Beranda blog Halaman 477

MaTA Desak Pemerintah Aceh Hentikan Hibah untuk Instansi Vertikal

0
Koordinator Masyarakat Transparansi Aceh (MaTa), Alfian (Foto: Nukilan.id)

NUKILAN.id | Banda Aceh — Pemerintah Aceh didesak untuk menghentikan alokasi dana hibah kepada instansi vertikal. Desakan ini disampaikan oleh Koordinator Masyarakat Transparansi Aceh (MaTA), Alfian, yang menilai kebijakan tersebut tidak tepat di tengah banyaknya persoalan mendesak yang belum terselesaikan di Aceh.

“Masih banyak prioritas lain yang menjadi ‘PR’ Pemerintah Aceh untuk diselesaikan,” ujar Alfian dalam keterangannya, Jumat (4/4/2025).

Menurut Alfian, pemerintah semestinya memfokuskan anggaran yang ada untuk menurunkan angka kemiskinan serta memenuhi hak-hak korban konflik, termasuk reparasi yang layak. Ia menilai, pengalokasian dana hibah untuk instansi vertikal justru menjadi beban tambahan bagi keuangan daerah.

“Jika merujuk aturan-aturan terkait hibah Pemerintah Daerah, pengalokasian Belanja Hibah bagi instansi vertikal ini berpotensi menyalahi ketentuan,” tegasnya.

Alfian menjelaskan, sejak tahun 2017 hingga 2024, rata-rata Anggaran Pendapatan dan Belanja Aceh (APBA) tercatat sebesar Rp14,9 triliun, dengan Pendapatan Asli Aceh (PAA) hanya sekitar Rp2,4 triliun per tahun. Kondisi ini menunjukkan tingginya ketergantungan Aceh terhadap dana transfer dari pemerintah pusat.

Padahal, lanjutnya, Aceh masih menyandang status sebagai provinsi termiskin di Sumatera.

“Masih sangat banyak urusan wajib Pemerintah Aceh yang belum dicapai, sehingga mengalokasikan belanja hibah yang nominalnya sangat besar, apalagi hibah untuk pemerintah pusat, sangat tidak patut dilakukan oleh Pemerintah Aceh,” ujarnya.

Alfian juga mengingatkan bahwa Pasal 298 ayat (4) Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah menyatakan bahwa belanja hibah dan bantuan sosial hanya dapat dianggarkan setelah kebutuhan belanja urusan pemerintahan wajib dan pilihan terpenuhi, kecuali diatur lain dalam peraturan perundang-undangan.

“Banyak prasyarat yang harus dipenuhi sehingga pengalokasian tersebut dianggap patut, sesuai urgensi dan kepentingan Pemerintah Aceh dalam mendukung terselenggaranya fungsi pemerintahan, pembangunan dan kemasyarakatan dengan memperhatikan asas keadilan, kepatuhan, rasionalitas dan manfaat untuk masyarakat,” pungkas Alfian.

Sebelumnya, meski telah menuai kritik, Pemerintah Aceh tetap mengalokasikan anggaran sebesar Rp32,179 miliar dalam APBA 2025 untuk mendanai pembangunan dan rehabilitasi fasilitas milik instansi vertikal.

Berdasarkan data dari Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan (SiRUP) LPSE Aceh, terdapat sembilan paket pekerjaan yang akan dilaksanakan pada tahun ini, di antaranya:

  1. Lanjutan pembangunan Aula Kodam Iskandar Muda — Rp4,75 miliar

  2. Lanjutan pembangunan Gedung Diklat Kejati Aceh — Rp9,6 miliar

  3. Lanjutan pembangunan Gedung BINDA Aceh — Rp825 juta

  4. Lanjutan pembangunan Gedung Propam Polda Aceh — Rp6,685 miliar

  5. Lanjutan pembangunan Rumah Dinas Pengadilan Tinggi Banda Aceh — Rp900 juta

  6. Lanjutan pembangunan Rumah Dinas Wakajati Aceh — Rp1,355 miliar

  7. Rehabilitasi Gedung Intelkam Polda Aceh — Rp6,864 miliar

  8. Rehabilitasi pagar Kantor BAIS Neusu Banda Aceh — Rp640 juta

  9. Rehabilitasi ruangan Forkopimda (Asdatun Kejati Aceh) — Rp560 juta

Meski hibah kepada instansi vertikal kerap dibenarkan atas nama sinergi antarlembaga, namun praktik ini dinilai tidak sejalan dengan kebutuhan dan kemampuan fiskal Aceh saat ini. Kritik publik pun semakin menguat, mengingat alokasi dana tersebut dianggap belum menyentuh kebutuhan rakyat secara langsung.

