Beranda blog Halaman 426

UTU dan Kanwil Kemenkum Aceh Jalin Sinergi Bidang Hukum

0
UTU dan Kanwil Kemenkum Aceh Jalin Sinergi Bidang Hukum. (Foto: Humas UTU)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Universitas Teuku Umar (UTU) dan Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Hukum Aceh resmi menjalin kerja sama melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) pada Kamis (7/8) di Aula Kanwil Kemenkum Aceh, Banda Aceh. Kolaborasi ini mencakup berbagai bidang hukum serta pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi.

Kegiatan tersebut dihadiri pimpinan dari kedua pihak. Dari Kanwil Kemenkum Aceh, hadir Kepala Kanwil Dr. Drs. Meurah Budiman, S.H., M.H., bersama jajaran pejabat, antara lain Kepala Divisi Pelayanan Hukum Purwandani Harum Pinilihan, S.H., M.H., dan sejumlah kepala bidang. Sementara delegasi UTU dipimpin Rektor Prof. Dr. Drs. Ishak, M.Si., didampingi Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kerja Sama Dr. M. Aman Yaman, M.Agric.Sc., serta tim kerja sama universitas.

Dalam sambutannya, Dr. Meurah Budiman menyebut penandatanganan MoU ini sebagai momen penting dan strategis. Ia menegaskan, “Sebagai institusi yang menjalankan tugas dan fungsi dalam bidang hukum, kami menyadari bahwa keberhasilan pelayanan hukum tidak dapat dicapai secara sendiri-sendiri. Diperlukan keterlibatan seluruh elemen, termasuk perguruan tinggi, yang merupakan pusat pengembangan ilmu, riset, dan inovasi.”

Menurutnya, kerja sama ini akan membuka ruang kolaborasi yang luas, mulai dari penyuluhan hukum, pendidikan, penelitian, magang mahasiswa, hingga diseminasi informasi hukum yang lebih masif. Sinergi tersebut diharapkan dapat membangun budaya hukum di Aceh berbasis nilai keadilan dan kesadaran hukum, dengan peran aktif civitas akademika dalam memberikan akses informasi hukum bagi masyarakat dan generasi muda.

Rektor UTU, Prof. Dr. Drs. Ishak, M.Si., menyambut positif inisiatif ini. “Kami berharap kerja sama ini akan sangat bermanfaat untuk mendukung Program Layanan Kekayaan Intelektual, layanan Administrasi Hukum Umum, Pembentukan Peraturan Perundang-undangan, layanan penyuluh hukum, serta pengkajian strategi hukum dalam menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi,” ujarnya.

Ia menambahkan, UTU siap mendukung implementasi kerja sama ini, baik dalam bidang riset maupun edukasi pelayanan hukum. SDM UTU yang memiliki latar belakang hukum dinilai memadai untuk memenuhi kebutuhan tenaga profesional dan ahli yang mungkin diperlukan Kemenkum Aceh. Rektor Ishak juga mengungkapkan rencana pembukaan Program Pascasarjana Ilmu Hukum yang diharapkan mendapat dukungan penuh dari Kemenkum Aceh.

Ruang lingkup nota kesepahaman ini mencakup Layanan Kekayaan Intelektual, Administrasi Hukum Umum, Pembentukan Peraturan Perundang-undangan, Penyuluhan Hukum, Pengembangan Jaringan Dokumentasi dan Informasi Hukum, hingga Pengkajian Strategi Kebijakan Hukum. Selain itu, kerja sama juga meliputi pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat sesuai kewenangan kedua belah pihak.

Ahli THT Nasional dan Lokal Tangani Lima Kasus Berat Infeksi Telinga di RSUDZA Banda Aceh

0
Ahli THT Nasional dan Lokal Tangani Lima Kasus Berat Infeksi Telinga di RSUDZA Banda Aceh. (Foto: Dinkes Aceh)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Sejumlah dokter spesialis telinga, hidung, tenggorokan, bedah kepala dan leher (THT-BKL) nasional dan lokal melakukan operasi pendampingan terhadap lima pasien dengan kasus berat otitis media supuratif kronis (OMSK) di RSUD dr. Zainoel Abidin (RSUDZA) Banda Aceh, Minggu (3/8/2025).

Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian Mega Bakti Kesehatan Nasional (MBKN) Aceh 2025 bertema “PERHATI-KL: Melangkah untuk Sehat, Mengabdi untuk Negeri”. Operasi dipimpin dua ahli otologi dan neurotologi dari Jakarta dan Medan, yaitu Dr. dr. Fikri Mirza Putranto, Sp.T.H.T.B.K.L., Subsp.N.O.(K), atau yang akrab disapa dr. Caca, dan dr. Devira Zahara, Sp.T.H.T.B.K.L., Subsp.Oto.(K), M.Ked.(ORL-HNS).

Mereka menangani sejumlah kasus kompleks menggunakan teknik dan teknologi terkini dalam bidang THT. Salah satu pasien, perempuan berusia 27 tahun, menjalani operasi timpanomastoidektomi dan ossiculoplasty akibat infeksi telinga kronis dengan gangguan pendengaran derajat sedang berat (67 dB). Saat operasi, ditemukan kerusakan pada dua tulang pendengaran, yakni maleus dan inkus.

Untuk memperbaiki fungsi pendengaran, dr. Caca memasang Protesa Total Ossicular (PTO) berbahan plastik biokompatibel yang dibawanya langsung dari Jakarta karena alat ini belum tersedia di Aceh. Prosedur tersebut diharapkan mengembalikan pendengaran pasien sekaligus mengurangi keluhan tinitus dan vertigo.

Selain itu, dr. Caca juga melakukan operasi miringoplasti atau penambalan gendang telinga dengan teknik endoskopi pada pasien laki-laki berusia 63 tahun yang mengalami perforasi gendang telinga kurang dari 50 persen.

Sementara itu, dr. Devira Zahara menangani dua pasien perempuan. Salah satunya, berusia 20 tahun, telah tiga kali menjalani operasi serupa tanpa kesembuhan total akibat kurang patuh menjalani anjuran pengobatan. Pasien lainnya, perempuan 36 tahun, didiagnosis OMSK tipe bahaya dengan perforasi di atik dan gangguan pendengaran cukup berat.

Dari tim lokal, Dr. dr. Azwar Ridwan, Sp.MK, Sp.T.H.T.B.K.L., Subsp.Oto.(K), yang sehari-hari bertugas di RSUDZA Banda Aceh, menangani pasien laki-laki berusia 19 tahun dengan OMSK tipe bahaya. Pada kasus ini, selain membersihkan infeksi, dilakukan ossiculoplasty menggunakan kartilago tragus sebagai alternatif protesa.

Ossiculoplasty merupakan teknik bedah untuk memperbaiki tulang pendengaran yang rusak akibat infeksi kronis. Protesa yang digunakan bisa berupa TORP (Total Ossicular Replacement Prosthesis) atau PORP (Partial Ossicular Replacement Prosthesis) yang terbuat dari bahan titanium, plastik, atau keramik biokompatibel.

Prosedur ini terbukti efektif meningkatkan pendengaran dan mengurangi gejala tinitus serta vertigo, dengan pemulihan relatif cepat.

Kegiatan ini menjadi bukti kolaborasi lintas daerah dan profesi dalam mendukung transformasi layanan kesehatan, khususnya di bidang THT-BKL. Masyarakat Aceh diharapkan dapat memperoleh manfaat jangka panjang dari peningkatan kapasitas layanan dan kehadiran para ahli nasional yang mengabdi di daerah.

Bupati Tarmizi Hadiri Muskercab Pertama PCNU Aceh Barat 2024–2029

0
Bupati Tarmizi Hadiri Muskercab Pertama PCNU Aceh Barat 2024–2029. (Foto: Humas Aceh Barat)

NUKILAN.ID | MEULABOH – Bupati Aceh Barat, Tarmizi SP, MM, menghadiri pelantikan sekaligus Musyawarah Kerja Cabang (Muskercab) pertama Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Aceh Barat masa khidmat 2024–2029. Acara berlangsung di Aula Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Teungku Dirundeng Meulaboh, Jalan Alue Peunyereng, Desa Gunong Kleng, Kecamatan Meureubo, Sabtu (9/8/2025).

Dalam sambutannya, Tarmizi menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat kepada ketua serta seluruh jajaran PCNU Aceh Barat yang baru dilantik.

“Kami sangat senang dan yakin pengurus kali ini adalah orang yang sangat tepat dan saya sangat yakin juga bisa berkolaborasi dengan pemerintah daerah,” ujarnya.

