Beranda blog Halaman 447

Jelang Mayday, Kadisnakermobduk Aceh Terima Audiensi Aliansi Buruh Aceh

0
Kadisnakermobduk Aceh Terima Audiensi Aliansi Buruh Aceh. (Foto: Humas Disnakermobduk Aceh)

NUKILAN.idBanda Aceh – Menjelang peringatan Hari Buruh Internasional atau Mayday, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Mobilitas Penduduk Aceh (Disnakermobduk), Akmil Husen, SE, M.Si, menerima kunjungan Aliansi Buruh Aceh (ABA) di Kantor Disnakermobduk, Jumat, 25 April 2025.

Rombongan ABA yang dipimpin oleh Drs. Tgk. Syaiful Mar dan Habibi Inseun, SE, bersama sejumlah tokoh buruh lainnya, datang untuk melakukan audiensi terkait persiapan menyambut Mayday yang jatuh pada 1 Mei mendatang.

Akmil menyambut baik kehadiran mereka. Ia menegaskan, Serikat Pekerja/Serikat Buruh merupakan mitra strategis bagi Disnakermobduk Aceh.

“Beberapa anggota Aliansi Buruh Aceh juga merupakan Anggota Dewan Pengupahan Aceh dan LKS Tripartit Aceh yang menjadi bagian penting dalam memperjuangkan hak-hak pekerja di bawah naungan dinas kami,” ujarnya.

Dalam pertemuan itu, Ketua ABA, Drs. Tgk. Syaiful Mar, menyampaikan berbagai isu ketenagakerjaan, baik di tingkat nasional maupun daerah. Secara nasional, ABA menyoroti pentingnya perlindungan pekerja dalam undang-undang ketenagakerjaan yang baru. Mereka juga meminta pemerintah membentuk Satgas PHK untuk mengantisipasi pemutusan hubungan kerja massal, menolak sistem outsourcing dan hubungan kerja kemitraan, serta menuntut upah layak bagi buruh.

“Isu lainnya adalah agar pemerintah segera merancang Undang-Undang PRT serta Pemberantasan Korupsi,” tegas Tgk. Syaiful.

Untuk skala daerah, ABA meminta Pemerintah Aceh agar melaksanakan Qanun Aceh Nomor 1 Tahun 2024 tentang Perubahan atas Qanun Aceh Nomor 7 Tahun 2014 secara optimal. Mereka juga mendorong penindakan terhadap perusahaan yang tidak mematuhi aturan ketenagakerjaan serta mewujudkan kesejahteraan masyarakat sesuai visi misi Gubernur Aceh.

Sekretaris ABA, Habibi Inseun, menambahkan, pihaknya berharap pemerintah membuka lapangan kerja seluas-luasnya untuk menekan angka pengangguran dan kemiskinan di Aceh.

“Pemerintah juga harus memberikan jaminan sosial bagi seluruh pekerja, termasuk sektor informal, serta memperhatikan perlindungan untuk pekerja perempuan dan difabel,” ujarnya.

Tak hanya itu, beberapa anggota ABA turut mengungkapkan keluh kesah mengenai hubungan industrial di beberapa perusahaan.

Semua isu tersebut, kata ABA, akan disuarakan dalam orasi damai saat peringatan Mayday mendatang. “Ketua Aliansi Buruh Aceh mengatakan bahwa peringatan Mayday tahun ini akan dilaksanakan dengan damai, tertib dan tidak akan anarkis.”

Mendengar berbagai masukan tersebut, Akmil Husen menyampaikan apresiasinya. Ia memahami bahwa tuntutan buruh pada intinya bertujuan meningkatkan kesejahteraan pekerja. Meski begitu, ia mengingatkan pentingnya menjaga keberlangsungan perusahaan agar hubungan industrial tetap harmonis.

“Terhadap kasus-kasus perselisihan hubungan industrial, mediator Dinas Tenaga Kerja dan Mobilitas Penduduk Aceh serta dinas-dinas kabupaten/kota akan selalu siap membantu mediasi untuk menemukan titik temu, sehingga hak-hak pekerja bisa dipenuhi,” kata Akmil.

Ia juga menegaskan, pengawas ketenagakerjaan Disnakermobduk Aceh akan menindak pelanggaran yang ditemukan di perusahaan.

“Oleh karena itu, kami harapkan para pekerja tidak ragu untuk melaporkan setiap pelanggaran ke Dinas Tenaga Kerja setempat,” imbuhnya.

