Beranda blog Halaman 48

Distanbun Aceh Tetapkan Harga Acuan TBS Kelapa Sawit, Jadi Pedoman Transaksi Pekebun dan PKS

0
Distanbun Aceh Tetapkan Harga Acuan TBS Kelapa Sawit, Jadi Pedoman Transaksi Pekebun dan PKS. (FotoL Ist)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) Aceh kembali menggelar rapat penetapan harga pembelian Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit sebagai upaya menyediakan harga acuan bagi transaksi antara pekebun dan pabrik kelapa sawit (PKS) di Aceh.

Aamatan Nukilan.id, Rapat tersebut dilaksanakan pada Rabu, 17 Juni 2026, dengan metode hybrid, yakni secara luring dan daring. Pertemuan dipusatkan di ruang Bidang Pengolahan, Pemasaran, dan Pembinaan Usaha Perkebunan (P3UP) Distanbun Aceh.

Kegiatan dihadiri Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Distanbun Aceh, Kepala Bidang P3UP, staf ahli yang membidangi sektor perkebunan, tim penetapan harga TBS kelapa sawit Aceh, perwakilan sejumlah PKS di Aceh, Badan Pusat Statistik (BPS) Aceh, Dinas Perkebunan Kabupaten Nagan Raya, serta perwakilan perusahaan pengolahan kelapa sawit.

Plt. Kepala Distanbun Aceh, Dr. Ir. Azanuddin Kurnia, SP., MP., membuka rapat secara daring. Dalam kesempatan tersebut, ia menegaskan pentingnya mekanisme penetapan harga TBS sebagai bagian dari upaya menciptakan kepastian harga dan menjaga hubungan kemitraan yang sehat antara petani dan industri pengolahan kelapa sawit.

Jalannya rapat dipandu oleh Kepala Bidang P3UP Distanbun Aceh, Habiburrahman, yang memimpin pembahasan bersama seluruh peserta. Perwakilan dari PKS, termasuk PT Juli Prima Kencana dan PT Samira Makmur Sejahtera, turut menyampaikan data yang menjadi bahan pertimbangan dalam proses penetapan harga.

Selain itu, perwakilan Dinas Perkebunan Kabupaten Nagan Raya juga mengikuti pembahasan untuk memberikan masukan sesuai kondisi di lapangan.

Melalui forum ini, pemerintah menetapkan harga acuan TBS kelapa sawit yang diharapkan dapat menjadi referensi bagi pekebun maupun pabrik kelapa sawit dalam melakukan transaksi jual beli. Penetapan harga tersebut juga bertujuan menciptakan transparansi, memberikan kepastian bagi pelaku usaha, serta memperkuat kemitraan antara petani dan perusahaan pengolahan kelapa sawit di Aceh.

Rapat penetapan harga TBS secara berkala menjadi salah satu instrumen pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas tata niaga kelapa sawit sekaligus mendukung keberlanjutan sektor perkebunan yang menjadi salah satu penopang perekonomian masyarakat Aceh. (XRQ)

Dinsos Aceh Berangkatkan Fathir Hidayadi Wakili Aceh di MDI Nasional 2026

0
Pemerintah Aceh melalui Dinas Sosial Aceh kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pengembangan potensi dan prestasi penyandang disabilitas. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Pemerintah Aceh melalui Dinas Sosial Aceh kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pengembangan potensi dan prestasi penyandang disabilitas.

Komitmen tersebut diwujudkan dengan memberangkatkan Fathir Hidayadi sebagai finalis Musabaqah Dakwah Islamiyah (MDI) Tingkat Nasional Tahun 2026 pada cabang Murattal Al-Qur’an yang akan digelar di Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah.

Menjelang keberangkatannya, Fathir diterima langsung oleh Kepala Dinas Sosial Aceh, Budi Afrizal, S.KM., M.KM., di ruang kerjanya pada Selasa (16/6/2026). Pertemuan tersebut berlangsung hangat dan menjadi momen pemberian motivasi serta dukungan agar Fathir dapat tampil percaya diri dan memberikan penampilan terbaik di tingkat nasional.

Fathir Hidayadi menjadi satu-satunya peserta asal Aceh yang berhasil lolos sebagai finalis MDI Nasional Tahun 2026. Capaian tersebut menjadi kebanggaan tersendiri bagi masyarakat Aceh sekaligus menunjukkan bahwa penyandang disabilitas memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang, berprestasi, dan berkontribusi dalam berbagai bidang kehidupan.

Dalam kesempatan itu, Kepala Dinas Sosial Aceh, Budi Afrizal, menyampaikan apresiasi atas perjuangan dan ketekunan yang ditunjukkan Fathir selama menjalani proses pembinaan di UPTD Panti Sosial Disabilitas Beujroh Meukarya (PSDBM) Dinas Sosial Aceh.

