Beranda blog Halaman 46

Dua Pria Diduga Pengedar Sabu Ditangkap Polisi di Aceh Utara

0
Dua Pelaku Peredaran Sabu yang berhasil di ringkus Sat Resnarkoba Polres Aceh Utara. (Foto: humas)

NUKILAN.ID | Lhokseumawe — Satuan Reserse Narkoba Polres Aceh Utara kembali mengungkap kasus peredaran narkotika jenis sabu di wilayah hukumnya. Dalam operasi yang dilakukan pada Jumat pagi, 6 Maret 2026, polisi mengamankan dua pria yang diduga terlibat dalam jaringan peredaran sabu di dua lokasi berbeda.

Kedua tersangka masing-masing berinisial AS (25), warga Ujong Pacu, Kecamatan Muara Satu, serta AM (31), warga Gampong Blang Bidok, Kecamatan Tanah Luas. Penangkapan dilakukan di kawasan Meunasah Alue Drien, Kecamatan Lhoksukon, serta di Gampong Blang Bidok, Kecamatan Tanah Luas.

Kapolres Aceh Utara AKBP Trie Aprianto melalui Kasatres Narkoba AKP Erwinsyah Putra mengatakan, pengungkapan kasus ini bermula dari laporan masyarakat terkait aktivitas transaksi narkoba yang kerap terjadi di kawasan Jalan Landing, Lhoksukon.

“Petugas kemudian melakukan penyelidikan dan penyergapan terhadap seorang pria berinisial AS di kawasan tersebut, karena sebelumnya dilaporkan sering melakukan transaksi sabu di pinggir jalan,” jelas AKP Erwinsyah, Senin, 9 Maret 2026.

Saat dilakukan penggeledahan terhadap AS, polisi menemukan satu paket sabu yang disembunyikan di dalam kotak rokok. Barang bukti tersebut diketahui memiliki berat 17,06 gram.

“AS mengaku bahwa sabu tersebut merupakan miliknya yang rencananya akan dijual kembali kepada pembeli. Ia juga mengaku memperoleh barang haram tersebut dari seorang pria berinisial AM,” sebutnya

Berdasarkan pengakuan tersebut, polisi kemudian melakukan pengembangan kasus dan berhasil mengamankan AM di kediamannya di Gampong Blang Bidok, Kecamatan Tanah Luas.

“Kedua tersangka beserta barang bukti dibawa ke Mapolres Aceh Utara untuk menjalani pemeriksaan serta proses penyelidikan dan penyidikan lebih lanjut sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku,” pungkasnya.

Stok Beras di Aceh Capai 54 Ribu Ton, Bulog Imbau Warga Tidak Panic Buying

0
Beras bulog (Foto: VOI)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH — Stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang dikuasai Perum Bulog wilayah Aceh saat ini mencapai sekitar 54 ribu ton. Dengan ketersediaan tersebut, masyarakat diminta tidak melakukan pembelian berlebihan atau panic buying.

Pemimpin Wilayah Perum Bulog Aceh, Ihsan, mengatakan stok beras di Aceh berada pada level yang sangat kuat, terlebih dengan adanya panen di sejumlah daerah serta penyerapan gabah yang terus dilakukan.

“Stok beras yang dikuasai Bulog Aceh saat ini berada pada level yang sangat kuat yakni sekitar 54.378 ton dengan adanya panen di berbagai daerah serta upaya penyerapan yang terus kami lakukan. Sedangkan untuk stok beras secara nasional sebesar 3,74 juta ton yang diproyeksikan stok tersebut akan meningkat dan pada akhir Maret dapat mencapai kisaran 4,5 hingga 5 juta ton,” kata Ihsan dalam keterangannya, Senin (9/3/2026).

Menurut Ihsan, ketersediaan beras dan minyak goreng di Aceh dalam kondisi aman dan cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat hingga akhir tahun. Karena itu, warga diimbau tetap tenang meskipun menghadapi momentum hari besar keagamaan maupun dinamika situasi geopolitik global.

