Beranda blog Halaman 41

Wagub Aceh Dampingi Menko Polkam Resmikan 104 Hunian Tetap Korban Bencana di Aceh Utara

0
Wagub Aceh Dampingi Menko Polkam Resmikan 104 Hunian Tetap Korban Bencana di Aceh Utara. (Foto: HUMAS ACEH)

NUKILAN.ID | ACEH UTARA — Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah, mendampingi Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Republik Indonesia, Djamari Chaniago, meresmikan hunian tetap bagi masyarakat terdampak bencana hidrometeorologi di Desa Kuala Cangkoy, Kecamatan Lapang, Kabupaten Aceh Utara, Sabtu (14/3/2026).

Sebanyak 104 unit rumah yang dibangun tersebut merupakan bantuan dari Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan RI sebagai bagian dari upaya pemulihan dan rehabilitasi pascabencana yang sempat melanda wilayah itu.

Peresmian turut dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), di antaranya Pangdam Iskandar Muda, Kapolda Aceh, Bupati Aceh Utara, Danrem 011/Lilawangsa, Dandim 0103/Aceh Utara, Kapolres Aceh Utara, serta Kepala Badan Penanggulangan Bencana Kabupaten Aceh Utara. Sejumlah tokoh masyarakat dan tokoh agama juga hadir menyaksikan penyerahan hunian kepada warga.

Rangkaian kegiatan diawali dengan peninjauan langsung ke lokasi hunian tetap yang telah selesai dibangun. Deretan rumah tampak tertata rapi dan siap ditempati oleh para penerima manfaat. Di kawasan tersebut juga tersedia satu unit mushalla untuk mendukung aktivitas ibadah dan kegiatan keagamaan warga.

Selanjutnya, Menteri secara simbolis menyerahkan kunci rumah kepada perwakilan warga. Prosesi dilanjutkan dengan penandatanganan prasasti peresmian yang disaksikan oleh Wakil Gubernur Aceh, jajaran Forkopimda, dan masyarakat setempat.

Dalam sambutannya, Menteri mengajak masyarakat untuk bersyukur atas bantuan yang diberikan pemerintah serta mengingatkan pentingnya menjaga dan merawat hunian tersebut.

“Alhamdulillah pembangunan sudah selesai dan sudah bisa sodara tempati,” kata Menteri.

Selain itu, sebagai bentuk perhatian terhadap kearifan lokal, Menteri juga menyerahkan lima ekor sapi untuk mendukung tradisi meugang, yang menjadi bagian penting dalam menyambut hari raya di Aceh.

Dengan diresmikannya hunian tetap tersebut, para korban bencana yang sebelumnya tinggal di penampungan sementara diharapkan dapat segera menempati rumah yang lebih layak, sehingga kehidupan mereka dapat kembali pulih secara bertahap.

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News

Wagub Aceh Buka Puasa Bersama Warga Matang Drien, Pererat Silaturahmi di Bulan Ramadan

0
Wagub Aceh Buka Puasa Bersama Warga Matang Drien, Pererat Silaturahmi di Bulan Ramadan. (FOTO: HUMAS ACEH)

NUKILAN.ID | Aceh Utara – Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah, menghadiri undangan Bupati Aceh Utara H. Ismail A. Jalil untuk berbuka puasa bersama masyarakat Gampong Matang Drien, Kecamatan Tanah Jambo Aye, Kabupaten Aceh Utara. Kegiatan tersebut berlangsung di Masjid Baitul Ghafur, Sabtu sore (14/3).

Kegiatan buka puasa bersama ini diperkirakan dihadiri lebih dari seribu warga. Sejak sore, masyarakat Gampong Matang Drien dan sekitarnya mulai berdatangan ke masjid untuk mengikuti rangkaian silaturahmi dan buka puasa bersama.

Momentum ini menjadi ajang kebersamaan antara pemerintah daerah dan masyarakat di bulan suci Ramadan, sekaligus mempererat hubungan antara pimpinan daerah dengan warga.

Sebelumnya, Bupati Aceh Utara H. Ismail A. Jalil mengundang Wakil Gubernur Aceh untuk hadir sebagai bagian dari rangkaian kunjungan kerja di wilayah Aceh Utara.

