Beranda blog Halaman 421

Abu Paya Pasi Dikukuhkan sebagai Imam Besar Masjid Raya Baiturrahman

0
Prosesi pengukuhan Abu Paya Pasi sebagai Imam Besar Masjid Raya Baiturrahman. (Foto: Nukilan/Rezi)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Gubernur Aceh, Muzakir Manaf, resmi mengukuhkan Tgk. H. Muhammad Ali atau akrab disapa Abu Paya Pasi sebagai Imam Besar Masjid Raya Baiturrahman (MRB) Banda Aceh, Rabu (13/8/2025).

Pengukuhan tersebut didasarkan pada Surat Keputusan Gubernur Aceh Nomor 400.8/978/2025 tentang Penunjukan Imam Besar Masjid Raya Baiturrahman Tahun 2025.

Amatan Nukilan di lokasi, acara pengukuhan yang berlangsung di Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh tersebut berjalan dengan aman dan tertib. pengukuhan juga dihadiri para ulama, Forkopimda, anggota legislatif, serta ratusan santri yang memadati area masjid bersejarah tersebut.

“Saya Gubernur Aceh, mengukuhkan Tgk. H. Muhammad Ali atau Abu Paya Pasi sebagai Imam Besar Masjid Raya Baiturrahman Aceh tahun 2025. Saya percaya bahwa Abu Paya Pasi mampu melaksanakan amanah dan kewajiban dengan sebaik-baiknya,” kata Mualem.

Usai pengukuhan, Mualem menyerahkan surat penunjukan dan menyematkan syal Imam Besar kepada Abu Paya Pasi. Prosesi dilanjutkan dengan peusijuk oleh sejumlah ulama sebagai bentuk doa dan restu.

Reporter: Rezi

Kesalahpahaman Oknum Brimob dan Warga di PT Bapco Berakhir Damai 

0
Kabid Humas Polda Aceh, Kombes Joko Krisdiyanto. (Foto: Dok. Polda Aceh)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Kabid Humas Polda Aceh Kombes Pol. Joko Krisdiyanto menyampaikan bahwa kesalahpahaman antara oknum personel Brimob yang melaksanakan pengamanan di PT Bahruny Plantation Company (Bapco) dengan warga telah diselesaikan secara baik melalui mediasi oleh Muspika Paya Bakong, Aceh Utara.

“Benar, sempat terjadi kesalahpahaman antara personel pengamanan PT. Bapco dengan warga terkait hewan ternak yang sempat ditahan oleh pihak perusahaan. Namun, hal itu sudah dimediasi oleh Muspika setempat. Terkait adanya beberapa tuntutan tambahan dari warga, maka akan dibahas lagi dalam pertemuan atau mediasi lanjutan pada 19 Agustus mendatang,” ujar Joko, Rabu, 13 Agustus 2025.

Joko menjelaskan, personel Brimob yang bertugas di PT Bapco ditugaskan untuk memastikan keamanan di area tersebut. Pada hari kejadian, terjadi interaksi yang memicu ketegangan, sehingga sempat muncul tindakan yang terkesan kurang humanis.

Namun, ia menegaskan, hal tersebut bukan bermaksud untuk melukai atau merugikan warga, melainkan sebagai upaya meredam situasi agar tidak berkembang menjadi kericuhan yang lebih besar.

“Atas nama institusi, kami memohon maaf apabila ada tindakan anggota kami yang dirasakan kurang humanis. Perlu kami tegaskan, tujuan utama personel di lapangan adalah menjaga situasi tetap aman dan kondusif,” jelasnya.

Ia juga mengajak masyarakat untuk tetap tenang serta mengedepankan musyawarah dan menahan diri dari sikap yang dapat memicu provokasi.

“Mari kita semua menjaga suasana yang aman, apalagi saat ini kita sedang bersiap menyambut peringatan HUT ke-80 Kemerdekaan RI. Semua persoalan akan lebih baik diselesaikan melalui komunikasi dan musyawarah,” imbau Joko.

