Beranda blog Halaman 485

Nurhayati Sahali Pimpin Aliansi Perempuan ALA, Siap Bergerak untuk Perjuangan Provinsi Baru

0
Nurhayati Sahali Pimpin Aliansi Perempuan ALA. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.id | Jakarta – Ketua Komite Percepatan Pemekaran Provinsi Aceh Leuser Antara (KP3ALA) Pusat, Prof. Rahmad Salam, M.Si, resmi menunjuk Nurhayati Sahali sebagai Ketua Aliansi Perempuan ALA (APALA). Penugasan ini diberikan dalam Rapat Persiapan Silaturahmi Akbar yang rencananya akan digelar di Kutacane, Aceh Tenggara, beberapa hari setelah Idul Fitri.

Dalam arahannya, Rahmad Salam menegaskan bahwa APALA memiliki peran penting dalam menggalang seluruh organisasi perempuan di wilayah Aceh Leuser Antara (ALA) untuk kembali menguatkan perjuangan pembentukan Provinsi ALA. Ia juga memastikan bahwa KP3ALA Pusat akan terus mendampingi dan mendukung program-program yang digagas oleh APALA.

Menanggapi penugasan ini, Nurhayati Sahali yang berasal dari Gayo Lues menyatakan kesiapannya untuk mengemban amanah tersebut dengan dukungan penuh dari berbagai elemen masyarakat. Menurutnya, perempuan harus bergerak dan turut berperan aktif dalam perjuangan demi terwujudnya provinsi baru yang diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta memutus rantai kemiskinan di Aceh.

Sebagai sosok yang telah lama aktif dalam pemberdayaan perempuan, Nurhayati Sahali pernah meraih penghargaan sebagai Perempuan Inspiratif dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan pada tahun 2006 dalam sebuah acara di Takengon, Aceh Tengah.

“Bersama InsyaAllah kita bisa,” ujar Nurhayati, menegaskan komitmennya dalam perjuangan ini.

Editor: Akil

5.504 Napi di Aceh Terima Remisi Lebaran, Enam Orang Langsung Bebas

0
5.504 Napi di Aceh Terima Remisi Lebaran Enam Orang Langsung Bebas. (Foto: MatroTv)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Sebanyak 5.504 narapidana di berbagai Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) dan Rumah Tahanan (Rutan) di Aceh menerima Remisi Khusus (RK) Idulfitri 1446 Hijriah. Dari jumlah tersebut, enam orang mendapatkan RK II, yang berarti langsung bebas pada Hari Raya Idulfitri.

Dilansir dari MetroTvNews, Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Kakanwil Ditjenpas) Aceh, Yan Rusmanto, mengungkapkan bahwa pihaknya mengusulkan 5.550 warga binaan untuk menerima remisi khusus tahun ini. Namun, setelah melalui proses verifikasi, 5.504 orang dinyatakan memenuhi syarat untuk mendapatkan pengurangan masa hukuman.

“Kami mengusulkan sebanyak 5.550 warga binaan untuk menerima remisi khusus Idulfitri 1446 Hijriah. Dari jumlah tersebut, 5.504 orang menerima RK I, dan enam orang lainnya menerima RK II atau remisi khusus yang langsung bebas pada Hari Raya Idulfitri,” kata Yan Rusmanto, Minggu, 30 Maret 2025.

Besaran remisi yang diberikan bervariasi, mulai dari pengurangan masa tahanan selama 15 hari, 1 bulan, 1 bulan 15 hari, hingga 2 bulan. Penentuan besaran remisi ini bergantung pada lama masa tahanan yang telah dijalani serta perilaku narapidana selama menjalani pembinaan di Lapas atau Rutan.

Selain itu, Yan Rusmanto menyebutkan bahwa saat ini masih ada 40 narapidana yang dalam proses verifikasi oleh Direktorat Jenderal Pemasyarakatan.

“Kami berharap proses verifikasi ini dapat segera diselesaikan sehingga mereka juga dapat menerima remisi Idulfitri,” jelasnya.

Saat ini, total penghuni Lapas dan Rutan di Aceh hingga 28 Maret 2025 mencapai 7.866 orang. Dari jumlah tersebut, 6.450 merupakan narapidana, 1.416 tahanan, dan 25 anak didik pemasyarakatan.

