Beranda blog Halaman 395

Disdik Aceh Umumkan Pemenang Al-Hikam 2025, Kadisdik Dorong Inovasi Pendidikan Menuju Sekolah Unggul

0
Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Marthunis, S.T., D.E.A. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Dinas Pendidikan Aceh melalui UPTD Balai Tekkomdik resmi mengumumkan para pemenang Lomba Himpunan Inovasi Kependidikan Aceh Maju (Al-Hikam) 2025. Ajang tahunan ini berlangsung sejak April hingga Juni, diikuti ratusan tim dari 23 kabupaten/kota jenjang SMA, SMK, dan SLB, serta digelar secara daring.

Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Marthunis ST, DEA, menegaskan bahwa inovasi merupakan pilar penting dalam menjawab tantangan pendidikan yang terus berkembang. Menurutnya, Al-Hikam menjadi ruang bagi guru dan kepala sekolah untuk keluar dari rutinitas dan menghadirkan terobosan baru dalam pembelajaran.

“Kami ingin menciptakan ekosistem pendidikan yang dinamis dan terbuka terhadap perubahan. Inovasi adalah kunci untuk menciptakan pembelajaran yang lebih kontekstual dan menyenangkan bagi peserta didik. Semangat ini yang coba kami dorong melalui Al-Hikam,” jelas Marthunis, Rabu (4/6/2025).

Ia menambahkan, kegiatan ini merupakan bagian dari transformasi pendidikan Aceh yang berorientasi pada keberlanjutan dan daya saing.

“Inovasi yang lahir dari satuan pendidikan ini bukan sekadar proyek sesaat, tapi harus menjadi praktik baik yang bisa ditiru dan dikembangkan di sekolah lain. Kami berharap, karya-karya ini bisa terus dimonitor, dibina, dan dijadikan referensi di tingkat nasional,” ujarnya.

Marthunis juga menekankan pentingnya keberlanjutan dari karya terbaik yang dihasilkan melalui Al-Hikam.

“Kita ingin hasil dari lomba ini tidak hanya menjadi arsip, tetapi menjadi solusi nyata bagi tantangan di lapangan. Oleh karena itu, kami akan terus mendorong agar inovasi-inovasi ini terintegrasi dalam program-program pembinaan dan pengembangan satuan pendidikan,” tutupnya.

Senada dengan itu, Kepala UPTD Balai Tekkomdik Aceh, Syahrul MPd, menilai Al-Hikam tidak sekadar kompetisi, tetapi juga sarana membangun budaya inovasi di sekolah.

“Antusiasme peserta luar biasa. Kami melihat banyak inovasi yang bukan hanya kreatif, tapi juga aplikatif dan menjawab kebutuhan lokal. Ini menunjukkan bahwa transformasi pendidikan di Aceh sedang berada di jalur yang tepat,” kata Syahrul.

Berikut daftar pemenang Al-Hikam 2025:

Kategori SMA

  • Juara I: SMA Negeri Unggul Subulussalam

  • Juara II: SMA Negeri 1 Sabang

  • Juara III: SMA Negeri 1 Baitussalam, Aceh Besar

Kategori SMK

  • Juara I: SMKN 3 Banda Aceh

  • Juara II: SMK Negeri 1 Bendahara

  • Juara III: SMK Negeri 1 Calang

Kategori SLB

  • Juara I: Bukesra Banda Aceh

  • Juara II: SLBN Pembina Provinsi Aceh

  • Juara III: SLB YBSM

Polantas Aceh Barat Tindak Tegas Truk ODOL di Meulaboh

0
Satuan Lalu Lintas Polres Aceh Barat menggelar sosialisasi serta pengecekan kendaraan Overload dan Overdimensi (ODOL), di Terminal Bongkar Muat Mobil Barang, Meulaboh, Selasa (3/6/2025). (Foto: Satlantas Polres Aceh Barat)

NUKILAN.ID | Meulaboh — Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Aceh Barat kembali menunjukkan komitmennya dalam menciptakan ketertiban berlalu lintas. Selasa pagi (3/6/2025), petugas menggelar sosialisasi dan pemeriksaan kendaraan Over Dimension dan Over Loading (ODOL) di Terminal Bongkar Muat Mobil Barang, Meulaboh.

Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kasatlantas Polres Aceh Barat, Iptu Yusrizal. Dalam pelaksanaannya, ia turut menggandeng Dinas Perhubungan serta Jasa Raharja Meulaboh. Pemeriksaan difokuskan pada kendaraan barang yang diduga melanggar ketentuan dimensi dan kapasitas angkut.

Menurut Iptu Yusrizal, langkah ini merupakan bagian dari upaya membangun keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcarlantas).

“Kegiatan ini juga sebagai bentuk edukasi kepada pengemudi dan pemilik kendaraan barang. Mereka harus sadar pentingnya mematuhi batas muatan dan ukuran kendaraan untuk keselamatan bersama,” ujar Iptu Yusrizal.

Iptu Yusrizal menegaskan, kendaraan yang tergolong ODOL hanya memiliki dua pilihan: melakukan normalisasi atau tidak diizinkan beroperasi sama sekali. Langkah ini sejalan dengan kampanye nasional bertajuk Indonesia Menuju Zero Over Dimension and Over Loading.

