Beranda blog Halaman 41

22 Juni Hari Dangdut Nasional, Mengenang Jejak Musik Rakyat Indonesia

0
Ilustrasi musik dangdut. (Foto: Shutterstock)

NUKILAN.ID | JAKARTA – Masyarakat pecinta musik dangdut memperingati Hari Dangdut Nasional yang jatuh setiap 22 Juni. Peringatan ini menjadi momentum untuk mengenang perjalanan panjang dangdut sebagai salah satu genre musik yang tumbuh dari budaya masyarakat Indonesia dan berkembang menjadi identitas musik nasional.

Penetapan 22 Juni sebagai Hari Dangdut Nasional tidak terlepas dari sosok Raja Dangdut, Rhoma Irama. Tanggal tersebut dipilih karena bertepatan dengan hari lahir musisi yang memiliki peran besar dalam mempopulerkan dangdut hingga dikenal luas di Indonesia maupun mancanegara.

Dikutip Nukilan dari berbagai sumber, dangdut merupakan genre musik yang lahir dari perpaduan berbagai unsur musik, mulai dari Melayu, India, Arab hingga pengaruh musik Barat. Sejak berkembang pada era 1970-an, dangdut menjadi musik yang dekat dengan kehidupan masyarakat dan kerap mengangkat tema sosial, cinta, hingga kritik terhadap kondisi kehidupan sehari-hari.

Perjalanan dangdut juga melahirkan banyak penyanyi legendaris seperti Rhoma Irama, Elvy Sukaesih, Mansyur S, Meggy Z, Ida Laila, hingga Rita Sugiarto yang berkontribusi besar dalam memperluas popularitas genre tersebut.

Dalam perkembangannya, dangdut terus bertransformasi mengikuti perubahan zaman. Muncul berbagai subgenre seperti dangdut koplo, dangdut modern, hingga perpaduan dangdut dengan musik pop dan elektronik yang digemari generasi muda.

Pengamat musik menilai daya tahan dangdut selama puluhan tahun menunjukkan kemampuannya beradaptasi tanpa kehilangan akar budaya yang menjadi ciri khasnya. Kehadiran berbagai ajang pencarian bakat dan penghargaan musik dangdut juga turut memperkuat eksistensi genre tersebut di industri musik nasional.

Peringatan Hari Dangdut Nasional setiap 22 Juni menjadi pengingat bahwa dangdut bukan sekadar hiburan, melainkan bagian dari warisan budaya populer Indonesia yang terus hidup dan berkembang di tengah masyarakat.

Hingga kini, musik dangdut masih menjadi salah satu genre yang memiliki basis pendengar terbesar di Indonesia, mulai dari wilayah perkotaan hingga pedesaan, sekaligus menjadi simbol keberagaman budaya yang berpadu dalam satu irama. []

Reporter: Sammy

Ratusan Warga dan Mahasiswa Beutong Ateuh Demo Tolak Tambang di Kantor Bupati

0
ratusan warga demo
Ratusan warga dari Kecamatan Beutong Ateuh Banggalang bersama gabungan mahasiswa Nagan Raya menggelar unjuk rasa di depan Kantor Bupati Nagan Raya, Senin (22/6/2026). (Foto: Dok warga)

NUKILAN.ID | SUKA MAKMUE – Ratusan warga dari Kecamatan Beutong Ateuh Banggalang bersama gabungan mahasiswa Nagan Raya menggelar unjuk rasa di depan Kantor Bupati Nagan Raya, Senin (22/6/2026).

Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk penolakan terhadap rencana pengembangan sektor pertambangan di kawasan Beutong Ateuh yang dianggap berisiko merusak lingkungan dan mengancam keberlangsungan hidup masyarakat setempat.

Selama aksi berlangsung, para demonstran membawa berbagai spanduk berisi penolakan tambang serta menyerukan kepada pemerintah agar menghentikan seluruh aktivitas pertambangan di kawasan pegunungan Beutong Ateuh Banggalang.

Dalam tuntutannya, massa meminta pemerintah mencabut Izin Usaha Pertambangan (IUP) eksplorasi yang dimiliki PT Alam Cempaka Wangi (ACW) dan PT Himpunan Bara Sejahtera (HBS). Selain itu, mereka juga menegaskan penolakan terhadap segala bentuk kegiatan pertambangan di wilayah tersebut, baik yang masih pada tahap eksplorasi maupun yang telah memasuki tahap eksploitasi.

Ketua Generasi Beutong Ateuh Banggalang (GBAB), Zakaria, mengatakan aksi tersebut merupakan bentuk penolakan masyarakat terhadap keberadaan izin pertambangan di wilayah mereka.

“Ya, benar ada aksi demonstrasi menolak tambang Beutong di Kantor Bupati Nagan Raya. Saat ini tengah berlangsung. Tuntutannya tarik tambang dari Beutong Ateuh, kemudian permintaan masyarakat menjadikan Beutong Ateuh sebagai otoritas kampung adat. Inti dari tuntutannya begitu, cabut IUP pertambangan,” kata Zakaria kepada Nukilan, Senin (22/6/2026).

Menurutnya, masyarakat khawatir aktivitas pertambangan akan berdampak terhadap kelestarian lingkungan, sumber daya air, serta kehidupan masyarakat yang selama ini bergantung pada sektor pertanian dan perkebunan.

