Beranda blog Halaman 402

Bulog Serap 92 Ribu Ton Beras Petani Aceh

0
Aceh Surplus Beras
Ilustrasi beras bulog. (Foto: Perum Bulog)

NUKILAN.ID | Banda Aceh – Perum Bulog Kantor Wilayah (Kanwil) Aceh mencatatkan capaian signifikan dalam pengadaan beras dari petani lokal. Hingga Mei 2025, jumlah beras yang berhasil diserap telah mencapai 92.457 ton, atau setara 88,6 persen dari target tahunan sebesar 104.276 ton.

Pemimpin Wilayah Perum Bulog Aceh, Ihsan, mengatakan bahwa antusiasme petani untuk menjual hasil panen mereka cukup tinggi.

“Bulog membeli gabah milik petani dengan harga Rp6.500 per kilogram dan cukup antusias untuk menjual hasil panen ke kami dan banyak banyak petani yang menghubungi Bulog untuk membeli gabah,” kata Ihsan di Aceh Besar, Selasa (27/5).

Kolaborasi Hingga Tingkat Babinsa

Dalam proses pembelian gabah, Bulog tidak bekerja sendiri. Mereka menjalin kerja sama dengan Dinas Pertanian, para penyuluh di tingkat kecamatan, serta mendapat dukungan dari Kodam Iskandar Muda hingga Babinsa. Kolaborasi ini terbukti efektif menjaga kelancaran pengadaan di seluruh kabupaten/kota di Aceh.

Sejak Januari 2025, total gabah kering panen (GKP) yang diserap mencapai 172.242 ton. Selain itu, terdapat juga penyerapan 300 ton gabah kering giling (GKG) dan 6.145 ton beras siap edar.

“Alhamdulillah kami tidak mengalami kendala, karena selama proses pengadaan kita juga bekerja sama dengan para pemangku kepentingan baik di pemerintahan ataupun pihak swasta,” lanjut Ihsan.

Gudang Penuh, Kerja Sama dengan Pihak Ketiga

Besarnya volume serapan membuat gudang Bulog Aceh kini penuh. Oleh karena itu, pihaknya menggandeng mitra ketiga untuk menampung kelebihan stok.

Hingga saat ini, total stok beras yang dimiliki Kanwil Bulog Aceh mencapai 119.678 ton, di mana 92.457 ton di antaranya merupakan hasil serapan dari petani lokal selama tahun 2025.

Dorong Kemandirian Pangan

Ihsan menegaskan bahwa pihaknya berkomitmen terhadap penyerapan hasil panen petani. Upaya ini juga sejalan dengan program swasembada pangan yang dicanangkan pemerintah pusat di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.

“Saat ini kami fokus terhadap penyerapan hasil panen petani dan mewujudkan swasembada pangan sebagaimana asta cita presiden Prabowo. Kami akan terus membeli gabah milik petani,” katanya.

Realisasi pengadaan tahun ini bahkan disebut sebagai yang terbesar sepanjang sejarah Kanwil Aceh, menandai pencapaian luar biasa di sektor ketahanan pangan daerah.

Sembilan Legislator DPRA Dapil X Satukan Langkah Bentuk Forum Aspiratif

0
Sembilan Legislator DPRA Dapil X Satukan Langkah Bentuk Forum Aspiratif. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH — Dalam upaya memperkuat keterwakilan rakyat serta memperlancar arus komunikasi antara masyarakat dan parlemen, sembilan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) dari Daerah Pemilihan (Dapil) X sepakat membentuk sebuah wadah baru: Forum DPRA Dapil X. Forum ini lahir dalam sebuah pertemuan silaturahmi yang berlangsung hangat dan penuh semangat.

Wadah Baru Demi Aspirasi Rakyat

Forum ini menjadi inisiatif untuk mempermudah koordinasi di antara para legislator dari Dapil X, yang meliputi wilayah Kabupaten Aceh Jaya, Aceh Barat, Nagan Raya, dan Simeulue. Dengan terbentuknya forum ini, penyerapan aspirasi rakyat dan respon terhadap berbagai persoalan lokal diharapkan menjadi lebih cepat dan tepat sasaran.

“Forum ini lahir dari keinginan bersama untuk lebih solid dan cepat dalam menyikapi berbagai persoalan yang muncul dari konstituen kami. Komunikasi yang terjalin baik antarwakil rakyat akan memperkuat langkah-langkah perjuangan di DPRA,” ujar H. Hendri Muliana dari Partai Aceh, yang juga merupakan salah satu penggagas forum.