“Alhamdulillah, kita patut bersyukur karena Ananda Fathir Hidayadi mampu menorehkan prestasi yang membanggakan dengan menjadi satu-satunya wakil Aceh yang lolos ke tingkat nasional. Ini bukan hanya kebanggaan bagi Dinas Sosial Aceh, tetapi juga bagi seluruh masyarakat Aceh. Semoga Fathir dapat tampil maksimal, menjaga kesehatan, serta membawa nama baik Aceh di ajang Musabaqah Dakwah Islamiyah Nasional,” ujar Budi Afrizal.

Ia mengatakan, keberhasilan yang diraih Fathir membuktikan bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk meraih cita-cita dan prestasi. Dengan dukungan keluarga, pembinaan yang berkelanjutan, serta kemauan yang kuat, setiap individu memiliki peluang yang sama untuk menunjukkan kemampuan terbaiknya.

Dinas Sosial Aceh dijadwalkan memberangkatkan Fathir pada Rabu (17/6/2026). Dalam keberangkatannya, Fathir akan didampingi petugas dari UPTD Panti Sosial Disabilitas Beujroh Meukarya, Zulfikar, yang juga mewakili keluarga selama kegiatan berlangsung.

Berbagai kebutuhan keberangkatan dan pendampingan telah dipersiapkan untuk memastikan Fathir dapat mengikuti seluruh rangkaian perlombaan dengan nyaman dan optimal.

Menurut Budi Afrizal, pencapaian yang diraih Fathir merupakan hasil dari kerja keras, disiplin, dan proses pembinaan yang konsisten. Karena itu, Dinas Sosial Aceh akan terus mendorong lahirnya talenta-talenta baru dari kalangan penyandang disabilitas agar mampu bersaing dan berprestasi di tingkat daerah, nasional, bahkan internasional.

“Prestasi yang diraih Fathir menjadi inspirasi bagi kita semua bahwa setiap anak bangsa memiliki potensi yang luar biasa. Tugas kita adalah memberikan ruang, kesempatan, dan dukungan agar potensi tersebut dapat berkembang secara maksimal,” tambahnya.

Musabaqah Dakwah Islamiyah (MDI) Tingkat Nasional Tahun 2026 akan diikuti peserta dari berbagai provinsi di Indonesia. Selain menjadi ajang kompetisi, kegiatan tersebut juga menjadi sarana mempererat ukhuwah Islamiyah, memperkuat syiar dakwah, serta mengembangkan kemampuan generasi muda dalam bidang keagamaan.

Keikutsertaan Fathir dalam ajang nasional itu juga sejalan dengan visi Pemerintah Aceh di bawah kepemimpinan Mualem–Dek Fadh dalam mewujudkan pembangunan yang inklusif, berkeadilan, dan ramah disabilitas. Pemerintah Aceh terus berupaya membuka ruang partisipasi yang lebih luas bagi penyandang disabilitas agar dapat berkontribusi dan meraih prestasi di berbagai bidang.

Dengan doa dan dukungan seluruh masyarakat Aceh, Fathir Hidayadi diharapkan mampu memberikan penampilan terbaik serta mengharumkan nama Aceh pada Musabaqah Dakwah Islamiyah Tingkat Nasional Tahun 2026 di Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah.

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News

784 Jemaah Haji Aceh Telah Tiba, 10 Orang Meninggal Dunia di Tanah Suci

0
Ilustrasi jemaah haji. (Foto: Detik.com)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Sebanyak 784 jemaah haji asal Aceh dari dua kelompok terbang (Kloter) telah kembali ke Tanah Rencong. Hingga saat ini, tercatat 10 jemaah haji Aceh meninggal dunia selama menjalankan ibadah di Arab Saudi.

Jemaah haji yang tergabung dalam Kloter BTJ-02 tiba di Bandara Sultan Iskandar Muda, Blang Bintang, Aceh Besar, sekitar pukul 20.00 WIB, Selasa (16/6/2026). Setelah mendarat, para jemaah kemudian diberangkatkan menuju Asrama Haji Kelas I Aceh dan tiba sekitar pukul 22.40 WIB.

Kloter BTJ-02 terdiri atas 391 jemaah yang berasal dari Aceh Besar sebanyak 311 orang, Banda Aceh empat orang, Sabang 68 orang, serta enam orang petugas. Setelah tiba di asrama haji, para jemaah mengikuti prosesi pelepasan sebelum kembali ke daerah masing-masing.