Tarmizi berharap kepengurusan baru PCNU dapat mendukung program-program pemerintah daerah demi kesejahteraan masyarakat. Ia menyoroti beberapa tantangan serius yang dihadapi daerah, mulai dari maraknya aliran sesat hingga tingginya angka pengangguran.

“Tantangan kita hari ini sesuai dengan data yaitu maraknya aliran sesat, itu tantangan yang akan kita hadapi bersama ke depannya. Begitu juga halnya dengan permasalahan pengangguran,” kata Tarmizi.

Menurutnya, pengangguran yang tidak ditangani dengan serius berpotensi memicu masalah lain, termasuk meningkatnya kasus judi online.

“Secara data sekarang di Aceh hampir 3.000 orang pengangguran itu dia beralih ke judi online. Kasus terbanyak di Aceh dan tertinggi di Aceh Barat penyebabnya adalah judi online,” ungkapnya.

Untuk mengatasi persoalan tersebut, Pemkab Aceh Barat menggandeng berbagai pihak, termasuk ulama dayah, santri, dan PCNU, melakukan sosialisasi bahaya judi online ke seluruh lapisan masyarakat.

“Supaya ruang gerak mereka untuk mempengaruhi masyarakat kita dengan aliran sesat, narkoba dan judi online itu sebagian kecil telah hilang di Aceh Barat ini,” kata Tarmizi.

Ia menegaskan, kolaborasi pemerintah daerah dan PCNU menjadi kunci dalam memberantas berbagai ancaman tersebut.

“Maka dari itu, saya berharap kepada PCNU Kabupaten Aceh Barat yang baru saja dilantik untuk dapat membantu Pemkab dalam memberantas semua hal tersebut,” tutupnya.

Pemkab Aceh Besar Perkuat Layanan Kesehatan Lewat Dukungan Pusat

0
Bupati Aceh Besar bertemua dengan Menteri Kesehatan di Jakarta. (Foto: MC Aceh Besar)

NUKILAN.ID | JAKARTA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Besar terus mendorong peningkatan jangkauan dan kualitas layanan kesehatan di wilayahnya dengan menggandeng dukungan program serta anggaran dari pemerintah pusat.

Bupati Aceh Besar, Muharram Idris, menyampaikan upaya tersebut usai melakukan audiensi dengan Menteri Kesehatan RI, Budi G. Sadikin, di Jakarta, Sabtu (9/8/2025).

“Kami telah melakukan audiensi dengan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Budi G Sadikin sebagai langkah strategis Pemerintah Kabupaten Aceh Besar dalam memperoleh dukungan program dan anggaran pusat untuk memperluas jangkauan layanan kesehatan yang merata dan berkualitas bagi seluruh masyarakat,” ujar Muharram.

Pertemuan yang turut dihadiri Plt Kepala Dinas Kesehatan Aceh Besar, Neli Ulfiati, dan Direktur RSUD Aceh Besar, dr Bunayya Putra, membahas percepatan pembangunan dan penguatan layanan kesehatan di Aceh Besar.

Muharram memaparkan sejumlah usulan strategis kepada Kemenkes, antara lain pembangunan sarana dan prasarana kesehatan, revitalisasi Puskesmas untuk memperkuat layanan primer, serta pengembangan RSUD Aceh Besar.

“Kami ingin memastikan bahwa masyarakat Aceh Besar, mulai dari pesisir hingga pedalaman, mendapatkan akses kesehatan yang layak, cepat, dan berkualitas,” tambahnya.

Menurut Muharram, jajaran Direktorat di Kemenkes RI menyambut baik usulan tersebut dan akan melakukan kajian teknis serta sinkronisasi dengan program prioritas nasional. Pemkab Aceh Besar berharap dukungan ini dapat menjadi langkah awal untuk menghadirkan layanan kesehatan yang lebih merata, menekan angka kematian ibu dan anak, menurunkan stunting, serta meningkatkan pelayanan darurat.

Bupati Aceh Besar juga menyoroti peningkatan status RSUD Aceh Besar. “Kita inginkan menjadi tipe B. Dengan daerah yang amat luas, Pemerintah Aceh Besar menginginkan lahirnya rumah sakit baru yang juga berkualitas di Aceh Besar,” ujarnya.

