Beranda blog Halaman 400

Warga Aceh Jadi Korban TPPO, Tiga Hari Terkatung di Bandara Soekarno-Hatta

0
Korban TPPO Asal Aceh Terkatung di Bandara Soekarno-Hatta, Hingga Ditolong Haji Uma (Foto: Dokumen Haji Uma)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Wibi Rezki Walat (24), pemuda asal Aceh, menjadi korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) setelah dijual ke sebuah perusahaan di Kamboja. Nasib malang dialaminya ketika dideportasi ke Indonesia. Selama tiga hari, ia terkatung-katung di Bandara Soekarno-Hatta tanpa uang, pakaian ganti, bahkan tanpa makanan.

Kabar mengenai kondisi Wibi pertama kali diterima anggota DPD RI asal Aceh, H. Sudirman alias Haji Uma, dari salah seorang warga Langsa, Jumat (23/8/2025) malam. Disebutkan, sejak pagi sekitar pukul 08.00 WIB, Wibi sudah berada di Terminal 2 Bandara Soekarno-Hatta setelah dipulangkan oleh otoritas Imigrasi Kamboja.

Tidak memiliki sepeser uang dan keluarga yang menjemput, Wibi hanya bisa bertahan dengan memanfaatkan jaringan wifi bandara. Dalam sebuah panggilan video dengan Haji Uma, ia tampak menangis sambil duduk di kursi bandara.

“Pak, tolong saya. Saya tidak punya apa-apa. Saya lapar, Pak. Saya mau pulang ke Aceh tapi tidak punya uang,” kata Wibi dengan suara terbata-bata.

Wibi mengaku tidak memiliki sinyal karena masih menggunakan kartu seluler Kamboja, sementara ia tidak punya uang untuk membeli kartu baru. Berbeda dengan empat korban TPPO lain yang dideportasi bersamanya dan sudah dijemput keluarga, Wibi terpaksa bertahan seorang diri di bandara.

Mendengar kabar tersebut, Haji Uma segera menginstruksikan staf protokoler DPD RI untuk mendampingi sekaligus memberikan makanan kepada Wibi. Beberapa jam kemudian, ia tiba langsung di Terminal 2 untuk menemui korban. Pertemuan itu pun berlangsung haru ketika Wibi menceritakan perjalanan getir yang dialaminya.

Menurut pengakuan Wibi, ia awalnya dijanjikan bekerja sebagai marketing di Thailand oleh seorang agen asal Langsa. Namun, agen itu justru menjualnya ke perusahaan di Kamboja yang memaksanya bekerja dalam praktik penipuan (scamming).

“Kalau saya shalat, saya ditendang sampai baju shalat dan celana panjang saya dirobek-robek,” ungkap Wibi lirih, menceritakan bagaimana ia kerap dipukuli jika tidak memenuhi target pekerjaan.

Perjalanan panjang menuju Kamboja pun penuh risiko. Dari Aceh, ia diberangkatkan melalui Dumai, lalu ke Malaysia, Vietnam, hingga tiba di Kamboja lewat jalur laut. Setelah mengalami penyiksaan, pihak Imigrasi Kamboja akhirnya mendeportasi Wibi bersama korban lainnya.

Haji Uma kemudian mengambil langkah cepat. Ia membeli tiket penerbangan, menyewa hotel agar Wibi dapat beristirahat, serta memberikan uang saku. Bahkan, seluruh biaya perjalanan dari Bandara Kualanamu hingga ke Langsa juga ditanggung oleh timnya.

“Alhamdulillah, pagi ini tanggal 24 Agustus 2025, Wibi sudah terbang ke Kualanamu dan dilanjutkan perjalanan darat ke Aceh. Penjemputan juga difasilitasi oleh staf kita di wilayah Sumatera Utara hingga tiba di rumahnya,” ujar Haji Uma, Senin (25/8/2025).