Peace Forum II: Perdamaian Aceh Harus Dirasakan Seluruh Lapisan Masyarakat

0
Plt Kepala Sekretariat Badan Reintegrasi Aceh (BRA), Mahdi Effendi saat membuka Aceh Peach Forum II di Anjong Mon Mata, Banda Aceh, pada Rabu 13 Agustu 2025. (Foto: Nukilan/Rezi)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Organisasi Masyarakat Sipil (OMS) bekerja sama dengan Pemerintah Aceh menggelar Aceh Peace Forum (APF) ke-II dengan mengusung tema “Strategi Menuju Kesejahteraan dan Keadilan Rakyat Aceh, serta Perdamaian Dunia.”

Kegiatan yang berlangsung di Anjong Mon Mata, Banda Aceh, pada Rabu (13/8/2025) ini dibuka oleh Gubernur Aceh yang diwakili Plt Kepala Sekretariat Badan Reintegrasi Aceh (BRA), Mahdi Effendi.

Dalam kesempatan tersebut, Mahdi mengatakan, APF II menjadi momentum penting untuk merefleksikan 20 tahun perdamaian Aceh sekaligus mengumpulkan gagasan strategis dalam memperkuat agenda pembangunan kesejahteraan dan keadilan rakyat, serta mempromosikan perdamaian dunia.

“Forum ini mengajak kita untuk berpikir melampaui masa lalu, merancang langkah-langkah nyata untuk hari esok. Dua dekade perdamaian adalah bukti ketabahan dan kebersamaan, namun perjalanan kita belum selesai,” ujarnya.

Ia menegaskan, tugas besar ke depan adalah memastikan hasil perdamaian dapat dirasakan di seluruh pelosok dan lapisan masyarakat. 

Hal itu, kata Mahdi, mencakup pengurangan kesenjangan, penguatan layanan dasar, penciptaan lapangan kerja, pemberdayaan generasi muda dan perempuan, serta memastikan pembangunan berjalan inklusif.

Ketua Panitia kegiatan, Nina Noviana menjelaskan, Aceh Peace Forum II bertujuan untuk merefleksikan dan mengkritisi 20 tahun pelaksanaan perdamaian Aceh guna mendapatkan gagasan strategis dan konseptual dalam memperkuat perdamaian Aceh di 20 tahun ke depan.

“Forum ini menjadi ajang untuk berbagi pembelajaran dari berbagai tantangan dan keberhasilan yang telah dilewati selama dua dekade terakhir. Kelemahan yang ada harus dikoreksi, sementara kekuatan yang telah dibangun harus terus dijaga dan dikembangkan,” katanya

Lebih lanjut, Nina menyampaikan bahwa pembelajaran dari perdamaian Aceh dapat menjadi contoh bagi wilayah konflik lain, seperti Patani, Papua, dan Kashmir.

Forum ini dihadiri 60 peserta yang terdiri dari civil society Aceh, akademisi, dan tokoh masyarakat yang terlibat dalam advokasi Undang-Undang Pemerintahan Aceh.

Sebagai informasi, Aceh Peace Forum pertama telah diselenggarakan pada 2015 dalam peringatan 10 tahun perdamaian Aceh oleh Aceh Nisi Fiososan Ipaskos, ACSTF, bersama organisasi masyarakat sipil lainnya.

Pada peringatan ke-20 perdamaian Aceh ini, Aceh Peace Forum II diselenggarakan dengan berkolaborasi bersama beberapa lembaga swadaya yang ada di Aceh.

Reporter: Rezi

Prof Didin Soroti Program Ekonomi Prabowo: Harus Jadi Subject of Control

0
Ketua Dewan Pakar Asosiasi Pengusaha Bumiputera Nusantara Indonesia (Asprindo), Prof Didin Damanhuri. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.ID | JAKARTA – Ketua Dewan Pakar Asosiasi Pengusaha Bumiputera Nusantara Indonesia (ASPRINDO), Prof Didin, menilai sejumlah program ekonomi era Presiden Prabowo Subianto perlu diawasi secara ketat agar benar-benar menyejahterakan rakyat.

