Beranda blog Halaman 400

Sultan Aceh Siap Bangun Kilang Minyak dan Petrokimia

0
Sultan Aceh Siap Bangun Kilang Minyak dan Petrokimia. (Foto: ruangenergi.com)

NUKILAN.ID | JAKARTA – Kabar menggembirakan datang dari sektor energi nasional. Sultan Aceh, H Teuku Badruddin Syah, menyampaikan niatnya untuk membangun kilang minyak dan petrokimia di Aceh. Proyek ambisius ini dirancang untuk mendukung hilirisasi sumber daya alam dan mempercepat pertumbuhan industri di Tanah Rencong.

Sumber Bahan Baku dari Andaman hingga Rusia

Kepala SKK Migas, Djoko Siswanto, mengungkapkan bahwa pembangunan ini akan menggunakan gas dari blok South Andaman. Selain itu, minyak mentah akan dipasok dari Iran, India, dan Rusia.

“Ijin lapor Sultan Aceh H Teuku Badruddin Syah ini segera membangun Kilang Minyak dan Petrokimia di Aceh untuk Hilirisasi, Insya Allah bulan depan financial closing, sumber bahan baku dari Andaman, Iran dan India/Rusia,” kata Djoko Siswanto kepada ruangenergi.com, Kamis (29/5/2025), di Jakarta.

Rencana ini tentu membawa angin segar bagi pembangunan industri energi di Aceh. Terlebih lagi, momentum ini sejalan dengan pengembangan kawasan industri yang tengah digencarkan oleh pemerintah daerah.

KIA Ladong: Pusat Industri Baru di Aceh

Sebagai informasi, Pemerintah Provinsi Aceh saat ini tengah mengembangkan Kawasan Industri Aceh (KIA) Ladong di Kabupaten Aceh Besar. Kawasan ini dirancang menjadi pusat industri strategis yang dilengkapi dengan fasilitas lengkap, seperti instalasi pengolahan air limbah (IPAL), dermaga, dan gudang.

Tak hanya itu, KIA Ladong juga dibidik menjadi daya tarik bagi investor nasional maupun internasional. Fokus utamanya mencakup sektor industri kimia, logistik, dan energi.

Dua Proyek Petrokimia Lainnya Sedang Berjalan

Selain proyek kilang Sultan Aceh, ada dua proyek besar lainnya yang tengah dikembangkan di provinsi tersebut.

Pertama adalah pabrik metanol di Meulaboh, Aceh Barat. Proyek ini merupakan hasil kerja sama antara PT Powerindo Cipta Energy (PCE) dan China National Chemical Engineering Corporation (CNCEC). Pabrik tersebut dirancang untuk mengolah 1,1 juta ton batu bara menjadi 600.000 ton metanol per tahun.

Berlokasi di mulut tambang batu bara, proyek ini menelan investasi sebesar USD 560 juta atau sekitar Rp 7,9 triliun. Diharapkan, pabrik ini mampu menyerap 600 hingga 700 tenaga kerja. Adapun tahap konstruksi dijadwalkan dimulai sejak pertengahan 2022.

Kedua adalah pembangunan pabrik pupuk NPK milik PT Pupuk Iskandar Muda (PIM) di Aceh Utara. Pabrik ini, yang telah diresmikan oleh Presiden Joko Widodo pada Februari 2023, memiliki kapasitas produksi sebesar 500.000 ton per tahun. Nilai investasinya mencapai Rp 1,7 triliun.

Menariknya, pabrik ini menggunakan teknologi dari Petrokimia Gresik dan difokuskan untuk mendukung ketahanan pangan nasional. Selain itu, pembangunan ini juga diharapkan dapat mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor pupuk.

Menuju Lompatan Industri Aceh

Dengan berbagai proyek besar yang sedang digerakkan, Aceh tampaknya sedang menuju babak baru sebagai pusat industri energi dan petrokimia nasional. Jika proyek-proyek ini berjalan sesuai rencana, bukan tidak mungkin provinsi ini akan menjadi magnet investasi dan membuka lebih banyak lapangan pekerjaan bagi masyarakat setempat.

