baru di wilayah bekas kerja Repsol di kawasan Pidie Jaya telah menarik minat dua perusahaan asal Jepang.

“Kabar gembira, dua blok baru di atas wilayah PDP Jaya yang sebelumnya merupakan bekas wilayah kerja Repsol telah diminati oleh dua perusahaan Jepang, yaitu JPEG dan JPMG. Saat ini prosesnya sedang berjalan di kementerian, dan kita berharap blok tersebut dapat segera dikembangkan,” jelasnya.

Jika pengembangan blok tersebut berjalan lancar, Nasri berharap proyek itu dapat memberikan kontribusi signifikan bagi perekonomian daerah sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Harapan kita, pengembangan blok-blok baru ini nantinya dapat memberikan kemakmuran yang sebesar-besarnya bagi masyarakat Aceh,” tambahnya.

Sementara itu, perwakilan K3S dari Conrad Asia Energy, Radian, menilai kegiatan koordinasi semacam ini memiliki arti penting dalam memperkuat kerja sama antarpihak yang terlibat dalam pengelolaan sektor energi.

Menurutnya, pertemuan tersebut tidak sekadar menjadi agenda formal, tetapi juga momentum untuk memperkuat komunikasi dan kepercayaan di antara para pemangku kepentingan.

“Bagi kami, momentum seperti ini bukan sekadar kegiatan kebersamaan, tetapi juga menjadi pengingat bahwa keberhasilan sektor energi di Aceh sangat ditentukan oleh sinergi komunikasi yang terbuka serta kepercayaan di antara seluruh pemangku kepentingan,” kata Radian.

Ia juga menilai Aceh memiliki potensi migas yang besar dan strategis. Karena itu, pengelolaannya memerlukan kerja sama erat antara BPMA, pemerintah daerah, dan para kontraktor yang menjalankan kegiatan operasi di lapangan.

Radian mengakui industri migas saat ini menghadapi sejumlah tantangan, mulai dari tuntutan peningkatan produksi, efisiensi operasional, hingga kebutuhan menjaga keberlanjutan serta standar keselamatan kerja.

Meski demikian, pihaknya menegaskan para kontraktor migas di Aceh tetap berkomitmen meningkatkan kinerja operasi serta memperkuat kegiatan eksplorasi guna menemukan cadangan energi baru.

“K3S yang beroperasi di Aceh berkomitmen untuk terus meningkatkan kinerja operasi, memperkuat kegiatan eksplorasi dan pengembangan lapangan, serta mengelola investasi yang berkelanjutan di sektor hulu migas Aceh,” ujarnya.

Ia meyakini, dengan semangat kebersamaan dan komitmen yang sama, sektor migas Aceh dapat terus berkembang dan memberi kontribusi nyata bagi ketahanan energi nasional sekaligus meningkatkan manfaat ekonomi bagi masyarakat daerah.

“Kami percaya dengan semangat kebersamaan, sektor migas Aceh dapat terus berkembang, memberikan kontribusi bagi ketahanan energi nasional, sekaligus menghadirkan manfaat ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat Aceh,” kata Radian.

Sementara itu, Pemerintah Aceh melalui Kepala Dinas Pertanahan Aceh, T. Aznal Zahri, menegaskan pentingnya koordinasi lintas sektor untuk mendukung kelancaran investasi dan aktivitas industri migas di daerah tersebut.

Menurutnya, pemerintah daerah memiliki peran strategis dalam memastikan berbagai aspek pendukung, termasuk pengelolaan lahan dan regulasi daerah, berjalan selaras dengan kebutuhan pengembangan sektor energi.

Pertemuan koordinasi ini diharapkan dapat memperkuat kolaborasi antara pemerintah, BPMA, dan para pelaku industri migas sehingga potensi energi Aceh dapat dikelola secara optimal, transparan, serta memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat.