Dalam kesempatan itu, Akmil turut menjelaskan bahwa Qanun Aceh Nomor 1 Tahun 2024 membawa angin segar bagi pekerja. Salah satu terobosan di dalamnya adalah kewajiban perusahaan memberikan tunjangan uang meugang tiga kali dalam setahun: menjelang Ramadan, Idul Fitri, dan Idul Adha.

“Aceh menjadi satu-satunya provinsi di Indonesia yang menerapkan pemberian Tunjangan Meugang ini,” ungkapnya bangga. Ia berharap seluruh perusahaan, termasuk perusahaan cabang di Aceh, segera menyesuaikan regulasi internal mereka untuk menghormati kearifan lokal tersebut.

Mengakhiri pertemuan, Akmil Husen berpesan agar peringatan Mayday di Aceh tahun ini berlangsung aman, damai, dan tertib, sesuai komitmen yang telah disampaikan Aliansi Buruh Aceh.

Editor: AKil

Tiga Remaja di Banda Aceh Diamankan saat Hendak Tawuran Bersenjata Samurai

0
Tiga Remaja di Banda Aceh Diamankan saat Hendak Tawuran Bersenjata Samurai. (Foto: Humas Polresta Banda Aceh)

NUKILAN.idBanda Aceh – Tiga remaja yang tergabung dalam komunitas “Satuan Remaja Malam” diamankan personel Polresta Banda Aceh setelah diduga hendak melakukan aksi tawuran menggunakan pedang samurai di kawasan Lapangan Blang Padang, Minggu (27/4/2025) dini hari.

Ketiganya, yakni FR (17), AS (15), dan MAR (16), seluruhnya merupakan warga Banda Aceh. Mereka berhasil ditangkap berkat laporan cepat dari masyarakat yang mencurigai adanya aktivitas mencurigakan di sekitar lokasi tersebut.

Kapolsek Baiturrahman, Iptu Endang Sulastri, mengatakan pihaknya turut mengamankan sejumlah barang bukti berupa tiga bilah pedang samurai, telepon seluler, dan sepeda motor yang akan digunakan dalam tawuran tersebut.

“Tiga bilah pedang samurai, telepon seluler dan sepeda motor yang akan dipergunakan saat tawuran turut diamankan,” kata Endang di Banda Aceh, Minggu.

Penangkapan bermula saat warga melaporkan adanya sekelompok remaja yang berkumpul mencurigakan di sekitar Blang Padang. Tim patroli Polsek Baiturrahman yang sedang berada di kawasan Simpang Jam segera bergerak cepat ke lokasi.

“Tiga remaja dapat diamankan oleh personel TNI dan Brimob, sedangkan yang lainnya melarikan diri,” ujar Endang.

Usai diamankan, ketiga remaja yang masih berstatus pelajar itu langsung dibawa ke Mapolresta Banda Aceh untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Endang pun mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk tetap waspada dan tidak ragu melapor ke pihak kepolisian apabila menemukan adanya tanda-tanda akan terjadinya tawuran.

“Langkah proaktif masyarakat sangat penting untuk mencegah terjadinya tawuran dan menjaga keamanan lingkungan,” tutup Iptu Endang Sulastri.

Sebelumnya, insiden serupa juga sempat terjadi di Banda Aceh, di mana empat remaja ditangkap warga saat hendak tawuran menggunakan senjata tajam.

Bireuen Gelar OJT Panduan Kelas Ibu Hamil Terbaru, Dorong Kesehatan Ibu dan Cegah Stunting

0
Bireuen Gelar OJT Panduan Kelas Ibu Hamil Terbaru, Dorong Kesehatan Ibu dan Cegah Stunting. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.id | Bireuen — Upaya memperkuat layanan kesehatan ibu hamil dan mencegah stunting di Aceh terus digencarkan. Dinas Kesehatan Kabupaten Bireuen, berkolaborasi dengan UNICEF dan Flower Aceh sebagai mitra pelaksana, mengadakan On The Job Training (OJT) Panduan Kelas Ibu Hamil terbaru. Kegiatan ini berlangsung selama tiga hari, 21–23 April 2025, di Aula Dinas Kesehatan Bireuen.

Sebanyak 12 bidan desa dan 1 tenaga gizi mengikuti pelatihan intensif ini. Mereka dibekali dengan panduan terkini, keterampilan komunikasi antarpribadi (KAP), serta praktik langsung di komunitas bersama ibu hamil. OJT ini merupakan tindak lanjut dari Training of Trainers (ToT) yang sebelumnya digelar di Banda Aceh pada 9–11 April 2025.

