Beranda blog Halaman 464

Tim Gabungan Awasi Penjualan Emas di Banda Aceh, Cegah Kecurangan Timbangan

0
Tim gabungan Polresta Banda Aceh bersama Pemko Banda Aceh saat melakukan penimbangan emas di pasaran, di Banda Aceh. (Foto: ANTARA)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Upaya menjaga kepercayaan masyarakat terhadap perdagangan emas terus dilakukan. Tim gabungan dari Polresta Banda Aceh bersama UPTD Metrologi Legal Dinas Koperasi, UKM dan Perdagangan (Diskopukmdag) Kota Banda Aceh turun langsung ke sejumlah toko emas untuk melakukan penimbangan ulang, Senin (14/4/2025).

Langkah ini menjadi yang pertama dilakukan secara resmi di Banda Aceh, menyusul penempatan petugas metrologi di wilayah tersebut tahun ini. Kegiatan ini pun direncanakan berlangsung secara rutin ke depannya.

“Ini baru pertama kali dilakukan karena memang baru tahun ini ada petugasnya, kegiatan ini bakal berkelanjutan hingga ke depan,” ujar Penera Madya UPTD Metrologi Legal Diskopukmdag Kota Banda Aceh, Andika Abdi Sumarto.

Dari hasil pemeriksaan, Andika menyebutkan bahwa berat emas yang dijual para pedagang masih sesuai standar dan tidak ditemukan indikasi kecurangan. Bahkan, alat timbangan yang digunakan juga telah memenuhi ketentuan yang berlaku.

“Alhamdulillah, semuanya aman dan sesuai, untuk tera (timbangan yang digunakan pedagang) juga sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” katanya.

Andika menambahkan, penimbangan ulang ini bukan hanya bagian dari pengawasan rutin, tapi juga program kerja Diskopukmdag Kota Banda Aceh sebagai bentuk perlindungan konsumen.

“Kita mengimbau masyarakat khususnya pedagang emas untuk mengukur kembali teranya setiap tahun, dan ini gratis,” tuturnya.

Langkah pengawasan ini juga mendapat dukungan penuh dari kepolisian. Kanit III Tipidter Satreskrim Polresta Banda Aceh, Ipda Al Anshar, menegaskan bahwa kegiatan ini bertujuan mencegah potensi kerugian yang bisa dialami baik pedagang maupun pembeli emas.

“Ini kita lakukan sebagai upaya pencegahan serta mengantisipasi agar jangan ada kerugian antara pedagang dan pembeli. Karena itu, kami sengaja menyurati dinas untuk turun langsung ke lapangan,” ujar Ipda Al Anshar.

Meski sejauh ini belum ada laporan masyarakat terkait kekurangan berat emas yang dibeli di pasaran, kepolisian bersama instansi terkait memastikan akan terus melakukan pengawasan berkala sebagai bentuk komitmen menciptakan perdagangan yang adil dan transparan.

“Ke depan, kita dari kepolisian bersama dinas terkait bakal terus melakukan pengawasan secara berkelanjutan,” pungkasnya.

Editor: Akil

Lazismu Aceh Dukung Ketahanan Pangan lewat Kurban Rendang Kemasan

0
Lazismu Aceh Dukung Ketahanan Pangan lewat Kurban Rendang Kemasan. (Foto: SuaraMuhammadiyah)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Lembaga Amil Zakat, Infak, dan Sedekah Muhammadiyah (Lazismu) Aceh mendorong penguatan ketahanan pangan masyarakat melalui program kurban kemasan, khususnya untuk mendukung kebutuhan gizi dalam situasi darurat dan kemanusiaan.

Ketua Lazismu Aceh, Firdaus Nyak Idin, menyebutkan bahwa daging kurban yang biasanya dibagikan dalam bentuk segar kini diolah menjadi rendang kemasan siap konsumsi. Inovasi ini bertujuan agar kurban dapat disimpan dalam jangka waktu lama dan siap didistribusikan kapan saja, terutama saat bencana terjadi.

Langkah ini, kata Firdaus, merujuk pada Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Nomor 37 Tahun 2019 yang membolehkan pengawetan dan pendistribusian daging kurban dalam bentuk olahan atau kemasan.

“Selain untuk dukungan pada bencana alam dan bencana sosial sebagaimana dimaksud, program ini juga dapat digunakan untuk penanganan bencana lain seperti stunting, gizi buruk, atau bencana kelaparan yang mungkin saja terjadi. Bahkan, juga dapat dimanfaatkan untuk mendukung program peningkatan status dan kapasitas gizi bagi anak, remaja, ibu hamil, dan lansia yang membutuhkan, baik dalam situasi bencana, darurat, maupun dalam kondisi rentan lainnya,” ujar Firdaus di Banda Aceh, Senin (14/4/2025).

