Beranda blog Halaman 39

Berbagi Kebahagiaan Ramadan, Kak Na Ajak Anak Yatim Belanja Baju Lebaran

0
etua TP PKK Aceh Marlina Muzakir mengajak anak-anak yatim, fakir miskin, serta anak-anak dari keluarga pengungsi dan warga kurang mampu untuk berbelanja baju Lebaran di Plaza Aceh, Minggu (15/3/2026). (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Ketua TP PKK Aceh Marlina Muzakir mengajak anak-anak yatim, fakir miskin, serta anak-anak dari keluarga pengungsi dan warga kurang mampu untuk berbelanja baju Lebaran di Plaza Aceh, Minggu (15/3/2026).

Perempuan yang akrab disapa Kak Na itu menyambut anak-anak tersebut dengan senyum ramah di lobi Plaza Aceh. Dalam kegiatan berbagi kebahagiaan menjelang Idul Fitri itu, Kak Na turut didampingi putranya, Sunil Iqbal, yang saat ini menjabat sebagai Ketua Ekrafs Aceh.

“Alhamdulillah, hari ini saya bersama Sunil bisa berbagi kebahagiaan bersama ananda kita para yatim dari Pidie. Kami berbagi tugas tadi, saya mengurus yang perempuan, sedangkan Sunil fokus ke anak-anak yang laki-laki,” ujar Kak Na.

Sambil menemani anak-anak memilih pakaian, Kak Na juga menyempatkan diri menyapa warga yang tengah berbelanja di Plaza Aceh. Ia bahkan terlihat berbincang dengan salah seorang anggota TP PKK Kota Sabang.

Dalam percakapan tersebut, Kak Na menanyakan berbagai kegiatan yang dijalankan TP PKK Sabang. Perempuan yang juga menjabat sebagai Ketua Dekranasda Aceh itu turut menanyakan sejumlah hal terkait pembinaan para pengrajin di kota wisata tersebut.

Selama berbelanja, Kak Na dan Sunil dengan sabar mendampingi anak-anak memilih pakaian dari satu gerai ke gerai lainnya. Mereka memastikan ukuran pakaian sesuai dan model yang dipilih benar-benar disukai oleh anak-anak.

“Bagus modelnya ini tapi agak kecil ukurannya, yok kita cari yang lebih besar dari ini,” ajak Sunil sambil membantu melepaskan jaket berwarna hitam dari badan salah seorang bocah dan mencarinukuran yang sesuai untuknya.

Meski harus berkeliling cukup lama, anak-anak tampak sangat gembira. Salah satunya Alghifari, siswa kelas 5 SD Negeri Dayah Teungoh, Pidie.

“Alhamdulilah, hari ini saya dan teman-teman dibelikan baju hari raya oleh Ibu Gubernur Aceh. Terima kasih Ibu Ana,” ujar Alghifari.

Setelah sekitar lima jam berkeliling di Plaza Aceh, kegiatan berbelanja pun selesai. Anak-anak tampak keluar dengan wajah ceria sambil membawa tas berisi pakaian baru untuk menyambut Hari Raya.

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News.

Polda Aceh Perketat Patroli untuk Cegah Gangguan Kamtibmas Saat Mudik Lebaran

0
Polda Aceh Perketat Patroli untuk Cegah Gangguan Kamtibmas Saat Mudik Lebaran. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Polda Aceh meningkatkan patroli di sejumlah titik rawan guna mencegah gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) selama periode mudik Lebaran Idul Fitri 1447 Hijriah/2026 Masehi.

Kapolda Aceh Irjen Pol Marzuki Ali Basyah mengatakan peningkatan patroli dilakukan terutama di wilayah yang berpotensi terjadi tindak kriminalitas maupun gangguan kamtibmas menjelang hari raya.

“Kami mengingatkan jajaran untuk meningkatkan patroli, terutama di sejumlah titik rawan, baik rawan kriminalitas maupun kamtibmas, menjelang hari raya Idul Fitri,” kata Marzuki Ali Basyah di Banda Aceh, Minggu (15/3/2026).

Selain itu, Kapolda juga mengimbau masyarakat agar tidak ragu meminta bantuan kepada petugas kepolisian apabila mengalami kendala atau menemukan potensi gangguan keamanan.