Dalam sambutannya saat membuka kegiatan, Ketua TP PKK Kabupaten Bireuen, Sadriah, S.K.M., M.K.M, menyampaikan apresiasi atas komitmen para mitra yang konsisten mendukung peningkatan kapasitas tenaga kesehatan di daerahnya. Ia menekankan pentingnya penguatan kualitas pelayanan antenatal di tingkat desa.

“Masalah gizi ibu hamil di Bireuen masih jadi perhatian, dan pelatihan seperti ini penting agar bidan desa bisa menyampaikan edukasi gizi dengan metode yang interaktif dan efektif, pelaksanaan On The Job Training Kelas Ibu Hamil ini sangat strategis untuk menyamakan standar layanan di seluruh desa. Saya berharap para bidan desa dapat mengimplementasikan panduan terbaru ini dengan optimal di komunitas. Karena masalah kematian ibu dan angka stunting tidak hanya bisa ditangani di fasilitas kesehatan, tapi dimulai dari edukasi yang kuat di masyarakat,” ungkapnya.

Sementara itu, Nutrition Officer UNICEF, dr. Natassya Phebe, menilai pelatihan ini sebagai langkah penting dalam mendukung pembangunan generasi Aceh yang lebih sehat.

“UNICEF sangat mengapresiasi komitmen Pemerintah Kabupaten Bireuen dan seluruh mitra lokal dalam pelaksanaan pelatihan ini. Kelas ibu hamil dengan media edukasi yang lebih menarik akan memudahkan ibu hamil memahami pentingnya gizi dan kesehatan selama kehamilan. Ini adalah salah satu bentuk investasi jangka panjang untuk menciptakan generasi anak Aceh yang sehat, bebas anemia, dan terhindar dari stunting. Kami berharap model baik ini dapat direplikasi di seluruh puskesmas di kabupaten Bireuen,” ujarnya.

Senada dengan itu, Koordinator Divisi Kajian, Pendidikan, dan Publikasi Flower Aceh, Hendra Lesmana, turut menyoroti pentingnya memperkuat peran perempuan dalam komunitas.

“Kegiatan ini bukan sekadar pelatihan teknis, tetapi juga momentum penting untuk memperkuat peran perempuan sebagai agen perubahan kesehatan di komunitasnya. Kami berharap bidan desa tidak hanya menjadi tenaga kesehatan, tapi juga fasilitator perubahan perilaku yang sensitif gender dan responsif terhadap kebutuhan ibu hamil. Flower Aceh berkomitmen terus mendukung penguatan kapasitas dan pendampingan di lapangan, agar layanan kesehatan ibu lebih inklusif, adil, dan partisipatif, sehingga anak-anak sebagai generasi Aceh hidup sehat dengan kualitas gizi tinggi serta bebas stunting dan gizi buruk,” jelasnya.

Kegiatan ini diharapkan mampu mendorong capaian partisipasi kelas ibu hamil di Bireuen, yang sebelumnya tercatat masih di bawah target nasional. Selain memperkuat sisi teknis, peserta juga diajak memahami pentingnya dukungan keluarga, khususnya keterlibatan suami, dalam menjaga kesehatan ibu hamil.

Sebagai bagian dari pelatihan, para peserta melaksanakan praktik lapangan bersama 10 ibu hamil di Meunasah Blang, Kota Juang. Dalam praktik ini, peserta melakukan simulasi penyampaian materi kelas ibu, edukasi tentang anemia, demonstrasi porsi makan seimbang, serta diskusi interaktif membahas berbagai mitos kehamilan yang masih berkembang di masyarakat.

Melalui inisiatif ini, Bireuen memperlihatkan komitmennya untuk memastikan ibu hamil mendapatkan layanan terbaik sejak dini, sekaligus mencetak generasi masa depan yang lebih sehat dan bebas dari stunting.

Editor: Akil

Tgk. Sumardy Ucapkan Selamat atas Terpilihnya Kembali Abuna Ja’far sebagai Ketua TASTAFI Aceh Selatan

0
Plt. Direktur Pondok Pesantren Darul Aitami Aceh Selatan, Teungku Sumardy Tarmisal,. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.id | Tapaktuan – Plt. Direktur Pondok Pesantren Darul Aitami Aceh Selatan, Teungku Sumardy Tarmisal, mengucapkan selamat dan sukses kepada Abuna Tgk. H. Mohd Ja’far Amja, S.Hi atas terpilihnya kembali sebagai Ketua Pengurus Wilayah Majelis Pengajian dan Zikir Tasauf, Tauhid, dan Fiqih (TASTAFI) Kabupaten Aceh Selatan untuk periode 2025–2030.

