Beranda blog Halaman 399

Wakil Gubernur Aceh Tinjau Program Makanan Bergizi Gratis di Aceh Utara

0
Wakil Gubernur Aceh Tinjau Program Makanan Bergizi Gratis di Aceh Utara. (Foto: Humas Aceh)

NUKILAN.ID | LHOKSUKON – Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah, S.E., meninjau pelaksanaan Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Aceh Utara, Senin (25/8/2025). Kunjungan ini bertujuan memastikan distribusi makanan bergizi berjalan sesuai standar sekaligus tepat sasaran.

Pemantauan perdana dilakukan di Madrasah Ibtidaiyah Terpadu (MIT) Al-Muslimun, yang mulai melaksanakan pembagian makanan bergizi gratis pada hari itu. Kehadiran Wakil Gubernur disambut dengan penampilan tari Ranup Lampuan oleh para siswa, serta didampingi Kepala Dinas Pendidikan Aceh Martunis, Kepala Biro Adpim Akkar Arafat, dan Kacabdin Aceh Utara Muhammad Johan.

Di madrasah yang memiliki 410 siswa dan 43 guru tersebut, Fadhlullah memantau langsung proses pembagian makanan di ruang kelas. Siswa tampak antusias, sebab untuk pertama kalinya mereka menerima makanan bergizi gratis dari program pemerintah.

Usai meninjau sekolah, rombongan bergerak ke dapur Yayasan Trieng Mandiri Bersama yang menjadi pusat pengolahan makanan. Wakil Gubernur menilai fasilitas dapur sudah bersih serta memenuhi standar penyimpanan bahan pangan, mulai dari sayuran hingga ikan segar.

Pada hari itu, sebanyak 290 porsi makanan disiapkan untuk 13 sekolah dengan melibatkan 47 pekerja di setiap dapur. Hingga kini, di Aceh telah beroperasi 70 dapur, sementara 206 dapur lainnya masih dalam tahap persiapan.

Kunjungan dilanjutkan ke SD Negeri 2 Lhoksukon yang memiliki 545 siswa dan 32 guru. Fadhlullah memantau proses pembagian makanan di sejumlah kelas dan sempat berinteraksi dengan siswa-siswi Kelas 6B.

Anak-anak menyambut kedatangan Wakil Gubernur dengan penuh semangat. Bahkan, secara serentak mereka menyampaikan ucapan terima kasih kepada Presiden RI Prabowo Subianto atas hadirnya program makanan bergizi gratis.
“Terima kasih Bapak Presiden Prabowo,” ujar para siswa.

Melalui kunjungan ini, Pemerintah Aceh menegaskan dukungan penuh terhadap pelaksanaan program prioritas nasional Makanan Bergizi Gratis yang digagas Presiden Prabowo. Pemerintah berharap sinergi antara daerah, yayasan, dan sekolah dapat memastikan program ini memberi manfaat nyata bagi peningkatan kualitas gizi dan kesehatan generasi muda Aceh.

BMKG Deteksi 26 Titik Panas di Aceh, Didominasi Wilayah Bakongan

0
Ilustrasi titik panas. (Foto: Antara)

NUKILAN.ID | Banda Aceh – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Iskandar Muda mendeteksi sebanyak 26 titik panas (hotspot) di Provinsi Aceh berdasarkan pantauan sensor satelit Terra, Aqua, Suomi NPP, dan NOAA20/VIIRS pada Senin (25/8/2025).

“Dari hasil pemantauan, terdapat 26 titik panas di Aceh yang terpantau mulai pukul 00.00 WIB hingga 23.00 WIB,” kata Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Iskandar Muda (SIM) Banda Aceh, Muhammad Niza Andria kepada Nukilan, Selasa (26/8/2025).

Dia menambahkan, sebaran titik panas tersebut terdeteksi di sejumlah kabupaten/kota. Kabupaten Aceh Selatan menjadi wilayah dengan jumlah terbanyak, yakni 12 titik panas yang seluruhnya berada di Kecamatan Bakongan. Sementara itu, Aceh Barat terpantau memiliki tiga titik panas di Kecamatan Arongan Lambalek dan Meureubo.