Ia menambahkan, program ini merupakan bagian dari peran dakwah Muhammadiyah dan kehadiran nyata organisasi dalam situasi darurat. Melalui pendekatan ini, Lazismu dapat hadir secara lebih efektif dan efisien membantu masyarakat terdampak.

Data kebencanaan menunjukkan bahwa Aceh termasuk wilayah dengan tingkat bencana yang tinggi. Sepanjang tahun 2024, tercatat 273 kejadian bencana dengan kerugian material mencapai Rp123 miliar. Bencana ini menyebabkan 12 orang meninggal dunia, serta berdampak langsung pada 159.141 jiwa atau sekitar 44.641 kepala keluarga. Tak kurang dari 4.144 orang harus mengungsi.

Adapun jenis bencana yang terjadi antara lain kebakaran permukiman (86 kali), banjir (68 kali), kebakaran hutan dan lahan (63 kali), angin puting beliung (34 kali), longsor (14 kali), dan banjir bandang (4 kali). Aceh juga mengalami kekeringan, dan sedikitnya 787 rumah mengalami kerusakan akibat kombinasi bencana yang terjadi.

“Bahkan tidak sedikit keluarga yang kehilangan mata pencaharian. Salah satu akibat langsung dari situasi bencana adalah terganggunya kondisi sosial dan kesehatan masyarakat, termasuk ketersediaan kebutuhan dasar seperti makanan,” tutup Firdaus.

Dengan program kurban kemasan ini, Lazismu berharap dapat terus memperkuat ketahanan pangan masyarakat, sekaligus menjawab tantangan penanganan gizi di tengah bencana secara cepat dan tepat sasaran.

Editor: AKil

DPRA Gelar Paripurna, Gubernur Aceh Sampaikan LKPJ 2024

0
DPRA Gelar Paripurna, Gubernur Aceh Sampaikan LKPJ 2024. (Foto: DPRA)

NUKILAN.id | Banda Aceh Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) menggelar Rapat Paripurna yang menjadi panggung penting bagi dua agenda besar: penyampaian Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Gubernur Aceh Tahun Anggaran 2024 dan penyerahan Laporan Reses I Tahun 2025. Rapat yang digelar Selasa pagi (15/4/2025) ini dibuka langsung oleh Ketua DPRA, Zulfadhli, A.Md, di ruang sidang utama DPRA, Banda Aceh.

Dalam pidato pembukaannya, Zulfadhli menegaskan bahwa pelaksanaan paripurna ini sesuai dengan keputusan Badan Musyawarah DPRA pada 8 April 2025 dan mengacu pada Peraturan Pemerintah Nomor 13 Tahun 2019 tentang Laporan dan Evaluasi Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah. Ia menyebut dokumen LKPJ telah diterima secara administratif sejak 25 Maret 2025.

Tak hanya menerima laporan, DPRA juga langsung bergerak membentuk Panitia Khusus (Pansus) untuk membahas lebih lanjut isi LKPJ tersebut. “Kepada anggota Pansus yang telah ditetapkan, kami mengharapkan agar dapat segera memilih pimpinan dan mempercepat penyusunan rekomendasi paling lambat 30 hari setelah LKPJ diterima,” ujar Zulfadhli.

Gubernur Aceh, Muzakir Manaf, dalam sambutannya memaparkan capaian kinerja Pemerintah Aceh sepanjang tahun 2024. Ia menyampaikan bahwa pendapatan daerah berhasil direalisasikan sebesar Rp11,45 triliun atau mencapai 101,70% dari target, sementara belanja daerah terealisasi sebesar Rp11,34 triliun atau 97,18%.

Selain capaian fiskal, Muzakir juga menyoroti sejumlah indikator keberhasilan pembangunan, seperti penurunan angka kemiskinan menjadi 12,64%, peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) menjadi 75,36, serta realisasi investasi yang menembus angka Rp9,47 triliun.

“Di bidang pendidikan, Pemerintah Aceh telah menyalurkan beasiswa kepada lebih dari 51 ribu siswa yatim dan piatu, serta meningkatkan sarana dan prasarana di sekolah dan dayah,” ujar Gubernur yang akrab disapa Mualem itu.

Pada momentum yang sama, DPRA juga menyerahkan hasil Rekapitulasi Aspirasi Masyarakat dari kegiatan Reses I Tahun 2025 kepada Pemerintah Aceh. Kegiatan reses ini telah berlangsung sejak 24 Februari hingga 5 Maret 2025 di seluruh daerah pemilihan, dan menjadi medium utama bagi wakil rakyat menyerap aspirasi langsung dari konstituen.

Rapat paripurna ini ditutup dengan ajakan Ketua DPRA kepada seluruh elemen pemerintahan dan masyarakat untuk terus memperkuat sinergi dalam membangun Aceh yang lebih maju dan sejahtera. Agenda paripurna pun berlanjut ke sesi sore hari dengan penetapan Program Legislasi Aceh (Prolega) untuk periode 2024-2029.