Suasana kedatangan jemaah berlangsung haru. Sejumlah jemaah terlihat membawa oleh-oleh khas Tanah Suci, termasuk boneka unta yang diikat pada tas mereka. Untuk memudahkan keluarga menyaksikan prosesi pelepasan, pihak Asrama Haji Aceh juga menyediakan siaran langsung yang dapat disaksikan melalui sejumlah televisi yang tersedia di lokasi.

Ketua Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Debarkasi Banda Aceh, Arijal, menjelaskan bahwa terdapat perubahan data jemaah pada Kloter BTJ-02 akibat adanya mutasi dan satu jemaah yang meninggal dunia.

“Satu jemaah kloter 2 satu orang meninggal dunia dan dua orang mutasi keluar. Sedangkan mutasi masuk 3 orang sehingga jumlah jemaah yang pulang 391 orang seperti saat berangkat,” kata Ketua PPIH Debarkasi Banda Aceh, Arijal.

Ia mengatakan, total jemaah dari Kloter BTJ-01 dan BTJ-02 yang telah kembali ke Aceh mencapai 784 orang, terdiri atas 313 laki-laki dan 471 perempuan. Sebelumnya, jemaah Kloter BTJ-01 telah tiba di Aceh sehari lebih awal.

Arijal juga memaparkan kondisi terkini jemaah haji Aceh yang masih berada di Arab Saudi. Saat ini, sebanyak 1.854 jemaah masih berada di Makkah, sementara 2.735 lainnya telah berada di Madinah. Seluruh jemaah dari Kloter BTJ-02 hingga BTJ-14 dijadwalkan kembali ke Tanah Air melalui Bandara Madinah.

“Jemaah haji yang meninggal dunia di Tanah Suci 10 orang dan jemaah yang masih dirawat di Arab Saudi 12 orang,” ujar Arijal.

Data tersebut menunjukkan bahwa proses pemulangan jemaah haji Aceh terus berlangsung secara bertahap. Sementara itu, para jemaah yang masih berada di Arab Saudi dijadwalkan kembali ke Aceh sesuai jadwal penerbangan masing-masing kloter.

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News

Mahasiswa Aceh di Yogyakarta Siap Kawal Isu Beutong Ateuh ke Tingkat Nasional

0
Mahasiswa Aceh di Yogyakarta Siap Kawal Isu Beutong Ateuh ke Tingkat Nasional. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.ID | YOGYAKARTA – Puluhan mahasiswa Aceh bersama masyarakat umum yang peduli terhadap kelestarian lingkungan dan ruang hidup masyarakat di Aceh menghadiri diskusi umum bertajuk “Surah: Beutong Ateuh” yang digelar Gerakan Surah Buku (GSB) di Balee Gadeng, Yogyakarta, Senin (16/6/2026) malam.

Diskusi yang mengangkat tema “Dari Konflik ke Konflik” tersebut menghadirkan tiga tokoh yang berasal langsung dari Beutong Ateuh Banggala, yakni Saudah atau Mak Wod selaku Inisiator Perempuan Beutong Bersatu, Tgk. Malikul Mahdi yang merupakan Tokoh Pemuda Beutong Ateuh sekaligus putra almarhum Tgk. Bantaqiah, serta Tgk. Diwa Laksana yang dikenal sebagai Tokoh Adat dan Pawang Hutan Beutong Ateuh.

Kegiatan ini juga turut dihadiri wartawan senior dan sutradara dokumenter Indonesia, Dandhy Laksono, yang selama ini dikenal aktif mengangkat isu-isu kerusakan lingkungan dan perjuangan masyarakat adat melalui karya-karyanya.

Dalam forum tersebut, para narasumber memaparkan berbagai persoalan yang saat ini dihadapi masyarakat Beutong Ateuh. Mulai dari meningkatnya eskalasi konflik, dugaan intimidasi struktural, hingga ancaman kerusakan ekologis dan situs-situs bersejarah akibat ekspansi industri pertambangan di kawasan tersebut.

Situasi tersebut mendapat perhatian serius dari mahasiswa Aceh yang berada di Yogyakarta. Dalam forum itu, mereka menyatakan kesiapan untuk mengonsolidasikan gerakan dan mengawal isu Beutong Ateuh agar mendapat perhatian lebih luas di tingkat nasional.

Tgk. Malikul Mahdi mengingatkan bahwa Beutong Ateuh memiliki posisi penting, baik secara geografis, historis maupun ekologis. Menurutnya, wilayah tersebut merupakan titik sentral di Aceh, memiliki keterkaitan dengan sejarah perjuangan kemerdekaan Indonesia, serta berperan penting dalam menjaga keseimbangan lingkungan karena kawasan hutannya berbatasan langsung dengan Kawasan Ekosistem Leuser.