Terdapat potensi kekeringan dan kebakaran lahan di Sebagian wilayah Aceh, terutama di wilayah Aceh Selatan, Subulussalam, Singkil, Aceh Besar, Aceh Utara, Simeulue, Nagan Raya, Aceh Barat, Aceh Jaya, Aceh Tenggara, Lhokseumawe, Aceh Tamiang dan Aceh Timur.

Selain itu, titik panas juga muncul di Aceh Besar (Blang Bintang dan Kuta Luecot Glie), Aceh Jaya (Teunom), Aceh Tenggara (Lawe Alas), Nagan Raya (Darul Makmur dan Kuala), Aceh Tamiang, Kota Lhokseumawe (Muara Dua), serta Kota Subulussalam (Sultan Daulat).

BMKG mengingatkan bahwa titik panas ini berpotensi terkait dengan meningkatnya ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Aceh. “Kami mengimbau masyarakat untuk lebih waspada, terutama tidak membuka lahan dengan cara membakar, karena kondisi cuaca saat ini cukup rentan,” ujar Niza.

BMKG menegaskan pentingnya langkah pencegahan sejak dini untuk menghindari meluasnya kebakaran, khususnya di daerah yang rawan dan kerap mengalami kekeringan. []

Reporter: Sammy

Presiden Anugerahkan Bintang Jasa Utama kepada Teungku Nyak Sandang, Patriot Aceh dalam Sejarah Penerbangan RI

0
Presiden Anugerahkan Bintang Jasa Utama kepada Teungku Nyak Sandang, Patriot Aceh dalam Sejarah Penerbangan RI. (Foto: Humas Aceh)

NUKILAN.ID | JAKARTA – Presiden Republik Indonesia, H. Prabowo Subianto, menganugerahkan tanda kehormatan Bintang Jasa Utama kepada Teungku Nyak Sandang bin Lamudin, tokoh asal Aceh yang berjasa besar dalam pengadaan pesawat pertama milik Republik Indonesia, Seulawah RI-001. Penganugerahan berlangsung di Istana Negara, Jakarta, Senin (25/8/2025).

Momen haru menyelimuti ruangan ketika Teungku Nyak Sandang hadir dengan kursi roda. Demi memberi penghormatan, Presiden Prabowo berlutut saat menyematkan tanda kehormatan di dadanya. Suasana kian menggetarkan ketika pembawa acara membacakan kembali peran besar Nyak Sandang dalam sejarah transportasi udara nasional. Tepuk tangan panjang dari para undangan pun mengiringinya.

Catatan sejarah menuliskan, di usia 23 tahun Teungku Nyak Sandang rela menjual tanah dan emas miliknya untuk mendukung pembelian Seulawah RI-001. Dana hasil penjualan tersebut, bersama sumbangan masyarakat Aceh lainnya, kemudian diserahkan kepada negara. Presiden Soekarno menggunakan dana itu untuk membeli pesawat pertama Republik Indonesia—yang kelak menjadi cikal bakal lahirnya maskapai Garuda Indonesia.

Pengorbanan Nyak Sandang tidak hanya menjadi bukti solidaritas masyarakat Aceh bagi republik yang baru merdeka, tetapi juga meneguhkan peran penting Aceh dalam sejarah bangsa. Tindakannya mewariskan semangat kebersamaan, nasionalisme, dan pengorbanan demi tegaknya kedaulatan Indonesia.

Bintang Jasa Utama kini menjadi pengakuan resmi negara atas kiprah besar putra Aceh tersebut. Sebelumnya, penghargaan serupa juga diwujudkan melalui pembangunan Masjid Baitussalam Nyak Sandang di Gampong Lhuet, Kecamatan Jaya, Kabupaten Aceh Jaya. Masjid ini dibangun pada Oktober 2020 oleh Kementerian PUPR, sebagai tindak lanjut janji Presiden Joko Widodo setelah bertemu Nyak Sandang pada 2018. Kini, masjid itu telah berfungsi sebagai pusat ibadah utama masyarakat Gampong Lhuet.