Pemberian remisi ini diharapkan menjadi penyemangat bagi para warga binaan untuk berubah menjadi pribadi yang lebih baik.

“Remisi khusus ini diharapkan dapat menjadi awal dari semangat baru bagi para warga binaan untuk kembali ke jalan yang benar, menjadi pribadi yang lebih baik, dan berkontribusi positif bagi masyarakat,” pungkas Yan Rusmanto.

Editor: Akil

Bupati Aceh Barat Tantang PT Mifa: Kemana Sisa Rp25,5 M Dana CSR?

0
Bupati Aceh Barat Tarmizi SP didampingi Wakil Bupati Aceh Barat Said Fadheil. (Foto: ANTARA)

NUKILAN.id | Meulaboh – Bupati Aceh Barat, Tarmizi, SP MM, menegaskan pentingnya transparansi dan pengawasan terhadap dana Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Perusahaan (TJSLP) atau Corporate Social Responsibility (CSR) yang disalurkan oleh berbagai perusahaan di wilayahnya.

Tarmizi menyebut bahwa dana CSR seharusnya digunakan sepenuhnya untuk kepentingan masyarakat, bukan untuk kepentingan lain yang tidak jelas arahnya. Dana CSR yang dialokasikan perusahaan mencapai 1 persen dari total produksi yang dijual dalam satu tahun dan diharapkan mampu memberikan manfaat nyata bagi warga Aceh Barat.

“Kita bukan ingin mengaudit dengan niat mencari kesalahan, tetapi hanya ingin memastikan bahwa dana ini benar-benar tepat sasaran. Harapannya, dana CSR bisa membantu membuka lapangan kerja, mengurangi pengangguran, serta menjawab berbagai persoalan sosial di Aceh Barat,” ujar Bupati Tarmizi.

PT Mifa Paling Besar, Tapi Baru Terealisasi 47,3 Persen

Berdasarkan data yang disampaikan, total dana CSR dari 11 perusahaan yang beroperasi di Aceh Barat pada tahun 2024 mencapai Rp55 miliar. Dari jumlah tersebut, PT Mifa memberikan kontribusi terbesar, yakni Rp52,5 miliar. Namun, hingga saat ini, realisasi penggunaan dana CSR PT Mifa baru mencapai sekitar Rp27 miliar atau hanya 47,3 persen dari total yang seharusnya disalurkan.

“Kami ingin tahu, kemana sisa dana tersebut? Apakah Rp27 miliar yang sudah direalisasikan itu benar-benar digunakan untuk program yang bermanfaat bagi masyarakat?” tambahnya.

PT Mifa Dinilai Kurang Kooperatif

Bupati Tarmizi menegaskan bahwa pengawasan terhadap dana CSR akan dilakukan secara menyeluruh terhadap semua perusahaan di Aceh Barat. Ia mengapresiasi mayoritas perusahaan yang bersikap terbuka terhadap evaluasi yang dilakukan oleh pemerintah daerah. Namun, menurutnya, PT Mifa hingga kini belum menunjukkan sikap kooperatif.

“Insya Allah semua perusahaan welcome. Namun, hanya PT Mifa yang hingga kini belum bersedia dievaluasi,” ungkapnya.

Untuk menyelesaikan polemik ini, Tarmizi mengaku telah berdiskusi dengan Anggota DPR RI yang juga menjabat sebagai Komisaris PT Mifa, Irsan Sosiawan, guna mencari solusi terbaik.

“Permasalahan ini bukan hanya terkait dengan dana CSR, tetapi juga ada kepentingan-kepentingan lain yang ikut bermain,” ujarnya.

Pemerintah Kabupaten Aceh Barat berkomitmen untuk memastikan bahwa setiap rupiah dana CSR benar-benar digunakan untuk kepentingan masyarakat. Jika dalam evaluasi ditemukan penyimpangan, langkah lebih lanjut akan diambil guna menegakkan transparansi dan akuntabilitas di sektor ini.