Ia juga menegaskan bahwa Beutong Ateuh merupakan wilayah pertahanan terakhir Cut Nyak Dhien yang seharusnya dihormati dan dijaga keberadaannya. Karena itu, menurutnya, eksploitasi sumber daya yang dipaksakan di wilayah tersebut bukan hanya persoalan agraria semata, melainkan ancaman terhadap sejarah, memori kolektif masyarakat, ekologi, serta sumber-sumber mata air yang menjadi penopang kehidupan warga.

Sementara itu, Mak Wod menyoroti dinamika yang terjadi di lapangan. Ia menjelaskan bahwa aksi penolakan warga terhadap aktivitas pertambangan pada 12 Mei lalu direspons dengan aksi tandingan yang melibatkan geuchik dan camat pada keesokan harinya.

Menurutnya, sempat terjadi pemblokiran jalan yang bertujuan menghambat kedatangan Bupati Nagan Raya ke lokasi. Namun yang hadir justru aparat keamanan, bukan kepala daerah. Mak Wod juga menyayangkan sikap Bupati Nagan Raya yang merupakan putra asli Beutong, tetapi dinilai terus menggulirkan narasi yang tidak berpihak pada upaya pelestarian lingkungan dengan menyatakan bahwa aktivitas industri tersebut tidak menimbulkan kerusakan alam.

Di sisi lain, Tgk. Diwa Laksana menyampaikan bahwa masyarakat saat ini telah siap mempertahankan wilayah mereka dengan segala kemampuan yang dimiliki. Ia bahkan menyebut bahwa rezim yang berkuasa saat ini bertindak lebih keras dibandingkan penjajah masa lalu.

“penjajah sekarang lebih Belanda dari Belanda”

Selain itu, ia juga mengkritik berbagai janji pemerintah yang dinilai tidak pernah terealisasi.

“Cet Langet”

Menurut Tgk. Diwa, masyarakat kini tengah berupaya memperjuangkan pengakuan wilayah otoritas adat, perlindungan kawasan ekologis, serta mendesak agar Beutong Ateuh dikeluarkan secara permanen dari zona pertambangan.

Dukungan terhadap perjuangan masyarakat Beutong Ateuh juga datang dari Dandhy Laksono. Dalam kesempatan tersebut, ia menyatakan kesediaannya untuk turut membantu menyuarakan persoalan yang dihadapi masyarakat setempat.

Dandhy mengatakan dirinya siap menjalin koneksi dan menghubungkan aspirasi masyarakat Beutong Ateuh dengan berbagai jaringan lembaga swadaya masyarakat serta kalangan pemerhati lingkungan yang selama ini bekerja dalam isu-isu perlindungan alam dan hak-hak masyarakat adat.

Pada sesi penutupan, seluruh narasumber secara khusus meminta mahasiswa Aceh yang berada di luar daerah, terutama di Yogyakarta, agar mengambil peran lebih aktif dalam menyuarakan kondisi Beutong Ateuh. Mereka berharap mahasiswa dapat menjadi penyambung lidah masyarakat sekaligus mengamplifikasi berbagai persoalan yang tengah dihadapi kawasan tersebut.

Sebagai bentuk komitmen bersama, seluruh peserta yang hadir menutup diskusi dengan pernyataan dukungan untuk terus mengawal dan memperjuangkan keberlangsungan ruang hidup masyarakat Beutong Ateuh.

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News

Teuku Riefky Harsya Bantu 2.774 Pelajar Aceh Singkil Melalui Program PIP

0

NUKILAN.ID | SINGKIL – Sebanyak 2.774 pelajar di Kabupaten Aceh Singkil menerima bantuan beasiswa Program Indonesia Pintar (PIP) usulan Teuku Riefky Harsya melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).

Sosialisasi sekaligus penyerahan simbolis beasiswa tersebut berlangsung di Gedung BUMK Gosong Telaga Timur, Kecamatan Singkil Utara, Kabupaten Aceh Singkil, pada Selasa (16/6/2026).

Kegiatan itu turut dihadiri Penanggung Jawab Beasiswa PIP usulan Teuku Riefky Harsya, Aidil Mashendra, Anggota DPRK Aceh Singkil Fairuz Akhyar, Anggota DPRK Aceh Singkil H. Sariman, Koordinator PIP Aceh Singkil Jahri, serta Tim TRH Aceh Singkil.

Penanggung Jawab Beasiswa PIP usulan Teuku Riefky Harsya, Aidil Mashendra, mengatakan ribuan penerima bantuan tersebut terbagi dalam dua kategori penyaluran.

