Beranda blog Halaman 454

Minat Warga ke Luar Negeri Meningkat, Imigrasi Aceh Terbitkan Hampir 52 Ribu Paspor Per Juli 2025

0
Ilustrasi paspor. (Foto: Kompas.com)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH — Tingginya animo masyarakat Aceh untuk bepergian ke luar negeri tercermin dari data penerbitan paspor oleh Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Aceh. Sepanjang Januari hingga Juli 2025, tercatat sebanyak 51.972 paspor telah diterbitkan.

Penerbitan dokumen perjalanan tersebut dilakukan melalui enam kantor imigrasi yang tersebar di berbagai wilayah provinsi paling barat Indonesia itu.

“Ada sebanyak 51.972 paspor yang diterbitkan untuk masyarakat di Provinsi Aceh periode Januari hingga Juli 2025. Paspor tersebut diterbitkan melalui enam kantor imigrasi,” kata Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Aceh, Tato Juliadin Hidayawan, di Banda Aceh, Selasa (22/7/2025).

Dari total tersebut, Kantor Imigrasi Kelas I TPI Banda Aceh menjadi yang paling banyak menerbitkan paspor, yakni 18.789 dokumen, disusul Kantor Imigrasi Kelas II TPI Lhokseumawe sebanyak 11.589 paspor.

Kemudian, Kantor Imigrasi Kelas II TPI Langsa menerbitkan 8.160 paspor, Kantor Imigrasi Kelas III Non-TPI Takengon sebanyak 6.292 paspor, Kantor Imigrasi Kelas II Non-TPI Meulaboh sebanyak 6.255 paspor, dan satu kantor imigrasi lainnya menerbitkan 889 paspor.

Selain paspor, Imigrasi Aceh juga menerbitkan 679 izin tinggal bagi warga negara asing (WNA) yang berada di Aceh. Jumlah itu terdiri dari 126 izin tinggal terbatas (ITAS), 548 izin tinggal kunjungan (ITK), dan 5 izin tinggal tetap (ITAP).

Di bidang pengawasan keimigrasian, Tato menyebutkan terdapat dua bentuk penindakan terhadap WNA, yaitu tindakan administratif dan penegakan hukum.

“TAK diberikan kepada 25 warga negara asing periode Januari hingga Juli 2025. Penindakan berupa pendeportasian atau pemulangan ke negara asal,” katanya.

Selain itu, satu orang WNA ditindak secara hukum atau projustitia karena melanggar Undang-Undang Keimigrasian.

Sebagai institusi pelayanan publik, Imigrasi Aceh terus melakukan pembenahan layanan dengan prinsip transparansi dan keterbukaan informasi.

“Kami juga memastikan setiap kebijakan, data, dan layanan keimigrasian dapat diakses dan dipahami masyarakat. Keterbukaan informasi dan layanan merupakan kunci membangun kepercayaan publik terhadap kinerja kami,” ujar Tato. (XRQ)

Reporter: Akil

Investasi Asing di Aceh Tembus 10,3 Juta Dolar AS pada Triwulan Pertama 2025

0
Ilustrasi Investasi. (Foto: Universitas Airlangga)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Realisasi Penanaman Modal Asing (PMA) di Provinsi Aceh pada triwulan pertama tahun 2025 tercatat mencapai 10,3 juta dolar Amerika Serikat. Angka ini menunjukkan optimisme pertumbuhan investasi di provinsi ujung barat Indonesia tersebut.

Plh Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Aceh, Rahmadhani, menyebutkan bahwa pihaknya terus berupaya menarik minat investor dengan berbagai kemudahan perizinan.

“Kita terus berupaya menghadirkan banyak kegiatan investasi dalam berbagai sektor unggulan di Aceh, salah satunya memberikan kemudahan berusaha dan perizinan pada setiap investor yang akan menanamkan modalnya di Aceh,” ujar Rahmadhani, dikutip dari ANTARA, Senin (21/7/2025).

Sektor pertambangan masih menjadi penyumbang terbesar PMA dengan nilai investasi mencapai 3,6 juta dolar AS. Disusul sektor tanaman pangan, perkebunan, dan peternakan sebesar 2,6 juta dolar AS, serta sektor transportasi, pergudangan, dan telekomunikasi senilai 2,3 juta dolar AS.

“Sektor pertambangan masih menjadi primadona bagi para investor yang berinvestasi di provinsi ujung paling barat Indonesia. Tentu dengan tetap mengutamakan pemeliharaan lingkungan yang berkelanjutan melalui semangat LSP atau ESG (environment, social, dan government),” tambah Rahmadhani.