Rapat paripurna ini menandai komitmen bersama antara eksekutif dan legislatif dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang transparan dan responsif terhadap kebutuhan rakyat Aceh.

Editor: Akil

Tersengat Listrik, Gajah Sumatera Ditemukan Mati di Area Persawahan Aceh Jaya

0
Gajah Sumatera Ditemukan Mati di Area Persawahan Aceh Jaya. (Foto: Mongabay)

NUKILAN.id | Calang – Seekor gajah sumatera (Elephas maximus sumatranus) ditemukan mati di area persawahan Desa Aleu Jang, Kecamatan Pasie Raya, Kabupaten Aceh Jaya, Aceh, pada Rabu (9/4/2025). Dikutip dari Mongabay.co.id, satwa dilindungi ini diduga tewas akibat tersengat listrik dari pagar kebun milik warga.

“Lokasi kematian sekitar satu kilometer dari permukiman penduduk atau di area persawahan,” kata Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh, Ujang Wisnu Barata, Kamis (10/4/2025).

Gajah jantan tersebut diperkirakan berusia sekitar 25 tahun. Tim dari BKSDA Aceh bersama personel Kepolisian Resor Aceh Jaya telah melakukan nekropsi untuk memastikan penyebab kematiannya.

“Tujuannya, untuk pemeriksaan laboratorium guna memastikan penyebab kematian satwa dilindungi ini. Diduga, akibat sengatan listrik,” lanjut Ujang.

BKSDA mencatat, sepanjang 2024 terjadi kematian 10 individu gajah sumatera. Sementara dari Januari hingga April 2025, tercatat sudah dua gajah mati. Kasus kematian ini menambah panjang daftar konflik manusia dan satwa di Aceh.

Ujang mengimbau masyarakat agar tidak melakukan tindakan yang membahayakan kelestarian gajah, seperti memasang jerat, racun, atau aliran listrik di kebun. Ia juga menegaskan bahwa menyimpan, memelihara, memperniagakan, atau bahkan menyentuh satwa dilindungi secara ilegal adalah perbuatan yang dilarang.

Dilema Petani: Antara Gajah dan Hama

Ansari, warga Pasie Raya, mengungkapkan bahwa gajah tersebut pertama kali ditemukan oleh warga setempat sebelum dilaporkan kepada perangkat desa dan pihak berwenang.

“Dikarenakan arus listrik yang dipasang di kebun masyarakat,” jelasnya, Jumat (11/4/2025).

Menurut Ansari, sebagian besar petani di wilayahnya memasang pagar listrik untuk melindungi tanaman dari hama babi. Namun sejak perkebunan sawit semakin meluas di Aceh Jaya, gangguan dari satwa liar seperti gajah pun kian sering terjadi.

“Kami belum mendapatkan solusi untuk menjaga tanaman dan juga padi di sawah yang sering dirusak babi. Sejak sawit meluas di Aceh Jaya, kebun kami sering didatangi gajah,” katanya.

Catatan Kelam Konflik Gajah dan Manusia

Kasus seperti ini bukan yang pertama kali terjadi. Sebelumnya, pada Sabtu (1/2/2025), seekor gajah betina liar berusia delapan tahun juga mati di Kecamatan Julok Rayeuk, Kabupaten Aceh Timur. Gajah tersebut sempat dirawat oleh tim BKSDA dan mitra karena mengalami luka-luka.

“Sejumlah luka di tubuh, menjadi sebab kematiannya,” ungkap Ujang.

Data dari Forum Konservasi Gajah yang dikutip dalam jurnal Reformasi Hukum Trisakti (2023) menunjukkan bahwa habitat gajah sumatera mengalami penyusutan drastis dalam beberapa dekade terakhir. Dari 44 kantong habitat pada 1985, hanya tersisa 25 kantong pada 2007, dan hanya 12 di antaranya yang memiliki populasi gajah di atas 50 individu.

Habitat-habitat tersebut antara lain berada di Taman Nasional Gunung Leuser dan Ulu Masen (Aceh), Bukit Tiga Puluh (Jambi), Tesso Nilo (Riau), hingga Way Kambas dan Bukit Barisan Selatan (Lampung).

Di Aceh sendiri, konflik manusia dengan gajah terjadi hampir merata di 19 kabupaten/kota. Kabupaten dengan kasus konflik tertinggi adalah Aceh Timur (47 kasus), disusul Aceh Jaya (44 kasus), dan Pidie (33 kasus).