“Tahun ini, jumlah penerima di Aceh Singkil sebanyak 2.774 pelajar dengan rincian SK nominasi 830 dan SK pemberian 1.944 penerima,” kata Aidil.

Ia menyampaikan, program beasiswa PIP merupakan bentuk komitmen Teuku Riefky Harsya yang saat ini menjabat Menteri Ekonomi Kreatif di Kabinet Merah Putih dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan, khususnya bagi siswa dari keluarga kurang mampu.

“Program PIP ini kita harapkan dapat membantu meringankan beban pendidikan siswa serta memastikan keberlanjutan akses pendidikan bagi pelajar di Aceh Singkil,” ujarnya.

Sejumlah siswa dan wali murid yang hadir dalam kegiatan tersebut turut menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas bantuan yang diterima. Mereka menilai bantuan tersebut sangat membantu dalam memenuhi kebutuhan pendidikan anak-anak mereka.

“Alhamdulillah, terima kasih Bapak Teuku Riefky Harsya yang sudah membantu kami,” ucap salah seorang wali murid.

Program beasiswa PIP ini menjadi salah satu upaya pemerintah dalam memperluas akses pendidikan yang merata, khususnya bagi pelajar dari keluarga kurang mampu di daerah. []

Deklarasi Amsterdam Ingin Jadi Narasi Tandingan Hegemoni Politik Indonesia

0
Ilustrasi deklarasi. (Foto: AI)

NUKILAN.ID | AMSTERDAM — Sejumlah diaspora dan elemen masyarakat sipil Indonesia di Belanda mendeklarasikan pembentukan Blok Politik Alternatif sebagai upaya menghadirkan narasi tandingan terhadap kondisi politik Indonesia yang dinilai semakin didominasi oligarki dan elite kekuasaan. Deklarasi yang digelar di Amsterdam, Belanda, pada Rabu (16/6/2026), juga mendaulat jurnalis dan aktivis Dandhy Dwi Laksono untuk memimpin konsolidasi awal gerakan tersebut.

Dalam dokumen Deklarasi Amsterdam, para penggagas menilai sistem politik Indonesia tengah mengalami krisis representasi yang serius. Mereka menyebut partai politik semakin menjauh dari fungsi representasi rakyat dan lebih berorientasi pada kepentingan elite serta pemodal. Karena itu, mereka mendorong lahirnya Blok Politik Alternatif sebagai wadah konsolidasi masyarakat sipil untuk memperjuangkan perubahan politik secara demokratis.

Salah seorang diaspora Indonesia di Belanda yang terlibat dalam deklarasi tersebut, Hertasning Ichlas, mengatakan fokus utama gerakan saat ini bukan membentuk partai politik, melainkan memperluas konsolidasi dan menyebarluaskan gagasan politik alternatif kepada masyarakat.

“Yang pertama kami ingin keluar dengan deklarasi ini dulu sebagai narasi tandingan melawan hegemoni politik Indonesia. Harapannya deklarasi ini diikuti dan dirambati oleh komunitas atau pribadi lain di Indonesia,” kata Hertasning kepada Nukilan, Rabu (16/6/2026).

Menurut Hertasning, Deklarasi Amsterdam diharapkan menjadi pemicu munculnya deklarasi-deklarasi serupa di berbagai daerah sehingga terbentuk jaringan masyarakat sipil yang lebih luas dan terorganisasi.

Meski demikian, ia tidak menampik bahwa gerakan yang sedang dibangun membuka ruang bagi pembentukan kendaraan politik alternatif pada masa mendatang. Menurut dia, Gerakan Reset Indonesia dan Indonesia Baru yang menjadi bagian dari konsolidasi tersebut diproyeksikan menjadi platform politik yang dibangun melalui mekanisme demokratis.

“Ya, salah satu poinnya adalah menjadikan Gerakan Reset Indonesia dan Indonesia Baru untuk menjadi platform parpol alternatif yang demokratis. Dandhy dan kawan-kawan akan menggulirkan dan mengonsolidasi pembentukannya melalui mekanisme kesepakatan-kesepakatan masyarakat sipil di daerah dan mekanisme kongres,” sebutnya.

Hertasning menjelaskan, berbagai agenda strategis, termasuk bentuk organisasi dan arah gerakan ke depan, akan dibahas melalui Kongres Rakyat yang direncanakan menjadi forum konsolidasi berbagai elemen masyarakat sipil.

Dalam deklarasinya, para penggagas menegaskan bahwa pendaulatan Dandhy Dwi Laksono bukan merupakan dukungan untuk pencalonan presiden maupun bentuk kultus individu. Dandhy disebut hanya ditunjuk untuk memimpin fase awal konsolidasi gerakan rakyat yang melibatkan berbagai kelompok masyarakat sipil.