Kini, harapan tinggal menunggu realisasi. Masyarakat Aceh tentu menanti janji itu bukan hanya menjadi wacana, tetapi benar-benar hadir dalam bentuk nyata: pembangunan, pekerjaan, dan kemajuan ekonomi daerah.

Editor: Akil

Jam Malam Siswa Belum Berlaku Efektif

0
Jam Malam Siswa Belum Berlaku Efektif. (Foto: equator.co.id)

NUKILAN.ID | LHOKSEUMAWE – Kebijakan pembatasan jam malam bagi siswa tingkat SMA sederajat di Aceh tampaknya belum berjalan efektif. Meski surat edaran sudah dikeluarkan, sejumlah remaja masih terlihat duduk santai di kafe-kafe Kota Lhokseumawe hingga larut malam.

Hasil pantauan Kompas.com menunjukkan, para remaja masih berkumpul di berbagai titik hingga pukul 23.00, bahkan mendekati pukul 24.00 WIB. Kondisi ini tentu bertolak belakang dengan semangat dari kebijakan yang telah disosialisasikan.

Kepala Cabang Dinas Pendidikan Lhokseumawe, Supriadi, menyatakan bahwa pihaknya telah melakukan langkah awal berupa sosialisasi kepada seluruh sekolah menengah atas di wilayahnya.

“Kepala sekolah sudah memanggil siswa dan orang tuanya, mensosialisasikan surat edaran ini. Kita minta partisipasi aktif membatasi aktivitas siswa pada malam hari,” ujar Supriadi saat dihubungi, Kamis (29/5/2025).

Namun demikian, menurut Supriadi, pelaksanaan teknis dari pembatasan tersebut berada di tangan pemerintah daerah. Ia menambahkan bahwa pihaknya telah berupaya menjalin komunikasi dengan pemerintah kota.

“Karena sumber daya ada di pemerintah daerah. Kami sudah minta waktu untuk bertemu dengan Wali Kota Lhokseumawe, Sayuti Abubakar untuk teknis pembatasan jam malam ini,” katanya.

Lebih lanjut, Supriadi mengakui bahwa pengawasan terhadap siswa di malam hari merupakan tantangan besar. Ia menyebut, kapasitas dinas pendidikan terbatas dalam melakukan kontrol penuh terhadap aktivitas di luar jam sekolah.

“Kalau di kita sepenuhnya, kita tak punya kemampuan cukup untuk melakukan pengawasan dan penindakan,” ungkapnya.

Oleh sebab itu, ia berharap adanya keterlibatan aktif dari pemerintah kota, termasuk dukungan aparat, agar kebijakan ini bisa diterapkan secara nyata di lapangan.

Di sisi lain, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Lhokseumawe, Dedi Irfansyah, mengungkapkan bahwa belum ada koordinasi resmi terkait kebijakan ini.

“Mungkin tidak ada koordinasi dengan kita karena kewenangan SMA berada di provinsi,” ujar Dedi saat dihubungi terpisah.

Ketiadaan komunikasi lintas instansi ini menjadi salah satu penghambat utama penerapan efektif jam malam. Padahal, keterlibatan pemerintah kabupaten/kota sangat krusial untuk mendukung implementasi di lapangan.

Sebelumnya, Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Marthunis, telah mengeluarkan surat edaran terkait pembatasan jam malam siswa. Namun, tanpa sinergi antara provinsi dan kabupaten/kota, kebijakan tersebut akan sulit terlaksana.

Hingga kini, warga masih menantikan langkah konkret dari pihak berwenang agar para pelajar bisa lebih terlindungi dari aktivitas malam yang tidak produktif. Pemerintah daerah pun diharapkan segera mengambil bagian dalam pelaksanaan aturan yang sebenarnya bertujuan untuk kebaikan generasi muda Aceh.

Editor: Akil

Pemkab Aceh Jaya Dukung STAI Darul Abrar, Wujud Komitmen Pendidikan Islam

0
Pemkab Aceh Jaya Dukung STAI Darul Abrar, Wujud Komitmen Pendidikan Islam. (Foto: Pemkab Aceh Jaya)

NUKILAN.ID | Banda Aceh – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Jaya menyatakan komitmennya dalam mendukung pengembangan pendidikan tinggi berbasis keislaman. Salah satu wujud nyata komitmen tersebut adalah rencana pendirian Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Darul Abrar di Gampong Baro, Kecamatan Setia Bakti.