Pemerintah Aceh melalui Dinas Perhubungan menyampaikan apresiasi atas penghargaan yang diberikan Presiden Prabowo. Mereka juga mengingatkan generasi Aceh untuk terus meneladani jejak heroik Teungku Nyak Sandang yang telah mengabadikan namanya dalam sejarah Republik Indonesia, khususnya dalam dunia penerbangan nasional.

Editor: Akil

Wagub Aceh Ajak Mahasiswa Baru Unimal Jadi Garda Bela Negara

0
Wagub Aceh Ajak Mahasiswa Baru Unimal Jadi Garda Bela Negara. (Foto: Humas Aceh)

NUKILAN.ID | LHOKSEUMAWE – Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah, SE, mengajak mahasiswa baru Universitas Malikussaleh (Unimal) untuk menjadi garda depan bela negara melalui ilmu pengetahuan, teknologi, dan integritas. Pesan itu ia sampaikan saat memberikan paparan pada kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus Bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) di Kampus Unimal, Aceh Utara, Senin (25/8).

Dalam kegiatan tersebut, Fadhlullah hadir bersama Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Martunis, serta Kepala Biro Administrasi Pimpinan Setda Aceh, Akkar Arafat. Kehadiran rombongan disambut hangat oleh Rektor Unimal, jajaran akademisi, dan ribuan mahasiswa baru.

Dalam paparannya, Fadhlullah menekankan pentingnya persatuan dan kesatuan sebagai fondasi bangsa yang harus dijaga generasi muda.

“Bela negara bukan hanya dengan senjata, tapi juga dengan menjaga integritas akademik, melawan hoaks, serta menggunakan media sosial secara bijak,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan mahasiswa untuk belajar dari sejarah Aceh yang pernah melewati masa konflik panjang hingga lahirnya perdamaian melalui Perjanjian Helsinki 2005. Menurutnya, pengalaman itu harus menjadi pelajaran berharga tentang arti kebijaksanaan, moderasi, dan toleransi.

“Masa depan Aceh dan Indonesia ada di tangan mahasiswa. Warisi semangat Sultan Malikussaleh yang visioner, pelihara perdamaian, dan jadilah pemimpin masa depan,” pungkas Fadhlullah.

Abu Faisal dan Wakil Ketua LPPOM MPU Aceh Isi Materi PKU di Aceh Tengah

0
Abu Faisal dan Wakil Ketua LPPOM MPU Aceh Isi Materi PKU di Aceh Tengah. (Foto: MPU Aceh)

NUKILAN.ID | TAKENGON – Ketua Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh, Tgk. H. Faisal Ali atau yang akrab disapa Abu Faisal, menyampaikan materi keislaman kepada 39 peserta Pendidikan Kader Ulama (PKU) Angkatan III MPU Kabupaten Aceh Tengah. Kegiatan ini berlangsung di Aula Hotel Linge Land, Minggu (24/8/2025).

Dalam paparannya, Abu Faisal menekankan pentingnya pemahaman fiqh secara syar’i. Menurutnya, fiqh berarti memahami hukum-hukum syariat yang bersumber dari dalil-dalil syariat.

“Pemahaman tentang hukum-hukum syari’at daripada dalil-dalil syariat, memahami hukum-hukum daripada dalil-dalil syariat yang sifatnya kepada operasional. Itulah yang dimaksudkan dengan fiqh secara gamblang kita artikan seperti itu,” ujar Abu Faisal.

Di hadapan peserta PKU yang mayoritas berasal dari kalangan perempuan, Abu Faisal juga menguraikan pembagian fiqh ke dalam beberapa bidang, seperti Fiqh Siyasah (ibadah), Fiqh Muamalah (jual beli, sewa-menyewa), Fiqh Munakahat (pernikahan dan perceraian), serta Fiqh Jinayah (kejahatan).

