Beranda blog Halaman 486

Satpol PP Aceh Besar Tertibkan Hewan Ternak Berkeliaran, Pemilik Harus Bayar Denda

0
Satpol PP Aceh Besar Tertibkan Hewan Ternak Berkeliaran, Pemilik Harus Bayar Denda. (Foto: Kompas.com)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1446 H, Satuan Polisi Pamong Praja dan Wilayatul Hisbah (Satpol PP dan WH) Aceh Besar gencar menertibkan hewan ternak yang berkeliaran di jalan lintas Banda Aceh-Meulaboh. Langkah ini dilakukan demi memastikan kelancaran arus mudik serta menjaga keamanan pengguna jalan.

Penertiban berlangsung di kawasan Lhoknga, salah satu jalur utama bagi para pemudik. Kepala Bidang Ketertiban Umum dan Ketentraman Masyarakat Satpol PP Aceh Besar, Suhaimi, mengingatkan para pemilik ternak agar lebih disiplin dalam mengurung hewan peliharaan mereka.

“Jika ternak masih ditemukan berkeliaran di jalan raya setelah sosialisasi ini, maka kami akan tetap menangkapnya dan menempatkannya di kandang penampungan,” ujar Suhaimi dalam keterangannya, Sabtu (29/3/2025).

Denda dan Biaya Pemeliharaan

Bagi pemilik yang ingin mengambil kembali ternak mereka, Pemkab Aceh Besar telah menetapkan besaran denda sebagai berikut:

  • Rp 300 ribu per ekor untuk ternak besar seperti sapi dan kerbau.
  • Rp 150 ribu per ekor untuk ternak kecil seperti kambing dan domba.

Selain itu, pemilik juga dikenakan biaya pemeliharaan harian selama ternak berada di penampungan, yakni:

  • Rp 70 ribu per hari untuk ternak besar.
  • Rp 30 ribu per hari untuk ternak kecil.

Ternak Akan Dilelang Jika Tak Diambil

Suhaimi menegaskan, jika dalam waktu tujuh hari hewan tersebut tidak diambil oleh pemiliknya, maka ternak akan dilelang sesuai ketentuan yang berlaku.

Pemerintah Kabupaten Aceh Besar mengimbau seluruh pemilik ternak untuk lebih bertanggung jawab dengan mengandangkan hewan peliharaan mereka. Selain menghindari denda, langkah ini juga penting demi menjaga ketertiban dan keselamatan bersama, terutama di musim mudik yang padat kendaraan.

Editor: Akil

Kunjungi Pasar Keberagaman, Illiza Puji Sikap Toleran Pedagang Non-Muslim Selama Ramadan

0
Kunjungi Pasar Keberagaman, Illiza Puji Sikap Toleran Pedagang Non-Muslim Selama Ramadan. (Foto: MC Banda Aceh)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal, memberikan apresiasi atas sikap toleran para pedagang non-Muslim di Pasar Keberagaman Peunayong yang taat terhadap aturan jam operasional selama bulan suci Ramadan. Ketaatan ini disebut menjadi cerminan kuatnya nilai toleransi antarumat beragama di ibu kota provinsi Aceh tersebut.

Saat mengunjungi pasar pada Sabtu pagi (29/3/2025), Illiza menyampaikan rasa syukurnya atas kedisiplinan para pedagang, khususnya dari etnis Tionghoa yang beragama non-Muslim.

“Alhamdulillah, saya melihat bagaimana para pedagang dari etnis Tionghoa yang non-Muslim berjualan. Mereka sangat disiplin, tepat waktu menutup dagangan pukul 10.00 WIB, bahkan ada yang sudah tutup sebelum jam tersebut,” ujar Illiza.

Sebelumnya, Pemerintah Kota Banda Aceh bersama unsur Forkopimda telah mengeluarkan seruan bersama pada 24 Februari 2025, yang mengatur tata laksana aktivitas selama Ramadan 1446 Hijriah. Dalam seruan itu, pedagang dilarang berjualan sejak waktu imsak hingga pukul 16.00 WIB. Namun, ada pengecualian bagi warga non-Muslim yang diperbolehkan berjualan hingga pukul 10.00 WIB.

