Beranda blog Halaman 43

Takengon Jadi Pusat Pengembangan SDM Ekonomi Kreatif dan UMKM Melalui Program Aceh Go Digital

0
Kabupaten Aceh Tengah kembali menjadi pusat pengembangan sumber daya manusia (SDM) ekonomi kreatif melalui program Aceh Go Digital yang digagas Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.ID | TAKENGON – Kabupaten Aceh Tengah kembali menjadi pusat pengembangan sumber daya manusia (SDM) ekonomi kreatif melalui program Aceh Go Digital yang digagas Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia.

Setelah sehari sebelumnya menggelar pelatihan peningkatan kapasitas SDM ekonomi kreatif pada subsektor fotografi produk kreatif, program tersebut berlanjut pada hari kedua dengan menyasar para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Kegiatan yang berlangsung di Ballroom Gayo Petro Hotel, Takengon, Sabtu (20/6/2026), merupakan bagian dari upaya memperkuat kualitas SDM ekonomi kreatif di Aceh, khususnya di Kabupaten Aceh Tengah.

Bupati Aceh Tengah yang diwakili oleh Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik Setdakab Aceh Tengah, Salman Nuri, S.STP., M.Ec.Dev, menyampaikan apresiasi atas dipilihnya Aceh Tengah sebagai salah satu lokasi pelaksanaan program pengembangan SDM ekonomi kreatif bertema Aceh Go Digital.

“Kami Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah memberikan apresiasi yang sangat tinggi kepada Kementerian Ekonomi Kreatif yang telah menunjuk Kabupaten Aceh Tengah sebagai salah satu tuan rumah kegiatan pengembangan sumber daya manusia ekonomi kreatif di Aceh. Harapan kami, kegiatan ini dapat memberikan dampak positif bagi peningkatan kualitas SDM ekonomi kreatif dan UMKM di Aceh Tengah yang saat ini terus berkembang”, ujar Salman.

Menurut Salman, Aceh Tengah memiliki berbagai potensi unggulan yang dapat terus dikembangkan, mulai dari sektor pariwisata, perkebunan kopi Gayo, hingga produk fashion berbasis budaya seperti kerawang Gayo.

“Produk-produk lokal Aceh Tengah diharapkan semakin dikenal luas. Kehadiran Kementerian Ekonomi Kreatif di daerah ini diharapkan mampu memberikan kontribusi besar dalam peningkatan kapasitas masyarakat. Kami yakin SDM yang ada memiliki potensi besar untuk terus dikembangkan sehingga mampu memberikan nilai tambah dan meningkatkan pendapatan masyarakat”, lanjutnya.

Sementara itu, Kepala Pusat Pengembangan SDM Ekonomi Kreatif Kementerian Ekonomi Kreatif, R. Adi Mukhtar Rivai, yang membuka kegiatan mewakili Menteri Ekonomi Kreatif, menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah dan seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut.

“Kami berharap melalui kegiatan ini talenta-talenta ekonomi kreatif, khususnya di Takengon, dapat meningkatkan keterampilan dan kompetensinya. Nantinya ilmu yang diperoleh dapat ditularkan kepada para pelaku ekonomi kreatif lainnya dan para pelaku UMKM”, Kata Adi.

Ia menjelaskan bahwa program peningkatan kapasitas SDM atau upskilling yang dilaksanakan melalui Aceh Go Digital diharapkan mampu mendorong para pelaku usaha untuk berkembang dan naik kelas. Dengan meningkatnya kapasitas dan daya saing pelaku usaha, industri kreatif lokal diyakini akan tumbuh semakin kuat.

“Ketika industri berkembang, serapan tenaga kerja akan meningkat, kesejahteraan masyarakat akan bertambah, dan pada akhirnya turut berkontribusi terhadap peningkatan pendapatan asli daerah (PAD) Kabupaten Aceh Tengah”, tutupnya.

Melalui program Aceh Go Digital, Kementerian Ekonomi Kreatif berupaya menciptakan ekosistem ekonomi kreatif yang lebih kompetitif, sekaligus memperkuat kemampuan para pelaku UMKM dalam menghadapi tantangan era digital serta memperluas peluang pasar bagi produk-produk unggulan daerah.

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News

Kronologi Dugaan Penganiayaan Balita di Baby Preneur Daycare Aceh, Tersangka Kesal Karena Anak Susah Makan

0
Ilustrasi Daycare. (Foto: ChatGPT)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH –

Kasus dugaan penganiayaan terhadap balita di Baby Preneur Daycare, kawasan Lamgugob, Kota Banda Aceh, menjadi perhatian publik. Peristiwa tersebut kini telah ditangani oleh pihak kepolisian dan proses hukumnya terus berjalan.

Pada Jumat (19/6/2026), penyidik menggelar rekonstruksi kasus dengan memperagakan sebanyak 62 adegan yang diperankan oleh para tersangka. Rekonstruksi tersebut turut dihadiri penyidik dan jaksa penuntut umum serta mendapat pengamanan ketat dari aparat kepolisian.