Fokus pada Masalah Infrastruktur dan Bencana

Beragam isu telah disorot dalam pembentukan forum ini. Di antaranya adalah laporan masyarakat mengenai kondisi infrastruktur, penanganan musibah kebakaran, serta bencana alam yang kerap melanda kawasan pantai barat Aceh dan pulau Simeulue. Karena itu, forum ini diposisikan sebagai corong awal dalam menghimpun aspirasi masyarakat sekaligus memperjuangkannya di ruang legislatif.

Menariknya, forum ini beranggotakan sembilan legislator lintas partai. Mereka adalah:

  • H. Hendri Muliana (Partai Aceh)

  • Ir. H. Azhar Abdurrahman (Partai Aceh)

  • Dr. Fuadri, S.Si., M.Si. (PAN)

  • Nurchalis, S.P., M.Si. (NasDem)

  • Edi Kamal (Demokrat)

  • Musdi Fauzi (PKB)

  • Ihya Ulumuddin, S.P., M.H. (PKS)

  • Iskandar (Golkar)

  • Mawardi (PPP)

Agenda Kunjungan Lapangan Disiapkan

Dalam waktu dekat, Forum DPRA Dapil X akan menyusun agenda kunjungan kerja ke sejumlah titik di daerah pemilihan mereka. Kunjungan ini bertujuan untuk menindaklanjuti berbagai laporan warga serta menjaring lebih banyak masukan dari masyarakat akar rumput.

“Kami berharap forum ini dapat menjadi penghubung yang efektif antara rakyat dan wakilnya, serta menjadi contoh sinergi politik lintas partai demi kemajuan daerah,” ujar Dr. Fuadri, legislator dari PAN.

Harapan: Jembatan yang Menguatkan Demokrasi

Terbentuknya Forum DPRA Dapil X diharapkan mampu membuka akses komunikasi yang lebih luas antara masyarakat dan wakil mereka. Tidak hanya itu, forum ini juga diharapkan bisa mempercepat solusi atas persoalan-persoalan yang selama ini tertahan di jalur birokrasi.

Dengan sinergi politik lintas partai dan semangat kebersamaan, forum ini menjadi langkah awal menuju keterwakilan rakyat yang lebih efektif dan responsif.

Editor: Akil

RSUD YA Tapaktuan Siapkan Ruang Layanan Baitul Mal untuk Bantu Pasien Kurang Mampu

0

NUKILAN.ID | TAPAKTUAN — Pemerintah Kabupaten Aceh Selatan terus menunjukkan komitmennya dalam menjamin layanan kesehatan bagi keluarga kurang mampu. Kini, RSUD dr. H. Yuliddin Away (RSUD YA) Tapaktuan menghadirkan inovasi baru: ruang khusus pelayanan Baitul Mal langsung di dalam rumah sakit.

Langkah ini menjadi wujud nyata sinergi antara dua lembaga penting, yakni RSUD YA dan Baitul Mal Aceh Selatan, untuk mempercepat serta mempermudah akses bantuan biaya pengobatan bagi pasien tidak mampu.

Mempercepat Proses, Mengurangi Beban

Pelaksana Tugas Direktur BLUD RSUD YA Tapaktuan, dr. Erizaldi M.Kes, Sp.OG, menjelaskan bahwa kehadiran ruang ini lahir dari rasa empati mendalam terhadap pasien yang sedang berjuang melawan penyakit kronis.

“Kami memahami bahwa selain rasa sakit, para pasien dan keluarganya juga menghadapi tantangan finansial. Dengan adanya ruang khusus ini, proses administrasi bantuan bisa dipercepat tanpa mereka harus bolak-balik ke kantor Baitul Mal,” ujar dr. Erizaldi.

Tak hanya mempermudah akses, ruang ini juga akan memangkas waktu dan biaya, terutama karena jarak dari rumah sakit ke kantor Baitul Mal mencapai sekitar enam kilometer.

Jadwal Piket dan Layanan

Ruang layanan akan mulai beroperasi pada 10 Juni 2025, dengan dua sesi layanan setiap hari kerja:

  • Pagi: 10.00 – 12.00 WIB

  • Siang: 13.30 – 15.30 WIB

Di ruang ini, staf dari Sekretariat Baitul Mal akan melakukan verifikasi dokumen dan memberikan informasi awal kepada keluarga pasien terkait prosedur pengajuan bantuan.

Apresiasi dan Komitmen Lanjut

Kepala Sekretariat Baitul Mal Aceh Selatan, Gusmawi Mustafa, menyambut positif dukungan penuh dari RSUD YA Tapaktuan.

“Kami bersyukur atas komitmen pihak rumah sakit. Ini adalah langkah yang sangat bermanfaat bagi mustahiq. Tak hanya mempermudah, ini juga bentuk kemanusiaan dan pelayanan berbasis kolaborasi,” ungkap Gusmawi kepada Nukilan.id, Rabu (28/5/2025).

