Beranda blog Halaman 451

FSH UIN Ar-Raniry Gelar Diskusi Internasional Bahas Konflik dan Terorisme

0
FSH UIN Ar-Raniry Gelar Diskusi Internasional Bahas Konflik dan Terorisme. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Fakultas Syariah dan Hukum (FSH) UIN Ar-Raniry Banda Aceh menggelar International Expert Roundtable Discussion bertajuk “Aceh Post Conflict and Global Geopolitics”, Kamis (24/4/2025). Diskusi berlangsung di Ruang Kuliah Umum Gedung A lantai 2 FSH, menghadirkan para akademisi internasional yang tengah meneliti isu konflik dan terorisme di berbagai belahan dunia.

Tiga narasumber utama hadir dalam forum ini, yakni Mr. Noah Enggeleken dari The University of Amsterdam, Mr. Kenneth Yec dari Nanyang Technological University of Singapore, dan Mis. Unaesah Rahmah dari Leiden University, Belanda.

Ketiganya membagikan hasil riset terbaru mereka terkait konflik di Aceh, Thailand Selatan, Suriah, hingga wilayah-wilayah lain yang masih bergolak. Diskusi yang berlangsung selama beberapa jam itu menyedot perhatian dosen dan mahasiswa, terutama dalam melihat posisi Aceh dalam dinamika geopolitik global pasca-konflik.

Dalam pemaparannya, Mr. Noah Enggeleken menyoroti kiprah Gerakan Aceh Merdeka (GAM) dan dinamika Partai Aceh. Ia menyebut bahwa konflik masa lalu antara Aceh dan pemerintah pusat menjadi salah satu fokus risetnya.

“Hal ini dipicu oleh segelintiran orang yang punya kuasa, punya uang untuk memuaskan keinginan kebebasan dari suatu kelompok. Disebabkan ada kepentingan individu atau hak-hak yang tidak terpenuhi,” ungkapnya.

Ia juga menggarisbawahi kecenderungan eksklusivitas dalam kepemimpinan politik lokal sejak kemunculan Partai Aceh pada 2009.

Sementara itu, Mr. Kenneth Yec mengulas dinamika konflik di Mindanao, Aceh, dan Thailand Selatan. Ia menjelaskan bahwa konflik kerap dimulai dari lingkup paling kecil, lalu meluas melalui propaganda dan narasi separatis.

“Pergerakan konflik diawali dengan pergerakan-pergerakan kecil yang dimulai dari keluarga. Membuat narasi-narasi pergerakan separatisme, lalu disebarluaskan untuk mempengaruhi orang lain, entah itu melalui media ataupun komunikasi lainnya,” katanya.

Sesi tanya jawab berlangsung hangat. Salah satu mahasiswa mengangkat isu tentang 12 Warga Negara Indonesia (WNI) yang diduga bergabung dengan ISIS di Suriah kepada Mis. Unaesah Rahmah.

Menanggapi pertanyaan tersebut, Unaesah menyebut bahwa para WNI kini telah diamankan oleh pihak Mabes Polri di sebuah panti sosial di Jakarta Timur. Dalam penelitiannya yang berfokus pada terorisme di Timur Tengah, ia menemukan sejumlah faktor yang mendorong seseorang tertarik bergabung dengan kelompok radikal.

“Ada beberapa faktor orang-orang tertentu tertarik bergabung teroris karena tidak ada hubungan baik antara masyarakat sipilnya dengan pemerintah dan aparat penegak hukum,” jelasnya.

Ia menegaskan pentingnya upaya bersama untuk menciptakan perdamaian dunia demi masa depan yang lebih baik, serta mengakhiri konflik yang masih melanda banyak negara.

Diskusi ini menjadi ruang refleksi akademik yang penting, mengingat Aceh sendiri memiliki rekam jejak panjang dalam sejarah konflik bersenjata dan kini tengah menjalani proses konsolidasi damai. Kehadiran para ahli internasional membuka perspektif baru bagi civitas akademika UIN Ar-Raniry dalam melihat isu-isu global yang kompleks, namun saling terhubung.

