Beranda blog Halaman 42

Meyzal Riansyah Terpilih untuk Nahkodai HIPMAKOBA Periode 2026–2028

0
Meyzal Riansyah. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Meyzal Riansyah resmi terpilih sebagai Ketua Umum Himpunan Pemuda Mahasiswa Kota Bahagia (HIPMAKOBA) untuk periode 2026–2028 dalam Musyawarah Besar (MUBES) organisasi yang berlangsung pada Sabtu (21/6/2026) di Banda Aceh.

Forum tertinggi HIPMAKOBA tersebut berlangsung lancar dan penuh semangat kekeluargaan. Dalam agenda pemilihan kepengurusan baru, Meyzal Riansyah dipercaya memimpin organisasi menggantikan Romi Januarsyah yang telah menyelesaikan masa jabatannya sebagai Ketua Umum HIPMAKOBA periode 2023–2025.

Proses pemilihan berlangsung secara demokratis dengan mengedepankan nilai musyawarah, kebersamaan, dan tanggung jawab. Terpilihnya Meyzal diharapkan mampu membawa organisasi ke arah yang lebih progresif, solid, serta berorientasi pada pengembangan sumber daya pemuda dan mahasiswa.

Dalam sambutannya, Meyzal Riansyah menyampaikan rasa syukur atas amanah yang diberikan kepadanya.

“Saya menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas kepercayaan yang telah diberikan kepada saya. Saya berkomitmen untuk memperkuat persatuan kader, meningkatkan kualitas program kerja organisasi, serta memperluas kontribusi HIPMAKOBA dalam bidang pendidikan, sosial, dan kemasyarakatan,” kata Meyzal Riansyah.

Sementara itu, kepengurusan sebelumnya di bawah kepemimpinan Romi Januarsyah turut mendapat apresiasi atas dedikasi dan pengabdian selama masa bakti 2023–2025. Berbagai program dan kegiatan yang telah dijalankan dinilai menjadi fondasi penting bagi keberlanjutan serta kemajuan organisasi pada periode berikutnya.

Musyawarah Besar HIPMAKOBA 2026 tidak hanya menjadi ajang pergantian kepemimpinan, tetapi juga momentum untuk memperkuat komitmen bersama dalam membangun organisasi yang lebih profesional, adaptif, dan mampu menjawab tantangan generasi muda di tengah perkembangan zaman.

Dengan terpilihnya Meyzal Riansyah sebagai ketua umum yang baru, HIPMAKOBA diharapkan dapat terus menjadi wadah pemersatu pemuda dan mahasiswa Kota Bahagia. Organisasi tersebut juga diharapkan semakin aktif berkontribusi dalam melahirkan generasi yang berintegritas, berdaya saing, dan peduli terhadap pembangunan daerah. (XRQ)

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News

Event Bank Aceh Bhayangkara Run Sukses Sedot Ribuan Pelari Meriahkan Hari Jadi Kepolisian di Banda Aceh

0
Event Bank Aceh Bhayangkara Run Sukses Sedot Ribuan Pelari Meriahkan Hari Jadi Kepolisian di Banda Aceh. (Foto: Humas Bank Aceh)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH — Event Bank Aceh Bhayangkara Run yang diikuti oleh ribuan pelari dari bermacam-macam daerah berlangsung sangat meriah pada hari Minggu, 21 Juni 2026. Kompetisi olahraga ini menjadi salah satu agenda utama dalam memeriahkan perayaan Bhayangkara Fest 2026. Ajang lari massal tersebut sengaja digelar oleh Kepolisian Daerah Sumatera Utara dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun atau HUT ke-80 Bhayangkara.

Perlombaan lari berskala besar ini dibagi ke dalam dua jenis kategori jarak tempuh, yaitu rute 5K atau 5 kilometer dan rute 10K atau 10 kilometer. Para peserta untuk kategori jarak 10K dilepas secara resmi dari garis start oleh Kapolda Aceh Irjen Pol. Marzuki Ali Basyah. Sementara itu, kelompok pelari untuk kategori jarak 5K dilepas oleh jajaran Direksi Bank Aceh yang bertindak sebagai rekanan resmi pelaksana acara.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Aceh Kombes Joko Krisdiyanto menjabarkan bahwa total warga yang ikut berlari dalam ajang ini menembus angka 4.200 orang peserta. Rinciannya terdiri atas kelompok pelari jarak 5K sebanyak 3.600 orang dan kelompok pelari jarak 10K sebanyak 600 orang. Jalur jalan yang dilewati oleh para pelari diatur secara berbeda sesuai dengan jarak kategori yang mereka pilih.

Untuk para pelari di kategori jarak 10K, rute yang wajib dilewati adalah lurus sampai ke lampu lalu lintas Masjid Raya sebelum akhirnya berputar arah kembali menuju garis finis di Markas Polda Aceh. Sementara itu, bagi kelompok pelari di kategori jarak 5K, jalur lari diatur hanya sampai ke area Simpang PKA, lalu berbalik arah menuju lokasi finis yang sama di halaman Mapolda Aceh.