Kapolresta Banda Aceh Kombes Pol Andi Kirana melalui Kasat Reskrim Kompol Miftahuda Dizha Fezuono mengatakan bahwa rekonstruksi dilakukan untuk mencocokkan seluruh keterangan yang telah diperoleh selama proses penyidikan.

“Rekonstruksi ini bertujuan mencocokkan keterangan saksi, keluarga korban maupun tersangka, sehingga rangkaian peristiwa dapat tergambar secara jelas dan menjadi bagian dari kelengkapan berkas perkara,” jelasnya.

Kasus ini terungkap setelah rekaman CCTV di lokasi kejadian diperiksa pada Selasa (28/4/2026). Dari rekaman tersebut, dua pengasuh berinisial RY dan NS diduga melakukan tindakan kekerasan berulang terhadap anak-anak yang berada dalam pengasuhan mereka.

Dalam video yang beredar, kedua tersangka terlihat melakukan berbagai tindakan kekerasan seperti menjewer, mencubit, menepis wajah hingga memukul pantat balita. Dugaan penganiayaan itu terjadi ketika anak-anak sedang makan dan disuapi oleh para pengasuh.

Menurut hasil penyelidikan sementara, tindakan tersebut dilakukan karena para pengasuh merasa kesal lantaran anak-anak sulit makan dan tidak mengikuti arahan mereka saat diberi makanan.

“Pelaku sebagai pengasuh kesal terhadap korban karena tidak menuruti saat akan diberikan makanan,” ungkapnya.

Polisi kemudian menetapkan RY dan NS sebagai tersangka setelah menemukan alat bukti dan fakta-fakta baru dalam penyidikan.

“Dua pengasuh anak ditetapkan sebagai tersangka baru, yakni RY dan NS. Penetapan tersebut sesuai dengan alat bukti yang ditemukan dari fakta–fakta terbaru dalam peristiwa penganiayaan anak,” jelas Dizha.

Selain dugaan penganiayaan, terungkap pula fakta bahwa Baby Preneur Daycare diduga beroperasi tanpa mengantongi izin resmi. Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Banda Aceh, Mohd Ichsan.

Pihak DPMPTSP menyatakan akan segera menghentikan operasional daycare tersebut sebagai langkah tindak lanjut atas temuan tersebut.

“Kalau belum pernah kami keluarkan, tentu tidak mungkin kami cabut, karena memang tidak ada izin,” jelasnya.

Sementara itu, penyidik masih terus mendalami kasus tersebut. Para tersangka dijerat dengan pasal berlapis terkait tindak pidana kekerasan terhadap anak.

Untuk proses hukum yang sedang berjalan, ketiga tersangka saat ini telah ditahan di Rumah Tahanan Polresta Banda Aceh dan terancam hukuman penjara maksimal lima tahun serta denda hingga Rp72 juta.

“Untuk ketiga tersangka kini sudah ditahan di rumah tahanan Polresta Banda Aceh. Mereka terancam hukuman penjara maksimal lima tahun dan denda hingga Rp 72 juta,” jelas Dizha.

Pihak kepolisian menegaskan bahwa seluruh proses penyidikan akan dilakukan sesuai ketentuan hukum yang berlaku guna memberikan kepastian hukum bagi semua pihak yang terlibat.

“Polisi memastikan proses penyidikan terus berjalan sesuai ketentuan hukum yang berlaku guna memberikan kepastian hukum bagi seluruh pihak yang terlibat,” jelasnya.

Hingga saat ini, kasus dugaan penganiayaan balita di Baby Preneur Daycare masih dalam penanganan pihak kepolisian untuk mengungkap seluruh fakta dan memastikan proses hukum berjalan secara transparan.

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News

IKMP2T Gelar Diskusi Soal Degradasi dan Perjuangan Mahasiswa, Bahas Regenerasi Kepemimpinan

0
Ikatan Mahasiswa Pemuda Pelajar Trumon Timur (IKMP2T) menggelar kegiatan diskusi bersama dengan tema “Degradasi, Fungsi dan Perjuangan Mahasiswa; Kok Bisa!?”. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Ikatan Mahasiswa Pemuda Pelajar Trumon Timur (IKMP2T) menggelar kegiatan diskusi bersama dengan tema “Degradasi, Fungsi dan Perjuangan Mahasiswa; Kok Bisa!?”. Kegiatan tersebut menjadi ruang refleksi sekaligus pertukaran gagasan bagi mahasiswa asal Trumon Timur untuk memahami kembali peran dan tanggung jawab mahasiswa di tengah arus globalisasi serta berbagai tantangan sosial yang berkembang saat ini.

Kegiatan diskusi dipimpin oleh Ketua Panitia, Tegar Aiman Azzahri, dan dihadiri pengurus serta anggota IKMP2T yang sedang menempuh pendidikan di berbagai perguruan tinggi.