Selain beras, Bulog juga memastikan pasokan minyak goreng tetap terjaga. Hal itu didukung kebijakan Domestic Market Obligation (DMO) dari Kementerian Perdagangan yang menetapkan alokasi sekitar 46 juta liter minyak goreng Minyakita setiap bulan untuk Bulog.

“Dengan stok beras yang kuat serta dukungan pasokan minyak goreng melalui kebijakan DMO, masyarakat tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan pangan. Kami memastikan pasokan tetap tersedia dan cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat,” jelasnya.

Ihsan menambahkan, selain dua komoditas utama tersebut, ketersediaan bahan pokok lainnya juga terpantau mencukupi. Berdasarkan pemantauan di lapangan, harga berbagai komoditas sembako relatif stabil dan masih terkendali di pasaran.

“Tidak perlu ada kepanikan di masyarakat. Stok pangan nasional dalam kondisi aman dan pemerintah terus memastikan ketersediaannya. Kami mengajak masyarakat Aceh untuk tetap tenang dan berbelanja secara wajar,” ujar Ihsan.

Ia menegaskan Bulog bersama pemerintah terus melakukan berbagai langkah untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan, di antaranya melalui penguatan distribusi, penyerapan produksi dalam negeri, serta pelaksanaan berbagai program stabilisasi pangan.

Bupati Safaruddin Sahur di Rumah Dhuafa, Janji Perjuangkan Hunian Layak bagi Warga Abdya

0
Bupati Aceh Barat Daya, Safaruddin, sahur bersama sebuah keluarga dhuafa di Desa Padang Kawa, Kecamatan Tangan-Tangan, pada dini hari sekitar pukul 03.00 WIB. (Foto: Instagram @safaruddinofficial)

NUKILAN.ID | BLANGPIDIE – Bupati Aceh Barat Daya, Safaruddin, mengaku terpukul setelah sahur bersama sebuah keluarga dhuafa di Desa Padang Kawa, Kecamatan Tangan-Tangan, pada dini hari sekitar pukul 03.00 WIB, Selasa (10/3/2026).

Pengalaman tersebut ia bagikan melalui unggahan di akun Instagram pribadinya, @safaruddinofficial. Dalam unggahan itu, Safaruddin menceritakan kondisi rumah yang ditempatinya untuk sahur bersama keluarga tersebut sangat sederhana, berdinding pelepah rumbia dengan lantai masih berupa tanah.

Ia mengatakan, awalnya rombongan membawa makanan sahur dari Pendopo untuk keluarga tersebut. Namun saat waktu sahur tiba, justru ia yang menikmati makanan sederhana yang disiapkan oleh keluarga itu, sementara makanan yang dibawa rombongan dinikmati oleh tuan rumah bersama anak-anak mereka.

“Pagi ini hati saya benar-benar terpukul. Tadi dini hari sekitar pukul 03.00 WIB, saya sahur di sebuah rumah dhuafa di Desa Padang Kawa, Kecamatan Tangan-Tangan. Rumahnya sangat sederhana, berdinding pelepah rumbia dan lantainya masih tanah,” tulis Safaruddin dalam unggahan tersebut.

Ia mengaku suasana sahur itu terasa berbeda dan menyentuh perasaannya ketika melihat langsung kondisi kehidupan keluarga tersebut.

“Entah kenapa, sahur pagi ini terasa berbeda. Saya benar-benar sedih. Ternyata masih ada saudara-saudara kita yang hidup dalam kondisi seperti ini,” tulisnya.

Dalam unggahan itu, Safaruddin juga menyampaikan doa dan tekad pribadinya agar dapat berbuat lebih banyak untuk membantu masyarakat yang hidup dalam keterbatasan.

“Ya Allah… Ku janjikan pada Rabb-ku. Jika umur ini masih Engkau panjangkan dan rezeki dimudahkan, aku tidak ingin lagi melihat saudara-saudara kami hidup dalam keadaan yang tidak layak,” tulisnya.