Dari segi pengaturan teknis di lapangan, pihak panitia menerbangkan kelompok pelari kategori 10K terlebih dahulu. Setelah jeda beberapa saat, barulah rombongan pelari untuk kategori 5K dilepas ke jalanan. Sistem penyekatan waktu ini sengaja diterapkan demi menjaga kelancaran arus lalu lintas kota sekaligus menjamin keamanan, keselamatan, serta kenyamanan bagi seluruh masyarakat yang ikut berlari.

Kombes Joko Krisdiyanto menambahkan bahwa agenda olahraga ini bukan sekadar ajang unjuk kecepatan fisik, melainkan menjadi wadah yang sangat baik untuk mempererat hubungan silaturahmi antara aparat kepolisian dan warga sipil. Besarnya jumlah peserta yang mendaftar menjadi bukti nyata bahwa olahraga lari ini sangat dicintai oleh masyarakat luas dari berbagai macam profesi dan tingkatan usia.

Pihak panitia juga mengumumkan daftar lengkap para pelari tercepat yang sukses menjadi juara dalam kompetisi ini. Untuk kategori jarak 5K kelompok khusus TNI-Polri, juara pertama disabet oleh Suyatno Aritonang dengan catatan waktu 17 menit 28 detik, disusul Shija Barus di posisi kedua dan Chandra Deni di posisi ketiga. Pada kelompok pria umum, Luhut Manik menjadi yang tercepat dengan waktu 16 menit 58 detik, ditempel oleh Jenri Pakpahan dan Akbar Fauzi Hakim.

Kategori 5K kelompok wanita umum dimenangkan oleh Jelita Optiani Laoli dengan raihan waktu 20 menit 25 detik, mengalahkan Delisha Almira dan Fikesy Hostita Silalahi. Sementara itu, untuk kelompok pria senior atau master diraih oleh Dedi Saputra dengan waktu 20 menit 27 detik, di atas Bambang Purnomo dan Azhar. Pada bagian wanita senior atau master, Mimi Rosie Liu finis nomor satu dengan waktu 26 menit 3 detik, diikuti Rosmawati Sigalingging serta Nelly Lie.

Selanjutnya untuk kategori jarak 10K kelompok TNI-Polri, peringkat pertama diraih oleh Athlete 1006 dengan catatan waktu 37 menit 55 detik, mengungguli Irsan Josua Nababan dan Dedi Kurniawan. Pada bagian pria umum, Arwan Zebua keluar sebagai pemenang dengan waktu 34 menit 42 detik, diikuti Davit Maluddin Siahaan dan Muzakir. Untuk wanita umum, Irsa Sola Gracia Manalu finis terdepan dengan waktu 45 menit 43 detik, unggul tipis dari Maulida Sari dan Agustina Nababan.

Kategori 10K kelompok pria senior atau master dipimpin oleh Wel Adipen yang mencatatkan waktu 420 menit 43 detik, disusul Ferry Saputra dan Defrizal. Terakhir, untuk kelompok wanita senior atau master dimenangkan oleh Tarida Saragih dengan torehan waktu 52 menit 1 detik, di atas Henny Junita serta Endang Sulastri. Semua pemenang ini berhak mendapatkan hadiah berupa uang tunai senilai Rp5 juta untuk juara satu, Rp3 juta untuk juara dua, dan Rp2 juta untuk juara tiga beserta kalungan medali.

Bukan hanya para pemenang podium saja yang bisa pulang dengan senyuman, seluruh peserta yang beruntung juga berkesempatan membawa pulang hadiah undian atau doorprize menarik. Pihak panitia telah menyiapkan banyak hadiah hiburan bernilai tinggi mulai dari unit sepeda motor baru hingga tiket perjalanan ibadah umrah gratis ke tanah suci.

Ekspor Batu Bara Aceh Capai Rekor Tertinggi pada Maret 2026

0
Ilustrasi proses bongkar muat batu bara. (Foto: Antara)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Nilai ekspor komoditas batu bara, kokas, dan briket dari Provinsi Aceh mencapai rekor tertinggi dalam 14 bulan terakhir pada Maret 2026. Berdasarkan data Bank Indonesia (BI), volume ekspor kelompok barang dengan kode SITC 32 tersebut tercatat sebesar 46,85 juta ton.

Capaian ini menunjukkan peningkatan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang tercatat sebesar 33,83 juta ton. Kenaikan tersebut sekaligus melanjutkan tren pertumbuhan ekspor batu bara Aceh yang terus berlangsung dalam lima bulan terakhir.

Data ekspor yang dihimpun Nukilan dari dokumen kepabeanan menunjukkan Aceh mengekspor sedikitnya 22 kelompok barang yang dikelompokkan berdasarkan Standard International Trade Classification (SITC) dua digit. Dari seluruh kelompok komoditas tersebut, batu bara, kokas, dan briket menjadi penyumbang volume ekspor terbesar.

Selain batu bara, kelompok barang dengan volume ekspor terbesar berikutnya adalah minyak dan lemak nabati (SITC 42) yang tercatat mencapai 6,07 juta ton pada Maret 2026.