“Di tengah dinamika industri energi global, Aceh dinilai memiliki peluang besar untuk kembali menjadi salah satu pusat produksi migas penting di Indonesia, asalkan seluruh pihak mampu menjaga sinergi, stabilitas kebijakan, dan keberlanjutan investasi di sektor strategis tersebut,” tutupnya. (XRQ)

Warga Sambut Kembalinya Mirwan MS Memimpin Aceh Selatan, Harapan pada Stabilitas Pemerintahan Menguat

0
Bupati Aceh Selatan, Mirwan MS. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.ID | TAPAKTUAN — Kabar mengenai kembalinya Bupati Aceh Selatan nonaktif, Mirwan MS, untuk kembali menjalankan tugasnya disambut dengan beragam harapan dari masyarakat. Sejumlah warga menilai momentum ini penting untuk mengembalikan stabilitas pemerintahan sekaligus memastikan pembangunan daerah berjalan lebih optimal.

Berdasarkan informasi A1 yang diterima Nukilan.id, Mirwan dijadwalkan kembali aktif memimpin Kabupaten Aceh Selatan pada Senin (9/3/2026) setelah menjalani sanksi penonaktifan selama tiga bulan dari Kementerian Dalam Negeri.

Menjelang kembalinya Mirwan, Nukilan.id mencoba menghimpun pandangan masyarakat terkait harapan mereka terhadap kepemimpinan yang akan kembali berjalan secara penuh. Salah satu suara datang dari Zikra, pemuda asal Samadua. Ia berharap kembalinya roda kepemimpinan di bawah kendali Mirwan dapat berjalan positif bagi pembangunan daerah.

“Saya menyambutnya dengan harapan besar, agar kepemimpinan beliau dapat kembali berjalan dengan baik. Kami berharap beliau dapat membawa semangat baru untuk memajukan Kabupaten Aceh Selatan, khususnya dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” kata Zikra saat diwawancarai Nukilan.id, Sabtu (7/3/2026).

Senada dengan itu, Naufal, seorang pemuda asal Tapaktuan, juga mengaku menyambut kabar tersebut dengan penuh optimisme. Ia berharap kembalinya Mirwan dapat membawa perubahan positif bagi jalannya pemerintahan di Aceh Selatan.

“Mendengar kembalinya Haji Mirwan dalam beberapa hari kedepan, saya pribadi merasa sangat antusias. Dengan hadirnya beliau, tentu roda pemerintahan bisa berjalan normal kembali secara maksimal,” kata Naufal.

Ia menilai, kehadiran kepala daerah definitif akan membuat arah pemerintahan lebih jelas dan koordinasi antar lembaga pemerintahan dapat berjalan lebih efektif.

“Kami tentu berharap stabilitas pemerintahan akan lebih terjaga sehingga pelayanan dan pembangunan di aceh selatan kembali terarah,” jelasnya.

Naufal juga menyinggung situasi pemerintahan selama tiga bulan terakhir ketika jabatan bupati dijalankan oleh pelaksana tugas. Menurutnya, secara umum pemerintahan tetap berjalan, namun terdapat sejumlah keterbatasan dalam pengambilan keputusan strategis.

“Dalam watu 3 bulan itu, saya melihat banyak kebijakan yang tidak bisa buat oleh bapak Plt Bupati Aceh Selatan, karena memang Plt hanya menjalankan program yg sudah ada dan menjaga stabilitas pemerintahan, sementara untuk kebijakan besar atau keputusan strategis cenderung lebih hati,” ujarnya.

Karena itu, ia berharap kembalinya Mirwan dapat mempercepat proses pengambilan keputusan penting yang berkaitan dengan pembangunan daerah.

“Oleh karena itu, tentu masyarakat berharap setelah kembali aktifnya Pak Bupati, proses pengambilan kebijakan bisa lebih kuat dan cepat sehingga tidak menghambat program yang sudah dituangkan dalam RPJM,” tambahnya.

Selain soal stabilitas pemerintahan, Naufal juga menitipkan pesan agar kepemimpinan daerah ke depan semakin membuka ruang partisipasi bagi generasi muda, khususnya dalam proses pembangunan daerah.

“Saya berharap beliau semakin memperhatikan aspirasi dari generasi muda. Bisa membuka ruang dialog dan kolaborasi dengan kalangan pemuda dan mahasiswa,” tuturnya.

Sebagai mahasiswa, ia juga berharap pemerintah daerah dapat memberikan dukungan kepada generasi muda dalam menempuh pendidikan dan meraih cita-cita mereka.