Hal ini merujuk pada Peraturan Menteri Perhubungan RI No. PM 133 Tahun 2015 yang mengatur Uji KIR. Uji berkala ini penting untuk memastikan kendaraan laik jalan dan aman saat beroperasi di jalan raya.

Uji KIR sendiri mencakup pengukuran dimensi kendaraan seperti panjang, lebar, dan tinggi, serta pemeriksaan berat sesuai ketentuan. Bila tidak dilakukan, kendaraan berisiko dikenai tilang, denda, atau bahkan penarikan dari jalan dan penutupan izin operasional.

Lebih lanjut, Iptu Yusrizal mengingatkan bahwa Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 Pasal 70 Ayat 2 mewajibkan perpanjangan STNK setiap lima tahun. Proses ini juga mencakup pemeriksaan fisik kendaraan, termasuk dimensi dan kelengkapan dokumen.

“Jika ditemukan dimensi tidak sesuai saat perpanjangan STNK, pemilik kendaraan bisa gagal bayar pajak. Kendaraan pun harus dikembalikan ke bentuk asli atau dikenai sanksi administrasi sesuai aturan berlaku,” ucap Iptu Yusrizal.

Tidak hanya menindak, Satlantas Polres Aceh Barat juga aktif membangun komunikasi dengan para pelaku usaha dan asosiasi angkutan. Menurut Iptu Yusrizal, kesadaran kolektif dari semua pihak merupakan kunci menciptakan lalu lintas yang aman dan tertib.

Di akhir keterangannya, ia mengimbau agar seluruh pengemudi dan pemilik kendaraan patuh pada aturan yang berlaku. Dengan begitu, jalan raya bisa menjadi ruang bersama yang aman dan layak digunakan oleh semua kalangan.

Editor: Akil

Jemaah Haji Aceh Menuju Arafah Hari Ini, Keberangkatan Dilakukan dalam Tiga Tahap

0
Ketua Petugas Penyelenggara Ibadah Haji Indonesia (PPIH) Embarkasi Aceh, Azhari. (Foto: Ist)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Puncak ibadah haji semakin dekat. Seluruh jemaah haji asal Aceh dijadwalkan akan diberangkatkan ke Padang Arafah pada hari ini, Rabu (4/6/2025), dalam tiga tahap keberangkatan.

Ketua Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Aceh, Azhari, menyampaikan bahwa proses pemindahan ke Arafah dimulai sejak pagi hari.

Gelombang pertama akan berangkat mulai pukul 08.00 hingga 11.00 Waktu Arab Saudi (WAS). Kemudian, gelombang kedua dijadwalkan antara pukul 11.00 hingga 16.00 WAS. Terakhir, gelombang ketiga akan diberangkatkan mulai pukul 16.00 hingga tengah malam.

“Kita berdoa semoga berjalan lancar, dan sebelum subuh 9 Zulhijah semua jemaah sudah berada di Padang Arafah,” ujar Azhari, Selasa (3/6/2025) kemarin.

Tak hanya itu, Azhari menambahkan bahwa jemaah lansia, penyandang disabilitas, dan mereka yang memiliki penyakit penyerta akan difasilitasi secara khusus melalui program Safari Wukuf Khusus.

Mereka akan dikawal oleh tenaga medis, didampingi petugas ibadah, dan disediakan hotel transit. Dengan langkah ini, diharapkan seluruh jemaah tetap dapat menjalankan wukuf secara aman, layak, dan nyaman.

Seiring dengan persiapan menjelang puncak haji, para petugas kloter telah lebih dahulu melakukan survei ke Arafah dan Mina. Berdasarkan laporan, semua fasilitas tenda di lokasi wukuf telah disiapkan dan siap menampung jemaah.

“Alhamdulillah, sementara ini tidak ada kendala berarti untuk menghadapi puncak pelaksanaan ibadah haji. Meskipun musim haji kali ini ada perubahan seperti nama maktab yang mengurusi jemaah haji sekarang berganti dengan syarikah, namun tugas dan fungsinya tidak jauh berbeda,” jelas Azhari.

Menariknya, setiap jemaah akan mendapatkan kasur dan bantal. Fasilitas ini tentu akan membuat mereka lebih nyaman saat berada di Padang Arafah.

Sementara itu, seluruh kloter juga telah menyelesaikan bimbingan pra-Armuzna yang dilaksanakan di hotel masing-masing. Tujuannya adalah memperdalam kembali pemahaman jemaah terhadap manasik yang telah dipelajari sejak di Tanah Air.

Di sisi lain, petugas juga melakukan kunjungan khusus ke kamar-kamar jemaah yang masuk kategori risiko tinggi. Langkah ini dilakukan untuk memastikan kondisi mereka cukup siap menghadapi puncak ibadah haji.

Untuk diketahui, PPIH Embarkasi Aceh telah memberangkatkan total 4.446 jemaah yang tergabung dalam 12 kloter. Hingga hari ini, tercatat dua jemaah wafat di Arab Saudi, sementara satu orang masih dirawat di Saudi National Hospital akibat demensia berat dan dehidrasi.

