Beranda blog Halaman 487

Panen Berlimpah, Petani Timun Suri di Aceh Selatan Raup Omzet Jutaan Rupiah Selama Ramadan

0
Timun suri jadi primadona saat bulan Ramadan. (Foto: Nukilan)

NUKILAN.id | Tapaktuan – Ramadan membawa berkah tersendiri bagi Adam, seorang petani timun suri di Gampong Sapik, Kecamatan Kluet Timur, Kabupaten Aceh Selatan. Selama bulan suci ini, ia menikmati hasil panen yang melimpah dan omzet yang meningkat tajam. Dari lahan seluas setengah hektare, Adam mampu memanen sekitar 200 buah timun suri setiap kali panen, menghasilkan pendapatan hingga jutaan rupiah.

Adam telah menekuni budidaya timun suri selama lima tahun terakhir. Menurutnya, permintaan buah ini melonjak drastis menjelang waktu berbuka puasa.

“Di bulan Ramadan timun suri paling diminati, makanya tertarik untuk menanam timun suri,” ujar Adam, Sabtu (29/3/2025).

Ia mengungkapkan, setiap kali panen, omzetnya bisa mencapai Rp6 juta dengan modal awal hanya Rp2 juta. Buah timun suri yang dihasilkannya memiliki berat bervariasi, mulai dari tujuh ons hingga tiga kilogram. Harga jualnya pun menyesuaikan ukuran, berkisar antara Rp5 ribu hingga Rp25 ribu per buah.

Cuaca menjadi faktor utama yang memengaruhi masa panen. Adam menjelaskan bahwa saat musim hujan, panen dilakukan setiap 25 hari sekali, sementara di musim kemarau, panen bisa dilakukan lebih cepat, sekitar 15 hari sekali.

“Jika musim hujan, saya panen setiap 25 hari sekali. Tapi di musim kemarau, panen bisa dilakukan 15 hari sekali karena buah cepat matang,” jelasnya.

Timun suri memiliki cita rasa yang menyerupai melon dan menjadi pilihan utama masyarakat untuk dijadikan minuman segar berbuka puasa. Adam menyarankan pembeli untuk memilih timun suri yang sudah matang di pohon, yang biasanya ditandai dengan kulit merekah.

Untuk menjaga kualitas buah hingga sampai ke tangan konsumen, Adam menggunakan pelepah pisang sebagai pembungkus. Cara ini efektif untuk menjaga kelembapan timun suri agar tidak mudah kering atau pecah selama proses distribusi.

Dengan meningkatnya permintaan setiap tahun, Adam optimistis bahwa budidaya timun suri tetap menjadi peluang usaha yang menjanjikan, terutama saat Ramadan tiba. (XRQ)

Reporter: AKil

Ambulans PMI Kota Banda Aceh Siaga Penuh Selama Lebaran Idul Fitri

0

NUKILAN.id | Banda Aceh – Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Banda Aceh memastikan kesiapan penuh armada ambulans untuk melayani masyarakat selama perayaan Idul Fitri 2025. 

PMI menyiagakan sejumlah ambulans dan tenaga medis 24 jam untuk memberikan bantuan darurat kepada warga yang membutuhkan, baik akibat kecelakaan, penyakit mendadak, maupun kondisi medis lainnya.

Ketua PMI Kota Banda Aceh, Ahmad Haeqal Asri, menyampaikan, “Kami telah mempersiapkan seluruh fasilitas dan tenaga medis agar bisa memberikan respons cepat dan tepat. Selama Lebaran, kami ingin memastikan masyarakat merasa aman dan terbantu dalam kondisi darurat.”

Selain menyiapkan ambulans, PMI juga telah bekerja sama dengan rumah sakit dan instansi terkait lainnya untuk memastikan alur pertolongan yang efisien.

“Kami menghimbau kepada masyarakat untuk tetap berhati-hati dan menjaga kesehatan selama merayakan Lebaran. Apabila membutuhkan bantuan medis, kami siap 24 jam,” ucap Haeqal.