“Sebagai mahasiswa, saya juga berharap beliau agar selalu memberikan dukungan dan bisa meringankan langkah kami para mahasiswa dalam mewujudkan cita-cita kami,” pungkas Naufal. (XRQ)

Reporter: Akil

Mahasiswa Desak Audit Dana PIP di SMA Negeri 1 Trumon, HMP2T Janji Terus Kawal Kasus

0
Wakil Ketua Umum HMP2T Periode 2022–2024, Asaduddin. (Foto: For NUKILAN)

NUKILAN.ID | TAPAKTUAN — Himpunan Mahasiswa Pemuda Pelajar Trumon (HMP2T) menegaskan akan terus mengawal dugaan persoalan penyaluran dana Program Indonesia Pintar (PIP) di SMA Negeri 1 Trumon yang hingga kini masih menjadi perhatian masyarakat.

Mahasiswa menilai klarifikasi yang disampaikan pihak sekolah terkait dugaan penyelewengan dana bantuan pendidikan tersebut belum mampu menjawab persoalan utama yang selama ini dipertanyakan oleh wali murid dan masyarakat.

Wakil Ketua Umum HMP2T Periode 2022–2024, Asaduddin, kepada Nukilan.id mengatakan isu terkait dana PIP di SMA Negeri 1 Trumon bukanlah persoalan baru. Menurutnya, dugaan ketidakterbukaan dalam penyaluran bantuan pendidikan tersebut telah menjadi pembicaraan masyarakat sejak 2021, namun hingga kini belum diselesaikan secara transparan dan akuntabel.

“Asumsi bahwa persoalan ini sudah selesai adalah pernyataan yang sangat prematur. Kami menilai klarifikasi yang disampaikan pihak sekolah lebih banyak bersifat pembelaan diri daripada membuka fakta secara jujur kepada publik,” tegas Asaduddin.

HMP2T juga mempertanyakan narasi yang menyebut adanya oknum operator PIP yang melakukan penarikan dana melalui ATM tanpa sepengetahuan kepala sekolah. Menurut mahasiswa, tuduhan semacam itu tidak seharusnya disampaikan secara sepihak tanpa proses investigasi yang jelas serta penjelasan terbuka mengenai pihak yang bertanggung jawab.

“Jika benar ada penarikan dana secara tidak wajar, maka harus dijelaskan secara objektif siapa pelakunya, bagaimana mekanismenya, dan mengapa sistem pengawasan sekolah bisa kecolongan. Jangan sampai ada pihak yang dijadikan kambing hitam demi menyelamatkan pihak lain yang memiliki kewenangan,” lanjutnya.

Secara struktural, HMP2T menilai pihak sekolah tetap memiliki tanggung jawab dalam pengelolaan dan pengawasan dana bantuan pendidikan yang disalurkan kepada siswa. Jika benar terjadi penarikan dana yang tidak diketahui atau tidak tercatat dalam administrasi sekolah, hal tersebut dinilai menunjukkan adanya kelemahan dalam sistem pengawasan.

Mahasiswa juga menyoroti bahwa dugaan penyalahgunaan dana PIP tidak hanya menjadi persoalan administratif, tetapi berpotensi menjadi pelanggaran hukum apabila terbukti terjadi penggelapan atau penyalahgunaan kewenangan terhadap dana bantuan negara.

Dana PIP merupakan bantuan pemerintah yang diperuntukkan bagi siswa dari keluarga kurang mampu. Karena itu, setiap bentuk penyelewengan terhadap dana tersebut dinilai tidak hanya merugikan negara, tetapi juga merampas hak pendidikan anak-anak yang membutuhkan.

HMP2T menegaskan bahwa sikap mahasiswa dan masyarakat dalam mengawal persoalan ini bukanlah gerakan politik untuk menjatuhkan pihak tertentu, melainkan bentuk tanggung jawab moral agar dana bantuan pendidikan benar-benar sampai kepada siswa yang berhak.

“Kami tidak memiliki kepentingan apa pun selain memastikan bahwa dana pendidikan tidak disalahgunakan. Jika ada pihak yang mencoba menggiring opini bahwa gerakan mahasiswa ditunggangi kepentingan tertentu, maka itu adalah upaya untuk mengalihkan perhatian dari substansi persoalan,” kata Asaduddin.