Sebelumnya, Wakil Ketua LPPOM MPU Aceh, Cut Rafiqah, turut memberikan materi tentang Sosialisasi Sertifikasi Produk Halal. Ia menegaskan, sesuai Qanun Aceh Nomor 8 Tahun 2016 tentang Sistem Jaminan Produk Halal (SJPH), LPPOM MPU Aceh memiliki kewenangan dalam proses sertifikasi halal.

“Jadi tujuannya pemerintah memberi jaminan, kenyamanan, kepastian hukum terhadap produk yang dikonsumsi, ini tujuannya,” jelasnya.

Cut Rafiqah menambahkan, LPPOM MPU Aceh juga dapat bekerja sama dengan berbagai instansi maupun lembaga lain dalam menjalankan tugas, termasuk dalam hal standarisasi halal, penyelenggaraan SJPH, hingga pemeriksaan produk.

Cegah Stunting di Aceh Tengah, Forikan Aceh Salurkan 8,1 Ton Ikan Segar

0
Cegah Stunting di Aceh Tengah, Forikan Aceh Salurkan 8,1 Ton Ikan Segar. (Foto: Humas Aceh)

NUKILAN.ID | TAKENGON – Upaya mencegah stunting terus digencarkan di Aceh Tengah. Ketua Forum Peningkatan Konsumsi Ikan Nasional (Forikan) Aceh, Marlina Usman, menyerahkan bantuan 8,1 ton ikan segar untuk masyarakat di Kabupaten Aceh Tengah, Senin (25/8/2025).

Penyerahan berlangsung di Desa Kenawat, Kecamatan Lut Tawar, dan disaksikan langsung oleh Bupati Aceh Tengah bersama jajaran pemerintah daerah. Bantuan tersebut diserahkan secara simbolis kepada Ketua Forikan Aceh Tengah.

Dalam sambutannya, Marlina menekankan pentingnya konsumsi ikan sejak dini, bahkan sejak masa kehamilan. Menurutnya, asupan ikan akan menunjang tumbuh kembang anak agar sehat, kuat, dan cerdas sebagai bekal menuju Indonesia Emas 2045.

“Jangan lupa anak kasih ikan, supaya anak sehat, kuat, dan cerdas. Jika sudah berusia 4 tahun, anak juga wajib belajar di PAUD, agar gizi dan pendidikannya seimbang,” ujar Marlina.

Bantuan 8,1 ton ikan segar ini merupakan yang terbanyak dibandingkan kabupaten/kota lain di Aceh. Selain difokuskan untuk pencegahan stunting, penyaluran ikan juga bertujuan membantu mengendalikan inflasi pangan di daerah.

Melalui Dinas Kelautan dan Perikanan, sebanyak 810 paket ikan segar didistribusikan kepada masyarakat, dengan total penerima manfaat mencapai 1.310 jiwa.

Marlina berharap, program ini tidak hanya meningkatkan konsumsi ikan di kalangan masyarakat, tetapi juga menumbuhkan kesadaran akan pentingnya gizi seimbang.

“Dengan gemar makan ikan, kita berharap lahir generasi Aceh yang lebih sehat,” ujarnya.

Bupati Aceh Selatan Tetapkan Status Tanggap Darurat Karhutla

0

NUKILAN.ID | TAPAKTUAN – Bupati Aceh Selatan, Mirwan MS, resmi menetapkan Status Tanggap Darurat Penanganan Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di wilayah Kabupaten Aceh Selatan.

Keputusan itu dituangkan dalam Surat Keputusan Bupati Nomor 585 Tahun 2025 yang ditandatangani pada 22 Agustus 2025 di Tapaktuan.

Penetapan status tanggap darurat dilakukan setelah kebakaran hutan dan lahan melanda Kecamatan Bakongan sejak 19 Agustus 2025. Kebakaran semakin meluas akibat cuaca panas dan kemarau panjang yang terjadi di wilayah tersebut.

“Dalam rangka mengatasi dampak yang lebih luas, maka perlu dilakukan upaya Penanggulangan Darurat Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) secara cepat, tepat, dan terpadu sesuai standar prosedur pada saat siaga maupun tanggap darurat penanganan bencana kebakaran hutan dan lahan,” tulis Bupati Aceh Selatan dalam surat yang diperoleh Nukilan.id, Senin (25/8/2025).

