Beranda blog Halaman 433

Hampir Satu Abad, Dua Jemaah Haji Asal Aceh Besar Siap Menuju Tanah Suci

0
Hampir Satu Abad
Kepala Kantor Kemenag Aceh Besar, Saifuddin saat mempeusijuek calon jemaah haji. (Foto: Kemenag Aceh)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Dua jemaah haji asal Aceh Besar yang telah berusia 96 tahun tercatat sebagai jemaah tertua daerah itu pada musim haji tahun 2025. Meski telah memasuki usia hampir satu abad, semangat mereka untuk menunaikan rukun Islam kelima tetap membara.

Kedua jemaah lanjut usia tersebut adalah Hendon, warga Desa Kayee Kunyet, Kecamatan Blang Bintang, dan Nyak Cit, warga Bueng Ceukok, Kecamatan Ingin Jaya. Mereka akan tergabung dalam Kloter 11 dan dijadwalkan terbang ke Tanah Suci pada 29 Mei mendatang.

Jemaah Termuda Berusia 18 Tahun

Berbeda dengan mereka, jemaah termuda asal Aceh Besar tahun ini adalah Muhammad Rizki. Ia berusia 18 tahun dan berasal dari Desa Lamgeuriheu, Kecamatan Lhoong.

Kepala Kantor Kemenag Aceh Besar, Saifuddin, menyampaikan bahwa kedua jemaah lanjut usia tersebut telah dinyatakan istita’ah atau mampu secara kesehatan untuk berhaji.

“Syukur Alhamdulillah kedua jamaah tertua dari Aceh Besar dapat berangkat tahun ini. Meskipun mereka sudah lanjut usia namun semangatnya beribadah masih tinggi,” ujarnya di Aceh Besar, Selasa (6/5/2025).

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa Hendon akan didampingi oleh keluarganya. Sementara itu, Nyak Cit akan berangkat seorang diri.

“Kita doakan semua jemaah dalam keadaan sehat wal afiat dan dapat melaksanakan ibadah haji dengan sempurna,” ungkapnya.

Pelayanan Maksimal untuk Jemaah Lansia

Kemenag Aceh Besar, lanjut Saifuddin, berkomitmen memberikan pelayanan maksimal, khususnya bagi jemaah lanjut usia. Mulai dari proses manasik, saat berada di embarkasi, ketika tiba di Arab Saudi, hingga proses pemulangan nanti, semuanya akan diawasi dengan ketat oleh petugas.

“Pelayanan ini sebagai wujud komitmen Kemenag dalam memberikan layanan prima kepada siapapun termasuk jemaah lanjut usia. Keluarga tidak perlu khawatir karena ada petugas yang nantinya akan memantau aktivitas dan kondisi jemaah,” ujarnya lagi.

420 Jemaah dari Aceh Besar

Pada musim haji tahun ini, sebanyak 420 jemaah haji dari Aceh Besar akan diberangkatkan dalam dua kelompok terbang. Kloter 5 dijadwalkan berangkat pada Kamis, 22 Mei, disusul Kloter 11 pada 29 Mei.

Saifuddin mengimbau seluruh jemaah untuk fokus mempersiapkan diri. Ia juga mengingatkan agar menjaga kesehatan dan tetap aktif berolahraga menjelang keberangkatan.

Menurutnya, ibadah haji adalah ibadah yang penuh tantangan. Selain kesiapan fisik dan finansial, ibadah ini juga menuntut kesabaran dan keikhlasan yang tinggi. Karena itu, niat yang lurus harus selalu dijaga sepanjang perjalanan spiritual ini.

Editor: Akil

Satpol PP dan WH Aceh Tertibkan 12 Guru Nongkrong di Warkop saat Jam Dinas

0
Satpol PP
Sebanyak 12 guru dari Dinas Pendidikan Aceh terjaring razia Satpol PP dan WH Aceh karena nongkrong di warung kopi saat jam dinas. (Foto: Satpol PP dan WH Aceh)

NUKILAN.id | BANDA ACEH — Belum hilang dari ingatan publik soal razia 15 siswa di warung kopi pada Senin, 5 Mei 2025. Kini, pemandangan serupa kembali terulang, namun lebih mengejutkan. Kali ini, giliran para guru yang kedapatan nongkrong saat jam dinas.