Editor: Akil

Sambut Idul Adha, Angkasa Pura Salurkan 300 Paket Sembako dan Satu Ekor Sapi

0
PT Angkasa Pura Indonesia Kantor Cabang Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda Blang Bintang menyalurkan sebanyak 300 paket sembako dan satu ekor sapi dalam rangka menyambut lebaran Idul Adha 1446 Hijriah. (Foto: Humas bandara SIM)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Menjelang Hari Raya Idul Adha 1446 Hijriah, PT Angkasa Pura Indonesia Kantor Cabang Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda (SIM) Blang Bintang, Aceh Besar, menyalurkan 300 paket sembako kepada masyarakat. Selain itu, satu ekor sapi juga disumbangkan sebagai bagian dari kurban untuk warga sekitar.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program CSR Injourney berbagi sembako, yang bertujuan memperkuat kepedulian sosial perusahaan terhadap masyarakat sekitar.

“Bantuan yang kita serahkan ini merupakan bagian dari program CSR Injourney berbagi sembako guna meningkatkan kesejahteraan dan kepedulian sosial perusahaan kepada masyarakat sekitar bandara,” kata Pgs General Manager Angkasa Pura Indonesia Bandara SIM, Ade Yustian, di Blang Bintang, Selasa (3/6/2025).

Sasar Warga Kurang Mampu

Penyerahan bantuan sembako tersebut turut dihadiri oleh Wakil Bupati Aceh Besar, Syukri. Menurut penjelasan Ade, paket sembako itu terdiri dari minyak goreng, gula pasir, dan telur ayam ras.

Paket-paket tersebut disalurkan secara khusus kepada keluarga kurang mampu di kawasan Blang Bintang dan Kuta Baro. Ini dilakukan agar bantuan benar-benar tepat sasaran dan memberi manfaat nyata menjelang lebaran.

Lebih dari itu, pembagian sembako ini juga diharapkan bisa membantu menekan laju inflasi yang sering meningkat menjelang hari raya besar.

Selain pembagian sembako, PT Angkasa Pura Indonesia juga menyalurkan satu ekor sapi untuk disembelih pada Hari Raya Idul Adha. Hewan kurban itu diperuntukkan bagi warga sekitar Bandara SIM yang membutuhkan.

Menurut Ade, kegiatan serupa tidak hanya dilakukan di Aceh Besar. Secara bersamaan, penyaluran hewan kurban juga berlangsung di 30 kantor cabang PT Angkasa Pura Indonesia di seluruh Indonesia.

Melalui program sosial ini, perusahaan berharap kehadiran Bandara SIM tak hanya berdampak ekonomi, tetapi juga sosial bagi masyarakat sekitarnya.

“Pihaknya berharap dengan adanya program tersebut dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat sekitar dan bandara yang dikelola oleh PT Angkasa Pura Indonesia,” ujarnya.

Apresiasi dari Pemerintah Daerah

Wakil Bupati Aceh Besar, Syukri, menyampaikan apresiasi atas kepedulian PT Angkasa Pura Indonesia kepada masyarakat menjelang Idul Adha.

“Wakil Bupati Aceh Besar Syukri menyampaikan terima kasih kepada PT Angkasa Pura Indonesia Kantor Cabang Bandara Sultan Iskandar Muda yang telah menyalurkan bantuan paket sembako dan satu ekor sapi untuk hari raya kurban.”

Editor: Akil

Jadi Pembicara di ICSET Maroko, Akademisi Aceh Tawarkan Solusi Kurikulum Medis Era AI

0

NUKILAN.ID | Marrakesh – Akademisi asal Aceh, Dr. Faisal Binsar, kembali menorehkan prestasi internasional. Ia tampil sebagai satu-satunya pembicara dari Indonesia dalam 4th International Conference on Social Science, Engineering, Education and Technology (ICSET) yang digelar oleh IFERP pada 29–30 Mei 2025 di Marrakesh, Maroko.

Konferensi bergengsi ini menghadirkan ratusan ilmuwan, akademisi, dan profesional dari berbagai negara. Mereka bertemu untuk membahas isu-isu krusial dalam pendidikan, teknologi, ilmu sosial, dan rekayasa. Dalam konteks ini, kehadiran Faisal menjadi representasi penting dari Indonesia—khususnya Aceh—dalam percakapan global mengenai transformasi pendidikan di era digital.

Pendidikan Kesehatan di Era AI

Dalam forum internasional tersebut, Faisal membawakan presentasi berjudul “Strategic Innovation and Educational Transformation in Digital Healthcare.” Ia menyoroti bagaimana institusi pendidikan kesehatan perlu bertransformasi mengikuti kemajuan teknologi, seperti kecerdasan buatan (AI), otomatisasi, dan digitalisasi pembelajaran.

Ia menekankan bahwa pendekatan pendidikan tradisional tidak lagi memadai. Kini, dibutuhkan sistem yang lebih terbuka terhadap inovasi dan metode pembelajaran modern. Hal ini penting agar lulusan tidak hanya menguasai teori medis, tetapi juga siap menghadapi dunia kerja yang semakin terdigitalisasi.