“Masyarakat dapat memanfaatkan layanan Call Center 110. Layanan tersebut aktif 24 jam dan tidak dipungut biaya. Apabila menemukan gangguan kamtibmas, kecelakaan lalu lintas, maupun membutuhkan bantuan kepolisian, segera gunakan layanan tersebut,” katanya.

Terkait pengamanan arus mudik Idul Fitri 1447 Hijriah, Polda Aceh bersama polresta dan polres jajaran menggelar Operasi Ketupat Seulawah 2026. Operasi tersebut berlangsung selama 13 hari, mulai 13 hingga 25 Maret 2026.

Dalam pelaksanaannya, Polda Aceh mendirikan 61 pos pengamanan yang tersebar di 23 kabupaten/kota di Provinsi Aceh. Pos tersebut terdiri dari 34 pos pengamanan, 23 pos pelayanan, dan empat pos terpadu.

Operasi ini melibatkan sebanyak 3.279 personel gabungan dari Polda Aceh, polres dan polresta jajaran, serta dukungan dari berbagai instansi terkait. Personel tersebut dikerahkan untuk memastikan perjalanan mudik dan libur Lebaran masyarakat berlangsung aman dan nyaman.

“Kami menekankan kepada personel yang terlibat Operasi Ketupat Seulawah menjaga kekompakan serta memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat dengan penuh keikhlasan,” katanya.

Sementara itu, Kapolda Aceh menyebutkan kondisi kamtibmas dan arus lalu lintas mudik hingga saat ini terpantau cukup baik dan kondusif. Pihak kepolisian juga siap memberikan rasa aman bagi masyarakat, khususnya para pemudik.

“Kami juga mengingatkan pemudik berhati-hati selama perjalanan serta mematuhi arahan petugas demi keamanan dan keselamatan Bersama. Mudik aman keluarga bahagia,” kata Marzuki Ali Basyah.

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News.

Kakanwil Kemenag Aceh Lantik Sejumlah Pejabat, Tekankan Pentingnya Integritas dan Profesionalisme

0
Kakanwil Kemenag Aceh Lantik Sejumlah Pejabat, Tekankan Pentingnya Integritas dan Profesionalisme. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kakanwil Kemenag) Provinsi Aceh, Drs H Azhari MSi, melantik dan mengukuhkan sejumlah pejabat administrator, pejabat fungsional, serta memberikan tugas tambahan kepada kepala madrasah di lingkungan Kanwil Kemenag Aceh, Rabu (11/3/2026).

Pelantikan tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya penyegaran organisasi sekaligus penyesuaian kebutuhan lembaga agar pelayanan kepada masyarakat dapat berjalan secara optimal.

Dalam arahannya, Azhari menegaskan bahwa mutasi dan rotasi jabatan merupakan hal yang wajar dalam sebuah organisasi. Menurutnya, perputaran jabatan merupakan bagian dari dinamika kelembagaan yang bertujuan menjaga kinerja serta efektivitas pelayanan.

Ia juga mengingatkan bahwa rotasi jabatan merupakan bagian dari dinamika kehidupan dan organisasi. Azhari menyinggung makna Surah Ali ‘Imran ayat 26–27 yang menjelaskan bahwa Allah adalah pemilik segala kekuasaan, yang memberi dan mencabut kekuasaan kepada siapa pun yang Dia kehendaki.

“Karena itu, rotasi dan mutasi jabatan merupakan hal yang wajar dalam sebuah lembaga sebagai bentuk penyegaran organisasi sekaligus penyesuaian dengan kebutuhan institusi,” ujarnya.

Azhari menegaskan bahwa rotasi dan mutasi bukanlah bentuk hukuman, melainkan langkah untuk memperkuat organisasi agar mampu bekerja lebih optimal.

Ia juga mengingatkan para pejabat yang dilantik agar senantiasa menjaga integritas dan menjunjung tinggi profesionalisme dalam menjalankan tugas. Menurutnya, jabatan bukanlah ukuran keberhasilan seseorang.

“Jabatan bukan ukuran sukses seseorang. Keberhasilan itu terletak pada nilai pengabdian kepada masyarakat,” katanya.

Sebagai aparatur sipil negara, lanjut Azhari, seluruh pegawai Kementerian Agama merupakan pelayan masyarakat yang harus memberikan pelayanan terbaik.