Dalam operasi penegakan disiplin yang digelar pada Selasa pagi (6/5), Satuan Polisi Pamong Praja dan Wilayatul Hisbah (Satpol PP dan WH) Aceh kembali menemukan pelanggaran. Sebanyak 19 aparatur sipil negara (ASN) terjaring, termasuk 12 guru yang tercatat sebagai pegawai Dinas Pendidikan Aceh.

Selain itu, satu ASN dan dua tenaga kontrak dari BPSDM Aceh, satu ASN dari Dinas Kesehatan Aceh, serta dua ASN dari Dinas PUPR Kota Banda Aceh juga turut diamankan.

Beralasan Istirahat

Kepala Satpol PP dan WH Aceh, Jalaluddin SH MM, melalui Kepala Seksi Humas, Mohd Nanda Rahmana SSTP MSi, menyampaikan bahwa para pelanggar mengaku sedang memanfaatkan waktu istirahat.

Namun demikian, alasan tersebut langsung dipertanyakan.

“Apa jam istirahat guru memang layak digunakan untuk duduk santai di warkop, sementara siswa mereka juga baru saja ditertibkan karena melakukan hal serupa? Dimana keteladanan?” tegas Nanda.

Sebagai langkah pembinaan, 12 ASN langsung diberi pengarahan di lokasi razia. Sedangkan enam lainnya dibawa ke kantor Satpol PP untuk proses lebih lanjut.

Mereka diwajibkan menunjukkan KTP dan datang kembali bersama atasan masing-masing. Tujuannya adalah untuk menandatangani surat pernyataan agar tidak mengulangi pelanggaran serupa.

Razia Akan Berlanjut

Razia ini merupakan implementasi dari dua surat edaran penting. Pertama, Surat Edaran Gubernur Aceh Nomor 800/22476 Tahun 2012 tentang Pembinaan Disiplin dan Kinerja PNS. Kedua, Surat Edaran Nomor 440/7734 Tahun 2020 yang melarang ASN dan tenaga kontrak nongkrong di warung kopi atau kafe selama jam kerja.

Pihak Satpol PP menegaskan, patroli akan terus dilanjutkan. Tak hanya menyasar siswa atau staf rendahan, penindakan juga menyentuh para guru dan pejabat.

“Kalau guru sudah tidak patuh aturan, jangan salahkan murid kalau ikut-ikutan. Disiplin harus dimulai dari atas,” tutup Nanda.

Editor: Akil

Wali Kota Illiza Adopsi Aplikasi JAKI DKI Jakarta untuk Banda Aceh

0
Illiza tampak menemui Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno. (Foto: Tangkapan Layar)

NUKILAN.id | Jakarta – Dalam upaya mempercepat transformasi digital layanan publik, Pemerintah Kota (Pemko) Banda Aceh berencana mengadopsi aplikasi Jakarta Kini (JAKI), yang selama ini sukses digunakan oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Rencana ini diungkapkan langsung oleh Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal, melalui unggahan di akun Instagram pribadinya.

Berdasarkan pantauan Nukilan.id dari unggahan tersebut, Illiza tampak menemui Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, di kediamannya yang dikenal dengan nama Warung Garasi Si Doel, Jakarta Selatan, pada Selasa (6/5/2025).

Dalam pertemuan itu, keduanya membahas peluang kerja sama untuk mereplikasi super app JAKI, yang terbukti telah mempermudah akses layanan publik bagi warga Jakarta.

Delegasi Banda Aceh Bertemu “Si Doel”

Illiza tidak datang sendiri. Ia didampingi sejumlah pejabat penting, seperti Plt Sekda Jalaluddin, Asisten Administrasi Umum Faisal, Kepala Bappeda Rosdi, Kabag Prokopim Aulia R Putra, serta Sekdis Kominfotik Banda Aceh M Zubir.

Sementara itu, Rano Karno—yang akrab disapa “Si Doel”—juga hadir bersama jajaran pejabat strategis Pemprov DKI. Turut hadir Kepala DPMPTSP Benni Aguschandra, Plt Kadiskominfotik Budi Awaluddin, Staf Khusus Gubernur Beno M Ibnu, dan Plt Kepala Unit Pengelola Jakarta Smart City, Koharuddin.

Dalam pertemuan itu, Illiza menjelaskan bahwa tujuannya adalah untuk melihat langsung mekanisme dan kebutuhan teknis pengoperasian JAKI, sehingga bisa diterapkan di Banda Aceh.