Melalui Deklarasi Amsterdam, para penggagas juga menyerukan keterlibatan berbagai elemen masyarakat, mulai dari petani, nelayan, buruh, mahasiswa, komunitas adat, komunitas keagamaan, jurnalis, hingga diaspora Indonesia di luar negeri untuk membangun konsolidasi politik yang lebih luas.

Gerakan tersebut berharap inisiatif serupa dapat berkembang di berbagai wilayah Indonesia sebagai bagian dari upaya menghadirkan alternatif terhadap sistem politik yang dinilai semakin tertutup bagi aspirasi masyarakat. []

Reporter: Sammy

Pemerintah Aceh Perpanjang Kedua Kali Pendaftaran Seleksi Enam Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama

0
Pemerintah Aceh kembali memperpanjang masa pendaftaran Seleksi Terbuka JPT Pratama. (Foto: Dok Pansel)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH — Pemerintah Aceh kembali memperpanjang masa pendaftaran Seleksi Terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama untuk enam jabatan strategis di lingkungan pemerintah daerah. Perpanjangan kedua tersebut diumumkan Panitia Seleksi Terbuka JPT Pratama melalui Pengumuman Nomor 5/Pansel-JPTP/VI/2026 yang ditetapkan pada 12 Juni 2026.

Pengumuman perpanjangan kedua ini ditandatangani Ketua Panitia Seleksi Terbuka JPT Pratama Pemerintah Aceh, T. Setia Budi, di Banda Aceh pada 12 Juni 2026. Dalam pengumuman tersebut, panitia menyatakan perpanjangan dilakukan berdasarkan hasil rapat panitia seleksi pada 11 Juni 2026.

“Berdasarkan Berita Acara Rapat Panitia Seleksi Terbuka Pengisian Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama Nomor: 4/Pansel-JPTP/VI/2026 tanggal 11 Juni 2026, dipandang perlu dilakukan perpanjangan kedua masa pendaftaran,” demikian bunyi pengumuman tersebut, dilansir Nukilan, Rabu (16/6/2026).

Enam jabatan yang masih dibuka meliputi Kepala Dinas Pendidikan Dayah Aceh, Kepala Biro Organisasi Sekretariat Daerah Aceh, Kepala Biro Administrasi Pembangunan Sekretariat Daerah Aceh, Kepala Biro Hukum Sekretariat Daerah Aceh, Direktur Rumah Sakit Ibu dan Anak, serta Wakil Direktur Penunjang Rumah Sakit Umum Daerah dr. Zainoel Abidin.

Panitia menetapkan masa perpanjangan pendaftaran berlangsung pada 15–21 Juni 2026 melalui portal ASN Karier. Verifikasi administrasi, rekam jejak jabatan, moralitas, dan integritas akan dilaksanakan pada 16–22 Juni 2026, sedangkan hasil seleksi administrasi diumumkan pada 23 Juni 2026.

Panitia juga menegaskan seluruh peserta wajib mengikuti setiap tahapan seleksi yang telah dijadwalkan. Pendaftaran dilakukan secara daring melalui laman ASN Karier menggunakan akun MyASN masing-masing peserta. Selain mengunggah dokumen persyaratan, pelamar juga diwajibkan menyerahkan dokumen asli ke Sekretariat Panitia Seleksi Terbuka JPT Pratama di Badan Kepegawaian Aceh selama masa pendaftaran.

Panitia menegaskan bahwa seluruh persyaratan dan mekanisme seleksi tetap mengacu pada pengumuman sebelumnya yang diterbitkan pada 11 Mei 2026. Selain itu, panitia mengingatkan bahwa seluruh biaya yang timbul selama proses seleksi menjadi tanggung jawab peserta masing-masing.

“Keputusan Panitia Seleksi Terbuka JPT Pratama di lingkungan Pemerintah Aceh bersifat mutlak dan tidak dapat diganggu gugat,” demikian ditegaskan dalam pengumuman tersebut. []

Reporter: Sammy

MIS Lamgugob Raih Juara Harapan III pada Pawai Syiar 1 Muharram 1448 H

0
mis lamgugop
MIS Lamgugop berpartisipasi dalam kegiatan Pawai 1 Muharram 1448 H. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Semangat menyambut Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah terasa begitu kental di Kota Banda Aceh. Ribuan peserta dari berbagai sekolah, madrasah, dan lembaga pendidikan turut ambil bagian dalam Pawai Syiar Islam yang berlangsung meriah, Senin (15/6/2026) pagi.