Dalam pembukaan acara, Tegar menjelaskan bahwa diskusi tersebut diselenggarakan sebagai upaya membangun budaya diskusi yang sehat di lingkungan organisasi. Menurutnya, forum tersebut diharapkan dapat menjadi wadah pertukaran pendapat sekaligus mempererat hubungan antarsesama anggota paguyuban.

“Diskusi ini bukan sekedar kegiatan formalitas, tetapi menjadi wadah untuk membangun kesadaran bersama tentang pentingnya peran mahasiswa dalam menjawab tantangan zaman dan problematika sosial”, ungkap Tegar Aiman Azzahri.

Diskusi berlangsung dalam suasana kekeluargaan dengan menghadirkan Tonicko Anggara sebagai pemantik. Dalam pemaparannya, ia mengajak peserta untuk mengkritisi berbagai fenomena yang dinilai menjadi penyebab menurunnya idealisme mahasiswa, melemahnya fungsi kontrol sosial, serta berkurangnya semangat perjuangan mahasiswa dalam menyuarakan kepentingan masyarakat.

Menurut Tonicko, mahasiswa memiliki posisi strategis sebagai agen perubahan yang tidak hanya dituntut unggul secara akademik, tetapi juga harus mampu menjaga integritas, kepedulian sosial, serta keberanian dalam memperjuangkan nilai-nilai keadilan. Karena itu, mahasiswa perlu terus melakukan evaluasi terhadap diri sendiri agar tidak kehilangan arah perjuangan yang selama ini menjadi identitas gerakan mahasiswa.

Sementara itu, Ketua Umum IKMP2T, Khairul Akhwan, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya organisasi untuk membangun kesadaran dan pola pikir kritis sekaligus memperkuat silaturahmi antarsesama anggota. Ia menegaskan bahwa organisasi paguyuban tidak boleh hanya menjadi tempat berkumpul, melainkan juga harus berfungsi sebagai ruang pembelajaran, pengembangan kapasitas, dan pembentukan karakter.

“Melalui diskusi ini kita ingin menghidupkan kembali semangat berfikir kritis dan rasa tanggung jawab sebagai Mahasiswa. Organisasi harus mampu melahirkan gagasan-gagasan baru yang bermanfaat bagi kawan-kawan mahasiswa dan juga daerah asal”, ujar Khairul Akhwan.

Lebih lanjut, Akhwan berharap hasil diskusi tersebut dapat menjadi pijakan bagi organisasi dalam menyongsong regenerasi kepemimpinan pada masa mendatang. Menurutnya, penting bagi organisasi untuk mempersiapkan kader-kader yang memiliki visi, komitmen, dan kemampuan dalam membawa IKMP2T ke arah yang lebih baik.

“Diskusi ini tidak hanya membahas persoalan mahasiswa masa kini, tetapi juga tentang bagaimana meraih wajah baru di kepengurusan Selanjutnya. Kita membutuhkan generasi penerus yang mampu menjaga nilai kekeluargaan dan membawa inovasi untuk kemajuan organisasi”, tambahnya.

Sebagai organisasi yang berlandaskan nilai kekeluargaan dan persaudaraan perantau asal Trumon Timur, IKMP2T terus berupaya menjadi rumah bersama bagi mahasiswa, pemuda, dan pelajar yang sedang menempuh pendidikan di perantauan. Melalui berbagai kegiatan intelektual dan sosial, organisasi tersebut berharap dapat melahirkan generasi muda yang berintegritas, berwawasan luas, serta memiliki kepedulian terhadap pembangunan daerah.

Diskusi berlangsung secara interaktif dengan berbagai pandangan dan pengalaman yang disampaikan peserta. Tingginya antusiasme peserta menunjukkan bahwa isu degradasi, fungsi, dan perjuangan mahasiswa masih menjadi perhatian penting di kalangan generasi muda.

Melalui forum tersebut, IKMP2T berharap semangat kebersamaan, kepedulian, dan daya kritis mahasiswa dapat terus tumbuh sehingga mampu mendorong lahirnya kepemimpinan baru yang progresif dan siap menjawab tantangan zaman. (xrq)

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News

TTI Soroti Dugaan Pemecahan 50 Paket Tambak Demi Hindari Tender di DKP Aceh

0
DKP ACEH
Sejumlah paket pekerjaan normalisasi saluran tambak rakyat pada Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Aceh. (Foto: Tangkapan layar)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Transparansi Tender Indonesia (TTI) menyoroti pengadaan 50 paket pekerjaan normalisasi saluran tambak rakyat pada Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Aceh yang masing-masing dianggarkan senilai Rp372 juta. TTI menduga paket tersebut sengaja dipecah untuk menghindari proses tender.

Koordinator TTI, Nasruddin Bahar, mengatakan nilai seluruh paket dibuat seragam di bawah ambang batas Rp400 juta yang diperbolehkan menggunakan metode Pengadaan Langsung (PL) sesuai Peraturan Presiden Nomor 46 Tahun 2025.