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Kesehatan Aceh Besar, Neli Ulfiati, menekankan bahwa penguatan layanan kesehatan tidak hanya menyasar pembangunan fisik.

“Kami ingin mewujudkan Aceh Besar menjadi daerah yang tangguh dalam layanan kesehatan, berbasis kearifan lokal, mewujudkan transformasi layanan kesehatan sehingga dapat memberikan pelayanan yang bermutu dan berkualitas sesuai dengan harapan masyarakat,” katanya.

BMKG Catat 32 Kejadian Gempa di Aceh Selama Sepekan Pertama Agustus 2025

0
Ilustrasi gempa bumi. (Foto: Getty Images)

NUKILAN.id | Aceh Besar – Stasiun Geofisika Kelas III Aceh Besar mencatat ebanyak 32 kejadian gempa bumi terjadi di wilayah Aceh dan sekitarnya sepanjang periode 1–7 Agustus 2025. Dari total gempa tersebut, satu di antaranya dirasakan oleh warga di Kabupaten Pidie Jaya.

Dikutip Nukilan dari infografis Stasiun Geofisika Aceh Besar, gempa yang dirasakan terjadi pada 4 Agustus 2025 pukul 02.29 WIB dengan magnitudo 4,0. Pusat gempa berada di 26 km barat daya Kabupaten Pidie Jaya pada kedalaman 5 km. Getaran dirasakan di Kecamatan Geumpang, Kabupaten Pidie, dengan skala II MMI.

“Seluruh gempa yang terjadi pada pekan ini tergolong berkedalaman dangkal. Sebagian besar memiliki magnitudo di bawah 3,0, dan hanya delapan gempa yang magnitudonya antara 3,5 hingga 5,0,” kata Kepala Stasiun Geofisika Aceh Besar, Andi Azhar Rusdin, Jumat (8/8/2025).

Andi menjelaskan, dari distribusi harian, gempa paling banyak terjadi pada 3 Agustus 2025 dengan 11 kejadian dalam sehari. Meski demikian, seluruh gempa tidak menimbulkan kerusakan ataupun korban.

BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan. “Kami mengingatkan agar warga selalu memperbarui informasi melalui kanal resmi BMKG, baik untuk peringatan dini maupun data gempa terkini,” pungkas Andi.

Reporter: Rezi

Fase Grup Pegadaian Championship 2025/2026 Terbagi Dua Wilayah, Persaingan Sengit Sejak Awal

0
Fase Grup Pegadaian Championship 2025/2026. (Foto: Pegadaian Championship)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Pembagian fase grup Pegadaian Championship 2025/2026 mulai terkuak. Meski belum ada pengumuman resmi dari I.League, sejumlah klub peserta telah lebih dulu membagikan hasil undian grup melalui akun media sosial mereka.

Amatan Nukilan.id dari unggahan para klub tersebut menunjukkan, kompetisi kasta kedua Liga Indonesia itu akan terbagi ke dalam dua wilayah, yakni Grup Barat dan Grup Timur.

Masing-masing grup berisi 10 tim dengan pembagian berdasarkan letak geografis. Grup Barat dihuni klub dari wilayah barat hingga tengah Indonesia, sementara Grup Timur diisi tim-tim dari tengah hingga timur Indonesia.

Persaingan ketat diyakini langsung tersaji sejak babak grup. Di Grup Barat, tiga tim Sumatra—Persiraja Banda Aceh, PSPS Pekanbaru, dan PSMS Medan—sudah harus saling berhadapan. Ketiganya dikenal memiliki basis pendukung besar dan persiapan yang cukup matang.

Tak kalah panas, Grup Timur dihuni sejumlah tim dengan nama besar. Persipura Jayapura, Barito Putera, Persela Lamongan, hingga PSS Sleman akan menjadi magnet persaingan.

Kehadiran mereka membuat jalannya kompetisi diprediksi bakal berlangsung sengit sejak awal.

Kick-off Pegadaian Championship musim 2025/2026 rencananya digelar awal September mendatang. I.League memastikan segera merilis jadwal resmi pembukaan kompetisi dalam waktu dekat.

Direktur Utama I.League, Ferry Paulus, menjelaskan bahwa musim ini Pegadaian Championship menggunakan format baru yang berbeda dibanding musim-musim sebelumnya.