PMI Kota Banda Aceh juga mengingatkan, jika ada keadaan darurat, masyarakat dapat segera menghubungi call center PMI Kota Banda Aceh di nomor 0812-6235-1881. Dengan demikian, ambulans dapat segera dikirimkan ke lokasi yang membutuhkan.

Dengan adanya layanan ini, PMI Kota Banda Aceh berharap dapat memberikan rasa aman dan membantu kelancaran aktivitas masyarakat selama libur Lebaran. []

50 Grup Siap Ikuti Pawai Takbir Keliling di Banda Aceh

0
Mobil hias saat pawai takbir keliling di Banda Aceh. (Foto: Nukilan/Rezi)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Sebanyak 50 grup akan berpartisipasi dalam pawai takbir keliling menyambut Idul Fitri 1446 Hijriah yang diselenggarakan pada 30 Maret 2025.

Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Unit Pelayanan Teknis Daerah (UPTD) Masjid Raya Baiturrahman, Saifan Nur saat dikonfirmasi Nukilan.

“Pawai takbir keliling akan dimulai dari depan gerbang menara modal Masjid Raya Baiturrahman setelah Ba’da Shalat Isya ,” ujar Saifan Nur.

Menurut Saifan, setiap grup peserta terdiri dari 40 hingga 50 orang. Para peserta juga berkesempatan meraih total hadiah puluhan juta rupiah yang telah disiapkan panitia.

“Juara pertama akan mendapatkan Rp13 juta, juara kedua Rp10 juta, juara ketiga Rp7 juta, sementara juara favorit akan memperoleh Rp2 juta,” jelasnya.

Reporter: Rezi

Kadinsos Aceh Rapat dengan Kemendagri Terkait Sekolah Rakyat

0
Kadinsos Aceh Rapat dengan Kemendagri Terkait Sekolah Rakyat. (Foto: Nukilan)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Pemerintah terus mematangkan persiapan program Sekolah Rakyat melalui Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Salah satu langkahnya adalah menggelar rapat koordinasi awal pelaksanaan Sekolah Rakyat bersama pemerintah daerah dan OPD se-Indonesia pada Kamis (27/3/2025) melalui pertemuan daring.

Kepala Dinas Sosial (Kadinsos) Aceh, Dr. Muslem Yacob, turut menghadiri rapat ini didampingi oleh kepala bidang serta subkoordinator terkait. Pertemuan yang diinisiasi oleh Kemendagri ini juga melibatkan Kementerian Sosial (Kemensos) dan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

Muslem menyambut baik koordinasi yang dilakukan Kemendagri. Menurutnya, keterlibatan semua pihak sangat penting dalam menyukseskan program Sekolah Rakyat, terutama karena program ini bertujuan membantu masyarakat kurang mampu mendapatkan akses pendidikan yang lebih luas.

Sementara itu, Direktur Jenderal Bina Pembangunan Daerah, Restuardy Daud, menegaskan bahwa Sekolah Rakyat dirancang untuk mengentaskan kemiskinan dengan membuka peluang pendidikan seluas-luasnya bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.

Dalam pertemuan tersebut, Daud menyampaikan bahwa rapat koordinasi ini bertujuan untuk memberikan gambaran awal terkait progres dan kesiapan pelaksanaan program. Saat ini, pihaknya telah menerima sekitar 225 usulan pendirian Sekolah Rakyat dari pemerintah daerah, jumlah yang melebihi target awal sebanyak 200 sekolah.

Ia juga mengapresiasi antusiasme serta dukungan dari seluruh pemerintah daerah yang telah mengusulkan lahan dan bangunan sebagai lokasi sekolah.

“Pada tahap pertama, ada 53 Sekolah Rakyat yang akan mulai beroperasi pada bulan Juli. Sementara itu, pada tahap kedua, terdapat 82 sekolah yang masih dalam proses asesmen,” jelasnya.