“Jika ada masyarakat yang membutuhkan pelayanan, maka layani dengan sebaik-baiknya. Berikan informasi yang benar dan valid serta lakukan pelayanan sesuai tugas, fungsi, dan regulasi yang berlaku,” tegasnya.

Selain itu, ia juga menekankan pentingnya kerja sama dan koordinasi dalam menjalankan tugas di lingkungan Kementerian Agama. Menurutnya, keberhasilan organisasi tidak dapat dicapai oleh satu orang saja, tetapi melalui kerja sama seluruh unsur di dalamnya.

Azhari juga mengingatkan para pejabat agar tidak terikat dengan kepentingan tertentu yang dapat menimbulkan konflik kepentingan. Setiap keputusan harus didasarkan pada profesionalisme serta aturan yang berlaku.

Dalam kesempatan tersebut, ia mendorong para pejabat untuk terus menghadirkan inovasi, berkarya, dan meninggalkan jejak prestasi selama menjalankan amanah jabatan.

“Setiap pejabat harus mampu melahirkan inovasi, berkarya, dan berprestasi sehingga meninggalkan legacy atau mutu yang dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ujarnya.

Adapun sejumlah pejabat yang dilantik dan dikukuhkan dalam kesempatan tersebut antara lain:

Pejabat Administrator

  • Salamina, S.Ag., M.A., sebelumnya Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Aceh Timur, dilantik menjadi Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Aceh Tamiang.
  • Tarmizi, S.Ag., M.Pd., sebelumnya Kepala Subbagian Tata Usaha Kemenag Kabupaten Pidie, dilantik menjadi Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Bener Meriah.
  • Saiful Bahri, S.Pd.I., M.Pd., sebelumnya Kepala Subbagian Tata Usaha Kemenag Kabupaten Aceh Timur, dilantik menjadi Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Aceh Timur.

Kepala Madrasah

  • Rafiqah Hanum, S.Pd.I., sebelumnya Guru Ahli Madya di MIN 11 Aceh Tenggara, diberikan tugas tambahan sebagai Kepala MIN 11 Aceh Tenggara.

Kenaikan Jabatan Fungsional

  • Rahayu Minanda, S.E., M.A.P., dari Perencana Ahli Muda menjadi Perencana Ahli Madya di Kanwil Kemenag Aceh.
  • Rahmad Syah, S.H., dari Perencana Ahli Pertama menjadi Perencana Ahli Muda di Kantor Kemenag Kabupaten Simeulue.

Perpindahan dari Jabatan Pelaksana ke Jabatan Fungsional

  • Armia, S.I.P., dari Penelaah Teknis Kebijakan menjadi Analis Sumber Daya Manusia Aparatur Ahli Pertama di Kanwil Kemenag Aceh.
  • Nova Syafrida, S.T., dari Penelaah Teknis Kebijakan menjadi Analis Sumber Daya Manusia Aparatur Ahli Pertama di Kanwil Kemenag Aceh.
  • Siti Hajar, S.A.P., dari Penelaah Teknis Kebijakan menjadi Analis Sumber Daya Manusia Aparatur Ahli Pertama di Kantor Kemenag Kabupaten Aceh Utara.

Melalui pelantikan ini diharapkan para pejabat yang dilantik dapat menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab, menjaga integritas, serta terus meningkatkan kualitas pelayanan Kementerian Agama kepada masyarakat.

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News.

Illiza Apresiasi Program Mudik Gratis Pemerintah Aceh 2026

0
Illiza Apresiasi Program Mudik Gratis Pemerintah Aceh 2026 (Foto: Humas BNA)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa’aduddin Djamal mengapresiasi pelaksanaan program Mudik Gratis yang digelar Pemerintah Aceh menjelang Idulfitri 2026.

Hal tersebut disampaikan Illiza saat menghadiri pelepasan peserta mudik gratis di Terminal Batoh, Banda Aceh, Minggu (15/3/2026).

Pada kegiatan itu, Illiza hadir didampingi Kepala Dinas Perhubungan Kota Banda Aceh Ambiya. Ia juga mengikuti rangkaian acara bersama Gubernur Aceh Muzakir Manaf.

Dalam kesempatan tersebut, Illiza menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Aceh yang telah menghadirkan program mudik gratis bagi masyarakat yang ingin pulang ke kampung halaman.