Secara historis, volume ekspor batu bara Aceh pada Maret 2026 menjadi yang tertinggi dalam kurun 14 bulan terakhir. Sebaliknya, volume terendah tercatat pada Oktober 2025 dengan jumlah ekspor sebesar 30,95 juta ton.

Peningkatan ekspor batu bara menunjukkan masih kuatnya peran komoditas energi dalam menopang kinerja perdagangan luar negeri Aceh. Dominasi komoditas tersebut juga menempatkan sektor pertambangan sebagai salah satu kontributor utama ekspor daerah.

Berdasarkan data Maret 2026, komoditas batu bara, kokas, dan briket mencatat volume ekspor 46,85 juta ton, jauh melampaui kelompok minyak dan lemak nabati yang mencapai 6,07 juta ton. []

Reporter: Sammy

Warga Soroti Ekspansi Tambang Emas di Bintang, Khawatirkan Kerusakan Lingkungan dan Banjir

0
Ilustrasi tambang emas. (Foto: AP)

NUKILAN.ID | TAKENGON – Rencana aktivitas pertambangan emas oleh PT Linge Mineral Resources (LMR) dan perusahaan tambang lain yang disebut berafiliasi dengan kelompok usaha Bakrie di Kecamatan Bintang, Kabupaten Aceh Tengah, mendapat sorotan dari masyarakat setempat.

Warga khawatir aktivitas pertambangan di kawasan pegunungan dan aliran sungai akan memperparah kerusakan lingkungan yang selama ini dituding menjadi salah satu penyebab meningkatnya risiko longsor dan banjir di wilayah tersebut.

Kepala Koordinator Relawan Kecamatan Bintang, Wedy Sastra Yoga, mengatakan masyarakat hingga kini masih mempertanyakan dampak lingkungan dari aktivitas tambang yang akan beroperasi di kawasan Serule dan sekitarnya.

Menurut dia, terdapat dua skema aktivitas yang sedang berkembang. Pertama, pengerjaan di sepanjang aliran sungai yang disebut sebagai program normalisasi sungai. Kedua, aktivitas eksploitasi di kawasan pegunungan yang berkaitan dengan usaha pertambangan emas.

“Masyarakat ingin tahu dampaknya seperti apa, limbahnya ke mana, dan bagaimana pengawasan terhadap aktivitas tambang itu. Sampai sekarang banyak hal yang belum dijelaskan secara terbuka kepada warga,” kata Wedy kepada Nukilan, Sabtu (20/6/2026).

Ia menjelaskan, izin eksplorasi PT LMR telah berlangsung sejak beberapa tahun lalu dan kini memasuki tahapan yang memungkinkan aktivitas produksi dilakukan. Di sisi lain, masyarakat menilai pemerintah belum sepenuhnya melibatkan warga dalam pembahasan mengenai dampak lingkungan maupun manfaat yang akan diterima masyarakat dari keberadaan tambang.

“Kami tidak ingin hanya menerima dampaknya. Kalau memang tambang berjalan, masyarakat harus mengetahui secara jelas berapa luas wilayah yang terdampak, bagaimana mekanisme pengawasannya, dan apa kompensasi yang diberikan kepada desa,” sebutnya.

Wedy menambahkan, bencana longsor, kerusakan jalan, serta gangguan terhadap kawasan hulu sungai menjadi kekhawatiran utama masyarakat. Menurut dia, kondisi geografis Kecamatan Bintang yang berada di sekitar kawasan tangkapan air Danau Lut Tawar membuat setiap aktivitas pembukaan lahan berskala besar berpotensi menimbulkan dampak ekologis jangka panjang.

“Kalau pengawasan tidak ketat, yang dikhawatirkan masyarakat adalah kerusakan lingkungan akan semakin luas dan bencana terus berulang setiap musim hujan,” katanya.

Meski demikian, Wedy mengakui sebagian masyarakat berada dalam posisi dilematis. Di tengah keterbatasan pembangunan infrastruktur dan kondisi ekonomi yang sulit, sebagian warga berharap perusahaan dapat membantu perbaikan jalan dan fasilitas desa.

Namun, ia menegaskan kebutuhan ekonomi tidak boleh mengabaikan aspek keselamatan lingkungan dan keberlanjutan wilayah.

“Kami ingin ada keterbukaan dan perjanjian yang jelas. Jangan sampai lingkungan rusak, sementara manfaat yang diterima masyarakat tidak sebanding,” tuturnya. []

Reporter: Sammy

Aceh Culinary Festival 2026 Usung Konsep Kolektif, Digelar 11-14 September

0
Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Aceh kembali menghadirkan Aceh Culinary Festival (ACF) 2026 yang akan berlangsung pada 11-14 September 2026 di Taman Ratu Safiatuddin, Banda Aceh. (FOTO: FOR NUKILAN)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Aceh kembali menghadirkan Aceh Culinary Festival (ACF) 2026 yang akan berlangsung pada 11-14 September 2026 di Taman Ratu Safiatuddin, Banda Aceh. Memasuki penyelenggaraan kesepuluh sejak pertama kali digelar pada 2014, festival kuliner terbesar di Aceh itu hadir dengan konsep baru melalui skema penyelenggaraan kolektif.