Ia berharap Allah memberikan kekuatan kepada semua pihak untuk terus membantu dan memperhatikan masyarakat yang membutuhkan. (XRQ)

Reporter: Akil

Satlantas Polres Aceh Barat Patroli Subuh Cegah Balap Liar di Jalan Iskandar Muda

0
Satlantas Polres Aceh Barat Patroli Subuh Cegah Balap Liar di Jalan Iskandar Muda. (FOTO: Polres Aceh Barat)

NUKILAN.ID | MEULABOH – Personel Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Aceh Barat menggelar patroli subuh untuk mencegah aksi balap liar di wilayah hukumnya pada Senin (9/3/2026).

Kegiatan tersebut berlangsung sekitar pukul 05.45 WIB hingga selesai di Jalan Iskandar Muda, Gampong Kuta Padang, Kecamatan Johan Pahlawan, Kabupaten Aceh Barat.

Lokasi itu diketahui menjadi salah satu titik yang kerap dimanfaatkan oleh sejumlah pengendara untuk melakukan balap liar, terutama pada waktu subuh hingga pagi hari.

Kapolres Aceh Barat, AKBP Yhogi Hadisetiawan, melalui Kasat Lantas Polres Aceh Barat, AKP Yusrizal, mengatakan kegiatan tersebut merupakan langkah preventif kepolisian untuk menekan aksi balap liar serta penggunaan knalpot brong yang mengganggu ketertiban masyarakat dan berpotensi memicu kecelakaan lalu lintas.

“Kegiatan ini merupakan langkah preventif kepolisian dalam mencegah aksi balap liar serta penggunaan knalpot brong yang dapat mengganggu ketertiban masyarakat dan berpotensi menimbulkan kecelakaan lalu lintas,” ujar Yusrizal.

Dalam pelaksanaannya, personel Satlantas melakukan patroli dan pemantauan terhadap pengendara roda dua yang melintas di kawasan tersebut, terutama yang terindikasi melakukan balap liar atau menggunakan knalpot yang tidak sesuai standar.

Selain pengawasan, petugas juga memberikan imbauan kepada para pengendara agar mematuhi aturan lalu lintas dan tidak melakukan aksi balap liar yang dapat membahayakan diri sendiri maupun pengguna jalan lainnya.

Melalui kegiatan ini, kepolisian berharap situasi keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcarlantas) di wilayah hukum Polres Aceh Barat tetap terjaga serta mampu menekan angka kecelakaan lalu lintas.

Secara umum, patroli pencegahan balap liar yang dilakukan personel Satlantas Polres Aceh Barat tersebut berlangsung aman, tertib, dan lancar.

Akademisi FISIP USK: Kembalinya Mirwan MS Harus Jadi Momentum Refleksi Arah Pembangunan Aceh Selatan

0
Akademisi FISIP USK, Mukhrijal, S.IP., M.IP. (Foto: Dok. Pribadi)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Bupati Aceh Selatan nonaktif, Mirwan MS, dikabarkan akan kembali aktif memimpin kabupaten yang dikenal sebagai Negeri Pala. Berdasarkan informasi A1 yang diterima Nukilan.id, Mirwan dijadwalkan kembali menjalankan tugasnya pada hari ini, Senin (9/3/2026) setelah menjalani masa penonaktifan selama tiga bulan oleh Kementerian Dalam Negeri.

Kembalinya Mirwan dinilai menjadi momentum penting dalam dinamika pemerintahan di Aceh Selatan. Selama masa penonaktifan, roda pemerintahan tetap berjalan di bawah kepemimpinan pelaksana tugas (Plt). Namun, keberadaan kepala daerah definitif dinilai tetap memiliki peran strategis dalam menentukan arah kebijakan pembangunan daerah.

Akademisi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Syiah Kuala (USK), Mukhrijal, mengatakan kepemimpinan kepala daerah memegang peran sentral dalam menjaga arah pembangunan sekaligus stabilitas pemerintahan.

“Kalau kita berbicara tentang kepimpinan pemerintahan, sebagai leader di dalam sebuah pemerintah ya itu tentu penting sekali apalagi dalam era demokrasi. Nah, selama 3 bulan ini kekosongan itu kan terjadi. Namun ya, secara administratif tidak kosong karena ada Plt yang menjalankan roda pemerintahan,” kata Mukhrijal saat diwawancarai Nukilan.id, Sabtu (7/3/2026) lalu.