Rentetan konflik ini juga berdampak pada manusia. Dalam kurun 2012-2017, sebanyak 11 orang dilaporkan terluka dan 8 meninggal dunia akibat konflik dengan gajah. Dalam periode yang sama, 68 individu gajah mati — 45 akibat konflik langsung, 14 karena perburuan, dan 9 lainnya karena sebab alami.

Kritis dan Terancam Punah

Gajah sumatera merupakan satwa liar dilindungi yang kini berstatus Kritis menurut daftar merah IUCN. Mamalia besar ini hanya ditemukan di Pulau Sumatera dan menghadapi ancaman tinggi terhadap kepunahan di alam liar, terutama akibat perusakan habitat dan perambahan kawasan hutan.

Upaya konservasi yang lebih serius dan menyeluruh menjadi kunci agar tragedi serupa tak terus berulang. Perlindungan habitat, pengawasan kebun, hingga edukasi kepada warga menjadi langkah penting dalam menyelamatkan gajah sumatera dari ambang kepunahan.

Editor: Akil

UIN Ar-Raniry Siap Fasilitasi Rekrutmen Beasiswa Turki bagi Mahasiswa Aceh

0
UIN Ar-Raniry Siap Fasilitasi Rekrutmen Beasiswa Turki untuk Pelajar Aceh. (Foto: ar-raniry.ac.id)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh menyatakan kesiapannya untuk memfasilitasi proses rekrutmen beasiswa dari Pemerintah Turki bagi pelajar dan mahasiswa Aceh yang berminat melanjutkan studi ke negeri tersebut.

Dikutip Nukilan.id dari laman resmi ar-raniry.ac.id, komitmen itu disampaikan langsung oleh Rektor UIN Ar-Raniry, Prof Mujiburrahman MAg, saat membuka kegiatan Wawancara Beasiswa Türkiye Diyanet Vakfı (TDV) dan Seminar Beasiswa Turki yang digelar oleh Persatuan Alumni & Keluarga Masyarakat Aceh – Turki (PAKAT), Selasa (15/4/2025), di Ruang Teater Museum UIN Ar-Raniry.

“Kami siap membantu Pemerintah Turki dalam menjaring anak-anak Aceh yang ingin belajar di Turki, tidak hanya di bidang keagamaan, tetapi juga di berbagai disiplin ilmu seperti sains dan teknologi,” ujar Prof Mujiburrahman.

Ia juga mengungkapkan bahwa UIN Ar-Raniry akan membuka pelatihan Bahasa Turki melalui UPT Pusat Bahasa sebagai langkah awal untuk mempersiapkan mahasiswa yang akan melanjutkan pendidikan ke Turki.

Dalam sambutannya, Prof Mujiburrahman turut menyinggung hubungan historis yang kuat antara Aceh dan Turki sejak masa Kesultanan Utsmani dan Kesultanan Aceh Darussalam. Ia menilai kerja sama pendidikan seperti ini sebagai upaya untuk mempererat kembali hubungan sejarah yang sudah terjalin sejak lama.

Sementara itu, perwakilan Kementerian Agama Turki, Dr Dursun Ali Coskun, menyampaikan harapan agar kerja sama ini dapat menjadi jembatan untuk memperkuat hubungan bilateral antara Turki dan Indonesia. Ia juga menjelaskan secara teknis mengenai beasiswa TDV, mulai dari proses pendaftaran hingga fasilitas yang ditawarkan kepada penerima beasiswa.

Apresiasi juga datang dari Ketua Umum PAKAT, Darlis Azis MA, yang mengapresiasi dukungan penuh UIN Ar-Raniry terhadap kegiatan ini.
“Kami berharap seminar ini dapat membuka wawasan dan mendorong minat mahasiswa Aceh untuk melanjutkan pendidikan ke Turki,” ujar Darlis.

Wawancara beasiswa sendiri dijadwalkan berlangsung selama dua hari, yakni Selasa dan Rabu, 15–16 April 2025. Sebelum masuk tahap wawancara, peserta terlebih dahulu mengikuti tes tertulis yang berisi 20 soal logika dasar.

Dalam sesi wawancara, para peserta diminta memperkenalkan diri dalam Bahasa Arab, Inggris, atau Bahasa Indonesia, serta menjawab pertanyaan seputar pengetahuan dasar Islam, hafalan Al-Qur’an, dan pengetahuan umum lainnya.

Adapun seminar beasiswa yang turut digelar pada kesempatan tersebut menghadirkan tiga narasumber, yakni Muhammad Haykal (awardee Beasiswa TDV 2009–2013), Raihan Nusyur (awardee Beasiswa YTB 2017–2020), dan Taufiq Kurniawan (alumni Marmara University), yang berbagi pengalaman selama menjalani studi di Turki.

Turut hadir pula dalam acara ini Prof Dr Ali Kursat, Dekan Fakultas Teologi Erciyes University, Turki.