Melalui konsep tersebut, penyelenggaraan ACF tidak hanya melibatkan pemerintah, tetapi juga membuka ruang kolaborasi bagi masyarakat, komunitas, pelaku industri kreatif, hingga sektor swasta. Pendekatan ini diharapkan mampu menjadikan festival lebih partisipatif, mandiri, dan berkelanjutan tanpa bergantung sepenuhnya pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Aceh (APBA).

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh, Dedy Yuswadi, mengatakan perubahan skema tersebut merupakan langkah strategis untuk memperkuat pengembangan event pariwisata di Aceh.

“Selama sembilan edisi, Aceh Culinary Festival telah berkembang menjadi sebuah brand event. Reputasi, jejaring, dan nilai yang telah terbentuk menjadi modal penting agar ACF dapat terus tumbuh dengan skema yang lebih mandiri, kolaboratif, dan berkelanjutan,” ujar Dedy.

Ia menjelaskan, kesempatan berpartisipasi dalam penyelenggaraan ACF 2026 akan dibuka secara luas kepada para pelaku dan pemerhati kuliner, seni, budaya, serta ekonomi kreatif melalui mekanisme pendaftaran terbuka yang akan diumumkan dalam waktu dekat.

Selama penyelenggaraannya, Aceh Culinary Festival juga telah menorehkan berbagai prestasi di tingkat nasional. Sejak 2016, festival ini empat kali masuk dalam Top 100 Calendar of Events Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Selain itu, ACF juga berhasil masuk Top 10 Karisma Event Nusantara (KEN) selama tiga tahun berturut-turut pada 2021 hingga 2023. Pada 2026, festival ini kembali lolos kurasi dan masuk dalam Top 10 KEN.

Meski mengusung konsep kolektif, Disbudpar Aceh tetap menjadi leading sector penyelenggaraan festival.

Sementara itu, Founder sekaligus Festival Director ACF, Wan Windi Lestari, mengatakan Paviliun Kuliner yang berada di anjungan kabupaten/kota akan tetap dipertahankan sebagai ikon utama festival.

Menurutnya, revitalisasi dan aktivasi Taman Ratu Safiatuddin sebagai kawasan budaya berbasis ekonomi kreatif juga tetap menjadi fokus utama penyelenggaraan tahun ini.

“Paviliun Kuliner di anjungan kabupaten/kota tetap menjadi ikon utama Aceh Culinary Festival. Melalui skema kolektif ini, kami ingin memperkuat fungsi Taman Ratu Safiatuddin sebagai ruang budaya yang hidup, produktif, dan memberikan manfaat bagi pelaku ekonomi kreatif Aceh,” kata Wan Windi.

Pada penyelenggaraan tahun ini, Aceh Culinary Festival juga mencatat sejarah baru sebagai event pertama di lingkungan Disbudpar Aceh yang telah memiliki sertifikat merek atau Hak Kekayaan Intelektual (HAKI).

Menurut Dedy, perlindungan terhadap kekayaan intelektual menjadi bagian penting dalam memperkuat industri kreatif sekaligus industri penyelenggaraan event di Aceh.

“Sertifikat merek Aceh Culinary Festival dimiliki bersama oleh founder dan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh sebagai co-founder. Pengelolaan intellectual property menjadi salah satu fokus yang terus kami dorong sebagai bagian dari penguatan sektor ekonomi kreatif di Aceh,” ujarnya.

Sertifikat merek Aceh Culinary Festival kini dimiliki bersama oleh Wan Windi Lestari sebagai founder dan festival director serta Disbudpar Aceh sebagai co-founder.

Wan Windi optimistis konsep ACF Kolektif dapat menjadi model baru penyelenggaraan hallmark event daerah yang lebih inklusif dan berkelanjutan.

“Setiap terobosan tentu memiliki tantangan, namun kami melihatnya sebagai peluang untuk bertumbuh. Harapan kami, ACF Kolektif dapat menjadi ruang kolaborasi yang memberikan manfaat lebih luas bagi seluruh pihak yang terlibat,” katanya.

Aceh Culinary Festival 2026 dijadwalkan berlangsung pada 11-14 September mendatang dan akan menghadirkan beragam sajian kuliner, budaya, kreativitas, serta semangat kolaborasi yang melibatkan berbagai elemen masyarakat di Aceh.

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News

Warga Bintang Keluhkan Konflik Lahan dengan THL, Minta Kejelasan Hak Atas Tanah

0
Perkebunan pinus PT Tusam Hutani Lestari. (Foto: Kompas)

NUKILAN.ID | TAKENGON – Konflik lahan antara masyarakat Kecamatan Bintang, Kabupaten Aceh Tengah, dengan PT Tusam Hutani Lestari (THL) kembali mencuat. Warga menilai keberadaan perusahaan kehutanan tersebut telah menimbulkan persoalan berkepanjangan terkait status lahan, akses pemanfaatan hasil hutan, hingga minimnya kontribusi terhadap pembangunan desa.