Ia juga menegaskan bahwa staf Baitul Mal tetap akan siaga di kantor utama untuk melayani pasien atau keluarga pasien yang datang langsung.

Transformasi Layanan untuk Mustahiq

Lebih jauh, Gusmawi menjelaskan bahwa Baitul Mal Aceh Selatan tengah melakukan pembenahan menyeluruh. Mulai dari sistem pelayanan hingga keterbukaan informasi, semua diarahkan untuk mempercepat penyaluran bantuan secara langsung kepada masyarakat miskin.

“Kami tahu, mustahiq bukan hanya butuh bantuan materi, tapi juga kehadiran dan perhatian. Maka, ke depan kami akan memperluas jaringan layanan, termasuk menjalin kemitraan dengan lebih banyak rumah sakit rujukan dan mengefektifkan digitalisasi layanan untuk mempercepat proses,” tegasnya.

Harapan Bagi yang Sedang Berjuang

Layanan ini diharapkan bisa menjadi titik terang bagi pasien yang tengah menjalani pengobatan, khususnya penderita penyakit kronis. Bagi mereka, setiap bantuan yang datang bukan sekadar dana, melainkan juga dukungan moral.

“Jangan pernah menyerah. Pasien dan Keluarga Pasien tidak sendiri. Ada banyak pihak yang siap mendampingi — keluarga, tenaga medis, dan lembaga seperti Baitul Mal. Penyakit memang ujian, tapi harapan adalah kekuatan. Kami di Baitul Mal akan terus berupaya memastikan Bapak Ibu Saudara kami tidak berjalan sendiri dalam masa sulit ini,” pesan Gusmawi.

Fasilitasi Rujukan Hingga ke Jakarta

Program ini akan terus berjalan menyesuaikan dengan ketersediaan anggaran. Tak hanya bagi pasien di Tapaktuan, bantuan juga akan mencakup rujukan ke rumah sakit di Banda Aceh, Medan, hingga Jakarta, selama penerima bantuan (mustahiq) memenuhi prosedur dan kelayakan.

Dengan semangat “berkah untuk yang membutuhkan, amanah dalam pengelolaan”, Baitul Mal Aceh Selatan menegaskan komitmennya sebagai jembatan harapan bagi masyarakat yang tengah menghadapi ujian hidup. (XRQ)

Reporter: Akil

Anggota TNI AL Pembunuh Sales Mobil di Aceh Divonis Penjara Seumur Hidup

0
Ilustrasi penjara. (Foto: Ist)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH — Kelasi Dua Dede Irawan, anggota TNI Angkatan Laut yang bertugas di Lanal Lhokseumawe, akhirnya dijatuhi vonis penjara seumur hidup oleh Pengadilan Militer I-01 Banda Aceh. Ia dinyatakan bersalah atas pembunuhan berencana terhadap seorang sales mobil bernama Hasfiani (37), warga Aceh Utara.

Putusan dibacakan pada Selasa (27/5) oleh Hakim Ketua Letkol Chk Arif Kusnandar, didampingi dua anggota majelis, Letkol Chk Hari Santoso dan Mayor Chk Raden Muhammad Hendri.

“Mempidana terdakwa dengan pidana pokok penjara seumur hidup dan pidana tambahan dipecat dari dinas militer,” ujar Hakim Arif Kusnandar saat membacakan amar putusan.

Empat Kejahatan Sekaligus

Dalam sidang, majelis hakim menyatakan Dede terbukti melakukan empat tindak pidana sekaligus. Ia tidak hanya melakukan pembunuhan dengan berencana, tetapi juga pencurian dengan kekerasan yang menyebabkan korban tewas, kepemilikan senjata api ilegal, serta menyembunyikan jenazah bersama orang lain.

Karena itu, terdakwa dijerat dengan pasal-pasal berlapis, yakni:

  • Pasal 340 KUHP subsider Pasal 338 KUHP,

  • Pasal 365 Ayat (1) jo Ayat (3) KUHP,

  • Pasal 181 KUHP,

  • Undang-Undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951 tentang senjata api ilegal,

  • dan Pasal 26 KUHPM.

Vonis tersebut juga sesuai dengan tuntutan Oditur Militer yang sebelumnya menuntut hukuman penjara seumur hidup.

Sikap Arogan dan Gaya Hidup Tinggi

Majelis hakim menegaskan bahwa tidak ditemukan satu pun hal yang dapat meringankan hukuman bagi Dede Irawan. Bahkan, selama berdinas, ia dinilai bersikap arogan dan menunjukkan gaya hidup tinggi.

