Beranda blog Halaman 404

Calon Haji Asal Pidie Meninggal di Makkah

0
Calon Haji Asal Pidie Meninggal di Makkah. (Foto: ANTARA)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Kabar duka datang dari Tanah Suci. Seorang calon haji (calhaj) asal Aceh, Rusli Sulaiman, wafat di Makkah, Arab Saudi, pada Senin (27/5) pukul 13.30 waktu setempat. Ia tergabung dalam Kelompok Terbang (Kloter) BTJ-08 Embarkasi Aceh.

“Innalillahi wainna ilaihi raajiun, telah meninggal dunia salah seorang jamaah Kloter 8 atas nama Rusli Sulaiman pada jam 13.30 WAS,” ujar Ketua Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Aceh, Azhari, di Banda Aceh, Selasa (27/5/2025).

Meninggal Karena Gangguan Jantung

Menurut laporan tertulis dari Ketua Kloter 8, Zarkasyi, yang disampaikan melalui aplikasi pesan daring, administrasi kematian almarhum langsung ditangani begitu kabar duka diterima oleh petugas haji di Arab Saudi.

“Untuk kelengkapannya surat sedang dalam pengurusan,” kata Azhari.

Berdasarkan sertifikat kematian (Certificate of Death/CoD), almarhum Rusli didiagnosis mengalami syok kardiogenik akibat penyakit jantung iskemik kronis. Selain itu, ia juga memiliki riwayat penyakit gula (diabetes melitus tipe 2) dan hipertensi.

“Semoga almarhum diampuni segala dosa-dosanya, dan ditempatkan di sisi-Nya bersama anbiya dan shalihin,” ucap Azhari lirih.

Jenazah Disalatkan di Masjidil Haram

Sebagaimana diinformasikan oleh Ketua Kloter 8, jenazah almarhum saat ini sedang dalam proses penanganan di Rumah Sakit An Nur, Makkah. Setelah itu, shalat jenazah akan dilaksanakan di Masjidil Haram usai Salat Maghrib.

“Saat ini dalam proses pengurusan jenazah di Rumah Sakit An Nur dan dishalatkan di Masjidil Haram maghrib nanti,” kata Azhari.

Sebelumnya, seorang jamaah haji asal Aceh juga dilaporkan meninggal dunia di RS Madinah. Dengan wafatnya Rusli Sulaiman, maka jumlah calhaj asal Aceh yang berpulang selama musim haji 2025 pun kembali bertambah.

Editor: Akil

Lansia Meninggal di Kebun, BPBD Aceh Besar Lakukan Evakuasi Tengah Malam

0
Petugas BPBD Aceh Besar Pos Lamteuba, bersama masyarakat mengevakuasi korban, di area perkebunan Gampong Lambada, Kemukiman Lamteuba, Kecamatan Seulimum, Kabupaten Aceh Besar (Foto: BPBD Aceh Besar)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Besar mengevakuasi seorang warga lanjut usia yang ditemukan meninggal dunia di kawasan perkebunan Gampong Lambada, Kemukiman Lamteuba, Kecamatan Seulimum, Kabupaten Aceh Besar, Selasa (27/5/2025) dini hari.

Korban, yang diketahui bernama Abdul Hadi, berprofesi sebagai petani dan dilaporkan hilang oleh keluarganya karena tidak kunjung pulang setelah pergi ke kebun sejak pagi. Rasa cemas keluarga pun memuncak saat waktu terus berjalan tanpa kabar dari Abdul Hadi. Mereka kemudian melapor ke masyarakat dan petugas Pos Pemadam BPBD di Lamteuba sekitar pukul 21.18 WIB.

Begitu menerima laporan tersebut, petugas BPBD Aceh Besar langsung bergerak cepat menuju lokasi. Bersama warga, mereka memulai pencarian di area kebun yang gelap gulita.

Tiga Jam Pencarian di Tengah Gelap

Petugas dan warga menyisir kebun dengan bantuan senter. Setelah lebih dari tiga jam pencarian, sekitar pukul 00.30 WIB dini hari, korban akhirnya ditemukan. Sayangnya, Abdul Hadi sudah dalam kondisi tidak bernyawa.

Tanpa menunggu lama, tim gabungan segera mengevakuasi jenazah menggunakan ambulans milik Puskesmas Pembantu Lamteuba untuk dibawa ke rumah duka.

Proses Evakuasi Berjalan Lancar

“Begitu menerima laporan, petugas kami langsung menuju lokasi dan melakukan pencarian bersama warga. Setelah lebih dari tiga jam pencarian, korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada pukul 00.30 WIB dini hari dan langsung dievakuasi ke rumah duka menggunakan ambulans Puskesmas Pembantu Lamteuba,” kata Kepala Pelaksana BPBD Aceh Besar, Ridwan Jamil di Lambaro, Selasa.