“Alhamdulillah, kami bersyukur dan mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Aceh yang telah memberikan subsidi transportasi sehingga program mudik ini dapat digelar secara gratis,” ujarnya.

Illiza juga menyoroti peningkatan jumlah peserta program mudik gratis dibandingkan tahun sebelumnya.

“Tahun lalu jumlahnya sekitar 3.000 peserta, sementara tahun ini meningkat menjadi sekitar 6.500 orang. Walaupun yang mengajukan lebih dari 3.000 orang, namun karena keterbatasan armada tentu tidak semuanya dapat terakomodasi,” katanya.

Menurut Illiza, program tersebut sangat membantu masyarakat yang ingin pulang ke kampung halaman untuk merayakan Idulfitri bersama keluarga.

“Idulfitri adalah momen berkumpul bersama keluarga dengan penuh kebahagiaan dan keberkahan. Program seperti ini sangat membantu masyarakat agar bisa kembali ke kampung halaman dan merayakan hari raya bersama orang-orang tercinta,” ujarnya.

Sebelum keberangkatan para pemudik, Illiza bersama Gubernur Aceh yang akrab disapa Mualem juga menyempatkan diri menyapa langsung para penumpang di dalam bus. Mereka turut mendoakan agar perjalanan para pemudik berjalan lancar dan selamat sampai tujuan.

Illiza berharap program mudik gratis ini dapat terus berlanjut di masa mendatang dengan kapasitas yang lebih besar.

“Semoga kegiatan ini terus berlanjut dan ke depan dapat semakin meningkat sehingga semakin banyak masyarakat yang merasakan manfaatnya,” katanya.

Sementara itu, Gubernur Aceh Muzakir Manaf mengatakan program mudik gratis merupakan bentuk kepedulian Pemerintah Aceh untuk membantu masyarakat menjelang Hari Raya Idulfitri.

Menurutnya, pemerintah ingin memastikan masyarakat dapat melakukan perjalanan mudik dengan aman, nyaman, serta tidak terbebani biaya transportasi.

Program Mudik Gratis Pemerintah Aceh tahun 2026 memberangkatkan sekitar 2.070 pemudik dari Banda Aceh menuju berbagai daerah di Aceh maupun luar provinsi. Pemerintah menyiapkan 122 armada transportasi yang terdiri dari 27 bus besar dan 95 unit Hiace yang melayani 18 rute darat ke berbagai kabupaten/kota.

Secara keseluruhan, program tersebut mencakup sekitar 25 rute perjalanan darat dan laut yang diberangkatkan secara bertahap pada 15 hingga 17 Maret 2026. Jumlah pendaftar tercatat lebih dari 3.300 orang, namun sebagian belum dapat terakomodasi karena keterbatasan armada.

Program ini diharapkan dapat membantu meringankan beban masyarakat sekaligus memastikan perjalanan mudik menjelang Idulfitri berlangsung lebih tertib, aman, dan nyaman.

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News.

MUQ Aceh Selatan Gelar Iftar Jama’i Ramadan 1447 H, Pererat Silaturahmi Ulama dan Santri

0
MUQ Aceh Selatan Gelar Iftar Jama’i Ramadan 1447 H. (Foto: For NUKILAN)

NUKILAN.ID | TAPAKTUAN – Keluarga besar Madrasah ‘Ulumul Qur’an (MUQ) Aceh Selatan menggelar kegiatan Iftar Jama’i atau buka puasa bersama Ramadan 1447 Hijriah sebagai momentum mempererat ukhuwah dan silaturahmi.

Kegiatan tersebut berlangsung di Panjupian, lingkungan MUQ Aceh Selatan, Jumat (13/3/2026) yang bertepatan dengan 23 Ramadan 1447 H.

Acara yang mengusung tema “Merajut Silaturahmi Dalam Meraih Keberkahan” itu dihadiri oleh keluarga besar Madrasah ‘Ulumul Qur’an Aceh Selatan, Ikatan Keluarga Alumni MUQ Aceh Selatan (IKAMUQAS), yayasan, serta unsur Dinas Pendidikan Dayah Aceh Selatan.