“Keadaan-keadaan yang meringankan itu nihil,” kata Arif Kusnandar.

Sementara itu, penasihat hukum terdakwa, Kapten Laut (P) Imam Arif Utama, menyatakan bahwa pihaknya belum memutuskan apakah akan mengajukan upaya hukum lanjutan.

“Kita pikir-pikir dulu,” ujarnya singkat usai sidang.

Awal Kasus: Modus Test Drive

Peristiwa ini bermula pada Jumat, 14 Maret 2025. Saat itu, Dede berpura-pura sebagai calon pembeli yang ingin melakukan test drive mobil di sebuah showroom di Aceh Utara. Ia mengajak korban, Hasfiani, untuk ikut dalam mobil yang hendak dicoba.

Saat berada di kawasan Asean, Aceh Utara, Dede meminta korban keluar dari mobil untuk memeriksa bagian kaki-kaki kendaraan. Namun, Hasfiani menolak. Seketika itu, Dede mengeluarkan senjata api rakitan dan menembak kepala korban dari jarak dekat.

Senjata api yang digunakan merupakan jenis Revolver rakitan yang ia beli secara ilegal di kampung halamannya, Lampung.

Upaya Menyembunyikan Jenazah

Setelah memastikan korban tak bernyawa, Dede menghubungi dua rekannya, Aldi Yudha dan Nur Azlam Affandi, untuk membantu membuang mayat korban. Meski sempat menolak, keduanya akhirnya ikut karena merasa terancam oleh Dede.

Jenazah Hasfiani kemudian dibuang di kawasan Gunung Salak kilometer 30 dan dibungkus menggunakan karung. Kasus ini terbongkar setelah warga menemukan jasad korban pada Senin, 17 Mei 2025.

Editor: Akil

Satlantas Aceh Barat Pasang Spanduk di Titik Rawan Kecelakaan

0
Satlantas Aceh Barat Pasang Spanduk di Titik Rawan Kecelakaan. (Foto: Polres Aceh Barat)

NUKILAN.ID | Meulaboh – Untuk meningkatkan kesadaran keselamatan di jalan raya, Satlantas Polres Aceh Barat melakukan aksi nyata. Pada Selasa (27/5/2025), sejumlah spanduk imbauan dipasang di beberapa titik rawan kecelakaan dalam wilayah hukumnya.

Pemasangan dimulai sejak pukul 11.00 WIB dan mencakup beberapa desa seperti Seuneubok, Ruak Raya, dan Suak Geudeubang. Spanduk yang dipasang menampilkan pesan-pesan peringatan, terutama bagi pengendara yang melintasi jalan rusak, bergelombang, dan daerah yang kerap dilintasi hewan ternak.

Tidak hanya memasang, personel Satlantas juga terlihat aktif dan bersemangat. Mereka turun langsung ke jalan dengan kendaraan operasional, memasang spanduk di titik-titik strategis yang dinilai berisiko tinggi terhadap kecelakaan.

Beberapa spanduk bertuliskan imbauan kuat, seperti:
“Hati-Hati Daerah Rawan Kecelakaan, Kurangi Kecepatan Anda” dan “Gunakan Helm dan Patuhi Rambu-Rambu Lalu Lintas.”

Langkah Edukatif dan Persuasif

Menurut Kasat Lantas Polres Aceh Barat, Iptu Yusrizal, S.E., pemasangan spanduk ini merupakan pendekatan edukatif dan persuasif yang bertujuan untuk mencegah kecelakaan sejak dini.

“Kami harapkan dengan adanya spanduk ini, masyarakat dapat lebih waspada saat berkendara, terutama di titik-titik rawan kecelakaan. Ini merupakan bagian dari upaya preventif yang kami lakukan,” ujar Iptu Yusrizal.

Lebih lanjut, Iptu Yusrizal menjelaskan bahwa sebagian besar kecelakaan di wilayah tersebut terjadi karena kombinasi beberapa faktor. Di antaranya adalah kondisi jalan yang rusak, hewan ternak berkeliaran, dan rendahnya tingkat kepatuhan pengguna jalan terhadap aturan.

Bukan Sekadar Spanduk, Tapi Ajakan Bersama

Spanduk-spanduk itu bukan sekadar penanda bahaya. Melainkan juga bagian dari kampanye jangka panjang kepolisian untuk menanamkan budaya tertib lalu lintas. Dengan ditempatkan di lokasi strategis, peringatan ini diharapkan langsung terbaca dan menggugah kesadaran para pengendara.