Lebih lanjut, Ridwan mengapresiasi kolaborasi antara petugas dan warga dalam proses evakuasi tersebut.

“BPBD Aceh Besar selalu siap dan sigap dalam melakukan tugas-tugas kemanusiaan, termasuk evakuasi warga dalam kondisi darurat. Kami menyampaikan terima kasih kepada masyarakat yang turut membantu proses pencarian dan evakuasi,” ujarnya.

Imbauan untuk Waspada

Kejadian ini menjadi pengingat bagi masyarakat untuk lebih memperhatikan keselamatan anggota keluarga, khususnya warga lanjut usia yang masih aktif bekerja di lokasi terpencil seperti perkebunan.

“Semoga kejadian ini menjadi pengingat bersama untuk meningkatkan perhatian terhadap keselamatan, terutama bagi orang tua yang masih aktif berkegiatan di luar rumah,” demikian Ridwan Jamil.

Editor: Akil

BKSDA Aceh Evakuasi Orang Utan Terjebak di Perkebunan Sawit

0
Ilustrasi orang utan. (Foto: BBC)

NUKILAN.ID | Banda Aceh – Dua individu orang utan sumatra (Pongo abelii), yakni induk dan anaknya, berhasil dievakuasi oleh Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh bersama mitra dari Yayasan Ekosistem Lestari (YEL). Kedua satwa langka itu sebelumnya ditemukan terisolasi di area perkebunan sawit milik warga di Kabupaten Aceh Barat Daya.

Kepala BKSDA Aceh, Ujang Wisnu Barata, mengungkapkan bahwa orang utan yang diselamatkan terdiri dari seekor induk berusia sekitar 20 tahun dan anak jantan berusia lima tahun.

“Induk dan anak orang utan tersebut terisolasi di perkebunan sawit yang masuk kawasan areal penggunaan lain atau APL. Evakuasi dilakukan untuk mencegah interaksi negatif satwa liar dilindungi dengan manusia,” katanya di Banda Aceh, Selasa (27/5/2025).

Berawal dari Laporan Warga

Evakuasi tersebut bermula dari laporan masyarakat Desa Ie Mirah, Kecamatan Babahrot, pada Minggu (25/5), yang melihat keberadaan dua orang utan di tengah-tengah perkebunan sawit.

Menyikapi laporan tersebut, tim BKSDA Aceh bersama YEL segera turun ke lokasi untuk melakukan penyelamatan. Saat tiba di lokasi, tim mendapati induk dan anak orang utan dalam kondisi terjebak di antara hamparan sawit yang minim tutupan pohon hutan.

Beruntung, proses penangkapan berjalan lancar. Setelah dilakukan pemeriksaan awal, kondisi keduanya dinyatakan sehat dan tidak ditemukan luka fisik.

Dipindahkan ke Habitat yang Lebih Aman

Selanjutnya, tim memutuskan untuk mentranslokasi keduanya ke kawasan hutan yang lebih aman. Lokasi baru tersebut memiliki tutupan hutan yang memadai serta sumber pakan alami yang mencukupi.

“Selanjutnya, induk dan anak orang utan tersebut ditranslokasi atau dipindahkan ke habitat yang lebih sesuai dan terproteksi serta memiliki ketersediaan pakan maupun tutupan tegakan hutannya mencukupi,” jelas Ujang.

Orang Utan Sumatra Terancam Punah

Sebagai informasi, orang utan sumatra merupakan salah satu satwa liar yang paling terancam punah di dunia. Spesies ini hanya hidup di Pulau Sumatra dan telah masuk dalam daftar merah International Union for Conservation of Nature (IUCN) dengan status kritis atau critically endangered.

Kerusakan hutan dan alih fungsi lahan menjadi perkebunan sawit menjadi salah satu penyebab utama habitat mereka semakin menyempit.

Imbauan untuk Masyarakat

Ujang juga mengimbau masyarakat agar ikut menjaga kelestarian orang utan dan satwa liar lainnya. Masyarakat diminta tidak merusak hutan, serta tidak melakukan tindakan yang membahayakan satwa dilindungi.

Selain itu, tindakan seperti memasang jerat, memberi racun, atau menggunakan pagar listrik bertegangan tinggi sangat dilarang karena berisiko tinggi menyebabkan kematian satwa.

“Serta tidak menangkap, melukai, membunuh, menyimpan, memiliki, memelihara, mengangkut, dan memperniagakan satwa yang dilindungi dalam keadaan hidup ataupun mati.”