Kunjungan tersebut juga merupakan lanjutan agenda Wakil Gubernur di Kabupaten Aceh Utara setelah sebelumnya mendampingi Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Republik Indonesia dalam peresmian hunian tetap bagi korban bencana di daerah tersebut.

Usai berbuka puasa bersama, kegiatan dilanjutkan dengan salat Magrib berjamaah di Masjid Baitul Ghafur bersama masyarakat yang hadir.

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News

Gubernur Aceh Gelar Buka Puasa Bersama, Santuni Anak Yatim dan Penyandang Disabilitas

0
Gubernur Aceh Gelar Buka Puasa Bersama, Santuni Anak Yatim dan Penyandang Disabilitas. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH — Gubernur Aceh, Muzakir Manaf, menggelar acara buka puasa bersama yang dirangkai dengan penyerahan santunan kepada anak yatim dan penyandang disabilitas di Hotel Hermes Palace, Banda Aceh, Sabtu (14/3/2026).

Kegiatan yang berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kebersamaan itu dihadiri berbagai elemen masyarakat. Sejumlah tokoh yang pernah terlibat dalam Gerakan Aceh Merdeka (GAM), tokoh masyarakat, serta undangan lainnya turut hadir.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur menyerahkan santunan sebagai bentuk kepedulian pemerintah terhadap kelompok yang membutuhkan perhatian khusus, terutama di bulan suci Ramadan.

Ia menegaskan bahwa Ramadan merupakan momentum penting untuk memperkuat kepedulian sosial sekaligus mempererat silaturahmi di tengah masyarakat Aceh.

Menurutnya, kehadiran berbagai elemen masyarakat dalam kegiatan tersebut mencerminkan semangat persatuan serta komitmen bersama dalam membangun Aceh ke arah yang lebih baik.

Acara buka puasa bersama berlangsung khidmat dan penuh kehangatan. Kegiatan itu ditandai dengan doa bersama serta interaksi langsung antara Gubernur dengan anak-anak yatim, penyandang disabilitas, dan para tamu undangan.

Melalui kegiatan yang digelar oleh Partai Aceh, diharapkan semangat kebersamaan dan kepedulian sosial terus tumbuh di tengah masyarakat, khususnya dalam momentum Ramadan.

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News

Gubernur Aceh Gelar Buka Puasa Bersama dan Santuni Anak Yatim serta Penyandang Disabilitas

0
Gubernur Aceh Gelar Buka Puasa Bersama dan Santuni Anak Yatim serta Penyandang Disabilitas. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Gubernur Aceh Muzakir Manaf menggelar kegiatan buka puasa bersama sekaligus memberikan santunan kepada anak yatim dan penyandang disabilitas di Hotel Hermes Palace, Banda Aceh, Sabtu (14/3/2026).

Kegiatan yang berlangsung dalam suasana kebersamaan tersebut dihadiri berbagai elemen masyarakat. Sejumlah tokoh yang pernah terlibat dalam Gerakan Aceh Merdeka (GAM), tokoh masyarakat, serta para undangan lainnya turut hadir dalam acara tersebut.

Dalam kesempatan itu, Gubernur Aceh menyerahkan santunan kepada anak yatim dan penyandang disabilitas sebagai bentuk kepedulian terhadap kelompok yang membutuhkan perhatian, khususnya di bulan suci Ramadan.

Muzakir Manaf menegaskan bahwa Ramadan menjadi momentum penting untuk memperkuat kepedulian sosial sekaligus mempererat silaturahmi di tengah masyarakat Aceh.

Menurutnya, kehadiran berbagai unsur masyarakat dalam kegiatan tersebut mencerminkan semangat persatuan serta komitmen bersama dalam membangun Aceh ke arah yang lebih baik.

Acara buka puasa bersama tersebut berlangsung khidmat dan penuh kehangatan. Kegiatan itu juga diisi dengan doa bersama serta interaksi langsung antara Gubernur Aceh dengan anak-anak yatim, penyandang disabilitas, dan para tamu undangan.