Aksi berlangsung dengan pengawalan aparat keamanan. Perwakilan massa meminta Pemerintah Kabupaten Nagan Raya dan pemerintah pusat segera merespons tuntutan masyarakat serta memastikan tidak ada aktivitas pertambangan yang berjalan di kawasan Beutong Ateuh Banggalang.

Hingga aksi berlangsung, massa tetap bertahan di lokasi untuk menyampaikan aspirasi dan menunggu tanggapan dari pemerintah terkait tuntutan pencabutan izin pertambangan serta usulan menjadikan Beutong Ateuh Banggalang sebagai kawasan kampung adat. []

Reporter: Sammy

Puncak IMCC XI 2026, Mahasiswa FH USK Tampilkan Kemampuan Terbaik dalam Simulasi Persidangan

0
Komunitas Peradilan Semu (KPS) Fakultas Hukum Universitas Syiah Kuala (FH USK) sukses menyelenggarakan Internal Moot Court Competition (IMCC) XI Tahun 2026 pada 20–21 Juni 2026. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH — Komunitas Peradilan Semu (KPS) Fakultas Hukum Universitas Syiah Kuala (FH USK) sukses menyelenggarakan Internal Moot Court Competition (IMCC) XI Tahun 2026 pada 20–21 Juni 2026. Kegiatan tahunan tersebut menjadi ajang bagi mahasiswa untuk mengasah kemampuan memahami sekaligus mempraktikkan hukum acara melalui simulasi persidangan.

Pada pelaksanaan tahun ini, IMCC XI diikuti oleh 11 delegasi yang berkompetisi dengan menjalankan berbagai peran dalam persidangan. Para peserta diuji tidak hanya dari sisi penguasaan materi dan hukum acara, tetapi juga kemampuan berargumentasi, menyusun strategi persidangan, serta menjaga etika dan profesionalitas selama proses persidangan berlangsung.

Dalam pelaksanaannya, IMCC XI menghadirkan dewan juri yang berasal dari berbagai instansi. Mereka adalah Najmuddin, S.H. selaku advokat, Alfian, S.H. dari Kejaksaan Negeri Banda Aceh, serta Zulkarnain, S.H., M.H. dari Pengadilan Negeri Banda Aceh.

Kompetisi tersebut juga menjadi puncak dari rangkaian persiapan panjang yang telah dijalani para delegasi selama kurang lebih tiga bulan. Selama masa pembinaan, peserta mengikuti berbagai tahapan, mulai dari penyusunan dan penyempurnaan berkas, pendalaman materi hukum, penyusunan strategi persidangan, hingga latihan yang dilakukan secara intensif.

Seluruh proses pembinaan tersebut menjadi bekal bagi para delegasi untuk menampilkan kemampuan terbaik mereka dalam kompetisi. Antusiasme, dedikasi, dan persiapan yang matang tampak dari setiap tahapan yang dijalani peserta selama kegiatan berlangsung.

Lebih dari sekadar kompetisi, IMCC XI menjadi ruang pembelajaran bagi mahasiswa untuk melatih kemampuan berpikir kritis, bekerja secara profesional, serta memahami berbagai dinamika yang terjadi dalam proses persidangan.

Melalui kegiatan ini, KPS FH USK berharap IMCC dapat terus menjadi wadah pengembangan kapasitas mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Syiah Kuala. Selain itu, kompetisi tersebut diharapkan mampu melahirkan calon-calon praktisi hukum yang kompeten, berintegritas, dan siap menghadapi tantangan dunia hukum di masa mendatang. (xrq)

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News

Uruguay Ditahan Imbang Tanjung Verde 2-2, Persaingan Grup H Makin Ketat

0
Uruguay Ditahan Imbang Tanjung Verde 2-2, Persaingan Grup H Makin Ketat. (FOTO: FIFA)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Uruguay gagal mengamankan kemenangan saat menghadapi Tanjung Verde pada pertandingan kedua Grup H Piala Dunia 2026. Bermain di Miami Stadium, Senin (22/6/2026) WIB, kedua tim harus puas berbagi angka setelah pertandingan berakhir dengan skor 2-2.

Tanjung Verde membuka keunggulan lebih dulu melalui eksekusi tendangan bebas Kevin Pina pada menit ke-21. Uruguay kemudian bangkit menjelang turun minum dengan membalikkan keadaan lewat gol Maxi Araújo pada menit ke-44 dan Agustín Canobbio pada masa injury time babak pertama.

Namun keunggulan La Celeste tidak bertahan lama. Memasuki babak kedua, Helio Varela memanfaatkan kesalahan koordinasi lini belakang Uruguay untuk mencetak gol penyeimbang dan memastikan pertandingan berakhir imbang.

Tambahan satu poin membuat Uruguay dan Tanjung Verde sama-sama mengoleksi dua poin dari dua pertandingan. Keduanya masih berada di bawah Spanyol yang memimpin klasemen sementara Grup H.

Jalannya Pertandingan

Uruguay langsung mengambil inisiatif menyerang sejak peluit awal dibunyikan. Peluang pertama hadir pada menit ke-13 ketika Federico Valverde menerima umpan dalam skema serangan cepat. Namun, penyelesaian akhirnya masih melebar dari sasaran.