Penetapan ini juga merujuk pada surat Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Aceh Selatan Nomor 360/1129/VIII/2025 tertanggal 22 Agustus 2025 tentang permohonan status tanggap darurat bencana Karhutla.

Dengan keputusan tersebut, status tanggap darurat diberlakukan selama 14 hari, terhitung mulai 23 Agustus hingga 5 September 2025. Namun, masa tanggap darurat dapat diperpanjang maupun diperpendek sesuai kebutuhan serta perkembangan situasi di lapangan. (XRQ)

Reporter: Akil

Kepala Dinkes Aceh dan Direktur RSUDZA Kompak Mundur dari Jabatan

0
Kepala Dinas Kesehatan Aceh, dr. Munawar. (Foto: Dok. Dinkes Aceh)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Dua pejabat penting di sektor kesehatan Aceh secara bersamaan mengundurkan diri dari jabatannya. Kepala Dinas Kesehatan Aceh, dr. Munawar, dan Direktur Rumah Sakit Umum Daerah Zainoel Abidin (RSUDZA), dr. Isra Firmansyah, memilih melepas posisi strategis yang selama ini mereka emban.

Kepala Badan Kepegawaian Aceh (BKA), Abdul Qahar, membenarkan pengunduran diri keduanya. Menurut dia, alasan pengunduran diri tersebut beragam, namun sama-sama terkait dengan pilihan melanjutkan karier di bidang fungsional.

Dokter Munawar disebut memilih fokus menjadi fungsional dokter ahli madya. Sementara itu, dr. Isra mengambil langkah serupa dengan melanjutkan karier sebagai pejabat fungsional dokter pendidik klinis ahli madya di RSUDZA.

“Gubernur Aceh akan segera menetapkan pelaksana harian (Plh) di kedua jabatan tersebut,” kata Qahar saat dikonfirmasi, Senin (25/8/2025) malam.

Qahar memastikan roda pelayanan kesehatan tetap berjalan meski dua pucuk pimpinan mundur bersamaan.

“Roda kerja di kedua instansi itu akan tetap berjalan dengan lancar,” ujarnya.

Meski demikian, hingga berita ini diturunkan, Qahar belum mengungkapkan siapa yang akan ditunjuk sebagai pengganti untuk mengisi kekosongan pada dua posisi strategis tersebut.

Jepang Ingin Perkuat Hubungan dengan Aceh

0
Konsul Jenderal Jepang di Medan, Furugori Toru, bertemu dengan Wali Nanggroe Aceh, Paduka Yang Mulia Tgk Malik Mahmud Al Haythar, di Meuligoe Wali Nanggroe, Aceh Besar. (Foto: HUMAS LWN)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Konsul Jenderal Jepang di Medan, Furugori Toru, bertemu dengan Wali Nanggroe Aceh, Paduka Yang Mulia Tgk Malik Mahmud Al Haythar, di Meuligoe Wali Nanggroe, Aceh Besar, Jumat (22/8/2025) lalu.

Kabag Kerja Sama dan Humas Wali Nanggroe, Zulfikar Idris, mengatakan pertemuan tersebut membicarakan sejarah hubungan Aceh–Jepang serta peluang kerja sama di berbagai bidang.

Dalam kesempatan itu, Furugori menyampaikan rasa terima kasih atas sambutan hangat dari Wali Nanggroe. Ia mengaku sangat terkesan dengan Aceh, terutama setelah menghadiri peringatan 20 tahun Perdamaian Aceh pekan lalu.

“Ini adalah kunjungan kedua saya ke Aceh. Saya telah banyak belajar tentang sejarah Aceh dan hubungan Aceh dengan Jepang. Pemerintah Jepang sejak lama mendukung Aceh, baik dalam pemulihan pasca tsunami maupun proses perdamaian. Kini saya melihat Aceh aman dan masyarakat hidup dalam suasana damai. Hal itu sangat menggembirakan,” ujarnya.

Furugori menegaskan Jepang ingin memperkuat hubungan dengan Aceh di masa mendatang.