Perlu diketahui, setiap tindakan ilegal terhadap satwa dilindungi dapat dikenakan sanksi pidana sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Editor: AKil

Pemerintah Aceh Luncurkan Layanan Pajak Kendaraan Inklusif

0
Pemerintah Aceh Luncurkan Layanan Pajak Kendaraan Inklusif. (Foto: MC Aceh)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH — Pemerintah Aceh resmi meluncurkan layanan inovatif di UPTD Samsat Aceh, Selasa (27/5/2025), dengan fokus pada kemudahan pembayaran pajak kendaraan serta insentif khusus bagi penyandang disabilitas. Peluncuran ini dipimpin langsung oleh Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah, didampingi Kapolda Aceh Irjen Pol Achmad Kartiko dan Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal, di Anjong Mon Mata, Komplek Meuligoe Gubernur Aceh.

Tiga Layanan Baru Samsat Diperkenalkan

Dalam kesempatan tersebut, Pemerintah Aceh menghadirkan tiga layanan baru yang memanfaatkan pendekatan inovatif. Ketiganya mencakup:

  • Samsat Keliling untuk pembayaran pajak lima tahunan serta perpanjangan atau penggantian STNK,

  • Samsat MPP (Mal Pelayanan Publik) dengan layanan serupa, dan

  • Samsat Drive Thru yang ditujukan untuk kendaraan roda empat.

Layanan ini diharapkan mampu menjangkau lebih banyak masyarakat secara efisien, terutama mereka yang tinggal jauh dari pusat kota.

Disabilitas Dapat Insentif Khusus

Selain kemudahan layanan, Pemerintah Aceh juga memberikan perhatian khusus kepada penyandang disabilitas. Dalam skema baru ini, mereka akan menerima penghapusan denda pajak 100 persen dan diskon pajak kendaraan bermotor sebesar 50 persen.

Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah, dalam sambutannya menyampaikan harapan agar inovasi ini dapat memudahkan seluruh lapisan masyarakat untuk memenuhi kewajiban pajak.

“Dengan diluncurkan sejumlah layanan baru yang inovatif itu dapat memudahkan seluruh masyarakat Aceh untuk membayar pajak kendaraan bermotor,” kata Fadhlullah.

Pajak Sebagai Pilar Pendapatan Aceh

Lebih lanjut, Fadhlullah menekankan bahwa pajak kendaraan bermotor merupakan salah satu sumber penting bagi pendapatan daerah.

“Oleh sebab itu, kami apresiasi kerja Dirlantas Polda Aceh dan seluruh jajaran Samsat Aceh dalam mengutip pajak kendaraan yang nantinya juga akan dimanfaatkan untuk masyarakat,” ujarnya.

Meski begitu, ia mengakui bahwa sebagian besar pendapatan Aceh — sekitar 70 persen — masih berasal dari transfer pemerintah pusat. Untuk mengatasi ketergantungan tersebut, Pemerintah Aceh kini terus mendorong masuknya investasi ke daerah.

“Hari hari kami terus terima kunjungan investor dari dalam maupun luar negeri untuk menjajaki kerjasama, kita terbuka agar Aceh punya pendapatan baru,” tambahnya.

Kapolda: Samsat Harus Berkontribusi pada Keselamatan

Kapolda Aceh, Irjen Pol Achmad Kartiko, juga memberikan apresiasi terhadap langkah Pemerintah Aceh. Menurutnya, kehadiran layanan berbasis digital ini sangat penting dalam memastikan pelayanan publik berjalan inklusif.

“Kami kepolisian mendukung dan mengapresiasi tinggi, intinya bagaimana pelayanan prioritas pada masyarakat dan keselamatan bersama,” kata Achmad Kartiko.

Namun, ia juga mengingatkan bahwa peran Samsat tidak semata soal pajak. Menurutnya, instansi tersebut harus turut memastikan kendaraan yang beroperasi di jalan benar-benar dalam kondisi layak.

“Ini kita singgung karena di Aceh laka lantas dalam satu hari mencapai dua nyawa hilang di jalan raya, dengan kondisi jalan yang cukup bagus dan penduduk lima juta jiwa, jumlah tersebut jadi presentase yang cukup tinggi bagi saya,” ujarnya.

Ia menekankan, penyelesaian persoalan kecelakaan lalu lintas bukan hanya tanggung jawab kepolisian. Masalah ini, katanya, kerap muncul akibat kombinasi antara kelalaian pengendara, kondisi kendaraan yang tidak layak, serta minimnya rambu lalu lintas.

“Semua pihak bertanggungjawab menyelesaikan masalah ini,” demikian Irjen Pol Achmad Kartiko.