Selain menolak klarifikasi sepihak, mahasiswa menegaskan akan terus mengawal penyelesaian persoalan tersebut hingga ada kejelasan dan transparansi kepada publik.

“Mahasiswa hadir sebagai kontrol sosial. Ketika ada dugaan persoalan dalam pengelolaan dana publik, maka sudah menjadi kewajiban moral bagi mahasiswa untuk mengawal dan memastikan semuanya berjalan sesuai aturan,” tambahnya.

Dalam pernyataannya, HMP2T juga mendesak sejumlah langkah dari pihak terkait, di antaranya Dinas Pendidikan Aceh melalui Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Aceh Selatan untuk melakukan audit menyeluruh terhadap penyaluran dana PIP di SMA Negeri 1 Trumon sejak 2021 hingga 2025.

Selain itu, mahasiswa meminta aparat penegak hukum menyelidiki dugaan penarikan dana yang tidak wajar serta memeriksa seluruh pihak yang diduga terlibat tanpa pandang bulu. Pihak sekolah juga diminta membuka secara transparan data penerima, pencairan, dan penyaluran dana PIP kepada publik guna menghindari spekulasi di tengah masyarakat.

HMP2T menegaskan akan terus mengawal persoalan tersebut hingga tuntas. Jika dalam waktu dekat tidak ada langkah konkret dari pihak terkait, mahasiswa bersama masyarakat Trumon tidak menutup kemungkinan akan melakukan aksi lanjutan sebagai bentuk kontrol sosial terhadap pengelolaan dana pendidikan.

“Masalah ini tidak boleh diselesaikan dengan cara menutup-nutupi atau menyederhanakan persoalan. Kami ingin kebenaran dibuka secara terang. Jika ada yang bersalah, maka harus diproses sesuai hukum yang berlaku,” tutup Asaduddin. (XRQ)

Korem 011/Lilawangsa Peringati Nuzulul Qur’an di Masjid Al-Fitrah Lhokseumawe

0
Korem 011/Lilawangsa Peringati Nuzulul Qur’an di Masjid Al-Fitrah Lhokseumawe. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.ID | LHOKSEUMAWE – Korem 011/Lilawangsa memperingati malam Nuzulul Qur’an 1447 Hijriah di Masjid Al-Fitrah, Kompleks Militer Korem 011/Lilawangsa, Kecamatan Banda Sakti, Kota Lhokseumawe, Jumat (6/3/2026) malam.

Kegiatan tersebut mengangkat tema “Ramadhan Membentuk Mental Prajurit TNI Yang Prima Dan Memegang Teguh Nilai-Nilai Tauhid Untuk Indonesia Maju.”

Rangkaian acara diawali dengan buka puasa bersama yang diikuti prajurit TNI dan jamaah. Setelah itu, kegiatan dilanjutkan dengan shalat Maghrib dan Isya berjamaah, tausiah, serta shalat Tarawih.

Dalam tausiahnya, Ustadz Bayhaqi, S.Pd., M.Pd., Pimpinan Darul Quran Ibnu Katsir, mengatakan bahwa saat ini umat Islam telah memasuki pertengahan bulan Ramadhan yang juga diperingati sebagai malam Nuzulul Qur’an.

“Nuzulul Quran merupakan peristiwa penting umat Islam, yaitu turunya Al Quranul Karim kepada Baginda Nabi Besar Muhammad SAW. Alquran menjadi pedoman hidup manusia, baik di dunia maupun akhirat,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa peristiwa turunnya Al-Qur’an juga dijelaskan dalam Surat Al-Baqarah ayat 185.

“Syahru ramaḍānallażī unzila fīhil qur’ānu hudal linnāsi wabayyinātim minal hudā wal-furqān.”

“Artinya, bulan suci Ramadhan inilah bulan yang diturunkannya Al Quran, dan petunjuk bagi manusia, serta menjadi pembeda antara yang haq dan yang bathil,” kata Bayhaqi.

Menurutnya, salah satu mukjizat Al-Qur’an adalah pahala berlipat bagi mereka yang memperbanyak membaca kitab suci tersebut. Selain itu, Al-Qur’an juga akan menjadi pemberi syafaat pada hari kiamat bagi orang yang membacanya, mempelajarinya, dan mengajarkannya.