Editor: Akil

BMKG Peringatkan Cuaca Ekstrem dan Gelombang Tinggi di Aceh

0
Ilustrasi Hujan Lebat dan Angin Kencang. (Foto: BNPB)

NUKILAN.id | Sabang – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Banda Aceh kembali mengeluarkan peringatan dini terkait potensi cuaca ekstrem yang melanda sejumlah wilayah di Aceh dalam beberapa hari ke depan. Hujan lebat disertai kilat dan angin kencang diperkirakan akan terjadi, bersamaan dengan gelombang laut yang bisa mencapai lebih dari 2,5 meter.

Dalam keterangannya kepada RRI, prakirawan BMKG Aceh, Novrida, menyebutkan bahwa potensi hujan disertai petir diperkirakan terjadi pertama kali di wilayah Simeulue dan selanjutnya meluas ke kawasan pesisir seperti Nagan Raya, Aceh Barat Daya, hingga Aceh Barat.

“Potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat, disertai kilat atau petir dan angin kencang juga diprediksi terjadi di wilayah Subulussalam, Aceh Jaya, Pidie, Bener Meriah, Aceh Barat, Nagan Raya, Aceh Tenggara, Simeulu dan Aceh Singkil,” ungkapnya, Jumat (4/4/2025).

Selain curah hujan tinggi, kondisi perairan di sekitar Aceh juga perlu diwaspadai. Menurut BMKG, gelombang laut berpotensi mencapai ketinggian lebih dari 2,5 meter dengan kecepatan angin berkisar antara 3–20 km per jam dan suhu udara antara 28 hingga 32 derajat Celsius.

“Gelombang tinggi ini harus menjadi perhatian serius para nelayan. Waspada gelombang tinggi lebih dari 2,5 meter terjadi di perairan Aceh Besar–Meulaboh, perairan selatan Simeulu, perairan Aceh Singkil–Pulau Banyak, perairan Sabang–Banda Aceh dan perairan Aceh Barat Daya–Simeulu,” jelas Novrida.

BMKG mengimbau masyarakat, terutama yang tinggal di wilayah rawan banjir dan longsor, untuk meningkatkan kewaspadaan. Aktivitas di laut juga diminta untuk ditunda apabila kondisi tidak memungkinkan.

Masyarakat dapat memantau perkembangan cuaca terkini melalui situs resmi dan aplikasi mobile Info BMKG guna mengantisipasi dampak dari cuaca ekstrem yang masih berpotensi terjadi di wilayah Aceh.

Editor: AKil

Pria di Aceh Tamiang Tewas Diduga Akibat Pengeroyokan, Pelaku Masih Buron

0
Ilustrasi perkelahian. (Foto: RRI)

NUKILAN.id | Kuala Simpang – Seorang pria bernama Syahrial Arif (30), warga Dusun Pantai Beringin, Desa Alur Cucur, Kecamatan Rantau, Kabupaten Aceh Tamiang, ditemukan meninggal dunia pada Jumat (4/4/2025) dini hari. Ia diduga menjadi korban pengeroyokan yang dilakukan oleh dua orang bersaudara yang masih memiliki hubungan keluarga dengannya.

Peristiwa tragis ini pertama kali diketahui warga sekitar pukul 01.00 WIB, Jumat dini hari, sementara kejadian diduga berlangsung pada Kamis (3/4/2025) sekitar pukul 23.00 WIB.

“Benar, peristiwanya terjadi sekitar pukul 23.00 WIB, Kamis 03 April, baru diketahui sekitar pukul 01.00 WIB Jumat 04 April 2025. Untuk terduga pelakunya ada 2 orang yang merupakan adik abang,” kata Datok Penghulu Kampung Alur Cucur, Fahrul Hanafi SP, saat dikonfirmasi via sambungan telepon, Jumat (4/4/2025).

Menurut keterangan Datok Fahrul, korban dan pelaku sebelumnya diketahui tengah berkumpul di sebuah rumah sebelum terjadi keributan.