“Jumlah tim musim depan tinggal 20, jadi grup barat-timur, dan formatnya sudah kompetisi penuh, dengan triple round robin di masing-masing grup. Wilayah Barat dan Wilayah Timur berisi sama 10 tim. Tiga kali ketemu lawan yang sama yaitu kandang, tandang, dan sisanya campur ada yang kandang atau tandang,” ungkap Ferry Paulus belum lama ini.

Lebih lanjut, Ferry menjelaskan sistem promosi dan degradasi yang berlaku. “Penuncak setiap grup akan promosi dan dipertemukan untuk cari juaranya. Runner-up grupnya juga bersaing, memperebutkan tiket terakhir untuk promosi ke Super League. Yang bawah posisi akhir grup, peringkat 10 langsung degradasi, kemudian yang 9 akan tanding di play-off untuk menghindari degradasi,” sambungnya.

Berikut daftar pembagian grup Pegadaian Championship 2025/2026:

Grup Barat

  • Persiraja Banda Aceh

  • PSMS Medan

  • PSPS Pekanbaru

  • Sriwijaya FC

  • Sumsel United

  • Adhyaksa FC

  • Persikad Depok

  • FC Bekasi City

  • Garudayaksa

  • Persekat Tegal

Grup Timur

  • Persipura Jayapura

  • Kendal Tornado

  • PSS Sleman

  • PSIS Semarang

  • Persiku Kudus

  • Persela Lamongan

  • Deltras FC

  • Barito Putera

  • Persiba Balikpapan

  • Persipal Palu

Reporter: Akil (XRQ)

Hari Ini 423 Tahun Lalu, Duta Besar Aceh Wafat di Middelburg

0
Pertemuan Delegasi Kesultanan Aceh dengan Pangeran Maurits. (Foto: javapost.nl)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Kesultanan Aceh Darussalam yang berdaulat pada abad ke-17 pernah melangsungkan misi diplomatik penting atas undangan langsung Pangeran Maurits, pendiri Dinasti Orange. Misi ini berkaitan dengan pengakuan kedaulatan negeri Belanda yang saat itu baru memerdekakan diri dari Spanyol.

Dirangkum Nukilan.id dari berbagai sumber, delegasi Kesultanan Aceh Darussalam tersebut dipimpin Tengku Abdul Hamid, dengan anggota Mir Hasan dan Laksamana Sri Muhammad. Rombongan tiba di Belanda pada Agustus 1602, dan selama berada di sana didampingi Leonard Werner sebagai penerjemah.

Utusan Kesultanan Aceh ini diutus langsung oleh Sultan Alauddin Riayat Syah dan diterima Pangeran Maurits dengan upacara penyambutan meriah, disertai pertukaran hadiah sebagai simbol persahabatan.

Namun, Pada 9 Agustus 1602, Abdul Hamid yang berusia 71 tahun jatuh sakit dan wafat. Karena tidak memahami prosesi pemakaman Islam, pihak Belanda memakamkan ketua delegasi Aceh tersebut di pekarangan gereja tua St. Pieters di Middelburg, ibu kota Provinsi Zeeland, sebagai bentuk penghormatan. Prosesi pemakaman dilakukan dengan kebesaran kerajaan.

Untuk mengenang kunjungan diplomatik itu, Kerajaan Belanda membangun monumen dan prasasti di area pemakaman Abdul Hamid. Setelah beberapa kali pemugaran, bentuk terbaru prasasti pualam berwarna hitam dengan tulisan emas diresmikan langsung oleh Pangeran Bernhard pada 24 Oktober 1978, disaksikan Duta Besar RI untuk Belanda, Drs. Garnawan Dharmaputera.

Prasasti tersebut berada di ruang penting gereja, tempat berlangsungnya acara-acara besar, sehingga dapat dilihat oleh semua yang hadir. Kehadiran prasasti ini menandakan betapa pentingnya kunjungan diplomatik Sultan Aceh bagi Kerajaan Belanda pada masa itu. Tulisan pada prasasti tersebut dalam bahasa Belanda berbunyi:

“Ter Nagedachtenis aan Abdoel Hamid. Hoofd van Het Atjehse Gezantschap door Sultan Ala Oeddin Riajat Sjah Lillahi Fil Alam Afgevaardigd naar Prins Maurits met de Zeeuwse Schepen de ‘Zeelandia’ en de ‘Langhe Barcke’. Hij was Oud Een-En-Zeventig Jaar. Overleed in 1602 en Werd Bugezet in de Oude Kerk te Middelburg”.

