Beranda blog Halaman 399

Istri di Pidie Jaya Dibunuh Suami Gegara Kerap Live TikTok

0
Ilustrasi Jenazah. (Foto: iStock)

NUKILAN.ID | MEUREUDU – Kisah tragis menyelimuti Desa Kuta Krueng, Kecamatan Bandar Dua, Pidie Jaya. Seorang perempuan berinisial H (43) tewas di tangan suaminya sendiri, S (54), setelah pertengkaran rumah tangga yang dipicu kecemburuan memuncak menjadi kekerasan mematikan.

Menurut Kapolres Pidie Jaya, AKBP Ahmad Faisal, konflik tersebut dipicu oleh aktivitas korban yang kerap melakukan siaran langsung di media sosial TikTok.

“Kejadian itu bermula dari pertengkaran rumah tangga yang dipicu kecemburuan pelaku terhadap aktivitas korban yang kerap melakukan siaran langsung di platform media sosial TikTok,” kata AKBP Ahmad Faisal dalam keterangannya, Sabtu (31/5/2025).

Tewas di Kamar Tidur

Peristiwa memilukan ini terjadi pada Rabu (28/5) dinihari di kediaman pasangan tersebut. Pertengkaran yang awalnya hanya adu mulut berubah menjadi insiden fatal. Pelaku diduga mengambil sarung dan melilitkannya ke leher korban hingga tewas.

Ironisnya, insiden itu disaksikan oleh salah satu anak mereka yang curiga mendengar suara keributan dari dalam kamar. Karena tidak mendapat jawaban, sang anak pun mendobrak pintu.

Sesaat kemudian, ia mendapati ibunya sudah tidak bergerak, sementara sang ayah masih berada di dalam kamar. Melihat anaknya masuk, pelaku segera melarikan diri.

Diringkus Beberapa Jam Kemudian

Setelah menerima laporan, polisi segera bertindak cepat. Pelaku berhasil diamankan di kawasan Deah Pangwa, Kecamatan Trienggadeng, pada hari yang sama sekitar pukul 20.00 WIB.

“Setelah kejadian jenazah korban dibawa ke RSUZA di Banda Aceh untuk dilakukan autopsi,” jelas Faisal.

Pelaku kini mendekam di Rutan Polres Pidie Jaya sejak 29 Mei hingga 17 Juni 2025 untuk menjalani proses penyidikan lebih lanjut.

Terancam 15 Tahun Penjara

Polisi menjerat S dengan Pasal 338 jo Pasal 351 Ayat (3) KUHP tentang pembunuhan dan penganiayaan yang mengakibatkan kematian. Jika terbukti bersalah, pelaku terancam hukuman maksimal 15 tahun penjara.

“Kami akan terus menjaga situasi kamtibmas yang aman dan kondusif di wilayah hukum Polres Pidie Jaya. Terima kasih kepada seluruh personel atas gerak cepat dalam pengungkapan kasus ini,” ungkapnya.

Editor: AKil

Kakanwil Kemenag Aceh Pantau SKTT PPPK Tahap 2: 1.205 Peserta Ikut Seleksi

0
Kakanwil Kemenag Aceh Pantau SKTT PPPK Tahap 2. (Foto: Kemenag Aceh)

NUKILAN.ID | Banda Aceh – Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kakanwil Kemenag) Aceh, Drs H Azhari MSi, memantau langsung pelaksanaan Seleksi Kompetensi Teknis Tambahan (SKTT) untuk Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Tahun 2024 Tahap 2, Sabtu, 31 Mei 2025. Pemantauan ini dilakukan di dua lokasi utama, yakni MAN 1 Aceh Besar (Samahani) dan MTsN 1 Banda Aceh (Jambo Tape-Kramat).

Semangati Peserta dan Tinjau Kelancaran Tes

Didampingi jajaran pimpinan Kemenag, Kakanwil memastikan pelaksanaan tes berjalan lancar. Selain itu, ia juga menyemangati peserta yang mengikuti ujian berbasis Computer Assisted Test (CAT) milik Kemenag.

“Pelaksanaan utama SKTT PPPK 2024 Tahap 2 ini juga digelar dengan cara Computer Assisted Test (CAT) berbasis sistem milik Kemenag,” ujarnya.

Dalam kunjungan ke MAN 1 Aceh Besar, Kakanwil turut didampingi oleh Kakankemenag Aceh Besar, H Saifuddin SE. Hadir pula Pembimas Katolik, Baron Ferryson Pandiangan SAg MTh.

Penguatan Karakter dan Moderasi Beragama

Pelaksanaan tes ini, menurut Azhari, menjadi bagian penting dari proses seleksi ASN Kemenag. Tes dilakukan setelah fase pemberangkatan jemaah haji selesai.