Editor: Akil

Pemuda Jomblo Resah Harga Emas Masih Tinggi, Ini Pandangan Islam tentang Mahar

0
Ilustrasi mahar pernikahan. (Foto: Freepik)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH — Harga emas di Banda Aceh masih bertahan pada level tinggi. Hingga akhir Mei 2025, harga emas per mayam tercatat sebesar Rp 5.660.000, belum termasuk ongkos pembuatan. Jika dibandingkan dengan periode yang sama pada Mei 2024, terjadi kenaikan sekitar 43,66 persen.

Kenaikan ini tentu menimbulkan keresahan, terutama di kalangan pemuda Aceh yang sedang merencanakan pernikahan. Pasalnya, dalam tradisi masyarakat Aceh, mahar atau maskawin pernikahan umumnya berupa emas.

Tak tanggung-tanggung, jumlah minimalnya berkisar antara tiga hingga lima mayam. Dengan harga saat ini, nominal mahar bisa mencapai puluhan juta rupiah.

Fenomena ini membuat sebagian pemuda merasa terbebani secara finansial. Banyak di antara mereka yang mengurungkan niat menikah karena belum sanggup memenuhi standar mahar tersebut.

Lalu, bagaimana sebenarnya pandangan Islam terkait mahar? Apakah harus berupa emas? Ataukah ada kelonggaran bagi calon pengantin yang belum mampu secara ekonomi?

Untuk menjawab hal itu, Nukilan.id pada Selasa (27/5/2025) menghubungi Ustaz Miswal Saragih. Menurutnya, Islam pada dasarnya tidak mewajibkan emas sebagai bentuk mahar.

“Dalam Islam mahar itu tidak wajib berupa emas. Emas itu hanya istilah untuk pemberian dari calon suami kepada calon istri sebagai bentuk penghormatan dan bukti keseriusan,” ujar Ustaz Miswal.

Ia menambahkan bahwa Islam memberikan ruang kelonggaran bagi calon suami dalam menentukan bentuk mahar, selama didasari oleh niat yang baik dan disepakati kedua belah pihak.

“Jadi Islam memberikan kelonggaran, bahwa mahar itu diberi kelonggaran sesuai kemampuan si calon suami. Yang penting ada niat baik dan kesepakatan dari kedua belah pihak,” sambungnya.

Untuk memperkuat pernyataannya, Ustaz Miswal mengutip salah satu ayat dalam Al-Qur’an, yakni Surah An-Nisa ayat 4, yang secara eksplisit menyebutkan pentingnya mahar sebagai bentuk pemberian yang tulus kepada istri.

وَءَاتُوا۟ ٱلنِّسَآءَ صَدُقَٰتِهِنَّ نِحْلَةً ۚ فَإِن طِبْنَ لَكُمْ عَن شَىْءٍ مِّنْهُ نَفْسًا فَكُلُوهُ هَنِيٓـًٔا مَّرِيٓـًٔا

“Yang artinya, berikanlah mahar kepada wanita yang kamu nikahi sebagai pemberian dengan penuh kerelaan. Kemudian jika mereka menyerahkan kepada kamu sebagian dari mahar itu dengan senang hati, maka ambillah pemberian itu sebagai makanan yang sedap lagi baik akibatnya,” jelas Ustaz Miswal.

Ia pun menegaskan bahwa mahar dalam Islam tidak harus berupa benda berharga seperti emas. Selama ada nilai manfaat dan disepakati kedua belah pihak, maka bentuk mahar bisa beragam.

“Jadi mahar itu bisa berupa uang, juga bisa barang, yang dimana barang ini laku untuk diperdagangkan, atau juga sesuatu yang bermanfaat selama disepakati oleh calon istri,” pungkasnya.

Pernyataan ini menjadi angin segar bagi pasangan muda yang tengah berjuang mempersiapkan pernikahan di tengah lonjakan harga emas. Nilai dalam pernikahan, kata Ustaz Miswal, tak terletak pada mahalnya mahar, tetapi pada keikhlasan, komitmen, dan keharmonisan dalam membangun rumah tangga. (XRQ)

Reporter: Akil

Harga Emas di Banda Aceh Stagnan, Sementara Emas Antam Turun

0
Ilustrasi emas yang diberikan sebagai jeulamee (Foto: Cut Zahri)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Harga emas per mayam di Banda Aceh terpantau stagnan pada Selasa (27/5/2025). Dihimpun Nukilan.id, berdasarkan informasi dari akun Instagram resmi toko emas @bina.nusa, harga emas lokal masih bertahan di angka Rp 5.660.000 per mayam, belum termasuk ongkos pembuatan.

Harga tersebut tak berubah dari hari sebelumnya, Senin (26/5/2025), yang juga mencatat angka yang sama. Adapun ongkos pembuatan emas perhiasan di Banda Aceh bervariasi, yakni berkisar antara Rp 100 ribu hingga Rp 200 ribu, tergantung pada tingkat kerumitannya.