Menurut Mukhrijal, selama tiga bulan masa penonaktifan tersebut, kondisi politik dan pemerintahan di Aceh Selatan relatif stabil. Ia menilai tidak ada gejolak berarti dalam dinamika politik lokal.

“Nah, selama 3 bulan Plt ini menjalankan roda pemerintahan, saya melihat tidak ada sesuatu yang kemudian menjadi geolak besar dalam dinamika politik di Aceh Selatan, enggak ada,” ujarnya.

Meski demikian, ia menilai kembalinya Mirwan seharusnya tidak hanya dipandang sebagai berakhirnya masa penonaktifan secara administratif. Lebih dari itu, momentum tersebut perlu dimanfaatkan sebagai titik refleksi sekaligus awal memperkuat kembali arah kepemimpinan daerah.

Mukhrijal yang juga menjabat sebagai Kepala Laboratorium Ilmu Pemerintahan FISIP USK menekankan pentingnya pembenahan dari sisi personal seorang pemimpin, terutama dalam menggerakkan kembali visi dan program kerja yang telah direncanakan.

“Pertama sebagai personal ya, sebagai pribadi yang kemudian bagaimana ke depan bisa membawa perubahan besar dalam menjalankan visi-misi program kerja yang selama ini direncanakan. Haji Mirwan harus mengambil momentum ini untuk menunjukkan kepada publik bahwasanya sebuah kesalahan administratif kemarin itu bukanlah akhir,” jelasnya.

Ia juga menyoroti tantangan yang akan dihadapi Mirwan setelah kembali aktif memimpin, yakni memulihkan kepercayaan publik. Menurutnya, hal tersebut berkaitan dengan apa yang ia sebut sebagai The Trust of Politic from Civil Society in Aceh Selatan.

Kepercayaan masyarakat, kata Mukhrijal, merupakan modal sosial penting bagi seorang kepala daerah dalam menjalankan pemerintahan secara efektif.

“Bagaimana Haji Mirwan ini kembali bukan hanya menjadi sosok yang menjalankan roda pemerintahan, tetapi juga bagaimana beliau harus bisa mengembalikan kepercayaan masyarakat kepada beliau sebagai pemimpin Aceh Selatan,” katanya.

Lebih lanjut, ia menilai masyarakat tentu berharap kembalinya Mirwan dapat diikuti dengan percepatan kinerja pemerintahan, terutama setelah lebih dari satu tahun masa kepemimpinan berjalan.

“Nah, jadi momentum ini harus diambil oleh beliau dengan memberikan bukti nyata, kerja nyata. Karena kan ini sudah setahun lebih berjalan, jangan tidak ada suatu perubahan yang berarti,” pungkasnya.

Ia menambahkan, pemerintah daerah juga harus tetap memprioritaskan pelayanan publik serta mendorong pembangunan di berbagai sektor agar manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

“Yang terpenting lagi apa yang menjadi dasar pelayanan kepada masyarakat itu harus terpenuhi dengan baik. Kemudian dari segi pembangunan, baik pembangunan fisik maupun non-fisik,” tutup Mukhrijal.

Kembalinya Mirwan ke kursi Bupati Aceh Selatan dengan demikian tidak sekadar menjadi persoalan administratif pemerintahan. Momentum ini juga dipandang sebagai ujian sekaligus peluang bagi kepemimpinan daerah untuk membuktikan komitmen terhadap pelayanan publik, pembangunan, serta pemulihan kepercayaan masyarakat. (XRQ)

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News.

Reporter: Akil

Mendagri Terbitkan SE, Kepala Daerah Dilarang Bepergian ke Luar Negeri 14–28 Maret 2026

0
Ketua Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera sekaligus Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tito Karnavian. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.ID | JAKARTA — Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia, Muhammad Tito Karnavian, kembali mengeluarkan Surat Edaran (SE) Nomor 000.2.3/1171/SJ tertanggal 8 Maret 2026. Surat edaran tersebut berisi larangan bagi seluruh kepala daerah dan wakil kepala daerah untuk melakukan perjalanan ke luar negeri.