Kota Banda Aceh menjadi lokasi dengan nilai investasi tertinggi, diikuti Kabupaten Gayo Lues dan Aceh Tamiang. Sementara itu, negara yang tercatat menanamkan modalnya di Aceh pada periode ini adalah Belgia, Seychelles, dan Singapura.

“Aceh merupakan daerah yang aman dan nyaman sehingga sangat cocok dan layak untuk berinvestasi,” ujarnya.

DPMPTSP Aceh juga terus membenahi infrastruktur pendukung demi menciptakan iklim investasi yang kondusif. Pemerintah daerah optimistis capaian PMA sepanjang 2025 akan melampaui tahun sebelumnya, sekaligus membuka lebih banyak lapangan kerja bagi masyarakat.

Sebagai perbandingan, pada tahun 2024, realisasi PMA di Aceh mencapai 76,7 juta dolar AS, dengan sektor industri listrik, air, dan gas sebagai kontributor utama.

Editor: Akil

KONI Aceh Tunjuk Rusman Alian sebagai Plt Ketua KONI Abdya

0
Surat Keputusan KONI Aceh Nomor KEP. 53 Tahun 2025, yang diterbitkan setelah rapat pleno pengurus KONI Aceh pada 19 Juli 2025. (Foto: tangkapan layar)

NUKILAN.ID | Banda Aceh – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Aceh resmi menunjuk Drs. Rusman Alian sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Umum KONI Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) untuk sisa masa bakti 2023–2027.

Penunjukan ini dilakukan menyusul pengunduran diri Ketua KONI Abdya sebelumnya, Romi Syah Putra, yang telah dilantik sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA). Keputusan tersebut dituangkan dalam Surat Keputusan KONI Aceh Nomor KEP. 53 Tahun 2025, yang diterbitkan setelah rapat pleno pengurus KONI Aceh pada 19 Juli 2025.

Dalam surat keputusan tersebut disebutkan bahwa penunjukan Plt dilakukan untuk memastikan kelangsungan program pembinaan olahraga, termasuk persiapan Pra-Pekan Olahraga Aceh (Pra-PORA) di Kabupaten Abdya, tidak terganggu akibat kekosongan kepemimpinan.

“Bahwa berdasarkan rapat pleno Pengurus KONI Aceh Barat Daya yang dilaksanakan pada tanggal 19 Juli 2025, telah ditetapkan Sdr. Drs. Rusman Alian ditunjuk sebagai Pejabat Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Umum KONI Kabupaten Aceh Barat Daya masa bakti 2023-2027,” demikian tertulis dalam surat tersebut, dikutip Nukilan, Selasa (22/7/2025).

Penunjukan Plt ini mengacu pada ketentuan dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) KONI, serta hasil musyawarah kerja KONI tingkat provinsi.

Dengan penunjukan ini, Rusman Alian akan bertanggung jawab menjalankan roda organisasi, menjaga kesinambungan program pembinaan atlet, serta mempersiapkan Abdya menghadapi agenda-agenda olahraga di tingkat regional maupun nasional.

Ia juga diharapkan dapat membangun koordinasi yang solid dengan berbagai cabang olahraga (cabor) di wilayah Abdya, serta mendorong keberlanjutan regenerasi atlet di daerah tersebut. []

Reporter: Sammy

Operasi Patuh Seulawah di Banda Aceh Jaring Ratusan Pelanggar

0
Operasi Patuh Seulawah di depan Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh, pada Selasa 22 Juli 2025. (Foto: Nukilan/Rezi)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Satuan Lalu Lintas Polresta Banda Aceh mencatat lebih dari 200 pelanggaran lalu lintas dalam empat hari pelaksanaan Operasi Patuh Seulawah 2025. Operasi yang dimulai 14 Juli ini akan berlangsung hingga 27 Juli mendatang.

Kanit Rajawali Satlantas Polresta Banda Aceh IPDA Sukis Hadi Cahyono mengungkapkan, jenis pelanggaran terbanyak masih didominasi pengendara roda dua yang tidak menggunakan helm standar. 

Selain itu, ditemukan juga kendaraan yang tidak sesuai spesifikasi, penggunaan knalpot brong, dan berboncengan lebih dari dua orang.

“Rata-rata pelanggaran di Banda Aceh juga berkaitan dengan kelengkapan surat kendaraan, seperti pajak mati dan SIM yang sudah tidak berlaku,” kata IPDA Sukis Hadi kepada wartawan, Selasa (22/7/2025).