Editor: AKil

Kejari Aceh Timur Tetapkan Dua Tersangka Korupsi Proyek Dermaga TPI Kuala Leuge

0
Tersangka korupsi proyek dermaga TPI di Gampong Kuala Leuge, Kecamatan Peureulak, Kabupaten Aceh Timur. (Foto: Dok. Kejari Aceh Timur)

NUKILAN.id | Aceh Timur – Kejaksaan Negeri Aceh Timur menetapkan dua orang tersangka dalam kasus dugaan korupsi proyek lanjutan rekonstruksi pembangunan Dermaga Tempat Pelelangan Ikan (TPI) di Gampong Kuala Leuge, Kecamatan Peureulak, Kabupaten Aceh Timur, tahun anggaran 2023.

Plh Kepala Kejaksaan Negeri Aceh Timur, Akbar Pradhana, S.H, mengungkapkan bahwa kedua tersangka berinisial SB yang berperan sebagai Pelaksana Kegiatan dan ES selaku Konsultan Pengawas proyek tersebut.

“Proyek yang bersumber dari Dana Otonomi Khusus senilai Rp709.361.500 ini dilaksanakan oleh CV. Bungie Jaya Nusantara dan dikelola oleh Dinas Perikanan Aceh Timur,” ujar Akbar dalam keterangannya kepada Nukilan, Kamis (24/4/2025).

Dijelaskannya, penetapan tersangka dilakukan setelah tim penyidik menemukan sejumlah penyimpangan berdasarkan hasil audit fisik dan mutu oleh Tim Ahli Forensik Teknik Sipil serta audit Inspektorat. Hasil pemeriksaan menunjukkan adanya ketidaksesuaian antara volume dan mutu beton dengan dokumen kontrak serta tidak memenuhi standar SNI 2847-2019.

“Beberapa bagian struktur bangunan dinyatakan tidak layak digunakan dan membahayakan daya layan dermaga. Addendum kontrak yang menurunkan spesifikasi mutu beton juga dilakukan tanpa perhitungan teknis yang valid,” jelasnya.

Berdasarkan laporan audit Inspektorat Kabupaten Aceh Timur, kerugian keuangan negara/daerah akibat penyimpangan tersebut mencapai Rp156.685.939,50.

Kedua tersangka disangkakan melanggar Pasal 2 ayat (1) atau Pasal 3 jo Pasal 18 Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

“Para tersangka telah ditahan di Lapas Kelas II B Idi selama 20 hari terhitung mulai tanggal 23 April 2025 hingga 12 Mei 2025 berdasarkan Surat Perintah Penahanan (T-2) yang telah dikeluarkan,” pungkasnya.

Kejaksaan Negeri Aceh Timur menegaskan komitmennya untuk menindak tegas setiap bentuk penyalahgunaan anggaran negara, khususnya dana Otonomi Khusus, guna menjamin transparansi dan akuntabilitas dalam pembangunan daerah.

Reporter: Rezi

Mahasiswa KPM UIN Ar-Raniry dan Warga Lambaro Sukon Sukses Gelar Festival Anak Sholeh 2025

0
Mahasiswa KPM UIN Ar-Raniry dan Warga Lambaro Sukon Sukses Gelar Festival Anak Sholeh 2025. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Mahasiswa Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh yang tergabung dalam kelompok 06 Gampong Lambaro Sukon, bekerja sama dengan masyarakat setempat, sukses menyelenggarakan Festival Anak Sholeh 2025.

Kegiatan bertema “Membangun Karakter Islami Melalui Prestasi dan Kreativitas Sejak Dini” ini berlangsung pada 20-23 April 2025 di Meunasah Lambaro Sukon, Kecamatan Darussalam, Aceh Besar.

Festival ini diramaikan oleh sekitar 90 anak-anak dari Gampong Lambaro Sukon yang mengikuti berbagai cabang perlombaan, mulai dari lomba adzan, mewarnai, rangking 1, hingga hafalan doa harian dan surah pendek.