“Paket normalisasi saluran tambak ini masing-masing dianggarkan Rp372 juta. Kami menduga ada upaya memecah paket agar bisa dilakukan pengadaan langsung dan tidak melalui tender,” kata Nasruddin kepada Nukilan, Sabtu (20/6/2026).

Menurutnya, temuan tersebut memiliki karakteristik yang dalam pengawasan pengadaan sering disebut sebagai red flag atau indikator awal adanya penyimpangan yang perlu ditelusuri lebih lanjut. Nasruddin menilai tidak masuk akal jika 50 paket pekerjaan yang berada di lokasi berbeda memiliki nilai anggaran yang sama persis. Padahal, kondisi lapangan, panjang saluran, dan tingkat kesulitan pekerjaan diperkirakan berbeda di setiap wilayah.

“Secara logika tidak mungkin seluruh pekerjaan normalisasi saluran tambak membutuhkan biaya yang sama. Lokasi dan kondisi pekerjaan berbeda-beda, tetapi seluruh paket dianggarkan Rp372 juta. Ini patut dipertanyakan,” tuturnya.

TTI juga menyoroti informasi yang berkembang terkait usulan program rehabilitasi tambak rakyat yang disebut-sebut berasal dari pokok-pokok pikiran (pokir) anggota DPRA. Namun, menurut Nasruddin, pihak DKP Aceh belum memberikan penjelasan tegas mengenai asal-usul usulan paket tersebut.

“Karena tidak ada penjelasan yang terang dari dinas, muncul berbagai asumsi di tengah masyarakat mengenai paket-paket tersebut,” katanya.

Nasruddin menegaskan bahwa Peraturan Presiden Nomor 16 Tahun 2018 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah beserta perubahannya melarang pemecahan paket dengan tujuan menghindari tender.

“Pasal 20 ayat 2 huruf d secara tegas melarang pemecahan paket untuk menghindari proses tender. Karena itu, paket-paket ini perlu diawasi secara serius,” sebutnya.

TTI membandingkan pola pengadaan tersebut dengan kasus pengadaan wastafel di Dinas Pendidikan Aceh yang pernah diproses aparat penegak hukum karena dugaan pemecahan paket untuk mempermudah penunjukan penyedia melalui mekanisme pengadaan langsung.

Lebih lanjut, TTI meminta aparat pengawas internal pemerintah (APIP) maupun Kejaksaan Tinggi Aceh melakukan pemeriksaan terhadap proses pengadaan tersebut sebelum pekerjaan berjalan lebih jauh.

“Kami meminta dilakukan probity audit atau review oleh APIP. Jika paket-paket ini belum berkontrak, sebaiknya dokumen pemilihannya direviu terlebih dahulu untuk memastikan tidak ada pelanggaran aturan,” kata Nasruddin. []

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News

Reporter: Sammy

Pemko Banda Aceh Gelar World Cup Festival 2026, Nobar Digelar di Seluruh Kecamatan

0
Poster Banda Aceh World Cup Festival 2026. (Foto: Tangkapan layar)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Pemerintah Kota Banda Aceh akan menggelar Banda Aceh World Cup Festival 2026 sebagai rangkaian kegiatan menyambut dan memeriahkan ajang sepak bola terbesar dunia, Piala Dunia 2026. Festival ini akan menghadirkan berbagai kegiatan nonton bareng (nobar) yang melibatkan masyarakat di seluruh kecamatan dalam wilayah Kota Banda Aceh.

Berdasarkan informasi yang diperoleh Nukilan dari publikasi Pemerintah Kota Banda Aceh, kegiatan tersebut mengusung tema “Bola Gembira Pemko Banda Aceh” dan akan berlangsung sejak Juni hingga Juli 2026.

Salah satu agenda utama adalah program “Gampong Piala Dunia”, yakni kegiatan nobar yang digelar secara bergilir di tingkat kecamatan maupun gampong. Jadwal pelaksanaan dimulai di Kecamatan Jaya Baru pada 20 Juni 2026, dilanjutkan Syiah Kuala pada 21 Juni, Kutaraja pada 27 Juni, Kuta Alam pada 28 Juni, Meuraxa pada 4 Juli, Ulee Kareng pada 5 Juli, Baiturrahman pada 11 Juli, Banda Raya pada 12 Juli, dan Lueng Bata pada 19 Juli 2026.

Selain itu, Pemko Banda Aceh juga akan menyelenggarakan World Cup Morning CFD, yakni kegiatan nobar pertandingan pilihan yang digelar setiap Minggu pagi bersamaan dengan pelaksanaan Car Free Day (CFD).

Puncak kegiatan akan berlangsung melalui Nobar Akbar Tingkat Kota yang dijadwalkan saat laga final Piala Dunia pada 20 Juli 2026 pukul 02.00 WIB.