Dengan stabilnya harga lokal ini, masyarakat yang berniat membeli emas sebagai perhiasan atau investasi dalam bentuk mayam belum melihat adanya lonjakan signifikan dalam beberapa hari terakhir.

Emas Antam Justru Melemah

Berbeda dengan harga emas lokal di Banda Aceh yang stagnan, harga emas batangan Antam justru mengalami penurunan. Pada Selasa (27/5/2025), emas Antam 1 gram dibanderol sebesar Rp 1.987.000.

Sementara itu, emas pecahan 0,5 gram dijual seharga Rp 1.046.000. Adapun emas 2 gram dipatok di angka Rp 3.911.000. Penurunan ini turut dirasakan oleh emas batangan Galeri 24, yang kini dijual dengan harga Rp 1.914.000 untuk ukuran 1 gram.

Tak hanya itu, emas Galeri 24 pecahan 0,5 gram turun menjadi Rp 1.004.000. Sedangkan emas 2 gram dari merek yang sama kini dibanderol Rp 3.771.000.

Sentimen Global Dorong Harga Turun

Penurunan harga emas batangan ini menjadi sorotan para investor dan masyarakat yang mempertimbangkan emas sebagai aset lindung nilai. Jika tren ini terus berlanjut, maka momentum ini bisa menjadi peluang strategis untuk membeli emas pada harga yang lebih rendah.

Di sisi lain, kondisi global turut memengaruhi harga emas. Perhatian pasar saat ini tertuju pada pidato sejumlah pejabat penting Federal Reserve (The Fed), serta rilis data ekonomi utama seperti indeks harga Pengeluaran Konsumsi Pribadi (PCE) inti yang dijadwalkan pada Jumat mendatang.

Data ini sangat penting, karena digunakan oleh The Fed untuk menentukan arah kebijakan suku bunga. Saat ini, pelaku pasar memperkirakan bahwa pemangkasan suku bunga bisa terjadi pada bulan September mendatang.

Kondisi tersebut tentu menjadi kabar baik bagi pasar emas. Sebab, ketika suku bunga turun, daya tarik logam mulia yang tidak menghasilkan imbal hasil biasanya meningkat.

Rangkuman Harga Emas Antam Hari Ini

Berikut daftar lengkap harga emas batangan Antam pada Selasa (27/5/2025):

  • 0,5 gram: Rp 1.046.000

  • 1 gram: Rp 1.987.000

  • 2 gram: Rp 3.911.000

  • 3 gram: Rp 9.698.000

  • 5 gram: Rp 19.339.000

  • 10 gram: Rp 48.218.000

  • 25 gram: Rp 96.354.000

  • 50 gram: Rp 192.626.000

  • 100 gram: Rp 481.291.000

  • 250 gram: Rp 962.364.000

  • 500 gram: Rp 1.924.686.000

Dengan stagnannya harga emas lokal dan menurunnya harga emas batangan, para pelaku pasar kini dihadapkan pada dilema. Di satu sisi, ini bisa menjadi peluang akumulasi. Namun di sisi lain, ketidakpastian ekonomi global bisa membuat sebagian investor memilih menunggu perkembangan lebih lanjut. (XRQ)

Reporter: Akil

Waled Nu Hadiri Pelepasan Jemaah Haji Kloter 9 Asal Bireuen dan Aceh Utara

0
Waled Nu Hadiri Pelepasan Jemaah Haji Kloter 9 Asal Bireuen dan Aceh Utara. (Foto: Kemenag Aceh)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Suasana di Aula Jeddah, Asrama Haji Banda Aceh, terasa khidmat pada Senin pagi, 26 Mei 2025. Ulama kharismatik Aceh, Teungku H Nuruzzahri Yahya atau yang akrab disapa Waled Nu, hadir secara langsung untuk melepas keberangkatan Jemaah Haji Kloter 9 yang berasal dari Bireuen dan Aceh Utara.

Disambut Kakanwil Kemenag Aceh

Kehadiran Waled Nu disambut hangat oleh Ketua PPIH Embarkasi/Debarkasi Aceh, Drs H Azhari MSi, yang juga menjabat sebagai Kakanwil Kemenag Aceh. Mereka sempat berbincang akrab di kantin Asrama Haji sebelum memasuki aula.

Tak hanya itu, acara ini juga dihadiri oleh Kepala Kankemenag Bireuen, Dr H Zulkifli SAg MPd, beserta jajaran yang turut mendampingi prosesi pelepasan.

Doa dan Harapan dari Waled Nu

Sebelum jemaah diberangkatkan, Waled Nu menyampaikan pesan dan doanya dengan suara yang tenang namun penuh makna.