Kegiatan ini terselenggara berkat kolaborasi antara UIN Ar-Raniry, Türkiye Diyanet Vakfı (TDV), dan Persatuan Alumni & Masyarakat Aceh-Turki (PAKAT), dan diikuti oleh puluhan mahasiswa yang antusias untuk melanjutkan pendidikan tinggi di Turki. (XRQ)

Reporter: Akil

KIP Aceh Tetapkan Bunda Salma Gantikan Ayahwa di DPRA

0
Salmawati atau Bunda Salma, pengganti calon anggota DPRA terpilih atas nama Ismail A. Jalil alias Ayahwa dari Dapil Aceh 5. (Foto: SerambiNews)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Komisi Independen Pemilihan (KIP) Aceh menetapkan Salmawati atau yang akrab disapa Bunda Salma sebagai calon anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) menggantikan Ismail A. Jalil alias Ayahwa dari Daerah Pemilihan (Dapil) Aceh 5.

Penetapan tersebut dilakukan dalam Rapat Pleno KIP Aceh yang digelar pada Senin siang (14/4/2025). Wakil Ketua KIP Aceh, Iskandar Agani, menyebut keputusan itu merujuk pada usulan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Aceh.

“Penetapan ini kita lakukan sesuai dengan yang diusulkan oleh DPP Partai Aceh,” kata Iskandar dikutip dari Serambinews.com.

Tak hanya Bunda Salma, KIP Aceh juga menetapkan dua nama lain untuk menggantikan caleg terpilih yang mengundurkan diri. Azhar Abdurrahman ditetapkan menggantikan Tarmizi SP dari Dapil 10, sementara M Yusuf atau Pang Ucok menggantikan Iskandar Usman Al-Farlaky dari Dapil 6.

Iskandar menambahkan, proses penetapan ini mengacu pada regulasi yang berlaku.

“Penetapan ini kita lakukan sesuai dengan UU Nomor 7 Tahun 2017, Pasal 426 Ayat 1 Huruf c, serta PKPU Nomor 6 Tahun 2024, Pasal 48 Ayat 5, yang secara garis besar mengatur persyaratan calon dan mekanisme perhitungan suara terbanyak berikutnya,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua KIP Aceh, Agusni AH, mengatakan bahwa nama-nama yang telah ditetapkan tersebut telah diusulkan ke Pemerintah Aceh untuk diproses lebih lanjut.

“Pemerintah provinsi hanya mengecek apakah datanya sudah lengkap, baru kemudian diproses ke Kemendagri. Karena proses SK-nya ada di Kemendagri,” ujarnya.

“Setelah keluar SK dari Kemendagri baru dilakukan proses pelantikan yang dilantik oleh gubernur,” tambahnya.

Pergantian Caleg Imbas Pilkada

Sebelumnya, tiga calon anggota DPRA periode 2024–2029 dari Partai Aceh memilih mundur lantaran maju dalam kontestasi Pilkada serentak 2024. Ketiganya kini telah terpilih dan resmi menjabat sebagai kepala daerah.

Mereka yakni Ismail A Jalil (Ayahwa) yang maju sebagai calon Bupati Aceh Utara, Iskandar Usman Al-Farlaky sebagai calon Bupati Aceh Timur, serta Tarmizi SP yang maju di Pilkada Aceh Barat.

Dalam konteks pengganti Ayahwa, nama Bunda Salma muncul sebagai pilihan Partai Aceh meski perolehan suaranya berada di bawah sejumlah nama lain. Data menunjukkan bahwa H. Muhammad Thaib alias Cek Mad seharusnya menjadi kandidat kuat pengganti Ayahwa karena meraih 17.507 suara—tertinggi kelima di antara 14 caleg Partai Aceh dari Dapil 5.

Namun, DPP Partai Aceh secara resmi memecat Cek Mad serta dua caleg di bawahnya, yaitu Ermiadi Abdul Rahman dan Anwar Sanusi alias Keuchik Anwar. Pemecatan ini otomatis membuka jalan bagi Bunda Salma yang mengantongi 3.754 suara sah untuk menggantikan posisi Ayahwa di DPRA.

Langkah ini sekaligus memperlihatkan bagaimana dinamika internal partai bisa memengaruhi komposisi legislatif, terutama ketika regulasi dan keputusan partai saling bersinggungan. Kini, masyarakat menantikan SK dari Kementerian Dalam Negeri sebagai pintu masuk bagi pelantikan resmi para pengganti.

Editor: Akil

Pemkab Aceh Besar Dukung Program Nasional Tekan Inflasi Lewat Gerakan Tanam Cabai

0
Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi secara virtual dengan Kemendagri RI di Kantor Bupati Aceh Besar di Kota Jantho. (Foto: ANTARA)

NUKILAN.id | Jantho – Pemerintah Kabupaten Aceh Besar menyatakan komitmennya dalam menekan laju inflasi di wilayah setempat dengan mendukung penuh program nasional, salah satunya melalui gerakan penanaman komoditas penyumbang inflasi seperti cabai rawit.