Tujuan utama dari penyelenggaraan festival ini adalah untuk menumbuhkan semangat belajar, meningkatkan kreativitas, dan memperdalam pemahaman nilai-nilai keislaman sejak usia dini, agar dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Ketua Panitia, Atsal kepada Nukilan.id mengungkapkan berharapannya akan semangat yang dibawa oleh kegiatan ini dapat terus tumbuh di tengah anak-anak Lambaro Sukon.

“Saya ingin dengan adanya kegiatan ini, semangat belajar dan pengetahuan anak-anak semakin bertambah giat serta bermanfaat dikemudian hari,” ujar Atsal.

Menurut keterangan dari Atsal, Keuchik Gampong Lambaro Sukon, Saffarudin, mengapresiasi kolaborasi antara mahasiswa dan masyarakat dalam menyukseskan kegiatan ini. Ia menyampaikan rasa terima kasihnya kepada semua pihak yang telah berpartisipasi.

Ketua KPM Gampong Lambaro Sukon, Alvi, turut menyampaikan terima kasih atas dukungan dan keramahan masyarakat selama program pengabdian berlangsung. Ia menilai kebersamaan ini menjadi pengalaman berharga bagi seluruh anggota KPM.

Sebagai penutup, Rabu malam (23/4/2025), mahasiswa KPM bersama warga menggelar malam penutupan Festival Anak Sholeh. Acara ditutup langsung oleh Keuchik Saffarudin, dilanjutkan dengan penyerahan hadiah kepada para pemenang lomba, makan bersama, dan sesi foto bersama dengan seluruh masyarakat.

Festival ini sekaligus menjadi penutup rangkaian program KPM yang telah berjalan selama 45 hari di Gampong Lambaro Sukon. (XRQ)

Reporter: AKil

Tambang Ilegal di Aceh Tengah Kembali Disorot, YAC Desak Tindakan Tegas dari Polda Aceh

0
Excavator di Tanoh Depet, Celala, Aceh Tengah. (Foto: Lintasgayo.com)

NUKILAN.id | Takengon – Dugaan aktivitas tambang ilegal di kawasan Tanoh Depet, Kecamatan Celala, Kabupaten Aceh Tengah, kembali mencuat ke permukaan. Organisasi Youth Against Corruption (YAC) menyatakan telah menerima informasi terbaru mengenai maraknya praktik tambang tanpa izin di wilayah tersebut.

Melalui pernyataan resmi yang disampaikan oleh Kepala Divisi Investigasi YAC, Ikhlas Hairi, mereka menilai bahwa aktivitas tambang ilegal yang terjadi di lokasi berbeda dari sebelumnya mengindikasikan masih adanya pembiaran dari pihak berwenang.

“Sudah menjadi rahasia umum bahwa aktivitas tambang ilegal ini berlangsung di depan mata, namun hingga kini belum ada tindakan nyata. Kami mempertanyakan mengapa aparat setempat belum mampu menuntaskannya,” ujar Ikhlas pada Kamis (23/04/2025).

YAC mendesak Kepolisian Daerah (Polda) Aceh untuk segera mengambil langkah tegas terhadap aktivitas ilegal ini. Mereka menilai lambannya penanganan menimbulkan keraguan publik terhadap komitmen aparat penegak hukum di Aceh Tengah.

Menurut Ikhlas, pihaknya telah melayangkan surat resmi kepada Polda Aceh sejak 16 April 2025. Namun hingga kini belum ada jawaban atau informasi lanjutan dari pihak kepolisian. Kondisi ini, kata YAC, hanya akan memperburuk kepercayaan masyarakat terhadap sistem penegakan hukum.

“Jika tidak ada perkembangan konkret dalam waktu dekat, kami akan melanjutkan upaya ini dengan menyurati langsung Kapolri. Kasus ini tidak bisa terus dibiarkan,” tegasnya.

YAC juga mengungkapkan kecurigaan mereka terhadap potensi praktik tidak sehat dalam proses penanganan tambang ilegal tersebut.

“Kami mencium adanya potensi permainan yang bisa mengarah pada konflik kepentingan atau penyalahgunaan wewenang. Dugaan akan terjadinya praktik koruptif perlu dijawab secara terbuka oleh institusi terkait,” katanya.