“Semoga semua jemaah menjadi haji dan hajjah yang mabrur, dan mabrurah,” kata Waled Nu.

“Semoga Allah Swt mudahkan segala urusan. Allah beri kesehatan bagi petugas yang mendampingi jemaah. Ini tugas paling mulia,” ujarnya lagi di pintu masuk Aula Jeddah.

Pesan itu pun menambah semangat dan keharuan di antara jemaah dan petugas yang hadir.

Wakil Bupati Bireuen Titip Jemaah kepada Petugas

Dalam kesempatan yang sama, Wakil Bupati Bireuen, Ir H Razuardi MT, juga memberikan sambutan. Ia menekankan pentingnya peran petugas dalam mendampingi para jemaah selama berada di Tanah Suci.

“Saya titip jemaah kepada para petugas selama berada di Tanah Suci,” katanya.

Ia berharap, para petugas haji Kloter 9 dapat menjalankan amanah dengan tulus dan penuh tanggung jawab.

Penerbangan ke Tanah Suci pada Senin Malam

Sebagaimana diketahui, Jemaah Haji Kloter 9 akan diberangkatkan menuju Arab Saudi melalui Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda (SIM), Blang Bintang, Aceh Besar, pada Senin malam.

Bus jemaah dijadwalkan meninggalkan asrama haji pada pukul 18.40 WIB, sementara pesawat take off pada pukul 21.25 WIB.

Momen ini menandai langkah awal bagi para tamu Allah untuk menunaikan rukun Islam kelima. Semoga seluruh jemaah Kloter 9 diberikan kesehatan, kekuatan, dan kemudahan dalam menjalankan ibadah haji hingga kembali ke tanah air sebagai haji yang mabrur.

Editor: Akil

Angka Kemiskinan di Aceh Turun, Tapi Daya Beli Lemah dan Banyak Usaha Gulung Tikar

0
Ilustrasi Kemiskinan. (Foto: Getty Images)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Persentase kemiskinan di Aceh memang menunjukkan tren menurun. Namun, situasi ini justru menimbulkan tanda tanya besar. Di tengah kabar baik tersebut, masyarakat mengeluhkan daya beli yang melemah dan banyak usaha kecil yang gulung tikar.

Keanehan ini mencuat dalam rapat paripurna penyampaian rekomendasi DPR Aceh terhadap Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPj) Gubernur Aceh tahun 2024 yang digelar pada Senin (26/5/2025). Ketua Pansus LKPj, Anwar Ramli, menyampaikan bahwa persentase penduduk miskin di Aceh per September 2024 tercatat sebesar 12,64 persen.

Sebelumnya, pada Maret 2024, angka kemiskinan di provinsi berjuluk Tanah Rencong ini masih berada di angka 14,23 persen. Dengan demikian, terjadi penurunan sebesar 1,59 persen dalam enam bulan.

Ketimpangan Kota-Desa Masih Menganga

Meski ada penurunan, persoalan lain muncul. Anwar menyoroti ketimpangan jumlah penduduk miskin antara wilayah perkotaan dan perdesaan.

“Angka kemiskinan Aceh mengalami tren positif, namun masih tingginya ketimpangan jumlah penduduk miskin di kota dan di desa serta Aceh masih peringkat ke 10 di Indonesia dan provinsi termiskin di Sumatera,” kata Anwar dalam sidang paripurna.

Data menunjukkan, pada September 2024, persentase penduduk miskin di desa mencapai 14,99 persen. Sementara itu, di perkotaan berada di angka 8,37 persen.

Daya Beli Lemah dan Usaha Banyak Tutup

Meskipun statistik mencatat penurunan kemiskinan, kenyataan di lapangan justru berbeda. DPR Aceh mempertanyakan bagaimana indikator tersebut bisa menurun, sementara daya beli masyarakat terlihat semakin lemah dan banyak pelaku usaha yang menghentikan aktivitasnya.

“DPR Aceh meminta penjelasan faktor pendorong atas penurunan kemiskinan sebesar 1,59 persen, sementara masyarakat tahun 2024 daya beli sangat rendah dan banyak usaha yang tutup,” lanjut Anwar.

Pengangguran Menurun, Tapi Masih Tertinggi di Sumatera

Tak hanya angka kemiskinan, tingkat pengangguran di Aceh juga mengalami penurunan. Pada 2023, angkanya berada di 6,03 persen. Setahun kemudian, turun menjadi 5,75 persen.

Meski begitu, angka ini masih lebih tinggi dibandingkan rata-rata nasional yang berada di kisaran 4,91 persen.

“Jika dibandingkan dengan provinsi lain di Indonesia, Aceh berada di peringkat kedua setelah Maluku, di Sumatera menduduki peringkat kedua tertinggi setelah Sumatera Barat,” ujar politikus Partai Aceh tersebut.