Dukungan ini disampaikan langsung oleh Bupati Aceh Jaya, Safwandi, dalam rapat virtual bersama Kementerian Agama Republik Indonesia, Rabu (28/5/2025). Pertemuan ini berlangsung di Komplek Dayah Terpadu Darul Abrar dan dihadiri berbagai pihak penting.

Hadirnya Harapan Baru bagi Masyarakat

Selain Bupati Safwandi, rapat ini juga diikuti oleh Wakil Bupati Muslem D, Ketua DPRK Aceh Jaya Musliadi Z, tokoh agama Tgk. Mustafa Sarong (Walidi), unsur Forkopimda, perwakilan dinas terkait, Kemenag Aceh Jaya, serta jajaran pengurus Yayasan STAI Darul Abrar.

Kehadiran para pejabat lintas sektor ini mencerminkan tingginya harapan masyarakat. Mereka berharap STAI Darul Abrar bisa segera hadir sebagai pusat pendidikan Islam yang berkualitas di wilayah tersebut.

Langkah Strategis Menuju Pendidikan Berkualitas

Menurut Safwandi, pendirian STAI Darul Abrar merupakan langkah strategis. Melalui kampus ini, akses pendidikan tinggi bernuansa Islami akan semakin terbuka bagi generasi muda Aceh Jaya.

“Kami menegaskan komitmen bahwa pemerintah daerah siap mendukung pendirian kampus tersebut, mulai dari aspek regulasi, penyediaan fasilitas, hingga koordinasi antar instansi. Untuk itu diharapkan Kementerian Agama RI dapat memberikan restu dan pendampingan dalam proses pendirian STAI Darul Abrar. Sinergi antara pemerintah daerah dan pusat sangat diperlukan demi kemajuan pendidikan di Aceh Jaya,” katanya.

Harapan Besar untuk Masa Depan

Di tengah keterbatasan pilihan pendidikan tinggi di daerah, rencana pendirian STAI Darul Abrar menjadi angin segar. Masyarakat menaruh harapan besar agar kampus ini dapat segera terwujud dan menjadi pusat pengembangan ilmu berbasis nilai-nilai Islam.

Dengan adanya sinergi yang kuat antara pemerintah daerah dan pusat, Aceh Jaya optimistis bisa menjadi salah satu pusat pendidikan Islam yang unggul di wilayah barat Indonesia.

Editor: Akil

Kapolres Aceh Selatan Tinjau Layanan Samsat

0
Kapolres Aceh Selatan Tinjau Layanan Samsat. (Foto: Polres Aceh Selatan)

NUKILAN.ID | Banda Aceh – Dalam rangka meningkatkan kualitas pelayanan publik, Kapolres Aceh Selatan AKBP T. Ricki Fadlianshah melakukan kunjungan kerja ke Kantor Samsat Aceh Selatan pada Rabu, 28 Mei 2025. Kunjungan ini menjadi bagian dari komitmen Polres untuk memastikan layanan kepada masyarakat berjalan prima.

Dengan penuh perhatian, Kapolres meninjau langsung sejumlah fasilitas pelayanan. Ia memeriksa sarana dan prasarana di ruang layanan, kelengkapan dokumen operasional, serta proses kerja petugas saat melayani masyarakat.

Standar Layanan Jadi Sorotan

Tidak hanya melihat secara fisik, Kapolres juga mengevaluasi apakah layanan yang diberikan sudah sesuai dengan standar. Ia menekankan pentingnya kemudahan akses bagi masyarakat, karena hal itu menjadi indikator utama keberhasilan sebuah sistem pelayanan publik.

“Kunjungan ini bertujuan untuk melihat langsung kesiapan pelayanan publik serta mendengarkan langsung kendala atau masukan dari petugas pelayanan. Kami ingin memastikan bahwa masyarakat mendapatkan pelayanan yang cepat, mudah, dan transparan. Pelayanan publik adalah wajah institusi, dan harus terus ditingkatkan,” tegas Kapolres.

Arahan untuk Tingkatkan Integritas

Setelah melakukan peninjauan, kegiatan ditutup dengan pengarahan singkat. Dalam sesi tersebut, Kapolres meminta seluruh petugas agar terus menjaga profesionalisme dan integritas dalam melayani masyarakat.