Illiza menekankan bahwa kebijakan ini bukan bentuk diskriminasi, melainkan bagian dari upaya menjaga kekhusyukan umat Islam dalam menjalankan ibadah puasa. Ia pun menegaskan bahwa Banda Aceh tetap menjunjung tinggi semangat kebersamaan lintas iman.

“Kalau ada yang bilang Banda Aceh intoleran, justru sebaliknya, kita sangat toleran sejak dulu. Non-Muslim diperbolehkan berjualan dan berbelanja, namun bagi Muslim sebaiknya tidak berjualan di siang hari. Yang menjadi persoalan adalah jika umat Muslim justru mengakses pasar-pasar terbuka seperti ini saat berpuasa, yang dapat mengganggu kekhusyukan,” jelasnya.

Wali kota perempuan pertama Banda Aceh ini juga mengapresiasi tindakan Satpol PP/WH Banda Aceh yang tetap humanis dalam menegakkan aturan. Menurutnya, meskipun ada sejumlah pedagang yang belum patuh, pendekatan yang digunakan tetap mengedepankan keadilan.

“Saya sangat mengapresiasi para pedagang yang mematuhi aturan selama ini. Walaupun ada yang belum mengikuti aturan dan terpaksa dirazia oleh Satpol PP, barang dagangan mereka tetap dikembalikan setelahnya,” ujar Illiza.

Ia menambahkan, penegakan aturan ini dilakukan bukan untuk mengekang aktivitas ekonomi warga, tetapi sebagai bentuk kepedulian agar suasana Ramadan di Banda Aceh tetap tertib dan penuh khidmat.

“Aturan ini dibuat demi kebersamaan kita. Mereka yang tidak patuh tentu harus ditindak, tetapi tindakan tersebut juga harus tetap adil dan tidak merugikan para pedagang,” pungkasnya.

Pasar Keberagaman Peunayong sendiri dikenal sebagai simbol toleransi di Banda Aceh, di mana pedagang lintas etnis dan agama beraktivitas secara berdampingan. Kunjungan Illiza ke pasar tersebut dinilai sebagai wujud nyata komitmen pemerintah kota dalam merawat kerukunan di tengah keberagaman.

Bank Aceh Lakukan Kajian Mendalam untuk Pengajuan Plt Direktur Utama

0

NUKILAN.id | Banda Aceh – Manajemen Bank Aceh bersama Dewan Komisaris telah melakukan kajian mendalam sebagai tindak lanjut dari keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS-LB) pada 17 Maret 2025, untuk memenuhi syarat administratif dalam pengajuan Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Kajian ini juga merupakan respons terhadap surat permintaan tindak lanjut dari OJK yang diterima pada 27 Maret 2025.

Dewan Komisaris Bank Aceh telah melakukan konsultasi dengan OJK pada Kamis, 27 Maret 2025, untuk memastikan bahwa seluruh tahapan yang dilakukan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Dalam pertemuan tersebut, OJK memberikan arahan agar kajian mencakup beberapa aspek penting, di antaranya penerapan Lima Pilar GCG Bank dan manajemen risiko.

“Kami memastikan bahwa setiap proses dilakukan dengan penuh kehati-hatian dan sesuai dengan prinsip tata kelola yang baik. Langkah-langkah ini adalah bagian dari upaya kami untuk menjaga kepercayaan pemegang saham, nasabah, serta seluruh pemangku kepentingan terhadap Bank Aceh,” ujar Iskandar, Pemimpin Divisi Sekretariat Perusahaan Bank Aceh.

Hingga saat ini, tidak terjadi dualisme kepemimpinan di Bank Aceh. Plt Direktur Utama yang tercatat pada sistem administrasi OJK adalah M. Hendra Supardi sesuai surat OJK No. S-81/KO.15/2025 tangal 14 Februari 2025.

Bank Aceh menegaskan bahwa industri perbankan merupakan industri yang sangat teregulasi, dimana seluruh aspek operasionalnya telah diatur secara rinci sesuai regulasi OJK. Aturan OJK bersifat lex specialis, yang berarti aturan yang lebih umum harus tunduk pada aturan khusus yang berlaku di sektor perbankan.

Kinerja positif Bank Aceh sepanjang tahun lalu ditandai dengan kenaikan aset bank yang mencapai Rp 31 triliun, pencapaian laba sebesar Rp 590 miliar, dan peningkatan dividen yang diberikan kepada pemerintah menjadi Rp 300 miliar, mengalami pertumbuhan sekitar 1,35% dibandingkan tahun sebelumnya.