Larangan itu berlaku bagi gubernur/wakil gubernur, bupati/wakil bupati, serta wali kota/wakil wali kota di seluruh Indonesia. Kebijakan tersebut berlaku mulai 14 Maret hingga 28 Maret 2026.

Amatan Nukilan.id, dalam SE tersebut dijelaskan bahwa pembatasan perjalanan ke luar negeri, termasuk Perjalanan Dinas Luar Negeri (PDLN), dilakukan dalam rangka menyambut libur Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah serta untuk menjaga kelancaran pelaksanaan tugas kedinasan di daerah.

Melalui kebijakan itu, kepala daerah diminta mengambil sejumlah langkah strategis. Di antaranya mengurangi potensi peningkatan risiko keamanan dan keselamatan selama libur Idul Fitri 1447 H, serta terus berkoordinasi dengan jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).

Selain itu, pemerintah daerah juga diminta meningkatkan kesiapsiagaan dalam mendukung kelancaran arus mudik Lebaran, melakukan pemantauan dan pengendalian inflasi, serta memastikan kesiapan penyelenggaraan berbagai kegiatan terkait perayaan Idul Fitri.

Surat edaran tersebut juga menegaskan bahwa larangan bepergian ke luar negeri hanya dapat dikecualikan untuk kegiatan yang bersifat sangat esensial, terutama yang merupakan arahan Presiden atau untuk keperluan pengobatan.

Apabila sebelumnya telah keluar rekomendasi untuk perjalanan dinas luar negeri atau izin keluar negeri dengan alasan penting pada tanggal yang masuk dalam periode larangan tersebut, maka perjalanan tersebut harus dibatalkan atau dijadwal ulang. (XRQ)

Reporter: Akil

Prof Mirza Tabrani Resmi Menjadi Rektor USK Periode 2026–2031

0
Pelantikan Prof Mirza Tabrani Menjadi Rektor USK Periode 2026–2031. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Profesor Dr. Mirza Tabrani, S.E., M.B.A., D.B.A resmi dilantik sebagai Rektor Universitas Syiah Kuala (USK) untuk masa jabatan 2026–2031. Pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan tersebut dipimpin langsung oleh Ketua Majelis Wali Amanat (MWA) USK, Dr. Safrizal ZA, M.Si, di Gedung AAC Dayan Dawood, Banda Aceh, Senin (9/3/2026).

Dalam sambutannya, Safrizal menyampaikan ucapan selamat kepada Prof. Mirza Tabrani atas amanah baru yang diembannya. Ia juga mengapresiasi kepemimpinan rektor sebelumnya, Prof. Dr. Ir. Marwan, yang dinilai berhasil meletakkan fondasi kuat bagi USK, terutama pada masa transisi menjadi Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTN-BH).

Safrizal mengaku bersyukur karena proses pemilihan rektor berlangsung lancar, damai, dan penuh kesejukan. Menurutnya, hal tersebut menjadi catatan penting dalam sejarah perjalanan kampus terbesar di Aceh tersebut.

Pada kesempatan itu, Safrizal juga mengingatkan kembali sejarah berdirinya Universitas Syiah Kuala. Ia menuturkan bahwa nama kampus tersebut dipilih oleh para pendirinya untuk menegaskan bahwa USK merupakan kelanjutan dari tradisi keilmuan yang telah lama berkembang di Aceh.

Tradisi tersebut, katanya, mengintegrasikan iman dan ilmu, agama dan sains, serta kearifan lokal dengan semangat universal. Dari sinilah muncul predikat yang melekat pada USK sebagai Jantung Hatinya Rakyat Aceh.

“Bahwa denyut USK adalah denyut kehidupan rakyat Aceh. Kemajuan kampus ini harus dirasakan oleh setiap pelosok di Bumi Serambi Mekkah,” kata Safrizal.

Ia menambahkan, kepemimpinan USK ke depan menghadapi tantangan yang semakin kompleks. Kampus dituntut mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat sekaligus menjaga marwahnya sebagai institusi pendidikan tinggi.