Menurutnya, selama satu dekade pemerintahan Presiden Joko Widodo, strategi big push yang berfokus pada pembangunan infrastruktur justru meninggalkan rakyat. Sementara pada masa Prabowo, meski mengusung ekonomi kerakyatan, permasalahan mendasar belum sepenuhnya teratasi.

“Ada MBG yang sudah menyedot Rp171 triliun, walaupun yang direalisasikan baru Rp4,4 triliun. Lalu Koperasi Desa Merah Putih yang dinyatakan akan hadir di lebih dari 80 ribu desa untuk mendorong pergerakan ekonomi rakyat di pedesaan dengan pendampingan. Kalau itu berjalan, maka itu sangat bagus. Namun yang jadi pertanyaan, apakah SDM yang ada di desa itu memadai untuk mengelola koperasi desa dengan 6 outletnya itu. Managementnya bagaimana?” ujarnya.

Prof Didin mengingatkan bahwa koperasi harus tetap mengedepankan prinsip gotong royong, bukan sekadar entitas liberal. Ia meragukan kemampuan sebagian anggota koperasi desa dalam mengelola dana Rp2 hingga Rp5 miliar yang disalurkan pemerintah.

“Kalau program Koperasi Desa dijalankan dengan pendampingan dalam ketrampilan manajemen serta penyadaran ruh koperasi, maka itu bisa menimbulkan multiflier effect yang besar di pedesaan. Ada anggaran besar yang masuk ke desa. Lalu bagaimana pengawasannya? Jika tidak dibimbing dengan baik, maka akan berujung pada kredit macet. Perhitungan yang ada menyatakan nilai kredit macetnya bisa mencapai Rp85 triliun dalam 5 tahun. Ini bukan sinisme ya, tapi masukan pada pemerintah. Agar risiko itu bisa dimimalisir,” jelasnya.

Hal serupa ia sampaikan untuk program Sekolah Rakyat. Menurutnya, pemerintah sebaiknya memperkuat sekolah inpres yang sudah ada di pedesaan, ketimbang membangun program baru dengan sistem gratis yang berpotensi mematikan sekolah lama.

“Masalah sekolah-sekolah itu ditinggalkan, karena kurangnya fasilitas, kurangnya guru, kurikulumnya tidak berkembang. Lalu kenapa tidak memperbaiki yang ada. Renew saja harusnya. Saya khawatir, dengan sistem gratis pada Sekolah Rakyat, akan semakin mematikan sekolah inpres yang kondisinya semakin memburuk,” katanya.

Prof Didin juga menyoroti konsep Danantara, gagasan mendiang Soemitro Djojohadikusumo yang mengedepankan state-led development. Ia mengingatkan, sistem ini hanya akan berhasil jika didukung politik yang bersih dari transaksi dan kebocoran.

“Negara-negara Skandinavia dan Jepang berhasil dengan sistem tersebut. Yang perlu ditekankan, sistem ini membutuhkan sistem politik yang tidak transaksional. Sistem yang tidak mengizinkan kebocoran sedikit pun. Sementara, dari hasil penelitian saya, kebocoran APBN saat ini mencapai 40 hingga 57 persen. Lebih bocor dibandingkan era Soeharto. Kalau mau berhasil, pemerintah harus serius memberantas korupsi,” tegasnya.

Menurutnya, Soemitro pernah mendorong pemilihan enam BUMN terbaik sebagai alat kesejahteraan rakyat. Ia menilai konsep sovereign wealth fund seperti Danantara berpotensi luar biasa, asalkan tidak menyimpang dari amanat UUD 1945.

“Dana abadi negara yang bersumber dari aset dan omset dari sekitar 1.000 BUMN dengan aset total Rp15.000 triliun yang diserahkan, atas dasar UU 1 Tahun 2025. Kemarin itu ada Rp90 triliun dividen BUMN yang diserahkan ke Danantara. Sebelumnya Rp80 triliun. Tambahan lagi, ada pernyataan dari politisi PDIP, bahwa Danantara meminjam 10 miliar Dollar ke Bank Asing. Pertanyaannya, kerugian mis-management Danantara kan tidak bisa dipidanakan, jadi kok seperti entitas swasta,” ujarnya.