Editor: Akil

Gempa Magnitudo 5,4 Guncang Banda Aceh, Tidak Berpotensi Tsunami

0
Ilustrasi Gempa. (Foto: Istockphoto)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Gempa bumi berkekuatan magnitudo (m) 5,4 mengguncang Kota Banda Aceh dan sekitarnya, pada Minggu 30 Maret 2025 pagi. Guncangan gempa dirasakan oleh sejumlah warga di ibu kota Provinsi Aceh tersebut.

Gempa tersebut dirasakan oleh sejumlah warga di Kota Banda Aceh dan sekitarnya

Dikutip Nukilan.id dari laman resmi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika melalui inatews.bmkg.go.id, bahwa gempa tersebut terjadi pukul 09.58 WIB.

Lebih lanjut, BMKG melaporkan pusat gempa berada di lokasi 5.63 LU dan 95.47 Bujur Timur, tepatnya berada di darat 18 kilometer Timur Laut Banda Aceh.

BMKG juga menyampaikan, gempa yang terjadi di kedalaman 10 kilometer tersebut tidak berpotensi tsunami.

Meskipun demikian, BMKG mengimbau kepada masyarakat, agar tetap waspada dan berhati-hati terhadap gempa bumi susulan yang mungkin terjadi.

“Hati-hati terhadap gempabumi susulan yang mungkin terjadi,” demikian peringatan yang dikeluarkan BMKG dalam situs resminya.

Reporter: Rezi

Harga Daging Meugang Idul Fitri di Banda Aceh Tembus Rp 180 Ribu per Kilogram

0
Pedagang daging sapi di Pasar Al-Mahirah Lamdingin, Kota Banda Aceh, pada Minggu 30 Maret 2025. (Foto: Nukilan/Rezi)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Harga daging sapi di Pasar Al-Mahirah Lamdingin, Kota Banda Aceh terpantau mengalami kenaikan menjelang hari meugang menyambut Hari Raya Idul Fitri 1446 Hijriah. 

Berdasarkan pantauan Nukilan di lokasi, harga daging sapi kini dibanderol antara Rp 170 ribu hingga Rp 180 ribu per kilogram, tergantung pada kualitas daging.

Jimy (46), seorang pedagang daging sapi di Pasar Al-Mahirah, mengungkapkan bahwa harga tersebut memang lebih tinggi dibandingkan hari-hari biasa. 

“Harga daging saat ini berkisar antara Rp 170 ribu sampai Rp 180 ribu per kilogram, tergantung kualitasnya. Untuk tulang rusuk, harganya Rp 90 ribu hingga Rp 100 ribu per kilogram,” ujarnya saat ditemui pada Minggu (30/3/2025).

Meskipun demikian, Jimy mengaku bahwa kenaikan harga ini masih dalam batas normal dan serupa dengan hari meugang pada tahun-tahun sebelumnya. Namun, ia mengeluhkan sepinya pembeli pada meugang kali ini. 

“Tahun ini sangat sepi pembeli. Saya hanya menyembelih dua ekor sapi untuk dijual,” katanya.

Menurut Jimy, penurunan jumlah pembeli ini kemungkinan disebabkan oleh adanya program pasar daging murah yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kota (Pemko) Banda Aceh di beberapa lokasi strategis.

Informasi sebelumnya menyebutkan bahwa Pemko Banda Aceh menggelar operasi pasar murah dengan mendistribusikan 50 ton daging sapi menjelang Hari Raya Idul Fitri 1446 Hijriah. Langkah ini bertujuan untuk menstabilkan harga daging yang biasanya melonjak signifikan menjelang hari meugang.

Kepala UPTD Rumah Potong Hewan (RPH) Kota Banda Aceh, Heriansyah, pada Selasa (25/3/2025) lalu, menyatakan bahwa operasi pasar murah ini merupakan wujud kepedulian Pemko Banda Aceh terhadap masyarakat. 

“Operasi pasar murah daging meugang ini kami hadirkan sebagai wujud keberpihakan Pemko Banda Aceh kepada masyarakat dalam menyambut Idul Fitri 1446 H untuk menjaga stabil harga jual daging meugang di Banda Aceh,” jelas Heriansyah.

Sebelumnya, diperkirakan harga daging sapi saat meugang di tingkat kabupaten/kota di Aceh akan naik dari harga normal Rp 140 ribu per kilogram menjadi sekitar Rp 150 ribu hingga Rp 200 ribu per kilogram. 