Sebagai akademisi sekaligus praktisi di bidang digital healthcare, Faisal memiliki rekam jejak internasional yang solid. Saat ini, ia sedang mengikuti ISQua Fellowship Programme dengan fokus pada penerapan AI dan machine learning dalam layanan kesehatan. Selain itu, ia juga menjadi reviewer di jurnal internasional bergengsi, International Journal for Quality in Health Care (IJQHC).

Dalam pemaparannya, Faisal menegaskan pentingnya tenaga kesehatan memiliki keterampilan digital. Mereka harus mampu mengoperasikan sistem informasi rumah sakit, menggunakan rekam medis elektronik, hingga menganalisis data berbasis AI.

“Dunia medis telah berubah secara drastis, dan sistem pendidikan harus segera menyusul dengan pendekatan yang relevan dan futuristik,” ujarnya.

Gamifikasi, VR, dan AR untuk Pendidikan Kedokteran

Lebih lanjut, Faisal menyampaikan bahwa teknologi seperti gamifikasi, virtual reality (VR), dan augmented reality (AR) akan menjadi tulang punggung dalam pendidikan tenaga kesehatan di masa depan. Di negara maju, teknologi ini sudah mulai diadopsi untuk meningkatkan akurasi diagnosis dan efisiensi layanan medis.

Namun demikian, tingkat adopsi teknologi ini dalam pendidikan di negara berkembang masih rendah. Gamifikasi, misalnya, disebut Faisal sebagai metode pembelajaran yang efektif karena melibatkan simulasi interaktif berbasis permainan.

“Teknologi ini bisa menjadi solusi untuk keterbatasan fasilitas praktikum dan risiko medis,” katanya lagi.

Pasien sebagai Bagian dari Ekosistem Digital

Faisal juga menyoroti perubahan peran pasien dalam sistem kesehatan digital. Kini, pasien tidak hanya menjadi penerima layanan, tetapi juga berperan aktif melalui akses data medis pribadi, pemantauan mandiri, dan pengambilan keputusan yang berbasis informasi.

Menurutnya, hal ini menuntut tenaga medis memiliki kemampuan komunikasi yang baik dan melek literasi digital.

Sebagai penutup, Faisal menekankan bahwa kurikulum pendidikan tenaga kesehatan perlu diperbarui secara menyeluruh. Komponen seperti teknologi informasi, pemrograman dasar, analisis data, hingga pelatihan perangkat kesehatan digital harus segera dimasukkan ke dalam sistem pembelajaran.

“Kita butuh model pendidikan yang tidak hanya menyiapkan lulusan yang cerdas secara medis, tetapi juga siap bekerja di lingkungan kerja yang sudah terdigitalisasi,” ujarnya.

Ia juga menyoroti bahwa rumah sakit dan klinik di Indonesia mulai beralih ke sistem digital. Pendaftaran pasien daring, rekam medis elektronik, hingga software manajemen mutu sudah mulai diadopsi. Namun, jika dunia pendidikan tidak segera menyesuaikan diri, maka akan terjadi kesenjangan keterampilan yang cukup serius.

Peran Aceh dalam Diskursus Global

Keterlibatan Faisal di ICSET 2025 menjadi panggung strategis bagi Indonesia, khususnya Aceh, untuk memperkenalkan pendekatan baru dalam pengembangan SDM kesehatan. Ia berharap gagasan ini dapat diadopsi oleh berbagai institusi pendidikan di tanah air.

“Transformasi digital dalam pendidikan kesehatan adalah keniscayaan. Kita tidak bisa menunggu, kita harus memimpin perubahan itu,” pungkasnya menutup sesi presentasi.

Dengan kiprahnya, Faisal tak hanya membawa nama Indonesia ke level global, tetapi juga membuka inspirasi baru bagi akademisi muda di Aceh untuk ikut bersaing dan berkontribusi dalam jaringan ilmiah internasional.

Editor: Akil

Politik Bukan Soal Menang-Kalah, Tapi Merawat Kebersamaan

0
Momen pertemuan antara Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri, Presiden Terpilih Prabowo Subianto, dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dalam peringatan Hari Lahir Pancasila. (Foto: westjavatoday)

NUKILAN.ID | OPINI – Di tengah derasnya arus informasi dan narasi pecah belah yang kerap membanjiri media sosial pasca Pilpres 2024, momen peringatan Hari Lahir Pancasila pada 1 Juni 2025 menjadi oase yang menyejukkan. Bertempat di Gedung Pancasila, Jakarta, hadir empat tokoh penting negeri ini: Presiden Prabowo Subianto, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, Presiden kelima RI Megawati Soekarnoputri, serta Wakil Presiden keenam Tri Sutrisno. Kehadiran mereka dalam satu ruang dan suasana hangat memperlihatkan sebuah isyarat penting: rekonsiliasi politik bukan hanya mungkin, tetapi sedang berlangsung secara nyata.