Sebagai penutup, Ikhlas menegaskan bahwa pihaknya tidak akan tinggal diam.

“Ini bukan sekadar persoalan hukum, tapi juga menyangkut marwah institusi. Jika tidak segera ditangani dengan tegas, kepercayaan publik terhadap penegakan hukum di Aceh Tengah bisa terkikis,” pungkasnya.

Editor: Akil

USK Tempati Peringkat Ketujuh Nasional PTN dengan Dosen Terbanyak

0
Universitas Syiah Kuala. (Foto: usk.ac.id)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Universitas Syiah Kuala (USK) menempati peringkat ketujuh sebagai perguruan tinggi negeri (PTN) dengan jumlah sumber daya manusia (SDM) dosen terbanyak di Indonesia. Hal ini berdasarkan data terbaru yang dirilis oleh platform penyaji informasi berbasis angka, Goodstats.

USK tercatat memiliki 1.887 dosen yang menangani sekitar 38.700 mahasiswa. Dengan jumlah tersebut, USK tidak hanya masuk jajaran 10 besar nasional, tetapi juga menjadi PTN dengan dosen terbanyak di Pulau Sumatra.

Peringkat teratas dalam daftar tersebut ditempati Universitas Gadjah Mada (UGM) dengan 3.066 dosen yang mengajar 60.500 mahasiswa. Disusul oleh Universitas Indonesia (UI) di posisi kedua dengan 2.468 dosen dan Universitas Brawijaya (UB) di posisi ketiga dengan 2.336 dosen.

Jika melihat rasio jumlah dosen terhadap mahasiswa, UGM memiliki rasio 1:20, yaitu satu dosen melayani 20 mahasiswa. Sementara itu, USK memiliki rasio 1:21, artinya satu dosen mengajar 21 mahasiswa.

Rasio jumlah dosen terhadap mahasiswa ini menjadi indikator penting dalam menjaga kualitas pendidikan tinggi. Ketidakseimbangan antara jumlah dosen dan mahasiswa dapat mempengaruhi langsung kualitas lulusan yang dihasilkan.

Hasil penelusuran Nukilan.id menemukan bahwa pemerintah telah menetapkan standar ideal rasio dosen dan mahasiswa. Di mana berdaskan UU Pendidikan Tinggi No.12/2012 serta PP No.4/2014 tentang Penyelenggaraan Perguruan Tinggi, bahwa rasio ideal antara dosen dan mahasiswa adalah 1:20 untuk Ilmu Eksakta dan 1:30 untuk Ilmu Sosial.

Data lengkap 10 besar PTN dengan jumlah dosen terbanyak yang dirilir oleh Goodstats adalah sebagai berikut:

  1. Universitas Gadjah Mada (UGM): 3.066 dosen dengan 60.500 mahasiswa

  2. Universitas Indonesia (UI): 2.468 dosen dengan 52.400 mahasiswa

  3. Universitas Brawijaya (UB): 2.336 dosen dengan 78.900 mahasiswa

  4. Universitas Hasanuddin (Unhas): 2.115 dosen dengan 45.400 mahasiswa

  5. Universitas Padjadjaran (Unpad): 2.043 dosen dengan 40.100 mahasiswa

  6. Universitas Airlangga (Unair): 2.036 dosen dengan 43.500 mahasiswa

  7. Universitas Syiah Kuala (USK): 1.887 dosen dengan 38.700 mahasiswa

  8. Universitas Sebelas Maret (UNS): 1.848 dosen dengan 52.700 mahasiswa

  9. Universitas Udayana (Unud): 1.845 dosen dengan 32.400 mahasiswa

  10. Universitas Sumatera Utara (USU): 1.720 dosen dengan 48.200 mahasiswa

Keberadaan dosen dalam jumlah yang memadai sangat penting untuk menunjang proses akademik yang berkualitas. Rasio yang ideal akan memungkinkan proses belajar mengajar berlangsung lebih optimal, serta mendukung pengembangan riset dan inovasi di lingkungan kampus. (XRQ)

Reporter: AKil

Pemerintah Aceh Dorong Pemberangkatan Umrah Melalui Bandara SIM

0
Bandar Udara Sultan Iskandar Muda, Blang Bintang, Aceh Besar. (Foto: Dishub Aceh)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Pemerintah Aceh terus mendorong agar seluruh penyelenggara perjalanan ibadah umrah di daerah tersebut memberangkatkan jemaah melalui Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda (SIM) di Blang Bintang, Aceh Besar.