“Korban dan pelaku sebenarnya saudara juga bertetangga. Katanya mereka sedang duduk di sebuah rumah, terus ribut, terjadi perkelahian hingga akhirnya korban ditemukan tergeletak di dekat rumah itu dengan kondisi sudah lemas,” ungkapnya.

Dua orang yang diduga menjadi pelaku berinisial EG dan EN, kini tengah dalam pengejaran pihak kepolisian

. “Untuk terduga pelaku yang mengeroyok korban itu, adik abang berinisial EG dan EN, dan telah melarikan diri. Sekarang dalam pengejaran pihak kepolisian,” sambung Datok Fahrul.

Syahrial ditemukan oleh warga dalam kondisi tak berdaya, dengan luka memar di wajah dan bagian belakang kepala yang membiru, diduga akibat pukulan benda tumpul. Warga sempat membawa korban untuk mendapatkan perawatan medis, namun nyawanya tak tertolong.

“Korban ini ditemukan oleh warga, dengan kondisi sudah tidak berdaya lagi, bagian wajahnya memar dan belakang kepala membiru. Diduga dipukul dengan benda tumpul,” tuturnya.

Korban akhirnya dinyatakan meninggal dunia dalam perjalanan menuju fasilitas kesehatan. Sementara itu, pihak kepolisian masih menyelidiki motif serta kronologi lengkap kejadian tersebut.

“Sedangkan untuk kronologis lengkap dan motifnya belum diketahui,” pungkas Datok Fahrul.

Editor: Akil

Personel BKO Polda Aceh Dikerahkan Amankan PSU Pilwalkot Sabang

0
Personel BKO Polda Aceh Dikerahkan Amankan PSU Pilwalkot Sabang. (Foto: RRI)

NUKILAN.id | Sabang – Jelang pelaksanaan Pemungutan Suara Ulang (PSU) Pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Sabang pada 5 April 2025, Polres Sabang mendapat tambahan kekuatan dari Polda Aceh. Personel Bantuan Kendali Operasi (BKO) tiba di Kota Sabang pada Jumat (4/4/2025), dan langsung disambut Kapolres Sabang AKBP Erwan bersama jajaran di Mapolres setempat.

Turut hadir dalam penyambutan tersebut Wakapolres Kompol Ridwan, Kabag Ops AKP Bukhari, serta Para Pejabat Utama (PJU) Polres Sabang. Kehadiran pasukan tambahan ini menjadi langkah konkret untuk memperkuat pengamanan saat PSU berlangsung.

“Adapun personel yang diperbantukan ke Polres Sabang meliputi unsur dari Sat Brimob Polda Aceh, Direktorat Intelkam, dan Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Aceh. Mereka akan bergabung bersama personel Polres Sabang untuk mengawal jalannya PSU agar tetap kondusif dan aman,” terang Kapolres Erwan.

Ia juga menyampaikan apresiasi atas dukungan penuh Polda Aceh yang menurunkan kekuatan tambahan dalam rangka menjaga stabilitas wilayah. Menurutnya, kehadiran personel BKO mencerminkan komitmen Polri dalam menciptakan pemilu yang aman dan demokratis.

“Kami sangat mengapresiasi kehadiran personel BKO yang siap membantu Polres Sabang dalam memastikan PSU berlangsung dengan aman, tertib, dan kondusif. Yang perlu kami tekankan, pentingnya sinergi dan profesionalisme dalam pelaksanaan tugas di lapangan,” ujar Erwan.

Lebih lanjut, ia mengingatkan seluruh personel agar tetap memegang prinsip netralitas dan mengedepankan pendekatan humanis dalam bertugas.

“Seluruh personel diharapkan dapat menjalankan tugas dengan profesional, mengedepankan pendekatan humanis, dan tetap menjaga netralitas dalam pelaksanaan PSU ini,” tegasnya.

Dengan kekuatan pengamanan yang ditingkatkan, Polres Sabang optimistis PSU Pilkada Serentak 2024 dapat berjalan lancar dan aman. Kehadiran aparat diharapkan memberikan rasa nyaman kepada masyarakat dalam menyalurkan hak pilihnya, serta menciptakan suasana demokrasi yang sehat dan bermartabat di Kota Sabang.