Kepala Koordinator Relawan Kecamatan Bintang, Wedy Sastra Yoga, mengatakan sejumlah desa di kawasan Bintang, terutama Desa Serule masih menghadapi persoalan kepastian hak atas tanah yang selama puluhan tahun ditempati masyarakat.

Menurutnya, sebagian wilayah permukiman warga saat ini masuk dalam area yang diklaim sebagai kawasan perusahaan, sementara banyak warga belum memiliki sertifikat kepemilikan lahan.

“Rumah masyarakat sudah puluhan tahun berdiri, tetapi banyak yang belum memiliki sertifikat. Di sisi lain, lahan itu masuk dalam wilayah yang diklaim perusahaan. Ini yang menjadi sumber konflik sampai hari ini,” kata Wedy kepada Nukilan, Sabtu (20/6).

Ia menjelaskan, persoalan lain yang dikeluhkan masyarakat adalah pungutan terhadap hasil getah pinus yang selama ini menjadi salah satu sumber penghasilan warga.

Menurut Wedy, warga harus mengeluarkan biaya setiap kali membawa hasil getah melewati pos perusahaan. Bahkan, besaran pungutan disebut mengalami kenaikan.

“Masyarakat masih menggantungkan ekonomi dari getah pinus. Tetapi ketika hasil getah dikeluarkan, ada biaya yang harus dibayar. Sementara masyarakat merasa belum melihat kontribusi nyata perusahaan terhadap desa,” sebutnya.

Wedy mengungkapkan pemerintah desa bersama tokoh masyarakat dan pemuda dijadwalkan menggelar pertemuan dengan pihak THL dalam waktu dekat untuk membahas berbagai persoalan yang selama ini menjadi keluhan warga.

Pertemuan itu diharapkan menghasilkan kesepahaman terkait status lahan masyarakat, akses pemanfaatan hasil hutan, serta tanggung jawab sosial perusahaan terhadap desa-desa yang berada di sekitar area konsesi.

“Kami membuka ruang dialog. Yang diinginkan masyarakat adalah kejelasan dan solusi yang adil bagi semua pihak,” katanya.

Selain konflik lahan, masyarakat juga menyoroti kondisi lingkungan di wilayah Bintang yang belakangan kerap dilanda longsor dan kerusakan jalan saat musim hujan. Wedy menilai persoalan lingkungan dan tata kelola kawasan harus menjadi perhatian serius agar bencana yang terus berulang tidak semakin memperburuk kondisi ekonomi masyarakat setempat. []

Reporter: Sammy

Spanyol Pesta Gol ke Gawang Arab Saudi, Menang Telak 4-0 di Grup H Piala Dunia 2026

0
Spanyol Pesta Gol ke Gawang Arab Saudi, Menang Telak 4-0 di Grup H Piala Dunia 2026. (FOTO: FIFA)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Spanyol akhirnya meraih kemenangan perdana di Piala Dunia 2026 setelah tampil dominan dan mengalahkan Arab Saudi dengan skor meyakinkan 4-0 pada laga kedua Grup H. Hasil ini menjadi modal penting bagi La Roja dalam persaingan memperebutkan tiket ke babak gugur.

Bertanding di Mercedes-Benz Stadium, Atlanta, Minggu (21/6/2026) malam WIB, tim asuhan Luis de la Fuente menunjukkan permainan menyerang sejak menit awal. Setelah hanya meraih hasil imbang tanpa gol pada pertandingan pembuka, Spanyol tampil lebih efektif dan berhasil memanfaatkan sejumlah peluang yang tercipta.

Keunggulan Spanyol sudah terlihat sejak babak pertama. Lamine Yamal menjadi pemain yang membuka keran gol timnya pada menit ke-10. Pemain muda berbakat itu sukses menuntaskan umpan mendatar yang dikirim dari sisi kanan dan membawa Spanyol unggul lebih dulu.

Gol tersebut semakin meningkatkan kepercayaan diri para pemain Spanyol. Mereka terus menekan pertahanan Arab Saudi yang memilih bermain lebih defensif dan menempatkan banyak pemain di area pertahanannya sendiri.

Dominasi Spanyol kemudian membuahkan hasil pada menit ke-21. Mikel Oyarzabal berhasil menggandakan keunggulan setelah memanfaatkan situasi bola mati di depan gawang lawan. Tiga menit berselang, penyerang Real Sociedad itu kembali mencatatkan namanya di papan skor untuk membawa Spanyol unggul 3-0.

Skor tersebut bertahan hingga turun minum. Sepanjang babak pertama, Arab Saudi kesulitan keluar dari tekanan dan lebih banyak bertahan untuk meredam serangan bertubi-tubi yang dilancarkan tim Matador.

Memasuki babak kedua, Spanyol tidak mengendurkan intensitas permainan. Baru empat menit setelah jeda, mereka kembali memperlebar jarak. Berawal dari situasi sepak pojok, bola yang sempat membentur pemain Arab Saudi berakhir masuk ke gawang sendiri. Gol bunuh diri Hassan Al-Tambakti membuat keunggulan Spanyol bertambah menjadi 4-0.