Usai selamat kembali ke tanah kelahiran, Wibi menyampaikan pesan kepada masyarakat agar tidak mudah tergiur tawaran kerja ke luar negeri dari agen ilegal.

“Jangan pernah mau diajak bekerja oleh agen yang ilegal dengan iming-iming gaji besar ke negara Asia, karena bisa kita pastikan itu TPPO. Di sana kita kerap disiksa oleh perusahaan yang membeli kita dari agen tersebut,” tegasnya.

Kini, Wibi sudah kembali ke kampung halaman di Langsa setelah melalui pengalaman pahit sebagai korban perdagangan orang. Kisahnya menambah panjang daftar penderitaan warga Aceh dan daerah lain yang terjerat sindikat TPPO lintas negara.

Lima Sekolah di Aceh Terpilih Jadi Sekolah Pengimbas BOS Kinerja Prestasi 2025

0
surat Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 0715/J3/PN.04/2025 tertanggal 23 Agustus 2025. (Foto: tangkapan layar)

NUKILAN.ID | Banda Aceh – Sebanyak lima sekolah di Provinsi Aceh ditetapkan sebagai Sekolah Pengimbas penerima Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Kinerja Prestasi Tahun 2025. Penetapan ini tertuang dalam surat Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 0715/J3/PN.04/2025 tertanggal 23 Agustus 2025.

Total alokasi dana untuk Aceh mencapai Rp800 juta. Masing-masing sekolah memperoleh Rp100 juta dana BOS Kinerja Prestasi dan tambahan Rp60 juta dana pengimbasan, sehingga setiap sekolah menerima Rp160 juta.

Adapun daftar sekolah penerima di Aceh yaitu SLBN Pembina Provinsi Aceh di Kabupaten Aceh Besar, SMP Negeri 1 Kualasimpang di Kabupaten Aceh Tamiang, SD Negeri 1 Beureunuen di Kabupaten Pidie, SMKN 2 Banda Aceh di Kota Banda Aceh, dan SMA Negeri Unggul Subulussalam di Kota Subulussalam.

Dalam surat pemberitahuan yang ditandatangani Kepala Puspresnas, Dr Maria Veronica Irene Herdjiono, disebutkan Sekolah Pengimbas selain menerima dana BOS Kinerja Prestasi untuk pengembangan talenta internal sekolah, juga memperoleh dana pengimbasan sebesar Rp60.000.000 per sekolah, yang dapat digunakan dalam program pengimbasan bersama sekolah imbas yang ditunjuk.

Kementerian juga berharap agar pemerintah daerah berperan aktif mendampingi sekolah penerima. “Kami berharap dinas pendidikan terkait dapat mendampingi sekolah terpilih dalam menetapkan sekolah imbas dan menjalankan program pengimbasan sesuai dengan petunjuk teknis pengelolaan Dana Bantuan Operasional Satuan Pendidikan dan Pedoman Penggunaan Dana BOS Kinerja Prestasi Tahun 2025,” demikian isi surat tersebut, dikutip Nukilan, Senin (25/8/2025).

Dengan penetapan ini, Aceh menjadi salah satu provinsi yang memperoleh alokasi dana penuh, yakni Rp800 juta, untuk mendukung peningkatan mutu dan prestasi sekolah. []

Reporter: Sammy

Polres Aceh Timur Hadirkan Layanan SIM Keliling, Berikut Jadwalnya

0
Jadwal pelayanan SIM keliling Polres Aceh Timur. (Foto: Instagram @humasacehtimurpoldaaceh)

NUKILAN.ID | Aceh Timur – Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Aceh Timur terus berupaya memberikan kemudahan pelayanan bagi masyarakat. Salah satunya melalui layanan SIM Keliling yang melayani perpanjangan SIM A dan SIM C di berbagai titik di wilayah Aceh Timur.

Melalui unggahan di akun Instagram Humas Polres Aceh Timur (@humasacehtimurpoldaaceh), dijelaskan bahwa kewajiban memiliki SIM tercantum dalam Pasal 18 ayat (1) Undang-Undang Nomor 14 Tahun 1992 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.