Meski lebih banyak ditekan, Tanjung Verde justru mampu memecah kebuntuan pada menit ke-21. Kevin Pina melepaskan tendangan bebas keras dari luar kotak penalti yang gagal diantisipasi Fernando Muslera. Bola bersarang di sudut gawang dan membawa tim Afrika tersebut unggul 1-0.

Uruguay berusaha merespons. Valverde kembali memperoleh peluang beberapa menit kemudian, tetapi tendangan volinya melambung di atas mistar. Maxi Araújo juga sempat mengancam lewat sundulan, namun arah bola belum menemui target.

Tekanan Uruguay akhirnya membuahkan hasil menjelang turun minum. Pada menit ke-44, umpan silang dari sisi lapangan berujung kemelut di depan gawang. Bola mengenai tiang setelah upaya sapuan pemain bertahan Tanjung Verde, sebelum disambar Maxi Araújo menjadi gol penyeimbang.

Momentum tersebut dimanfaatkan Uruguay untuk berbalik unggul pada masa tambahan waktu babak pertama. Sundulan Araújo diteruskan Agustín Canobbio dari jarak dekat sehingga mengubah skor menjadi 2-1 sebelum jeda.

Memasuki babak kedua, Tanjung Verde tidak membutuhkan waktu lama untuk menyamakan kedudukan. Kesalahan komunikasi antara Mathías Olivera dan Fernando Muslera dimanfaatkan Helio Varela yang lebih cepat menyambar bola dan menceploskannya ke gawang yang telah kosong.

Uruguay sempat kembali membobol gawang lawan melalui Maxi Araújo dalam situasi sepak pojok. Namun setelah ditinjau menggunakan Video Assistant Referee (VAR), gol tersebut dibatalkan karena offside.

Pada penghujung pertandingan, Federico Valverde memperoleh peluang emas untuk membawa Uruguay meraih kemenangan. Sayangnya, ia gagal memaksimalkan umpan silang Darwin Núñez dari depan gawang.

Hingga wasit meniup peluit panjang, skor 2-2 tidak berubah.

Susunan Pemain

Uruguay: Fernando Muslera; Guillermo Varela, Mathías Olivera, Sebastián Cáceres, Juan Manuel Sanabria; Rodrigo Bentancur, Manuel Ugarte; Agustín Canobbio, Federico Valverde, Maxi Araújo; Federico Viñas.

Tanjung Verde: Vozinha; Steven Moreira, Pico Lopes, Diney Borges, Sidny Cabral; Kevin Pina, Telmo Arcanjo, Jamiro Monteiro; Ryan Mendes, Garry Rodrigues, Gilson Benchimol.

Belgia Bermain dengan 10 Pemain, Iran Gagal Pecah Kebuntuan di Grup G Piala Dunia 2026

0
Mehdi Taremi mencetak gol yang dianulir. (Foto: Getty Images/Stu Forster)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Timnas Belgia dan Timnas Iran harus puas berbagi angka setelah bermain imbang tanpa gol pada laga kedua Grup G Piala Dunia 2026. Duel yang berlangsung di Los Angeles Stadium, Senin (22/6/2026) dini hari WIB, berakhir dengan skor 0-0 meski Belgia menuntaskan pertandingan dengan 10 pemain.

Hasil tersebut membuat kedua tim sama-sama mengoleksi dua poin dari dua pertandingan. Iran masih memimpin klasemen sementara Grup G berkat keunggulan selisih gol, sementara Belgia berada tepat di bawahnya dengan raihan poin yang sama.

Sejak peluit awal dibunyikan, Belgia tampil agresif dan langsung mengancam pertahanan Iran. Baru dua menit pertandingan berjalan, Romelu Lukaku berusaha menyambar umpan tarik di depan gawang. Dalam prosesnya, sang penyerang bertabrakan dengan kiper Alireza Beiranvand hingga penjaga gawang Iran itu harus mendapat perawatan medis. Wasit kemudian memberikan kartu kuning kepada Lukaku atas insiden tersebut.

Belgia terus menekan beberapa menit kemudian melalui Kevin De Bruyne dan Maxim De Cuyper. Namun, dua peluang yang mengarah ke gawang masih mampu diamankan Beiranvand.

Iran tidak tinggal diam. Pada menit ke-14, Hossein Kanaanizadegan melepaskan tendangan setengah voli yang mengarah ke gawang. Thibaut Courtois tampil sigap dengan menepis bola sehingga peluang emas tersebut gagal berbuah gol.

Tim berjulukan Team Melli sempat bersorak pada menit ke-25 ketika Mehdi Taremi berhasil menjebol gawang Belgia setelah menerima umpan dari situasi bola mati yang dilepaskan Ehsan Hajsafi. Namun, kegembiraan itu tidak berlangsung lama.

Wasit mendapat masukan dari Video Assistant Referee (VAR) untuk meninjau proses terciptanya gol. Setelah dilakukan pemeriksaan, Taremi dinyatakan berada dalam posisi offside saat menerima umpan sehingga gol tersebut dianulir dan skor tetap bertahan 0-0.

Menjelang turun minum, Belgia kembali memperoleh kesempatan melalui Youri Tielemans. Tendangannya dari dalam kotak penalti kembali digagalkan penyelamatan Beiranvand yang tampil solid sepanjang babak pertama.

Selepas jeda, Belgia kembali mengambil inisiatif menyerang. Beiranvand kembali menjadi penyelamat Iran ketika menepis peluang emas Maxim De Cuyper pada menit ke-58. Refleks satu tangannya membuat gawang Iran tetap aman dari kebobolan.