Kegiatan yang digelar oleh Partai Aceh itu diharapkan dapat menumbuhkan semangat kebersamaan serta meningkatkan kepedulian sosial di tengah masyarakat, khususnya selama bulan Ramadan.

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News.

Pertamina Pastikan Stok BBM di Aceh Singkil Aman, Warga Diminta Tidak Berlebihan Membeli

0
Terminal mobil pasokan BBM. (Foto: Ist)

NUKILAN.ID | SINGKIL – Pertamina Patra Niaga Regional Sumatra Bagian Utara (Sumbagut) memastikan distribusi dan ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) di Kabupaten Aceh Singkil dalam kondisi aman. Penyaluran BBM kepada masyarakat disebut tetap berjalan lancar.

Area Manager Communication, Relations & CSR Regional Sumbagut, Fahrougi Andriani Sumampouw, mengatakan antrean kendaraan yang terjadi di sejumlah SPBU dipicu kedatangan mobil tangki pembawa pasokan BBM untuk proses pembongkaran.

“Berdasarkan pemantauan di SPBU 14.237.421, SPBU 14.237.447, dan SPBU 14.237.449, antrean kendaraan terjadi saat mobil tangki yang membawa pasokan BBM tiba di SPBU untuk melakukan proses pembongkaran,” kata Fahrougi, Jumat (13/3/2026).

Ia menjelaskan, saat pasokan BBM tiba, masyarakat yang telah menunggu langsung mengantre untuk mengisi BBM jenis Pertalite dan Biosolar. Meski begitu, pelayanan untuk jenis BBM lain tetap berjalan selama proses pembongkaran berlangsung.

“Selama proses pembongkaran BBM berlangsung, pelayanan untuk produk BBM lainnya seperti Pertamax dan Dexlite tetap tersedia dan dapat dilayani oleh SPBU,” ujar Fahrougi.

Setelah proses pembongkaran dari mobil tangki selesai, penyaluran BBM di SPBU kembali berjalan normal dan masyarakat dapat melakukan pengisian seperti biasa.

“Setelah proses pembongkaran dari mobil tangki selesai dilakukan, penyaluran BBM di SPBU kembali berjalan normal dan masyarakat dapat melakukan pengisian BBM seperti biasa,” ungkapnya.

Menurut Fahrougi, Pertamina terus berkoordinasi dengan lembaga penyalur dan Fuel Terminal agar distribusi BBM ke SPBU tetap lancar. Ia juga mengimbau masyarakat membeli BBM sesuai kebutuhan agar distribusi tetap tertib dan kebutuhan energi warga dapat terpenuhi dengan baik.

“Kami juga mengimbau masyarakat untuk melakukan pembelian BBM sesuai kebutuhan agar proses distribusi dapat berlangsung tertib serta kebutuhan energi masyarakat dapat terpenuhi dengan baik,” jelas Fahrougi.

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News.

Pemerintah Aceh Mulai Cairkan THR ASN, Nilainya Capai Rp205,7 Miliar

0
Ilustrasi THR (Foto: iStockphoto)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Pemerintah Aceh mulai mencairkan Tunjangan Hari Raya (THR) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan pemerintah setempat sejak Jumat (13/3/2026).

Pencairan THR tersebut mencakup Pegawai Negeri Sipil (PNS), Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), serta PPPK paruh waktu.

Mengutip Kompas.com, Gubernur Aceh Muzakir Manaf mengatakan, pencairan THR dilakukan berdasarkan Peraturan Gubernur Aceh Nomor 9 Tahun 2026 tertanggal 12 Maret 2026 tentang Pemberian Tunjangan Hari Raya (THR) dan Gaji Ketiga Belas.

“Sejak 13 Maret 2026, Pemerintah Aceh mulai melakukan proses pencairan atau pembayaran THR kepada ASN di lingkungan Pemerintah Aceh,” kata Mualem dalam keterangan tertulisnya.

Jumlah penerima THR tersebut mencapai 41.410 ASN yang terdiri atas PNS, PPPK, dan PPPK paruh waktu.

Secara keseluruhan, dana THR yang disalurkan diperkirakan mencapai Rp205.755.392.114. Anggaran itu bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Aceh (APBA) Tahun Anggaran 2026.