“Setiap pengemudi kendaraan bermotor wajib memiliki SIM sesuai jenis kendaraan yang dikemudikan,” tulis keterangan resmi tersebut, dikutip Nukilan, Senin (25/8/2025).

Jadwal dan lokasi pelayanan SIM Keliling Satlantas Polres Aceh Timur adalah sebagai berikut:

Senin, 25 Agustus 2025: Simpang Lueng Angen, Pante Bidari

Selasa, 26 Agustus 2025: Simpang 4 Pasir Putih, Ranto Peureulak

Rabu, 27 Agustus 2025: Depan PLN Julok

Kamis, 28 Agustus 2025: Simpang 4 Peureulak Kota

Jumat, 29 Agustus 2025: Terminal Idi Rayeuk

Layanan SIM Keliling berlangsung pada hari kerja. Untuk Senin hingga Kamis dibuka pukul 09.00–14.30 WIB, sementara pada Jumat dan Sabtu dibuka pukul 09.00–12.00 WIB.

Bagi masyarakat yang ingin memperpanjang SIM, diwajibkan membawa sejumlah dokumen, yakni dua lembar fotokopi e-KTP, dua lembar salinan BPJS aktif, surat keterangan psikologi SIM, serta surat keterangan sehat. []

Reporter: Sammy

BPBA: Karhutla di Aceh Selatan Meluas, Capai 65 Hektare

0
Karhutla di Aceh Selatan Meluas Capai 65 Hektare. (Foto: BPBA)

NUKILAN.ID | TAPAKTUAN – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kecamatan Bakongan, Kabupaten Aceh Selatan, terus meluas. Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) mencatat, hingga hari keenam, luas lahan yang terbakar telah mencapai 65 hektare.

“Berdasarkan update dari lapangan, hingga hari keenam ini lahan yang terbakar di Aceh Selatan lebih kurang sudah mencapai 65 hektare,” kata Kepala Pelaksana BPBA T Nara Setia dalam laporannya di Banda Aceh, Senin (25/8/2025).

Kebakaran yang terjadi sejak 19 Agustus 2025 itu kini telah menjalar ke tiga desa di Kecamatan Bakongan, yaitu Gampong Ujong Mangki, Padang Beurahan, dan Ujung Padang. Hingga kini, penyebab karhutla masih dalam proses penyelidikan.

Adapun perkembangan luas lahan yang terbakar, pada hari pertama tercatat 15 hektare, kemudian meningkat menjadi 26 hektare. Pada hari ketiga, api meluas hingga 42 hektare, lalu bertambah menjadi 57 hektare pada hari keempat. Sehari berikutnya, luasan kembali naik menjadi 60 hektare, hingga akhirnya mencapai 65 hektare pada hari keenam.

“Sejauh ini Alhamdulillah tidak ada korban terdampak, pengungsi hingga korban jiwa dari bencana ini,” ujar T Nara Setia.

Ia menyebutkan, upaya pemadaman masih terus dilakukan oleh BPBD Aceh Selatan dengan memanfaatkan pemetaan drone dan berkolaborasi bersama seluruh satgas. Namun, petugas di lapangan menghadapi sejumlah kendala, mulai dari keterbatasan sumber air hingga hembusan angin kencang yang mempercepat penyebaran api.

Kondisi terakhir, gumpalan asap masih tebal, dan titik api terus bertambah di tengah cuaca panas.

“Yang sudah berhasil dipadamkan sekitar 55 persen, cuaca masih dalam keadaan panas. Dari pantauan fireguard hotspot, titik api bertambah menjadi 36 titik (26 titik tinggi, 10 titik rendah),” kata T Nara Setia.