Ia juga mempertanyakan apakah fungsi public service obligation (PSO) dan corporate social responsibility (CSR) BUMN akan tetap berjalan jika fokus beralih ke investasi melalui Danantara.

“Terlepas dari banyaknya kritik, tetap ada yang sampai ke rakyat. Dengan ada Danantara, apalah fungsi PSO dan CSR itu tetap melekat pada BUMN atau lebih berfokus pada investasi yang relasi pada kesejahteraan pada rakyatnya tidak terlihat. Saya berharap, Danantara ini tidak menyimpang dari UUD 1945. Tapi, kalau Danantara itu berhasil dikelola, seperti layaknya Temasek, maka itu sangat bagus,” ujarnya lagi.

Di akhir, Prof Didin menegaskan pentingnya pengawasan menyeluruh terhadap seluruh program pemerintah, baik oleh presiden, DPR, maupun masyarakat.

“Pemerintah, rakyat, cendekiawan harus mengawasi seluruh program ini, agar benar-benar memberi kesejahteraan pada rakyat, jangan sampai bocor, kalau rugi harus bisa diaudit dan dipertanggungjawabkan. Jangan sampai aset milik rakyat ini tidak perform,” tutupnya.

Editor: Akil

BPOM Aceh: Belum Ada Temuan Kosmetik yang Tidak Sesuai Norma Kesusilaan di Aceh

0
Ilustrasi kosmetik ilegal. (Foto: Antara)

Nukilan | Banda Aceh – Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan di Banda Aceh (BPOM Aceh) mengatakan hingga saat ini belum menemukan peredaran produk kosmetik yang dipromosikan dengan klaim menyesatkan atau tidak sesuai norma kesusilaan di wilayah Aceh.

Kepala BPOM Aceh, Yudi Noviandi, mengatakan pihaknya selalu melakukan pengecekan setelah laporan resmi terkait temuan kosmetik bermasalah dirilis secara nasional.

“Biasanya habis dirilis laporannya, kami mengecek dulu apakah produk tersebut juga ditemukan beredar di Aceh. Sementara ini yang bisa kami sampaikan, tidak ada,” ujarnya kepada Nukilan, Rabu (13/8/2025).

Menurut Yudi, klaim yang dilarang tersebut biasanya muncul dalam bentuk iklan atau promosi penjualan, baik melalui tulisan maupun gambar. “Begitu kami mendapatkan kalimat-kalimat seperti itu, kita tahu itu dilarang, baik dalam bentuk tulisan maupun iklannya,” jelasnya.

Ia menambahkan, meski belum ditemukan di Aceh, pihaknya tetap akan melakukan pemantauan aktif di lapangan. “Itu sebenarnya rata-rata iklan, bahasa orang jualan. Sementara di Aceh belum ada, tapi dengan adanya penegasan dari BPOM, kami keliling lagi,” kata Yudi.

Sebelumnya diberitakan, BPOM mengungkap adanya 14 produk kosmetik wanita yang dipasarkan dengan klaim menyesatkan dan bertentangan dengan norma kesusilaan. Promosi produk dilakukan dengan menggunakan klaim seperti “mengencangkan payudara”, “membesarkan payudara”, “mengatasi keputihan”, serta “merapatkan organ intim wanita”.

Klaim-klaim ini tidak sesuai dengan definisi kosmetik yang diatur dalam Peraturan BPOM Nomor 18 Tahun 2024 tentang Penandaan, Promosi, dan Iklan Kosmetik. Dalam regulasi tersebut disebutkan bahwa kosmetik adalah produk yang digunakan untuk membersihkan, memberi aroma, mengubah penampilan, dan/atau menjaga kondisi tubuh tetap sehat.