Secara keseluruhan, kunjungan ini berlangsung dalam suasana aman dan lancar. Kapolres berharap ke depan, pelayanan publik di Aceh Selatan terus bergerak ke arah yang lebih baik dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat secara adil serta efisien.

Editor: Akil

Wali Kota Illiza Lepas Kloter Terakhir Jemaah Haji Aceh, Gabung dengan Sumut

0
Wali Kota Illiza Lepas Kloter Terakhir Jemaah Haji Aceh. (Foto: Kemenag Aceh)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH — Kelompok terbang (kloter) terakhir jemaah haji dari Embarkasi Aceh diberangkatkan pada Jumat pagi, 30 Mei 2025. Dalam prosesi pelepasan yang berlangsung khidmat di Aula Jeddah Asrama Haji Embarkasi Aceh, Wali Kota Banda Aceh Hj Illiza Sa’aduddin Djamal SE kembali mengingatkan makna utama dari ibadah haji.

Di hadapan ratusan jemaah Kloter 12-BTJ, Illiza menekankan pentingnya momen wukuf di Arafah sebagai inti dari ibadah haji.

“Jangan sia-siakan waktu sedetik pun. Banyak yang menunggu sampai 34 tahun,” ajaknya.

Menurutnya, meskipun para jemaah telah mengikuti bimbingan manasik berkali-kali, masih banyak yang kurang memanfaatkan waktu wukuf secara optimal.

Ia pun mengajak para jemaah untuk merenung dan bermuhasabah.

“Selama di Arafah mari renungkan siapa diri kita, muhasabah diri, mengenal Allah.”

Illiza juga turut menyampaikan makna mendalam dari rangkaian tawaf dalam ibadah haji.

Gabung dengan Sumut, Kloter 12 Diisi 124 Jemaah Asal Aceh

Kloter 12 tahun ini menjadi yang terakhir diberangkatkan dari Embarkasi Aceh. Namun berbeda dari kloter sebelumnya, jemaah haji asal Aceh dalam kloter ini akan bergabung dengan jemaah dari Sumatera Utara (Sumut).

Dari total jemaah, 124 orang berasal dari berbagai kabupaten/kota di Aceh. Selebihnya berasal dari Sumut.

Adapun rincian jemaah Aceh yakni 50 laki-laki dan 74 perempuan. Mereka berasal dari Banda Aceh (43 orang), Pidie (22), Aceh Selatan (14), Aceh Utara (12), Lhokseumawe (8), Aceh Barat Daya (6), Aceh Timur (5), Aceh Tenggara (4), serta masing-masing 2 jemaah dari Sabang, Langsa, Nagan Raya, Aceh Jaya, dan Aceh Besar.

Di antara jemaah Aceh dalam kloter ini, Tambah Mulia Ginting dari Aceh Tenggara tercatat sebagai yang termuda, yakni berusia 25 tahun. Sementara itu, jemaah tertua adalah Halimah Muhammad Daud asal Aceh Timur yang kini berusia 84 tahun.

Sebanyak tiga petugas haji turut ditugaskan untuk mendampingi dan membimbing jemaah selama di Tanah Suci.

Berangkat dari Banda Aceh Menuju Makkah

Kloter 12 dijadwalkan berangkat dari Bandara Sultan Iskandar Muda, Banda Aceh, pada pukul 10.40 WIB. Mereka diperkirakan akan tiba di Bandara Internasional King Abdulaziz, Jeddah, sekitar pukul 14.45 waktu Arab Saudi.

Setiba di Makkah, jemaah akan ditempatkan di wilayah Misfalah, tepatnya di Sektor 9, Hotel Al Zaer Al Akhyar.

Ketua Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Aceh, Drs H Azhari MSi, menyampaikan harapan agar semua proses penerbangan dan ibadah berlangsung lancar.

“Kita berdoa penerbangan Kloter 12 ini juga berjalan lancar seperti Kloter sebelumnya. Seluruh Jemaah sehat dan melaksanakan rukun haji dengan lancar,” ujar Ketua PPIH Azhari.