Dalam bahasa Indonesia, terjemahannya adalah:

“Dalam memori Abdul Hamid. Ketua Delegasi Aceh oleh Sultan Alauddin Riayat Syah Lillahi Fil Alam diberikan kepada Pangeran Maurits dengan Kapal Laut ‘Zeelandia’ dan ‘Langhe Barcke’. Beliau berusia tujuh puluh satu tahun. Meninggal pada 1602 dan dimakamkan dalam gereja tua di Middelburg”.

Kuburan Abdul Hamid menjadi bukti otentik penyebaran peradaban Nusantara melalui pelayaran masa silam. Bukti ini diperkuat dengan tercantumnya nama kapal “Zeelandia” dan “Langhe Barcke” di prasasti tersebut. Kapal-kapal Belanda inilah yang membawa delegasi Kesultanan Aceh melintasi samudera, mewakili Nusantara dalam misi pengakuan terhadap kedaulatan Belanda yang saat itu masih berusia muda sebagai kerajaan.

Sejarah mencatat, setelah wafatnya Abdul Hamid, kepemimpinan delegasi dilanjutkan oleh Mir Hasan dan Laksamana Sri Muhammad. Mereka berada di Belanda selama 16 bulan, menjalani berbagai kegiatan pengenalan dan pertukaran budaya antara Nusantara dan Eropa. Seluruh biaya kunjungan ini ditanggung oleh persekutuan dagang Hindia Timur atau VOC, yang juga berdiri pada tahun 1602. (XRQ)

Referensi: tengkuputeh.com | historia.id | Republika | javapost.nl

Reporter: Akil

MaTA Desak Bupati Segera Nonaktifkan Sekda yang menjadi Tersangka Kasus Korupsi PSR

0
Koordinator Masyarakat Tranparansi Aceh (MaTA), Alfian. (Foto: Nukilan/Azril)

Nukilan | Banda Aceh – Koordinator Masyarakat Transparansi Aceh (MaTA), Alfian mengatakan terkait dengan penetapan tersangka Sekda Aceh Jaya, TR, dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi Program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) di Kabupaten Aceh Jaya, dia mendesak agar Bupati Aceh Jaya segera menonaktifkan status Sekda.

“Selain tidak berimplikasi pada tatakelola pemerintahan, tersangka juga bisa lebih fokus terhadap proses hukum yang dijalani,” ujar Alfian kepada Nukilan, Sabtu (9/8/2025).

Dia mengatakan, ini adalah ajang pengujian bagi bupati, apakah dia akan mempertahankan Sekda yang sudah menjadi tersangka atau tidak. Jika dipertahankan, maka jelas tidak baik secara etis, moralitas, dan integritas.

“Kita berharap bupati peka terhadap hal ini. Jangan ada upaya bupati untuk menghalang-halangi dalam tanda kutip, tindakan hukum yang sedang dilakukan oleh Kejati Aceh.

Selain itu, Alfian juga mendesak partai agar menonaktifkan anggota mereka yang sudah ditetapkan sebagai tersangka . “Yang lebih elegan dan bermartabat, bupati dan partai memang harus menonaktifkan status Sekda dan kader partai mereka yang sudah berstatus tersangka,” kata Alfian.

Sebelumnya diberitakan, Kejaksaan Tinggi (Kejati) Aceh resmi menetapkan tiga tersangka dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi Program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) di Kabupaten Aceh Jaya yang bersumber dari Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS).

Program yang dilaksanakan melalui Koperasi Pertanian Sama Mangat/Koperasi Produsen Sama Mangat (KPSM) itu diduga menyimpang dari ketentuan dan menyebabkan kerugian keuangan negara mencapai Rp38.427.950.000. []

Reporter: Sammy

80 Tahun Pengeboman Nagasaki, Pengingat Dunia akan Dahsyatnya Senjata Nuklir

0
Awan jamur bom atom di atas Kota Nagasaki. (Foto: Dok. Wikipedia)

NUKILAN.ID | NAGASAKI – Tepat 80 tahun lalu, 9 Agustus 1945, pesawat pengebom B-29 Amerika Serikat Bockscar menjatuhkan bom atom plutonium Fat Man di atas kota Nagasaki, Jepang. Ledakan yang terjadi pukul 11.02 waktu setempat itu menewaskan puluhan ribu orang seketika, meninggalkan luka sejarah yang mengubah jalannya Perang Dunia II.