Selain itu, petugas juga memanfaatkan kesempatan ini untuk memberikan edukasi langsung kepada warga. Mereka menjelaskan aturan berkendara yang aman, pentingnya menggunakan helm, serta mematuhi rambu lalu lintas.

Harapan untuk Lingkungan Berkendara yang Lebih Aman

Polres Aceh Barat optimistis, dengan langkah kecil namun konsisten seperti ini, akan tumbuh kesadaran kolektif di tengah masyarakat. Keselamatan berlalu lintas bukan hanya tugas polisi, melainkan tanggung jawab bersama.

Akhirnya, harapan besar digantungkan pada upaya preventif ini. Bahwa masyarakat akan semakin peduli, taat aturan, dan bersama-sama menciptakan jalan raya yang aman dan tertib.

Editor: Akil

BI Ajak Warga Aceh Bijak Berbelanja Jelang Idul Adha

0
Akademisi USK Soroti
Ilustrasi Bahan pokok di Pasar Peunayong, Banda Aceh. (Foto: Nukilan)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Menjelang Hari Raya Idul Adha 1445 Hijriah, Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Aceh mengimbau masyarakat agar bijak dalam berbelanja. Imbauan ini bertujuan untuk menjaga kestabilan harga dan menghindari terjadinya inflasi yang sering kali melonjak saat momen hari besar keagamaan.

“Belanja sesuai kebutuhan, karena kalau panik buying mengakibatkan kelangkaan stok barang, terus harga bisa naik,” ujar Kepala Perwakilan BI Aceh, Agus Chusaini, di Banda Aceh, Selasa (27/5/2025).

Stok Pangan Dijamin Aman

Lebih lanjut, Agus menekankan bahwa masyarakat tidak perlu panik. Pemerintah telah menjamin ketersediaan kebutuhan pokok melalui program ketahanan pangan yang telah disiapkan sejak jauh hari.

“Alhamdulillah, dengan program ketahanan pangan yang dilakukan oleh pemerintah, stok pangan aman sampai saat ini, semoga kebutuhan pokok tersedia dengan baik,” ujarnya.

Kalaupun terjadi keterbatasan pasokan di beberapa wilayah, distribusinya bisa dilakukan dari daerah lain. Menurut Agus, hal ini bisa difasilitasi melalui anggaran dari APBN, APBD, maupun dukungan dari berbagai instansi lainnya.

TPID Gerak Cepat Kendalikan Harga

Untuk memperkuat pengendalian harga, Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) juga telah mengambil langkah strategis menjelang Idul Adha tahun ini. Salah satunya melalui penyelenggaraan high level meeting yang melibatkan seluruh kabupaten/kota di Aceh. Tujuannya tak lain adalah memperkuat koordinasi antarpemangku kepentingan.

Selain itu, pemerintah daerah juga didorong menerapkan strategi 4K, yakni keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, komunikasi yang efektif, dan kelancaran distribusi. Langkah ini penting guna memastikan inflasi tetap terkendali.

Pasar Murah dan Sidak Digelar

Sebagai bentuk konkret, BI bersama pemerintah daerah telah menggelar gerakan pasar murah. Tak hanya itu, inspeksi mendadak (sidak) ke pasar juga dilakukan untuk memantau harga dan ketersediaan barang pokok.

Pemantauan inflasi pun dilakukan secara rutin setiap minggu bersama Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Tujuannya agar lonjakan harga bisa dideteksi lebih awal dan segera direspons.

Komoditas Rawan Inflasi Sudah Dipetakan

Agus menyebutkan bahwa pihaknya telah memetakan sejumlah komoditas yang berpotensi mendorong inflasi. Beberapa di antaranya yakni daging sapi, komoditas perikanan, beras, cabai merah, bawang merah, dan cabai rawit.

Melihat potensi ini, masyarakat diimbau untuk lebih rasional dalam berbelanja. Menghindari aksi borong barang akan sangat membantu menjaga harga tetap stabil di pasar.

“Pemerintah sampai dengan sekarang telah menjamin bahwa seluruh kebutuhan bahan pokok akan tersedia, hingga saat Idul Adha juga tersedia dengan cukup,” tegas Agus Chusaini.

Editor: Akil

Pemerintah Aceh Borong 6 Kategori Anugerah Adinata Syariah 2025

0
Pemerintah Aceh Borong 6 Kategori Anugerah Adinata Syariah 2025. (Foto: MC Aceh)

NUKILAN.ID | JAKARTA – Pemerintah Aceh kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat nasional. Dalam ajang Indonesia Sharia Forum (ISF) 2025, Aceh sukses meraih Anugerah Adinata Syariah dalam enam kategori sekaligus. Acara ini digelar oleh REPUBLIKA bekerja sama dengan Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS).