“Rektor harus mampu menyeimbangkan kebebasan akademik yang sakral dengan efisiensi administrasi yang ketat, serta mengnavigasi lingkungan yang kompleks untuk perubahan yang cepat,” ujarnya.

Dalam acara tersebut turut hadir Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Sains, Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Prof. Dr. Ir. Khairul Munadi, S.T. Ia membacakan sambutan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Prof. Brian Yuliarto, S.T., M.Eng., Ph.D.

Dalam sambutan tersebut disampaikan bahwa USK bukan hanya perguruan tinggi terbesar di Aceh, tetapi juga menjadi harapan besar bagi kemajuan sains dan teknologi di wilayah barat Indonesia.

Menurutnya, kemajuan daerah sangat ditentukan oleh kualitas pendidikan tinggi. Universitas diharapkan mampu melahirkan lulusan yang unggul, berintegritas, serta inovatif.

“Jika Universitas mampu menghasilkan lulusan yang unggul, berintegritas, dan inovatif maka daerah akan maju. Namun, jika pendidikan tinggi stagnan, maka pembangunan juga akan berjalan lambat,” ucapnya.

Ia menilai USK memiliki posisi strategis untuk menjawab berbagai persoalan masyarakat, mulai dari pembangunan ekonomi daerah, penguatan sektor kelautan, pengembangan industri kreatif, hingga mitigasi bencana.

“Karena itu, kami berharap USK dapat terus mengambil peran penting dalam mengawal proses pemulihan pasca bencana secara berkelanjutan melalui pendekatan berbasis sains dan teknologi,” jelasnya.

Prof. Mirza Tabrani lahir di Banda Aceh dan menempuh pendidikan magister serta doktoralnya di Universiti Kebangsaan Malaysia. Guru Besar USK tersebut juga pernah menduduki sejumlah jabatan strategis.

Ia pernah menjabat sebagai Komisaris Independen PT Bank Aceh Syariah. Selain itu, pada periode 2013–2017 ia dipercaya menjadi Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Syiah Kuala.

Dalam visinya, Prof. Mirza berkomitmen membawa USK menjadi perguruan tinggi yang unggul, inovatif, berdampak global, serta berkelanjutan pada tahun 2031. Visi tersebut diarahkan untuk menjadikan USK sebagai kampus PTN-BH yang profesional, akuntabel, dan mandiri.

Ia juga menargetkan agar USK dapat memberikan dampak nyata di tingkat global, sekaligus memastikan kampus tersebut berkembang dengan prinsip pembangunan berkelanjutan.

Menjelang Idulfitri, Pembangunan Hunian Korban Banjir di Aceh Tamiang Dipercepat

0
Pembangunan huntap dan huntara warga terdampak bencana di Aceh Tamiang. (FOTO: Dok Bakom RI)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah, pembangunan hunian sementara (huntara) dan hunian tetap (huntap) bagi korban banjir di Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh, terus dipacu. Berbagai pihak dilibatkan dalam proses percepatan pembangunan tersebut, termasuk personel TNI dan Polri yang turun langsung membantu pekerjaan di lapangan.

Dikutip dari Metrotvnews.com, Senin (9/3/2026), aparat Polsek Kejuruan Muda melakukan peninjauan sekaligus pengamanan di lokasi pembangunan huntara dan huntap bagi warga terdampak banjir di Kecamatan Kejuruan Muda.

Sementara itu, di Desa Rantau Pauh, Kecamatan Rantau Pauh, anggota TNI terlihat turut membantu proses pembangunan hunian. Sejumlah personel TNI mengangkut pasir menggunakan gerobak dorong untuk dipindahkan ke lantai huntara. Material tersebut akan digunakan untuk mencampur semen dan batu guna memperkuat struktur bangunan.

Di lokasi pembangunan tampak deretan bangunan semi permanen yang disiapkan sebagai hunian sementara bagi masyarakat yang terdampak banjir bandang di Aceh Tamiang.