Langkah strategis ini diungkapkan saat pelaksanaan Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi secara virtual yang digelar Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) RI dan diikuti Pemkab Aceh Besar dari Kantor Bupati di Kota Jantho, Senin (14/4/2025).

“Pemkab Aceh Besar siap mendukung terhadap program nasional, seperti penanaman cabai rawit, sebagai langkah strategis dalam menjaga ketersediaan dan keterjangkauan pangan di tengah dinamika harga,” kata Bupati Aceh Besar Muharram Idris yang diwakili oleh Asisten II Setdakab Aceh Besar, M Ali.

M Ali menambahkan, Pemkab Aceh Besar terus memaksimalkan pemantauan harga di pasar sebagai langkah antisipatif untuk mencegah gejolak harga akibat kekurangan pasokan barang pokok.

“Pemantauan harga yang dilakukan secara rutin juga bagian untuk menjadi acuan dan langkah antisipatif untuk meminimalisir kekurangan pasokan dan tentu akan berdampak pada kenaikan harga,” ujarnya.

Selain itu, kata M Ali, koordinasi dan sinergi lintas sektor juga akan diperkuat. Pemkab Aceh Besar akan melakukan rapat teknis bersama Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait guna memastikan pelaksanaan program berjalan tepat sasaran.

“Kami juga akan melakukan rapat yang lebih fokus dan terarah dengan OPD terkait, karena masing-masing ada porsi tersendiri dalam pelaksanaan eksekusi program,” tambahnya.

Dalam rapat yang dipimpin Sekretaris Jenderal Kemendagri Tomsi Tohir tersebut, disampaikan bahwa inflasi nasional masih dipicu oleh kenaikan harga sejumlah komoditas bahan pokok. Oleh karena itu, Tomsi berharap seluruh kepala daerah dapat menggalakkan program penanaman cabai rawit secara massal sebagai solusi jangka pendek dan menengah.

Editor: Akil

Judi Online dan Cemooh Terhadap Penegakan Hukum

0
Ilustrasi judi online. (Foto: Media Indonesia)

NUKILAN.id | Opini – Di tengah gegap gempita kampanye pemberantasan judi online, publik justru disuguhi ironi: aparat penegak hukum tampak setengah hati, bahkan seolah enggan menyentuh akar persoalan. Yang ditangkap hanya pemain kelas teri dan bandar ecek-ecek, sementara para bos besar dan pelindung mereka dari kalangan elite politik serta aparat keamanan tetap melenggang bebas.

Penjelasan polisi yang kerap mengelak dengan dalih server judi online berada di luar negeri tak lebih dari alasan usang yang mencerminkan kemalasan, atau bahkan potensi keterlibatan. Jika penegakan hukum tunduk pada batas geografis, maka kejahatan transnasional seperti narkotika dan terorisme pun seharusnya tak bisa ditangani. Namun faktanya, aparat bisa sigap bila ingin dan bersungguh-sungguh. Mengapa berbeda dalam hal perjudian?

Kisah tentang aliran uang dari bandar judi ke aparat bukanlah isapan jempol. Kasus Irjen Ferdy Sambo membuka tabir tentang apa yang disebut sebagai “Konsorsium 303” — jaringan gelap yang diduga menjadi jalur setoran dari para pengusaha judi ke aparat dan elit tertentu. Angka 303 sendiri merujuk pada pasal KUHP tentang perjudian. Dalam konteks ini, judi online bukan hanya soal pelanggaran hukum, tetapi juga tentang bagaimana kekuasaan disalahgunakan dan hukum dilecehkan.

Yang lebih mencemaskan, ada indikasi bahwa dana haram dari judi online turut digunakan untuk mendanai aktivitas politik, termasuk kampanye pemilihan umum 2024. Jika benar, ini bukan lagi sekadar kejahatan biasa, melainkan ancaman serius terhadap demokrasi. Keterlibatan politikus dalam struktur perusahaan pengelola judi menjadi sinyal kuat bahwa permainan kotor ini dilindungi oleh mereka yang seharusnya menjadi penjaga konstitusi.

Sementara itu, laporan investigasi dari Tempo menunjukkan bahwa kota-kota judi seperti Sihanoukville dan Poipet di Kamboja telah menjadi markas operasi para pengusaha judi asal Indonesia. Melalui situs daring yang diinduk ke kasino-kasino ini, perjudian lintas batas menyasar masyarakat Indonesia secara masif. Para pekerja bahkan direkrut dari Indonesia, menciptakan potensi perdagangan orang dan eksploitasi tenaga kerja.