“Tes usai fase pemberangkatan jemaah haji ini, ujarnya, juga salah satu komponen penting dalam rangkaian seleksi ASN Kementerian Agama yang berfokus pada penguatan karakter dan moderasi beragama.”

Ia pun berharap seluruh peserta dapat menyelesaikan ujian dengan baik dan meraih hasil maksimal.

Sebaran Peserta di 23 Titik Lokasi

Kepala Bagian Tata Usaha (Kabag TU) Kanwil Kemenag Aceh, Ahmad Yani SPdI, menjelaskan bahwa total peserta SKTT PPPK 2024 Tahap 2 di Aceh mencapai 1.205 orang. Mereka tersebar di 23 titik lokasi (tilok) di seluruh Aceh.

Sebelumnya, pada Kamis (29/5), seluruh peserta telah mengikuti uji coba sistem CAT sebagai bentuk simulasi dan persiapan teknis.

Ahmad Yani merinci lokasi dengan peserta terbanyak, yakni:

  • Kemenag Kota Banda Aceh di tilok MTsN 1 Kota Banda Aceh, sebanyak 167 peserta.

  • Kemenag Kabupaten Pidie di tilok MAN 1 Pidie, sebanyak 109 peserta.

  • Kemenag Kabupaten Aceh Tenggara di tilok Aula MAN 1 Aceh Tenggara, sebanyak 105 peserta.

Sementara itu, peserta paling sedikit tercatat di Kemenag Nagan Raya (11 peserta), serta Kemenag Aceh Singkil dan Gayo Lues, masing-masing 12 peserta.

Materi Tes Uji Empat Komponen

Materi ujian SKTT PPPK Tahun 2024 ini mengacu pada pengumuman resmi Nomor P-1171/SJ/B.II.2/KR.00.1/05/2025. Dalam dokumen tersebut, dijelaskan bahwa terdapat empat komponen utama materi yang wajib dipahami oleh seluruh peserta.

Menurut Kabag TU, tes ini tidak hanya menguji aspek teknis sesuai jabatan yang dilamar. Lebih dari itu, ujian juga mengukur komitmen peserta terhadap nilai-nilai kebangsaan, kerukunan, serta moderasi beragama.

“SKTT tidak hanya menguji aspek teknis jabatan, tetapi juga menilai pemahaman dan komitmen peserta terhadap nilai-nilai kebangsaan, kerukunan, dan moderasi beragama,” ujar Ahmad Yani yang didampingi Katim SDM Kanwil Kemenag Aceh, M Ihsan SHI.

Editor: Akil

Bupati Aceh Jaya Lantik 39 Pejabat, Dorong Birokrasi Profesional dan Berdampak

0
Bupati Aceh Jaya Lantik 39 Pejabat. (Foto: MC Aceh Jaya)

NUKILAN.ID | Calang – Pemerintah Kabupaten Aceh Jaya terus memperkuat komitmen dalam menciptakan birokrasi yang profesional dan berbasis merit. Pada Rabu (28/5/2025), Bupati Aceh Jaya, Safwandi, S.Sos, secara resmi melantik 6 Pejabat Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama dan 33 Pejabat Fungsional di lingkungan Pemkab Aceh Jaya.

Pelantikan tersebut berlangsung khidmat di Pendopo Bupati Aceh Jaya, serta turut dihadiri oleh Wakil Bupati Muslem D, SE., Ketua DPRK Musliadi Z, SE., Sekda T. Reza Fahlevi, MM., dan para pejabat serta undangan lainnya.

Bukan Sekadar Pengisian Jabatan

Dalam sambutannya, Bupati Safwandi menegaskan bahwa pelantikan ini bukan semata-mata sebagai bentuk pengisian jabatan kosong. Lebih dari itu, menurutnya, ini adalah amanah yang menuntut integritas, loyalitas, dan dedikasi tinggi.

Ia juga mengingatkan bahwa tantangan birokrasi ke depan semakin kompleks. Karena itu, para pejabat harus siap menghadirkan pelayanan publik yang cepat, efisien, dan berkualitas.

“Jadikan jabatan ini sebagai sarana pengabdian, bukan sekadar pencapaian. Tunjukkan kinerja yang berdampak dan hadirkan inovasi dalam setiap tugas yang diemban,” ujar Safwandi.

Seleksi Ketat dan Transparan

Pelantikan enam pejabat JPT Pratama ini merupakan hasil dari seleksi terbuka yang dilakukan secara kompetitif, transparan, dan akuntabel. Proses seleksi tersebut mengacu pada UU Nomor 20 Tahun 2023 tentang ASN serta regulasi dari Kementerian PAN-RB.

Seleksi juga melibatkan panitia independen, yang akhirnya menetapkan tiga calon terbaik untuk tiap jabatan. Dari situ, satu nama dipilih dan dilantik oleh Bupati.