Setelah gol keempat tercipta, tempo pertandingan sedikit menurun. Spanyol tetap menguasai jalannya laga, namun tidak lagi tampil seagresif pada awal pertandingan. Sementara Arab Saudi berusaha menghindari kebobolan lebih banyak dengan mempertahankan organisasi pertahanan mereka.

Hingga peluit panjang dibunyikan, tidak ada tambahan gol yang tercipta. Kemenangan 4-0 memastikan Spanyol meraih tiga poin penting sekaligus memperbaiki posisi mereka di klasemen sementara Grup H.

Hasil ini juga menunjukkan ketajaman lini serang Spanyol yang mulai menemukan performa terbaiknya setelah gagal mencetak gol pada laga pembuka. Di sisi lain, Arab Saudi harus segera berbenah jika ingin menjaga peluang untuk melangkah ke fase berikutnya.

Susunan Pemain

Spanyol: Unai Simon; Pedro Porro, Pau Cubarsi, Aymeric Laporte, Marc Cucurella; Rodri, Dani Olmo, Pedri; Lamine Yamal, Alex Baena, Mikel Oyarzabal.

Arab Saudi: Mohammed Al-Owais; Ali Al-Amri, Hassan Al-Tambakti, Abdullah Al-Lajami, Muteb Al-Harbi; Mohammed Al-Khaibari, Abdulrahman Al-Juwayr, Nasser Al-Dawsari, Saud Abdulhamid, Salem Al-Dawsari, Firas Al-Buraikan.

Hasil Belanda vs Swedia: Menang Telak 5-1, De Oranje Kuasai Puncak Grup F

0
Brian Brobbey membuat gol keduanya ke gawang Swedia. (Foto: REUTERS/Phil Noble)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Timnas Belanda menunjukkan performa impresif pada laga kedua Grup F Piala Dunia 2026. Menghadapi Swedia di Houston Stadium, Minggu (21/6/2026) dini hari WIB, De Oranje tampil dominan dan menutup pertandingan dengan kemenangan meyakinkan 5-1.

Brian Brobbey dan Cody Gakpo menjadi bintang kemenangan Belanda setelah sama-sama mencetak dua gol. Satu gol lainnya disumbangkan Crysencio Summerville pada penghujung pertandingan. Swedia hanya mampu membalas melalui Anthony Elanga di babak kedua.

Hasil tersebut membawa Belanda memimpin klasemen sementara Grup F dengan koleksi empat poin. Swedia berada di peringkat kedua dengan tiga poin, sementara Jepang dan Tunisia masih berpeluang mengubah posisi klasemen usai saling berhadapan pada pertandingan lainnya.

Belanda Unggul Cepat

Belanda langsung mengambil inisiatif menyerang sejak peluit awal dibunyikan. Tekanan yang dibangun pasukan Ronald Koeman membuahkan hasil ketika pertandingan baru berjalan enam menit.

Brian Brobbey membuka keunggulan setelah menyelesaikan umpan tarik Cody Gakpo dari sisi kiri. Gol tersebut lahir dari serangan cepat yang diawali Brobbey sendiri sebelum bola dikembangkan ke sektor sayap.

Swedia mencoba merespons sesaat kemudian. Viktor Gyokeres melepaskan tembakan keras ke arah tiang dekat, namun kiper Bart Verbruggen masih mampu melakukan penyelamatan.

Dominasi Belanda berlanjut pada menit ke-17. Kali ini Denzel Dumfries mengirim umpan dari sisi kanan yang kembali diselesaikan Brobbey di depan gawang. Gol kedua penyerang itu membawa Belanda memperlebar keunggulan menjadi 2-0.

Swedia Menekan, Belanda Tetap Kokoh

Setelah tertinggal dua gol, Swedia mulai menemukan ritme permainan. Memasuki pertengahan babak pertama, mereka lebih sering menguasai bola dan beberapa kali mengancam pertahanan Belanda.

Peluang terbaik datang melalui Viktor Gyokeres pada menit ke-37, tetapi sepakannya masih mampu diamankan Verbruggen. Empat menit kemudian, Yasin Ayari nyaris memperkecil ketertinggalan, namun bola melambung tipis di atas mistar.

Swedia sempat membobol gawang Belanda menjelang turun minum lewat sundulan Gustaf Lagerbielke. Namun, wasit menganulir gol tersebut karena posisi sang bek lebih dulu berada dalam jebakan offside.

Hingga babak pertama berakhir, Belanda tetap mempertahankan keunggulan 2-0.

Gakpo Bersinar di Babak Kedua

Belanda kembali tampil agresif selepas jeda. Baru dua menit babak kedua berlangsung, Cody Gakpo mencatatkan namanya di papan skor setelah menyambut umpan silang Dumfries dari sisi kanan.