Oleh karena itu, Dirjen Bina Pembangunan Daerah meminta seluruh pemerintah daerah segera menyerahkan dokumen lengkap terkait lahan dan bangunan yang telah diajukan agar dapat dilakukan proses identifikasi kelayakan. Lahan dan bangunan tersebut nantinya akan berstatus pinjam pakai sebelum dihibahkan kepada pemerintah pusat.

“Sekolah Rakyat ini adalah gagasan Presiden Prabowo untuk memuliakan keluarga miskin dan bangkitnya wong cilik,” ujar Daud.

Ia juga menekankan pentingnya kesiapan daerah dalam menyambut program ini.

“Manfaatkan dengan baik kesempatan ini dengan menyiapkan wilayahnya dengan baik dalam menyambut program Sekolah Rakyat. Program ini akan sangat menguntungkan bagi warga bapak/ibu yang masih berada dalam kemiskinan,” tambahnya.

Editor: Akil

Haji Uma Komitmen Kawal Kasus Pembunuhan Warga Aceh Utara

0
Haji Uma mendatangi rumah almarhum Hasfiani alias Imam (35), warga Uteun Geulinggang, Kecamatan Dewantara, Aceh Utara. (Foto: RRI)

NUKILAN.id | Lhoksukon – Senator asal Aceh, H. Sudirman, yang akrab disapa Haji Uma, menegaskan komitmennya untuk mengawal kasus pembunuhan Hasfiani alias Imam (35), warga Uteun Geulinggang, Kecamatan Dewantara, Aceh Utara.

Hasfiani, yang berprofesi sebagai agen mobil, menjadi korban pembunuhan oleh seorang oknum prajurit TNI AL berinisial DI, berpangkat Kelasi Dua (KLD). Jasad korban ditemukan dalam kondisi terbungkus karung di kawasan Gunung Salak, Nisam Antara, pada Senin, 17 Maret 2025.

Sebagai anggota Komite I DPD RI yang membidangi hukum dan keamanan, Haji Uma mengunjungi rumah duka untuk mengevaluasi langkah-langkah advokasi yang dibutuhkan keluarga korban.

“Sebelumnya pihak keluarga telah menyurati saya untuk memberikan dukungan advokasi terkait pendampingan hukum. Insyaallah, kita akan mencari pengacara sesuai permintaan keluarga, apakah nantinya pengacara ini akan masuk ke dalam kasus untuk pembelaan atau hanya mengontrol jalannya persidangan, yang penting kita sudah mempersiapkan langkah-langkah advokasi,” kata Haji Uma saat berkunjung ke rumah almarhum, Jumat (28/3/2025).

Ia juga menegaskan bahwa sebagai anggota Komite I DPD RI, yang merupakan mitra kerja TNI, dirinya meminta Panglima TNI untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap prajurit TNI. Menurutnya, kasus ini menambah daftar panjang tindak kekerasan dan pembunuhan yang dilakukan oknum TNI, khususnya TNI AL, terhadap warga sipil.

“Kasus ini harus menjadi pelajaran bagi masyarakat mengenai bagaimana penegakan hukum di institusi TNI, khususnya TNI AL. Evaluasi terhadap mekanisme penegakan hukum di institusi militer menjadi hal penting agar kejadian serupa tidak terulang,” tambahnya.

Haji Uma menyoroti dua aspek utama yang perlu dievaluasi dalam kasus ini, yaitu mekanisme hukum di lingkungan militer dan hak-hak korban dalam memperoleh keadilan.

“Kita juga sudah bertemu langsung dengan Komandan Lanal Lhokseumawe, Kolonel Laut (P) Andi Susanto. Beliau berjanji pelaku akan diproses sesuai hukum yang berlaku dan penanganan kasus ini dilakukan secara terbuka dan transparan kepada publik,” pungkasnya.