Penegasan itu disampaikan Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh, M. Nasir, usai melantik Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Aceh Tahun 1446 Hijriah/2025 di aula Asrama Haji Aceh, Selasa (22/4/2025).

“Kita terus mengimbau agar travel-travel penyelenggara Umrah memberangkatkan jamaahnya melalui Bandara SIM,” ujar M. Nasir di hadapan awak media.

Ia menjelaskan, langkah ini merupakan bagian dari upaya optimalisasi Bandara SIM sebagai pintu utama keberangkatan masyarakat Aceh menuju tanah suci. Pemerintah juga berencana mengundang sejumlah pihak travel dalam waktu dekat guna mencari solusi bersama terkait tantangan yang dihadapi.

“Dalam waktu dekat, kita juga akan mengundang pihak travel untuk membahas hal ini,” lanjutnya.

Menurut M. Nasir, secara geografis Bandara SIM memiliki keunggulan strategis dengan waktu tempuh ke Arab Saudi yang relatif singkat, berkisar antara tujuh hingga delapan jam penerbangan langsung. Namun, kondisi di lapangan menunjukkan masih banyak jemaah umrah asal Aceh yang memilih berangkat dari luar daerah, bahkan hingga ke negara tetangga seperti Malaysia.

Hal tersebut dinilai sebagai kerugian bagi potensi daerah, baik dari sisi layanan penerbangan maupun dampak ekonomi bagi masyarakat.

“Insya Allah, dengan duduk bersama, kita akan menemukan masalah dan solusi agar semakin banyak travel umrah yang membuka paket perjalanan umrah via SIM. Ini tentu akan berimbas pada bertambahnya aktivitas di Bandara kita yang secara langsung juga akan berimbas positif bagi denyut perekonomian masyarakat,” pungkasnya.

Menu Khas Aceh Siap Temani Jemaah Haji Selama Penerbangan ke Arab Saudi

0
Berbagai jenis menu yang akan disajikan ke jemaah dihadirkan saat uji coba yang berlangsung di Asrama Haji Embarkasi Aceh di Banda Aceh. (Foto: detikSumut)

NUKILAN.id | Banda Aceh Jemaah haji asal Aceh yang tergabung dalam kelompok terbang (kloter) pertama dijadwalkan berangkat ke Tanah Suci pada 18 Mei mendatang. Selama penerbangan menuju Arab Saudi, para jemaah akan disuguhi dua kali makan dan satu kali makanan ringan dengan menu yang disesuaikan dengan cita rasa khas Aceh.

Uji coba penyajian makanan berlangsung di Asrama Haji Embarkasi Aceh, Banda Aceh, pada Selasa (22/4/2025). Kegiatan tersebut turut dihadiri Pelaksana Tugas Sekda Aceh M Nasir Syamaun dan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Aceh, Azhari.

Dalam kesempatan itu, salah satu menu yang semula disiapkan mengalami perubahan berdasarkan permintaan agar lebih mencerminkan kekayaan kuliner lokal.

“Tadi ayam masak Aceh diganti dengan keumamah,” ujar Sekretaris PT Aqsa Pro Afkara, Intan, kepada wartawan.

Intan menjelaskan, menu yang disajikan saat keberangkatan akan berbeda dengan yang disediakan saat kepulangan jemaah. Beberapa menu yang akan disuguhkan di antaranya ayam tangkap, daging rendang, serta ikan tumis khas Aceh. Sementara itu, nasi yang disediakan terdiri atas nasi gurih, nasi putih, dan nasi kuning. Para jemaah dapat memilih sesuai selera masing-masing.