Pemerintah menargetkan pembangunan hunian tersebut dapat segera memberikan tempat tinggal yang lebih layak dan aman bagi warga terdampak bencana, sekaligus mendukung percepatan pemulihan kondisi masyarakat menjelang Lebaran.

Data hingga Minggu (8/3/2026) menunjukkan pemerintah melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersama sejumlah kementerian dan lembaga terkait telah membangun 1.771 unit hunian sementara yang tersebar di 25 lokasi.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 1.339 kepala keluarga telah menempati hunian yang tersedia. Selain menyediakan tempat tinggal, pemerintah juga menyiapkan fasilitas dasar seperti akses air bersih dan listrik secara gratis guna membantu meringankan beban para penyintas banjir.

Kapolda Aceh Ikuti Tanam Raya Jagung Kuartal I 2026 di Aceh Besar, Dukung Program Swasembada Nasional

0
Kapolda Aceh Ikuti Tanam Raya Jagung Kuartal I 2026 di Aceh Besar. (Foto: Polda)

NUKILAN.ID | JANTHO – Kapolda Aceh Marzuki Ali Basyah mengikuti kegiatan tanam raya jagung serentak Kuartal I Tahun 2026 secara virtual pada Sabtu (7/3/2026). Kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya mendukung program swasembada jagung nasional dan terhubung langsung dengan Kapolri Listyo Sigit Prabowo.

Kegiatan tanam raya di wilayah Aceh Besar itu dipusatkan di Desa Data Gaseu, Kecamatan Seulimum. Selain Kapolda Aceh, kegiatan tersebut turut dihadiri Wakapolda Aceh Brigjen Pol. Ari Wahyu Widodo, Irwasda Polda Aceh, para pejabat utama Polda Aceh, unsur Forkopimda Aceh, sejumlah kepala SKPA, unsur TNI-Polri, jajaran Pemerintah Kabupaten Aceh Besar, serta masyarakat dan kelompok tani setempat.

Pada kegiatan tersebut, penanaman jagung dilakukan di lahan seluas sekitar lima hektare dengan estimasi produktivitas mencapai sekitar 12 ton per hektare. Program ini diharapkan mampu meningkatkan hasil pertanian sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat, khususnya para petani jagung di Aceh Besar.

Kapolda Aceh menyatakan bahwa keterlibatan Polri, khususnya Polda Aceh, merupakan bentuk dukungan terhadap program Asta Cita Presiden Republik Indonesia dalam memperkuat ketahanan pangan nasional.

“Melalui kegiatan tanam raya jagung serentak ini, diharapkan upaya bersama antara Polri, pemerintah, dan masyarakat dapat memperkuat ketahanan pangan serta mewujudkan swasembada jagung nasional,” ujar Kapolda Aceh.

Ia juga menyampaikan bahwa program tanam raya ini diharapkan dapat membantu para petani meningkatkan kualitas tanaman serta menjaga mutu hasil panen, sehingga harga jagung tetap stabil dan memberikan keuntungan bagi petani.

Selain itu, Polda Aceh juga berkomitmen untuk terus bersinergi dengan pemerintah daerah dan para pemangku kepentingan dalam memenuhi kebutuhan para petani, mulai dari penyediaan bibit, pupuk, hingga sarana pendukung lainnya agar kegiatan pertanian dapat berjalan optimal dan berkelanjutan.

Secara keseluruhan, program Tanam Raya Kuartal I Tahun 2026 oleh Polda Aceh dilaksanakan di lahan seluas 31,75 hektare yang tersebar di sembilan Polres jajaran.

Sementara itu, khusus di Desa Data Gaseu, Kecamatan Seulimum, Aceh Besar, lahan seluas lima hektare ditanami jagung menggunakan jenis bibit Maxi oleh Kelompok Tani Commando Indonesia Maju. Dalam kegiatan tersebut, Kapolda Aceh bersama Wakapolda, pejabat utama Polda Aceh, unsur Forkopimda, serta kelompok tani turut melakukan penanaman bibit jagung secara simbolis.

Panas Terik di Aceh Dipicu Perubahan Iklim Global

0
Ilustrasi Panas Terik. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH — Suhu panas yang dirasakan masyarakat di sejumlah wilayah Aceh dalam beberapa waktu terakhir berkaitan erat dengan krisis iklim global serta perubahan pola cuaca musiman.