Editor: Akil

BMKG: Aceh Berpeluang Diguyur Hujan di Tengah Musim Kemarau

0
Ilustrasi hujan. (Foto: Freepik)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Meski telah memasuki musim kemarau, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Aceh memperkirakan sejumlah wilayah di Aceh masih berpeluang diguyur hujan. Wilayah Aceh Besar, misalnya, hari ini diprediksi mengalami hujan dengan intensitas ringan.

“Secara umum kondisi cuaca di wilayah Aceh hari ini diprediksi cuaca sangat cerah. Meski demikian, terpantau beberapa wilayah di Aceh seperti Jantho dan wilayah utara dan timur Aceh berpotensi hujan ringan untuk hari ini,” ujar Dedi Ardana, Prakirawan BMKG Aceh, Kamis (29/5/2025).

Tidak hanya hari ini, hujan juga diperkirakan akan kembali terjadi dalam beberapa hari ke depan. Ini tentu menjadi perhatian, terutama karena kondisi saat ini berada di periode kemarau yang biasanya ditandai dengan cuaca kering dan panas.

Lebih lanjut, Dedi mengingatkan masyarakat agar tetap waspada terhadap kemungkinan cuaca ekstrem. Menurutnya, dalam tiga hingga empat hari mendatang, Aceh berpotensi diguyur hujan dengan intensitas sedang.

“Meski saat ini Aceh memasuki musim kemarau, namun masyarakat dihimbau untuk mewaspadai hujan dan cuaca ekstrim yang dapat terjadi saat ini,” tambahnya.

Selain potensi hujan, BMKG juga memantau adanya titik panas yang muncul di beberapa wilayah.

“Dalam beberapa hari ini kami memantau ada beberapa titik panas khususnya di wilayah Aceh Tengah, Aceh Timur, Bireun dan Aceh Barat Daya. Cuaca yang cukup ekstrim di wilayah Aceh dapat memicu terjadinya titik panas, tentunya hal ini dibutuhkan perhatian dari masyarakat khususnya petani,” ujar Dedi.

Sementara itu, kondisi perairan di sekitar Aceh terpantau cukup normal. Gelombang laut di lintasan Sabang-Banda Aceh berkisar antara 0,5 hingga 1 meter. Untuk wilayah barat dan selatan, gelombang tercatat mencapai 0,5 hingga 0,75 meter. Sedangkan di utara dan timur Aceh, ketinggian gelombang bisa mencapai hingga 1,5 meter.

BMKG menegaskan, meskipun Aceh tengah berada dalam musim kemarau, masyarakat diimbau untuk tidak lengah. Potensi cuaca buruk seperti hujan lebat, angin kencang, bahkan kebakaran hutan dan lahan, tetap bisa terjadi secara tiba-tiba.

Editor: Akil

Bocah 6 Tahun Tewas dalam Kebakaran di Aceh Utara

0
Bocah 6 Tahun Tewas dalam Kebakaran di Aceh Utara. (Foto: Kompas.com)

NUKILAN.ID | LHOKSUKON – Musibah kebakaran yang terjadi di Desa Alue Bili Rayek, Kecamatan Baktiya, Aceh Utara, Kamis (29/5/2025), menyisakan duka mendalam. Seorang bocah laki-laki berusia enam tahun, Muhammad Ishak, ditemukan tewas dalam kobaran api yang melalap rumahnya.

Tragedi ini pun memicu kemarahan warga. Bahkan, Bupati Aceh Utara, Ismail A Jalil yang akrab disapa Ayahwa, langsung turun ke lokasi dan meluapkan kekecewaannya terhadap kinerja petugas pemadam kebakaran (Damkar).

Kebakaran terjadi di rumah berkonstruksi kayu yang berada hanya sekitar 250 meter dari pos pemadam kebakaran. Namun, respons petugas dinilai terlalu lambat. Warga menyebut, saat api mulai membesar, bantuan tak kunjung datang.

Situasi tersebut membuat emosi warga memuncak. Tak hanya berduka atas kepergian sang bocah, warga juga mempertanyakan kesigapan tim Damkar yang seharusnya siaga di pos tersebut.

Tidak lama setelah kejadian, Ayahwa mendatangi rumah duka sekaligus pos Damkar yang berada dekat lokasi. Di sana, puluhan warga yang berkumpul menyampaikan protes keras atas kelalaian yang terjadi.