Tak hanya itu, penyedia makanan juga memastikan bahwa hidangan tidak disajikan dengan cita rasa pedas guna menyesuaikan dengan kondisi jemaah, terutama yang berusia lanjut. Bagi jemaah lansia, kata Intan, telah disiapkan menu khusus berupa bubur.

“Bahan baku untuk makanan ini hampir semuanya dari Aceh. Kita mengutamakan menu khas Aceh,” tambahnya.

Kepala Kanwil Kemenag Aceh, Azhari, menegaskan bahwa sajian makanan selama penerbangan telah disesuaikan dengan selera masyarakat Aceh agar para jemaah merasa nyaman dan tetap berselera di udara.

“Tadi sudah kita cek makanannya, tentu jemaah dapat memilih makanan selama penerbangan sesuai dengan seleranya,” ujar Azhari.

Jemaah haji Aceh tahun ini akan diberangkatkan melalui Bandara Sultan Iskandar Muda, Blang Bintang, Aceh Besar, menuju Bandara King Abdul Aziz, Jeddah, Arab Saudi, dengan menggunakan maskapai Garuda Indonesia. Total sebanyak 4.378 orang, termasuk petugas, akan berangkat dalam 12 kloter, terdiri atas 11 kloter penuh dan satu kloter gabungan bersama jemaah asal Sumatera Utara.

Editor: AKil

Bobol Toko Elektronik, Pasutri di Aceh Besar Diringkus Polisi Usai Aksi Dramatis

0
Personel Polresta Banda Aceh saat menangkap pelaku pencurian alat elektronik di kawasan pasar Lambaro, di Banda Aceh. (Foto: ANTARA)

NUKILAN.id | Banda Aceh Sepasang suami istri (pasutri) asal Aceh Besar berinisial MF (34) dan MR (33) diringkus aparat kepolisian dari Satreskrim Polresta Banda Aceh setelah membobol sebuah toko elektronik di kawasan Lambaro, Aceh Besar. Penangkapan pasangan ini berlangsung dramatis, dengan MF nekat melompat ke rawa-rawa demi menghindari kejaran petugas.

“Penangkapan itu diwarnai aksi dramatis, di mana pelaku MF berupaya kabur dari kejaran petugas dengan nekat lompat ke rawa-rawa,” ujar Kasat Reskrim Polresta Banda Aceh, Kompol Fadillah Aditya Pratama, Rabu (23/4/2025).

Aksi pencurian itu pertama kali diketahui oleh seorang karyawan toko, FR, saat hendak membuka toko sekitar pukul 08.00 WIB. FR terkejut melihat kondisi pintu toko yang sudah rusak dan sejumlah barang elektronik yang raib. Pemilik toko, Ardiansyah Basri (45), warga Banda Aceh, langsung melapor ke pihak kepolisian.

Menindaklanjuti laporan tersebut, polisi bergerak cepat melakukan penyelidikan. Rekaman kamera CCTV di lokasi kejadian memperlihatkan aksi pelaku, yang ternyata adalah MF, seorang residivis kasus serupa.

“Korban yang mengalami kerugian mencapai hingga Rp 20 juta, dan langsung membuat laporan ke polisi dan segera kita tindaklanjuti,” kata Kompol Fadillah.

Dari hasil penyelidikan, diketahui bahwa MF membobol pintu depan toko pada tengah malam menggunakan linggis. Ia kemudian mengangkut satu per satu barang curian seperti mesin cuci, penanak nasi, pengeras suara, dan televisi dengan sepeda motor. Menariknya, sepeda motor tersebut merupakan milik teman istrinya yang dipinjam sebelumnya.

“Pelaku MF bolak-balik pakai motor mengangkut semua barang-barang ini, barangnya dibawa pulang ke rumah. Namun motor yang digunakan ternyata motor yang dipinjam dari teman istrinya,” ujar Fadillah.

Saat tiba di rumah, MF sempat ditanya oleh istrinya, MR, mengenai asal usul barang-barang elektronik tersebut. Meski mengetahui sang suami mencuri, MR memilih bungkam. Bahkan, ia menyarankan agar barang-barang itu segera dijual.