Lima Santri Tewas Terseret Arus Sungai di Pidie, Satu Masih Hilang

0
Proses evakuasi lima santri yang meninggal dunia setelah terseret arus sungai di kawasan Kecamatan Mane, Minggu (24/8/2025). (Foto: Dok Polres Pidie)

NUKILAN.ID | Pidie – Sebanyak lima santri Dayah Nurul Huda, Gampong Paya Guci, Kecamatan Tangse, Kabupaten Pidie, dilaporkan meninggal dunia setelah terseret arus sungai di kawasan Kecamatan Mane, Minggu (24/8/2025). Seorang santri lainnya masih dalam pencarian tim SAR.

Kapolres Pidie AKBP Jaka Mulyana menyampaikan, peristiwa itu terjadi sekitar pukul 14.00 WIB ketika rombongan santri berwisata di sungai dekat lokasi arung jeram Jambo Adventure.

“Lima korban ditemukan dalam keadaan meninggal dunia, sementara satu korban lainnya masih dilakukan pencarian oleh tim gabungan dan belum ditemukan hingga kini,” kata AKBP Jaka Mulyana saat dikonfirmasi Nukilan, Senin (25/8/2025).

Kejadian bermula saat para santri selesai makan bersama lalu mandi di tepi sungai. Beberapa menit kemudian, seorang santri terseret arus deras. Melihat hal itu, lima rekannya berusaha menolong, namun ikut terbawa arus hingga sekitar 600 meter dari titik awal. Pendamping yang berada di lokasi langsung meminta bantuan masyarakat dan petugas arung jeram.

Tim gabungan dari Polair Polres Pidie, Polsek Mane, dan relawan kemudian melakukan evakuasi. Lima santri berhasil ditemukan dalam keadaan meninggal dunia, sedangkan satu korban masih dalam proses pencarian.

Identitas korban yang meninggal adalah Meisya (14), Zikratun Rahmayani (15), Husnul Khatimah (14), Nurfatiha (14), dan Makfirah (14). Sementara korban yang belum ditemukan diketahui bernama Nurul Izzah (15).

Kapolres Pidie menyampaikan duka cita atas musibah tersebut. Ia juga mengingatkan masyarakat untuk selalu mengutamakan keselamatan saat beraktivitas di sungai maupun kawasan wisata alam.

“Utamakan keselamatan, jangan abaikan potensi bahaya arus deras, apalagi bagi remaja dan anak-anak yang belum bisa berenang,” ujarnya. []

Reporter: Sammy

Bupati Aceh Barat Daya Terbitkan Perbup, Tegaskan Penguatan Syariat Islam

0
Bupati Aceh Barat Daya (Abdya), Safaruddin. (Foto: Kompas.com)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Pemerintah Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) resmi mengeluarkan Peraturan Bupati (Perbup) Nomor 41 Tahun 2025 yang mengatur secara tegas pelaksanaan syariat Islam di wilayah setempat.

Bupati Abdya, Safaruddin, menyebutkan bahwa kebijakan ini dikeluarkan untuk memperkuat pelaksanaan syariat Islam sekaligus menjauhkan anak-anak dan masyarakat dari perilaku negatif.

“Ini adalah upaya kita bersama dalam rangka untuk menjaga anak-anak dan masyarakat kita sendiri,” kata Safaruddin dikutip dari Kompas.com, Jumat (22/8/2025).

Aturan dari Warkop hingga ASN

Dalam aturan tersebut, Safaruddin menegaskan sejumlah poin yang menyentuh langsung aktivitas masyarakat. Misalnya, 15 menit sebelum azan maghrib seluruh kegiatan di pasar, warung kopi, maupun tempat keramaian lainnya wajib dihentikan.

Masyarakat juga diminta tidak menyalakan televisi, musik, atau perangkat elektronik hingga selesai shalat isya berjemaah. Selain itu, anak-anak diwajibkan mengikuti pengajian ba’da maghrib di masjid, balai pengajian, atau rumah penduduk.

“Kami juga meminta agar setiap orang tua dapat melindungi dan mendidik anak-anaknya dengan baik, hingga mencegah pernikahan usia dini,” ujar Safaruddin.