Ayahwa berupaya menenangkan warga dan langsung mengambil langkah tegas. “Saya minta warga membubarkan diri. Untuk petugas, tenang, besok semuanya saya ganti segera,” ujarnya.

Kemarahan Ayahwa bukan tanpa alasan. Ia menyatakan kecewa karena dari delapan petugas yang seharusnya berjaga, hanya dua orang yang hadir di pos Damkar saat kebakaran terjadi.

“Harusnya sudah paham standar operasi, tidak boleh pos kosong. Harus tetap siaga, sudah tujuh tahun bertugas, masak tidak paham-paham. Besok semua menghadap saya,” katanya dengan nada tegas.

Dalam keterangannya, Ayahwa menekankan pentingnya dedikasi dan kesiapsiagaan dalam menjalankan tugas pemadam kebakaran. Menurutnya, profesi ini menyangkut nyawa manusia dan tidak boleh dianggap remeh.

“Tugas damkar itu mulia, harus ikhlas. Saya minta ini kasus terakhir, jangan ada lagi ke depan kasus kelalaian seperti ini,” tegasnya.

Editor: Akil

Mubes Perdana IAI Muda Wilayah Aceh Resmi Digelar di STIES Banda Aceh

0
Mubes Perdana IAI Muda Wilayah Aceh Resmi Digelar di STIES Banda Aceh. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH — Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) Muda Wilayah Aceh resmi menggelar Musyawarah Besar (MUBES) pertamanya pada Kamis, 29 Mei 2025. Kegiatan ini berlangsung meriah di Aula Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Sabang (STIES) Banda Aceh.

Mengusung tema “Akuntan Muda Berkarya Mengukir Profesionalisme Menuju Indonesia Emas 2045,” MUBES ini menjadi tonggak sejarah bagi dunia akuntansi di Aceh, terutama di kalangan mahasiswa.

Dihadiri oleh Mahasiswa dari Berbagai Perguruan Tinggi

Acara ini diramaikan oleh kehadiran mahasiswa akuntansi dari berbagai kampus di Aceh. Beberapa di antaranya berasal dari Universitas Syiah Kuala (USK), STIES Banda Aceh, Universitas Teuku Umar, Politeknik Kutaraja, Universitas Abulyatama, dan Universitas Ubudiyah Indonesia.

Antusiasme para peserta mencerminkan semangat kolaborasi dan kesadaran akan pentingnya peran akuntan muda dalam membangun masa depan profesi yang berkualitas.

Pantuan Nukilan.id di lokasi, sejumlah pengurus IAI Wilayah Aceh turut hadir dan memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan MUBES ini. Mereka di antaranya adalah Dr. Fazli Syam BZ, SE., M.Si., Ak., CA., Cert. DA selaku Ketua IAI Wilayah Aceh, Muslim Hasan Birga, SE., M.Si., Ak., CA., RSA., Asean CPA selaku Wakil Ketua II, Dhani Adrian, SE., Ak., MM., CA selaku Sekretaris, Dr. Riha Dedi Priantana, SE., Ak., M.Si., CA., CMA., Asean CPA selaku Koordinator Komisariat Banda Aceh, Aceh Besar, dan Sabang, serta Banta Karollah, SE., M.S.M. selaku Ketua STIES Banda Aceh.

Dalam sambutannya, Ketua IAI Wilayah Aceh, Dr. Fazli Syam BZ, menyampaikan rasa terima kasih kepada STIES Banda Aceh yang telah menjadi tuan rumah.

“Momen ini adalah sejarah penting karena menandai lahirnya IAI Muda Wilayah Aceh,” katanya.

Ia menilai, regenerasi profesi akuntan di Aceh masih berjalan lambat. Oleh karena itu, keberadaan IAI Muda menjadi sangat penting dalam mendorong keterlibatan mahasiswa sejak dini.

“Kita butuh kesinambungan agar profesi ini terus berkembang,” tambahnya.

Ketua STIES Banda Aceh, Banta Karollah, dalam sambutannya juga mengapresiasi pelaksanaan MUBES ini. Ia menyebut, terpilihnya STIES sebagai tuan rumah adalah sebuah kehormatan dan tanggung jawab besar.