“Syafaat bagi yang membaca, juga yang mengajarkan dan mempelajari itulah orang yang sebaik-baik manusia. Sebagaimana dalam sabda rasulullah SAW, dalam hadis yang diriwayatkan oleh imam bukhari Khoirukum man ta’allamal qur’ana wa amalahum,” terangnya.

Bayhaqi juga menekankan bahwa Ramadhan tidak hanya mengajarkan umat Islam untuk menahan lapar dan haus, tetapi juga melatih pengendalian diri, emosi, serta meningkatkan kedisiplinan.

“Prajurit TNI yang hebat, bukan hanya Dia kuat fisiknya, akan tetapi prajurit yang sanggup menahan emosinya ketika marah. Inilah Ramadhan adalah sebuah madrasah, universitas, yang di dalamnya terdapat kurikulum menahan emosi, mengendalikan hawa nafsu dan kedisiplinan,” sebutnya.

Di akhir tausiahnya, ia mengajak umat Islam memanfaatkan momentum Nuzulul Qur’an untuk lebih mendekatkan diri kepada Al-Qur’an dengan memperbanyak membaca dan memahami kandungannya.

“Oleh karena itu, kami mengajak kepada kaum muslim dan muslimat, di dalam momentum memperingati nuzulul quran. Mari memperbanyak membaca Alquran, mendalami isi kandungannya, semoga dengan membiasakan diri, Allah berkahi hidup dan rezeki kepada kita,” pesannya.

DPKA Dorong Masyarakat Gunakan iPustaka Aceh untuk Akses Bacaan Digital

0
Kepala DPKA, Dr. Syaridin, M.Pd (Foto: Dok Pribdi)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Aceh (DPKA) mengajak masyarakat memanfaatkan aplikasi iPustaka Aceh sebagai solusi praktis untuk mengakses ribuan bahan bacaan secara digital di tengah mobilitas yang semakin tinggi.

Kepala DPKA, Dr. Syaridin, M.Pd, menyampaikan bahwa kehadiran iPustaka Aceh bertujuan mendekatkan literasi kepada masyarakat dengan cara yang lebih modern dan mudah dijangkau.

“Kami mengajak seluruh masyarakat Aceh untuk memanfaatkan iPustaka Aceh. Dengan aplikasi ini, membaca bisa dilakukan kapan saja dan di mana saja, cukup melalui genggaman tangan,” ujarnya.

Melalui aplikasi tersebut, pengguna dapat menikmati berbagai koleksi e-book dari beragam kategori, mulai dari buku anak, pelajaran, hingga bacaan umum dan referensi akademik. Seluruh koleksi dapat diakses secara gratis hanya dengan mengunduh aplikasi di ponsel.

Proses penggunaan iPustaka Aceh juga tergolong mudah. Setelah mengunduh aplikasi, pengguna cukup mendaftar untuk mulai membaca atau meminjam buku. Sistem peminjaman yang fleksibel memungkinkan buku dibaca selama tujuh hari, dengan pengembalian otomatis.

Kemudahan ini dinilai dapat membantu berbagai kalangan, mulai dari pelajar, mahasiswa, hingga masyarakat umum yang memiliki keterbatasan waktu untuk datang langsung ke perpustakaan.

“Ipustaka Aceh adalah peluang bagi kita semua untuk terus belajar dan menambah wawasan. Kami berharap masyarakat bisa memanfaatkannya secara maksimal,” tambah Dr. Syaridin.

Melalui ajakan ini, DPKA Aceh berharap budaya membaca dapat kembali tumbuh sebagai bagian dari gaya hidup masyarakat. Dukungan teknologi dinilai mampu membuat akses literasi menjadi lebih inklusif dan merata hingga ke seluruh wilayah.

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News

Melihat Suasana Hangat Berbuka di Masjid Raya Baiturrahman 

0
Suasana warga saat menunggu berbuka puasa di pelataran Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh. (Foto: Nukilan/Rezi)

NUKILAN.id | Feature – Langit senja di Kota Banda Aceh perlahan berubah jingga ketika azan Magrib masih menunggu beberapa menit lagi. Di pelataran Masjid Raya Baiturrahman, ratusan warga telah lebih dulu memadati area halaman. Sebagian duduk beralas sajadah, lainnya menggelar tikar sederhana, membentuk lingkaran-lingkaran kecil bersama keluarga.