Pengawasan hingga Penghargaan

Perbup tersebut juga mewajibkan camat, keuchik, dan aparatur gampong untuk melakukan monitoring terhadap pelaksanaannya. Pemilik warung kopi bahkan diwajibkan menggelar pengajian atau tausiah rutin melalui program “Ngopi Bersama Teungku” minimal sebulan sekali setelah shalat subuh.

Di sisi lain, ASN dan Non-ASN, termasuk aparatur gampong, diminta melaksanakan shalat berjemaah di masjid atau musala terdekat. Setiap gedung pemerintahan juga dilarang membuat ruang shalat di dalam kantor, agar pegawai tetap beribadah secara berjemaah.

Pengawasan akan dilakukan secara berjenjang. Anak-anak yang berkeliaran pada waktu pengajian akan diberi peringatan lisan maksimal dua kali, sebelum akhirnya dikembalikan kepada orang tua untuk dibina.

Bagi desa yang berhasil melaksanakan Perbup ini dengan baik, pemerintah akan memberikan penghargaan berupa tambahan Alokasi Dana Gampong (ADG) sebesar Rp 5 juta hingga Rp 50 juta.

Sebaliknya, ASN, Non-ASN, maupun aparatur gampong yang melanggar akan dikenakan sanksi administratif, bahkan hingga pemberhentian oleh pejabat berwenang.

Gubernur Mualem Terima Silaturahmi Kapolda Aceh yang Baru

0
Gubernur Mualem Terima Silaturahmi Kapolda Aceh yang Baru. (Foto: Biro Adpim)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Gubernur Aceh Muzakir Manaf atau akrab disapa Mualem menerima kunjungan silaturahmi resmi Kapolda Aceh Brigjen Marzuki Ali Basyah di Meuligoe Gubernur Aceh, Minggu (24/8/2025).

Dalam pertemuan tersebut, Mualem didampingi istrinya, Marlina Usman. Sementara Kapolda hadir bersama istrinya, Irawati Marzuki, beserta keluarga.

Pertemuan perdana ini berlangsung hangat. Setiba di Meuligoe, Brigjen Marzuki langsung disambut Mualem. Keduanya tampak saling memberi hormat saat berjabat tangan.

Sebagai pejabat baru, Marzuki memperkenalkan diri sekaligus menyampaikan arah program kerja Polda Aceh ke depan. Ia mengajak Pemerintah Aceh memperkuat sinergi dalam menjaga keamanan dan ketertiban di daerah.

“Kami sebagai orang baru di Polda Aceh ingin datang ke pimpinan daerah dalam rangka memperkenalkan diri, sekaligus membicarakan program pembangunan Polda dan masyarakat Aceh untuk menciptakan kedamaian dan keamanan di Aceh,” kata Marzuki.

Menurutnya, keamanan menjadi pondasi penting agar sektor lain seperti ketahanan pangan, distribusi kebutuhan industri, hingga peningkatan investasi dapat berjalan lancar.

“Kami berharap Bapak Gubernur dapat membantu kami berkolaborasi menyukseskan program Bapak Presiden sehingga ketahanan pangan terwujud di Aceh dan keamanan terjamin,” ujarnya.

Marzuki juga menyampaikan, laporan awal menunjukkan kondisi Aceh relatif aman dan kondusif. Hal itu terlihat dari sejumlah kegiatan besar yang terlaksana dengan sukses tanpa hambatan.

“Alhamdulillah, beberapa kegiatan besar sudah berjalan dengan baik dan dikatakan sukses,” tuturnya.

Ia menegaskan, keberhasilan tugas kepolisian tidak lepas dari partisipasi masyarakat.

“Tanpa dukungan masyarakat, kami tidak ada apa-apanya. Mari sama-sama kita galang kekuatan demi kesuksesan Aceh lebih dikenal. Motto kami sekarang: Polda Meutuah menuju Aceh Meusyeuhu,” pungkasnya.