“Ini juga sesuai dengan arahan pusat terkait SPBE (Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik) untuk mempercepat layanan publik dengan mengadopsi aplikasi yang telah berhasil digunakan oleh masyarakat, seperti di DKI Jakarta,” ujar Illiza.

Layanan Terintegrasi dalam Satu Aplikasi

Illiza mengungkapkan harapannya agar dalam waktu dekat, masyarakat Banda Aceh bisa mengakses berbagai layanan hanya dalam satu platform. Hal ini akan menciptakan kemudahan dan efisiensi karena tidak perlu lagi mengunduh banyak aplikasi.

“Dengan begitu, berbagai keperluan atau pelayanan bisa didapatkan dalam satu aplikasi saja,” jelasnya.

Lebih lanjut, Illiza menilai kehadiran JAKI di Banda Aceh akan membuka ruang partisipasi publik yang lebih luas.

“Ini juga wujud transparansi kinerja pemerintah, dan inputan dari warga nanti akan menjadi acuan dalam perencanaan kebijakan dan pembangunan,” ujarnya.

“Setelah melihat sekilas, kami yakni aplikasi Jaki ini memberikan kemudahan dan efisiensi karena pengguna tidak perlu lagi menginstal banyak aplikasi secara terpisah untuk kebutuhan sehari-hari,” jelasnya lagi.

Siap Diluncurkan saat HUT Kota Banda Aceh

Menariknya, Illiza menargetkan peluncuran aplikasi JAKI versi Banda Aceh akan dilakukan pada 23 Mei 2025. Tanggal tersebut bertepatan dengan 100 hari pemerintahan Illiza-Afdhal serta malam puncak peringatan HUT ke-820 Kota Banda Aceh.

“Momentum itu juga menjadi malam puncak peringatan HUT-820 Kota Banda Aceh,” ujarnya seraya mengundang Wakil Gubernur DKI Jakarta untuk hadir dalam acara tersebut.

Komitmen Pemprov DKI Jakarta

Menanggapi rencana itu, Rano Karno menyambut positif kerja sama ini. Ia memastikan pihaknya siap mendukung Banda Aceh dalam mereplikasi aplikasi JAKI.

“Intinya segera kita bantu Ibu Illiza. Apa yang masih menjadi titik lemah Banda Aceh akan kita backup,” ujarnya.

Rano bahkan meminta jajarannya untuk segera membuka ruang diskusi lebih teknis dengan pihak Pemko Banda Aceh.

“Apalagi Pak Kohar (Pengelola JSC) sudah pernah ke Banda Aceh, jadi silakan dibahas lebih teknis dengan tim terkait.”

“Dan kalau memang perlu dan masih dibutuhkan, kita akan datang lagi ke sana,” katanya sembari menyampaikan harapan adanya kerja sama lanjutan, termasuk di sektor ekonomi kreatif.

Mengenal Aplikasi JAKI

Dilansir dari berbagai sumber, JAKI merupakan aplikasi satu pintu yang menghadirkan berbagai layanan publik dalam satu platform digital. Aplikasi ini memberikan kemudahan akses bagi masyarakat terhadap pengaduan, informasi terkini, transportasi publik, layanan kesehatan, serta kebutuhan sehari-hari lainnya.

Beberapa fitur unggulan JAKI antara lain:

  • JakLapor: Layanan pengaduan masyarakat

  • JakRespons: Pemantauan tindak lanjut laporan warga

  • JakPangan: Informasi harga dan ketersediaan pangan

  • JakSurvei: Ruang bagi warga untuk memberi masukan

  • JakPenda: Cek dan bayar pajak secara daring

  • JakSehat: Akses antrean faskes online, ambulans, hingga konsultasi kesehatan mental

Jika program ini terealisasi sesuai rencana, Banda Aceh akan menjadi daerah pertama di luar DKI Jakarta yang mengadopsi JAKI sebagai solusi pelayanan publik berbasis digital. (XRQ)

Reporter: Akil

DEMA FSH UIN Ar-Raniry Audiensi dengan Bupati Aceh Besar

0
DEMA FSH
DEMA FSH UIN Ar-Raniry Audiensi dengan Bupati Aceh Besar. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.id | Jantho — Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) Fakultas Syariah dan Hukum (FSH) UIN Ar-Raniry menjajaki peluang kerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Aceh Besar. Dalam audiensi yang berlangsung di Kantor Bupati Aceh Besar, kedua belah pihak membahas potensi kolaborasi untuk melaksanakan program sosial dan pengabdian masyarakat berbasis sinergi.