Situasi pertandingan berubah pada menit ke-66. Bek Belgia Nathan Ngoy diganjar kartu merah langsung setelah dianggap menjatuhkan Mehdi Taremi dari belakang dalam situasi yang dinilai menghalangi peluang mencetak gol.

Unggul jumlah pemain membuat Iran lebih leluasa menguasai permainan pada sisa pertandingan. Meski demikian, berbagai upaya yang dilakukan untuk membongkar pertahanan Belgia tidak membuahkan hasil.

Belgia mampu bertahan dengan disiplin hingga wasit meniup peluit panjang. Skor 0-0 tidak berubah dan kedua tim harus puas membawa pulang satu poin.

Susunan pemain

Belgia: Thibaut Courtois; Thomas Meunier, Nathan Ngoy, Brandon Mechele, Maxim De Cuyper; Youri Tielemans, Nicolas Raskin; Alexis Saelemaekers, Kevin De Bruyne, Leandro Trossard; Romelu Lukaku.

Iran: Alireza Beiranvand; Ehsan Hajsafi, Hossein Kanaanizadegan, Shoja Khalizadeh, Saleh Hardani; Ramin Rezaeian, Saeed Ezatolahi, Saman Ghoddos; Ali Nemati, Mehdi Taremi, Mohammad Mohebi.

Plt Kadistanbun Bicara Tentang Bata dari Lumpur Bencana

0
Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh, Dr. Ir. Azanuddin Kurnia, SP., MP. (Foto: ist)

NUKILAN.ID | OPINI – BENCANA banjir dan longsor pada tanggal 26 November 2025 lalu telah mengakibatkan areal persawahan yang terdampak sekitar 57.364 ha dengan rincian kategori rusak ringan 27.437 ha, rusak sedang 13.651 ha dan rusak berat 16.276 ha. Sumber Distanbun Aceh menyatakan bahwa rusak ringan dan rusak sedang ditangani oleh Kementan bekerja sama dengan provinsi dan kabupaten/kota. Sedangkan untuk rusak berat belum tahu bagaimana penanganan pastinya.Sawah rusak berat seluas 16.276 ha, bila rata-rata 1 kepala keluarga memiliki lahan sawah 0,25 ha, dan rata-rata 1 KK memiliki 4 orang yang menjadi tanggungan, maka ada sekitar 260.416 jiwa bergantung hidup dari sawah tersebut. Suatu jumlah yang sangat besar, seperti jumlah jiwa dalam satu kabupaten/kota di Aceh ini. Tentu hal ini harus dicari jalan keluar tidak hanya dengan cara pikir standar dan linier, kita harus berani keluar dari hal yang biasa.

Salah satu alternatif solusi adalah dengan menjadikan lumpur tersebut menjadi bahan timbunan untuk berbagai proyek pemerintah maupun bagi siapapun yang membutuhkan sesuai aturan yang berlaku. Apakah itu dijadikan salah satu galian C dengan menerapkan pungutan retribusi sedangkan manfaat terbesar tetap harus dimiliki oleh petani pemilik lahan.

Bila ini dilakukan, paling tidak tekanan psikologis petani bisa berkurang dan sawah bisa lebih cepat untuk dimanfaatkan kembali. Selain petani mendapatkan manfaat ekonomi dari penerimaan pembelian material tanah, percepatan penanganan, psikologis yang lebih tenang dan bagi pemerintah bisa mendapatkan tambahan pemasukan melalui retribusi, mengamankan alih fungsi dan LBS (luas baku sawah) tetap terjaga.

Alternatif lain, lumpur-lumpur tersebut dapat dijadikan bahan baku batu bata atau bata ringan setelah melalui uji laboratorium dan uji lapangan. Forum Zakat telah menginisiasi hal ini dengan mengajak BRIN, USK dan Nurul Hayat sebagai bagian dalam tim bersama untuk melakukan penelitian pembuatan batu bata atau bata ringan dengan material lumpur. Profesor Dr. Ir. Abdullah, M.Eng., Guru Besar Fakultas Teknik USK yang juga seorang ahli bata ringan, menjelaskan bahwa secara teknis, komposisi lumpur kering pascabanjir sangat ideal. Lumpur ini umumnya berasal dari longsoran tanah bukit dan sedimen sungai, yang secara alami sudah merupakan campuran antara tanah liat dan pasir, dua komponen utama pembuatan batu bata (Serambi, 23 Desember 2025).

Luas sawah rusak berat sekitar 16.276 ha, contoh kita ambil saja 10 persen nya maka ada sekitar 1.627 ha. Bila ketebalan lumpur hanya 1 meter, maka akan didapat sekitar 1.627 ha x 1 m = 16.270.000 m⊃3;. Konversi ke bata, setiap 1 m⊃3; tanah rata-rata dapat menghasilkan sekitar 400-500 bata merah berukuran standar, maka akan didapat potensi produksi: 16.270.000 juta m⊃3; x 450 bata = 7.321.500.000 buah bata (7,3 miliar bata). Suatu potensi yang sangat besar dan akan mampu menyuplai untuk kebutuhan perumahan tetap dan pembangunan lainnya pasca bencana. Baik untuk bangunan fasilitas umum, bangunan pemerintah maupun bangunan lainnya.