“BPOM telah menindaklanjuti temuan ini dengan mencabut izin edar produk. BPOM juga telah menginstruksikan pelaku usaha untuk menarik dan memusnahkan produk yang tidak sesuai dari peredaran, serta menghentikan seluruh bentuk promosi di berbagai media,” ujar Kepala BPOM RI, Taruna Ikrar, Senin (11/8/2025).[]

Reporter: Sammy

BMKG: Sejumlah Wilayah di Aceh Berpotensi Diguyur Hujan Lebat Tiga Hari ke Depan

0
Ilustrasi Hujan. (foto: Shutterstock)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Iskandar Muda (SIM) Banda Aceh mengeluarkan peringatan dini cuaca untuk periode tiga hari ke depan, 13 hingga 15 Agustus 2025. Sejumlah wilayah di Provinsi Aceh diperkirakan berpotensi mengalami hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai angin kencang.

Prakirawan yang bertugas, Satya Juangga Dirta menyebutkan, kondisi ini dipicu oleh aktifnya Dipole Mode negatif yang meningkatkan aktivitas konvektif di wilayah Indonesia bagian barat.

“Selain itu, adanya daerah belokan angin (shearline) dan konvergensi, serta suhu muka laut yang hangat di perairan Aceh, memperbesar peluang terjadinya penguapan dan pembentukan awan hujan,” ujar Dirta kepada Nukilan, Rabu (13/8/2025).

Pada 13 Agustus, wilayah yang berpotensi hujan lebat meliputi Aceh Tenggara, Aceh Tamiang, Aceh Utara, Aceh Jaya, Aceh Barat, dan Aceh Selatan. Pada 14 Agustus, potensi serupa terjadi di Lhokseumawe, Aceh Utara, Aceh Tamiang, Gayo Lues, dan Aceh Tenggara. Sementara pada 15 Agustus, wilayah terdampak meliputi Aceh Besar, Aceh Jaya, dan Aceh Utara.

BMKG mengimbau masyarakat untuk mewaspadai potensi banjir, tanah longsor, dan angin kencang akibat perubahan dinamika atmosfer tersebut. “Jika melihat awan tebal berwarna hitam dan hujan mulai rintik-rintik di daerah pegunungan, masyarakat disarankan segera meninggalkan area lereng maupun wilayah aliran sungai,” kata Dirta. []

Reporter: Sammy

Jelang HUT RI ke-80, Aceh Singkil Belum Merdeka dari Jalan Berlubang

0
Kondisi jalan di Aceh Singkil. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.ID | SINGKIL — Menjelang peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-80, kritik tajam dilontarkan aktivis Aceh Singkil, Rahman S.H., terkait kondisi infrastruktur di daerah tersebut. Rahman menilai, kemerdekaan belum sepenuhnya dirasakan masyarakat karena berbagai persoalan mendasar tak kunjung teratasi.

Aceh Singkil Satu Juta Lubang, Satu Juta Dosa,” tulis Rahman dalam keterangannya yang diterima Nukilan.id, Rabu (13/8/2025). Ia menuturkan, jalan-jalan di Aceh Singkil dipenuhi lubang, bukan hanya satu atau dua, tetapi begitu banyak hingga warga menjulukinya “satu juta lubang”.

Kondisi itu, kata dia, membuat pengendara motor dan mobil harus ekstra hati-hati setiap hari agar terhindar dari kecelakaan.

“Lubang-lubang ini bukan sekadar masalah teknis, tetapi simbol nyata kegagalan pemerintah memprioritaskan kebutuhan rakyat,” kata Rahman.

Rahman juga menyoroti kondisi jalan di jalan di Desa Buluara yang menurut informasi masyarakat setempat merupakan tanah kelahiran Bupati Aceh Singkil saat ini. Ia mengungkapkan, sejak kemerdekaan RI hingga kini, jalan menuju desa tersebut belum pernah tersentuh aspal.

Kondisi jalan di Desa Buluara. (Foto: For Nukilan)

“Saat musim hujan, jalannya berlumpur dan tergenang air. Musim kemarau, debu beterbangan. Generasi demi generasi di sana hidup dengan harapan yang terus diulur,” ungkapnya.

Ironisnya, lanjut Rahman, di tengah kondisi infrastruktur yang memprihatinkan, pemerintah daerah justru mengalokasikan anggaran Rp 2,2 miliar untuk membeli mobil dinas baru dan Rp 90 juta untuk iPad. Menurutnya, dana tersebut bisa digunakan untuk memperbaiki jalan, mengaspal desa, dan memperlancar akses warga.