Amatan Wartawan Nukilan di lokasi, sejak pukul 16.30 WIB, masyarakat mulai berdatangan. Ada yang datang menggandeng anak, membawa kerabat, hingga rombongan kecil yang sengaja janjian untuk berbuka bersama. Tawa kecil anak-anak berpadu dengan obrolan ringan orang dewasa, menciptakan suasana hangat di bawah payung raksasa masjid kebanggaan masyarakat Aceh itu.

Di antara keramaian tersebut, Lisna Shella, seorang warga asal Ajun Jeumpet, Aceh Besar, tampak duduk bersama keluarga dan saudaranya. Ia mengaku sengaja memilih berbuka puasa di Masjid Raya Baiturrahman karena suasananya yang sarat kebersamaan dan religius.

“Di sini rasanya lebih berkesan. Suasananya penuh kebersamaan dan nuansa religi. Kalau buka di restoran atau tempat makan biasa, rasanya berbeda,” ujar Shella kepada Nukilan, Senin (2/3/2026).

Menurutnya, momen berbuka di masjid tidak hanya soal menikmati hidangan, tetapi juga tentang merasakan kekhusyukan dan kebersamaan dalam ibadah. Apalagi, di lokasi yang sama juga digelar Aceh Ramadhan Festival 2026 yang semakin menambah semarak suasana.

Festival yang resmi dibuka pada Minggu (1/3/2026) sore itu berlangsung hingga 7 Maret 2026, mengusung tema “The Truly Spiritual Journey in Serambi Mekkah.” Beragam kegiatan dan stan kuliner tersaji di area sekitar masjid,memudahkan masyarakat mendapatkan takjil tanpa harus berjalan jauh.

“Kebetulan ada Ramadhan Festival, jadi beli takjil juga mudah. Tinggal ke depan masjid saja, tidak perlu jauh-jauh,” katanya.

Aneka makanan dan minuman berjajar rapi di stan-stan penjual. Mulai dari kue tradisional, es buah, hingga hidangan khas berbuka puasa, semuanya menggoda selera. Aroma gorengan yang baru diangkat dari wajan bercampur dengan wangi teh dan sirup, mengisi udara senja.

Fenomena berbuka puasa di pelataran Masjid Raya Baiturrahman bukanlah hal baru. Seperti tahun-tahun sebelumnya, pemerintah kembali menyelenggarakan berbagai agenda Ramadan untuk memeriahkan bulan suci. Tradisi ini seakan menjadi magnet tahunan yang selalu dinantikan warga.

Menjelang azan Magrib, suasana perlahan berubah lebih tenang. Obrolan mereda, sebagian menengadahkan tangan untuk berdoa, sementara lainnya menatap jam dengan harap. Ketika azan akhirnya berkumandang, ratusan tangan serempak meraih air dan kurma, memulai buka puasa dengan khidmat.

Di bawah langit yang mulai gelap dan lampu-lampu masjid yang menyala terang, kebersamaan itu terasa utuh. Ramadan di Banda Aceh bukan sekadar ritual tahunan, tetapi juga tentang perjumpaan, persaudaraan, dan perjalanan spiritual yang dirasakan bersama—tepat seperti tema yang diusung tahun ini.

Reproter: Rezi

Tengku Razuan Sukses Bawa Nilam Aceh ke Pasar Dunia

0
Tengku Razuan
Direktur Razma Agro Jayana, Teuku Razwan. (Foto: AJNN)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Komoditas minyak nilam Aceh kian diminati pasar internasional. Berangkat dari rasa penasaran terhadap potensi tanaman tersebut, Tengku Razuan kini sukses mengembangkan usaha nilam hingga menjadi produsen sekaligus eksportir.

Mengutip Rmol, melalui perusahaan yang dipimpinnya, Razma Agro Jayana, Razuan mengembangkan bisnis aromatik yang memasok bahan baku minyak nilam untuk industri fragrance, beauty, dan wellness global.