Ucapan itu disampaikan Teungku Sumardy di sela-sela kegiatan di Darul Aitami, Minggu (27/4/2025), sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi dan keteladanan Abuna Ja’far dalam membimbing umat Aceh Selatan.

“Atas nama keluarga besar Darul Aitami, kami mengucapkan selamat kepada Abuna Tgk. H. Mohd Ja’far Amja, S.Hi yang kembali dipercaya memimpin TASTAFI Aceh Selatan. Ini adalah bukti nyata akan keteladanan, ilmu, dan khidmat beliau dalam membimbing umat. Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala senantiasa memberikan keberkahan, kekuatan, dan kemudahan dalam mengemban amanah mulia ini,” ujar Teungku Sumardy.

Menurut Sumardy, kepercayaan yang kembali diberikan kepada Abuna Ja’far menunjukkan betapa besar harapan masyarakat Aceh Selatan terhadap sosok ulama yang dikenal rendah hati dan visioner tersebut.

Ia pun optimistis, di bawah kepemimpinan Abuna Ja’far, TASTAFI Aceh Selatan akan semakin berkembang, terutama dalam membentuk masyarakat yang religius, berilmu, dan berakhlakul karimah.

” Kami mendukung penuh sinergi dakwah TASTAFI, khususnya dalam integrasi program Gampong Magrib Mengaji. Semoga ini menjadi ikhtiar bersama dalam merawat jagad, menyatukan umat, dan memajukan Aceh Selatan,” imbuhnya.

Sebagaimana diketahui, Musyawarah Wilayah II TASTAFI Aceh Selatan berlangsung di Dayah Sirajul Ibad, Kecamatan Meukek, dengan mengangkat tema besar “Merawat Jagad, Menyatukan Umat: Integrasi TASTAFI dan Gerakan Gampong Magrib Mengaji Menuju Aceh Selatan Maju dan Produktif.”

Musyawarah ini menjadi momentum penting untuk memperkuat peran TASTAFI sebagai wadah pengajian dan zikir yang berkontribusi aktif dalam membangun karakter keislaman di tengah masyarakat.

Editor: AKil

Abuna Tgk. H. Muhammad Ja’far Amja Kembali Pimpin TASTAFI Aceh Selatan 2025–2030

0
Abuna Tgk. H. Muhammad Ja'far Amja, Ketua TASTAFI Aceh Selatan 2025–2030. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.id | Tapaktuan – Sosok kharismatik Abuna Tgk. H. Muhammad Ja’far Amja, S.Hi kembali dipercaya untuk memimpin Pengurus Wilayah Majelis Pengajian dan Zikir – Tasauf, Tauhid, dan Fiqih (TASTAFI) Kabupaten Aceh Selatan periode 2025–2030.

Kepastian itu diumumkan dalam Musyawarah Wilayah (Muswil) II TASTAFI Aceh Selatan yang digelar pada Minggu, 27 April 2025, di Dayah Sirajul Ibad, Meukek. Muswil yang berlangsung khidmat ini mengangkat tema besar “Merawat Jagad, Menyatukan Umat: Integrasi TASTAFI dan Gerakan Gampong Magrib Mengaji Menuju Aceh Selatan Maju dan Produktif.”

Tema tersebut merefleksikan semangat baru TASTAFI untuk memperkuat dakwah yang membumi dan mengintegrasikan nilai-nilai keislaman dalam kehidupan sosial masyarakat, sekaligus mendukung arah pembangunan Aceh Selatan yang religius, harmonis, dan produktif.

Kabar terpilihnya kembali Abuna Tgk. H. Muhammad Ja’far Amja disampaikan langsung oleh Steering Committee (SC) Muswil II, Abi Cut Tgk. Thamren Jr. Ia menegaskan bahwa seluruh rangkaian musyawarah berjalan lancar dan penuh kekeluargaan.

“Alhamdulillah, Muswil II TASTAFI Aceh Selatan berjalan dengan baik dan penuh khidmat. Seluruh peserta secara mufakat kembali mempercayakan Abuna Tgk. H. Muhammad Ja’far Amja, S.Hi untuk memimpin TASTAFI Aceh Selatan lima tahun ke depan,” ujar Abi Cut Tgk. Thamren Jr.

Dalam forum ini, TASTAFI juga mempertegas komitmennya mengintegrasikan program Gampong Magrib Mengaji dengan gerakan dakwah berbasis Tasauf, Tauhid, dan Fiqih. Langkah ini diharapkan memperkokoh karakter religius masyarakat di seluruh pelosok Aceh Selatan.

Muswil II TASTAFI Aceh Selatan tahun ini menjadi momentum strategis untuk melakukan regenerasi kepemimpinan serta revitalisasi program dakwah agar semakin menyentuh akar rumput masyarakat.