Alternatif pilihan

Dengan kondisi tersebut, sebenarnya kita ada 3 pilihan utama. Pertama, menjadi bahan timbunan untuk berbagai proyek, kedua menjadi bahan baku batu bata atau bata ringan, dan ketiga dengan mengambil lumpur tetapi tantangan belum tahu mau dipindahkan kemana kalau dalam skala besar.

Pilihan kedua sedang dilakukan pendalaman dan diskusi intens dengan para peneliti yang dikoordinir oleh Forum Zakat. Hasil uji lab akan dilanjutkan dengan uji lapangan yang nanti hasilnya akan langsung dibuat rumah contoh. Untuk membuat rumah contoh akan disepakati bersama dan tergantung hasil uji lapangan. Sedangkan untuk pilihan ketiga masih menjadi pekerjaan rumah Kemen PU dan Kementan serta tentunya juga pemerintah daerah. Bukan hal mustahil bila kita mengambil pilihan kedua sebagai salah satu alternatif. Dengan luasnya lahan rusak berat, kita sebenarnya bisa mengambil semua pilihan menjadi aktivitas yang bisa dilaksanakan sesuai kondisi lapangan dan keinginan masyarakat dengan pendampingan pemerintah daerah.

Ada beberapa langkah kerja yang dilakukan. Pertama, pengambilan sampel. Sampel dari lokasi kemudian dianalisis di laboratorium untuk menentukan komposisinya: kadar empung, pasir, bahan organik, dan kandungan garam. Tujuannya adalah untuk mengidentifikasi variasi dan merumuskan formula campuran yang optimal. Lumpur murni seringkali membutuhkan bahan tambah untuk memperbaiki sifat plastisitas dan mengurangi penyusutan saat dikeringkan. Tim peneliti sudah mengambil sampel di Pidie Jaya dan Kabupaten Aceh Tamiang dan saat ini sedang dilakukan analisis dari hasil uji laboratorium.

Kedua, pengolahan dan pencampuran lumpur. Lumpur kemudian disaring dari kotoran besar kemudian dikeringkan, digiling, dan diayak untuk mendapatkan butiran yang homogen. Ketiga, pembentukan dan pengeringan adonan. Bahan yang sudah homogen kemudian dicetak menggunakan mesin pres manual atau hidrolik untuk bata padat, atau dituang ke dalam cetakan untuk bata ringan. Keempat, pembakaran (untuk bata merah konvensional). Bata yang telah kering kemudian dibakar dalam tungku.

Inovasi utama di sini adalah penggunaan bahan bakar campuran. Mengurangi ketergantungan pada kayu murni, digunakan campuran kayu limbah dengan cangkang sawit dari Pabrik Kelapa Sawit (PKS) di Aceh. Dan, kelima pengawetan (untuk bata ringan).

Beberapa manfaat yang didapat dari proses ini di antanya: Pertama, riset dan pendidikan. Ini bisa menjadi laboratorium hidup untuk inovasi keteknikan dan pengelolaan bencana secara berkelanjutan. Hal penting kita harus berani bergerak dan terkadang kita harus berpikir gila supaya normal, kalau berpikir normal terkadang kita bisa gila. Inovasi tidak bisa dihambat, dia harus terus dikembangkan, ini bisa menjadi salah satu hikmah dibalik bencana yang maha dahsyat.

Kedua secara ekonomi, bisa menciptakan peluang baru bagi masyarakat. Menciptakan rantai nilai baru dari pengumpul lumpur, pengolah, hingga perajin bata. Menyediakan bahan bangunan lokal yang lebih murah, mengurangi biaya rekonstruksi pasca-bencana. Ketiga secara lingkungan, bisa mengurangi timbunan limbah bencana, membersihkan lahan, dan mendorong daur ulang material. Penggunaan cangkang sawit mengurangi tekanan pada hutan untuk bahan bakar kayu.

Keempat keuntungan secara sosial, memberikan lapangan kerja alternatif, mengurangi dampak psikologis, memberikan harapan baru, menjaga stabilitas sosial, serta memberikan nuansa baru pasca bencana. Material lokal membangkitkan rasa memiliki dan ketahanan komunitas yang kuat pasca bencana. Semoga hal ini bisa segera terlaksana dengan kolaborasi yang mantap, wallahualam.

Penulis: Dr. Ir. Azanuddin Kurnia SP MP IPU ASEAN Eng
(Plt. Kadis Pertanian dan Perkebunan Aceh dan Ketua PISPI Aceh)

Ikuti PENAS XVII, Plt Kadistanbun Aceh Tinjau Kawasan Industri Terpadu Trans Continent di Gorontalo

0
CEO PT Trans Continent, Ismail menerima kunjungan Plt. Kepala Distanbun Aceh, Dr Ir Azanuddin Kurnia, SP, MP, IPU, ASEAN Eng, beserta rombongan di komplek industri Trans Continent di Kabupaten Gorontalo, Provinsi Gorontalo. (Foto: Ist)

NUKILAN.ID | GORONTALO – Di sela keikutsertaan kontingen Aceh pada Pekan Nasional (PENAS) XVII, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) Aceh, Dr. Ir. Azanuddin Kurnia, SP, MP, IPU, ASEAN Eng, melakukan kunjungan kerja ke kawasan industri terpadu milik Trans Continent di Kabupaten Gorontalo, Kamis (18/6/2026).