Berikut nama-nama enam pejabat yang resmi dilantik:

  • Irma Hanum, SH – Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik

  • Yenni Elpiana, S.Kep, M.Si. – Staf Ahli Bidang Keistimewaan Aceh, Kemasyarakatan dan SDM

  • Muhammad Milsa, SH., M.Kn – Asisten Pemerintahan, Keistimewaan Aceh dan Kesejahteraan Rakyat

  • Teuku Khairullah, SE, MM. – Kepala Badan Perencanaan, Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah

  • drh. Dailami – Kepala Dinas Pertanian

  • Rahmad Fuadi, ST, MT. – Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu

Penguatan Lini Fungsional

Tak hanya jabatan struktural, Pemkab Aceh Jaya juga mengangkat 33 pejabat fungsional dari berbagai instansi. Mereka berasal dari sejumlah SKPK, antara lain BAPPERIDA, DPMPTSP, Inspektorat, Sekretariat Daerah, BKPSDM, Dinas PUPR, dan Dinas Pertanian.

Pengangkatan ini telah melalui tahapan teknis dan administratif sesuai rekomendasi dari Badan Kepegawaian Negara (BKN). Selain itu, prosesnya mengacu pada PermenPAN-RB Nomor 1 Tahun 2023 dan Peraturan Kepala BKN Nomor 3 Tahun 2023.

Harapan Besar untuk Perubahan Nyata

Bupati Safwandi kembali menekankan bahwa jabatan—baik struktural maupun fungsional—bukanlah simbol prestise semata. Namun, jabatan adalah bentuk tanggung jawab kepada negara dan masyarakat.

Oleh karena itu, ia mengajak seluruh pejabat yang baru dilantik untuk segera beradaptasi dengan tugas barunya. Ia juga menekankan pentingnya membangun sinergi lintas sektor dan menghadirkan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat Aceh Jaya.

“Jadikan jabatan ini sebagai sarana pengabdian, bukan sekadar pencapaian. Tunjukkan kinerja yang berdampak dan hadirkan inovasi dalam setiap tugas yang diemban,” tegasnya.

Energi Baru untuk Pembangunan Daerah

Mengakhiri sambutannya, Bupati Safwandi menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh pejabat yang baru dilantik. Ia berharap para pejabat dapat menjadi motor penggerak baru dalam mewujudkan visi dan misi pembangunan Aceh Jaya.

Lebih lanjut, ia menekankan agar setiap aparatur senantiasa menjunjung tinggi etika, profesionalitas, dan menjadikan pelayanan publik sebagai prioritas utama.

Editor: AKil

Posyantek Aloevera Aglonema Nagan Raya Sabet Juara I TTG Aceh XXVI

0
Posyantek Aloevera Aglonema Nagan Raya Sabet Juara I TTG Aceh XXVI. (Foto: Indojayanews.com)

NUKILAN.ID | BLANGPIDIE — Kabupaten Nagan Raya kembali menorehkan prestasi membanggakan. Pos Pelayanan Teknologi Tepat Guna (Posyantek) Aloevera Aglonema berhasil meraih Juara Pertama dalam ajang Teknologi Tepat Guna (TTG) Provinsi Aceh ke-26.

Perhelatan bergengsi ini berlangsung di Lapangan Pulau Kayu, Kecamatan Susoh, Aceh Barat Daya (Abdya), sejak 28 hingga 31 Mei 2025.

Penghargaan Diserahkan Langsung oleh Plt. Sekda Aceh

Pengumuman kemenangan disampaikan sesaat setelah pembukaan resmi TTG XXVI oleh Gubernur Aceh Muzakir Manaf, yang diwakili Pelaksana Tugas (Plt.) Sekda Aceh, M. Nasir, S.I.P., M.P.A.

Dalam momen penghargaan yang digelar pada malam Rabu, 28 Mei 2025, Plt. Sekda Aceh menyerahkan trofi dan hadiah sebesar Rp20 juta langsung kepada Ketua Posyantek Aloevera Aglonema, Zaenal Abidin. Ia turut didampingi oleh Wakil Bupati Nagan Raya, Raja Sayang.

Wabup: Bukti Semangat dan Kerja Keras Tim

Prestasi ini mendapat apresiasi tinggi dari Wabup Nagan Raya.

“Prestasi ini membuktikan bahwa semangat dan kerja keras tim Posyantek Aloevera Aglonema membuahkan hasil seperti yang kita harapkan bersama,” ucap Raja Sayang.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa Pemkab Nagan Raya akan terus mendukung masyarakat yang ingin berkarya di bidang teknologi tepat guna.

“Semoga Posyantek lainnya dapat mengikuti jejak Posyantek Aloevera Aglonema dalam meraih prestasi,” harapnya.