Audiensi ini merupakan bagian dari upaya memperkuat peran mahasiswa dalam pembangunan daerah. Ketua DEMA FSH, Razif Al Farisy, menegaskan komitmen pihaknya untuk berkontribusi langsung melalui kegiatan sosial yang menyentuh masyarakat.

“DEMA FSH memiliki program tahunan yang merupakan Kegiatan Pengabdian kepada masyarakat. Kami membawa semangat perubahan dengan menawarkan program-program yang bersifat sosial, edukatif, dan pemberdayaan masyarakat. Harapannya, sinergi ini bisa menjadi jembatan antara dunia kampus dan pemerintahan,” ujarnya.

Usulan Program Unggulan Mahasiswa

Dalam pertemuan tersebut, DEMA FSH turut mempresentasikan sejumlah program unggulan yang telah dirancang. Wakil Sekretaris Jenderal DEMA FSH, Elin Aprilia, menguraikan bahwa program tersebut mencakup bakti sosial, pembentukan desa binaan, serta pemberdayaan masyarakat.

Selain itu, mereka juga mengusulkan pembentukan Qanun Gampong berbasis nilai-nilai syariah dan kearifan lokal sebagai solusi regulatif atas persoalan sosial di tingkat desa.

“Kami melihat pentingnya peran mahasiswa dalam memperkuat regulasi di tingkat gampong yang bisa membantu menyelesaikan persoalan sosial secara berkelanjutan,” jelas Elin.

Disambut Positif oleh Pemerintah Daerah

Menanggapi pemaparan dari mahasiswa, Bupati Aceh Besar, Syeck Muharram, menyampaikan dukungan penuh. Ia menilai inisiatif mahasiswa sebagai langkah positif yang selaras dengan visi pemerintah daerah.

“Program seperti ini sangat bagus sekali. Pemerintah tentu siap mendukung kegiatan mahasiswa yang berpihak kepada kepentingan masyarakat, khususnya dalam memperkuat peran pemuda di gampong,” ujar Bupati.

Audiensi ini tak hanya menjadi wadah diskusi, namun juga menjadi momen silaturahmi antara mahasiswa dan pemerintah daerah. Melalui kolaborasi ini, DEMA FSH berharap peran perguruan tinggi tidak hanya terbatas di dalam kampus, tetapi turut memberi dampak nyata bagi masyarakat Aceh Besar.

Editor: Akil

Keuchik Lampulo Alta Zaini Tutup Usia, Pemko Banda Aceh Sampaikan Belasungkawa

0
Keuchik lampulo
Pemko Banda Aceh sampaikan belasungkawa atas meninggalnya Keuchik Lampulo, Alta Zaini. (Foto: Humas BNA)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Kabar duka menyelimuti Kota Banda Aceh. Keuchik Gampong Lampulo, Alta Zaini, meninggal dunia pada Selasa (6/5/2025) sore dalam usia 62 tahun.

Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal, menyampaikan rasa duka yang mendalam atas wafatnya sosok yang dikenal bersahaja dan penuh dedikasi itu. Ungkapan belasungkawa disampaikan melalui sebuah video yang diunggah di akun Instagram pribadinya.

“Innalillahi wa inna ilaihi raji’un. Atas nama pribadi dan Pemerintah Kota Banda Aceh, saya menyampaikan duka cita yang mendalam atas berpulangnya Keuchik Alta Zaini,” ungkap Illiza, seperti dikutip Nukilan.id, Selasa (6/5/2025).

Dalam pernyataannya, Illiza mengenang almarhum sebagai pemimpin yang peduli terhadap masyarakat serta aktif mendorong pembangunan di wilayahnya. Ia juga menekankan kontribusi Alta Zaini terhadap kesejahteraan warga Lampulo.

“Semoga segala amal ibadah dan pengabdian almarhum diterima di sisi Allah SWT dan beliau ditempatkan di tempat terbaik di sisi-Nya. Kepada keluarga yang ditinggalkan, kami doakan agar diberi ketabahan dan keikhlasan,” tutur Illiza.

Penerima Anugerah Paralegal Justice Award 2024

Tak hanya dikenal di tingkat gampong, Alta Zaini juga memiliki rekam jejak membanggakan secara nasional. Ia menjabat sebagai Ketua Asosiasi Keuchik Kecamatan Kuta Alam (Asokulam) dan sukses mengharumkan nama Banda Aceh lewat sejumlah prestasi.