“Kita merdeka dari penjajah sejak 1945, tapi belum merdeka dari mentalitas feodal dan pemborosan anggaran. Setiap lubang di jalan adalah luka yang menganga, dan setiap pengadaan mewah adalah garam yang ditaburkan di atasnya,” tegasnya.

Rahman menegaskan, kemerdekaan seharusnya berarti bebas dari jalan rusak, polusi, dan kebijakan yang mengorbankan kepentingan rakyat demi gengsi pejabat.

“Jika pemerintah tak segera membenahi prioritasnya, maka perayaan kemerdekaan di Aceh Singkil hanyalah pesta di atas penderitaan,” katanya.

Ia menutup pernyataannya dengan mengingatkan, “Merdeka bukan hanya tentang mengibarkan bendera, tapi memastikan rakyat berjalan di jalan yang aman, bukan di jalan penuh lubang dan penuh dosa kebijakan.” (XRQ)

Reporter: Akil

Kepala Biro Isra Aceh Buka Kejuaraan PORLASI Aceh Open 2025

0
Suasana semarak tampak di Venue Layar, Gampong Pande, Kecamatan Kuta Raja, Banda Aceh, Rabu (13/8/2025), saat Kepala Biro Keistimewaan Aceh dan Kesejahteraan Rakyat (Isra) Setda Aceh, Yusrizal, resmi membuka Kejuaraan PORLASI Aceh Open 2025. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH — Suasana semarak tampak di Venue Layar, Gampong Pande, Kecamatan Kuta Raja, Banda Aceh, Rabu (13/8/2025), saat Kepala Biro Keistimewaan Aceh dan Kesejahteraan Rakyat (Isra) Setda Aceh, Yusrizal, resmi membuka Kejuaraan PORLASI Aceh Open 2025.

Kegiatan yang diikuti puluhan atlet dari berbagai kabupaten/kota di Aceh ini turut dihadiri unsur Forkopimda Aceh serta sejumlah pejabat terkait. Dalam sambutannya, Yusrizal yang hadir mewakili Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Aceh, mengingatkan para atlet untuk menjunjung tinggi sportivitas dan menanamkan nilai-nilai Islami dalam setiap pertandingan.

“Kita tidak bisa melawan kehendak angin, namun kita bisa mengatur arah layar agar sampai ke tujuan, yakni garis finish,” pesannya kepada peserta kejuaraan.

Yusrizal berharap melalui ajang ini para atlet dapat menunjukkan kemampuan terbaik sekaligus memperkuat semangat pembinaan olahraga layar di Aceh.

Sementara itu, Ketua Pengprov PORLASI Aceh, Dedy Pawang, menyampaikan apresiasi atas dukungan Pemerintah Aceh melalui Dispora. Ia menilai kejuaraan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat pembinaan dan pembibitan atlet layar di Tanah Rencong.

“Kami berterima kasih kepada Pemerintah Aceh yang terus mendukung upaya kami dalam membina atlet layar. Harapannya, mereka kelak mampu berprestasi di tingkat daerah, nasional, bahkan internasional,” ujarnya.

Kejuaraan PORLASI Aceh Open 2025 akan berlangsung hingga 16 Agustus 2025. Selain menjadi ajang kompetisi, kegiatan ini juga berfungsi sebagai sarana seleksi dan evaluasi pembinaan olahraga layar di Aceh — sebuah langkah penting untuk melahirkan atlet-atlet berprestasi yang mampu mengharumkan nama daerah di masa mendatang.

Pemkab Aceh Barat dan Aceh Jaya Larang Lomba Panjat Pinang di HUT ke-80 RI

0
Ilustrasi panjat pinang. (Foto: Canva)

NUKILAN.ID | MEULABOH – Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Republik Indonesia di Aceh Barat dan Aceh Jaya tahun ini tidak akan diramaikan dengan lomba panjat pinang. Kedua pemerintah kabupaten tersebut resmi melarang warganya menggelar tradisi tersebut, dengan alasan keamanan dan minimnya nilai edukasi.