“Kami berharap kegiatan ini menjadi motivasi bagi seluruh mahasiswa untuk terus mengembangkan ilmu akuntansi,” katanya.

Ia menambahkan, kolaborasi seperti ini harus diperluas agar pendidikan akuntansi di Aceh makin kompetitif.

“Dengan kebersamaan, kita bisa melahirkan generasi akuntan yang profesional dan siap bersaing secara global,” pungkasnya.

Ketua IAI Muda Wilayah Aceh Terpilih

Puncak kegiatan ini adalah pemilihan Ketua IAI Muda Wilayah Aceh yang pertama. Terpilih sebagai ketua adalah Sastiya Aderima Fitria, mahasiswi Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Syiah Kuala (FEB USK).

Dalam pidato perdananya, Sastiya menyatakan IAI Muda Wilayah Aceh akan menjadi organisasi yang berkembang, unggul, dan berkelanjutan dalam pengembangan ilmu dan praktik akuntansi.

Ia juga menekankan pentingnya mempererat hubungan antar mahasiswa akuntansi dari seluruh Aceh.

“Kita harus membangun jejaring yang kuat dan saling mendukung,” katanya.

Musyawarah Besar ini bukan hanya menjadi ajang konsolidasi, tetapi juga titik awal bagi peran strategis akuntan muda Aceh. Melalui IAI Muda, para mahasiswa diharapkan dapat lebih aktif dalam kegiatan keilmuan, organisasi, dan pengabdian masyarakat.

Dengan semangat yang dibawa dari MUBES ini, IAI Muda Wilayah Aceh siap bergerak menuju cita-cita bersama: menciptakan generasi akuntan yang profesional, berintegritas, dan siap menyongsong Indonesia Emas 2045.

“Kami siap membawa perubahan,” pungkas Sastiya. (XRQ)

Reporter: Akil

Gen Z Gampong Suak Indrapuri Dapat Pelatihan Public Speaking dari Akademisi UTU

0
Gen Z Gampong Suak Indrapuri Dapat Pelatihan Public Speaking dari Akademisi UTU. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.ID | MEULABOH – Pemerintah Gampong Suak Indrapuri, Kecamatan Johan Pahlawan, Kabupaten Aceh Barat, terus menunjukkan komitmennya dalam memberdayakan generasi muda. Pada Kamis, 29 Mei 2025, bertempat di Balai Desa, mereka menyelenggarakan Pelatihan Public Speaking khusus untuk kalangan Gen Z.

Kegiatan ini berlangsung sehari penuh dan dibuka secara resmi oleh Geuchik Suak Indrapuri, Drs. Syaban Lubis. Dalam sambutannya, ia menegaskan pentingnya program ini sebagai bagian dari rencana pemerintah gampong yang didanai oleh APBG.

“Peserta pelatihan adalah putra/putri terbaik Gampong Suak Indrapuri, di mana punya potensi besar kelak menjadi pemimpin masa depan,” ujar Syaban.

Pelatihan ini menghadirkan tiga pemateri dari Universitas Teuku Umar (UTU). Mereka adalah Said Fadhlain, S.IP., M.A (pakar public speaking dan dosen Ilmu Komunikasi), Diah Pratiwi, S.Psi (psikolog dan kandidat Magister Sosiologi), serta Yusril Suhendra, S.I.Kom (pegiat literasi digital sekaligus salah satu wisudawan terbaik UTU 2024).

Mereka memberikan materi secara atraktif dan interaktif, membahas mulai dari seni berbicara di era digital hingga tantangan psikologis Gen Z dalam era post-truth. Peserta yang hadir sebanyak 38 orang, terdiri dari pelajar tingkat SLTA dan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi seperti UTU, STAIN Meulaboh, hingga USK Banda Aceh.

Sesi pelatihan berlangsung dalam suasana dinamis. Peserta tidak hanya mendengarkan, namun juga aktif berdiskusi dan praktik langsung. Beberapa di antaranya bahkan tampil percaya diri berbicara di depan audiens, menandakan materi yang disampaikan berhasil menggugah semangat mereka.

“Dengan adanya remaja mendapatkan pengetahuan dasar terhadap public speaking tentunya dapat membangun konsep diri, dengan beranggapan setiap orang punya kesempatan untuk menjadi lebih baik,” ujar Diah Pratiwi.