Dalam jalannya persidangan, tiga tokoh yakni Tgk. Syahwizal Elsy, Abu Tgk. Suryadi Anwar, dan Tgk. Samardi Tarmisal didapuk menjadi Presidium Sidang. Mereka memimpin jalannya forum hingga menghasilkan keputusan penting, termasuk kembali mempercayakan tampuk kepemimpinan kepada Abuna Tgk. H. Muhammad Ja’far Amja.

Adapun susunan lengkap kepengurusan TASTAFI Aceh Selatan periode 2025–2030 direncanakan akan diumumkan dalam waktu satu minggu ke depan, untuk segera menjalankan program-program kerja yang telah dirumuskan melalui Muswil II ini.

Editor: AKil

Moratorium Dicabut, PRM: Panitia CDOB Aceh Selatan Jaya Harus Bergerak Lebih Serius

0
HAMAS VAKUM
Ketua Umum Perhimpunan Rakyat Merdeka (PRM) Robi Annamal. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.id | Tapaktuan – Kabar pencabutan moratorium pemekaran daerah oleh pemerintah pusat disambut antusias oleh berbagai pihak. Di Aceh Selatan, momentum ini menjadi harapan baru bagi perjuangan pembentukan Calon Daerah Otonomi Baru (CDOB) Aceh Selatan Jaya.

Menanggapi perkembangan tersebut, Ketua Umum Perhimpunan Rakyat Merdeka (PRM) Robi Annamal mengingatkan agar panitia CDOB Aceh Selatan Jaya meningkatkan keseriusan, konsolidasi, dan transparansi dalam mengawal proses pemekaran.

“Ini momentum penting. Pemerintah pusat sudah membuka ruang, sekarang tergantung bagaimana kesiapan daerah dan panitia pengusul. Jangan sampai kita tertinggal karena tidak siap secara administratif dan politik,” kata Robi Annamal kepada Nukilan.id, Minggu (27/4/2025).

PRM menilai, hingga saat ini koordinasi antar panitia masih lemah dan belum tampak adanya peta jalan (roadmap) yang terstruktur. Padahal, menurut Robi, dukungan masyarakat serta potensi wilayah Aceh Selatan Jaya sudah sangat kuat untuk mendukung pemekaran daerah tersebut.

“Panitia tidak boleh bekerja secara diam-diam atau eksklusif. Ini perjuangan rakyat, bukan kelompok. Maka keterbukaan, pelibatan tokoh-tokoh lokal, serta komunikasi intensif dengan pemerintah provinsi dan pusat adalah hal mutlak,” tambahnya.

Lebih jauh, Robi juga mendesak Pemerintah Kabupaten Aceh Selatan untuk segera mengambil sikap politik dan memberikan dukungan administratif secara resmi, agar proses pengajuan CDOB bisa dipercepat ke tingkat nasional.

“Pencabutan moratorium adalah sinyal positif, tapi akan jadi sia-sia kalau tidak direspons cepat dan serius. Saatnya panitia bergerak lebih aktif, terorganisir, dan melibatkan semua elemen,” tegas Robi Annamal.

Dengan pencabutan moratorium ini, PRM berharap perjuangan pemekaran Aceh Selatan Jaya tak lagi berjalan di tempat. Keseriusan dan kerja kolektif dianggap menjadi kunci untuk mewujudkan mimpi lama masyarakat wilayah tersebut. (XRQ)

Reporter: AKil

USK Targetkan 80 Persen Dosen Bergelar Doktor, Dorong Percepatan Studi Lanjut

0
Gedung Rektorat Universitas Syiah Kuala. (Foto: USK)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Universitas Syiah Kuala (USK) terus berupaya meningkatkan mutu sumber daya manusia (SDM) di lingkungan akademiknya. Salah satu fokus utama adalah mendorong peningkatan kualifikasi dosen, khususnya dalam hal kepemilikan gelar doktor.

Wakil Rektor I Bidang Akademik USK, Prof. Dr. Ir. Agussabti, M.Si., saat dihubungi Nukilan.id pada Sabtu (26/4/2025), mengungkapkan bahwa universitas telah menetapkan target ambisius dalam beberapa tahun ke depan.

“Terkait peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) dosen di USK, target kita adalah mencapai 80 persen dosen bergelar doktor. Saat ini, persentase dosen bergelar doktor sudah mendekati 50 persen,” katanya.

Untuk mempercepat pencapaian target tersebut, USK tidak tinggal diam. Berbagai strategi telah disiapkan, salah satunya dengan mendorong para dosen baru untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang doktoral.