Melalui operasi pasar ini, Pemko Banda Aceh menjual daging dengan harga normal Rp 140 ribu per kilogram.

Reporter: Rezi

Ombudsman Ingatkan Pelayanan Publik Tetap Berjalan Selama Cuti Bersama

0
Kepala Ombudsman RI Perwakilan Aceh, Dian Rubianty. (Foto: ANTARA)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Ombudsman RI Perwakilan Aceh mengingatkan agar pelayanan publik di provinsi paling barat Indonesia tetap berjalan selama libur Idul Fitri 1446 Hijriah dan cuti bersama.

Kepala Ombudsman RI Perwakilan Aceh, Dian Rubianty, menegaskan bahwa penyelenggaraan pelayanan publik merupakan bentuk kehadiran pemerintah dalam memenuhi kebutuhan masyarakat. Oleh karena itu, ia meminta agar layanan tidak terhenti hanya karena cuti bersama.

“Jadi, kami mengingatkan penyelenggaraan pelayanan publik jangan sampai terhenti hanya karena cuti bersama. Penyelenggaraan pelayanan harus tetap berlangsung melalui pengaturan petugas pelaksana dan penyesuaian jam layanan,” ujar Dian Rubianty di Banda Aceh, Sabtu (29/3/2025).

Berdasarkan Surat Keputusan Bersama (SKB) Menteri Agama, Menteri Ketenagakerjaan, dan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, pemerintah telah menetapkan libur nasional dan cuti bersama mulai 28 Maret hingga 8 April 2025. Namun, dalam SKB tersebut juga ditegaskan bahwa layanan publik tidak boleh terhenti meskipun dalam masa libur panjang.

Dian menyebutkan bahwa Ombudsman RI Perwakilan Aceh kerap menerima laporan dari masyarakat mengenai terhentinya layanan atau penundaan dalam penyelenggaraan pelayanan publik saat libur panjang. Unit layanan seperti rumah sakit dan puskesmas menjadi contoh sektor yang sering dikeluhkan karena tidak memberikan layanan optimal selama liburan.

Untuk menghindari potensi penundaan layanan yang berlarut, Ombudsman mengimbau setiap instansi penyelenggara layanan publik agar memberikan informasi yang jelas terkait perubahan jam layanan. Selain itu, pengelolaan pengaduan masyarakat harus diperbaiki agar keluhan dapat ditangani dengan cepat dan tepat.

“Dalam penyelenggaraan pelayanan publik ini, kami menggarisbawahi pentingnya dedikasi petugas yang kompeten dalam melayani masyarakat. Kami juga mengapresiasi petugas yang bekerja profesional dalam melayani masyarakat saat libur dan cuti bersama,” kata Dian Rubianty.

Dengan adanya pengaturan yang baik, diharapkan masyarakat tetap bisa mendapatkan layanan publik yang mereka butuhkan tanpa hambatan, meskipun dalam masa libur panjang.

Editor: Akil

Pemkab Aceh Timur Gelar Festival Takbiran, Berikut Rutenya

0
Pasangan Bupati dan Wakil Bupati Aceh Timur terpilih, Iskandar Usman Al Farlaky dan T Zainal Abidin Periode 2025-2030, dijadwalkan akan dilantik pada Rabu. (Foto: RRI)

NUKILAN.id | Idi Rayeuk – Pemerintah Kabupaten Aceh Timur akan menggelar Festival Takbiran untuk menyambut Hari Raya Idul Fitri 1446 Hijriah. Kegiatan ini akan berlangsung pada Minggu (30/3/2025) malam dengan rute dimulai dari Pendopo Bupati Aceh Timur dan berakhir di lapangan pusat pemerintahan di Idi.

Bupati Aceh Timur, Iskandar Usman Al-Farlaky, menyampaikan bahwa festival ini akan dimeriahkan dengan mobil hias dan pawai obor. Setibanya di lokasi finis, acara akan dilanjutkan dengan bazar yang menghadirkan berbagai produk dan kuliner khas daerah.

“Festival takbir ini nantinya ada mobil hias, pawai obor. Setelah sampai ke finis, selanjutnya akan dilanjutkan dengan bazar,” ujar Al-Farlaky di Aceh Timur, Minggu.