Editor: Akil

Pemkab Aceh Barat Surati Perusahaan Sawit Terkait Pembayaran THR

0
Kepala Dinas Transmigrasi dan Ketenagakerjaan Kabupaten Aceh Barat, Mulyani. (Foto: ANTARA)

NUKILAN.id | Meulaboh Pemerintah Kabupaten Aceh Barat mengirimkan surat teguran kepada sebuah perusahaan perkebunan kelapa sawit di daerah tersebut karena diduga melanggar ketentuan pembayaran tunjangan hari raya (THR). Perusahaan tersebut hanya membayar 50 persen dari total satu bulan gaji kepada 200 pekerjanya.

“Laporan yang kami terima, pelanggaran yang dilakukan perusahaan yaitu membayar THR 200 orang pekerja sebesar Rp1,8 juta per orang dari seharusnya Rp3,6 juta per orang,” kata Kepala Dinas Transmigrasi dan Ketenagakerjaan Kabupaten Aceh Barat, Mulyani.

Menurut Mulyani, berdasarkan aturan yang berlaku, perusahaan wajib membayarkan THR keagamaan secara penuh kepada pekerjanya. Hal ini sesuai dengan Surat Edaran Menteri Ketenagakerjaan Nomor M/2/HK.04.00/III/2025, yang mewajibkan pembayaran THR paling lambat tujuh hari sebelum Hari Raya Idul Fitri.

Menindaklanjuti dugaan pelanggaran tersebut, Pemerintah Kabupaten Aceh Barat telah menyurati pihak perusahaan agar segera melunasi kekurangan pembayaran THR sebelum Idul Fitri 1446 Hijriah. Selain itu, pihaknya juga telah melaporkan kasus ini kepada pengawas ketenagakerjaan di Provinsi Aceh sebagai dasar pengaduan.

Jika perusahaan tidak segera memenuhi kewajibannya, pengawas ketenagakerjaan akan turun langsung ke Aceh Barat untuk menindaklanjuti permasalahan ini.

Mulyani menegaskan bahwa perusahaan yang melanggar ketentuan pembayaran THR dapat dikenakan sanksi sesuai peraturan yang berlaku. Meski demikian, ia berharap persoalan ini dapat diselesaikan di tingkat daerah tanpa harus melibatkan pengawas ketenagakerjaan.

“Pemkab Aceh Barat akan terus berupaya menyelesaikan persoalan ini, sehingga hak-hak pekerja terkait THR ini dapat dibayarkan secara penuh,” kata Mulyani.

Pihak perusahaan berdalih mengalami kesulitan keuangan akibat belum beroperasi secara maksimal. Namun, menurut ketentuan yang ada, mereka tetap wajib membayar THR penuh kepada para pekerja.

Editor: Akil

Remaja Gampong Sapik Dominasi Tadarus Ramadan di Masjid Ilham

0
Tradisi tadarus Al-Quran di Masjid Ilham Gampong Sapik. (Foto: Nukilan)

NUKILAN.id | Tapaktuan – Bulan suci Ramadan selalu menghadirkan tradisi keagamaan yang khas di setiap daerah. Di Masjid Ilham, Gampong Sapik, tradisi tadarus Al-Qur’an tahun ini mengalami perubahan yang menarik. Jika sebelumnya kegiatan ini didominasi oleh orang dewasa, kini giliran para remaja yang mengambil peran utama.

Sejak awal Ramadan, para remaja dari berbagai jenjang usia—mulai dari siswa SMP hingga SMA—berkumpul setiap malam di Masjid Ilham. Dengan penuh khidmat, mereka melantunkan ayat suci Al-Qur’an mulai pukul 22.00 hingga tengah malam, menciptakan suasana syahdu di bawah cahaya temaram lampu masjid.

Perubahan ini disambut antusias oleh masyarakat Gampong Sapik. Mereka bangga melihat generasi muda begitu aktif dalam kegiatan keagamaan, menjadikan tadarus sebagai bagian dari rutinitas Ramadan mereka.

“Tradisi tadarus selama bulan Ramadan selalu menjadi momen yang dinanti-nantikan oleh masyarakat kami. Tetapi tahun ini, melihat anak-anak remaja kami aktif membaca Al-Qur’an di tengah malam memberikan semangat baru bagi kami semua,” kata Herwin, salah seorang warga Gampong Sapik kepada Nukilan.id pada Sabtu (29/3/2025) dini hari.