Menurut Mualem, pencairan THR ini merupakan bentuk perhatian pemerintah terhadap kesejahteraan ASN, terutama dalam menyambut bulan suci Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri.

Ia berharap THR tersebut dapat membantu ASN memenuhi kebutuhan selama Ramadhan hingga menjelang Idul Fitri bersama keluarga.

Selain itu, Mualem juga menilai pencairan dana THR berpotensi memberi dampak positif terhadap perekonomian daerah karena meningkatnya aktivitas belanja masyarakat.

“Dengan mulai cairnya THR ini kita berharap tidak hanya membantu kebutuhan ASN dalam menyambut Ramadhan dan Idul Fitri, tetapi juga dapat mendorong perputaran ekonomi masyarakat,” tuturnya.

“Aktivitas belanja tentu akan meningkat sehingga memberikan dampak positif bagi pelaku usaha dan perekonomian daerah,” ujarnya.

Mualem juga mengimbau seluruh ASN di lingkungan Pemerintah Aceh agar memanfaatkan THR secara bijak, terutama untuk memenuhi kebutuhan pokok, sekaligus memperbanyak berbagi kepada sesama selama bulan suci Ramadhan.

“Pemerintah Aceh berharap penyaluran THR tersebut dapat membawa berkah bagi masyarakat serta memperkuat daya beli masyarakat menjelang Hari Raya Idul Fitri,” tuturnya.

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News.

Belum Miliki SLHS, Lima Dapur SPPG di Aceh Singkil Dihentikan Sementara oleh BGN

0
Ilustrasi dapur sppg (Foto: RRI)

NUKILAN.ID | SINGKIL – Sebanyak lima dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Aceh Singkil, Aceh, dihentikan sementara operasionalnya.

Penghentian itu disebut berdasarkan perintah dari Badan Gizi Nasional (BGN) karena dapur-dapur tersebut diduga belum memiliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS). Selain itu, dapur tersebut juga disebut belum mendaftarkan Inspeksi Kesehatan Lingkungan (IKL) sebagai syarat penerbitan SLHS melalui Dinas Kesehatan Kabupaten Aceh Singkil.

Mengutip RRI, Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Aceh Singkil, Mursal, membenarkan masih ada sejumlah dapur SPPG di daerah itu yang belum mengajukan proses IKL untuk pengurusan SLHS.

Kondisi itu, kata dia, berujung pada penghentian sementara operasional oleh BGN karena dapur SPPG tersebut dinilai belum memenuhi persyaratan administrasi dan teknis.

“Dari 17 dapur SPPG yang tersebar di Kabupaten Aceh Singkil, ada 5 dapur yang masih belum mengajukan IKL untuk pengurusan SLHS,” sebut Mursal, Jum’at, 13 Maret 2026.

Mursal menjelaskan, dari total 17 dapur SPPG di Aceh Singkil, sebanyak 12 dapur lainnya memiliki kondisi berbeda. Dua dapur disebut belum beroperasi, delapan dapur masih dalam tahap pengurusan IKL, dan baru dua dapur yang telah mengantongi SLHS.

Menurut dia, kepemilikan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi menjadi syarat penting yang wajib dipenuhi oleh setiap dapur SPPG sesuai aturan Kementerian Kesehatan.

Karena itu, ia mengimbau seluruh pengelola dapur SPPG agar segera melengkapi berbagai persyaratan yang dibutuhkan dalam proses pengurusan SLHS beserta dokumen pendukung lainnya.

” Diantaranya kelengkapan sarana pendukung seperti Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL),”tambah Mursal.

Berdasarkan surat dari Badan Gizi Nasional tentang penertiban tata kelola penyelenggaraan program makan bergizi gratis tahun 2026, lima dapur SPPG yang dihentikan sementara itu berada di beberapa wilayah di Aceh Singkil.

Kelima dapur tersebut masing-masing berada di Desa Bukit Harapan, Lae Butar, dan Gunung Lagan di Kecamatan Gunung Meriah, kemudian di Pulo Sarok, Kecamatan Singkil, serta di Pulau Balai, Kecamatan Pulau Banyak.