“Saya sangat tertarik dengan Aceh dan berharap kerja sama kita dapat semakin intensif,” kata dia.

Sementara itu, Wali Nanggroe menekankan pentingnya memperdalam kerja sama, khususnya dalam menghadapi potensi bencana alam.

“Jepang adalah negara maju dalam mitigasi bencana. Kita bisa banyak belajar dari mereka, karena Aceh juga merupakan daerah rawan gempa. Selain itu, kerja sama di bidang pendidikan perlu lebih diperluas,” ujar Wali Nanggroe yang turut didampingi Staf Khusus Dr. Muhammad Raviq.

Ia menambahkan, saat ini pelajar Aceh yang menempuh pendidikan di Jepang masih melalui jalur Pemerintah Indonesia.

“Ke depan, mungkin kita akan menghantar lebih banyak generasi muda Aceh ke Jepang, khususnya untuk belajar teknologi dan sains,” kata Wali Nanggroe.

Bupati Aceh Barat Lantik 100 Pejabat, Tegaskan Integritas dan Tolak Transaksi Jabatan

0
Bupati Aceh Barat, Tarmizi SP, MM, melantik dan mengambil sumpah 100 pejabat administrator, pengawas, dan fungsional di lingkungan Pemerintah Kabupaten Aceh Barat. (Foto: Humas Aceh Barat)

NUKILAN.IDMEULABOH – Bupati Aceh Barat, Tarmizi SP, MM, melantik dan mengambil sumpah 100 pejabat administrator, pengawas, dan fungsional di lingkungan Pemerintah Kabupaten Aceh Barat. Prosesi yang berlangsung khidmat digelar di halaman Masjid Agung Baitul Makmur Meulaboh, Senin (25/8/2025).

Pejabat yang dilantik terdiri atas 56 pejabat administrator, 37 pengawas, dan 4 fungsional. Dalam sambutannya, Bupati Tarmizi menegaskan pelantikan ini bukan sekadar rotasi jabatan, melainkan amanah besar yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab.

“Tidak ada lagi ruang bagi pejabat yang hanya berorientasi pada uang. Bekerjalah dengan hasil kerja yang baik, karena kalau kinerja bagus, penghargaan dan kesejahteraan akan mengikuti,” tegasnya.

Ia menekankan integritas dan kapabilitas sebagai ukuran utama dalam penilaian Aparatur Sipil Negara (ASN). Menurutnya, proses seleksi dilakukan secara objektif oleh tim profesional, baik internal maupun eksternal, dengan sistem berbasis data.

Dari 264 usulan jabatan, hanya 100 yang disetujui Badan Kepegawaian Negara (BKN) untuk dilantik pada tahap pertama. Pelantikan tahap selanjutnya akan dilakukan setelah verifikasi selesai di BKN.

Tarmizi menambahkan, setiap pejabat yang baru dilantik akan dievaluasi secara berkala. “Kalau tidak mampu menunjukkan kinerja sesuai target, terpaksa kami kembalikan ke posisi semula,” ujarnya.

Ia juga meminta para camat memperkuat koordinasi dengan kepala desa serta mendorong percepatan program pembangunan di berbagai sektor.

Dalam prosesi tersebut, Bupati menyerahkan hadiah berupa handuk putih kepada para pejabat yang diberikan langsung oleh pasangan mereka. Simbol ini, kata Tarmizi, dimaksudkan sebagai pengingat tanggung jawab moral, tidak hanya di kantor tetapi juga di hadapan keluarga.

Selain itu, Tarmizi memperingatkan dengan tegas agar ASN menjauhi narkoba, perselingkuhan, dan paham-paham menyimpang.

“Enam bulan lalu masih ada toleransi, tapi mulai sekarang tidak ada lagi maaf bagi yang terlibat. Mundur dengan teratur jika melanggar,” tegasnya.

Pelantikan ini diharapkan mampu memperkuat mesin birokrasi Aceh Barat dalam menjalankan roda pemerintahan yang bersih, profesional, dan berorientasi pada perubahan nyata demi kesejahteraan masyarakat.