DPMGP4: Empat Posyantek Masuk Delapan Besar

Sementara itu, Plt. Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Gampong Pengendalian Penduduk dan Pemberdayaan Perempuan (DPMGP4) Nagan Raya, Siddiqi Abdul Rahman, S.E., M.Sc, turut mengungkapkan bahwa keberhasilan ini tidak datang secara tiba-tiba.

Menurutnya, terdapat empat Posyantek aktif di Kabupaten Nagan Raya, yang sejak awal berdiri telah mendapat pembinaan intensif dari DPMGP4. Mereka juga dibina oleh tenaga profesional pendamping desa, khususnya dalam merancang alat-alat inovasi teknologi tepat guna.

“Sejak awal terbentuk langsung mendapatkan pembinaan dan pendampingan secara intensif oleh DPMGP4 Nagan Raya, serta berkolaborasi dengan tenaga profesional pendamping desa terutama dalam hal perencanaan alat-alat inovasi teknologi tepat guna,” ungkap Siddiq.

Menariknya, keempat Posyantek dari Nagan Raya berhasil masuk nominasi delapan besar, yang menunjukkan potensi luar biasa daerah ini dalam bidang inovasi berbasis masyarakat.

“Untuk kategori lomba, keempat Posyantek yang ada di Kabupaten Nagan Raya semuanya berhasil masuk nominasi delapan besar,” tambahnya.

Siap Berlaga di TTG Nasional Banten

Keberhasilan meraih juara pertama ini, menurut Siddiq, merupakan hasil kerja sama seluruh pihak. Mulai dari pengurus Posyantek hingga dukungan pemerintah daerah.

“Tahap awal seleksi hingga penilaian dan evaluasi final yang dilakukan oleh dewan juri pada bulan April lalu di Hotel Seventeen, Banda Aceh,” jelasnya.

Dengan raihan ini, Posyantek Aloevera Aglonema Nagan Raya berpeluang mewakili Aceh di tingkat nasional pada ajang TTG Nasional di Banten, Juli 2025 mendatang.

Sebagai informasi tambahan, juara kedua diraih oleh Posyantek Kabupaten Aceh Barat, sedangkan Posyantek Kota Banda Aceh menempati posisi ketiga.

Editor: Akil

Suhu Mekah Tembus 43 Derajat Celsius

0
Pj Bupati Aceh Besar Muhammad Iswanto SSTP MM dan Asisten I Sekdakab Aceh Besar Farhan AP bersama qari dan qariah Aceh Besar MTQ Aceh di Bener Meriah tahun 2022 doa bersama di Masjidil Haram, Mekkah saat melaksanakan ibadah Umrah di Tanah Suci. (Foto: Ist)

NUKILAN.ID | MEKKAH — Suhu udara di Kota Mekah, Arab Saudi, kembali melonjak drastis. Pada Kamis (29/5), tercatat suhu mencapai 43 derajat Celsius. Dalam situasi tersebut, sekitar 3.600 jemaah calon haji asal Provinsi Aceh yang telah tiba di Tanah Suci diimbau agar tidak terlalu banyak beraktivitas di luar ruangan.

Teungku Jarjani, petugas haji Indonesia asal Kabupaten Pidie yang kini berada di Mekah, menyampaikan bahwa seluruh jemaah asal Pidie dalam kondisi sehat. Sebagian besar dari mereka tengah menjalankan ibadah haji tamatu’k dan ifrad. Sementara itu, sebagian lainnya telah menunaikan umrah kedua.

“Suhu udara mencapai 43 derajat Celsius. Alhamdulillah semua jemaah Pidie dalam keadaan sehat,” tutur Teungku Jarjani.

Imbauan untuk Tidak Berkeliling Tanpa Keperluan Mendesak

Menurut Teungku Jarjani, suhu 43 derajat Celsius tergolong sangat panas dan berpotensi membahayakan kesehatan. Oleh sebab itu, jemaah diimbau untuk lebih banyak beristirahat dan tidak terlalu sering keluar dari hotel, terutama jika tidak ada keperluan penting.

Senada dengan hal tersebut, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pidie, H Abdullah AR, juga mengingatkan seluruh jemaah dalam rombongan Aceh untuk menerapkan pola hidup sehat.

“Tidak bepergian keluar hotel untuk hal tidak penting,” ujarnya melalui Media Indonesia.

Air Zam Zam dan Pola Makan Sehat Jadi Kunci

Lebih lanjut, Abdullah menekankan pentingnya menjaga asupan makanan. Ia menyarankan agar jemaah menghindari makanan yang terlalu pedas, masam, serta mengandung lemak tinggi. Sebaliknya, konsumsi air putih, khususnya air zam zam, sangat dianjurkan untuk menjaga cairan tubuh.

Selain itu, Abdullah juga mengimbau agar jemaah memperbanyak makan buah dan sayur demi menjaga daya tahan tubuh selama berada di bawah terik matahari gurun.