Keenam kategori yang berhasil dimenangkan meliputi:

  • Keuangan Syariah

  • Kelembagaan yang Difokuskan pada Pengembangan Ekonomi Syariah

  • Inkubasi Usaha Syariah

  • Pendidikan dan Pemberdayaan Pesantren

  • Literasi Ekonomi Syariah

  • Pengembangan Ekonomi Hijau

Wakil Pemerintah Aceh Terima Penghargaan

Penghargaan diserahkan pada Senin, 26 Mei 2025, bertempat di Sasono Mulyo Ballroom, Hotel Le Meridien Jakarta. Hadir mewakili Gubernur Aceh Muzakir Manaf, Staf Ahli Gubernur Aceh bidang Perekonomian, Keuangan, dan Pembangunan, Restu Andi Surya, S.STP, MPA menerima penghargaan secara langsung.

Ia turut didampingi oleh Kepala Biro Perekonomian Setda Aceh, Zaini Zubir, S.Sos, MM dan Direktur Eksekutif KDEKS Aceh, Prof Dr Syahrizal Abbas, MA.

Apresiasi dari Wapres K.H. Ma’ruf Amin

Wakil Presiden RI ke-13, K.H. Ma’ruf Amin, yang dikenal sebagai Bapak Ekonomi Syariah Indonesia, memberikan apresiasi kepada seluruh penerima penghargaan.

“Kepada pemenang yang mendapat anugerah semua saya ucapkan selamat, semoga selain mendapat piala, tapi juga pahala dari Allah SWT,” ujar Ma’ruf Amin dalam sambutannya.

Lebih lanjut, ia menyebutkan bahwa penghargaan ISF 2025 menjadi ajang terbesar dalam dunia ekonomi syariah.

“Artinya ekonomi dan keuangan syariah sudah berkembang demikian pesatnya,” sebutnya.

Menurut Ma’ruf Amin, pengembangan ekonomi syariah sangat penting dan membawa dampak positif yang luas.

“Kenapa ekonomi syari’ah kita kembangkan, karena rahmatan lil alamin, rahmat bagi seluruh alam. Karena memberikan kemaslahatan kepada seluruhnya,” ujarnya.

Komitmen Aceh pada Ekonomi Berbasis Nilai Islam

Anugerah ini menjadi bukti nyata bahwa Pemerintah Aceh terus berupaya mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis nilai-nilai Islam. Melalui sinergi antara kelembagaan, pendidikan pesantren, dan literasi publik, Aceh ingin memastikan bahwa ekonomi syariah bukan hanya berkembang, tetapi juga inklusif dan berkelanjutan.

Tak hanya itu, keberhasilan dalam kategori pengembangan ekonomi hijau menunjukkan komitmen Aceh terhadap pembangunan yang ramah lingkungan.

Ajang Penghargaan Bergengsi

ISF 2025 tidak hanya menjadi panggung apresiasi bagi pemerintah daerah. Ajang ini juga memberikan penghargaan kepada para pelaku industri yang berkontribusi dalam memperkuat ekonomi syariah nasional. Tahun ini, sebanyak 80 penghargaan diserahkan kepada berbagai pihak yang dianggap memiliki peran strategis.

Dengan capaian ini, Pemerintah Aceh mempertegas posisinya sebagai salah satu pionir dalam penguatan ekosistem ekonomi syariah di Indonesia. Tantangan ke depan tentu masih banyak, tetapi langkah nyata telah ditapaki dengan kokoh.

Editor: Akil

ForBINA Ajak Masyarakat Kawal Tata Kelola Tambang di Aceh

0
Muhammad Nur, SH, Direktur Forum Bangun Investasi (ForBINA). (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Forum Bangun Investasi Aceh (ForBINA) mengajak masyarakat untuk ikut serta mengawasi tata kelola sektor pertambangan mineral dan batubara (Minerba) di Aceh. Langkah ini dinilai penting demi menjaga kepentingan ekonomi, sosial, dan lingkungan dalam jangka panjang.

Hal tersebut disampaikan Direktur ForBINA, M. Nur SH, dalam siaran pers yang diterima redaksi Nukilan.id pada Selasa (27/5/2025).

Menurut M. Nur, pengawasan publik tidak boleh dilandasi oleh kepentingan sesaat. Sebaliknya, fokus utama haruslah pada kepentingan jangka panjang yang berkelanjutan. Ia mencontohkan kasus tambang emas milik PT. Magellanic Garuda Kencana di Aceh Barat, yang mendapat Izin Usaha Pertambangan Operasi Produksi (IUP OP) sejak 2012 untuk lahan seluas 3.250 hektare.