Gakpo kembali mencetak gol pada menit ke-54. Berawal dari umpan Crysencio Summerville, penyerang Liverpool itu menggiring bola dari sisi kiri, menusuk ke tengah, lalu melepaskan tembakan akurat yang membuat Belanda unggul 4-0.

Swedia akhirnya memperkecil ketertinggalan lima menit kemudian. Anthony Elanga yang baru masuk dari bangku cadangan sukses memanfaatkan umpan terobosan Alexander Isak sebelum menaklukkan Bart Verbruggen dalam situasi satu lawan satu.

Memasuki setengah jam terakhir pertandingan, tempo permainan mulai menurun. Kedua tim melakukan sejumlah pergantian pemain sehingga peluang berbahaya tidak terlalu banyak tercipta.

Menjelang laga usai, tepatnya pada menit ke-89, Crysencio Summerville melengkapi pesta gol Belanda. Berawal dari kombinasi dengan Memphis Depay, Summerville membawa bola hingga depan kotak penalti sebelum melepaskan tendangan mendatar yang bersarang di pojok gawang Kristoffer Nordfeldt.

Gol tersebut memastikan kemenangan telak Belanda dengan skor 5-1 hingga peluit panjang dibunyikan.

Susunan Pemain

Belanda: Bart Verbruggen; Micky van de Ven, Jan Paul van Hecke, Virgil van Dijk, Denzel Dumfries; Tijjani Reijnders (Guus Til 59′), Frenkie de Jong (Teun Koopmeiners 59′), Ryan Gravenberch; Cody Gakpo (Noa Lang 90′), Brian Brobbey (Memphis Depay 72′), Donyell Malen (Crysencio Summerville 46′).

Swedia: Kristoffer Nordfeldt; Victor Lindelof, Isak Hien, Gustaf Lagerbielke; Jesper Karlstrom (Besfort Zeneli 55′), Gabriel Gudmundsson (Elliot Stroud 93′), Alexander Bernhardsson (Anthony Elanga 55′), Yasin Ayari (Taha Ali 79′), Benjamin Nygren (Lucas Bergvall 55′); Alexander Isak, Viktor Gyokeres.

Kemenekraf Dorong Fotografi Jadi Mesin Ekonomi Baru di Aceh Tengah

0
Staf Khusus Menteri Bidang Isu Strategis dan Antar Lembaga, Ryan Firmansyah, saat membuka kegiatan Peningkatan Kapasitas SDM Ekraf “Fotografi Produk Kreatif” yang digelar di Gayo Petro Hotel, Takengon, Aceh Tengah, pada Jumat (19/6/2026).

NUKILAN.ID | ACEH TENGAH — Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia mendorong pengembangan ekonomi kreatif di Kabupaten Aceh Tengah melalui peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) subsektor fotografi. 

Upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan Peningkatan Kapasitas SDM Ekraf “Fotografi Produk Kreatif” yang digelar di Gayo Petro Hotel, Takengon, Aceh Tengah, pada Jumat (19/6/2026).

Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya yang diwakili Staf Khusus Menteri Bidang Isu Strategis dan Antar Lembaga, Ryan Firmansyah, mengatakan Aceh Tengah memiliki potensi ekonomi kreatif yang sangat besar dan beragam. 

Menurutnya, daerah tersebut sedang didorong menjadi salah satu mesin pertumbuhan ekonomi baru yang bertumpu pada kekayaan alam, budaya lokal, dan sumber daya manusia kreatif.

Ryan menjelaskan, sejumlah subsektor ekonomi kreatif yang menjadi unggulan di Aceh Tengah antara lain kriya dan fesyen melalui Kerawang Gayo, kuliner berbasis Kopi Arabika Gayo, serta subsektor fotografi yang didukung keindahan alam dataran tinggi Gayo.

“Kerawang Gayo menjadi salah satu kebanggaan masyarakat karena 14 motif aslinya telah memperoleh sertifikat Hak Kekayaan Intelektual Komunal. Sementara Kopi Gayo telah dikenal hingga pasar global dan menjadi fondasi utama ekonomi kreatif subsektor kuliner di daerah ini,” kata Ryan dalam sambutannya.

Ia menambahkan, potensi fotografi di Aceh Tengah juga sangat menjanjikan. Lanskap alam dataran tinggi Gayo yang khas dinilai menjadi daya tarik bagi para pegiat fotografi dari berbagai daerah, khususnya Aceh dan Sumatera Utara.

Ryan menilai kegiatan pelatihan tersebut menjadi momentum penting untuk mendorong potensi fotografi agar tidak hanya menjadi hobi, tetapi juga mampu berkembang menjadi aktivitas ekonomi yang menciptakan peluang usaha bagi generasi muda.

“Potensi ekonomi kreatif subsektor fotografi yang begitu besar harus dapat diimplementasikan menjadi kegiatan ekonomi generasi muda di Kabupaten Aceh Tengah. Kehadiran para pegiat fotografi hari ini menunjukkan bahwa kita memiliki kekuatan dan sumber daya untuk menciptakan lapangan kerja, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta memperkuat ekonomi daerah,” ujarnya.