“Untuk mempercepat pencapaian target tersebut, kita mulai mendorong dosen-dosen baru untuk segera melanjutkan studi ke jenjang doktoral,” tambahnya.

Selain mendorong secara moral, USK juga memberikan dukungan nyata dalam bentuk fasilitas dan bantuan finansial. Universitas menyediakan sejumlah kemudahan bagi dosen yang mengambil program S3 di dalam kampus.

“USK juga menyediakan berbagai dukungan, salah satunya adalah beasiswa bagi dosen yang mengambil program S3 di dalam (USK), seperti pemberian diskon SPP yang sudah mulai diberlakukan,” jelasnya.

Tidak hanya itu, bagi dosen yang memilih melanjutkan pendidikan S3 di luar USK, universitas tetap berkomitmen memberikan bantuan, meski tanpa menggunakan skema beasiswa penuh.

“Bagi dosen yang melanjutkan S3 di luar USK tanpa beasiswa, kita tetap memberikan bantuan pendidikan sebagai bentuk dukungan,” tutupnya.

Langkah-langkah tersebut menjadi bagian dari komitmen USK untuk memperkuat kapasitas akademik, demi mendorong daya saing universitas baik di tingkat nasional maupun internasional. (XRQ)

Reporter: AKil

Prof. Agussabti: Rasio Dosen dan Mahasiswa di USK Masih Ideal

0
Wakil Rektor I Bidang Akademik USK, Prof. Dr. Ir. Agussabti, M.Si. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.id | Banda Aceh — Universitas Syiah Kuala (USK) mencatat prestasi membanggakan dengan menempati peringkat ketujuh sebagai perguruan tinggi negeri (PTN) dengan jumlah sumber daya manusia (SDM) dosen terbanyak di Indonesia.

Capaian ini berdasarkan data terbaru yang dirilis oleh Goodstats, sebuah platform penyaji informasi berbasis angka.

Dalam laporan tersebut, USK tercatat memiliki 1.887 dosen yang menangani sekitar 38.700 mahasiswa. Dengan jumlah tersebut, USK tidak hanya berhasil masuk jajaran 10 besar nasional, tetapi juga menjadi PTN dengan jumlah dosen terbanyak di Pulau Sumatra.

Menanggapi capaian ini, Nukilan.id menghubungi Wakil Rektor I Bidang Akademik USK, Prof. Dr. Ir. Agussabti, M.Si, untuk mengetahui bagaimana rasio dosen terhadap mahasiswa di kampus tersebut.

Rasio ini menjadi indikator penting dalam menjaga kualitas pendidikan tinggi, karena ketidakseimbangan antara jumlah dosen dan mahasiswa dapat berdampak langsung pada kualitas lulusan.

Dalam keterangannya, Prof. Agussabti menyebutkan bahwa secara umum rasio dosen dan mahasiswa di USK masih berada dalam kategori ideal.

“Kalau kita lihat, rasio dosen dan mahasiswa di USK saat ini masih berada dalam kategori ideal, yaitu 1:21,” ungkap Prof. Agussabti, saat diwawancarai pada Sabtu (26/4/2025).

Ia melanjutkan bahwa ke depan, pengelompokan rasio ini akan lebih spesifik berdasarkan bidang ilmu, untuk menjaga keseimbangan kualitas pengajaran di berbagai rumpun keilmuan.

“Ke depan, rasio ini akan kita bagi lagi berdasarkan bidang ilmu: untuk rumpun eksakta idealnya 1:20, sedangkan untuk rumpun sosial humaniora (soshum) idealnya 1:30. Artinya, rasio di USK saat ini masih berada dalam rentang ideal,” tambahnya.

Namun, ketika ditanya apakah kondisi ideal ini juga merata di seluruh fakultas, Prof. Agussabti mengakui bahwa distribusi dosen di lapangan belum sepenuhnya merata.

“Distribusinya di lapangan tidak selalu normal. Ada fakultas yang jumlah dosennya masih banyak, tetapi ada juga fakultas yang jumlah dosennya mulai menurun karena banyak dosen yang pensiun,” katanya.

Menurutnya, tantangan lain yang dihadapi USK sebagai PTN Berbadan Hukum (PTN-BH) adalah keterbatasan dalam pengangkatan dosen tetap institusi, sehingga ketergantungan terhadap dosen kontrak masih cukup besar.

“Sementara itu, sebagai PTN-BH, kita menghadapi tantangan dalam pengangkatan dosen tetap institusi. Karena itu, saat ini kita masih sangat bergantung pada dosen kontrak,” ungkapnya.