“Utamakan kesehatan atau kekuatan fisik hingga semua ibada rukun dan wajib haji tuntas terlaksana. Jangan lalai dengan larangan serta fokus ibadah-ibadah utama dan lakukan sunah bila tidak terganggu pokok-pokok ibadah haji,” tutur Doktor Bidang Ilmu Pendidikan jebolan UIN Ar-Raniry, Banda Aceh itu.

Tahan Diri dari Aktivitas Non-Ibadah

Menjelang puncak pelaksanaan ibadah haji, Abdullah juga mengingatkan agar jemaah tidak tergoda untuk berbelanja atau mengunjungi pasar suvenir. Ia menyarankan agar fokus utama tetap pada pelaksanaan rukun dan wajib haji terlebih dahulu.

“Fokus dulu ibadah haji. Semoga Allah akan mengabulkan haji yang mabrur di musim haji akbar kali ini,” tuturnya.

Dengan suhu yang terus meningkat, imbauan ini diharapkan bisa menjaga kesehatan para jemaah agar dapat menjalani seluruh rangkaian ibadah haji secara optimal dan khusyuk.

Editor: Akil

Stand Aceh Besar Curi Perhatian di Ajang TTG 2025

0
Stand Aceh Besar Curi Perhatian di Ajang TTG 2025. (Foto: Pemkab Aceh Besar)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Kabupaten Aceh Besar kembali mencuri perhatian publik pada ajang Gelar Teknologi Tepat Guna (TTG) ke-XXVI Tingkat Provinsi Aceh Tahun 2025, yang digelar sejak 28 hingga 31 Mei di Lapangan Pulo Kayu, Susoh, Aceh Barat Daya.

Dalam pameran yang menampilkan produk-produk unggulan dari seluruh kabupaten/kota se-Aceh ini, stand Aceh Besar tampil menonjol. Tidak hanya karena desainnya yang megah, tetapi juga karena kontennya yang edukatif serta ragam inovasi lokal yang diusung.

Didukung Produk Lokal dan Inovasi Teknologi

Stand tersebut memamerkan berbagai produk unggulan Badan Usaha Milik Gampong (BUMG), inovasi Teknologi Tepat Guna, serta hasil karya UMKM binaan Dekranasda Aceh Besar. Semuanya merupakan buah dari pembinaan yang dilakukan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Gampong (DPMG) Aceh Besar bekerja sama dengan Dekranasda.

Bupati Aceh Besar, H. Muharram Idris, bersama istri yang juga Ketua Dekranasda, Rita Mayasari, hadir langsung meninjau stand kebanggaan daerahnya itu. Ia tampak didampingi oleh jajaran pejabat Pemkab Aceh Besar.

Dalam keterangannya kepada media, Bupati yang akrab disapa Syech Muharram mengungkapkan kekagumannya.

“Alhamdulillah, saya tidak menduga tampilan stand Aceh Besar akan seimpresif ini. Sangat spektakuler, megah, menarik perhatian, dan penuh inovasi. Saya optimis, Aceh Besar berpeluang besar meraih juara pertama,” ujar Bupati.

Apresiasi dan Harapan dari Bupati

Tidak hanya itu, Syech Muharram juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh tim yang terlibat.

“Terima kasih kepada semua pihak yang telah bekerja keras menyukseskan keikutsertaan Aceh Besar dalam Gelar TTG ini. Saya berpesan kepada tim untuk menjaga etika, keramahan, dan kesehatan selama acara berlangsung. Semoga kita semua kembali ke Aceh Besar dalam kondisi sehat wal’afiat.”

Stand Aceh Besar tak hanya mencuri perhatian para pejabat, tetapi juga berhasil menarik banyak pengunjung. Tingginya antusiasme masyarakat terlihat jelas sejak hari pertama acara.

Salah satu pejabat yang turut mengapresiasi adalah Mawardi, S.STP., M.Si, Kepala BPKAD Kabupaten Bireuen.

“Tampilan stand Aceh Besar sangat menarik dan inovatif. Materi pamerannya lengkap dan dikemas dengan sangat baik,” ujarnya.

Pamerkan Kualitas Gampong dan UMKM

Sementara itu, Ikhsan, Kepala Bidang Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat DPMG Aceh Besar, menjelaskan bahwa produk yang dipamerkan bukan sembarang produk.
Menurutnya, semua yang ditampilkan merupakan hasil produksi BUMG terbaik di Aceh Besar, termasuk inovasi teknologi dan UMKM unggulan binaan Dekranasda.

Ajang Gelar TTG ke-XXVI ini menjadi momentum strategis bagi Aceh Besar. Melalui ajang ini, daerah tersebut tak hanya memperkuat promosi potensi lokal, tetapi juga memperlihatkan keberhasilan pembangunan berbasis masyarakat di tingkat gampong.