Bank Aceh berkomitmen untuk memenuhi seluruh aspek regulasi guna memastikan stabilitas dan keberlanjutan operasional bank. Dewan Komisaris bersama Manajemen terus bekerja secara intensif agar seluruh persyaratan yang diminta OJK dapat dipenuhi dalam waktu secepatnya.

Jelang Lebaran, Tukang Parkir di Pasar Kota Fajar Raup Untung Berlipat

0
Jelang Lebaran, Tukang Parkir di Pasar Kota Fajar Raup Untung Berlipat. (Foto: Nukilan)

NUKILAN.idTapaktuan – Menjelang Hari Raya Idulfitri, Pasar Kota Fajar, Aceh Selatan, dipadati ribuan pembeli yang berburu kebutuhan lebaran. Tak hanya pedagang pakaian dan makanan yang merasakan lonjakan keuntungan, para juru parkir pun ikut kecipratan rezeki.

Indra, seorang tukang parkir di kawasan pasar, mengaku pendapatannya melonjak drastis dalam beberapa hari terakhir. Sejak H-5 Lebaran, arus kendaraan semakin ramai, terutama roda dua yang mendominasi area parkir.

“Iya, kita juga dapat rezeki banyak dari hari biasa, sebab banyak kendaraan yang diparkir sekarang. Untuk tarif masih normal, masih seperti hari biasa,” ujar Indra kepada Nukilan.id, Sabtu (29/3/2025).

Senada dengan Indra, Saiful, rekan sesama tukang parkir, juga merasakan berkah Ramadan ini. Ia mengaku pendapatannya meningkat hingga tiga kali lipat dibandingkan hari biasa.

“Saya dapat tiga kali lipat dari hari biasa, mudah-mudahan cukup untuk beli baju anak-anak di waktu lebaran,” ungkapnya dengan wajah berseri-seri.

Meskipun tarif parkir tetap Rp2.000 per kendaraan, jumlah pengunjung yang membludak membuat para tukang parkir mampu mengantongi ratusan ribu rupiah dalam sehari. Namun, di balik keuntungan tersebut, ada tantangan besar yang harus mereka hadapi. Kepadatan kendaraan di pasar menuntut mereka lebih waspada terhadap risiko kehilangan, baik helm maupun kendaraan itu sendiri.

“Sekarang cukup ramai, takut kita kehilangan helm, kendaraan orang, maka kadang kami tidak sempat istirahat selama ini,” kata Saiful sambil menyeka keringat di lehernya.

Kepadatan di Pasar Kota Fajar memang membawa berkah tersendiri bagi para tukang parkir. Meski kelelahan, mereka tetap semangat menjalankan tugas demi menyambut hari kemenangan dengan rezeki yang cukup. (XRQ)

Reporter: AKil

Pemkab Aceh Timur Bangun Rumah Singgah di Banda Aceh

0
Bupati Aceh Timur Iskandar Usman Alfarlaky (tengah) meninjau aset daerah untuk dibangun rumah singgah di Banda Aceh. (Foto: ANTARA)

NUKILAN.id | Idi Rayeuk – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Timur membangun rumah singgah di Kota Banda Aceh untuk membantu masyarakat kabupaten tersebut yang sedang menjalani pengobatan di ibu kota Provinsi Aceh.

Bupati Aceh Timur, Iskandar Usman Alfarlaky, mengatakan pembangunan rumah singgah ini merupakan bagian dari visi dan misinya dalam meningkatkan pelayanan kesehatan bagi masyarakat.

“Kami sudah meninjau lokasi pembangunan rumah singgah di Gampong Laksana, Kota Banda Aceh. Rumah singgah tersebut nantinya ditempati warga Aceh Timur yang berobat di Banda Aceh,” kata Iskandar Usman di Aceh Timur, Jumat.

Menurutnya, banyak warga Aceh Timur yang dirujuk ke rumah sakit di Banda Aceh untuk mendapatkan perawatan medis. Dengan adanya rumah singgah ini, keluarga pasien yang mendampingi bisa memiliki tempat istirahat yang layak.