Prof. Agussabti menjelaskan bahwa kecukupan jumlah dosen di sebuah program studi (prodi) sangat bergantung pada jumlah mahasiswanya. Menurut dia, saat ini ada beberapa prodi yang memiliki jumlah dosen cukup banyak, namun jumlah mahasiswanya sedikit karena minat pendaftar terus menurun.

Untuk mengatasi ketidakseimbangan ini, USK berupaya melakukan redistribusi dan penyesuaian keahlian dosen agar sejalan dengan kebutuhan masing-masing prodi.

“Untuk menyeimbangkan hal ini, kita berharap dosen-dosen baru bisa mengambil bidang keahlian sesuai minatnya, yang nantinya akan kita sesuaikan dan distribusikan berdasarkan kebutuhan masing-masing prodi,” sambungnya.

Lebih lanjut, Prof. Agussabti mengakui bahwa saat ini ada program studi yang sudah memiliki rasio dosen dan mahasiswa ideal, namun ada pula yang belum. Kondisi ini disebabkan dengan hadirnya program studi baru yang menuntut penyesuaian jumlah dosen.

“Memang ada prodi-prodi yang rasio dosen dan mahasiswanya sudah ideal, tapi ada juga yang belum,” tuturnya.

Ia memberi contoh pada Fakultas Teknik, di mana pembukaan program studi baru turut berimbas pada kebutuhan tambahan dosen di bidang keilmuan tertentu.

“Misalnya, di Fakultas Teknik, saat ini ada dua prodi baru yang membutuhkan penyesuaian lagi dalam penempatan dosen, terutama dosen yang bidang keilmuannya bersinggungan dengan kebutuhan prodi tersebut,” pungkasnya.

Dengan capaian jumlah dosen yang tinggi dan usaha menjaga rasio dosen-mahasiswa tetap ideal, USK terus memperkuat komitmennya untuk meningkatkan kualitas pendidikan tinggi di Indonesia, khususnya di kawasan Sumatra. (XRQ)

Reporter: AKil

Banda Aceh Perkuat Kerja Sama Kesehatan Anak dengan Korea

0
Banda Aceh Perkuat Kerja Sama Kesehatan Anak dengan Korea. (Foto: MC BNA)

NUKILAN.id | BANDA ACEH – Pemerintah Kota Banda Aceh memperkuat komitmennya dalam meningkatkan kualitas kesehatan anak melalui kerja sama strategis dengan Korea Association of Health Promotion (KAHP). Langkah ini ditandai dengan penandatanganan Letter of Intent (LoI) antara Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal, dan Wakil Direktur KAHP, Mr. Hyun Seung Kim, di Pendopo Wali Kota, Minggu (27/4/2025).

Acara penandatanganan turut disaksikan Wakil Wali Kota Afdhal Khalilullah, Staf Ahli Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan Jalaluddin, Kepala Dinas Kesehatan Kota Lukman, serta Ketua Yayasan Permata Hati Marzuki.

Dalam sambutannya, Wali Kota Illiza menyampaikan apresiasi kepada Yayasan Permata Hati yang telah berperan sebagai jembatan komunikasi dengan KAHP.

“Kerja sama ini bukan sekadar penandatanganan dokumen formalitas, melainkan langkah nyata untuk mewujudkan Banda Aceh sebagai kota yang sehat,” ujar Illiza.

Ia menekankan bahwa Banda Aceh masih dihadapkan pada berbagai tantangan kesehatan, salah satunya angka stunting yang cukup tinggi dan menjadi perhatian serius pemerintah daerah.

“Menurut hemat kami, isu ini bukan hanya persoalan kesehatan semata, tetapi juga berdampak signifikan terhadap masa depan generasi kita,” tegasnya.

Menurut Illiza, kolaborasi lintas negara dengan KAHP merupakan strategi penting untuk memperkuat layanan kesehatan bagi masyarakat, khususnya anak-anak.

“Program ini sangat kami butuhkan dan kami berharap kerja sama ini dapat terus berlanjut demi kebaikan seluruh masyarakat Banda Aceh,” imbuhnya.

Sementara itu, Ketua Yayasan Permata Hati, Marzuki, mengungkapkan bahwa kerja sama antara Banda Aceh dan KAHP sejatinya telah berlangsung cukup lama.

“Tim dari Korea telah hadir dan aktif mendukung berbagai program kesehatan di Banda Aceh sejak tahun 2012 hingga 2024, terutama melalui inisiatif Usaha Kesehatan Sekolah (UKS),” jelas Marzuki.