Kegiatan ini juga telah menjadi agenda rutin tahunan sebagai wadah memperkuat hubungan antara ulama, santri, alumni, dan masyarakat.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua MPU Aceh Selatan, Camat Tapaktuan, Komandan Koramil Tapaktuan, Kepala UPTD MUQAS, serta sejumlah tokoh agama dan masyarakat yang memberikan dukungan terhadap kegiatan keagamaan dan pendidikan di lingkungan MUQ Aceh Selatan.

Pimpinan Pesantren MUQ Aceh Selatan, Tgk. Muhammad Ridho Agung, S.Pd., M.Ag, kepada Nukilan.id mengatakan bahwa kegiatan iftar jama’i tidak hanya sekadar berbuka puasa bersama, tetapi juga menjadi sarana memperkuat ukhuwah Islamiyah di lingkungan keluarga besar MUQ Aceh Selatan.

Ia menjelaskan, rangkaian kegiatan diawali dengan doa khataman Al-Qur’an, zikir Ratib Al-Hadad, serta tausiyah agama.

“Ramadan adalah momentum terbaik untuk mempererat silaturahmi serta memperkuat kebersamaan dalam membangun pendidikan Al-Qur’an. Melalui kegiatan ini kita berharap keberkahan Ramadan dapat diraih bersama,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan bahwa dalam pembelajaran Marhalah Qur’an yang berlangsung secara intensif selama bulan Ramadan, terdapat tujuh santriwati MUQ Aceh Selatan yang berhasil menyelesaikan setoran hafalan terakhir 30 juz.

Sementara itu, tausiyah Ramadan dalam kegiatan tersebut disampaikan oleh Ust. Muhammad Hasan Jamal, mahasiswa Universitas Islam Internasional DALWA. Dalam ceramahnya, ia mengajak para hadirin memanfaatkan bulan Ramadan sebagai momentum meningkatkan kualitas ibadah, memperkuat hubungan dengan Al-Qur’an, serta memperbanyak amal kebaikan.

Kehadiran Ketua MPU Aceh Selatan dalam kegiatan tersebut juga menjadi bentuk dukungan para ulama terhadap penguatan pendidikan Islam dan pembinaan generasi Qur’ani di daerah.

Acara berlangsung khidmat dan penuh kebersamaan. Kegiatan diawali dengan tausiyah Ramadan, kemudian dilanjutkan dengan doa bersama serta berbuka puasa yang diikuti para santri, guru, alumni, dan tamu undangan.

Melalui kegiatan Iftar Jama’i ini, diharapkan silaturahmi antara keluarga besar MUQ Aceh Selatan, alumni, ulama, dan masyarakat semakin erat serta membawa keberkahan bagi perkembangan pendidikan Al-Qur’an di Aceh Selatan. (XRQ)

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News.

Menjelang Akhir Ramadan, Penguatan Baitul Mal Gampong Dinilai Penting untuk Optimalisasi Zakat Fitrah

0
Kepala Sekretariat Baitul Mal Kabupaten Aceh Selatan, Gusmawi Mustafa, SE .(Foto: For Nukilan)

NUKILAN.ID | TAPAKTUAN – Menjelang berakhirnya bulan suci Ramadan, kewajiban menunaikan zakat fitrah bagi umat Islam semakin dekat. Dalam momentum tersebut, penguatan kelembagaan Baitul Mal Gampong (BMG) dinilai sangat penting agar pengelolaan zakat di tingkat gampong dapat berjalan lebih optimal, tertib, dan tepat sasaran.

Kepala Sekretariat Baitul Mal Kabupaten Aceh Selatan, Gusmawi Mustafa, kepada Nukilan.id mengatakan Baitul Mal Gampong merupakan lembaga keagamaan di tingkat gampong yang memiliki tugas dan kewenangan dalam mengelola zakat, infak, harta wakaf, serta berbagai harta keagamaan lainnya di wilayah gampong.

Menurutnya, keberadaan Baitul Mal Gampong sangat strategis karena berada paling dekat dengan masyarakat. Hal ini membuat lembaga tersebut lebih mengetahui secara langsung kondisi para muzakki maupun mustahiq di lingkungan gampong masing-masing.

“Baitul Mal Gampong memiliki tugas penting di antaranya mengelola zakat dan harta keagamaan lainnya di wilayah gampong, menginventarisir mustahiq zakat, melakukan pendataan harta wakaf dan harta keagamaan lainnya, serta mendata anak yatim beserta walinya,” ujar Gusmawi.