Narasi yang selama ini beredar seolah ingin memosisikan hubungan antara kubu Prabowo-Gibran dan Megawati sebagai renggang, bahkan bermusuhan. Sebagian pihak menyebarkan opini bahwa Megawati tidak akan mungkin berdamai dengan Prabowo, apalagi menerima kehadiran Gibran yang merupakan putra dari Presiden Joko Widodo—tokoh yang juga memiliki sejarah tersendiri dengan PDI Perjuangan.

Namun video yang merekam pertemuan para tokoh di holding room sebelum upacara dimulai, membantah semua itu. Tampak Prabowo menyapa Megawati dengan hormat, bahkan sempat melontarkan pujian ringan soal keberhasilan diet sang mantan presiden. Megawati pun merespons dengan tawa ringan, suasana yang jauh dari gambaran permusuhan. Tak hanya itu, Gibran, sosok muda yang banyak diragukan akan diterima oleh elite lama, justru duduk nyaman dalam lingkaran itu—mendengarkan, berbincang, dan turut larut dalam kebersamaan.

Banyak yang menilai momen itu sebagai seremoni belaka. Namun jika kita jeli membaca konteks dan simbolisme politik, peristiwa tersebut membawa makna yang jauh lebih dalam. Pertemuan itu adalah bentuk nyata dari kedewasaan politik. Bahwa perbedaan pilihan, rivalitas dalam pemilu, bahkan luka-luka politik masa lalu tidak menjadi penghalang untuk kembali duduk satu meja demi bangsa.

Sayangnya, masih ada segelintir pihak yang tidak rela melihat kehangatan ini. Mereka yang sejak awal tidak menginginkan kedekatan antara Prabowo-Gibran dan Megawati, akan terus menyuarakan narasi negatif. Bahkan, mereka berupaya mempertahankan api perpecahan, seolah-olah demokrasi hanya tentang kalah dan menang, bukan tentang bagaimana para pemimpin bersatu setelah kontestasi usai.

Padahal, jika elit politik sudah bisa berjabat tangan dan bercanda, mengapa rakyat masih harus bertengkar? Mengapa kita harus memelihara dendam yang justru tidak dirawat oleh para tokohnya sendiri?

Demokrasi yang sehat bukan tentang mempertajam jurang perbedaan, melainkan tentang bagaimana kita mengelola perbedaan itu secara dewasa. Rekonsiliasi yang ditunjukkan oleh Prabowo dan Megawati, serta kehadiran Gibran di tengah keduanya, adalah bentuk konkret bahwa para pemimpin kita masih memiliki hati—hati untuk bangsa, bukan sekadar untuk kepentingan pribadi atau kelompok.

Politik memang tidak bisa dipisahkan dari dinamika. Faksi-faksi dalam partai, ketegangan antarblok kekuasaan, atau bahkan friksi internal adalah hal biasa. Namun ketika semua itu disikapi dengan cara yang kekanak-kanakan, dendam yang tak kunjung padam, dan narasi yang terus memecah, maka yang menjadi korban adalah masyarakat di bawah. Ketika para elit politik gaduh, ekonomi terganggu, kebijakan tersandera, dan ruang publik menjadi penuh ketegangan.

Peringatan Hari Lahir Pancasila tahun ini seyogianya tidak hanya menjadi seremoni kenegaraan, tapi momentum reflektif bagi seluruh elemen bangsa. Bahwa politik bukanlah arena permusuhan abadi, tetapi panggung besar untuk merawat persatuan dan membangun masa depan bersama. Politik bukan sekadar kontestasi elektoral, tapi juga seni menjalin silaturahmi, bahkan setelah perbedaan pilihan yang tajam.

Prabowo yang pernah bertarung sengit melawan Megawati dalam sejarah politik Indonesia, kini bisa duduk berdampingan dengan beliau dalam suasana kekeluargaan. Gibran yang selama ini diragukan posisinya dalam peta kekuasaan, bisa hadir sebagai wakil presiden tanpa rasa canggung. Ini adalah bukti bahwa kedewasaan politik kita terus tumbuh, meski perlahan.

Kita tidak bisa memaksa semua orang bahagia melihat momen ini. Pasti ada yang kecewa karena ekspektasi perpecahan tak terwujud. Tapi publik harus jernih membaca realitas. Bahwa meskipun tidak semua faksi di tubuh partai menerima rekonsiliasi ini dengan tangan terbuka, namun simbol dan gestur politik yang ditampilkan cukup kuat untuk mengatakan: Indonesia masih punya harapan.

Harapan itu tumbuh bukan karena absennya perbedaan, tetapi karena hadirnya kesadaran untuk tidak terus-menerus memelihara luka. Kini saatnya kita semua—baik elite politik maupun rakyat biasa—untuk mengakhiri politik kebencian. Karena bangsa ini butuh stabilitas, bukan provokasi. Butuh kerja sama, bukan perpecahan.