Sayangnya, respons aparat terhadap laporan masyarakat soal judi online cenderung mengecewakan. Alih-alih menindaklanjuti dengan penyelidikan, polisi justru meminta barang bukti lengkap dari pelapor. Padahal, laporan awal, investigasi media, dan analisis digital bisa menjadi petunjuk awal untuk membuka kasus. Ketika sikap ini berlangsung terus-menerus, publik tak bisa tidak curiga bahwa ada yang sedang dilindungi.

Penelusuran aliran dana digital, yang hari ini bisa dilakukan dengan teknologi canggih, menjadi langkah strategis dalam membongkar jaringan judi online. Namun, tanpa kemauan politik dan keberanian untuk menindak siapa pun—termasuk mereka yang bercokol di elite kekuasaan—maka upaya ini hanya akan menjadi drama sandiwara penegakan hukum.

Kementerian Komunikasi dan Informatika pun tak luput dari sorotan. Tugas mereka menyaring dan memblokir akses ke situs-situs judi daring tampaknya hanya dijalankan secara sporadis. Setelah lebih dari sepuluh pegawai kementerian ditangkap karena diduga menerima bayaran dari pengelola situs judi, kepercayaan publik makin terkikis. Sekitar seribu situs diketahui rutin membayar agar leluasa beroperasi. Maka tak heran, promosi judi online tetap berseliweran di media sosial tanpa pengawasan ketat.

Kondisi ini menjadi tamparan keras bagi pemerintahan Prabowo Subianto yang acap beretorika tentang nasionalisme dan kesejahteraan rakyat. Judi online telah mengalirkan uang triliunan rupiah ke luar negeri—sebuah kebocoran besar yang ironisnya dikeluhkan oleh Prabowo sendiri sejak lama. Pada 2024 saja, sebanyak Rp51 triliun uang rakyat Indonesia mengalir ke rekening penyedia judi online. Ini bukan angka remeh.

Dampaknya nyata. Judi menyebabkan kemiskinan, dan kemiskinan mendorong kriminalitas. Sejumlah studi menunjukkan korelasi kuat antara keduanya. Saat rumah tangga kehilangan penghasilan karena kepala keluarganya kecanduan judi, maka efek domino pun terjadi: anak putus sekolah, kekerasan dalam rumah tangga meningkat, dan masyarakat terjebak dalam lingkaran keterpurukan.

Kini bukan saatnya lagi bagi aparat untuk banyak cingcong. Penegakan hukum tak boleh pilih kasih. Pemerintah harus menunjukkan keberanian politik untuk menindak tegas para bandar, pelindung, dan pelaku di balik industri judi online, betapapun tinggi jabatan dan elitnya posisi mereka. Jika tidak, maka pemberantasan judi hanya akan menjadi panggung sandiwara—dan keadilan tak lebih dari ilusi belaka. (XRQ)

Penulis: Akil

Seluruh Calon Haji Aceh 2025 Telah Lunasi Bipih, Kloter Pertama Terbang 18 Mei

0
Kakanwil Kemenag Aceh, Azhari. (Foto: Humas Aceh)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Provinsi Aceh mengumumkan bahwa seluruh calon jamaah haji asal Aceh tahun 2025 telah menyelesaikan pelunasan Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih).

“Total jumlah calon haji Aceh tahun ini sebanyak 4.329 orang, dan semuanya sudah melunasi Bipih,” kata Kepala Kanwil Kemenag Aceh, Azhari, di Banda Aceh, Senin (14/4/2025).

Jumlah tersebut belum termasuk Tim Petugas Haji Daerah (TPHD) sebanyak 36 orang dan 13 orang dari Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIH). Jika ditotal, kuota keberangkatan dari Aceh mencapai 4.378 orang.

Visa dan Keberangkatan

Azhari menuturkan bahwa proses pengajuan visa haji masih berlangsung, khususnya untuk jamaah yang tergabung dalam kelompok terbang (kloter) pertama dan kedua. Sesuai jadwal, kloter pertama akan mulai masuk Asrama Haji Embarkasi Aceh pada 17 Mei dan diberangkatkan ke Tanah Suci pada 18 Mei 2025 melalui Bandara Sultan Iskandar Muda, Blang Bintang, Aceh Besar.

“Diperkirakan, kloter pertama masuk asrama 17 Mei dan berangkat pada 18 Mei 2025 via Bandara Sultan Iskandar Muda Blang Bintang, dan langsung terbang ke Jeddah,” ujar Azhari.

Persiapan Maksimal

Guna mendukung kelancaran ibadah haji, berbagai persiapan telah dilakukan oleh Kemenag Aceh. Mulai dari pelatihan petugas, manasik haji, hingga kesiapan sarana dan prasarana di Asrama Haji.

“Asrama Haji Embarkasi Aceh sudah disiapkan. Kemudian, kita juga telah melakukan koordinasi lintas sektoral untuk persiapan apa yang harus dimaksimalkan dalam pelayanan jamaah nanti,” ungkap Azhari.