Meski demikian, ia mengakui masih terdapat sejumlah tantangan yang harus dihadapi dalam pengembangan ekonomi kreatif, seperti keterbatasan infrastruktur, kurangnya SDM yang terampil, dan akses pendanaan yang belum merata.

Karena itu, Ryan berharap kegiatan tersebut dapat menjadi wadah bagi peserta untuk memperoleh pengetahuan, pengalaman, serta membangun jejaring dan kolaborasi yang kuat antara pemerintah, industri, komunitas, dan masyarakat.

“Saya berharap kegiatan ini menjadi pendorong untuk meningkatkan ekonomi masyarakat Aceh Tengah melalui sektor fotografi,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Ryan juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan, termasuk Wakil Bupati Aceh Tengah Muchsin Hasan, Kepala Pusat Pengembangan SDM Ekraf R. Adi Mukhtar Rivai, Anggota DPRK Aceh Tengah Ilyas Sadikin, serta para narasumber dan peserta.

Kegiatan yang diikuti para pegiat fotografi tersebut diharapkan mampu memperkuat ekosistem ekonomi kreatif yang berdaya saing dan berkelanjutan, sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi generasi muda di Aceh Tengah melalui pemanfaatan teknologi dan kreativitas dalam fotografi produk kreatif.

Reporter: Rezi

Gibran Beri Keyboard kepada Peserta Pesparawi Asal Aceh, Sempat Berkelakar Soal Ongkos Bagasi

0
Wakil Presiden (Wapres) RI Gibran Rakabuming membagikan hadiah kepada lima peserta Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) XIV Nasional di GOR Borarsi, Manokwari, Papua Barat, Sabtu (20/6/2026) malam.(Foto: KOMPAS.com/Rahel)

NUKILAN.ID | MANOKWARI – Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming Raka, membagikan hadiah kepada lima peserta Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) XIV Nasional yang berlangsung di GOR Borarsi, Manokwari, Papua Barat, Sabtu (20/6/2026) malam.

Momen pembagian hadiah tersebut menjadi pembuka pidato Gibran di hadapan para peserta dan tamu undangan yang hadir. Ia terlebih dahulu meminta protokol memanggil lima perwakilan peserta untuk maju ke atas panggung.

“Mohon dari protokol untuk memanggil 5 perwakilan untuk maju ke depan. Sudah saya siapkan hadiah,” kata Gibran.

Lima peserta dari berbagai daerah dan kelompok usia kemudian maju ke depan panggung. Gibran lalu menyapa mereka satu per satu serta menanyakan nama dan asal daerah masing-masing.

Salah seorang peserta bernama Tenia memperkenalkan dirinya di hadapan Wakil Presiden.

“Perkenalkan nama saya Tenia, kelas 4 SD. Menari tari-tari tifa berasal dari Manokwari,” ucap Tenia kepada Gibran.

Mendengar hal itu, Gibran kemudian mengajak Tenia menunjukkan kemampuannya menari.

“4 SD, seumuran anak saya ya. Kamu menari? Boleh nari enggak? Atau boleh ini tifa?” tanya Gibran.

Tenia kemudian menampilkan tarian sambil memainkan tifa di hadapan para peserta dan tamu undangan yang hadir.

“Oke. Jangan malu, keren kok,” ucap dia.

Usai berbincang dengan para peserta, Gibran membagikan hadiah berupa tiga unit sepeda kepada peserta yang masih berusia anak-anak.

“Ini yang kecil-kecil saya kasih sepeda ya. Mau sepeda? Kamu bisa naik sepeda? Bisa?” tanya Gibran.

“Bisa,” jawab salah seorang peserta.

“Sepedanya gede-gede. Bisa? Bener? Kamu bisa naik sepeda?” ujar Gibran.

Ketiga anak tersebut kemudian menyanggupi dan menerima hadiah yang diberikan.

Sementara itu, bagi peserta yang lebih dewasa, Gibran menyiapkan hadiah berupa alat musik.

“Nah, untuk yang gede-gede, ini ada alat musik. Keyboard atau gitar?” ucap Gibran.

Seorang peserta laki-laki asal Aceh bernama Reda memilih hadiah berupa keyboard. Sedangkan seorang peserta perempuan memilih gitar.

Saat mengetahui Reda berasal dari Aceh, Gibran sempat menanyakan bagaimana alat musik tersebut akan dibawa pulang ke daerah asalnya.

“Main keyboard? Itu bisa nanti dibawa ke Aceh?” kata Reda.

“Bisa, Pak, masuk bagasi,” jawab Reda.

Mendengar jawaban tersebut, Gibran kemudian berkelakar mengenai biaya bagasi keyboard yang akan dibawa hingga ke Aceh.

“Masuk bagasi, mahal. Enggak apa-apa, dibayar bupati,” canda Gibran.

Candaan itu langsung disambut Reda dengan ucapan terima kasih.

“Terima kasih, Pak Bupati,” ucap Reda.

Momen tersebut disambut hangat oleh para peserta dan tamu yang hadir dalam kegiatan Pesparawi XIV Nasional yang digelar di Manokwari, Papua Barat.

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News