Sementara itu, hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak terkait mengenai alasan dapur-dapur tersebut belum mendaftarkan IKL untuk proses penerbitan SLHS.

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News.

DPRK Desak Pemko Banda Aceh Segera Cairkan THR ASN Jelang Idul Fitri

0
Anggota DPRK Banda Aceh, Ismawardi (Foto: Humas DPRK)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Anggota DPRK Banda Aceh, Ismawardi, meminta Pemerintah Kota (Pemko) Banda Aceh segera mencairkan Tunjangan Hari Raya (THR) bagi aparatur sipil negara (ASN), baik Pegawai Negeri Sipil (PNS) maupun Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah.

Menurut Ismawardi, pencairan THR tepat waktu sangat penting agar para pegawai dapat memenuhi kebutuhan keluarga sekaligus mendorong perputaran ekonomi masyarakat.

“THR ini sangat dinantikan para ASN baik PNS maupun PPPK. Kami berharap Pemko Banda Aceh dapat segera mencairkannya semunya agar para pegawai bisa mempersiapkan kebutuhan Lebaran bersama keluarga,” kata Ismawardi.

Ia menyebutkan, jumlah PNS di lingkungan Pemerintah Kota Banda Aceh mencapai 3.577 orang, sementara PPPK sebanyak 2.223 orang. Dengan demikian, total penerima THR di lingkungan Pemko Banda Aceh mencapai 5.832 aparatur.

Ismawardi berharap proses pencairan THR dapat dilakukan secepatnya agar hak para pegawai dapat diterima tepat waktu.

“Selain membantu kebutuhan ASN, perputaran uang dari THR ini juga akan berdampak positif bagi ekonomi masyarakat, khususnya pelaku usaha kecil menjelang Lebaran,” ujarnya.

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News

Nelayan Asal Pulo Aceh Dilaporkan Terdampar di Sri Lanka

0
Sadiqin, nelayan Pulo Aceh, Kabupaten Aceh Besar. (FOTO: Panglima Laot Aceh)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Lembaga adat laut Panglima Laot Aceh melaporkan seorang nelayan asal Pulo Aceh, Kabupaten Aceh Besar, terdampar di Sri Lanka setelah perahu motor yang ditumpanginya mengalami kerusakan mesin di Samudera Hindia.

Mengutip ANTARA, Panglima Laot Aceh Miftah Tjut Adek mengatakan, nelayan tersebut bernama Sadiqin, warga Meulingge, Kecamatan Pulo Aceh, Kabupaten Aceh Besar.

“Sebelumnya, nelayan Pulo Aceh itu dilaporkan hilang pada 1 Februari 2026. Saat itu, Sadiqin melaut menggunakan perahu motor yang biasa disebut bot teptep,” kata Miftah Tjut Adek di Banda Aceh, Jumat (13/3/2026).

Berdasarkan informasi yang diterima, perahu motor yang digunakan Sadiqin mengalami kerusakan mesin sehingga hanyut dan terbawa arus Samudera Hindia hingga ke Sri Lanka.

Setelah ditemukan, Sadiqin dilaporkan dievakuasi dan mendapat penanganan di rumah sakit di negara tersebut. Saat ini, ia berada di sebuah rumah sakit yang berjarak sekitar dua jam dari Kolombo, Sri Lanka.

Panglima Laot Aceh, lanjut Miftah, segera berkoordinasi dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Sri Lanka terkait informasi keberadaan nelayan asal Pulo Aceh tersebut.

Selain itu, Panglima Laot Aceh juga telah melaporkan peristiwa tersebut kepada Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Pangkalan Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Lampulo.

“Kami juga sudah melaporkan kejadian ini ke Dinas Kelautan Perikanan Aceh terkait tindak lanjut penanganan nelayan Pulo Aceh yang hanyut tersebut yang kini berada di Kolombo. Kami juga mengupayakan pemulangannya,” kata Miftah Tjut Adek.

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News.