Salah satu pencapaiannya yang paling berkesan adalah saat menerima Anugerah Paralegal Justice Award (PJA) 2024, yang diberikan oleh Badan Pembinaan Hukum Nasional (BPHN) bersama Kementerian Hukum dan HAM RI. Penghargaan tersebut diterimanya dalam sebuah seremoni di Hotel Bidakara, Jakarta, pada 1 Juni 2024.

Sebagai bagian dari penghargaan tersebut, almarhum dianugerahi PIN Lencana Non Litigation Peacemaker (NL.P), Medali PJA, Sertifikat Anubhawa Sasana Jagaddhita, dan gelar non-akademik Non Litigation Peacemaker (NL.P).

Warisan Pengabdian untuk Lampulo

Alta Zaini juga dikenal sebagai sosok visioner. Ia pernah menggagas wacana pembentukan Koperasi Desa Merah Putih, yang menurutnya memerlukan kajian mendalam sebelum direalisasikan. Gagasan tersebut menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan ekonomi masyarakat melalui pendekatan kelembagaan.

Kini, kepergian Alta Zaini menyisakan duka yang dalam bagi warga Lampulo dan jajaran Pemerintah Kota Banda Aceh. Namun demikian, warisan perjuangan dan dedikasinya akan terus hidup dan menjadi inspirasi bagi generasi berikutnya. (XRQ)

Reporter: Akil

Keuchik Lampulo Banda Aceh Alta Zaini Tutup Usia

0
Keuchik Gampong Lampulo, Kecamatan Kuta Alam, Kota Banda Aceh, Alta Zaini. (Foto: Facebook/Alta Zaini)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Keuchik Gampong Lampulo, Kecamatan Kuta Alam, Kota Banda Aceh, Alta Zaini (62) telah meninggal dunia pada Selasa (6/5/2025). 

Informasi yang diterima Nukilan, Alta Zaini menghembuskan nafas terakhirnya sekitar pukul 15.30 WIB di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUZA) Zainoel Abidin Banda Aceh.

“Innalillah wainnailaihi raji’un, telah berpulang ke rahmatullah pak keuchik Lampulo, Alta Zaini. Semoga amal ibadah beliau diterima di sisi Allah SWT,” ungkap sumber Nukilan.

Jenazah Alta Zaini kemudian dimakamkan di Gampong Lampulo.

Alta Zaini merupakan tokoh yang disegani di Lampulo. Ia telah menjabat sebagai Keuchik Lampulo sejak tahun 2021 hingga akhir hayatnya. Sebelumnya, Alta Zaini juga pernah dipercaya untuk memimpin desa yang sama pada periode 2008-2013.

Selain aktif sebagai kepala desa, Alta Zaini juga dikenal melalui kiprahnya sebagai ketua Pengurus Radio Antar Penduduk Indonesia (RAPI) Kota Banda Aceh periode 2018-2022, menunjukkan dedikasinya dalam berbagai bidang pelayanan masyarakat.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada informasi resmi mengenai penyebab meninggalnya Alta Zaini.

Reporter: Rezi

Pemkab Aceh Barat Gelar Program Sehari Berkantor di Teumarom

0
Pemkab aceh barat
Bupati Aceh Barat menyerahkan bantuan secara simbolis kepada masyarakat saat program Sehari Berkantor di Teumarom, Woyla. (Foto: RRI)

NUKILAN.id | Meulaboh – Pemerintah Kabupaten Aceh Barat kembali menunjukkan komitmennya dalam mendekatkan pelayanan publik kepada masyarakat pelosok. Pada Senin (5/5/2025), Bupati Tarmizi, SP, MM, bersama Wakil Bupati Said Fadheil, SH, serta jajaran kepala SKPK, berkantor sehari penuh di Gampong Simpang Teumarom, Kecamatan Woyla Barat.

Dalam kegiatan bertajuk “Sehari Berkantor di Desa”, berbagai layanan langsung diberikan kepada masyarakat. Mulai dari pemeriksaan kesehatan gratis, vaksinasi hewan ternak, hingga layanan pustaka keliling turut meramaikan kunjungan ini. Tak hanya itu, warga juga menerima paket pasar murah dan bibit jambu Jamaika yang diserahkan secara simbolis oleh Bupati Tarmizi.