Dalam kunjungan yang difasilitasi International Labour Organization bersama sejumlah wartawan beberapa waktu lalu, Razuan menceritakan awal ketertarikannya terhadap komoditas yang dikenal sebagai salah satu minyak atsiri terbaik di dunia.

“Saya mulai akhir 2020, masih skala kecil sebatas uji coba. Dasarnya cuma penasaran. Katanya ini komoditas terbaik dunia, tapi kenapa skala pertaniannya kecil-kecil,” kata Razuan kepada awak media.

Ketertarikannya semakin kuat setelah mendengar pemaparan tim Atsiri Research Center Universitas Syiah Kuala yang menyebut satu hektare tanaman nilam mampu mencukupi kebutuhan hidup seorang petani selama satu tahun.

Pada 2021, ia mulai menanam nilam di lahan seluas satu hektare. Hasil yang diperoleh dinilai cukup menjanjikan, meskipun terdapat perbedaan antara perhitungan teori dan kondisi di lapangan.

Seiring waktu, Razuan memperluas area budidaya dari satu hektare menjadi lima hektare, kemudian meningkat hingga 12 hektare, dan mencapai sekitar 20 hektare pada 2025. Pengembangan ini dilakukan bersama kelompok petani muda.

“Awalnya sekadar ingin menjawab rasa penasaran. Tapi setelah mendapat jawaban konkret di lapangan, kami memutuskan melanjutkan dan membangun bisnis ini secara serius,” kata Razuan.

Perjalanan usahanya dimulai dari level petani, lalu berkembang ke proses penyulingan, pengumpulan minyak nilam, hingga membuka akses pasar ekspor. Meski masih dalam tahap pengembangan, ia mengaku telah memahami pola besar bisnis nilam, termasuk tantangan klasik berupa fluktuasi harga.

Menurutnya, kebutuhan minyak nilam dunia diperkirakan mencapai 2.000 hingga 2.500 ton per tahun, sementara pasokan baru berkisar 1.000 hingga 1.200 ton.

Di sisi lain, petani masih menghadapi sejumlah kendala seperti harga yang tidak stabil, ketidakpastian pasar, serta keterbatasan akses permodalan.

“Sekarang pembeli luar negeri tidak hanya tanya harga. Mereka tanya siapa petaninya, kapan tanamnya, bagaimana prosesnya. Semua harus jelas,” ujarnya.

Untuk menjawab persoalan tersebut, Razuan menerapkan pola kontrak farming yang memberikan kepastian pembeli dan harga minimum bagi petani. Selain itu, perusahaan juga membantu membuka akses pembiayaan melalui lembaga keuangan.

Ia menjelaskan, biaya penanaman nilam untuk satu hektare lahan secara tradisional mencapai sekitar Rp50 juta, bahkan bisa hingga Rp70 juta dengan sistem semi-intensif.

Dengan produktivitas rata-rata 200 hingga 300 kilogram per tahun dari dua kali panen, petani berpotensi memperoleh pendapatan bersih sekitar Rp10 juta per bulan, tergantung harga jual minyak nilam.

“Kalau satu hektare itu, meskipun hanya menghasilkan 150 kilogram per tahun, pendapatannya sudah setara upah minimum,” ujarnya.

Memasuki 2026, sekitar 500 petani dengan luas lahan mencapai 592 hektare di delapan kabupaten/kota di Aceh telah terintegrasi dalam sistem digital Razma Digitalize Nilam Ecosystem. Sistem ini dirancang untuk memastikan keterlacakan rantai pasok nilam, mulai dari penanaman hingga penyulingan.

Menurut Razuan, integrasi rantai pasok menjadi syarat utama untuk menembus pasar global. Hal ini karena sekitar 90 persen produk parfum dunia menggunakan minyak nilam sebagai bahan dasar atau pengikat aroma (fixative) yang belum sepenuhnya tergantikan bahan sintetis.

Dari minyak nilam mentah bahkan dapat dihasilkan hingga 16 turunan bahan baku untuk berbagai industri.

“Kalau rantai pasok terintegrasi dengan baik, nilam Aceh nilainya tidak terhingga. Dunia butuh minyak nilam, dan minyak nilam dunia butuh nilam dari Aceh,” katanya.

Saat ini, pasar ekspor perusahaan tersebut mencakup sejumlah negara seperti China, Singapura, India, Amerika Serikat, serta beberapa negara di Eropa.