Perwira polisi tersebut mengimbau masyarakat untuk mempersiapkan kelengkapan berkendara sebelum memasuki jalan raya. Tidak hanya surat-surat kendaraan yang harus lengkap, kondisi kendaraan pun harus dalam keadaan prima.

“Tolong siapkan dulu surat-surat kendaraan, otomatis kendaraan pun harus dalam keadaan sehat,” tegasnya.

Menurutnya, kesadaran masyarakat dalam berlalu lintas sudah mulai membaik. Namun, masih banyak pelanggaran yang terjadi, khususnya pada waktu sore hari.

“Fakta di lapangan, sore hari masih banyak yang tidak pakai helm. Banyak juga pengendara yang putar balik saat melihat ada operasi. Ini justru berbahaya,” pungkasnya.

Reporter: Rezi

BMKG Sebut Angin Kencang di Banda Aceh Berlanjut Hingga Agustus

0
Ilustrasi angin kencang. (Foto: Associated Press)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun 1 Sultan Iskandar Muda memperingatkan bahwa potensi angin kencang yang melanda Banda Aceh masih akan terus berlangsung hingga bulan Agustus mendatang.

Prakirawan BMKG, Fitriana Nur, menjelaskan bahwa cuaca ekstrem berupa angin kencang yang melanda wilayah Banda Aceh, Aceh Besar, dan sekitarnya dalam beberapa hari terakhir disebabkan oleh sejumlah gangguan atmosfer aktif.

“Fenomena ini dipengaruhi oleh monsoon Australia, gelombang Rossby Ekuator, dan gelombang Kelvin. Kondisi ini turut berperan dalam peningkatan potensi hujan yang disertai angin kencang di wilayah Banda Aceh dan sekitarnya,” ujar Fitriana Nur kepada Nukilan, Selasa (22/7/2025).

Menurut data BMKG, kecepatan angin maksimum tertinggi yang tercatat dalam beberapa hari terakhir mencapai 35 knot atau sekitar 60 kilometer per jam.

“Namun, perlu diketahui bahwa ini merupakan kecepatan angin sesaat, bukan terjadi terus menerus dalam jangka waktu lama,” jelasnya.

Menyikapi kondisi ini, BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi dampak yang ditimbulkan. Himbauan khusus diberikan kepada para nelayan dan pengguna transportasi laut untuk lebih berhati-hati.

Selain itu, masyarakat juga diminta untuk mengamankan benda-benda ringan di sekitar rumah yang berisiko terbawa angin kencang.

Reporter: Rezi

KADIN Aceh Desak Pemerintah Atasi Kelangkaan Beras dan Jaga Kelangsungan Usaha Kecil

0
KADIN Aceh Desak Pemerintah Atasi Kelangkaan Beras dan Jaga Kelangsungan Usaha Kecil. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Aceh menyampaikan keprihatinan atas kelangkaan beras yang melanda berbagai wilayah di provinsi tersebut dalam dua pekan terakhir. Situasi ini turut memicu lonjakan harga yang berdampak luas, terutama bagi masyarakat kecil dan pelaku usaha mikro.

Berdasarkan pantauan di lapangan, harga beras premium di sejumlah wilayah seperti Barat Selatan Aceh, Banda Aceh, Lhokseumawe, wilayah timur, hingga kawasan tengah dan tenggara Aceh sudah menembus angka di atas Rp 15.000 per kilogram.

Kelangkaan ini dipicu oleh beberapa faktor, seperti belum tibanya musim panen serta meningkatnya harga gabah di tingkat petani yang kini mencapai Rp 8.000 per kilogram untuk Gabah Kering Panen (GKP) dan Rp 9.000 per kilogram untuk Gabah Kering Simpan (GKS).

Menyikapi kondisi tersebut, KADIN Aceh mendorong pemerintah untuk mengambil langkah strategis guna menstabilkan pasokan dan harga beras. Pemerintah diminta mengoptimalkan peran sebagai pemilik instrumen cadangan pangan nasional.

“Operasi pasar memang telah dilakukan, namun belum cukup menjawab kebutuhan masyarakat luas. Banyak pedagang kecil, warung nasi, dan usaha kuliner yang kini kesulitan mempertahankan usahanya karena harga bahan pokok yang terus melambung,” ujar Teuku Jailani, Direktur Eksekutif KADIN Aceh.