Selain mendukung program UKS, KAHP juga disebut turut berkontribusi dalam pembangunan fasilitas sanitasi di sejumlah sekolah.

“Kami telah banyak menjalankan program kesehatan bersama KAHP. Kini, kami kembali berdiskusi untuk merumuskan program-program lanjutan, terutama terkait isu stunting dan pendidikan anak usia dini (PAUD),” tambahnya.

Wakil Direktur KAHP, Mr. Hyun Seung Kim, juga menyampaikan rasa hormat dan komitmennya terhadap kelanjutan kolaborasi tersebut.

“Melalui kerja sama ini, kami juga mendapatkan kesempatan berharga untuk lebih memahami budaya Islam di Banda Aceh. Kami sangat menghargai budaya dan nilai-nilai Islam yang dijunjung tinggi oleh masyarakat di sini,” ungkapnya.

Mr. Kim menuturkan bahwa program kolaboratif ini akan difokuskan pada peningkatan pelayanan kesehatan bagi anak-anak, orang tua, serta penguatan fasilitas umum seperti puskesmas.

“Dukungan penuh dari masyarakat dan pemerintah sangat penting untuk keberhasilan proyek ini,” tegasnya.

Ia juga berharap kolaborasi antara Banda Aceh dan KAHP dapat terus berkembang menjadi hubungan yang lebih erat dan berjangka panjang.

“Kami akan terus membangun komunikasi yang erat dan berusaha mencapai hasil nyata dalam meningkatkan kesehatan anak-anak di Banda Aceh,” pungkas Mr. Kim.

Harga Pinang Meroket, Petani Aceh Semakin Rajin ke Kebun

0
Komoditas pinang. (Foto: Nukilan)

NUKILAN.id | Sigli  — Kabar menggembirakan datang dari kebun-kebun pinang di Aceh. Setelah bertahun-tahun terpuruk, harga biji pinang kering kini kembali melonjak, membawa angin segar bagi para petani.

Dalam dua bulan terakhir, harga jual buah pinang yang menjadi bahan baku industri farmasi, kosmetik, makanan, dan pewarna alami ini terus mengalami kenaikan. Kondisi tersebut menjadi titik balik setelah sekitar tujuh tahun terakhir harga pinang anjlok di titik terendah.

Pantauan Media Indonesia di Kabupaten Pidie, Jumat (25/4/2025), harga biji pinang kering mencapai Rp17.000 per kilogram. Angka itu naik drastis dibanding pekan sebelumnya yang masih berada di Rp10.000 per kilogram.

“Kenaikan itu yang kedua kali setelah akhir tahun 2024, berkisar Rp7.000 hingga Rp8.000/kg. Bahkan setahun lalu sempat turun Rp5.000 hingga Rp4.000/kg,” ujar Zakaria, seorang petani pinang di Kecamatan Geulumpang Tiga, Kabupaten Pidie.

Tak hanya di Pidie, petani di berbagai kawasan Aceh turut merasakan dampak positif dari kenaikan harga ini. Muhammad Nasir, tokoh adat tani di Kecamatan Padang Tiji, menyebut para petani kini semakin bersemangat mengurus kebun mereka.

“Petani pinang di kawasan setempat menyambut gembira dengan harga hasil panen yang semakin membaik. Karena itu mereka bertambah rajin membersihkan kebun pinang,” katanya.

Nasir berharap tren positif ini dapat bertahan lama. Menurutnya, stabilitas harga pinang yang tinggi akan mendorong lebih banyak warga untuk kembali menanam pohon pinang, sekaligus menjaga keseimbangan harga antara hasil bumi dan barang kebutuhan sehari-hari.

“Apalagi semua barang kini semakin tinggi harganya. Ini dapat menciptakan keseimbangan pasar antara hasil bumi dan harga bahan jadi,” tambah Nasir.

Tak hanya soal harga jual, petani kini juga memperhitungkan biaya pengolahan pinang. Mereka berharap biaya kupas pinang tetap wajar seiring kenaikan harga jual.

“Kalau sebelumnya, banyak biji pinang kita jual, dapat uang hanya sedikit. Tapi kini banyak biji pinang dibawa ke pasar, perolehan uang juga menggembirakan. Kemudian ongkos kupas pinang kering juga sesuai harga jual biji. Jangan lebih mahal ongkos kupas pinang daripada harga biji pinang kering,” ujar Nasir.

Dengan semangat baru ini, kebun-kebun pinang di lereng Gunung Seulawah Agam dan berbagai kawasan lainnya kembali bergeliat. Petani Aceh optimistis, kejayaan pinang akan kembali bersinar.