EDITOR: Akil

Tiga Siswa Madrasah Aceh Selatan Raih Prestasi di OSMA Tingkat Provinsi 2025

0
Tiga siswa madrasah asal Kabupaten Aceh Selatan berhasil menorehkan prestasi pada ajang Olimpiade Sains Madrasah (OSMA) Tingkat Provinsi Aceh Tahun 2025. (Foto: Ist)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Tiga siswa madrasah asal Kabupaten Aceh Selatan berhasil menorehkan prestasi pada ajang Olimpiade Sains Madrasah (OSMA) Tingkat Provinsi Aceh Tahun 2025.

Penghargaan diserahkan langsung oleh Kepala Kanwil Kementerian Agama Provinsi Aceh, Drs H Azhari MSi, bersama jajaran pejabat Kemenag Aceh, pada malam penutupan yang berlangsung di Asrama Haji Kota Banda Aceh, Sabtu (23/8/2025).

Adapun tiga siswa yang berhasil meraih juara yakni:

  • Rahil Fadhla, siswa MTsS Cahaya Quran Aceh Selatan, Juara Harapan 3 bidang Matematika Tingkat MTs.

  • Wilda Alfi Ramadhani, siswi MAN 4 Aceh Selatan, Juara Harapan 2 bidang Geografi Tingkat MA.

  • Rafdhalul Ilham, siswa MAN 3 Aceh Selatan, Juara Harapan 1 bidang Matematika Tingkat MA.

Kepala Kantor Kemenag Aceh Selatan, Khairul Huda SHI MSi, yang turut hadir dalam acara penutupan bersama Kasi Penmad Kankemenag Aceh Selatan, H Dailami Hasmar SAg, menyampaikan apresiasinya atas capaian tersebut.

“Alhamdulillah, Barakallah untuk Ananda kami yang telah meraih juara dan capaian ini menjadi motivasi bagi siswa dan guru madrasah untuk terus meningkatkan kualitas pembelajaran, khususnya di bidang sains. Kita berharap, ke depan prestasi ini dapat ditingkatkan hingga ke tingkat nasional,” ujarnya.

Selain itu, Khairul Huda juga memberikan semangat kepada seluruh peserta OSMA dari Aceh Selatan yang telah berkompetisi sejak tahap awal di tingkat madrasah hingga melaju ke tingkat provinsi.

“Dan ini merupakan sebuah prestasi bagi seluruh siswa madrasah kami yang telah berkompetisi di ajang OSMA Tahun 2025 ini,” tutupnya.

Direktur Pengembangan Bisnis PT PEMA Hadiri Rapat Fasilitasi Investasi di Aceh

0
Rapat fasilitasi investasi yang digelar Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Aceh, Selasa (25/8/2025). (Foto: Humas Aceh)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Direktur Pengembangan Bisnis PT PEMA, Naufal Natser Mahmud, turut hadir dalam rapat fasilitasi investasi yang digelar Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Aceh, Selasa (25/8/2025).

Rapat tersebut menjadi langkah awal Pemerintah Aceh dalam memfasilitasi rencana investasi besar dari PT Mistan Internasional Malaysia. Perusahaan asal Negeri Jiran itu berencana menanamkan modal di sektor budidaya ayam petelur serta pembangunan pabrik refinery minyak sawit di Aceh.

“Kami di Pemerintah Aceh siap memberikan fasilitasi sesuai regulasi yang berlaku. Ini adalah investasi strategis yang bisa berdampak besar bagi ekonomi daerah,” kata Rahmadhani, Plh Kepala DPMPTSP Aceh.

Perwakilan PT Mistan Internasional Malaysia menyampaikan ketertarikan mereka terhadap potensi Aceh, terutama di sektor peternakan dan perkebunan sawit.

“Aceh punya potensi besar dan posisi geografis yang strategis. Kami melihat peluang besar untuk menjalin kemitraan dengan pelaku usaha lokal serta membangun industri hilir di sini,” ujar perwakilan perusahaan.