Ia menjelaskan, Baitul Mal Gampong juga menjalankan fungsi pendataan dan inventarisasi muzakki serta mustahiq, termasuk pengelolaan zakat fitrah, zakat mal, dan berbagai harta keagamaan lainnya. Karena itu, zakat fitrah yang menjadi kewajiban umat Islam pada bulan Ramadan menjadi salah satu bentuk zakat yang pengelolaannya berada di bawah tanggung jawab Baitul Mal Gampong.

Gusmawi menambahkan, dalam struktur kelembagaan Baitul Mal Gampong, posisi Ketua dijabat oleh Imam Chik Gampong. Meski dalam satu gampong terdapat lebih dari satu masjid, kepemimpinan Baitul Mal Gampong tetap dipegang oleh satu orang ketua yang memimpin pengelolaan zakat dan harta keagamaan lainnya.

Dalam menjalankan tugasnya, Ketua Baitul Mal Gampong dibantu oleh sejumlah pengurus lain seperti Sekretaris, Bendahara, Urusan Pengumpulan, Urusan Penyaluran, serta Urusan Wakaf, Harta Keagamaan Lainnya dan Perwalian.

Sementara itu, Keuchik dan Tuha Peuet Gampong berperan sebagai Dewan Penasehat dalam struktur Baitul Mal Gampong.

“Dengan struktur ini diharapkan adanya sinergi antara unsur pemerintahan gampong dan unsur keagamaan dalam memastikan pengelolaan zakat berjalan secara amanah dan bermanfaat bagi masyarakat,” jelasnya.

Lebih lanjut, Gusmawi menyampaikan bahwa panitia zakat yang selama ini terbentuk dan aktif mengelola zakat fitrah di berbagai gampong pada dasarnya dapat menjadi bagian dari struktur Baitul Mal Gampong.

Menurutnya, integrasi tersebut justru dapat memperkuat kelembagaan Baitul Mal Gampong dalam menjalankan tugasnya.

“Kebiasaan masyarakat selama ini yang membentuk panitia zakat fitrah merupakan potensi besar. Panitia-panitia tersebut dapat menyatukan diri dalam kelembagaan Baitul Mal Gampong sehingga pengelolaan zakat menjadi lebih terstruktur, terkoordinasi, dan berkelanjutan,” ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa jumlah pengurus Baitul Mal Gampong bersifat dinamis dan dapat disesuaikan dengan kebutuhan di masing-masing gampong.

“Jumlah pengurus tidak harus kaku. Ia dapat menyesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan di gampong masing-masing agar pelaksanaan tugas dan peran Baitul Mal Gampong dapat berjalan secara maksimal,” kata Gusmawi.

Apabila dalam Surat Keputusan Keuchik tentang penetapan pengurus Baitul Mal Gampong belum sepenuhnya mengakomodasi unsur masyarakat yang selama ini aktif dalam pengelolaan zakat, maka keputusan tersebut dapat diperbarui atau disempurnakan sesuai kebutuhan.

Menurut Gusmawi, langkah tersebut merupakan bagian dari upaya penguatan kelembagaan Baitul Mal Gampong agar mampu mengelola zakat dan harta keagamaan secara lebih baik, terutama menjelang momentum penyaluran zakat fitrah pada Hari Raya Idul Fitri.

“Dengan kelembagaan yang kuat, pendataan yang baik, serta partisipasi masyarakat yang selama ini telah berperan dalam pengelolaan zakat, kita berharap Baitul Mal Gampong dapat semakin optimal dalam menunaikan amanah umat dan memastikan zakat benar-benar sampai kepada yang berhak menerimanya,” tutupnya. (XRQ)

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News.

PMII Aceh Salurkan 100 Al-Qur’an untuk Korban Banjir dan Santri Dayah di Aceh Timur

0
PMII Aceh Salurkan 100 Al-Qur’an untuk Korban Banjir dan Santri Dayah di Aceh Timur (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.ID | IDI RAYEUK – Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Aceh menyalurkan 100 paket Al-Qur’an kepada penyintas banjir serta santri dari pesantren kurang mampu di Kabupaten Aceh Timur. Bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian mahasiswa terhadap masyarakat yang tengah berupaya bangkit dari dampak bencana.

Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis oleh Sekretaris PKC PMII Aceh, Muhammad Rizwan, di Dayah Tanwirul Ulum Annazwary dan salah satu dayah di Desa Bantayan, Kecamatan Simpang Ulim, Aceh Timur, Sabtu (14/3/2026).

Bantuan Al-Qur’an tersebut ditujukan bagi dayah gampong yang terdampak banjir serta masyarakat kurang mampu yang membutuhkan dukungan untuk tetap menjalankan aktivitas ibadah di tengah keterbatasan.

Selain menyerahkan bantuan, rombongan PMII Aceh juga meninjau langsung kondisi rumah warga penerima manfaat. Dari hasil peninjauan itu, sejumlah rumah warga diketahui masih berada dalam kondisi memprihatinkan. Bahkan, beberapa di antaranya dinilai belum mendapatkan perhatian yang memadai dari pemerintah.

Sekretaris PKC PMII Aceh, Muhammad Rizwan, mengatakan para kader PMII turut terlibat langsung dalam proses penyaluran bantuan kepada masyarakat di desa tersebut. Menurutnya, kehadiran mahasiswa di tengah masyarakat merupakan bagian dari tanggung jawab moral untuk saling membantu, terutama saat terjadi musibah.

“Bantuan ini merupakan bentuk kepedulian bersama untuk membantu masyarakat yang terdampak banjir. Kami berharap apa yang disalurkan ini dapat memberikan manfaat dan sedikit meringankan beban masyarakat,” ujar Rizwan.

Sementara itu, Ketua PKC PMII Aceh, Teuku Raysoel Akram, menegaskan bahwa kerja-kerja kemanusiaan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari tanggung jawab sosial organisasi. Ia menyebut PMII tidak hanya berperan sebagai organisasi kaderisasi intelektual, tetapi juga sebagai gerakan sosial yang konsisten memperjuangkan nilai-nilai kemanusiaan.

“PMII hadir untuk memastikan masyarakat korban bencana tetap memiliki harapan dan semangat untuk bangkit. Kami ingin menunjukkan bahwa solidaritas adalah kekuatan utama bangsa ini,” kata Raysoel.

Melalui kegiatan tersebut, PMII Aceh berharap semangat gotong royong dan kepedulian sosial terus tumbuh di tengah masyarakat. Di tengah ujian bencana, solidaritas dan kebersamaan diyakini menjadi kekuatan penting untuk membantu warga bangkit dan menata kembali kehidupan mereka.

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News.

Dinkes Aceh Siagakan Tim Medis dan Ambulans dalam Program Mudik Gratis 2026 di Terminal Batoh

0
Dinkes Aceh (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Dinas Kesehatan Aceh menyiagakan layanan kesehatan dan ambulans dalam pelaksanaan program Mudik Gratis 2026 yang berlangsung di Terminal Batoh, Banda Aceh. Dukungan ini diberikan guna memastikan para pemudik dapat melakukan perjalanan dengan aman dan tetap dalam kondisi sehat.

Berdasarkan jadwal yang telah ditetapkan, proses keberangkatan peserta mudik gratis berlangsung selama tiga hari, yakni pada 15, 16, dan 17 Maret 2026.

Selama pelaksanaan kegiatan tersebut, Dinas Kesehatan Aceh menurunkan dua tim kesehatan yang dilengkapi dengan ambulans dan bersiaga di lokasi keberangkatan. Tim ini disiapkan untuk memberikan penanganan medis apabila terjadi kondisi darurat di tengah proses pemberangkatan para pemudik.

Selain itu, tim kesehatan juga melakukan pemeriksaan kesehatan kepada calon penumpang serta awak armada sebelum keberangkatan. Pemeriksaan ini bertujuan memastikan kondisi pengemudi dan penumpang dalam keadaan sehat sehingga perjalanan mudik dapat berlangsung dengan aman.

Pada tahun ini, program Mudik Gratis Pemerintah Aceh melayani 18 rute perjalanan menuju berbagai daerah di seluruh wilayah Aceh. Program tersebut diselenggarakan melalui Dinas Perhubungan Aceh sebagai upaya menyediakan transportasi yang aman, nyaman, dan terjangkau bagi masyarakat, khususnya yang terdampak bencana hidrometeorologi.