Editor: AKil

Penerbangan Perdana Wings Air Mendarat di Bandara Cut Nyak Dhien

0
Penerbangan Perdana Wings Air Mendarat di Bandara Cut Nyak Dhien. (Foto: Bisnis.com)

NUKILAN.id | Sukamakmue – Untuk pertama kalinya, maskapai Wings Air mendarat di Bandara Cut Nyak Dhien menandai babak baru dalam konektivitas udara di wilayah barat Aceh. Momen bersejarah ini disambut antusias oleh masyarakat dan jajaran pejabat daerah, yang hadir langsung di bandara untuk menyaksikan momen perdana tersebut.

Pesawat jenis ATR 72-600 milik Wings Air yang berkapasitas 72 kursi kelas ekonomi itu menjadi simbol pembuka jalur udara langsung ke kawasan Nagan Raya, Aceh Barat, dan Aceh Barat Daya—tanpa harus transit di kota lain.

Dengan desain yang ramping dan efisien, pesawat bermesin turboprop ini dirancang khusus untuk menjangkau wilayah-wilayah kabupaten dan kecamatan. Konektivitas udara yang terbangun melalui penerbangan ini diharapkan mampu memperkuat akses logistik, memacu geliat pariwisata, serta membuka peluang ekonomi baru di kawasan barat Aceh.

Kepala Bandara Cut Nyak Dhien, Al Buston, turut menyambut kru dan penumpang penerbangan perdana tersebut. Ia memberikan kalungan bunga sebagai simbol penghargaan dan dukungan atas pembukaan rute baru ini.

“Pesawat ini menjadi penghubung vital bagi masyarakat, membuka akses mobilitas yang lebih efisien dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah,” ujarnya dalam keterangan resmi, Jumat (4/4/2025).

Dalam penerbangan tersebut, para pramugari Wings Air tampil dengan seragam berhijab, sebagai bentuk penghormatan terhadap nilai-nilai syariah yang berlaku di Aceh. Langkah ini juga menunjukkan komitmen Wings Air dalam menjunjung kearifan lokal, tanpa mengesampingkan profesionalitas layanan penerbangan.

Rute ini sekaligus menghubungkan masyarakat Aceh Barat dengan jaringan penerbangan nasional dan internasional melalui bandara penghubung (hub) Kualanamu, Medan. Dari sana, penumpang dapat melanjutkan perjalanan ke berbagai kota besar seperti Jakarta, Yogyakarta, Surabaya, Bali, Batam, hingga destinasi luar negeri seperti Kuala Lumpur dan Penang di Malaysia.

Tiket penerbangan sudah dapat dipesan secara daring melalui aplikasi BookCabin, termasuk layanan check-in online yang memudahkan penumpang dalam mengatur perjalanan.

Kehadiran Wings Air di Aceh Barat diharapkan menjadi titik awal dari peningkatan mobilitas yang lebih luas di wilayah barat Sumatra, sekaligus mempertegas peran transportasi udara dalam mendukung pembangunan daerah.

Editor: AKil

Tes Literasi UTBK SNBT 2025, Ini Kemampuan yang Wajib Dimiliki Peserta

0
Tes Literasi UTBK SNBT 2025. (Foto: Kompas.com)

NUKILAN.id | Jakarta – Tes Literasi menjadi salah satu bagian penting dalam Ujian Tes Berbasis Komputer (UTBK) Seleksi Nasional Berbasis Tes (SNBT) 2025. Tes ini mengukur kemampuan peserta dalam memahami dan menganalisis bacaan, baik dalam bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris.

Tiga Jenis Tes Literasi

Tes Literasi dalam UTBK SNBT 2025 terbagi menjadi tiga bagian, yakni:

  1. Tes Literasi dalam Bahasa Indonesia (30 soal, waktu pengerjaan 42,5 menit)
  2. Tes Literasi dalam Bahasa Inggris (20 soal, waktu pengerjaan 20 menit)
  3. Penalaran Matematika

Dalam dua tes literasi bahasa tersebut, peserta akan dinilai berdasarkan kemampuan Reading Literacy, yakni kemampuan memahami, menggunakan, mengevaluasi, serta berinteraksi aktif dengan teks untuk mengembangkan pengetahuan dan berpartisipasi dalam masyarakat.

Kompetensi yang Diuji dalam Tes Literasi

Tes Literasi dalam UTBK SNBT 2025 menilai dua aspek utama, yaitu kompetensi kebahasaan dan strategi kognitif.