Pemerintah Hadir Hingga Pelosok

Program ini, menurut Bupati Tarmizi, merupakan bagian dari upaya strategis untuk menjangkau desa-desa terpencil yang selama ini kurang terlayani.

“Tujuan kami adalah agar tidak ada masyarakat yang merasa terabaikan. Pemerintah hadir secara nyata untuk mendengar dan memenuhi kebutuhan masyarakat, baik di kota maupun di desa,” ujar Tarmizi.

Sebagai bentuk perhatian terhadap pembangunan berkelanjutan, Pemkab Aceh Barat juga menyelenggarakan pelatihan bagi perangkat gampong. Langkah ini bertujuan untuk memperkuat kapasitas aparatur desa dalam melayani masyarakat secara efektif dan profesional.

Dana Khusus untuk Kawasan Transmigrasi

Menariknya, Gampong Simpang Teumarom yang menjadi lokasi kegiatan kali ini merupakan salah satu kawasan transmigrasi. Desa tersebut mendapatkan alokasi dana khusus sebesar Rp1,2 miliar. Dana ini terbagi ke dalam tiga paket utama, yang difokuskan pada peningkatan fasilitas pendidikan, pelayanan kesehatan, dan infrastruktur pendukung lainnya.

Selain itu, sosialisasi shalat berjamaah juga turut digelar, mencerminkan perpaduan antara pelayanan pemerintahan dan pembinaan nilai keagamaan di masyarakat.

Bupati Tarmizi menegaskan bahwa kegiatan serupa akan dilaksanakan secara bergilir di berbagai desa terisolir di tiap kecamatan.
Tujuannya jelas: memastikan pemerataan pelayanan publik sekaligus mempercepat pembangunan di seluruh wilayah Kabupaten Aceh Barat.

“Pemerintah hadir secara nyata untuk mendengar dan memenuhi kebutuhan masyarakat,” pungkasnya.

Editor: Akil

Anak Muda Aceh Luncurkan Aplikasi Ojol WayOn

0
anak muda
Anak Muda Aceh Luncurkan Aplikasi Ojol WayOn. (Foto: SerambiNews)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Keren! Sejumlah anak muda kreatif dari Aceh meluncurkan aplikasi ojek online lokal bernama WayOn. Kehadiran aplikasi ini menantang dominasi layanan ojol nasional yang telah lebih dulu menguasai pasar.

Peluncuran resmi aplikasi WayOn berlangsung pada Senin (5/5/2025). Menariknya, aplikasi ini akan mulai tersedia di PlayStore pada 15 Mei mendatang. Meski baru hadir di Banda Aceh, WayOn menargetkan ekspansi ke kota-kota lain di Aceh seperti Lhokseumawe, Bireuen, dan Meulaboh. Bahkan, mereka punya ambisi untuk menjangkau seluruh provinsi di Indonesia.

Aplikasi ini digagas oleh anak muda yang ingin menciptakan layanan ojol yang murah, mudah, dan yang paling penting—berpihak pada mitra driver.

Hadir dari Obrolan Santai, Kini Jadi Produk Nyata

Owner WayOn, Amiratul Jannah Erhasy, mengungkapkan bahwa ide aplikasi ini lahir dari obrolan santai di tengah kejenuhan sebagai mahasiswa tingkat akhir.

“WayOn hadir dari obrolan santai bersama teman-teman yang merasa jenuh sebagai mahasiswa akhir,” ungkapnya sebagaimana dikutip dari Serambinews.com.

Saat ini, WayOn menawarkan tiga layanan utama, yaitu:

  • WayRide untuk layanan ojek,

  • WayCare untuk pengantaran barang,

  • dan WayFood untuk pemesanan makanan.

Tidak berhenti di situ, mereka juga sedang mengembangkan layanan tambahan seperti kargo, travel wisata, hingga umrah. Ini menunjukkan keseriusan WayOn dalam menjawab berbagai kebutuhan masyarakat.

Salah satu daya tarik utama WayOn adalah sistem komisinya. Jika aplikasi nasional dikenal dengan potongan besar, WayOn hanya mengambil 10 persen dari pendapatan mitra driver. Ini tentu menjadi angin segar bagi para pengemudi lokal.