Dalam publikasi tersebut, panitia juga mewajibkan setiap penyelenggara melakukan promosi melalui media sosial sebelum dan sesudah kegiatan nobar. Pemko Banda Aceh juga akan memilih penyelenggara nobar terbaik yang pemenangnya diumumkan pada saat pelaksanaan nobar final.

Melalui festival ini, Pemko Banda Aceh berupaya menjadikan momentum Piala Dunia sebagai sarana mempererat kebersamaan masyarakat sekaligus meningkatkan partisipasi warga dalam berbagai kegiatan sosial dan olahraga di tingkat gampong maupun kota.

Kegiatan ini mengusung semangat kebersamaan yang dituangkan dalam slogan “Nobar Seru, Kota Kita Maju Bersama.” []

Reporter: Sammy

Pasokan Gabah Berkurang, Harga Beras di Banda Aceh Naik Rp5 Ribu per Karung

0
TOKO SEMBAKO
Toko sembako di Pasar Al Mahirah, Lamdingin, Banda Aceh. (Foto: Nukilan/Sammy)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Harga beras di sejumlah pasar tradisional di Kota Banda Aceh mengalami kenaikan dalam beberapa waktu terakhir. Kenaikan rata-rata mencapai Rp5 ribu per karung untuk berbagai merek beras yang banyak dikonsumsi masyarakat.

Salah seorang pedagang di Pasar Al Mahirah, Lamdingin, Banda Aceh, Dahlan, mengatakan kenaikan harga terjadi pada sejumlah merek beras premium, sementara beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) masih dijual dengan harga yang relatif stabil.

“Beras Meutuah Baro sebelumnya dijual Rp245 ribu per 15 kilogram, sekarang naik menjadi Rp250 ribu per 15 kilogram. Beras Yusima juga naik sekitar Rp5 ribu, dari sebelumnya Rp238 ribu sampai Rp240 ribu per 15 kilogram, sekarang menjadi Rp245 ribu per 15 kilogram,” kata Dahlan kepada Nukilan, Sabtu (20/6/2026).

Menurutnya, secara umum harga beras di tingkat pedagang saat ini mengalami kenaikan sekitar Rp5 ribu per karung. Sementara itu, beras SPHP masih bertahan di harga Rp63 ribu per kemasan 5 kilogram.

Dahlan menjelaskan kenaikan harga dipengaruhi berkurangnya pasokan gabah dari petani. Selain itu, tingginya permintaan dari luar daerah, khususnya Medan, turut mendorong kenaikan harga di pasar lokal.

“Gabah sudah mulai berkurang. Selain itu, permintaan dari pasar Medan juga tinggi. Kalau permintaan ke Medan naik, biasanya harga di daerah kita juga ikut naik,” sebutnya.

Selain beras, harga gula pasir juga mengalami kenaikan. Saat ini gula dijual Rp19 ribu per kilogram, naik Rp1.000 dibandingkan harga sebelumnya. Sementara harga minyak goreng masih terpantau stabil dan belum mengalami perubahan signifikan.

Meski sejumlah kebutuhan pokok mengalami kenaikan harga, Dahlan menilai daya beli masyarakat masih cukup terjaga. Penjualan sembako di Pasar Al Mahirah juga belum menunjukkan penurunan yang berarti.

“Kalau penjualan masih stabil. Daya beli masyarakat masih ada. Namanya sembako, walaupun mahal tetap dibeli karena itu kebutuhan sehari-hari,” katanya.

Para pedagang memperkirakan harga beras masih berpotensi bertahan pada level saat ini selama pasokan gabah belum kembali normal dan permintaan dari luar daerah tetap tinggi. []

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News

Reporter: Sammy

Tangkapan Melimpah, Harga Ikan di TPI Lampulo Anjlok dalam Sepekan Terakhir

0
TPI LAMPULO
Aktivitas jual-beli ikan di TPI Lampulo, Banda Aceh. (Foto: Nukilan/Sammy)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Harga sejumlah jenis ikan di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Lampulo, Kota Banda Aceh, mengalami penurunan signifikan dalam sepekan terakhir. Melimpahnya hasil tangkapan nelayan ditambah melemahnya daya beli masyarakat disebut menjadi penyebab utama anjloknya harga ikan di pasaran.

Salah seorang pedagang ikan di TPI Lampulo, Alfian, mengatakan meski kondisi cuaca belakangan ini tidak menentu dan kerap diguyur hujan, aktivitas melaut nelayan masih berlangsung normal. Banyaknya nelayan yang turun ke laut membuat pasokan ikan melimpah dan berdampak pada penurunan harga.

“Sekarang harga ikan sedang murah karena yang melaut ramai. Walaupun cuaca tidak menentu dan sering hujan, nelayan tetap banyak yang melaut sehingga hasil tangkapan melimpah,” kata Alfian kepada Nukilan, Sabtu (20/6/2026).