KADIN Aceh menekankan pentingnya optimalisasi mekanisme Cadangan Beras Pemerintah (CBP) melalui koordinasi Badan Pangan Nasional dan Perum Bulog. Distribusi beras intervensi juga dinilai perlu dilakukan secara cepat, merata, dan menjangkau wilayah-wilayah rawan.

Selain itu, KADIN juga mengusulkan pemerintah memperkuat sinergi dengan pelaku usaha lokal dalam penyaluran stok beras cadangan, mempercepat program pompanisasi, serta mendorong reformasi sistem pangan dari hulu ke hilir.

“Logistik distribusi beras di Aceh masih menghadapi banyak tantangan, terutama ke daerah-daerah terpencil. Pemerintah perlu melibatkan lebih banyak koperasi dan pelaku UMKM lokal agar sistem pangan kita menjadi lebih tahan terhadap gejolak seperti sekarang,” tutur dr Darmawan, Wakil Ketua Asosiasi Perpadi Aceh yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Umum KADIN Aceh.

Di sisi lain, KADIN turut menekankan pentingnya kebijakan jangka panjang, seperti diversifikasi pangan lokal, perlindungan terhadap petani, peningkatan produktivitas, serta edukasi kepada masyarakat agar tidak bergantung pada beras sebagai satu-satunya sumber pangan.

“Kami sangat prihatin dengan lonjakan harga beras yang terus membebani, terutama kami kalangan pelaku UMKM dan pedagang kecil”, kata Cut Fitri Marfiza, Ketua Komite UMKM KADIN Aceh yang sehari-hari menjalankan usaha kecil bersama komunitasnya di Banda Aceh.

Editor: Akil

Kapolda Aceh Hadiri Pemusnahan Barang Milik Negara Hasil Penindakan Bea Cukai

0

NUKILAN.id | Banda Aceh – Kapolda Aceh Irjen Pol. Dr. Achmad Kartiko menghadiri kegiatan pemusnahan barang yang menjadi milik negara (BMN) hasil penindakan di bidang kepabeanan dan cukai yang berlangsung di halaman Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Aceh, Selasa, 22 Juli 2025.

Kegiatan tersebut digelar sebagai bentuk sinergi antara aparat penegak hukum dan instansi terkait dalam menegakkan ketentuan peraturan perundang-undangan serta menjaga stabilitas ekonomi nasional.

Kabid Humas Polda Aceh Kombes Pol. Joko Krisdiyanto menjelaskan, barang-barang yang dimusnahkan merupakan hasil penegahan Kanwil DJBC Aceh selama tahun 2024. Seluruh barang tersebut telah ditetapkan sebagai milik negara dan proses pemusnahannya dilakukan berdasarkan persetujuan Menteri Keuangan melalui Kepala Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Banda Aceh.

“Barang yang dimusnahkan berupa 248.668 batang rokok ilegal dengan nilai mencapai Rp365 juta lebih. Rokok tersebut tidak memenuhi ketentuan di bidang cukai dan merupakan hasil penindakan yang dilakukan melalui patroli darat maupun laut oleh tim Bea Cukai di wilayah Provinsi Aceh,” ujar Joko, dalam rilisnya, usai pemusnahan berlangsung.

Menurutnya, pemusnahan ini merupakan langkah nyata dalam mendukung transparansi dan akuntabilitas pengelolaan barang hasil penegahan, sekaligus sebagai bentuk komitmen bersama dalam melindungi masyarakat dari peredaran rokok ilegal yang merugikan negara.

“Polri, khususnya Polda Aceh, senantiasa mendukung penuh upaya pemberantasan peredaran barang ilegal demi menjaga ketertiban dan keamanan masyarakat serta mengamankan penerimaan negara,” ujarnya.

Joko juga menegaskan, sinergi yang terus dibangun antara Polri dan instansi terkait akan memperkuat upaya penegakan hukum dan menjadi pondasi penting dalam mendukung agenda pembangunan nasional.

FKPT Aceh Berbagi Pengetahuan Deradikalisasi kepada Polda Aceh

0
Ketua Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Aceh, Dr. Wiratmadinata, S.H., M.H., membagikan pemahaman tentang upaya pencegahan intoleransi, radikalisme, dan terorisme kepada puluhan perwira muda Polda Aceh. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Ketua Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Aceh, Dr. Wiratmadinata, S.H., M.H., membagikan pemahaman tentang upaya pencegahan intoleransi, radikalisme, dan terorisme kepada puluhan perwira muda Polda Aceh, Selasa (22/7/2025).