1. Kompetensi Kebahasaan

Peserta diharapkan memiliki penguasaan bahasa yang baik, termasuk pemahaman perbendaharaan kata, tata bahasa, dan kosakata baku dalam bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris. Pemahaman ini menjadi kunci dalam mengerjakan soal yang berkaitan dengan teks bacaan.

2. Strategi Kognitif

Selain memahami teks, peserta juga harus mampu menangkap konteks yang melingkupi bacaan. Teks yang diujikan meliputi:

  • Teks umum (berisi bacaan inspiratif dan informasi umum)
  • Teks sastra (novel remaja)
  • Teks saintek dan sosial humaniora (eksplanatif, ulasan, argumentatif)

Dalam tes ini, peserta akan diuji dalam berbagai keterampilan membaca, seperti:

  • Menggali dan mengungkapkan informasi dari bacaan
  • Memadukan informasi dan menafsirkan makna
  • Mengapresiasi karya sastra
  • Menganalisis unsur eksplanatif dalam bacaan
  • Mengevaluasi ulasan dalam teks
  • Menentukan relevansi fakta dan opini dalam teks argumentatif

Tantangan dalam Tes Literasi

Peserta UTBK SNBT 2025 diharapkan memiliki strategi membaca yang efektif untuk memahami bacaan dengan cepat dan akurat. Pemahaman terhadap struktur teks dan makna kontekstual akan menjadi faktor penting dalam menjawab soal dengan tepat.

Dengan persiapan yang matang, peserta diharapkan mampu menghadapi Tes Literasi dengan percaya diri dan mendapatkan hasil yang maksimal dalam UTBK SNBT 2025.

Editor: Akil

DLH Aceh Anggarkan Rp 1,8 Miliar untuk Pengadaan Sepatu Dinas

0
Ilustrasi Sepatu PDL. (Foto: Detik.com)

NUKILAN.id | Banda Aceh– Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Aceh mengalokasikan anggaran lebih dari Rp 1,8 miliar untuk pengadaan sepatu dinas bagi pegawai. Sepatu yang akan dibeli terdiri dari dua jenis, yakni untuk Pakaian Dinas Harian (PDH) dan Pakaian Dinas Lapangan (PDL).

Informasi ini terungkap dalam Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan (Sirup) Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) Aceh yang dikutip pada Jumat (4/4/2025). Dalam dokumen tersebut, tender pengadaan sepatu PDH tercatat dengan kode RUP 55229493.

Sepatu PDH yang direncanakan untuk dibeli memiliki tipe TNI, dengan total pagu anggaran sebesar Rp 828.931.905. Pengadaan sepatu ini menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2025.

Sementara itu, untuk sepatu PDL, tendernya tercatat dengan kode RUP 55233173. Jenis sepatu yang akan dibeli adalah PDL Delta Tactical Boots 8 Inc dengan spesifikasi Cordura.

Sepatu untuk keperluan lapangan ini juga dianggarkan melalui APBD 2025 dengan total dana sebesar Rp 1.023.975.000.

Pengadaan sepatu dinas ini menjadi sorotan di tengah kebijakan anggaran pemerintah daerah yang terus mendapat perhatian publik. Hingga saat ini, pihak DLH Aceh belum memberikan pernyataan resmi terkait urgensi dan alasan di balik besarnya alokasi dana untuk pembelian sepatu tersebut.

Editor: Akil

Musim Panen, Harga Gabah Kering di Kluet Timur Capai Rp6.400 per Kilogram

0
Proses panen padi. (Foto: Nukilan)

NUKILAN.id | Tapaktuan – Memasuki musim panen, harga Gabah Kering Panen (GKP) di Kluet Timur, Aceh Selatan, berada di kisaran Rp6.000 hingga Rp6.400 per kilogram. Harga tersebut dinilai cukup baik oleh petani, meski mereka masih menghadapi berbagai tantangan dalam proses panen.

Adi, seorang petani di Kluet Timur, mengungkapkan bahwa panen tahun ini sudah berlangsung sejak awal Ramadan lalu hingga pasca-Idulfitri. Menurutnya, hasil panen cukup memuaskan, namun masih ada kendala yang mereka hadapi.