Menurutnya, kondisi ekonomi masyarakat yang belum sepenuhnya pulih juga ikut memengaruhi pasar ikan. Daya beli yang menurun membuat permintaan tidak sebanding dengan jumlah pasokan yang tersedia.

“Ekonomi masyarakat hari ini juga lagi lesu, daya beli berkurang. Karena itu harga ikan turun drastis,” sebutnya.

Ia menyebutkan, harga ikan tongkol yang sebelumnya berkisar Rp50 ribu per kilogram kini hanya dijual sekitar Rp25 ribu per kilogram. Penurunan lebih tajam terjadi pada ikan tuna ukuran sedang yang sebelumnya dapat dijual hingga Rp100 ribu per ekor, namun kini hanya laku sekitar Rp30 ribu per ekor.

Selain itu, harga ikan dencis juga turun dari Rp15 ribu menjadi Rp10 ribu per kilogram. Sementara ikan salam yang sebelumnya dijual Rp30 ribu hingga Rp35 ribu per tumpuk, kini hanya berkisar Rp20 ribu per tumpuk.

Alfian mengatakan penurunan harga tersebut mulai terjadi dalam satu pekan terakhir. Sebelumnya, harga berbagai jenis ikan di TPI Lampulo masih relatif stabil.

“Kira-kira sudah seminggu ini harga turun. Sebelumnya masih lumayan stabil, belum serendah sekarang,” katanya.

Para pedagang berharap kondisi pasar kembali membaik sehingga harga ikan dapat kembali stabil dan memberikan keuntungan yang layak bagi nelayan maupun pedagang. []

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News

Reporter: Sammy

Brasil Raih Kemenangan Perdana di Piala Dunia 2026, Tumbangkan Haiti 3-0

0
Brasil Raih Kemenangan Perdana di Piala Dunia 2026, Tumbangkan Haiti 3-0. (FOTO: FIFA)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Timnas Brasil akhirnya meraih kemenangan pertama mereka di Piala Dunia 2026 setelah menundukkan Haiti dengan skor meyakinkan 3-0 pada laga kedua Grup C di Lincoln Financial Field, Philadelphia, Sabtu (20/6/2026) pagi WIB.

Dua gol Matheus Cunha dan satu gol Vinicius Junior memastikan Tim Samba mengamankan tiga poin penting. Seluruh gol tercipta pada babak pertama, sementara paruh kedua pertandingan berlangsung tanpa tambahan gol meski Brasil tetap mendominasi jalannya laga.

Hasil ini membawa Brasil ke puncak klasemen sementara Grup C dengan koleksi empat poin. Mereka unggul selisih gol atas Maroko yang berada di posisi kedua. Sebaliknya, Haiti masih belum meraih poin dari dua pertandingan dan menghuni dasar klasemen.

Brasil Dominan Sejak Awal

Brasil langsung mengambil inisiatif serangan sejak peluit awal dibunyikan. Anak asuh mereka terus menekan lini pertahanan Haiti dengan permainan cepat dari kedua sisi lapangan.

Pada menit ke-12, Raphinha sempat menjebol gawang Haiti. Namun, gol tersebut tidak disahkan setelah pemeriksaan wasit menyatakan sang pemain berada dalam posisi offside.

Tekanan Brasil akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-23. Berawal dari tembakan Vinicius Junior yang berhasil ditepis kiper Johny Placide, bola liar justru mengenai Matheus Cunha sebelum bergulir masuk ke dalam gawang. Gol tersebut membawa Brasil unggul 1-0.

Keunggulan Tim Samba bertambah pada menit ke-36. Vinicius kembali berperan penting dengan mengirim umpan terobosan ke arah Cunha. Penyerang Brasil itu berhasil lolos dari kawalan bek Haiti sebelum melepaskan tembakan kaki kiri yang mengarah ke pojok atas gawang dan mengubah skor menjadi 2-0.

Menjelang turun minum, Brasil kembali mencetak gol. Kali ini Vinicius Junior mencatatkan namanya di papan skor setelah memanfaatkan serangan balik cepat. Lucas Paqueta mengirim umpan lambung yang diterima Vinicius, kemudian diselesaikan dengan sepakan mendatar ke tiang jauh untuk membawa Brasil unggul 3-0 hingga jeda pertandingan.

Haiti Lebih Berani pada Babak Kedua

Memasuki babak kedua, Brasil masih menguasai penguasaan bola. Namun, Haiti tampil lebih disiplin dalam bertahan sehingga ruang untuk menciptakan peluang menjadi lebih terbatas.

Peluang terbaik Haiti hadir pada menit ke-62 melalui situasi sepak pojok. Sundulan Ricardo Ade memaksa Alisson Becker melakukan penyelamatan penting. Bola pantul yang mengarah ke gawang kemudian berhasil disapu Danilo tepat di garis gawang sebelum disambar pemain Haiti lainnya.

Brasil melakukan sejumlah pergantian pemain, termasuk memasukkan Endrick yang menjalani penampilan pertamanya di Piala Dunia. Penyerang muda tersebut sempat terlibat dalam beberapa peluang berbahaya.