Akhirnya, semoga pertemuan di Gedung Pancasila menjadi titik balik yang membawa arah politik Indonesia menuju kedewasaan yang lebih matang. Sebab, pemimpin yang besar bukan hanya yang mampu menang, tetapi juga yang mampu memeluk lawan politiknya dan mengajak berjalan bersama membangun negeri. (XRQ)

Penulis: Vira Fitriani (Mahasiswa Ilmu Pemerintahan USK)

Gusmawi Mustafa Ajak Masyarakat Bersinergi Perangi Kekerasan Perempuan dan Anak

0
gusmawi mustafa
Koordinator Wilayah Barat Yayasan Pusat Pelayanan Terpadu Perlindungan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Rumoh Putroe Aceh, Gusmawi Mustafa. (Foto: Dok. Pribadi)

NUKILAN.ID | TAPAKTUAN — Polres Aceh Selatan berhasil meringkus seorang pria pada Senin malam (2/6/2025) yang diduga melakukan rudapaksa terhadap anak kandungnya hingga mengakibatkan korban hamil. Kasus yang menyayat hati ini memicu perhatian serius dari berbagai kalangan, terutama aktivis perlindungan perempuan dan anak.

Gusmawi Mustafa, Koordinator Wilayah Barat Yayasan P2TP2A Rumoh Putroe Aceh, memberikan apresiasi tinggi kepada masyarakat yang berani melaporkan kasus tersebut ke pihak berwajib. Menurutnya, keberanian masyarakat melapor menjadi indikator meningkatnya kesadaran kolektif akan pentingnya perlindungan terhadap kelompok rentan, khususnya perempuan dan anak.

“Ini adalah bukti bahwa kesadaran dan kepedulian masyarakat terhadap perlindungan anak dan perempuan mulai tumbuh dan menjadi kekuatan bersama dalam melawan segala bentuk kekerasan,” kata Gusmawi dalam keterangannya yang diterima Nukilan.id melalui WhastsApp pada Selasa (3/6/2025).

Gusmawi menegaskan bahwa peran serta aktif masyarakat sangat vital dalam mencegah terulangnya kasus serupa. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersinergi dan berperan aktif sebagai benteng pertama pencegahan kekerasan.

“Kepada seluruh elemen masyarakat, kami mengajak untuk terus bersinergi dan peduli, agar ke depan tidak ada lagi kasus serupa terjadi. Pencegahan dimulai dari lingkungan terkecil keluarga, tetangga, dan komunitas,” jelasnya.

Kasus ini sekaligus menjadi momen penting untuk mengingatkan keberadaan layanan pengaduan publik yang efektif sebagai sarana cepat melaporkan kekerasan. Gusmawi menyoroti layanan Call Center Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak (KTPA) Kabupaten Aceh Selatan yang baru saja diluncurkan beberapa hari lalu sebagai terobosan strategis.

“Sebagaimana telah kami sampaikan sebelumnya, layanan Call Center KTPA Aceh Selatan di nomor 0821-8983-5871 kini tersedia sebagai saluran aman dan rahasia bagi siapa pun yang ingin melaporkan atau berkonsultasi terkait kekerasan terhadap perempuan dan anak,” katanya.

Ia menambahkan bahwa hadirnya layanan ini menunjukkan komitmen kuat pemerintah daerah bersama lembaga perlindungan dalam memberikan akses cepat dan mudah kepada korban maupun masyarakat yang peduli.

“Ini adalah langkah strategis dan bukti komitmen pemerintah daerah bersama lembaga-lembaga perlindungan untuk hadir lebih dekat, cepat, dan berpihak kepada korban.”

Dengan harapan yang tinggi, Gusmawi meyakini layanan tersebut akan menjadi penguat transformasi menuju Aceh Selatan yang lebih ramah, adil, dan aman bagi perempuan dan anak-anak.

“Harapan kita bersama, layanan ini akan menjadi penguat transformasi menuju Aceh Selatan yang lebih ramah, adil, dan aman bagi perempuan dan anak-anak.”

Kasus ini tidak hanya menjadi peringatan bagi seluruh lapisan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, tetapi juga menegaskan pentingnya sinergi antara masyarakat, lembaga perlindungan, dan pemerintah dalam menjaga keselamatan anak dan perempuan dari berbagai bentuk kekerasan. (XRQ)

Reporter: Akil

Gusmawi Mustafa Kutuk Keras Kasus Rudapaksa Pria terhadap Anak Kandung di Aceh Selatan

0
gusmawi mustafa
Kepala Sekretariat Baitul Mal Kabupaten Aceh Selatan, Gusmawi Mustafa. (Foto: Dok. Pribadi)

NUKILAN.ID | TAPAKTUAN – Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Aceh Selatan mengamankan seorang pria berinisial SK (54), warga Gampong Pinto Rimba, Kecamatan Trumon Timur, Senin malam, 2 Juni 2025. Ia diduga kuat telah melakukan rudapaksa terhadap anak kandungnya sendiri hingga menyebabkan korban hamil.

Menyikapi kasus ini, Koordinator Wilayah Barat Yayasan P2TP2A Rumoh Putroe Aceh, Gusmawi Mustafa, menyampaikan kecaman keras terhadap tindakan tak berperikemanusiaan tersebut. Ia menilai perbuatan pelaku tak hanya melanggar hukum, tetapi juga mencederai nilai moral, agama, dan kemanusiaan.