Setelah sesi tadarus, para remaja beristirahat sejenak sambil menikmati hidangan ringan yang disediakan oleh warga. Kue-kue tradisional khas Aceh tersaji hangat, menambah keakraban dan kebersamaan di antara mereka.

Rafik, salah satu peserta tadarus yang juga santri di Dayah Modern Ruhul Islam Anak Bangsa, mengaku bangga bisa turut serta dalam tradisi ini.

“Meskipun cukup melelahkan membaca Al-Qur’an di tengah malam, tetapi melihat semangat dan dukungan dari teman-teman serta masyarakat membuat saya semakin bersemangat,” ungkapnya.

Tradisi tadarus yang kini diisi oleh para remaja ini bukan sekadar ritual ibadah, tetapi juga menjadi simbol regenerasi dan keberlanjutan nilai-nilai keislaman di Gampong Sapik. Semangat mereka dalam menjaga tradisi agama dan mempererat kebersamaan menjadi inspirasi bagi generasi muda lainnya untuk lebih aktif dalam kegiatan keagamaan, terutama di bulan penuh berkah ini. (XRQ)

Reporter: Akil

1.403 Siswa MA di Aceh Lulus PTN Jalur SNBP

0
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kakanwil Kemenag) Provinsi Aceh, Azhari. (Foto: Dok. Kanwil Kemenag Aceh)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Sebanyak 1.403 siswa Madrasah Aliyah (MA) di Aceh berhasil lulus ke Perguruan Tinggi Negeri (PTN) melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) tahun 2025.

Jumlah tersebut berdasarkan data resmi yang diumumkan melalui laman SNPMB Kemdikbudristek RI pada Selasa (18/3/2025).

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Provinsi Aceh, Drs. H. Azhari, M.Si., didampingi Kepala Bidang Pendidikan Madrasah (Kabid Penmad), H. Khairul Azhar, S.Ag., M.Si., mengapresiasi prestasi ini.

“Alhamdulillah, ini satu lagi prestasi yang patut kita apresiasi, bahwa kita dapat melanjutkan spirit positif. Bahkan, meningkatkan kualitas dan kuantitas lulusan di PTN terbaik,” kata Azhari.

Ia juga mengapresiasi kerja sama antara madrasah dan berbagai pihak yang telah mendukung program pendidikan di Aceh.

Kabid Penmad, Khairul Azhar, menjelaskan bahwa total peserta SNBP dari MA se-Aceh mencapai 3.120 siswa, dengan 1.403 di antaranya dinyatakan lulus di berbagai PTN terbaik di Indonesia.

“Mereka lulus atau diterima di berbagai PTN terbaik di Tanah Air seperti UGM, UI, Unand, UNJ, USU, dan ITB. Termasuk juga di Universitas Syiah Kuala (USK), Banda Aceh,” ujarnya.

Sebaran Kelulusan Siswa MA di Aceh

Berikut adalah jumlah peserta dan siswa yang lulus SNBP berdasarkan kabupaten/kota di Aceh:

  • Aceh Selatan: 119 peserta, 15 lulus
  • Aceh Tamiang: 93 peserta, 46 lulus
  • Aceh Barat: 198 peserta, 104 lulus
  • Kota Subulussalam: 52 peserta, 21 lulus
  • Bener Meriah: 92 peserta, 47 lulus
  • Aceh Besar: 233 peserta, 185 lulus
  • Aceh Timur: 138 peserta, 53 lulus
  • Aceh Utara: 205 peserta, 128 lulus
  • Pidie Jaya: 172 peserta, 50 lulus
  • Kota Sabang: 19 peserta, 6 lulus
  • Kota Banda Aceh: 516 peserta, 194 lulus
  • Aceh Singkil: 49 peserta, 27 lulus
  • Kota Langsa: 182 peserta, 85 lulus
  • Aceh Barat Daya: 83 peserta, 25 lulus
  • Aceh Tenggara: 68 peserta, 21 lulus
  • Gayo Lues: 4 peserta, 1 lulus
  • Pidie: 257 peserta, 55 lulus
  • Aceh Jaya: 43 peserta, 5 lulus
  • Simeulue: 12 peserta, 3 lulus
  • Bireuen: 281 peserta, 130 lulus
  • Aceh Tengah: 88 peserta, 28 lulus
  • Nagan Raya: 42 peserta, 10 lulus
  • Kota Lhokseumawe: 174 peserta, 164 lulus