Tips Persiapan Keselamatan Berkendara Saat Mudik Lebaran

0
Suasana terminal di Banda Aceh pada momen mudik Lebaran Idulfitri. [Foto: dok Dishub Aceh]

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Mudik Lebaran menjadi salah satu tradisi yang dinantikan banyak masyarakat untuk kembali ke kampung halaman dan berkumpul bersama keluarga, saudara, maupun sahabat. Tingginya mobilitas kendaraan, baik angkutan umum maupun kendaraan pribadi, membuat persiapan perjalanan menjadi hal yang sangat penting agar mudik dapat berlangsung dengan sehat, selamat, aman, dan nyaman.

Pemerintah bersama masyarakat juga memiliki kepentingan untuk memastikan arus mudik pada libur Idul Fitri 2026 berjalan dengan baik. Salah satu upaya yang perlu dilakukan adalah meminimalkan potensi kecelakaan lalu lintas melalui persiapan yang matang sebelum melakukan perjalanan.

Dalam hal ini, pengemudi memegang peran besar terhadap keselamatan diri sendiri, penumpang, serta pengguna jalan lainnya. Oleh karena itu, terdapat beberapa hal penting yang perlu diperhatikan sebelum berkendara saat mudik.

Kondisi Pengemudi

Kondisi Psikologis
Kondisi mental dan emosional pengemudi sangat memengaruhi konsentrasi serta kemampuan mengambil keputusan di jalan. Emosi yang tidak stabil, seperti stres, marah, atau bahkan terlalu gembira, dapat menurunkan kewaspadaan dan meningkatkan risiko kecelakaan.

Kondisi Fisik
Pengemudi juga perlu memastikan kondisi fisiknya dalam keadaan prima. Penglihatan, pendengaran, dan kebugaran tubuh harus diperhatikan agar dapat merespons situasi di jalan dengan cepat dan tepat. Kelelahan, gangguan penglihatan, atau masalah pendengaran dapat menghambat kemampuan pengemudi dalam mengantisipasi potensi bahaya.

Karakter Pengemudi

Safety Driving (Berkendara Aman)
Perilaku berkendara yang aman dan patuh terhadap aturan lalu lintas sangat berperan dalam mencegah kecelakaan. Pengemudi perlu menjaga disiplin saat berkendara, memperhatikan batas kecepatan, memahami rute perjalanan, mengantisipasi kondisi cuaca, serta menghindari penggunaan ponsel selama mengemudi.

Defensive Driving (Berkendara dengan Waspada)
Selain itu, pengemudi juga perlu menerapkan prinsip defensive driving atau berkendara dengan penuh kewaspadaan. Hal ini dapat dilakukan dengan menjaga jarak aman dengan kendaraan lain, memperhatikan perilaku pengguna jalan di sekitar, serta selalu siap menghadapi kondisi tak terduga di jalan raya.

Kondisi Kendaraan

Memeriksa Kendaraan Sebelum Berkendara
Sebelum memulai perjalanan mudik, pengemudi disarankan untuk memeriksa kondisi kendaraan secara menyeluruh. Beberapa komponen penting yang perlu diperiksa antara lain rem, lampu kendaraan, tekanan ban, level oli, serta bahan bakar. Pemeriksaan ini penting untuk memastikan kendaraan dalam kondisi layak jalan.

Mempertahankan Kendaraan dalam Kondisi Prima
Perawatan kendaraan secara berkala juga sangat diperlukan agar kendaraan tetap berfungsi optimal. Penggantian suku cadang yang sudah aus, pengecekan sistem kelistrikan, serta servis rutin dapat membantu mencegah terjadinya gangguan teknis selama perjalanan.

Mengutamakan keselamatan saat mudik Lebaran bukan hanya tentang mencapai tujuan dengan selamat, tetapi juga memastikan perjalanan berlangsung nyaman tanpa risiko kecelakaan maupun kerugian materi. Dengan memperhatikan kondisi pengemudi, karakter berkendara, serta kelayakan kendaraan, setiap orang dapat berkontribusi menciptakan perjalanan mudik yang lebih aman.

Pada akhirnya, keselamatan di jalan harus menjadi prioritas utama. Lebih baik menempuh perjalanan dengan kecepatan yang wajar dan tiba dengan selamat, sehingga momen berkumpul bersama keluarga di Hari Raya Idul Fitri dapat dirasakan dengan penuh kebahagiaan dan keberkahan. (XRQ)

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News.