Polemik Pencabutan Izin Tambang oleh Pemerintah Pusat

Namun, pada tahun 2022, Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) RI mencabut delapan izin tambang di Aceh, termasuk izin milik PT. Magellanic Garuda Kencana.

Menanggapi hal tersebut, Pemerintah Aceh langsung menyurati Menteri Investasi/Kepala BKPM RI. Dalam surat itu ditegaskan bahwa pengelolaan Minerba merupakan bagian dari kekhususan Aceh yang telah diatur secara hukum.

“Langkah ini menunjukkan komitmen Pemerintah Aceh dalam mempertahankan kekhususan daerah di sektor Minerba,” kata M. Nur.

Ia menambahkan, berbagai upaya perbaikan tata kelola telah dilakukan pemerintah daerah. Salah satunya adalah evaluasi faktual terhadap perusahaan tambang serta penerbitan surat peringatan bagi perusahaan yang belum memenuhi kewajibannya.

Imbauan untuk Memberi Ruang Perbaikan

Menurut M. Nur, langkah-langkah Pemerintah Aceh sudah berada di jalur yang tepat dalam menciptakan iklim investasi yang sehat. Oleh karena itu, ia mengimbau masyarakat agar memberikan ruang dan waktu bagi perusahaan untuk melakukan perbaikan, baik dalam aspek administrasi maupun aspek substansial lainnya.

Ia juga mengingatkan, “agar narasi negatif yang bisa memicu kegaduhan di masyarakat dihindari.”

Tantangan Tambang Ilegal dan Solusi Qanun

Masih dalam keterangannya, M. Nur menyoroti adanya aktivitas penambangan ilegal di wilayah IUP PT. Magellanic Garuda Kencana. Ia menyatakan bahwa persoalan serupa juga terjadi di banyak wilayah tambang lainnya di Aceh.

Menurutnya, belum adanya regulasi khusus untuk pertambangan rakyat menjadi penyebab utama maraknya aktivitas ilegal. Sebagai solusi, Pemerintah Aceh saat ini tengah merancang qanun pertambangan rakyat. Diharapkan, masyarakat nantinya memiliki dasar hukum yang jelas untuk mengajukan izin resmi.

Selain itu, ia juga menekankan, “bahwa penetapan status legal atau ilegal suatu aktivitas tambang adalah wewenang pemerintah dan aparat penegak hukum, bukan pihak lain yang tidak berwenang.”

Perusahaan Harus Kooperatif, Izin Bisa Dicabut

Walau demikian, M. Nur memberi peringatan kepada perusahaan yang tidak kooperatif terhadap upaya perbaikan tata kelola. Ia menyatakan, “apabila ada pemegang izin yang tidak kooperatif terhadap upaya perbaikan tata kelola, maka pemerintah harus bertindak tegas dengan mencabut izin tersebut.”

Penegasan itu, lanjutnya, berlaku untuk seluruh perusahaan tambang di Aceh, termasuk PT. Magellanic Garuda Kencana.

Ajak Semua Pihak Kawal Tata Kelola

Di akhir pernyataannya, M. Nur mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama mengawal proses perbaikan tata kelola pertambangan di Aceh. Ia juga berharap, perusahaan tambang bersedia bersikap terbuka agar komunikasi konstruktif bisa terbangun dengan semua pemangku kepentingan.

Editor: Akil

Universitas Serambi Mekkah Raih Hibah Penelitian Terbanyak se-LLDIKTI Wilayah XIII Aceh

0
Universitas Serambi Mekkah Raih Hibah Penelitian Terbanyak se-LLDIKTI Wilayah XIII Aceh. (Foto: Humas USM)

NUKILAN.ID |BANDA ACEH — Universitas Serambi Mekkah (USM) kembali menorehkan prestasi gemilang. Kampus swasta ini tercatat sebagai perguruan tinggi penerima hibah penelitian terbanyak di lingkungan LLDIKTI Wilayah XIII Aceh untuk tahun 2025.

Torehan ini bukan sekadar keberhasilan administratif. Lebih dari itu, ini menegaskan posisi USM di klaster madya sebagai perguruan tinggi yang aktif dan produktif dalam bidang riset.

Lonjakan Signifikan dari Tahun Sebelumnya

Jika pada tahun 2024 USM meloloskan 27 judul penelitian — terdiri dari 14 judul penelitian fundamental, 10 penelitian pemula, dan 3 Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) — maka tahun ini, jumlah itu melonjak lebih dari dua kali lipat.

Total, ada 55 judul penelitian yang berhasil memperoleh hibah nasional. Rinciannya, 25 judul merupakan penelitian fundamental, sementara sisanya mencakup penelitian pemula dan hibah pascasarjana.