Penurunan Tanpa Perubahan Nyata?

Turunnya angka kemiskinan dan pengangguran di atas kertas memang patut diapresiasi. Namun, tanpa diiringi peningkatan kualitas hidup dan aktivitas ekonomi masyarakat, data tersebut menjadi tidak berarti.

Kini, publik menanti jawaban konkret dari Pemerintah Aceh mengenai faktor-faktor yang benar-benar memengaruhi statistik itu. Apakah penurunan itu mencerminkan realitas, atau hanya sebatas angka dalam laporan?

Editor: AKil

DPRA Setujui Rekomendasi LKPJ Gubernur Aceh 2024

0
Ruang Rapat Paripurna DPRA. (Foto: DPRA)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) resmi menyetujui rekomendasi terhadap Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Gubernur Aceh Tahun Anggaran 2024. Persetujuan ini disampaikan dalam Rapat Paripurna DPRA yang digelar pada Senin, 26 Mei 2025, pukul 14.00 WIB, di Gedung Utama DPRA.

Rapat tersebut dibuka secara resmi oleh Wakil Ketua DPRA, H. Ali Basrah, S.Pd., M.M., dan dihadiri oleh sejumlah tokoh penting. Tampak hadir Paduka Yang Mulia Wali Nanggroe Aceh, Wakil Gubernur, unsur Forkopimda, serta seluruh anggota dewan.

Evaluasi Strategis Jadi Sorotan Utama

Dalam sambutannya, pimpinan DPRA menegaskan bahwa agenda ini merupakan bagian dari amanat Peraturan Pemerintah Nomor 13 Tahun 2019, yang mewajibkan DPRD menyampaikan rekomendasi terhadap LKPJ paling lambat 30 hari setelah dokumen diterima.

Kemudian, Ketua Panitia Khusus (Pansus) LKPJ Gubernur Aceh Tahun Anggaran 2024, Tgk. H. Anwar Ramil, S.Pd, M.M., membacakan dokumen rekomendasi yang telah dirumuskan. Isi rekomendasi ini tidak hanya memuat evaluasi menyeluruh terhadap kinerja Pemerintah Aceh, tetapi juga memberikan sejumlah catatan penting.

“Rekomendasi DPRA yang dibacakan oleh Ketua Pansus LKPJ Gubernur Aceh Tahun Anggaran 2024, Tgk. H. Anwar Ramil, S.Pd, M.M mencakup sejumlah evaluasi strategis dan catatan penting untuk perbaikan kinerja Pemerintah Aceh ke depan, baik dari sisi perencanaan, penganggaran, hingga pelaksanaan program pembangunan.”

Penegasan Fungsi Pengawasan

Tak hanya itu, rapat paripurna ini menjadi ajang penegasan terhadap peran pengawasan yang diemban oleh DPRA. Melalui penyampaian rekomendasi tersebut, lembaga legislatif Aceh ini menunjukkan keseriusannya dalam mengawal pelaksanaan APBA 2024 secara kritis dan konstruktif.

Setelah pembacaan rekomendasi, seluruh anggota dewan secara aklamasi menyetujui dokumen tersebut sebagai keputusan resmi lembaga. Langkah ini sekaligus menandai selesainya salah satu tahap penting dalam siklus pertanggungjawaban kepala daerah di Aceh.

Editor: Akil

7.107 PPPK Kemenag Aceh Dilantik Serentak oleh Menag Nasaruddin Umar

0
7.107 PPPK Kemenag Aceh Dilantik Serentak oleh Menag Nasaruddin Umar. (For: Kemenag Aceh)

NUKILAN.ID | Banda Aceh – Sebanyak 7.107 Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di lingkungan Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Aceh resmi dilantik pada Senin, 26 Mei 2025. Pelantikan dilakukan secara serentak dan virtual oleh Menteri Agama RI, Prof Dr KH Nasaruddin Umar MA, melalui zoom meeting yang tersambung dari seluruh Indonesia.

Menurut Kepala Kanwil Kemenag Aceh, Drs H Azhari MSi, pelantikan ini mencakup berbagai jabatan fungsional.

“Mereka terdiri dari guru, penyuluh agama, penghulu, dan pelaksana, dan jabatan fungsional lainnya,” jelasnya saat ditemui seusai acara.

Dominasi PPPK Beragama Islam

Azhari menambahkan bahwa dari 7.107 PPPK yang dilantik di Aceh, mayoritas beragama Islam.

“Peserta yang dilantik dalam lingkungan Kemenag Aceh sejumlah 7.107, terdiri dari PPPK beragama Islam sebanyak 7.075 orang, Buddha 3 orang, Kristen 22 orang, dan Katolik 7 orang,” ujarnya yang saat itu didampingi oleh Kabag TU Ahmad Yani SPdI serta para rohaniwan lintas agama.