Pada menit ke-78, Endrick bahkan berhasil mencetak gol setelah menerima umpan terobosan Rayan. Namun, wasit kembali menganulir gol tersebut karena Endrick lebih dahulu berada dalam posisi offside.

Hingga peluit panjang dibunyikan, tidak ada gol tambahan. Brasil pun menutup pertandingan dengan kemenangan 3-0 sekaligus membuka peluang besar untuk lolos ke babak gugur.

Susunan Pemain

Brasil: Alisson Becker; Douglas Santos, Gabriel Magalhaes, Marquinhos, Danilo; Casemiro, Bruno Guimaraes (Ederson 81′); Vinicius Junior (Danilo 80′), Lucas Paqueta (Gabriel Martinelli 64′), Raphinha (Rayan 40′); Matheus Cunha (Endrick 64′).

Haiti: Johny Placide; Martin Experience, Hannes Delcroix, Jean-Kevin Duverne, Ricardo Ade, Carlens Arcus (Dominique 45′); Ruben Providence, Jean-Ricner Bellegarde (Derrick Etienne 81′), Danley Jean Jacques, Josue Casimir (Louicius Don Deedson 62′); Frantzdy Pierrot (Wilson Isidor 45′). (xrq)

Amerika Serikat Taklukkan Australia 2-0, Pastikan Tiket ke Babak 32 Besar Piala Dunia 2026

0
Amerika Serikat Taklukkan Australia 2-0, Pastikan Tiket ke Babak 32 Besar Piala Dunia 2026. (FOTO: FIFA)

NUKILAN.ID | Seattle – Amerika Serikat memastikan langkah ke babak 32 besar Piala Dunia 2026 setelah meraih kemenangan meyakinkan 2-0 atas Australia pada laga kedua Grup D. Bertanding di Lumen Field, Seattle, Sabtu (20/6/2026) dini hari WIB, tim asuhan Mauricio Pochettino tampil dominan sejak awal hingga akhir pertandingan.

Tuan rumah membuka keunggulan ketika pertandingan baru berjalan 13 menit. Tekanan yang dibangun Amerika Serikat dari sisi sayap berujung petaka bagi Australia setelah bek Cameron Burgess salah mengantisipasi umpan tarik Folarin Balogun. Bola justru masuk ke gawang sendiri dan membuat Amerika Serikat memimpin 1-0.

Gol tersebut membuat kepercayaan diri tuan rumah semakin meningkat. Sepanjang babak pertama, Amerika Serikat lebih banyak menguasai permainan dan mampu menciptakan sejumlah peluang berbahaya. Lini tengah yang dikomandoi Tyler Adams dan Weston McKennie berhasil memutus aliran bola Australia sehingga tim tamu kesulitan mengembangkan permainan.

Menjelang turun minum, Amerika Serikat menggandakan keunggulan melalui Alex Freeman pada menit ke-45. Gol berawal dari situasi bola mati ketika Sergiño Dest meneruskan umpan Antonee Robinson dengan tembakan keras yang sempat membentur pemain bertahan. Bola kemudian melambung ke dalam kotak penalti dan disambut sundulan Freeman yang menaklukkan Patrick Beach.

Wasit sempat meninjau proses gol melalui Video Assistant Referee (VAR) untuk memastikan tidak terjadi offside. Setelah pemeriksaan selesai, gol dinyatakan sah sehingga Amerika Serikat menutup babak pertama dengan keunggulan 2-0.

Memasuki babak kedua, pelatih Australia Tony Popovic melakukan sejumlah perubahan dengan memasukkan beberapa pemain utama, termasuk menarik keluar Cameron Burgess yang sebelumnya mencetak gol bunuh diri.

Pergantian tersebut membuat Australia tampil lebih agresif dibandingkan babak pertama. Meski demikian, Amerika Serikat tetap mampu menjaga organisasi permainan dan sesekali melancarkan serangan balik yang mengancam pertahanan lawan.

Peluang terbaik Australia hadir pada menit ke-61 melalui Cristian Volpato yang baru masuk sebagai pemain pengganti. Namun, penyelesaian akhirnya masih melebar dari sasaran sehingga gagal memperkecil ketertinggalan.

Di sisa pertandingan, Mauricio Pochettino juga melakukan beberapa pergantian pemain untuk menjaga keseimbangan tim. Strategi itu berhasil meredam tekanan Australia hingga peluit panjang dibunyikan tanpa terciptanya gol tambahan.

Kemenangan ini membawa Amerika Serikat mengoleksi enam poin dari dua pertandingan dan memastikan tiket ke babak 32 besar Piala Dunia 2026. Sementara Australia tetap mengumpulkan tiga poin dan masih harus berjuang pada laga terakhir fase grup demi menjaga peluang lolos.