“Alhamdulillah, harga gabah tahun ini cukup bagus. Tapi kami juga menghadapi tantangan, seperti cuaca yang tidak menentu dan biaya operasional yang semakin tinggi,” ungkap Adi saat ditemui di sawahnya, Jumat (4/4/2025).

Adi menjelaskan bahwa hujan yang turun di beberapa hari terakhir sempat menghambat proses pengeringan gabah. Selain itu, biaya untuk tenaga kerja dan alat panen juga mengalami kenaikan.

“Kami berharap harga ini bisa stabil sampai panen berakhir. Karena kalau turun, petani bisa rugi besar, apalagi biaya produksi sekarang mahal,” tambahnya.

Musim panen di Kluet Timur diperkirakan akan berlangsung hingga pertengahan April. Petani berharap pemerintah dapat membantu dalam stabilisasi harga dan penyediaan sarana pertanian agar mereka bisa mendapatkan keuntungan yang layak. (XRQ)

Reporter: Akil

Hasto Tahanan Kasus Korupsi, Bukan Tahanan Politik!

0
Sekjen PDIP, Hasto Kristiyanto kenakan rompi orange dan dibrogol dipamerkan saat konferensi pers KPK. (Foto: Gemapos.ID)

NUKILAN.id | Opini – Sidang perdana Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, akhirnya digelar di Pengadilan Tipikor Jakarta pada 14 Maret 2025. Sidang ini menjadi babak baru dalam proses hukum yang sempat terhambat akibat penolakannya memenuhi panggilan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Hasto menghadapi dua dugaan serius: suap dan perintangan penyidikan, yang berkaitan dengan mantan Komisioner KPU, Wahyu Setiawan, serta buronan KPK, Harun Masiku, yang hingga kini masih dalam pencarian.

Sebagai tokoh politik berpengaruh, kasus yang menjerat Hasto tak lepas dari sorotan publik. PDIP sendiri telah berupaya membela Hasto dengan mengajukan praperadilan guna menggugurkan status tersangkanya. Namun, upaya ini kandas setelah Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Juyamto, menolak permohonan tersebut pada 13 Februari 2025. Putusan hakim menegaskan bahwa status tersangka yang disematkan kepada Hasto sah secara hukum, dan proses peradilan harus tetap berlanjut.

Namun, yang menarik dari kasus ini bukan sekadar substansi dakwaan terhadap Hasto, melainkan juga bagaimana PDIP memainkan strategi politik dalam menyikapinya. Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri, secara terbuka menginstruksikan kader-kadernya untuk turun ke masyarakat dan memberikan dukungan penuh kepada Hasto. Instruksi ini bukan sekadar bentuk solidaritas, melainkan juga strategi politik untuk membangun narasi bahwa Hasto adalah korban kriminalisasi.

Strategi ini menimbulkan pertanyaan besar: apakah benar Hasto sedang dikriminalisasi, atau ini hanya upaya membangun citra untuk mengalihkan opini publik? Soliditas partai dalam menghadapi kasus ini tentu bisa dimaklumi, namun ketika dukungan itu terorganisir secara terbuka, dampaknya bisa merugikan citra hukum di Indonesia. Ada kekhawatiran bahwa opini publik sengaja diarahkan untuk menekan lembaga peradilan, sehingga independensi hukum menjadi taruhannya.

Sebagai partai besar yang memiliki pengaruh politik kuat, PDIP tentu ingin menjaga nama baiknya. Namun, membingkai kasus hukum sebagai agenda politik justru bisa berdampak negatif. Masyarakat bisa menilai bahwa ada upaya mengintervensi proses hukum demi kepentingan politik. Hal ini bisa semakin mengikis kepercayaan publik terhadap independensi peradilan, terutama di tengah isu bahwa hukum kerap tebang pilih dalam menangani kasus korupsi yang melibatkan elite politik.

Dalam konteks ini, Hasto seharusnya tidak membangun narasi bahwa dirinya adalah korban kriminalisasi, melainkan menghadapi persidangan dengan transparan dan jujur. Jika ia benar tidak bersalah, pengadilan akan membuktikannya. Namun, jika terbukti bersalah, hukum harus tetap ditegakkan tanpa ada tekanan politik yang berusaha mengaburkan kebenaran.