Harapan Baru bagi UMKM Aceh

Kehadiran WayOn mendapat sambutan hangat dari kalangan akademisi. Salah satunya datang dari Dr H Nasir Ibrahim, dosen Universitas Serambi Mekkah (USM), yang menilai langkah ini sebagai bentuk kemajuan signifikan.

“Saya sangat terkesan dengan ide ini. Ini menjadi modal besar bagi UMKM Aceh, dengan meluncurkan aplikasi seperti ini. Ini menjadi harapan baru. Dalam bisnis sudah pasti ada kompetitor yang sudah berjalan dan menguasai pasar. Produk baru ini diharapkan dapat menyesuaikan dengan kondisi yang ada,” jelasnya.

Sebagai informasi, sebelumnya Aceh pernah memiliki aplikasi serupa bernama HoJak, namun sayangnya tidak lagi beroperasi. Karena itu, banyak pihak berharap WayOn bisa belajar dari pengalaman tersebut dan terus berkembang menjadi produk unggulan.

Dr Nasir menegaskan, keberadaan WayOn adalah bukti nyata bahwa anak muda Aceh mampu menciptakan solusi digital yang inovatif dan layak mendapat dukungan penuh dari semua pihak.

Editor: Akil

Asrama Haji Aceh Siap Sambut 4.378 Calon Jamaah

0
asrama haji
Asrama Haji Aceh Siap Sambut 4.378 Calon Jamaah. (Foto: ANTARA)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Asrama Haji Embarkasi Aceh menyatakan kesiapannya menyambut kedatangan 4.378 calon jamaah haji asal Aceh yang akan diberangkatkan ke Tanah Suci mulai 18 Mei 2025. Untuk memperkuat laupyanan, pihak asrama mengusung konsep pelayanan terpadu yang mengombinasikan sistem manual dan digital.

“UPT Asrama Haji bakal menerapkan Manajemen Unit Layanan Akomodasi di Asrama Haji (Munakosah) untuk memudahkan pelayanan bagi jamaah,” ujar Plt Kepala UPT Asrama Haji Embarkasi Aceh, Irsyadi, di Banda Aceh, Senin (5/5).

Munakosah merupakan pengembangan dari sistem pelayanan satu atap yang telah diterapkan sebelumnya. Melalui pendekatan ini, jamaah akan mendapatkan informasi awal terkait akomodasi yang akan mereka tempati saat tiba di asrama.

Tak hanya itu, pemanfaatan teknologi juga ditujukan untuk mempermudah pengaturan akomodasi, termasuk bagi jamaah lanjut usia. Dengan begitu, proses pelayanan diharapkan lebih efisien dan nyaman.

Fasilitas Lengkap dan Terjaga

Irsyadi mengungkapkan, pada musim haji 1446 Hijriah ini, pihaknya telah menyiapkan 147 kamar dengan kapasitas total 500 tempat tidur. Jumlah ini melebihi kebutuhan setiap kelompok terbang (kloter).

“Kamar-kamar jamaah tersebut sudah siap, teknisi kami selalu memantau dan memperbaiki kalau ada kamar yang bocor, servis AC, kamar mandi mandek, dan lainnya, ini selalu menjadi perhatian kita sejak awal,” jelasnya.

Hingga awal Mei, berbagai persiapan utama telah dirampungkan. Mulai dari penginapan, aula, tempat ibadah, hingga fasilitas layanan kesehatan telah disiapkan secara menyeluruh.

“Insya Allah kami siap menyambut kedatangan dhuyufur rahman yang akan menuju Tanah Suci tahun 1446 Hijriah ini. Alhamdulillah, kami telah matangkan persiapan agar jamaah dapat terlayani dengan baik,” tambahnya.

Layanan Khusus bagi Lansia

Sebagai bentuk perhatian terhadap kenyamanan jamaah lansia, Asrama Haji Aceh juga menyediakan fasilitas tambahan seperti mobil golf dan tenda khusus. Semua ini ditujukan untuk memudahkan mobilitas dan memberikan pengalaman yang lebih layak selama masa persinggahan.

Selain itu, seluruh perlengkapan tidur seperti seprai dan selimut juga telah diperbarui. Langkah ini dilakukan untuk menjamin kebersihan dan mencegah risiko penyebaran penyakit di lingkungan asrama.

Koordinasi Lintas Sektor

Dalam upaya meningkatkan pelayanan, Irsyadi menekankan pentingnya kolaborasi dengan berbagai pihak. Koordinasi aktif terus dilakukan bersama Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kakanwil Kemenag) Aceh serta pemangku kepentingan lainnya.