Lansia Mendominasi, Tanpa Kuota Disabilitas

Dari total kuota jamaah tahun ini, sebanyak 219 orang merupakan lanjut usia, bahkan yang termuda berusia 80 tahun. Sementara itu, untuk kategori penyandang disabilitas, Aceh tidak mendapatkan kuota pada musim haji kali ini.

Imbauan untuk Jaga Kesehatan

Menjelang keberangkatan, Azhari mengimbau seluruh calon jamaah untuk menjaga kondisi tubuh agar tetap prima selama menjalani ibadah di Tanah Suci.

“Kita berharap jamaah calon haji agar menjaga kesehatan dengan olahraga ringan mulai dari sekarang, dan juga harus serius mengikuti manasik, sehingga benar-benar dapat memahaminya,” ujarnya.

Dengan seluruh calon haji yang telah melunasi Bipih, Kemenag Aceh berharap proses keberangkatan hingga pelaksanaan ibadah haji berjalan lancar dan penuh khidmat.

Editor: Akil

122 Pelajar Aceh Selatan Lolos Seleksi Paskibraka Tahap Awal

0
Ketua Pengurus Kabupaten Purna Paskibraka Indonesia Aceh Selatan, Azwar bersama dengan Anggota Pengurus. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.id | Tapaktuan Semangat kebangsaan generasi muda Aceh Selatan kembali berkobar. Sebanyak 122 siswa-siswi terbaik dinyatakan lolos dalam seleksi tahap awal Calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kabupaten Aceh Selatan tahun 2025. Mereka terseleksi dari total 151 peserta yang sebelumnya lulus administrasi.

Seleksi awal yang digelar pada Senin, 14 April 2025, di Aula Pariwisata Kabupaten Aceh Selatan itu mencakup Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) dan Tes Intelijensi Umum (TIU). Dari hasil seleksi tersebut, terpilih 76 putra dan 46 putri yang dinilai layak melaju ke tahapan selanjutnya.

Ketua Pengurus Kabupaten Purna Paskibraka Indonesia (PPI) Aceh Selatan, Azwar, kepada Nukilan.id menyampaikan apresiasi atas dukungan semua pihak, khususnya Pemerintah Kabupaten Aceh Selatan dan seluruh panitia seleksi.

“Seleksi yang transparan dan berbasis online sejak 2023 telah menjangkau potensi anak-anak di seluruh pelosok Aceh Selatan tanpa diskriminasi. Ini adalah bukti komitmen kita dalam menjaring bibit-bibit terbaik bangsa,” ujar Azwar.

Ia juga menggarisbawahi pentingnya peran Paskibraka dalam momentum kenegaraan, khususnya saat peringatan Detik-Detik Proklamasi pada 17 Agustus.

“Para calon Paskibraka ini adalah representasi harapan kita, mereka akan menjadi pusat perhatian. Oleh karena itu, kami memohon dukungan penuh Pemerintah Kabupaten Aceh Selatan agar persiapan mereka dapat optimal, sehingga mereka dapat mengharumkan nama Aceh Selatan di tingkat Provinsi dan Nasional,” ungkapnya.

Azwar juga berharap agar pemerintah daerah memberi perhatian lebih terhadap alokasi anggaran bagi kegiatan Paskibraka, mengingat besarnya nilai edukatif dan patriotik yang dibawa oleh program ini.

Setelah melewati TWK dan TIU, para calon Paskibraka akan kembali diuji lewat serangkaian tahapan seleksi lanjutan, mulai dari seleksi kesehatan dan parade, peraturan baris-berbaris (PBB), kesamaptaan jasmani, hingga tes kepribadian. Dari proses itu, dua peserta terbaik akan dipilih untuk mewakili Aceh Selatan ke tingkat Provinsi dan, jika lolos, ke tingkat Nasional.

Pada tahun 2024, Aceh Selatan sukses mengirimkan perwakilan hingga ke tingkat Nasional, sebuah capaian yang kini menjadi motivasi bagi angkatan 2025. Para peserta dan pendamping berharap, tahun ini pun akan menjadi momentum kebanggaan baru bagi Kabupaten Aceh Selatan.

“Ini bukan sekadar baris-berbaris, tapi tentang menjadi simbol semangat perjuangan dan kecintaan terhadap tanah air,” ujar salah seorang pelatih Paskibraka setempat.

Pengumuman resmi calon Paskibraka tingkat Kabupaten akan dilakukan setelah proses seleksi di tingkat Provinsi dan Nasional rampung. Namun semangat dan harapan para peserta telah menyatu dalam tekad yang sama: kibarkan Merah Putih, harumkan nama Aceh Selatan. (XRQ)

Reporter: AKil