Ia menegaskan bahwa tradisi takbiran harus terus dilestarikan sebagai bentuk syukur atas selesainya bulan suci Ramadhan. Oleh karena itu, ia mengimbau masyarakat untuk mengikuti takbiran dengan tertib dan khidmat, baik di masjid maupun melalui konvoi kendaraan yang telah diatur oleh panitia dan pihak keamanan.

“Saya mengimbau masyarakat mengikuti takbiran dengan tertib dan khidmat, baik di masjid maupun melalui konvoi kendaraan yang telah diatur oleh panitia dan pihak keamanan,” katanya.

Selain itu, Bupati juga meminta para camat di seluruh wilayah Kabupaten Aceh Timur untuk berkoordinasi dengan pihak kepolisian guna memastikan kelancaran rute dan keamanan selama acara berlangsung.

“Al-Farlaky mengajak gema takbir dikumandangkan di masjid dan musala yang tersebar di seluruh gampong-gampong, sehingga masyarakat dapat berpartisipasi baik melalui konvoi maupun doa bersama di tempat ibadah masing-masing.”

Ia berharap Festival Takbiran ini dapat mempererat kebersamaan dan ukhuwah Islamiyah di tengah masyarakat Aceh Timur.

“Mari sambut Idul Fitri dengan penuh suka cita dan tetap menjaga nilai-nilai kebersamaan sehingga syiar Islam yang kita kumandangkan dan gelorakan benar-benar dapat kita rasakan bersama,” pungkasnya.

Editor: Akil

BSI Aceh Sediakan 10 Unit Mobil untuk Mudik Gratis Lebaran 2025

0
Pemudik di Terminal Batoh. (Foto: CNN Indonesia)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Bank Syariah Indonesia (BSI) Regional Aceh turut berpartisipasi dalam program Mudik Gratis Lebaran 2025 dengan menyediakan 10 unit mobil Hiace. Program ini merupakan kerja sama Pemerintah Aceh dengan BUMN, BUMD, serta dunia usaha di provinsi tersebut.

“Alhamdulillah, BSI Aceh ikut berkontribusi penyediaan sepuluh unit mobil Hiace untuk mudik gratis dalam rangka mendukung program pemerintah untuk memberikan kemudahan bagi masyarakat melalui mudik gratis,” kata Regional CEO BSI Aceh, Wachjono, di Banda Aceh, Sabtu (29/3/2025).

Menurut Wachjono, program ini menjadi bentuk kepedulian BSI kepada masyarakat yang hendak pulang ke kampung halaman untuk merayakan Idulfitri 1446 Hijriah. Ia berharap inisiatif ini dapat meringankan beban masyarakat dalam perjalanan mudik.

Selain itu, ia juga mengingatkan para pengemudi untuk selalu berhati-hati dan mematuhi rambu lalu lintas demi memastikan perjalanan yang aman dan nyaman bagi seluruh penumpang.

Mudik gratis ini secara resmi dilepas oleh Gubernur Aceh, Muzakir, di Terminal Tipe A Batoh, Banda Aceh. Kepala Dinas Perhubungan Aceh, T Faisal, menyebutkan bahwa program ini akan mengantarkan total 7.919 pemudik. Dari jumlah tersebut, 1.577 orang diberangkatkan dengan transportasi darat, sementara 6.342 lainnya menggunakan kapal laut menuju Pulau Sabang, Pulau Aceh, hingga Simeulue.

Editor: Akil

Pawai Takbir Keliling di Banda Aceh Tempuh 4 Kilometer, Ini Rute Lengkapnya

0
Rute pawai takbir keliling menyambut Hari Raya Iduladha 1446 Hijriah. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Kemeriahan menyambut Hari Raya Idul Fitri 1446 Hijriah di Kota Banda Aceh akan semakin terasa dengan digelarnya pawai takbir keliling.

Pawai yang akan digelar pada 30 Maret 2025 ini akan menempuh rute sepanjang 4 kilometer dengan titik start dan finis di Masjid Raya Baiturrahman.