Narasi kriminalisasi yang kerap dimainkan oleh para politisi yang terjerat kasus hukum sesungguhnya hanya menciptakan kebingungan di tengah masyarakat. Jika setiap tokoh yang diproses hukum selalu mengklaim dirinya sebagai korban politik, lalu bagaimana hukum bisa benar-benar tegak? Drama politik semacam ini hanya membuat publik semakin skeptis terhadap integritas sistem peradilan di Indonesia.

Pada akhirnya, yang diinginkan rakyat bukanlah narasi dramatis yang dimainkan di panggung politik, melainkan proses hukum yang adil, transparan, dan bebas dari intervensi politik. Jika Hasto memang tidak bersalah, maka fakta-fakta persidangan akan membuktikannya. Sebaliknya, jika ia terbukti bersalah, hukum harus ditegakkan tanpa kompromi. Independensi hukum adalah pilar utama dalam demokrasi, dan ia tidak boleh diganggu oleh permainan politik, siapa pun pelakunya. (XRQ)

Reporter: Akil

Harga Emas di Pegadaian Naik Signifikan, Cek Rinciannya!

0
Emas Pegadaian. (Foto: Kompas.com)

NUKILAN.id | Jakarta – Harga emas batangan di Pegadaian mengalami kenaikan yang cukup signifikan pada hari ini, Jumat (4/4/2025). Emas batangan Antam, Galeri-24, dan UBS kompak mengalami lonjakan harga, mencerminkan tren positif di pasar logam mulia.

Berdasarkan data yang dihimpun Nukilan.id dari laman Galeri 24, emas Antam dengan berat 1 gram kini dibanderol seharga Rp 1.882.000, naik dari harga sebelumnya. Sementara itu, pecahan 0,5 gram dijual seharga Rp 993.000, dan emas 2 gram dibanderol Rp 3.703.000.

Tidak hanya emas Antam, harga emas batangan dari Galeri-24 juga turut merangkak naik. Emas Galeri-24 dengan berat 1 gram kini dijual seharga Rp 1.807.000. Untuk pecahan 0,5 gram, harganya mencapai Rp 974.000, sementara pecahan 2 gram dipatok seharga Rp 3.543.000.

Sementara itu, emas UBS juga mengalami kenaikan harga. Emas UBS dengan berat 1 gram kini dihargai Rp 1.825.000, sedangkan pecahan 0,5 gram dan 2 gram masing-masing dijual seharga Rp 987.000 dan Rp 3.620.000.

Untuk lebih jelasnya, berikut daftar harga emas di Pegadaian pada Jumat (4/4/2025):

Harga Emas Antam:

  • 0,5 gram: Rp 993.000
  • 1 gram: Rp 1.882.000
  • 2 gram: Rp 3.703.000
  • 3 gram: Rp 5.528.000
  • 5 gram: Rp 9.179.000
  • 10 gram: Rp 18.302.000
  • 25 gram: Rp 45.625.000
  • 50 gram: Rp 91.169.000
  • 100 gram: Rp 182.258.000
  • 250 gram: Rp 455.372.000
  • 500 gram: Rp 910.528.000
  • 1000 gram: Rp 1.821.015.000

Harga Emas Galeri-24:

  • 0,5 gram: Rp 974.000
  • 1 gram: Rp 1.807.000
  • 2 gram: Rp 3.543.000
  • 5 gram: Rp 8.761.000
  • 10 gram: Rp 17.402.000
  • 25 gram: Rp 43.460.000
  • 50 gram: Rp 86.851.000
  • 100 gram: Rp 173.685.000
  • 250 gram: Rp 433.867.000
  • 500 gram: Rp 867.732.000
  • 1000 gram: Rp 1.735.462.000

Harga Emas UBS:

  • 0,5 gram: Rp 987.000
  • 1 gram: Rp 1.825.000
  • 2 gram: Rp 3.620.000
  • 5 gram: Rp 8.945.000
  • 10 gram: Rp 17.794.000
  • 25 gram: Rp 44.398.000
  • 50 gram: Rp 88.614.000
  • 100 gram: Rp 177.157.000
  • 250 gram: Rp 442.762.000
  • 500 gram: Rp 884.480.000

Dengan tren kenaikan harga ini, emas semakin menarik sebagai instrumen investasi jangka panjang. Para investor diharapkan dapat memanfaatkan momentum ini dengan bijak dalam menentukan keputusan investasi mereka. (XRQ)

Reporter: AKil