Dalam kunjungan tersebut, Azanuddin didampingi Mukhlis, SP, MA, Habiburrahman, STP, M.Sc, serta sejumlah pejabat dan staf dari Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh maupun Dinas Peternakan Aceh. Kedatangan rombongan disambut langsung oleh CEO Trans Continent, Ismail Rasyid, bersama jajaran perusahaan.

Azanuddin menjelaskan bahwa kunjungan tersebut merupakan salah satu agenda di sela kegiatan kontingen Aceh yang mengikuti PENAS XVII di Gorontalo.

Ia mengungkapkan, jumlah peserta asal Aceh yang hadir pada kegiatan nasional itu mengalami penyesuaian dibandingkan rencana awal.

“Ada sekitar 200 orang yang akan ikut PENAS dari perwakilan Aceh. Awalnya target peserta dari Aceh (provinsi dan kabupaten termasuk KTNA) sekitar 750 orang tetapi karena terkendala teknis seperti biaya, waktu, tiket yang mahal dan lainnya, jumlah peserta yang ikut jauh berkurang,” ujar Azan.

Meninjau Gudang Ekspor hingga Pertanian Terintegrasi

Rangkaian kunjungan diawali dengan sarapan bersama di kantor Trans Continent. Dalam suasana santai, Ismail Rasyid memaparkan perjalanan bisnis yang dibangunnya di Gorontalo sebelum mengajak rombongan melihat langsung berbagai fasilitas perusahaan.

Salah satu lokasi yang dikunjungi ialah gudang logistik berkapasitas besar yang digunakan sebagai pusat penyimpanan berbagai komoditas sebelum dipasarkan ke luar negeri.

Di hadapan rombongan, Ismail mengungkapkan bahwa perusahaan masih terus menjalankan aktivitas ekspor.

“Insya Allah tanggal 23 Juni nanti kita kembali akan melakukan ekspor ke Cina,” ujarnya.

Selain gudang ekspor, rombongan juga diajak mengunjungi kawasan perkebunan kelapa, lahan hijauan pakan ternak, hingga areal pertanian yang baru selesai dipanen.

Menurut Ismail, kawasan pertanian seluas sekitar 20 hektare itu dikelola secara fleksibel dengan berbagai jenis komoditas yang disesuaikan dengan kebutuhan pasar.

“Luas lahan ada sekitar 20 ha semua dengan berbagai macam komoditi yang akan diusahakan tergantung dengan minat pasar dan yang menguntungkan,” jelasnya.

Integrasi Pertanian dan Peternakan

Kawasan tersebut tidak hanya mengembangkan sektor tanaman pangan dan perkebunan, tetapi juga mengintegrasikan peternakan sapi dengan sistem penyediaan pakan mandiri.

Rombongan meninjau kandang modern yang dirancang mampu menampung hingga 500 ekor sapi. Meski pembangunan masih dalam tahap penyelesaian, fasilitas tersebut dipersiapkan sebagai bagian dari sistem usaha terpadu yang menghubungkan pertanian, peternakan, hingga perikanan.

Azanuddin menilai konsep tersebut dapat menjadi referensi bagi pengembangan sektor pertanian di Aceh karena menggabungkan berbagai subsektor dalam satu kawasan usaha.

Bangga Banyak Putra Aceh Terlibat

Hal lain yang menarik perhatian rombongan adalah banyaknya tenaga kerja asal Aceh yang bekerja di perusahaan tersebut. Kondisi itu membuat suasana kekeluargaan terasa selama kunjungan berlangsung.

“Kami merasa berada di Aceh ketika dijamu oleh bg Ismail Rasyid. Banyak pekerja juga yang dari Aceh untuk membantu usaha CEO Trans Continent ini,” ungkap Azanuddin.

Menurutnya, keberhasilan Ismail Rasyid membangun usaha di luar daerah menjadi inspirasi bagi masyarakat Aceh untuk terus berinovasi dan tidak mudah menyerah.

“Daya juang sahabat kita ini sangat luar biasa dan pantang menyerah. Sebagai sahabat dan kawan sekampung dari Aceh, tentu kita bangga ada sahabat kita yang sukses di kampung orang,” katanya.

Dorong Investasi untuk Aceh

Dalam kesempatan itu, Azanuddin juga mengajak Ismail Rasyid untuk ikut berkontribusi membangun perekonomian Aceh melalui investasi maupun transfer pengalaman dalam mengembangkan sektor pertanian dan agribisnis.

“Mari kita bangun kampung agar banyak terbuka lapangan kerja dan ekonomi masyarakat dapat naik dan terangkat kembali terutama pasca bencana. Telurkan konsep dan kemampuan kepada para pihak di Aceh agar kita cepat bangkit kembali,” ajaknya.

Menanggapi hal tersebut, Ismail Rasyid menyatakan komitmennya untuk terus mengembangkan usaha dengan tetap mematuhi regulasi serta menjalin hubungan baik dengan masyarakat di setiap daerah tempat usahanya beroperasi.

“Insya Allah kita semua usaha mengikuti aturan yang berlaku. Selain itu dukungan masyarakat lokal sangat penting demi kemajuan usaha kita. Mereka menjadi faktor penting dalam jalannya usaha kita,” ujarnya.

Ia juga memastikan tetap memiliki komitmen untuk berkontribusi bagi pembangunan daerah asalnya.