Dengan kolaborasi yang solid dan tampilan yang memikat, Aceh Besar membuktikan diri sebagai salah satu daerah yang serius dalam mengembangkan inovasi berbasis komunitas.

Editor: Akil

Aceh Dilanda Suhu Panas Ekstrem hingga 36 Derajat

0
Ilustrasi cuaca panas. (Foto: Pinterest)

NUKILAN.ID | Banda Aceh – Cuaca panas ekstrem tengah melanda sejumlah wilayah di Aceh. Suhu maksimum yang tercatat mencapai 36,1 derajat Celsius pada 29 Mei 2025, menurut data dari Stasiun Meteorologi Sultan Iskandar Muda Banda Aceh.

Fenomena ini tidak terjadi tanpa sebab. Minimnya pertumbuhan awan konvektif di siang hari membuat sinar matahari langsung menyentuh permukaan bumi tanpa hambatan. Di saat yang sama, arah angin dari Timur Laut hingga Barat ikut berkontribusi menurunkan kelembapan udara—yang kini berada di kisaran 50% hingga 85%.

Berlangsung Beberapa Hari ke Depan

Kondisi panas ini diprediksi akan terus terjadi dalam beberapa hari ke depan. Wilayah yang paling terdampak antara lain Banda Aceh, Aceh Besar, Aceh Utara, dan Aceh Timur.

“Kondisi ini diperkirakan akan berlangsung dalam beberapa hari ke depan, terutama di wilayah Banda Aceh, Aceh Besar, Aceh Utara, dan wilayah Aceh Timur,” tulis Kepala Stasiun Meteorologi Sultan Iskandar Muda, Nasrol Abdi, dalam siaran persnya, Jumat (30/5/2025).

Waspadai Heatstroke dan Dehidrasi

BMKG mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan, terutama terhadap risiko heatstroke dan dehidrasi. Anak-anak dan lansia menjadi kelompok yang paling rentan.

Sebagai langkah antisipasi, masyarakat dianjurkan menggunakan pelindung diri seperti topi, jaket, dan kacamata hitam anti-UV. Selain itu, disarankan untuk membatasi aktivitas fisik di luar ruangan saat siang hari.

Potensi Hujan Sore Hari dan Risiko Karhutla

Menariknya, di balik cuaca panas tersebut, BMKG juga mengingatkan kemungkinan terjadinya hujan tiba-tiba di sore dan malam hari. Hujan bisa disertai angin kencang dan potensi banjir, akibat pemanasan intens di siang hari.

Tak hanya itu, BMKG juga menyoroti risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Masyarakat diimbau untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar, serta tidak membuang puntung rokok sembarangan.

Ikuti Informasi Resmi dari BMKG

Dalam situasi cuaca yang tak menentu seperti ini, masyarakat disarankan untuk terus memantau perkembangan informasi cuaca dari kanal resmi BMKG. Informasi dapat diakses melalui:

  • WhatsApp grup BMKG Kelas I SIM Banda Aceh

  • Facebook BMKG Banda Aceh

  • Aplikasi InfoBMKG

  • Call center di nomor +62 811-6788-595

“Masyarakat diimbau tetap tenang, namun terus waspada dan mengikuti informasi dari kanal resmi BMKG,” tutup Nasrol Abdi.

Editor: Akil

Dosen dan Mahasiswa Unimal Sabet Juara Sayembara Cerita Anak Dwibahasa 2025

0
Dosen dan Mahasiswa Unimal Sabet Juara Sayembara Cerita Anak Dwibahasa 2025. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh sivitas akademika Universitas Malikussaleh (Unimal). Dalam ajang Sayembara Penulisan dan Penerjemahan Cerita Anak Dwibahasa Tahun 2025 yang diselenggarakan Balai Bahasa Provinsi Aceh, dosen dan mahasiswa Unimal berhasil menyabet sejumlah gelar juara, Selasa, 27 Mei 2025.

Tiga nama dari kampus yang berlokasi di Lhokseumawe itu mencuri perhatian. Mereka adalah Muhammad Iqbal dan Wulanda, dosen Bahasa Indonesia di FKIP, serta M. Rafli Al Thoriq, mahasiswa Prodi Teknik Informatika Fakultas Teknik. Ketiganya berhasil menyisihkan para peserta lain dari berbagai daerah di Aceh.

Secara khusus, Muhammad Iqbal tampil gemilang. Ia meraih kemenangan ganda sebagai penulis sekaligus penerjemah dalam karya berjudul Meriam Karbit. Sementara itu, Wulanda turut menyumbang prestasi sebagai juara penerjemah lewat buku Banta dan Layangan Impian.

Tak hanya dosen, mahasiswa juga unjuk gigi. M. Rafli Al Thoriq bahkan memenangkan dua gelar sekaligus melalui cerita Satu, Dua, Tiga, Mulai! dan Mimpi Membuat Kincir Air. Capaian ini menunjukkan bahwa kreativitas mahasiswa Unimal berkembang seiring waktu.