Susunan pemain

Amerika Serikat: Matt Freese; Alex Freeman, Chris Richards, Tim Ream, Antonee Robinson (Auston Trusty 80′); Tyler Adams, Weston McKennie (Giovanni Reyna 90+6′); Malik Tillman, Sergiño Dest (Joe Scally 80′); Ricardo Pepi (Sebastian Berhalter 74′); Folarin Balogun (Haji Wright 90+6′).

Australia: Patrick Beach; Jacob Italiano, Alessandro Circati, Harry Souttar, Cameron Burgess (Jason Geria 45′); Jordan Bos, Mathew Leckie (Cristian Volpato 61′); Aiden O’Neill, Paul Okon-Engstler (Jackson Irvine 78′); Nishan Velupillay (Conor Metcalfe 45′); Mohamed Touré (Nestory Irankunda 45′).

Kepala Sekolah HAM Perempuan Kecam Dugaan Penganiayaan Tiga PMI Asal Aceh di Malaysia

0
gebrina
Kepala Sekolah HAM Perempuan, Gebrina Rezeki. (Foto: Dok. Pribadi)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Dugaan penganiayaan yang dialami tiga pekerja migran Indonesia (PMI) asal Aceh di Johor Bahru, Malaysia, menuai keprihatinan berbagai pihak. Ketiga perempuan tersebut diketahui bekerja sebagai asisten rumah tangga melalui jalur nonprosedural sehingga tidak memiliki izin kerja resmi di negara penempatan.

Informasi mengenai kasus ini sebelumnya disampaikan melalui siaran pers Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Johor Bahru yang diunggah Duta Besar RI untuk Malaysia pada 14 Juni 2026. Kasus tersebut kini tengah mendapat perhatian karena menyangkut keselamatan dan perlindungan hak-hak pekerja migran Indonesia di luar negeri.

Menanggapi hal tersebut, Nukilan.id menghubungi Gebrina Rezeki, Kepala Sekolah HAM Perempuan, untuk meminta pandangannya. Ia mengaku sangat prihatin atas peristiwa yang menimpa ketiga pekerja migran perempuan asal Aceh tersebut dan mengecam segala bentuk kekerasan yang diduga mereka alami.

“Kasus ini menunjukkan bahwa pekerja migran perempuan masih menghadapi risiko tinggi terhadap kekerasan dan eksploitasi, terutama ketika bekerja di sektor domestik yang minim pengawasan,” katanya kepada Nukilan.id pada Sabtu (20/6/2026).

Menurut Gebrina, kasus seperti ini tidak dapat dipandang semata sebagai persoalan hubungan kerja antara majikan dan pekerja. Lebih dari itu, terdapat tanggung jawab negara untuk memastikan perlindungan terhadap warga negaranya, termasuk ketika mereka bekerja di luar negeri.

“Baik Indonesia sebagai negara asal maupun negara penempatan, harus memastikan proses hukum berjalan secara adil serta menjamin keselamatan dan pemulihan para korban,” ungkapnya.

Ia menilai, apabila dugaan kekerasan tersebut terbukti, maka terdapat sejumlah aspek hak asasi manusia yang perlu menjadi perhatian serius aparat penegak hukum maupun otoritas terkait di kedua negara.

“Dari perspektif HAM, terdapat sejumlah hak yang diduga dilanggar, antara lain hak untuk bebas dari penyiksaan dan perlakuan yang kejam, tidak manusiawi, atau merendahkan martabat manusia, hak atas rasa aman, hak atas kondisi kerja yang layak dan aman, hak atas kesehatan fisik dan mental, Serta hak untuk memperoleh perlindungan hukum,” jelasnya.

Lebih lanjut, Gebrina menyoroti informasi mengenai dugaan penahanan paspor oleh pemberi kerja. Menurutnya, praktik semacam itu dapat menjadi indikator adanya pembatasan terhadap kebebasan pekerja migran dan berpotensi mengarah pada bentuk eksploitasi yang lebih luas.

“Jika benar korban mengalami kekerasan berulang dan paspor mereka ditahan oleh pemberi kerja, maka hal tersebut juga dapat mengarah pada pembatasan kebebasan bergerak dan bentuk eksploitasi terhadap pekerja migran,” pungkasnya.

Ia menegaskan bahwa kasus ini seharusnya menjadi pelajaran penting bagi masyarakat, khususnya perempuan yang berencana bekerja ke luar negeri. Pemahaman mengenai prosedur keberangkatan yang sah dan perlindungan hukum menjadi hal mendasar untuk meminimalkan risiko yang dapat terjadi selama bekerja di negara lain.

Untuk itu, ia mengingatkan agar calon pekerja migran tidak mengabaikan aspek legalitas dan perlindungan diri sebelum memutuskan berangkat ke luar negeri.

“Setiap perempuan yang ingin bekerja ke luar negeri harus memahami hak-haknya sebagai pekerja migran dan memastikan keberangkatannya melalui prosedur yang resmi,” tutupnya. (XRQ)

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News