“Tindakan tersebut bukan hanya melanggar hukum dan norma agama, tetapi juga menghancurkan masa depan korban yang merupakan darah daging sendiri,” kata Gusmawi dalam keterangannya kepada Nukilan.id melalui WhatsApp, Selasa (3/6/2025).

Gusmawi menyampaikan apresiasi kepada masyarakat yang tak tinggal diam dan berani melaporkan kejahatan tersebut kepada pihak berwenang. Sikap aktif warga, menurutnya, menjadi pondasi penting dalam upaya memutus rantai kekerasan terhadap perempuan dan anak.

“Kami juga memberikan apresiasi kepada jajaran Polres Aceh Selatan yang bergerak cepat dalam menangani laporan ini. Kecepatan dan ketegasan penegakan hukum adalah kunci untuk memberikan rasa aman dan keadilan kepada korban,” lanjutnya.

Lebih lanjut, Gusmawi menekankan pentingnya penanganan kasus yang tidak berhenti pada aspek hukum semata, tetapi juga menyentuh pemulihan korban secara menyeluruh. Ia menyoroti perlunya pendekatan yang holistik, termasuk layanan psikososial yang memadai.

“Kami mendorong proses hukum yang adil dan transparan, serta memastikan adanya pemenuhan hak-hak korban, termasuk pendampingan psikologis dan medis yang layak,” ungkapnya.

Kasus ini, menurut Gusmawi, harus menjadi refleksi serius bagi seluruh pemangku kepentingan dalam menilai sejauh mana sistem perlindungan terhadap korban kekerasan seksual telah berjalan efektif di tingkat lokal. Ia menilai, kehadiran sarana pelaporan yang mudah diakses masyarakat menjadi aspek penting dalam pencegahan dan penanganan kekerasan serupa di masa depan.

“Kasus ini menjadi barometer penting atas hadirnya layanan pengaduan publik yang efektif, termasuk Call Center Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak (KTPA) Kabupaten Aceh Selatan yang baru saja kita launching beberapa hari lalu,” jelasnya.

Dalam konteks itu, Gusmawi memperkenalkan saluran resmi yang kini telah tersedia bagi masyarakat Aceh Selatan sebagai langkah konkret perlindungan terhadap korban. Layanan ini diharapkan menjadi ruang aman yang dapat diakses oleh siapa pun yang mengalami atau menyaksikan kekerasan.

“Layanan Call Center KTPA Aceh Selatan di nomor 0821-8983-5871 (telepon/WhatsApp) kini tersedia sebagai saluran aman dan rahasia bagi siapa pun yang ingin melaporkan atau berkonsultasi terkait kekerasan terhadap perempuan dan anak,” tutupnya.

Dengan penanganan yang cepat dan layanan yang terus diperkuat, Yayasan P2TP2A Rumoh Putroe Aceh berharap tragedi serupa tidak kembali terjadi. Namun bila terjadi, masyarakat tak lagi bungkam—karena perlindungan terhadap perempuan dan anak bukan hanya tugas negara, tapi juga kewajiban bersama. (XRQ)

Reporter: Akil

TMMD Kodim Banda Aceh Tanam 250 Pohon Produktif

0
TMMD Kodim Banda Aceh Tanam 250 Pohon Produktif. (Foto: Humas Kodim KBA)

NUKILAN.ID | Banda Aceh – Kodim 0101/Kota Banda Aceh (KBA) melaksanakan program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-124 dengan menanam 250 pohon produktif di lahan milik Gampong Weu, Kecamatan Kota Jantho, Kabupaten Aceh Besar. Program ini tak hanya bertujuan menghijaukan lingkungan, tetapi juga mendorong ketahanan pangan serta memperkuat perekonomian warga.

Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Dandim 0101/KBA, Letkol Inf Faurizal Noerdin. Ia menegaskan bahwa penanaman pohon buah seperti rambutan, alpukat, mangga, dan durian merupakan bagian dari sasaran fisik TMMD tahun ini.

“Langkah kolaboratif tersebut tidak hanya bertujuan menghijaukan lingkungan, tetapi juga meningkatkan ketahanan pangan dan ekonomi lokal,” kata Letkol Inf Faurizal Noerdin di Jantho, Senin.

Pilihan Bibit Bernilai Ekonomi Tinggi

Lebih lanjut, Faurizal menjelaskan bahwa jenis-jenis bibit yang dipilih tidak hanya bernilai ekonomi, tetapi juga ramah lingkungan. Tanaman ini diharapkan menjadi sumber penghidupan baru bagi masyarakat.

“Jenis-jenis bibit ini dipilih karena selain bernilai ekonomi, juga berkontribusi pada pelestarian lingkungan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat,” katanya.

Menurutnya, ketika pohon-pohon produktif ini tumbuh, warga akan lebih mandiri dalam mencukupi kebutuhan pangan keluarga. Tak hanya itu, buah lokal dari hasil panen nantinya juga akan menyediakan vitamin dan nutrisi yang penting, terutama bagi anak-anak dan orang tua.