Menurut Iqbal, ini bukan kali pertama mereka meraih penghargaan dari sayembara tersebut.

“Ini menjadi kemenangan kedua bagi saya dan Rafli karena pada tahun 2024 juga menang dalam sayembara yang sama,” tuturnya bangga.

Sayembara ini sendiri diselenggarakan dengan tujuan mulia. Pihak panitia menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan melestarikan nilai-nilai luhur budaya Aceh, termasuk adat istiadat, permainan tradisional, sejarah, hingga kekayaan intelektual lainnya.

Tak hanya itu, karya yang dilombakan juga dituntut untuk mengintegrasikan unsur STEAM (Science, Technology, Engineering, Art, and Mathematics). Pendekatan ini sekaligus menjadi upaya edukatif bagi anak-anak usia 10–13 tahun dalam mengenal budaya lewat cerita yang inovatif dan edukatif.

Wulanda menyambut kemenangan ini dengan penuh semangat. Ia bahkan menyatakan tekadnya untuk terus berkontribusi dalam lomba serupa di masa mendatang.

“Ini harus menjadi pelecut bagi saya untuk kembali berprestasi di tahun depan,” ungkapnya.

Lebih jauh, ia juga mendorong mahasiswa untuk aktif berpartisipasi agar prestasi akademik dapat diraih secara berkelanjutan.

Prestasi ini tentu saja mendapat apresiasi dari pimpinan kampus. Rektor Universitas Malikussaleh, Prof Herman Fithra, mengungkapkan rasa bangganya atas keberhasilan dosen dan mahasiswa tersebut.

“Prestasi ini semakin memperkuat reputasi Universitas Malikussaleh sebagai institusi pendidikan yang tidak hanya unggul di bidang sains dan teknologi, tetapi juga aktif berkontribusi dalam pelestarian budaya melalui karya sastra,” tutupnya.

Editor: Akil

Panitia Kongres PWI Terbentuk, SC dan OC Siap Bekerja

0
Logo PWI. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.ID | JAKARTA – Upaya penyatuan kembali Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) mencapai babak baru. Dua pemimpin PWI, yakni Hendry Ch Bangun dari hasil Kongres Bandung dan Zulmansyah Sekedang dari Kongres Luar Biasa (KLB), akhirnya menyepakati susunan Panitia Kongres Persatuan dalam pertemuan lanjutan di Jakarta, Kamis, 29 Mei 2025.

Kesepakatan ini membuka jalan bagi terlaksananya Kongres Persatuan, yang direncanakan paling lambat digelar pada 30 Agustus 2025 di Jakarta.

Panitia Mulai Bekerja Pekan Depan

Panitia Kongres terdiri atas dua unsur utama: Steering Committee (SC) dan Organising Committee (OC). Keduanya dijadwalkan mulai bekerja efektif pada Senin, 2 Juni 2025.

Tak hanya itu, kedua belah pihak juga menandatangani SK Panitia Kongres Persatuan dalam sebuah dokumen resmi yang disebut sebagai “Tindak Lanjut Kesepakatan Jakarta”. Sama seperti perjanjian sebelumnya pada 16 Mei 2025, dokumen ini juga ditandatangani di atas materai, dengan Dahlan Dahi, anggota Dewan Pers, sebagai mediator.

Ketua Umum PWI Hendry Ch Bangun menegaskan bahwa terbentuknya panitia ini merupakan kemajuan penting dalam proses penyatuan PWI.

“Tentu masih ada hal-hal yang dibicarakan untuk mencapai titik temu, tetapi itu kita sikapi dengan tone positif. Dengan niat baik. Insya Allah semua akan berjalan baik,” kata Hendry.

Zulmansyah: SC dan OC Tidak Boleh Diintervensi

Senada dengan Hendry, Zulmansyah Sekedang juga menyampaikan keyakinannya terhadap integritas panitia yang telah dibentuk bersama.

“Silakan SC dan OC mulai bekerja untuk Kongres PWI Persatuan. Kami 100 persen percaya SC dan OC amanah. Tidak boleh lagi ada intervensi dari pihak manapun terhadap SC maupun OC, serta semua pihak harus patuh taat dengan keputusan SC dan OC. Semoga semua upaya untuk PWI bersatu kembali dimudahkan dan dilancarkan,” tegas Zulmansyah.

Dalam “Kesepakatan Jakarta”, kedua belah pihak sepakat membentuk panitia secara kolektif. Mereka juga sepakat bahwa SC dan OC akan mempersiapkan dan menyelenggarakan Kongres Persatuan secara bersama-sama.

Meski masih ada satu posisi kosong dari unsur netral di jajaran SC, Hendry dan Zulmansyah sepakat bahwa SC dan OC tetap dapat mulai bekerja.