Ditelusuri Nukilan.id dari berbagai sumber, pengeboman Nagasaki berlangsung tiga hari setelah serangan bom atom Little Boy di Hiroshima pada 6 Agustus 1945. Target awal misi adalah kota Kokura, namun cuaca buruk dan asap dari serangan sebelumnya menghalangi pandangan. Akhirnya, Nagasaki—kota pelabuhan sekaligus pusat industri dan pembuatan kapal—menjadi sasaran.

Bom Fat Man meledak di ketinggian sekitar 550 meter, dengan daya ledak setara 21 kiloton TNT. Gelombang panas ribuan derajat Celsius dan gelombang kejut meratakan bangunan dalam radius dua kilometer, sementara awan jamur raksasa membumbung hingga belasan kilometer.

Sekitar 27.000 orang meninggal seketika, dan korban jiwa mencapai kurang lebih 70.000 pada akhir 1945 akibat luka bakar, cedera parah, dan penyakit radiasi. Para penyintas, atau hibakusha, menderita efek kesehatan jangka panjang seperti kanker, leukemia, dan kerusakan sistem kekebalan tubuh, diiringi diskriminasi sosial dan kesulitan ekonomi.

Secara politik, serangan di Hiroshima dan Nagasaki mempercepat keputusan Jepang menyerah tanpa syarat pada 15 Agustus 1945, mengakhiri Perang Dunia II di Pasifik. Namun, peristiwa ini juga menandai dimulainya era senjata nuklir, memicu perlombaan senjata selama Perang Dingin.

Kini, Nagasaki dikenal sebagai simbol perdamaian dan pelucutan senjata nuklir. Pemerintah kota membangun Nagasaki Peace Park dan Atomic Bomb Museum untuk mengenang korban sekaligus mengedukasi generasi muda. Setiap 9 Agustus, upacara peringatan digelar dengan mengheningkan cipta dan membunyikan sirene pukul 11.02.

Dalam peringatan tahun ini, Wali Kota Nagasaki kembali menyerukan agar dunia menghindari penggunaan senjata nuklir. Pesannya mendorong generasi muda melanjutkan komitmen menjaga perdamaian.

Delapan dekade berlalu, pengeboman Nagasaki tetap menjadi pengingat nyata akan kehancuran yang ditimbulkan senjata nuklir. Kota ini berupaya menjadikan tragedi masa lalu sebagai landasan membangun masa depan yang damai. (XRQ)

Reporter: Akil

Kabar Duka, Camat Mustafa Wafat di Usia 89 Tahun

0
Mustafa Ahmad bersama dengan Gusmawi Mustafa. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.ID | TAPAKTUAN – Kabar duka menyelimuti Aceh Selatan. Tokoh masyarakat yang dikenal luas, H. Mustafa Ahmad bin Cut Amat Amin atau akrab disapa Camat Mustafa, meninggal dunia pada usia 89 tahun, Sabtu (9/8/2025).

Kabar duka tersebut disampaikan putra bungsu beliau, Gusmawi Mustafa, yang saat ini menjabat sebagai Kepala Sekretariat Baitul Mal Aceh Selatan.

“Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Telah berpulang ke Rahmatullah Ayahanda kami H. Mustafa Ahmad Bin Tjoet Amat Amin (Camat Mustafa) di Rumah kami di Gampong Apha, Labuhanhaji Sabtu, 9 Agustus 2025 Pukul 10.45 WIB,” tulis Gusmawi dalam pesannya yang diterima Nukilan.id.

Semasa hidupnya, Camat Mustafa dikenal sebagai sosok tegas, berintegritas, dan penuh pengabdian. Beliau pernah mengemban amanah sebagai Camat Labuhanhaji pada periode 1971–1978, kemudian menjabat sebagai Camat Kluet Selatan pada 1978–1985.

Masyarakat Aceh Selatan kehilangan sosok panutan yang telah memberikan kontribusi besar bagi daerah. Semoga almarhum Husnul Khatimah, diampuni segala dosanya, serta diterima segala amal ibadahnya. (xrq)

Reporter: AKil