Komitmen LPPM USM: Luaran Tambahan dan Kolaborasi

Ketua LPPM USM, Dr Drs Abubakar, MSi, mengungkapkan rasa syukur atas capaian luar biasa ini. Menurutnya, peningkatan jumlah hibah akan berdampak langsung terhadap luaran wajib dosen.

“Ini bagian dari program kerja LPPM USM sejak 2023. Selain luaran wajib, kami juga menetapkan luaran tambahan bagi penerima hibah nasional, seperti buku, prosiding nasional dan internasional, serta Hak Kekayaan Intelektual (HAKI). Kami mendorong adanya kolaborasi minimal tiga penulis dalam satu hasil penelitian agar pengetahuan dan pengalaman tersebar merata, termasuk kepada rekan-rekan yang belum berhasil mendapatkan hibah,” ungkap Dr Abubakar, Sabtu (24/5/2025).

Dengan adanya strategi tersebut, kontribusi dosen terhadap peningkatan peringkat SINTA institusi pun kian terasa.

Bank Proposal dan Peran Mentor Akademik

Rektor USM, Dr Teuku Abdurahman, SH, SpN, turut memberikan apresiasi tinggi terhadap pencapaian ini. Menurutnya, kerja keras para dosen dalam menyiapkan usulan sejak dini melalui skema bank proposal menjadi salah satu kunci keberhasilan.

“Kinerja LPPM USM di bawah komando Dr Abubakar sangat luar biasa. Tak kalah penting adalah peran mentor yang dibentuk oleh LPPM, yang terdiri dari para akademisi berpengalaman dan mumpuni di bidangnya masing-masing,” kata Rektor.

Membangun Ilmu dan Berkontribusi untuk Negeri

Di tengah persaingan yang ketat antarperguruan tinggi, keberhasilan USM menjadi bukti bahwa komitmen pada riset dan inovasi mampu membuka jalan menuju pengakuan nasional. Lebih dari itu, hibah ini diharapkan dapat dimanfaatkan untuk memperkaya khasanah keilmuan sekaligus mendukung pembangunan daerah dan nasional.

Rektor USM pun menegaskan pentingnya menjaga kepercayaan dari pemerintah pusat dengan pemanfaatan hibah secara optimal, berkelanjutan, dan terukur.

Disdik Aceh Akui Belum Semua Siswa Patuhi Aturan Jam Malam

0
Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Marthunis, ST, DEA. (Foto: Disdik Aceh)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Aceh, Marthunis, mengakui aturan pemberlakuan jam malam bagi pelajar di Aceh belum sepenuhnya dipatuhi.

“Secara efek saya mengamati ada pengurangan. Namun, belum berarti semua dipatuhi,” kata Marthunis, Rabu (28/5/2025).

Meski demikian, ia optimistis kebijakan ini akan berjalan baik jika dibarengi dengan pengawasan di lapangan. “Kami Dinas Provinsi Aceh sudah berkoordinasi dengan Kasatpol PP dan WH untuk melakukan razia bersama,” ujarnya.

Instruksi pembatasan aktivitas malam bagi pelajar tertuang dalam surat edaran (SE) Disdik Aceh nomor 400.3.8/5936 Tahun 2025. Surat tersebut ditujukan kepada orang tua atau wali murid, kepala sekolah, hingga kepala cabang dinas.

Marthunis menjelaskan, kebijakan ini dikeluarkan untuk menekan angka kenakalan remaja yang kerap terjadi pada malam hari sekaligus mendorong peningkatan kualitas akademik, vokasi, dan pembentukan karakter siswa, khususnya di tingkat pendidikan menengah dan pendidikan khusus.

“Waktu malam harus dimanfaatkan sebaik mungkin oleh murid untuk kegiatan yang bermanfaat dan istirahat cukup,” katanya, Senin (5/5/2025).

Dalam SE tersebut, orang tua diminta memastikan anak-anak mereka tidak berada di luar rumah setelah pukul 22.00 WIB, kecuali untuk keperluan mendesak dan tetap dengan pendampingan.

“Orang tua diimbau berinteraksi dengan anak-anak secara hangat dan terlibat dalam kegiatan malam yang positif, seperti belajar atau diskusi keluarga. Kepala Satuan Pendidikan pun diminta menyelenggarakan kegiatan sosialisasi tentang pola asuh remaja di lingkungan sekolah,” tutur Marthunis.

Ia menambahkan, pelaksanaan instruksi ini membutuhkan kolaborasi semua pihak. “Kami akan memastikan tugas Kacabdin dan kepala sekolah untuk melaksanakan sesuai yang diamanatkan edaran tersebut,” ujarnya.