Kegiatan yang menjadi rangkaian peringatan Tahun Baru Islam tersebut mengambil titik start di Lapangan Blang Padang dan berakhir di Masjid Raya Baiturrahman. Sepanjang perjalanan, peserta menampilkan beragam kreasi bernuansa Islami yang menarik perhatian masyarakat yang memadati sisi jalan.

Di antara peserta yang ambil bagian, Madrasah Ibtidaiyah Swasta (MIS) Lamgugob Kota Banda Aceh tampil dengan konsep unik melalui dekorasi becak bertema tempat mengaji tradisional yang mereka beri nama “Bale Beut Aleh Ba”. Kreativitas tersebut berhasil mengantarkan MIS Lamgugob meraih Juara Harapan III dalam ajang pawai syiar tersebut.

Kepala MIS Lamgugob, Mistaruddin, M.Pd, kepada Nukilan.id mengatakan keikutsertaan para siswa dalam kegiatan ini merupakan bagian dari upaya menanamkan nilai-nilai keislaman sejak usia dini. Menurutnya, momentum Tahun Baru Islam tidak hanya menjadi perayaan seremonial, tetapi juga sarana pendidikan karakter bagi anak-anak.

“Alhamdulillah, hari ini kami sangat gembira bisa membersamai anak-anak kami dari MIS Lamgugob untuk mengikuti kegiatan acara pawai peringatan tahun baru Islam yang ke 1448 H. Kegiatan ini tentunya menjadi salah satu syi’ar kita kepada anak sejak usia dini untuk mengenal nilai-nilai Islam,” kata Mistaruddin.

Pawai tahun ini menampilkan berbagai ornamen dan miniatur bernuansa Islami. Sejumlah mobil dan becak dihias dengan miniatur masjid, kaligrafi Al-Qur’an, replika Ka’bah, hingga dekorasi bertema hijrah yang menggambarkan perjalanan spiritual umat Islam.

Di tengah beragam kreativitas yang ditampilkan peserta, konsep “Bale Beut Aleh Ba” milik MIS Lamgugob mampu menarik perhatian dewan juri. Nuansa pendidikan Islam yang diangkat melalui gambaran tempat belajar mengaji tradisional dinilai menjadi salah satu kekuatan utama dalam penampilan mereka.

Bale beut Aleh Ba
Bale Beut Aleh Ba MIS Lamgugop. (Foto: For Nukilan)

Atas capaian tersebut, Mistaruddin menyampaikan rasa syukur sekaligus apresiasi kepada seluruh pihak yang telah terlibat dalam persiapan hingga pelaksanaan kegiatan.

“Alhamdulillah kali ini kami bisa mendapat juara harapan 3, hal ini tentunya berkat semangat dari para peserta dan dukungan para staf yang terlibat untuk kegiatan ini, semoga tahun depan bisa membawa juara pertama,” ungkapnya.

Prestasi yang diraih MIS Lamgugob menjadi bukti bahwa semangat kebersamaan, kreativitas, dan kecintaan terhadap syiar Islam dapat diwujudkan melalui karya-karya sederhana namun sarat makna. Keikutsertaan para siswa dalam kegiatan ini juga diharapkan dapat menumbuhkan rasa bangga terhadap nilai-nilai keislaman sekaligus memperkuat karakter generasi muda sejak dini. (XRQ)

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News

Diaspora Indonesia di Belanda Deklarasikan Blok Politik Alternatif, Dandhy Dwi Laksono Didaulat Pimpin Konsolidasi

0
Jurnalis dan sutradara film dokumenter, Dandhy Dwi Laksono. (Foto: Tempo)

NUKILAN.ID | AMSTERDAM — Sejumlah elemen masyarakat sipil Indonesia di Belanda mendeklarasikan pembentukan Blok Politik Alternatif sebagai respons terhadap kondisi politik nasional yang mereka nilai sedang mengalami krisis representasi.

Dalam deklarasi yang disampaikan di Amsterdam, Rabu (16/6/2026), kelompok yang terdiri atas diaspora, pelajar, pekerja, dan profesional Indonesia itu juga mendaulat Dandhy Dwi Laksono untuk memimpin konsolidasi gerakan tersebut. Dalam deklarasinya, para penggagas gerakan menilai partai-partai politik saat ini semakin menjauh dari fungsi representasi rakyat.

“Sistem politik Indonesia sedang mengalami krisis representasi yang serius. Partai-partai politik telah bertransformasi menjadi kendaraan elite dan pemodal yang berorientasi pada perburuan rente,” demikian bunyi deklarasi tersebut, dikutip Nukilan, Rabu (16/6/2026).

Mereka menyebut kondisi tersebut tercermin dalam penurunan kualitas demokrasi Indonesia. Deklarasi itu mengutip data Varieties of Democracy (V-Dem) yang menunjukkan skor demokrasi Indonesia berada pada angka 0,30, yang disebut sebagai titik terendah sejak era Reformasi.