Inilah Susunan Panitia Kongres Persatuan

Berikut susunan lengkap Panitia Kongres Persatuan PWI yang telah disepakati kedua pihak:

Steering Committee (SC)

  • Ketua: Zulkifli Gani Ottoh

  • Wakil Ketua: Atal S Depari

  • Sekretaris: Dwikora Putra

  • Anggota:

    • Zacky Antoni

    • Wina Armada

    • Lutfil Hakim

Organising Committee (OC)

  • Ketua: Marthen Selamet Susanto

  • Wakil Ketua: Raja Parlindungan Pane

  • Sekretaris: Tb Adhi

  • Wakil Sekretaris: Firdaus Komar

Bidang Persidangan:

  • Haris Sadikin

  • Sarjono

Bidang Pendanaan:

  • Muhammad Nasir

  • Musrifah

Bidang Akomodasi:

  • Sarwani

  • A. Kadirah

Bidang Transportasi:

  • Herwan Pebriansyah

  • Mercys Charles Loho

Kongres Persatuan PWI ini diharapkan menjadi titik balik bagi organisasi wartawan tertua di Indonesia. Dengan terbentuknya panitia secara bersama dan transparan, harapan akan persatuan dan soliditas di tubuh PWI semakin mendekati kenyataan.

Editor: Akil

Nezar Patria Jabat Komisaris Utama Indosat, Ritesh Mundur dari Direksi

0
Wamenkominfo, Nezar Patria.

NUKILNA.ID | JAKARTA — PT Indosat Tbk (ISAT) resmi menetapkan jajaran baru komisaris dan direksi perusahaan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) untuk tahun buku 2024. Dalam susunan baru tersebut, Wakil Menteri Komunikasi dan Digital, Nezar Patria, dipercaya menempati posisi Komisaris Utama.

Perubahan Penting di Tubuh Direksi

Selain penunjukan Nezar, perubahan juga terjadi pada posisi strategis lain. Direktur Perseroan yang sebelumnya dijabat oleh Ritesh Kumar Singh, kini diisi oleh Syed Bilal Kazmi.

Dalam keterbukaan informasi yang disampaikan perusahaan, Indosat menyatakan bahwa Ritesh telah mengajukan pengunduran diri secara resmi.

“Perseroan telah menerima surat permohonan pengunduran diri Bapak Ritesh Kumar Singh sebagai Direktur Perseroan yang akan efektif pada tanggal 31 Juli 2025,” tulis perusahaan.

Jajaran Komisaris: Dihuni Nama-nama Berpengaruh

Penunjukan Nezar Patria menjadi salah satu bagian dari komposisi baru dewan komisaris yang terdiri atas berbagai tokoh nasional dan internasional. Berikut daftar lengkapnya:

  1. Nezar Patria sebagai Komisaris Utama

  2. Aziz Ahmad M Aluthman Fakhroo sebagai Wakil Komisaris Utama

  3. Fok Kin Ning, Canning sebagai Wakil Komisaris Utama

  4. Ahmad Abdulaziz A A Al-Neama sebagai Komisaris

  5. Rene Heinz Werner sebagai Komisaris

  6. Woo Chiu Man, Cliff sebagai Komisaris

  7. Cheung Kwan Hoi sebagai Komisaris

  8. Efthymios Tsokanis sebagai Komisaris

  9. Sugito Walujo sebagai Komisaris

  10. Achmad Syah Reza sebagai Komisaris

  11. Elisa Lumbantoruan sebagai Komisaris Independen

  12. Wijayanto sebagai Komisaris Independen

  13. Hernando sebagai Komisaris Independen

  14. Rudiantara sebagai Komisaris Independen

  15. Ajay Bahri sebagai Komisaris Independen

Direksi Baru: Kombinasi Lokal dan Global

Sementara itu, susunan direksi Indosat juga turut diperbarui. Beberapa wajah lama tetap dipertahankan, namun sejumlah nama baru hadir untuk memperkuat strategi bisnis ke depan.

Berikut daftar lengkapnya:

  1. Vikram Sinha sebagai Direktur Utama

  2. Lee Chi Hung sebagai Direktur

  3. Muhammad Buldansyah sebagai Direktur

  4. Irsyad Sahroni sebagai Direktur

  5. Ahmad Zulfikar sebagai Direktur

  6. Cheung Kwok Tung sebagai Direktur

  7. Syed Bilal Kazmi sebagai Direktur

Komitmen Transformasi Digital

Dengan susunan baru ini, Indosat dinilai siap mempercepat transformasi digital yang tengah dijalankan. Penempatan tokoh-tokoh dengan latar belakang kuat di bidang teknologi dan komunikasi menjadi sinyal bahwa perusahaan akan fokus pada inovasi dan ekspansi digital ke depan.