Kelulusan ini menunjukkan semakin meningkatnya kualitas pendidikan madrasah di Aceh. Ke depan, Kemenag Aceh berharap jumlah siswa yang diterima di PTN bisa terus bertambah. (XRQ)

Editor: Akil

ALA Kembali Diperjuangkan, Tokoh Gayo Bertemu di Linge Land

0
Tokoh Pemekaran Provinsi Aceh Leuser Antara (KP3ALA) pusat dan daerah bersama tokoh gayo hari ini bertemu di Hotel Linge Land Aceh Tengah. (Foto: AcehDamai)

NUKILAN.id | Takengon – Isu pemekaran Provinsi Aceh Leuser Antara (ALA) kembali mengemuka. Menyikapi hal tersebut, para tokoh Gayo bersama pengurus Komite Persiapan Pembentukan Provinsi Aceh Leuser Antara (KP3ALA) pusat dan daerah menggelar pertemuan di Hotel Linge Land, Aceh Tengah, Jumat (28/3/2025).

Pertemuan ini dihadiri sejumlah tokoh Gayo, di antaranya Muklis Gayo, Zam Zam Mubarak, Tgk. Irwan Syah Martis, serta perwakilan mahasiswa. Selain itu, Ketua KP3ALA Pusat Rahmat Salam dan beberapa pengurus dari kabupaten di wilayah ALA juga turut hadir.

Dalam konferensi pers, Rahmat Salam menegaskan bahwa perjuangan pemekaran ALA tetap berlanjut meskipun pengajuan sebelumnya telah mencapai tahap akhir dalam rancangan Undang-Undang Pemekaran.

“Komitmen kami tetap mekar dari Provinsi Aceh, perjuangan ALA ini bukanlah sesuatu yang melanggar hukum, dan ini merupakan perintah Undang-Undang,” kata Rahmat Salam.

Ia menambahkan, setelah pertemuan ini, pihaknya akan menggelar pertemuan akbar yang akan dihadiri perwakilan dari enam kabupaten di wilayah ALA.

“Insya Allah setelah Lebaran, setelah kita berkoordinasi dengan para bupati, kita rencanakan di Gayo Lues,” katanya.

Rahmat Salam menekankan bahwa pemekaran ini merupakan cita-cita bersama masyarakat Gayo dan penduduk di enam kabupaten yang tergabung dalam ALA, yaitu Aceh Tengah, Aceh Tenggara, Gayo Lues, Bener Meriah, Aceh Singkil, dan Subulussalam.

Ia juga mengingatkan agar Pemerintah Aceh tidak memandang pemekaran ini sebagai ancaman.

“Provinsi Aceh jangan alergi soal pemekaran ini. Pemekaran ini adalah untuk memenuhi kebutuhan masyarakat banyak. Dengan pemekaran ini, kami menginginkan adanya pembangunan yang merata. Aceh akan tetap seperti biasa, kami hanya ingin meningkatkan pembangunan dengan pemerintahan khusus di wilayah tengah, tenggara, Singkil, dan Subulussalam,” tegasnya.

Zam Zam Mubarak menambahkan bahwa pihaknya telah melengkapi administrasi pengajuan pemekaran dengan dua metode, yakni top-down dan bottom-up.

Sementara itu, tokoh budaya dan sejarawan Gayo, Muklis Gayo, menekankan bahwa perjuangan pemekaran ini bukan hanya soal keadilan bagi masyarakat di wilayah ALA, tetapi juga untuk mempertahankan identitas Gayo secara menyeluruh.