Tak berhenti di situ, MR juga membantu menyembunyikan barang-barang curian tersebut ke rumah salah seorang kerabat mereka di Kecamatan Peukan Bada dengan menyewa mobil jasa angkutan online.

“Barang ini diangkut dengan mobil yang disewa melalui salah satu jasa angkutan online. Atas hal inilah yang bersangkutan juga terlibat dan jadi tersangka, karena membiarkan suaminya melakukan kejahatan, sekaligus ikut membantu menyimpan barang curian,” kata Fadillah.

Dari hasil pemeriksaan, diketahui bahwa MF baru saja keluar dari penjara pada bulan Ramadhan lalu. Sebelumnya, ia sempat mendekam di balik jeruji besi karena kasus pencurian jam tangan mewah dan parfum dengan modus serupa, yakni membobol toko menggunakan alat bantu seperti gunting besi.

Kini, kedua tersangka telah ditahan di Mapolresta Banda Aceh. MF dijerat dengan Pasal 363 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal tujuh tahun penjara, sedangkan MR dikenakan Pasal 55 KUHP karena turut serta dan menganjurkan tindak pidana.

“Sementara istrinya dijerat dengan Pasal 55 KUHP karena terlibat serta menganjurkan orang lain berbuat pidana dengan cara tertentu dan terancam dengan hukuman yang sama seperti pelaku utama,” tutup Kompol Fadillah.

Editor: AKil

Pemerintah Aceh Tunda Tahapan Pilchiksung Sambil Menunggu Putusan MK

0
Surat edaran bernomor 400.10/4007 tertanggal 22 April 2025, yang ditujukan kepada para Bupati dan Wali Kota se-Aceh terkait penundaan tahapan Pemilihan Keuchik Langsung (Pilchiksung) untuk periode 2024–2025. (Foto: Tangkapan Layar)

NUKILAN.id | Meulaboh – Pemerintah Aceh resmi menginstruksikan penundaan tahapan Pemilihan Keuchik Langsung (Pilchiksung) untuk periode 2024–2025. Instruksi ini dituangkan dalam surat edaran bernomor 400.10/4007 tertanggal 22 April 2025 yang ditujukan kepada para bupati dan wali kota se-Aceh.

Dalam surat tersebut, pemerintah meminta agar pelaksanaan Pilchiksung bagi keuchik yang masa jabatannya berakhir dari Februari 2024 hingga Desember 2025 dapat ditunda sementara waktu. Penundaan ini dilakukan sembari menanti hasil uji materi Pasal 115 ayat (3) Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2006 tentang Pemerintahan Aceh yang sedang ditangani Mahkamah Konstitusi (MK).

“Untuk jabatan keuchik yang berakhir mulai bulan Februari 2024 sampai dengan bulan Desember 2025, dapat dilakukan relaksasi waktu pelaksanaan tahapan Pilchiksung sampai dengan diperolehnya hasil putusan Mahkamah Konstitusi,” demikian isi utama surat edaran tersebut.

Adapun untuk keuchik yang masa jabatannya telah habis pada tahun 2022, 2023, hingga Januari 2024, proses pemilihan tetap dapat berlangsung sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.

Surat tersebut ditandatangani oleh Plt. Sekretaris Daerah Aceh, M. Nasir, S.IP, MPA atas nama Gubernur Aceh, dan turut ditembuskan kepada Menteri Dalam Negeri RI, Ketua DPR Aceh, Inspektur Aceh, serta Kepala DPMG provinsi dan kabupaten/kota se-Aceh.

Kebijakan ini diambil sebagai langkah preventif agar pelaksanaan Pilchiksung ke depan berjalan sesuai koridor hukum dan konstitusi. Pemerintah Aceh juga mengimbau seluruh kepala daerah untuk menjadikan isi surat edaran ini sebagai acuan dalam menjalankan roda pemerintahan di masing-masing wilayah.