Dalam kegiatan pembinaan yang digelar di Hotel Mekkah, Banda Aceh, Dr. Wiratmadinata menekankan pentingnya pemberdayaan masyarakat sebagai pendekatan strategis dalam menangkal berbagai bentuk radikalisasi.

“Fenomena radikalisasi pemikiran di kalangan masyarakat, baik individual maupun kelompok dipengaruhi oleh banyak faktor, baik itu individual, keluarga maupun lingkungan, yang membentuk sistim keyakinan, persepsi, konsep si maupun sistim pengetahuan manusia. Kondisi ini dibentuk dalam kognisi publik melalui transformasi informasi, pada saat menggunakan Media Sosial,” ujar Doktor Wira, yang juga Dekan Fakultas Hukum Universitas Abulyatama Aceh.

Ia mengingatkan para peserta untuk bijak menggunakan media sosial agar tidak terjebak dalam arus informasi yang menyesatkan.

“Oleh karena itu, kita harus hati-hati dengan Media Sosial, yang jika tidak digunakan secara bertanggungjawab, dapat menjadi saluran berkembangnya berita hoax, yang berisi fitnah, manipulasi pengetahuan, dan manipulasi data. Melalui Medsos pribadi, misalnya grup whatsapp, facebook atau Instagram, seseorang bisa menaburkan informasi salah, yang isinya menanam bibit amarah serta kebencian dari satu kelompok kepada kelompok lain, sehingga orang menjadi radikal, karena kecewa atau frustasi. Begitulah proses terjadinya radikalisi dan atau radikalisme, sebagai ladang sumbur pembentukan Mentalitas orang bisa jadi teroris,” ujarnya menjelaskan.

Kegiatan pembinaan ini merupakan bagian dari program internal Polda Aceh bagi para perwira muda lulusan Sekolah Calon Perwira (Secapa) Polri. Selain FKPT Aceh, pelatihan ini juga melibatkan pemateri dari kalangan internal Polda Aceh serta Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh.

“Kegiatan seperti ini adalah bagian dari upaya Polda Aceh untuk menciptakan Polri yang presisi, yaitu profesional dan dapat diandalkan,” ujar Karo SDM Polda Aceh, melalui Kabagbinkar sekaligus penanggung jawab kegiatan, AKBP Imam Arsali, S.I.K., M.H.

Selama berlangsungnya kegiatan, para peserta terlihat antusias mengikuti paparan yang disampaikan. Dr. Wira juga berulang kali mengajak peserta untuk aktif melibatkan masyarakat dalam proses deradikalisasi di tingkat akar rumput.

“Para aktivis teroris sekarang ini bekerja dibelakang komputer, mulai dari meracuni pikiran, memprovokasi orang supaya benci kepada negara, dan ujungnya melakukan kekerasan. Semua bisa dilakukan lewat medsos, mulai dari cuci otak, pendanaan sampai rekrutmen pelaku teroris,” ungkap Dr. Wira di akhir sesi.

Editor: AKil

Diskominfo Aceh Besar Perkuat Peran Radio Panglima Polem sebagai Pilar Informasi Publik

0
Diskominfo Aceh Besar Perkuat Peran Radio Panglima Polem sebagai Pilar Informasi Publik. (Foto: Diskominfo Abes)

NUKILAN.ID | JANTHO — Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Aceh Besar menggelar pertemuan konsolidasi bersama para pengelola dan penyiar Radio Panglima Polem 104.0 FM, Senin (21/7/2025). Kegiatan yang berlangsung di ruang rapat Diskominfo Aceh Besar ini bertujuan memperkuat peran Radio Panglima Polem sebagai Lembaga Penyiaran Publik Lokal (LPPL) dalam mendukung pembangunan daerah.

Dalam arahannya, Pranata Humas Ahli Muda Diskominfo Aceh Besar, M Yusuf SE MSi, menyampaikan pentingnya keberadaan LPPL sebagai sumber informasi terpercaya yang sarat edukasi serta mampu menjaga nilai-nilai lokal.

“Sebagai lembaga penyiaran publik, Radio Panglima Polem diharapkan dapat menyediakan informasi yang akurat dan objektif kepada masyarakat, meningkatkan kesadaran serta partisipasi masyarakat dalam pembangunan daerah, serta menyebarkan nilai-nilai budaya dan kearifan lokal Aceh Besar,” ujar M. Yusuf, mewakili Plt Kepala Dinas Kominfo Khairul Huda SIKom MM.