“Terkait untuk membangun kembali Aceh, Insya Allah kita akan tetap membantu membangun Aceh sesuai dengan kemampuan kita,” pungkasnya.

UIN Ar-Raniry dan Kementerian P2MI Perkuat Kolaborasi Pelindungan Pekerja Migran

0

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh dan Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) bertekad memperkuat penempatan dan pelindungan pekerja migran Indonesia melalui pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi.

“Rencana kerja sama ini menjadi bagian dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi. Selama ini dosen dan mahasiswa UIN Ar-Raniry juga telah melakukan pengabdian internasional dengan mendampingi anak-anak pekerja migran Indonesia di Malaysia dan Thailand,” kata Rektor UIN Ar-Raniry Prof Dr Mujiburrahman, di Darussalam, Sabtu.

Ia menjelaskan rencana kerja sama itu disampaikan saat kunjungan Kepala Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Aceh, Siti Rolijah ke UIN Ar Raniry, Banda Aceh.

Ia mengatakan rencana penandatanganan nota kesepahaman antara Kementerian P2MI/Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) dan UIN Ar-Raniry Banda Aceh sebagai landasan kerja sama dalam bidang pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta peningkatan kapasitas calon pekerja migran Indonesia.

“Kami menyambut baik rencana kolaborasi tersebut, karena sejalan dengan mandat perguruan tinggi dalam menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi,” katanya.

Menurut dia, program pendampingan tersebut melibatkan sejumlah fakultas, di antaranya Fakultas Psikologi serta Fakultas Tarbiyah dan Keguruan, dengan dukungan perwakilan diplomatik Indonesia di negara tujuan.

Ia berharap nota kesepahaman yang tengah disiapkan dapat menjadi payung hukum bagi pelaksanaan berbagai program bersama.

UIN Ar-Raniry juga menawarkan sejumlah potensi kolaborasi, mulai dari pelatihan bahasa asing hingga sertifikasi kompetensi bagi calon pekerja migran. Saat ini kampus UIN Ar-Raniry Banda Aceh mengembangkan pelatihan bahasa Jepang, Turki, Arab, dan Inggris melalui pusat pengembangan bahasa.

Selain itu, UIN Ar-Raniry telah memiliki Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) yang berlisensi Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) untuk mendukung peningkatan kompetensi mahasiswa dan alumni.

Sementara itu, Kepala BP3MI Aceh Siti Rolijah mengatakan kerja sama dengan perguruan tinggi menjadi bagian dari strategi pemerintah untuk meningkatkan kualitas dan daya saing pekerja migran Indonesia.

Menurut dia, UIN Ar-Raniry memiliki potensi besar untuk terlibat dalam program peningkatan kapasitas calon pekerja migran melalui pelatihan bahasa, sertifikasi kompetensi, maupun pembekalan lintas budaya sebelum bekerja di luar negeri.

BP3MI Aceh juga menawarkan kolaborasi dalam program sosialisasi peluang kerja luar negeri yang aman kepada mahasiswa dan calon alumni.

Dalam waktu dekat, pihaknya dijadwalkan memberikan sosialisasi kepada ribuan calon wisudawan UIN Ar-Raniry terkait prosedur bekerja di luar negeri secara legal dan aman.

Safwandi Resmikan Salem Cup II 2026, Ajang Pembinaan Talenta Sepak Bola Aceh Jaya

0
Bupati Aceh Jaya, Safwandi, secara resmi membuka Open Turnamen Sepak Bola Salem Cup II Tahun 2026 yang digelar di Stadion Mini Padang Kleng, Kecamatan Teunom, pada Kamis (18/6/2026). (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.ID | CALANG – Bupati Aceh Jaya, Safwandi, secara resmi membuka Open Turnamen Sepak Bola Salem Cup II Tahun 2026 yang digelar di Stadion Mini Padang Kleng, Kecamatan Teunom, pada Kamis (18/6/2026).

Acara pembukaan turnamen tersebut turut dihadiri sejumlah unsur pimpinan daerah, di antaranya Wakil Ketua DPRK Aceh Jaya Irwanto NP, Anggota DPRK Aceh Jaya H. Dasril, Sekretaris Daerah Aceh Jaya H. Masri, Kepala Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Pemuda dan Olahraga (Disparekrafpora) Aceh Jaya Fahmi, Ketua KONI Aceh Jaya Muslim HS, Sekretaris Jenderal PSSI Aceh Jaya Juanda, unsur Forkopimcam Teunom, serta Keuchik dan perangkat Gampong Padang Kleng.

Turnamen Salem Cup II 2026 ini diikuti oleh 16 tim yang akan saling bersaing memperebutkan total hadiah sebesar Rp100 juta.

Dalam sambutannya, Safwandi menyampaikan apresiasi kepada panitia serta masyarakat yang telah berperan dalam menyukseskan penyelenggaraan turnamen tersebut. Ia menegaskan bahwa ajang olahraga seperti Salem Cup tidak hanya menjadi sarana kompetisi, tetapi juga wadah untuk mempererat silaturahmi dan membangun semangat kebersamaan di tengah masyarakat.

Ia juga berharap turnamen ini dapat menjadi ruang lahirnya bibit-bibit pesepak bola potensial yang nantinya mampu mengharumkan nama Aceh Jaya di tingkat yang lebih tinggi.