Bupati Aceh Barat, Tarmizi, meminta masyarakat menyesuaikan kegiatan perayaan kemerdekaan dengan kemampuan masing-masing, sekaligus mematuhi ketentuan peraturan perundang-undangan.

“Berkenaan dengan hal tersebut, saudara para camat agar dapat menginformasikan kepada seluruh keuchik (kepala desa) di wilayahnya masing-masing untuk melarang dan tidak melaksanakan kegiatan panjat pinang,” ujarnya dalam keterangan kepada Nukilan.id, Selasa (12/8/2025).

Menurut Tarmizi, lomba panjat pinang dinilai berisiko membahayakan peserta dan tidak memberikan manfaat edukatif. Ia mendorong masyarakat mencari alternatif perlombaan yang lebih aman dan kreatif.

“Sebagai gantinya dapat melaksanakan kegiatan lainnya yang lebih kreatif dan bermanfaat serta lebih meriah,” tambahnya.

Kebijakan serupa juga diterapkan di Aceh Jaya. Bupati Safwandi mengeluarkan Instruksi bernomor 400.14.1.1/757/2025 yang ditujukan kepada para kepala desa.

Dalam instruksi tersebut, kepala desa diminta menggelar program atau kegiatan untuk menyemarakkan bulan kemerdekaan.

Namun, mereka juga diwajibkan “melarang dan tidak melaksanakan kegiatan panjat pinang pada peringatan hari ulang tahun Ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia tahun 2025 di wilayahnya dikarenakan kegiatan dimaksud tidak ada nilai edukasinya dan membahayakan peserta perlombaan.”

Dengan aturan ini, perayaan kemerdekaan di kedua kabupaten dipastikan akan hadir dengan warna baru melalui lomba-lomba yang lebih kreatif dan aman bagi masyarakat. (XRQ)

Reporter: Akil

Aceh Darurat HIV/AIDS, DPRK Banda Aceh Serukan Aksi Bersama

0
Wakil Ketua Komisi I DPRK Banda Aceh, Aiyub Bukhari. (Foto: Humas DPRK Banda Aceh)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Wakil Ketua Komisi I DPRK Banda Aceh, Aiyub Bukhari, menyatakan keprihatinannya atas lonjakan kasus HIV/AIDS di Banda Aceh pada 2025. Menurutnya, situasi ini sudah memasuki tahap darurat, sebagaimana diberitakan salah satu media.

Banda Aceh kini menjadi pusat penanganan kasus HIV/AIDS, tidak hanya karena tingginya temuan di ibu kota provinsi, tetapi juga lantaran banyak pasien dari kabupaten/kota lain memilih berobat ke fasilitas kesehatan di kota ini.

“Kami sangat prihatinan terhadap peningkatan kasus HIV/AIDS khususnya di Banda Aceh, terutama karena angka yang ditemukan cukup mengkhawatirkan,” ujar Aiyub Bukhari di sela rapat pembahasan anggaran bersama mitra kerja di kantor DPRK, Senin (11/8/2025).

Aiyub mengajak seluruh pihak, terutama kalangan muda di Banda Aceh, untuk mengambil peran aktif dalam mencegah penyebaran penyakit ini. Ia juga menekankan pentingnya kontribusi orang tua dalam mengatasi masalah serius tersebut demi menyelamatkan Banda Aceh dari ancaman HIV/AIDS.

“Kemi mengharapkan dukungan semua pemangku kepentingan untuk mengatasi tantangan tersebut baik dari pemerintah daerah, masyarakat, swasta, dan media serta semua pihak agar bersama-sama berperan aktif dalam mengakhiri epidemic HIV,” katanya.

Lebih lanjut, Aiyub berharap peran para pemuka agama dan ulama dapat bersinergi dengan pemerintah kota serta lembaga masyarakat. Sinergi ini dinilainya krusial dalam upaya pencegahan dan penanggulangan HIV/AIDS di Banda Aceh.

Editor: Akil