“Golput bukan semata bentuk apatisme, melainkan penolakan yang logis terhadap sistem yang gagal melakukan koreksi internal. Namun, golput saja tidak cukup,” tulis mereka dalam dokumen deklarasi.

Sebagai jalan keluar, mereka mengusulkan pembentukan Blok Politik Alternatif yang dipimpin oleh masyarakat sipil. Menurut deklarasi tersebut, langkah itu diperlukan karena oligarki dinilai semakin terkonsolidasi dalam institusi demokrasi pasca-Reformasi.

Dalam kesempatan yang sama, Dandhy Dwi Laksono didaulat sebagai pemimpin konsolidasi gerakan. Namun, para deklarator menegaskan bahwa pendaulatan tersebut bukanlah bentuk dukungan pencalonan presiden.

“Kami tidak mendaulat Dandhy sebagai calon presiden. Kami tidak menjadikan Dandhy sebagai mesias politik ataupun pemilik gerakan,” demikian penegasan dalam deklarasi.

Menurut mereka, Dandhy dipilih karena rekam jejaknya dalam berbagai perjuangan sosial dan advokasi publik di Indonesia.

Deklarasi Amsterdam menghasilkan tiga poin utama. Pertama, menyatakan kondisi yang disebut sebagai darurat politik dan perlunya kehadiran Blok Politik Alternatif. Kedua, mendorong penyelenggaraan Kongres Rakyat yang akan menyusun manifesto politik, struktur organisasi, dan arah perjuangan gerakan. Ketiga, menyerukan konsolidasi masyarakat sipil di berbagai daerah dan komunitas.

Melalui deklarasi tersebut, para penggagas juga mengajak berbagai elemen masyarakat, mulai dari petani, nelayan, buruh, mahasiswa, jurnalis, diaspora, hingga pelaku seni dan budaya untuk terlibat dalam gerakan yang mereka bangun. []

Reporter: Sammy

Ribuan Pelajar Meriahkan Pawai Syiar 1 Muharram di Banda Aceh

0
Peserta Pawai Syiar 1 Muharram 1448 Hijriah di ruas jalan Kota Banda Aceh, pada Selasa 16 Juni 206. (Foto: Nukilan/Rezi)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH — Ribuan pelajar dari berbagai sekolah di Banda Aceh memeriahkan peringatan Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah dengan mengikuti pawai syiar Islam yang berlangsung meriah di sejumlah ruas jalan kota, Senin (15/6/2026) pagi.

Pantauan Nukilan di lokasi, peserta pawai menampilkan beragam kreasi bernuansa Islami. Sejumlah mobil dan becak dihias dengan miniatur masjid, kaligrafi Al-Qur’an, replika Ka’bah, hingga ornamen bertema hijrah. Para pelajar juga mengenakan busana muslim dan kostum yang menggambarkan nilai-nilai keislaman.

Sepanjang perjalanan, peserta menyampaikan berbagai pesan keagamaan melalui spanduk dan poster yang berisi ajakan meningkatkan ketakwaan, semangat hijrah menuju pribadi yang lebih baik, serta pentingnya menjaga akhlak dalam kehidupan sehari-hari.

Pawai tersebut mendapat sambutan antusias dari masyarakat yang memadati sisi jalan untuk menyaksikan atraksi dan kreativitas para peserta.

Salah seorang warga, Yuna (34), mengaku senang dengan penyelenggaraan pawai syiar tersebut karena dinilai memberikan edukasi keagamaan kepada generasi muda dan masyarakat.

“Pawai seperti ini sangat bagus karena bukan hanya menjadi hiburan, tetapi juga sarana edukasi religi. Anak-anak belajar tentang makna hijrah, sejarah Islam, dan nilai-nilai akhlak yang baik melalui cara yang menarik,” kata Yuna.

Menurutnya, berbagai miniatur dan pesan yang ditampilkan peserta membuat masyarakat lebih mudah memahami makna Tahun Baru Islam.

“Banyak pesan positif yang disampaikan. Semoga kegiatan seperti ini terus dilaksanakan setiap tahun karena dapat menumbuhkan kecintaan anak-anak terhadap ajaran Islam,” ujarnya.

Selain menjadi ajang syiar Islam, pawai tersebut juga menjadi sarana pembentukan karakter bagi para pelajar. Melalui kegiatan itu, peserta diajak memahami makna hijrah sebagai perubahan menuju perilaku yang lebih baik, disiplin, bertanggung jawab, serta menjunjung tinggi nilai-nilai keislaman dalam kehidupan sehari-hari.

Reporter: Rezi