“Rumah singgah nantinya difungsikan sebagai tempat singgah sementara bagi keluarga pasien, sehingga mereka yang mendampingi pasien punya tempat istirahat yang layak,” ujarnya.

Rumah singgah ini akan dibangun di atas lahan seluas 600 meter persegi yang merupakan aset Pemkab Aceh Timur di Kota Banda Aceh. Selain bangunan tempat tinggal, rumah singgah juga akan dilengkapi dengan area parkir yang memadai.

Pembangunan ini merupakan langkah strategis pemerintah daerah dalam memanfaatkan aset secara optimal untuk kepentingan masyarakat. Selain itu, langkah ini juga bertujuan untuk mencegah aset tanah tersebut dikuasai pihak yang tidak bertanggung jawab.

“Pembangunan rumah singgah juga bagian dari upaya menjaga aset daerah. Kami juga akan melacak aset Pemkab Aceh Timur lainnya di Kota Banda Aceh, sehingga bisa digunakan untuk perkantoran maupun aktivitas mahasiswa Aceh Timur di ibu kota provinsi,” kata Iskandar Usman Alfarlaky.

Editor: AKil

Panen Berlimpah, Petani Timun Suri di Aceh Selatan Raup Omzet Jutaan Rupiah Selama Ramadan

0
Timun suri jadi primadona saat bulan Ramadan. (Foto: Nukilan)

NUKILAN.id | Tapaktuan – Ramadan membawa berkah tersendiri bagi Adam, seorang petani timun suri di Gampong Sapik, Kecamatan Kluet Timur, Kabupaten Aceh Selatan. Selama bulan suci ini, ia menikmati hasil panen yang melimpah dan omzet yang meningkat tajam. Dari lahan seluas setengah hektare, Adam mampu memanen sekitar 200 buah timun suri setiap kali panen, menghasilkan pendapatan hingga jutaan rupiah.

Adam telah menekuni budidaya timun suri selama lima tahun terakhir. Menurutnya, permintaan buah ini melonjak drastis menjelang waktu berbuka puasa.

“Di bulan Ramadan timun suri paling diminati, makanya tertarik untuk menanam timun suri,” ujar Adam, Sabtu (29/3/2025).

Ia mengungkapkan, setiap kali panen, omzetnya bisa mencapai Rp6 juta dengan modal awal hanya Rp2 juta. Buah timun suri yang dihasilkannya memiliki berat bervariasi, mulai dari tujuh ons hingga tiga kilogram. Harga jualnya pun menyesuaikan ukuran, berkisar antara Rp5 ribu hingga Rp25 ribu per buah.

Cuaca menjadi faktor utama yang memengaruhi masa panen. Adam menjelaskan bahwa saat musim hujan, panen dilakukan setiap 25 hari sekali, sementara di musim kemarau, panen bisa dilakukan lebih cepat, sekitar 15 hari sekali.

“Jika musim hujan, saya panen setiap 25 hari sekali. Tapi di musim kemarau, panen bisa dilakukan 15 hari sekali karena buah cepat matang,” jelasnya.

Timun suri memiliki cita rasa yang menyerupai melon dan menjadi pilihan utama masyarakat untuk dijadikan minuman segar berbuka puasa. Adam menyarankan pembeli untuk memilih timun suri yang sudah matang di pohon, yang biasanya ditandai dengan kulit merekah.

Untuk menjaga kualitas buah hingga sampai ke tangan konsumen, Adam menggunakan pelepah pisang sebagai pembungkus. Cara ini efektif untuk menjaga kelembapan timun suri agar tidak mudah kering atau pecah selama proses distribusi.

Dengan meningkatnya permintaan setiap tahun, Adam optimistis bahwa budidaya timun suri tetap menjadi peluang usaha yang menjanjikan, terutama saat Ramadan tiba. (XRQ)

Reporter: AKil

Ambulans PMI Kota Banda Aceh Siaga Penuh Selama Lebaran Idul Fitri

0

NUKILAN.id | Banda Aceh – Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Banda Aceh memastikan kesiapan penuh armada ambulans untuk melayani masyarakat selama perayaan Idul Fitri 2025. 

PMI menyiagakan sejumlah ambulans dan tenaga medis 24 jam untuk memberikan bantuan darurat kepada warga yang membutuhkan, baik akibat kecelakaan, penyakit mendadak, maupun kondisi medis lainnya.