Rute pawai akan dimulai dari Masjid Raya Baiturrahman, kemudian melewati Simpang Kodim, Simpang Peniti, Simpang Surabaya, Simpang Jambo Tape, Simpang Lima, dan kembali ke Simpang Kodim sebelum akhirnya finis di Masjid Raya Baiturrahman.

Kepala Unit Pelayanan Teknis Daerah (UPTD) Masjid Raya Baiturrahman, Saifan Nur, mengatakan bahwa pawai takbir keliling akan dimulai setelah Salat Isya. 

“Pawai takbir keliling akan dimulai dari depan gerbang menara modal Masjid Raya Baiturrahman setelah Ba’da Salat Isya,” kata Saifan Nur kepada Nukilan.

Sebanyak 50 grup akan berpartisipasi dalam pawai ini. Setiap grup terdiri dari 40 hingga 50 orang yang akan membawa serta berbagai atribut Islami untuk memeriahkan malam takbiran. Selain itu, panitia telah menyiapkan hadiah puluhan juta rupiah bagi peserta terbaik.

“Juara pertama akan mendapatkan Rp13 juta, juara kedua Rp10 juta, juara ketiga Rp7 juta, sementara juara favorit akan memperoleh Rp2 juta,” pungkasnya.

Reporter: Rezi

PHK Massal di Allianz Life, Serikat Pekerja Tuntut Keadilan

0
Ketua Umum Serikat Pekerja Allianz Life Indonesia, Donny Pharma Hotman. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.id | Jakarta – Serikat Pekerja Allianz Life Indonesia menyampaikan penolakan tegas terhadap kebijakan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) massal yang dilakukan oleh PT Asuransi Allianz Life Indonesia terhadap 136 karyawan divisi teknologi informasi (IT). Mereka menilai keputusan sepihak ini tidak hanya melanggar peraturan ketenagakerjaan, tetapi juga mengabaikan hak asasi manusia.

Ketua Umum Serikat Pekerja Allianz Life Indonesia, Donny Pharma Hotman, menyatakan bahwa tindakan ini bertentangan dengan Undang-Undang No. 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan dan tidak memperhatikan asas musyawarah untuk mufakat. Selain itu, putusan Mahkamah Konstitusi (MK) Nomor 168 telah secara jelas mengatur prosedur dan syarat yang harus dipenuhi dalam PHK.

“Tindakan PHK massal yang dilakukan oleh pihak manajemen Allianz Life Indonesia dengan alasan efisiensi 30% dan pengalihan pekerjaan ke pihak ketiga (outsourcing) tidak lain merupakan cara untuk menyembunyikan niat sebenarnya: meminimalkan biaya dan mengurangi hak-hak karyawan secara sepihak,” kata Donny.

Menurutnya, pengalihan ke pihak ketiga hanyalah langkah kosmetik untuk menutupi kebijakan yang merugikan karyawan yang telah lama berkontribusi bagi perusahaan.

Serikat Pekerja Allianz Life Indonesia mendesak manajemen Allianz Life untuk menghentikan proses PHK ini dan mematuhi ketentuan hukum yang berlaku. Mereka juga meminta Kementerian Ketenagakerjaan, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan pihak terkait lainnya untuk segera melakukan penyelidikan atas dugaan pelanggaran hukum dalam kebijakan PHK tersebut.

Lebih lanjut, Serikat Pekerja menyoroti pentingnya langkah serius dari pemerintah dalam mencegah PHK massal di berbagai perusahaan. Kasus PHK massal di eFishery yang berdampak pada 1.500 karyawan menjadi contoh nyata yang seharusnya tidak terulang di Allianz Life atau perusahaan lain, demi menjaga stabilitas ekonomi dan kesejahteraan tenaga kerja.

“Serikat Pekerja akan selalu berdiri di garis depan dan berkomitmen untuk terus memperjuangkan dan melindungi hak-hak pekerja sesuai dengan peraturan yang berlaku,” tegas Donny.

Kasus PHK massal ini menjadi perhatian serius bagi pekerja di sektor keuangan, khususnya di tengah kondisi ekonomi yang masih penuh tantangan. Keputusan sepihak yang merugikan karyawan dapat berdampak pada iklim ketenagakerjaan secara lebih luas dan menurunkan kepercayaan terhadap perusahaan-perusahaan besar di Indonesia.

Editor: Akil