Ia menambahkan, siaran edukatif dan menghibur dari radio pemerintah daerah itu juga berperan dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat serta menjadi media promosi potensi daerah.

“Radio publik tidak sekadar hiburan, tapi memiliki fungsi strategis sebagai sarana pendidikan, advokasi, serta media kampanye pembangunan yang berkelanjutan. Oleh karena itu, Pemerintah Kabupaten Aceh Besar terus memberikan dukungan penuh terhadap kemajuan Radio Panglima Polem sebagai satu-satunya radio milik pemerintah daerah,” imbuhnya.

Hal senada disampaikan Kepala Bidang Media Informasi, Persandian, Pos dan Telekomunikasi Diskominfo Aceh Besar, Mariadi ST MM. Ia menekankan pentingnya peningkatan kapasitas kelembagaan dan sumber daya manusia dalam tubuh LPPL.

“Kita harus memastikan bahwa seluruh unsur dalam manajemen radio ini bergerak seirama untuk menjaga kualitas siaran, memperluas jangkauan audiens, dan meningkatkan kepercayaan publik,” ujar Mariadi.

Sementara itu, Direktur Utama Radio Panglima Polem 104.0 FM, Muzakkir RA, menegaskan komitmen jajarannya untuk terus meningkatkan peran radio dalam pembangunan daerah.

“Seluruh direksi Radio Panglima Polem telah sepakat untuk meningkatkan reputasi dan kredibilitas lembaga penyiaran ini. Kami siap membenahi kinerja dan meningkatkan kapasitas SDM agar ke depan radio ini benar-benar menjadi rujukan utama informasi publik di Aceh Besar,” tegas Muzakkir.

Ia juga mengapresiasi dukungan Pemerintah Kabupaten Aceh Besar terhadap eksistensi dan pengembangan Radio Panglima Polem.

“Kami berkomitmen untuk menjadi media yang independen, profesional, dan selalu berpihak pada kepentingan publik,” pungkasnya.

Editor: Akil

Pemkab Aceh Jaya Salurkan 182 Ton Beras Gratis untuk 9.112 Warga Kurang Mampu

0
Bupati Aceh Jaya yang diwakili Asisten II Setdakab, saat menyerahkan Bantuan Beras Gratis secara simbolis, Selasa (22/07/2025). (Foto RRI)

NUKILAN.ID | CALANG – Pemerintah Kabupaten Aceh Jaya resmi meluncurkan program bantuan pangan berupa beras gratis kepada 9.112 keluarga kurang mampu. Peluncuran program ini berlangsung di Balai Desa Tuwi Kareung, Kecamatan Panga, Selasa (22/7/2025).

Bupati Aceh Jaya, Safwandi, S.Sos., yang diwakili Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setdakab, Jonni Sahputra, secara simbolis menyerahkan bantuan tersebut kepada warga penerima manfaat. Masing-masing keluarga memperoleh 20 kilogram beras, yang merupakan alokasi untuk bulan Juni dan Juli 2025.

“Program ini merupakan komitmen pemerintah dalam membantu meringankan beban ekonomi masyarakat. Kami berharap bantuan ini dapat dimanfaatkan sebaik mungkin oleh masyarakat penerima,” ujar Jonni dalam sambutannya.

Kepala Perum Bulog Cabang Meulaboh, Suhadi, menyebutkan bahwa total bantuan yang disalurkan untuk Kabupaten Aceh Jaya mencapai 182,24 ton. Bantuan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk menekan angka kemiskinan, mengatasi kerawanan pangan, dan mengendalikan harga bahan pokok.

Suhadi menambahkan, seluruh data penerima bantuan merujuk pada Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) dari Kementerian Sosial Republik Indonesia, sehingga penyaluran diharapkan lebih tepat sasaran.

Sementara itu, Kepala Dinas Kelautan, Perikanan, dan Pangan Kabupaten Aceh Jaya, Teuku Ridwan, menilai pelaksanaan program ini sebagai wujud nyata kehadiran pemerintah dalam menjawab kebutuhan masyarakat, terutama di tengah fluktuasi harga bahan pokok.

“Kita berharap pelaksanaan program ini dapat berjalan tepat waktu, tepat sasaran, dan tentunya tepat penerima. Terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung kelancaran penyaluran bantuan ini,” kata Ridwan.

Ia juga mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk terus mengawal jalannya program tersebut. “Demi terwujudnya ketahanan pangan yang berdaulat di Aceh Jaya,” pungkasnya.

Editor: Akil