Hal tersebut disampaikan oleh Dr. Yopi Ilhamsyah, Ketua Divisi Hydrometeorological Hazard & Climate Change pada Tsunami and Disaster Mitigation Research Center (TDMRC) Universitas Syiah Kuala, dalam siaran program Green Radio di Radio Republik Indonesia (RRI) Banda Aceh, Sabtu (7/3/2026).

Menurut Yopi, fenomena panas ekstrem yang terjadi saat ini tidak dapat dilepaskan dari perubahan iklim yang menyebabkan peningkatan suhu rata-rata global. Kondisi tersebut membuat sejumlah wilayah mengalami cuaca yang lebih panas dan kering dari biasanya.

“Panas ekstrem yang kita rasakan merupakan bagian dari dampak perubahan iklim. Suhu udara meningkat karena akumulasi gas rumah kaca di atmosfer yang menahan panas bumi,” kata Yopi dalam siaran tersebut.

Ia menjelaskan bahwa secara musiman wilayah utara Aceh memang sedang berada dalam periode yang relatif kering. Sementara itu, sejumlah wilayah lain di Indonesia, terutama bagian selatan, masih mengalami curah hujan. Perbedaan kondisi ini dipengaruhi oleh dinamika atmosfer serta karakteristik geografis masing-masing wilayah.

Di Aceh, faktor topografi turut memengaruhi distribusi curah hujan. Wilayah barat dan selatan Aceh disebut lebih sering menerima hujan karena menjadi daerah pertama yang dilalui massa udara lembap dari laut. Sebaliknya, wilayah utara dan timur cenderung lebih kering setelah awan kehilangan sebagian kandungan uap airnya ketika melintasi kawasan pegunungan.

Kondisi panas dan kering yang berlangsung dalam waktu lama berpotensi menimbulkan berbagai dampak bagi masyarakat. Dari sisi kesehatan, suhu tinggi dapat meningkatkan risiko dehidrasi, menurunkan kualitas kebersihan lingkungan, hingga memicu munculnya penyakit yang berkaitan dengan sanitasi dan vektor seperti nyamuk.

Selain itu, sektor pertanian juga menghadapi tantangan. Berkurangnya ketersediaan air dapat mengganggu sistem irigasi dan menyebabkan lahan pertanian—terutama sawah tadah hujan—mengalami kekeringan.

“Jika kondisi ini berlangsung lama, maka produksi pangan bisa terpengaruh karena tanaman membutuhkan air yang cukup untuk tumbuh,” ujarnya.

Meski demikian, Yopi menilai kondisi cuaca panas tidak selalu berdampak negatif bagi seluruh sektor. Bagi sebagian nelayan, cuaca yang relatif tenang justru dapat memudahkan aktivitas melaut karena gelombang dan angin cenderung lebih stabil.

Ia menegaskan bahwa upaya mitigasi perubahan iklim tetap penting dilakukan secara bersama-sama. Salah satu langkah sederhana yang dapat dilakukan masyarakat adalah menjaga kelestarian lingkungan serta meningkatkan ruang terbuka hijau.

Menurutnya, pepohonan memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan iklim lokal karena mampu menyerap karbon dioksida sekaligus membantu menurunkan suhu lingkungan.

“Penanaman dan pelestarian pohon menjadi langkah sederhana tetapi penting untuk mengurangi dampak pemanasan,” kata Yopi.

Ia juga mengingatkan bahwa alih fungsi lahan dan berkurangnya kawasan hijau dapat memperparah peningkatan suhu di berbagai wilayah. Karena itu, perencanaan pembangunan perlu mempertimbangkan keseimbangan antara kebutuhan infrastruktur dan keberlanjutan lingkungan.

Yopi berharap masyarakat semakin memahami bahwa fenomena panas ekstrem bukan sekadar kondisi cuaca biasa, melainkan bagian dari tantangan krisis iklim yang membutuhkan kesadaran serta tindakan bersama.