Ketua PMI Kota Banda Aceh, Ahmad Haeqal Asri, menyampaikan, “Kami telah mempersiapkan seluruh fasilitas dan tenaga medis agar bisa memberikan respons cepat dan tepat. Selama Lebaran, kami ingin memastikan masyarakat merasa aman dan terbantu dalam kondisi darurat.”

Selain menyiapkan ambulans, PMI juga telah bekerja sama dengan rumah sakit dan instansi terkait lainnya untuk memastikan alur pertolongan yang efisien.

“Kami menghimbau kepada masyarakat untuk tetap berhati-hati dan menjaga kesehatan selama merayakan Lebaran. Apabila membutuhkan bantuan medis, kami siap 24 jam,” ucap Haeqal.

PMI Kota Banda Aceh juga mengingatkan, jika ada keadaan darurat, masyarakat dapat segera menghubungi call center PMI Kota Banda Aceh di nomor 0812-6235-1881. Dengan demikian, ambulans dapat segera dikirimkan ke lokasi yang membutuhkan.

Dengan adanya layanan ini, PMI Kota Banda Aceh berharap dapat memberikan rasa aman dan membantu kelancaran aktivitas masyarakat selama libur Lebaran. []

50 Grup Siap Ikuti Pawai Takbir Keliling di Banda Aceh

0
Mobil hias saat pawai takbir keliling di Banda Aceh. (Foto: Nukilan/Rezi)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Sebanyak 50 grup akan berpartisipasi dalam pawai takbir keliling menyambut Idul Fitri 1446 Hijriah yang diselenggarakan pada 30 Maret 2025.

Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Unit Pelayanan Teknis Daerah (UPTD) Masjid Raya Baiturrahman, Saifan Nur saat dikonfirmasi Nukilan.

“Pawai takbir keliling akan dimulai dari depan gerbang menara modal Masjid Raya Baiturrahman setelah Ba’da Shalat Isya ,” ujar Saifan Nur.

Menurut Saifan, setiap grup peserta terdiri dari 40 hingga 50 orang. Para peserta juga berkesempatan meraih total hadiah puluhan juta rupiah yang telah disiapkan panitia.

“Juara pertama akan mendapatkan Rp13 juta, juara kedua Rp10 juta, juara ketiga Rp7 juta, sementara juara favorit akan memperoleh Rp2 juta,” jelasnya.

Reporter: Rezi

Kadinsos Aceh Rapat dengan Kemendagri Terkait Sekolah Rakyat

0
Kadinsos Aceh Rapat dengan Kemendagri Terkait Sekolah Rakyat. (Foto: Nukilan)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Pemerintah terus mematangkan persiapan program Sekolah Rakyat melalui Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Salah satu langkahnya adalah menggelar rapat koordinasi awal pelaksanaan Sekolah Rakyat bersama pemerintah daerah dan OPD se-Indonesia pada Kamis (27/3/2025) melalui pertemuan daring.

Kepala Dinas Sosial (Kadinsos) Aceh, Dr. Muslem Yacob, turut menghadiri rapat ini didampingi oleh kepala bidang serta subkoordinator terkait. Pertemuan yang diinisiasi oleh Kemendagri ini juga melibatkan Kementerian Sosial (Kemensos) dan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

Muslem menyambut baik koordinasi yang dilakukan Kemendagri. Menurutnya, keterlibatan semua pihak sangat penting dalam menyukseskan program Sekolah Rakyat, terutama karena program ini bertujuan membantu masyarakat kurang mampu mendapatkan akses pendidikan yang lebih luas.

Sementara itu, Direktur Jenderal Bina Pembangunan Daerah, Restuardy Daud, menegaskan bahwa Sekolah Rakyat dirancang untuk mengentaskan kemiskinan dengan membuka peluang pendidikan seluas-luasnya bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.

Dalam pertemuan tersebut, Daud menyampaikan bahwa rapat koordinasi ini bertujuan untuk memberikan gambaran awal terkait progres dan kesiapan pelaksanaan program. Saat ini, pihaknya telah menerima sekitar 225 usulan pendirian Sekolah Rakyat dari pemerintah daerah, jumlah yang melebihi target awal sebanyak 200 sekolah.