“Melalui turnamen ini, kita berharap muncul pemain-pemain berbakat yang dapat dibina secara berkelanjutan untuk memperkuat sepak bola Aceh Jaya di masa mendatang,” ujarnya.

Selain sebagai ajang pembinaan atlet, pelaksanaan Salem Cup II 2026 juga diharapkan mampu menggerakkan aktivitas ekonomi masyarakat sekitar, seiring meningkatnya kunjungan penonton dan peserta selama kompetisi berlangsung.

Turnamen yang berlangsung di Stadion Mini Padang Kleng tersebut dijadwalkan akan digelar selama beberapa pekan ke depan hingga menghasilkan tim terbaik sebagai juara Salem Cup II Tahun 2026.

KemenPU Bangun Jembatan Permanen di Jalur Sumatera-Aceh untuk Percepat Pemulihan Pascabencana

0
KemenPU Bangun Jembatan Permanen di Jalur Sumatera-Aceh untuk Percepat Pemulihan Pascabencana. (Foto: kemenpu)

NUKILAN.ID | JAKARTA – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mengambil langkah percepatan dalam penanganan infrastruktur pascabencana dengan langsung membangun jembatan permanen di jalur strategis penghubung Sumatera dan Aceh. Kebijakan tersebut dilakukan tanpa menunggu tahapan rehabilitasi dan rekonstruksi selesai sepenuhnya.

Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo, mengatakan keputusan itu diambil setelah mempertimbangkan pentingnya jalur tersebut sebagai urat nadi distribusi logistik nasional. Menurutnya, infrastruktur darurat yang biasanya dibangun saat masa tanggap darurat memiliki keterbatasan kapasitas dan tidak dirancang untuk digunakan dalam jangka panjang.

“Pada saat tanggap darurat, yang kita bangun itu kan bersifat darurat, sementara waktu. Kemudian, misalnya, jembatan darurat yang kita bangun itu tidak akan bertahan lama karena yang melintas merupakan kendaraan besar, meskipun sudah kita batasi maksimal 20 ton. Jadi tidak mungkin (dibatasi),” kata Dody dalam keterangannya, Minggu (21/6/2026).

Ia menjelaskan, jalur lintas Medan-Aceh merupakan rute vital yang digunakan untuk distribusi berbagai kebutuhan pokok dan industri, mulai dari bahan bakar minyak (BBM), semen, hingga logistik lainnya. Karena itu, pembangunan jembatan permanen dinilai menjadi langkah yang lebih tepat untuk menjamin kelancaran mobilitas barang dan jasa.

“Belum lagi ini merupakan jalur lintas Medan-Aceh, ada angkutan BBM, logistik, semen, dan lain-lain. Jadi kemudian saya memberanikan diri, walaupun sebetulnya waktu itu belum boleh. Seharusnya saya masuk ke tahap rehabilitasi dan rekonstruksi, tetapi langsung membangun jembatan permanennya,” tambahnya.

Pernyataan tersebut disampaikan Dody dalam acara InfraTalk yang berlangsung di Auditorium Kementerian PU, Jakarta, pada Jumat (19/6/2026).

Menurut Dody, pekerjaan fisik pembangunan di lapangan telah berjalan sehingga serapan anggaran dapat berlangsung lebih cepat. Kendati demikian, proses pembayaran kepada pelaksana proyek tetap mengikuti mekanisme yang berlaku dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

“Jadi karena di PU ini banyak pekerjaan yang sudah bersifat permanen, sehingga penyerapan anggarannya bisa berlangsung lebih cepat,” ujarnya.

Selain pembangunan infrastruktur permanen, Kementerian PU juga terus melaksanakan program padat karya di sejumlah wilayah terdampak bencana di Sumatera. Program tersebut difokuskan pada pembersihan lumpur yang masih menutupi sejumlah kawasan, terutama di Kabupaten Aceh Tamiang.

“Untuk padat karya di Sumatra itu masih terus berlangsung, terutama untuk pembersihan lumpur. Jadi itu di Ditjen Cipta Karya. Kan masih banyak lumpur, terutama di daerah Aceh Tamiang. Semua lokasi akan kita bersihkan dari lumpur,” ungkapnya.

Hingga Juni 2026, Kementerian PU mencatat rehabilitasi dan rekonstruksi rumah hunian telah mencapai 1.544 unit atau sekitar 83 persen dari target 1.866 unit yang tersebar di 18 lokasi. Selain itu, pembersihan fasilitas umum, kawasan permukiman, serta relokasi puskesmas telah diselesaikan seluruhnya.

Di sektor sumber daya air, pemerintah telah menangani dua embung yang terdampak bencana, memperbaiki 178 Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM), dan membangun 70 sumur bor dangkal. Sementara pada sektor konektivitas, sebanyak 107 ruas jalan nasional dan 43 jembatan terdampak telah ditangani.

Adapun pada sektor sanitasi dan persampahan, pemerintah telah menyelesaikan penanganan terhadap 15 Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) serta 12 Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja (IPLT).

Komitmen pemerintah dalam mempercepat pemulihan pascabencana juga diperkuat melalui dukungan anggaran yang telah disetujui Presiden Prabowo Subianto. Untuk mendukung proses rehabilitasi dan rekonstruksi, pemerintah mengalokasikan anggaran pemulihan pascabencana sebesar Rp100,1 triliun untuk periode tiga tahun.