“Gayo punya sejarah dan budaya sendiri. Kita harus mandiri dan membangun wilayah kita secara bersama-sama. Kita telah jauh tertinggal dibandingkan dengan wilayah lain, dan ini saatnya kita memperjuangkan hak-hak kita sebagai identitas pribumi asli,” ujar Muklis.

Di akhir pertemuan, Rahmat Salam berharap agar seluruh lapisan masyarakat terus mendukung perjuangan ini.

“Pemekaran ini adalah sebuah persiapan kita menuju Indonesia Emas,” pungkasnya.

Editor: Akil

HMI Dorong Audit Perusahaan Tambang di Aceh, Soroti Transparansi Dana CSR

0
Tokoh muda asal Tanah Gayo, Amru Hidayat, Amru Hidayat. (Foto: Dok. Pribadi)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Ketua Bidang Kemahasiswaan dan Pemuda (PTKP) HMI Komisariat Pertanian, Amru Hidayat, menegaskan bahwa audit terhadap perusahaan tambang di Aceh merupakan langkah strategis untuk memastikan transparansi dan akuntabilitas, terutama dalam pengelolaan dana Corporate Social Responsibility (CSR).

“Melihat dampak CSR yang langsung berpengaruh ke masyarakat, wajar jika dilakukan audit. Jangan sampai ada permainan atau kurangnya transparansi yang justru merugikan rakyat,” tegas Amru, mantan Wakil Presiden Mahasiswa Universitas Syiah Kuala (USK) 2024.

Amru menegaskan bahwa audit terhadap seluruh perusahaan bukan bentuk intervensi, melainkan bagian dari kewajiban pemerintah dalam mengawasi program CSR agar tidak hanya menjadi formalitas belaka.

“Jangan sampai dana CSR hanya sekadar label tanpa manfaat nyata. Apalagi jika ada indikasi penyalahgunaan, maka audit bukan hanya perlu, tapi wajib,” ujarnya.

Soroti Perusahaan Tambang di Barat Selatan Aceh

Amru juga menyoroti transparansi beberapa perusahaan tambang di Aceh, khususnya perusahaan batu bara yang beroperasi di wilayah barat selatan. Salah satu yang ia singgung adalah PT Bara Energi Lestari (BEL), yang menurutnya masih belum menunjukkan kejelasan mengenai transparansi operasional maupun pengelolaan dana CSR.

“Kalau perusahaan benar-benar bersih dan menjalankan kewajibannya dengan baik, kenapa harus takut diaudit? Justru audit ini bisa menjadi bukti kontribusi mereka terhadap masyarakat, bukan sekadar pencitraan,” sindirnya.

PT BEL sendiri didirikan pada tahun 2005 berdasarkan akta pendirian Perseroan Terbatas No. 04, tertanggal 24 Juni 2005, di Kabupaten Nagan Raya, Aceh. Namun, hingga kini, informasi terkait transparansi perusahaan masih menjadi tanda tanya di kalangan publik.

“Justru sikap perusahaan yang terlalu tertutup patut dipertanyakan. Apakah mereka takut diaudit? Atau ada sesuatu yang ingin disembunyikan?” cetus Amru.

Dorong Pemerintah Aceh Tegas

Lebih lanjut, Amru mendesak pemerintah Aceh agar tetap konsisten dalam mengawasi perusahaan yang beroperasi di wilayahnya, demi memastikan kepentingan masyarakat tetap menjadi prioritas utama.

“Masyarakat harus diutamakan, bukan kepentingan segelintir elite yang hanya mencari keuntungan pribadi,” tegasnya.

Menurutnya, audit ini menjadi momentum bagi pemerintah Aceh untuk membuktikan komitmennya terhadap transparansi dan kesejahteraan rakyat. Kini, publik menunggu apakah pemerintah daerah benar-benar tegas dalam mengawasi perusahaan tambang atau justru tunduk pada tekanan korporasi. (XRQ)

Editor: Akil