Pelantikan nasional ini dimulai dengan gladi pada pukul 11.00 WIB, kemudian dilanjutkan dengan acara pelantikan resmi pada siangnya di masing-masing satuan kerja (satker).

Menag: ASN Kemenag Harus Jadi Teladan 24 Jam

Dalam sambutannya, Menag Nasaruddin Umar menekankan pentingnya peran ASN Kemenag dalam kehidupan masyarakat.

“Karena background Kemenag adalah putih, jadi sebagai ASN Kemenag diminta untuk jadi panutan bukan hanya di jam-jam kantor, tapi 24 jam masyarakat ingin menjadikan sebagai teladan dan panutan,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan para pegawai yang baru dilantik bahwa menjadi ASN di Kementerian Agama bukan hanya sekadar status, melainkan sebuah tanggung jawab moral.

“Maka itu ada konsekuensi yang menjadi pegawai atau ASN PPPK di Kementerian Agama harus mampu mempertanggungjawabkan posisi ini di hadapan masyarakat kita,” terang Menteri Agama.

Lebih lanjut, Menag secara resmi melantik puluhan ribu PPPK dari seluruh Indonesia.

“Maka pada hari ini, Senin tanggal 26 Mei Tahun 2025 saya Menteri Agama Republik Indonesia dengan ini secara resmi melantik 71.336 Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Kementerian Agama,” ucap Menag.

Pelantikan Terbesar dalam Sejarah Kemenag

Pelantikan PPPK kali ini disebut sebagai momen bersejarah oleh Sekjen Kemenag RI, Prof Dr Phil H Kamaruddin Amin MA. Ia menyebut bahwa total peserta pelantikan mencapai lebih dari 71 ribu orang dari berbagai satker di seluruh Indonesia.

“Pelantikan ini menjadi salah satu momen penting dan terbesar dalam sejarah pengangkatan ASN Kemenag,” ungkapnya.

Menariknya, pelantikan ini juga menjangkau PPPK yang bekerja di luar negeri, seperti di Arab Saudi, Iran, Inggris, Jerman, hingga Tiongkok. Semuanya mengikuti secara daring melalui mekanisme pelantikan hybrid yang diinisiasi oleh Kemenag.

Seleksi Ketat dan Berbasis Kompetensi

Sementara itu, Kepala Biro Kepegawaian Kemenag, Dr H Wawan Djunaedi MA, menjelaskan bahwa pelantikan ini merupakan hasil dari proses seleksi yang ketat dan transparan, berdasarkan kompetensi.

Hal ini sesuai dengan Keputusan Menteri PANRB Nomor 329 Tahun 2024, yang menetapkan kebutuhan PPPK di instansi pemerintah untuk tahun anggaran 2024. Ribuan pegawai yang lolos seleksi ini kini resmi menyandang status ASN dan akan memperkuat pelayanan publik berbasis keagamaan.

Upaya Efisiensi Birokrasi dan Transformasi ASN

Dengan menggunakan metode pelantikan hybrid, seluruh peserta dapat mengikuti acara tanpa harus berpindah lokasi. Pelantikan untuk unit pusat berlangsung di Auditorium HM Rasjidi Kemenag RI, sementara peserta di daerah mengikuti secara daring dari satker masing-masing.

Model pelantikan ini, menurut Kamaruddin, merupakan bagian dari strategi efisiensi birokrasi dan transformasi ASN.

Ia juga menambahkan bahwa pelantikan ini merupakan awal dari tugas besar para PPPK sebagai ASN yang lebih fleksibel, profesional, dan berbasis kinerja.

Aksi Ekoteologi: Tanam 71.010 Pohon

Sebagai penutup rangkaian pelantikan, disiarkan pula pemutaran video penanaman 71.010 pohon secara nasional. Aksi ini menjadi bagian dari program ekoteologi yang digagas oleh Menag serta mendukung program pelestarian lingkungan milik Presiden RI.

Tak hanya dihadiri oleh Menag, pelantikan ini juga diikuti oleh Ketua Umum Dewan Pengurus KORPRI Nasional, Prof Dr H Zudan Arif Fakrulloh SH MH, Wakil Menteri PAN RB Komjen Pol (Purn) Purwadi Arianto, serta sejumlah pejabat eselon I Kemenag dan mitra kementerian seperti BKN dan BPJPH.

Pelantikan ini menandai langkah besar Kemenag dalam memperkuat SDM dan membangun birokrasi yang lebih tanggap terhadap kebutuhan masyarakat berbasis nilai-nilai keagamaan.

Editor: Akil