Editor: Akil

Luas Tanam di Aceh Naik 7,89 Persen, Gubernur Apresiasi Dukungan Presiden

0
Gubernur Aceh, Muzakir Manaf, menghadiri gerakan tanam padi serentak 14 Provinsi bersama Presiden Prabowo Subianto secara daring, di Gampong Lampasie Engking, Darul Imarah, Aceh Besar, Rabu, 23/4/2025. (Foto: Humas Pemerintah Aceh)

NUKILAN.id | Banda Aceh — Gubernur Aceh, Muzakir Manaf, menyampaikan apresiasi kepada Presiden RI Prabowo Subianto atas bantuan program Optimalisasi Lahan (Oplah) yang dinilai berhasil meningkatkan capaian Luas Tambah Tanam (LTT) di Aceh. Kenaikan LTT tersebut mencapai 7,89 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Pernyataan itu disampaikan Mualem—sapaan akrab Muzakir Manaf—saat menghadiri kegiatan Gerakan Tanam Padi Serentak di 14 provinsi, yang digelar secara daring bersama Presiden RI. Acara tersebut berlangsung di Gampong Lampasie Engking, Kecamatan Darul Imarah, Aceh Besar, Rabu (23/4/2025).

“Terima kasih kami sampaikan kepada Bapak Presiden yang telah memberikan bantuan Optimalisasi Lahan, sehingga pada tahun ini kami dapat meningkatkan capaian Luas Tambah Tanam secara maksimal. Saat ini, LTT Aceh meningkat sebesar 7,89 persen jika dibandingkan periode yang sama tahun lalu,” ujar Gubernur.

Data Dinas Pertanian Aceh mencatat, sepanjang Januari hingga April 2025, LTT padi di Aceh mencapai 86.892 hektar. Jumlah ini naik dibandingkan periode yang sama tahun 2024 yang hanya sebesar 80.537 hektar.

Dalam kesempatan itu, Mualem juga melaporkan bahwa Aceh pada hari tersebut menggelar tanam serentak di atas lahan seluas 978 hektar yang tersebar di sembilan titik. Salah satu lokasi tanam berada di Gampong Lampasie Engking, tempat berlangsungnya konferensi video dengan Presiden.

“Kami laporkan juga kepada Bapak Presiden bahwa hari ini Aceh melakukan tanam serentak di lahan seluas 978 hektar yang tersebar di 9 lokasi. Dan saat ini kami melakukan penanaman di Gampong Lampasii Engking Kecamatan Darul Imarah Kabupaten Aceh Besar,” kata Mualem.

Gubernur juga menjelaskan sejumlah langkah tindak lanjut yang telah dilakukan setelah sebelumnya menyampaikan sejumlah kendala dalam program pertanian kepada Presiden pada acara panen raya awal bulan lalu. Mualem menyebut telah menggelar pertemuan dengan sejumlah menteri, seperti Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Menteri Pekerjaan Umum, serta Menteri Transmigrasi.

“Pertemuan tersebut bertujuan untuk mendapat dukungan penyediaan irigasi sebagai bagian dari upaya mendukung program swasembada pangan. Untuk itu kami mohon dukungan Bapak Presiden agar dapat segera terwujud,” ucap Mualem.

Tak hanya itu, Pemprov Aceh juga menggandeng berbagai pihak, termasuk Kapolda, Kajati, Anggota Komisi IV DPR RI, dan Pupuk Indonesia untuk melakukan sosialisasi pupuk bersubsidi. Langkah ini ditujukan agar distribusi pupuk tepat sasaran kepada para petani melalui kios, distributor, dan penyuluh.

Dalam dialognya dengan Presiden, Gubernur juga meminta tambahan bantuan alat dan mesin pertanian, mengingat Aceh saat ini tengah memasuki masa panen raya.

“Kami laporkan juga Pak Presiden, serapan gabah kita di Aceh oleh Bulog sudah mencapai 139,54 persen dari target yang diberikan. Terima kasih atas kebijakan Pak Presiden terkait dengan kenaikan harga gabah menjadi Rp6.500 yang membuat petani sangat bahagia dan bergairah menanam padi,” pungkas Gubernur.

Editor: AKil