Dalam forum tersebut, berbagai pihak membahas kesiapan lahan, dukungan infrastruktur, hingga skema kemitraan lokal. DPMPTSP Aceh menegaskan komitmen untuk menindaklanjuti hasil pertemuan dengan langkah konkret, khususnya dalam proses perizinan.

“Proyek ini berpotensi menciptakan lapangan kerja baru dan menambah nilai ekonomi dari produk lokal Aceh. Ini bukan hanya soal investasi, tapi pembangunan yang berkelanjutan,” tegas Rahmadhani.

Jika rencana itu terealisasi, Aceh berpeluang menjadi pusat pengembangan agribisnis dan industri pengolahan sawit di wilayah barat Indonesia.

Pertemuan ini juga dihadiri sejumlah pejabat penting, di antaranya Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh, Ir. Cut Huzaimah, MP, Kepala Dinas Peternakan Aceh, Zalsufran, ST, M.Si, serta perwakilan Kadin Aceh, Disperindag, DKP, dan tim teknis DPMPTSP Aceh

Guru di Aceh Besar Dibekali Kurikulum Berbasis Cinta

0
Kakankemenag Aceh Besar H Saifuddin membuka seminar pendidika di Lhoknga, Sabtu (23/8/2025) (Foto: Humas kemenag Aceh Besar)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Sebanyak 114 guru dari jenjang PAUD hingga SMA sederajat di Kecamatan Lhoknga dan Leupung, Kabupaten Aceh Besar, mendapat pembekalan kurikulum berbasis cinta melalui sebuah seminar pendidikan yang digelar di MIN 29 Aceh Besar, Sabtu (23/8/2025).

Kepala Kantor Kementerian Agama (Kakankemenag) Aceh Besar, H Saifuddin, yang membuka kegiatan tersebut menyebutkan bahwa konsep kurikulum berbasis cinta menjadi penguatan peran guru sebagai pendidik yang mencintai dan dicintai.

“Materi kurikulum berbasis cinta yang dirangkai dalam kegiatan seminar pendidikan merupakan bagian untuk menguatkan peran guru sebagai pendidik yang mencintai dan dicintai,” kata Saifuddin.

Ia menambahkan, mengajar dan mendidik dengan hati berarti memberikan pendidikan dengan penuh kasih sayang, perhatian, serta kesabaran.

“Pendidikan dengan hati dan penuh cinta akan menciptakan lingkungan belajar yang aman dan nyaman,” ujarnya.

Menurutnya, pendekatan semacam ini mampu menyentuh sisi emosional siswa karena mereka merasa diperhatikan dengan baik oleh gurunya.

“Mari kita mendidik siswa dengan hati dan ikhlas agar apa yang diajarkan kepada siswa menjadi pahala di akhirat kelak,” tambahnya.

Ketua DPRK Aceh Besar, Abdul Muchti, yang turut hadir, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya seminar tersebut.

“Kami berharap seminar itu dapat memberikan manfaat bagi para guru dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Aceh Besar, khususnya di Kecamatan Lhoknga dan Leupung,” katanya.

Sementara itu, Dr Ummiyani yang menjadi salah satu pemateri, memaparkan bahwa kurikulum berbasis cinta menekankan pentingnya cinta, empati, dan kasih sayang dalam proses belajar-mengajar.

“Kurikulum berbasis cinta dapat membantu siswa mengembangkan keterampilan sosial, emosional, dan akademis yang baik, serta menjadi individu yang lebih peduli dan cinta terhadap orang lain,” jelasnya.

Kepala MIN 29 Aceh Besar, Ayun Rivani, menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang mendukung kelancaran seminar tersebut.

Adapun pemateri yang dihadirkan yakni Dr Hj Ummiyani dengan materi kurikulum berbasis cinta, serta Usfur Ridha yang membawakan materi psikologi anak di masa sekarang.