Bagi Razuan yang berasal dari Aceh Selatan, daerah yang sejak lama dikenal sebagai sentra nilam, pengembangan komoditas ini bukan hanya soal bisnis, tetapi juga upaya menjawab persoalan lama yang dihadapi petani.

“Persoalan nilam dari dulu sampai sekarang sama, yaitu fluktuasi harga yang ekstrem. Saya bagian dari keluarga besar orang bernilam, jadi ini juga bentuk tanggung jawab moral,” kata Razuan.

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News

Warga Selamatkan Dua Lumba-Lumba yang Terdampar di Tambak Aceh Tamiang

0
Warga mengevakuasi dua ekor lumba-lumba yang terdampar di kawasan tambak warga Desa Kuala Pusong Kapal, Kecamatan Seruway, Aceh Tamiang, Jumat (6/3/2026). (FOTO: Dok Warga)

NUKILAN.ID | KUALA SIMPANG — Warga Desa Kuala Pusung Kapal, Kecamatan Seruway, Kabupaten Aceh Tamiang, mengevakuasi dua ekor lumba-lumba yang terdampar di alur air dangkal di sekitar kawasan tambak milik warga, Jumat (6/3/2026).

Sekretaris Desa Kuala Pusung Kapal, Yudi Amri, mengatakan kedua mamalia laut tersebut pertama kali ditemukan nelayan di alur perairan dekat kawasan hutan bakau pada Jumat pagi. Saat ditemukan, kondisi lumba-lumba terlihat lemas karena terjebak di perairan dangkal.

“Warga menemukan dua ekor lumba-lumba terdampar di dekat tambak yang terbengkalai. Kondisinya lemas karena air surut dan diduga kekurangan oksigen di perairan dangkal,” kata Yudi Amri di Aceh Tamiang.

Diduga salah satu lumba-lumba sempat tersangkut jaring nelayan sebelum akhirnya tersesat ke kawasan hutan bakau dan terperangkap ketika air mulai surut. Setelah ditemukan warga, kedua lumba-lumba tersebut kemudian diarahkan kembali menuju laut lepas.

Proses penyelamatan dilakukan secara manual dengan menunggu air pasang. Karena kondisi perairan dangkal, sejumlah warga turun langsung ke air untuk menggendong dan mendorong tubuh lumba-lumba yang diperkirakan memiliki panjang lebih dari dua meter.

Warga secara bergantian memandu satwa tersebut menelusuri paluh atau alur air sejauh ratusan meter menuju perairan yang lebih dalam agar dapat kembali ke muara laut Aceh Tamiang.

Setelah didorong secara perlahan ke perairan yang lebih dalam, kondisi lumba-lumba yang sebelumnya terlihat lemah mulai membaik. Warga berupaya memastikan kedua satwa tersebut dapat kembali dengan selamat ke habitat alaminya.

“Proses evakuasi berlangsung empat jam karena ukuran lumba-lumbanya besar sekitar 200 kilo lebih. Kalau panjangnya, yang satu mencapai 2,5 meter dan satu lagi sekitar dua meter. Sepertinya, sepasang jantan dan betina,” ujar Yudi Amri.

Camat Seruway, Rusni Devi A Manullang, mengatakan pihaknya telah menerima laporan terkait upaya penyelamatan dua mamalia laut tersebut oleh warga Desa Kuala Pusung Kapal.

“Kami mengapresiasi aksi cepat nelayan dan warga yang bahu-membahu mengarahkan kembali satwa itu ke habitatnya. Warga sempat kesulitan, tetapi berhasil dievakuasi saat air mulai pasang,” kata Rusni Devi.

Terkait penyebab lumba-lumba tersebut terdampar, pihak kecamatan masih belum dapat memastikan. Ada kemungkinan satwa itu tersesat saat mencari makan atau dipengaruhi faktor cuaca.

“Kami belum tahu pasti penyebab ikan lumba-lumba masuk ke area tambak, yang utama adalah penanganan cepat dari warga telah berhasil menyelamatkan nyawa satwa tersebut,” kata Devi.

Sebelumnya, kasus terdamparnya lumba-lumba juga pernah terjadi di wilayah Aceh lainnya.