“Ikhtiar kita bersama untuk pelayanan terbaik kepada jamaah, kita terus berkoordinasi dengan Kakanwil Kemenag Aceh dan jajaran serta stakeholder terkait lainnya,” tegasnya.

Dengan segala persiapan tersebut, Asrama Haji Embarkasi Aceh optimistis dapat memberikan pelayanan terbaik bagi para tamu Allah yang akan memulai perjalanan suci mereka ke Tanah Haram.

Editor: AKil

Pemerintah Aceh Tegaskan Komitmen Berantas Korupsi

0
pemerintah aceh
Wagub Aceh, Fadhlullah, SE, memberikan sambutan saat menghadiri Rakor Penguatan Sinergi dan Kolaborasi antara KPK dan Pemda Wil. I yang diselenggarakan KPK RI, di Aula Bhineka Tunggal Ika, Gedung Merah Putih KPK RI, Jakarta. (Foto: MC Aceh)

NUKILAN.id | Jakarta — Pemerintah Aceh kembali menegaskan komitmennya dalam upaya pemberantasan korupsi. Hal ini ditunjukkan lewat partisipasi aktif dalam Rapat Koordinasi Penguatan Sinergi dan Kolaborasi antara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan pemerintah daerah wilayah I, yang digelar di Gedung Merah Putih KPK RI, Jakarta Selatan, Senin (5/5/2025).

Rapat koordinasi ini merupakan tindak lanjut dari program Koordinasi dan Supervisi Direktorat Wilayah I KPK. Program tersebut telah berlangsung sejak 28 April dan dijadwalkan selesai pada 22 Mei 2025. Kegiatan ini dihadiri oleh seluruh kepala daerah dari tujuh provinsi, yakni Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Kepulauan Riau, Jambi, dan Bengkulu.

Dalam sambutannya, Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah, S.E., menyatakan dukungan penuh terhadap agenda KPK tersebut. Menurutnya, kegiatan ini merupakan bentuk keseriusan daerah dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih dan transparan.

“Kami menyadari bahwa korupsi tidak hanya merugikan keuangan negara, tetapi juga melemahkan kepercayaan publik dan menghambat pembangunan. Pemerintah Aceh tidak akan tinggal diam,” ujar Fadhlullah.

Lebih lanjut, Pemerintah Aceh telah menempuh sejumlah langkah konkret dalam upaya pencegahan korupsi. Beberapa di antaranya adalah penguatan sistem pengawasan internal dan pengembangan mekanisme whistleblower, optimalisasi kanal pengaduan publik SP4N-LAPOR!, serta peningkatan kualitas pelaporan melalui Monitoring Centre for Prevention (MCP).

Tak hanya itu, digitalisasi tata kelola pemerintahan juga menjadi fokus utama. Sejumlah aplikasi seperti e-planning, e-budgeting, dan e-procurement telah diterapkan untuk meningkatkan akuntabilitas dan transparansi. Pemerintah Aceh juga aktif membina program Desa Anti Korupsi sebagai upaya membangun budaya antikorupsi dari tingkat akar rumput.

Targetnya tahun ini cukup ambisius. Pemerintah Aceh menargetkan nilai capaian MCP sebesar 95,89 persen, sebagai tolok ukur keseriusan dalam reformasi birokrasi dan pelayanan publik yang berintegritas.

“Kolaborasi dengan KPK adalah bentuk nyata dari sinergi pusat dan daerah dalam menutup celah korupsi dan membangun sistem yang akuntabel. Kami percaya, dengan langkah konkret dan komitmen kolektif, pemberantasan korupsi dapat kita lakukan secara efektif dan berkelanjutan,” pungkas Wakil Gubernur.

Acara ini turut dihadiri oleh pimpinan KPK, para kepala daerah, dan perwakilan instansi dari seluruh wilayah Sumatera I. Dari Aceh, hadir pula Ketua dan Wakil Ketua DPRA, Plt. Sekda Aceh, Inspektur Aceh, Plt. Kepala Bappeda Aceh, dan Kepala BPKA.

Selain itu, para bupati dan wali kota juga hadir bersama Ketua dan Wakil Ketua DPRK, Sekda, Inspektur, Sekwan, Kepala Bappeda, dan Kepala Dinas Keuangan dari seluruh kabupaten/kota se-Aceh.

Editor: Akil