Ia juga mengapresiasi antusiasme serta dukungan dari seluruh pemerintah daerah yang telah mengusulkan lahan dan bangunan sebagai lokasi sekolah.

“Pada tahap pertama, ada 53 Sekolah Rakyat yang akan mulai beroperasi pada bulan Juli. Sementara itu, pada tahap kedua, terdapat 82 sekolah yang masih dalam proses asesmen,” jelasnya.

Oleh karena itu, Dirjen Bina Pembangunan Daerah meminta seluruh pemerintah daerah segera menyerahkan dokumen lengkap terkait lahan dan bangunan yang telah diajukan agar dapat dilakukan proses identifikasi kelayakan. Lahan dan bangunan tersebut nantinya akan berstatus pinjam pakai sebelum dihibahkan kepada pemerintah pusat.

“Sekolah Rakyat ini adalah gagasan Presiden Prabowo untuk memuliakan keluarga miskin dan bangkitnya wong cilik,” ujar Daud.

Ia juga menekankan pentingnya kesiapan daerah dalam menyambut program ini.

“Manfaatkan dengan baik kesempatan ini dengan menyiapkan wilayahnya dengan baik dalam menyambut program Sekolah Rakyat. Program ini akan sangat menguntungkan bagi warga bapak/ibu yang masih berada dalam kemiskinan,” tambahnya.

Editor: Akil

Haji Uma Komitmen Kawal Kasus Pembunuhan Warga Aceh Utara

0
Haji Uma mendatangi rumah almarhum Hasfiani alias Imam (35), warga Uteun Geulinggang, Kecamatan Dewantara, Aceh Utara. (Foto: RRI)

NUKILAN.id | Lhoksukon – Senator asal Aceh, H. Sudirman, yang akrab disapa Haji Uma, menegaskan komitmennya untuk mengawal kasus pembunuhan Hasfiani alias Imam (35), warga Uteun Geulinggang, Kecamatan Dewantara, Aceh Utara.

Hasfiani, yang berprofesi sebagai agen mobil, menjadi korban pembunuhan oleh seorang oknum prajurit TNI AL berinisial DI, berpangkat Kelasi Dua (KLD). Jasad korban ditemukan dalam kondisi terbungkus karung di kawasan Gunung Salak, Nisam Antara, pada Senin, 17 Maret 2025.

Sebagai anggota Komite I DPD RI yang membidangi hukum dan keamanan, Haji Uma mengunjungi rumah duka untuk mengevaluasi langkah-langkah advokasi yang dibutuhkan keluarga korban.

“Sebelumnya pihak keluarga telah menyurati saya untuk memberikan dukungan advokasi terkait pendampingan hukum. Insyaallah, kita akan mencari pengacara sesuai permintaan keluarga, apakah nantinya pengacara ini akan masuk ke dalam kasus untuk pembelaan atau hanya mengontrol jalannya persidangan, yang penting kita sudah mempersiapkan langkah-langkah advokasi,” kata Haji Uma saat berkunjung ke rumah almarhum, Jumat (28/3/2025).

Ia juga menegaskan bahwa sebagai anggota Komite I DPD RI, yang merupakan mitra kerja TNI, dirinya meminta Panglima TNI untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap prajurit TNI. Menurutnya, kasus ini menambah daftar panjang tindak kekerasan dan pembunuhan yang dilakukan oknum TNI, khususnya TNI AL, terhadap warga sipil.

“Kasus ini harus menjadi pelajaran bagi masyarakat mengenai bagaimana penegakan hukum di institusi TNI, khususnya TNI AL. Evaluasi terhadap mekanisme penegakan hukum di institusi militer menjadi hal penting agar kejadian serupa tidak terulang,” tambahnya.

Haji Uma menyoroti dua aspek utama yang perlu dievaluasi dalam kasus ini, yaitu mekanisme hukum di lingkungan militer dan hak-hak korban dalam memperoleh keadilan.

“Kita juga sudah bertemu langsung dengan Komandan Lanal Lhokseumawe, Kolonel Laut (P) Andi Susanto. Beliau berjanji pelaku akan diproses sesuai hukum yang berlaku dan penanganan kasus ini dilakukan secara terbuka dan transparan kepada publik,” pungkasnya.

Editor: Akil