Siti Rahmah, S.Sos.I selaku petugas pendamping Gampong Suak Indrapuri, menilai kegiatan ini sangat efektif. Menurutnya, antusiasme tinggi peserta menunjukkan bahwa pelatihan semacam ini dibutuhkan dan berdampak positif.

Menurut Drs. Syaban Lubis, pelatihan ini bukan sekadar membekali generasi muda dengan keterampilan komunikasi. Lebih jauh, ia berharap kemampuan tersebut bisa menjadi benteng dari pengaruh negatif yang sering menjerat remaja.

“Berharap apa yang sudah disampaikan oleh narasumber semoga menjadi langkah dalam pelaksanaan public speaking dan bisa nantinya membuktikan kepada mereka anak muda bisa berkarya dan dapat menjadi antisipasi untuk menjauhkan mereka dari judi online, narkoba, dan perbuatan lainnya yang sering terjadi di kalangan remaja,” tutupnya.

Fenomena pelatihan public speaking kini semakin sering digelar oleh lembaga pendidikan dan masyarakat. Sebelumnya, workshop serupa juga diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa (HIMA) PGSD dan HIMA Pendidikan IPA Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida), pada 21 Mei 2024 lalu.

Sementara itu, Telkom University juga menggagas pelatihan serupa melalui program Pengabdian kepada Masyarakat (Abdimas), sebagai respon terhadap kurangnya keterampilan komunikasi Gen Z, meskipun mereka aktif di media sosial.

“Barangkali mereka terlihat luar biasa di media sosial, tetapi ketika berhadapan dengan orang secara nyata seringkali lemes kayak krupuk,” ungkap Wakil Dekan Fakultas Psikologi dan Ilmu Pendidikan (FPIP) Umsida, Dr. Eko Hardiansyah, M.Psi., Psikolog.

Ia menambahkan bahwa kunci dari public speaking adalah secure atau rasa aman yang harus dibangun dalam diri. Dengan begitu, seseorang bisa merasa bangga dan tenang dalam menghadapi tantangan, bahkan ketika mengalami kesulitan sekalipun.

Editor: Akil

Menikmati Meals on Board di Maskapai Pelita Air

0
Menikmati Meals on Board di Maskapai Pelita Air. (Foto: Nukilan)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Pelita Air, salah satu maskapai penerbangan Indonesia, dikenal dengan layanan makanan di dalam pesawat (meals on board) yang cukup baik. Pada penerbangan Senin (26/5/2025) lalu, Nukilan.id berkesempatan menjajal layanan ini dalam perjalanan dari Bandara Soekarno-Hatta, Jakarta, menuju Bandara Sultan Iskandar Muda, Banda Aceh.

Sekitar satu jam setelah lepas landas, seluruh penumpang disuguhkan makanan ringan berupa dua potong roti dan satu botol air mineral. Berdasarkan pengamatan Nukilan.id, roti yang disajikan adalah roti keju berukuran cukup besar dengan tekstur lembut dan rasa yang gurih.

Beberapa penumpang memberikan ulasan positif mengenai kualitas makanan yang disajikan. Abdul, seorang pria asal Aceh yang rutin melakukan perjalanan ke Jakarta untuk urusan pekerjaan, mengaku puas dengan layanan Pelita Air.

“Saya memilih Pelita Air karena salah satunya ini, meals on board-nya sangat berkualitas. Rotinya enak dan lembut, jadi lumayan mengganjal perut selama penerbangan,” katanya.

Menurutnya, sajian makanan di dalam pesawat menjadi nilai tambah yang membuat penerbangan lebih nyaman.

“Walaupun hanya makanan ringan, tapi sangat membantu, terutama bagi yang belum sempat makan sebelum terbang. Rotinya empuk dan keju di dalamnya terasa pas di lidah,” ungkapnya.

Layanan meals on board ini menjadi daya tarik tersendiri bagi Pelita Air, mengingat tidak semua maskapai penerbangan menyediakan makanan secara gratis dalam penerbangan domestik. Dengan layanan yang cukup baik, Pelita Air terus berupaya meningkatkan pengalaman terbang yang nyaman bagi para penumpangnya. (XRQ)

Reporter: Akil