“Dengan tumbuhnya pohon buah produktif, masyarakat semakin mandiri dalam memenuhi kebutuhan pangan keluarga. Di mana hasil panen dari buah-buahan lokal akan menjadi sumber vitamin dan nutrisi bagi anak-anak dan orang tua,” ujarnya.

Edukasi dan Kolaborasi Semua Pihak

Penanaman ini juga menjadi sarana edukasi langsung bagi masyarakat. Mereka diajak untuk memahami pentingnya menanam pohon dalam menjaga kualitas udara, mencegah erosi tanah, serta melindungi keanekaragaman hayati di wilayah tersebut.

“Program ini menjadi pembelajaran langsung bagi warga tentang pentingnya penanaman pohon untuk menjaga kualitas udara, menahan erosi tanah, dan memelihara keanekaragaman hayati setempat,” ujar Dandim.

Lebih dari itu, kegiatan ini mencerminkan kolaborasi antara berbagai pihak—TNI, Polri, pemerintah daerah, hingga warga setempat—dalam mewujudkan kesejahteraan sosial dan pelestarian lingkungan di Aceh Besar.

“Aktivitas tersebut juga merepresentasikan sinergi antara TNI, Polri, pemerintah daerah, serta masyarakat guna mewujudkan kesejahteraan sosial-ekonomi dan pelestarian lingkungan di Aceh Besar,” tambahnya.

Dampak Nyata Bagi Ekonomi Warga

Bupati Aceh Besar, Muharram Idris, melalui Staf Ahli Bidang Keistimewaan Aceh, SDM, dan Kerjasama, Adi Dharma, turut mengapresiasi langkah ini. Ia menilai bahwa penanaman pohon produktif bukan hanya menjaga alam, tetapi juga membawa manfaat ekonomi yang langsung dirasakan warga.

“Penanaman pohon produktif tidak hanya menjaga alam dan lingkungan, tapi akan ikut berdampak terhadap ekonomi masyarakat,” ujarnya.

Dengan demikian, melalui TMMD ke-124, Kodim 0101/KBA telah menunjukkan bahwa pembangunan desa bukan sekadar pembangunan fisik, namun juga menyasar aspek keberlanjutan, kesejahteraan, dan pendidikan lingkungan yang menyeluruh.

Editor: Akil

India Serap Batubara Aceh Senilai 34,34 Juta Dolar AS

0

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – India menjadi negara tujuan utama ekspor Provinsi Aceh pada April 2025. Negeri Bollywood itu menyerap batubara asal Aceh senilai 34,34 juta dolar AS, menjadikannya kontributor terbesar dalam neraca ekspor provinsi tersebut.

Plt. Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Aceh, Tasdik Ilhamudin, mengungkapkan bahwa kelompok komoditas terbesar yang diekspor adalah Bahan Bakar Mineral, dengan nilai transaksi mencapai 35,99 juta dolar AS.

“Kelompok komoditas terbesar yang diekspor pada bulan April 2025 dari kelompok komoditas bahan Bakar Bakar Mineral. Nilai dari transaksi tersebut mencapai 35,99 juta USD yang didominasi oleh komoditas Batubara,” ujarnya pada Senin (2/6/2025).

Ekspor Melemah, Tapi Sektor Tambang Masih Mendominasi

Meskipun India menyerap batubara dalam jumlah besar, nilai total ekspor Aceh pada April 2025 mengalami penurunan. Angka ekspor tercatat sebesar 52,99 juta dolar AS, atau turun 7,08 persen dibandingkan bulan Maret 2025.

Namun demikian, sektor pertambangan tetap menjadi penopang utama. Menurut Tasdik, ekspor terbesar berasal dari sektor ini dengan nilai 35,99 juta dolar AS. Ini menunjukkan bahwa komoditas tambang, khususnya batubara, masih menjadi andalan utama ekonomi Aceh dalam perdagangan internasional.

Impor Naik Tajam, Neraca Dagang Tetap Surplus

Sementara itu, di sisi lain, nilai impor Provinsi Aceh pada April 2025 justru melonjak. Total impor mencapai 50,81 juta dolar AS, naik signifikan sebesar 65,46 persen dibandingkan Maret 2025.

Mayoritas impor berasal dari komoditas Bahan Bakar Mineral dan Gas, dengan nilai 50,13 juta dolar AS. Meski impor meningkat drastis, Aceh masih mencatat neraca perdagangan luar negeri yang positif, dengan surplus sebesar 2,18 juta dolar AS.

Pelabuhan Aceh Jadi Pintu Utama Ekspor

Menariknya, sebagian besar ekspor komoditas Aceh pada bulan tersebut masih dilakukan melalui pelabuhan yang berada di dalam provinsi.

“Total nilai ekspor komoditas asal Provinsi Aceh yang diekspor melalui pelabuhan di Provinsi Aceh pada April 2025 sebesar 43,49 juta USD atau sebesar 82,08 persen terhadap total ekspor komoditas asal Provinsi Aceh,” jelas Tasdik.

Hal ini menunjukkan bahwa infrastruktur pelabuhan di Aceh cukup mendukung aktivitas perdagangan luar negeri, terutama dalam sektor pertambangan.

Editor: AKil