Melalui dukungan layanan kesehatan tersebut, diharapkan pelaksanaan program mudik gratis dapat berjalan lancar sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menjaga kondisi kesehatan selama perjalanan, terutama di bulan Ramadan menjelang Hari Raya Idulfitri.

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News.

Thailand Tahan 19 Nelayan Indonesia di Laut Andaman, Dua Kapal dari Aceh Disita

0
Thailand Tahan 19 Nelayan Indonesia di Laut Andaman (Foto: Anadolu Agency)

NUKILAN.ID | BANGKOK – Otoritas Thailand menahan 19 nelayan warga negara Indonesia (WNI) dalam operasi maritim yang dilakukan di perairan Laut Andaman. Selain para nelayan, dua kapal yang disebut berasal dari Aceh turut disita oleh pihak berwenang.

Dikutip dari Bangkok Post, Sabtu (14/3/2026), penangkapan tersebut dilakukan dalam operasi terpisah yang juga menargetkan praktik penangkapan ikan ilegal serta penyelundupan bahan bakar di wilayah perairan Thailand.

Pejabat Maritime Enforcement Command Centre (MECC) Region 3 melaporkan bahwa dalam operasi lain, seorang pria asal Myanmar bernama Nyan Htwe juga ditangkap di Ranong pada Rabu karena diduga mencoba menyelundupkan bahan bakar sebanyak 570 liter melintasi perbatasan.

Wakil Direktur MECC Region 3, Capt Chonnatee Noichamrat, menjelaskan penangkapan itu bermula dari informasi mengenai sebuah kapal yang diduga membawa bahan bakar keluar dari Thailand melalui jalur laut. Polisi maritim kemudian mencegat kapal bernama KT-224 di dekat dermaga apung di tambon Pak Nam, Distrik Muang, sekitar pukul 08.30 waktu setempat.

Saat dilakukan penggeledahan, petugas menemukan 19 jeriken plastik berwarna biru yang berisi sekitar 570 liter gasohol 95. Jeriken tersebut disembunyikan di bagian buritan kapal dan diduga akan diselundupkan secara ilegal ke Kawthaung, Myanmar.

Tersangka tidak dapat menunjukkan dokumen ekspor bahan bakar tersebut. Ia mengaku hanya bertugas mengantarkan bahan bakar setelah direkrut oleh seorang warga Myanmar lain dengan imbalan sebesar 2.000 baht.

Atas perbuatannya, Nyan Htwe dijerat Pasal 242 Undang-Undang Kepabeanan Thailand terkait ekspor barang tanpa izin kepabeanan. Ia kemudian diserahkan kepada penyidik di kantor polisi Pak Nam untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.

Dalam operasi berbeda, angkatan laut dan otoritas maritim Thailand juga menahan 19 nelayan Indonesia dari dua kapal yang diduga melakukan penangkapan ikan ilegal di wilayah perairan Thailand.

Komandan Third Naval Area sekaligus Direktur MECC Region 3, Vice Adm Wirudom Muangjeen, mengatakan kedua kapal tersebut terdeteksi sekitar 60 hingga 70 mil laut di sebelah barat Kepulauan Similan, Provinsi Phangnga.

Setelah menerima laporan dari nelayan setempat, otoritas Thailand mengerahkan pesawat patroli serta kapal perang HTMS Khlong Yai untuk melacak keberadaan kapal tersebut.

Meski operasi berlangsung dalam kondisi hujan lebat dan angin kencang pada malam hari, petugas berhasil menghentikan kapal pertama dan menahan lima awak kapal. Selanjutnya, mereka menemukan kapal kedua yang berukuran lebih besar dengan 14 awak di dalamnya.

Seluruh 19 nelayan Indonesia kemudian dibawa ke darat melalui Dermaga Bea Cukai Phuket. Sementara itu, kedua kapal yang mereka gunakan disita sebagai barang bukti oleh pihak berwenang.

Otoritas Thailand menyebutkan dua kapal tersebut berangkat dari Aceh, Indonesia, dan diduga melakukan aktivitas penangkapan ikan secara ilegal di zona maritim Thailand.

Kepala Dinas Perikanan Phuket, Prayut Rattanawan, mengatakan dua kapal yang disita terdiri dari satu kapal pukat dan satu kapal jenis handline fishing boat.

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News.

Ceulangiek Salurkan Bantuan Gubernur Aceh untuk Pengungsi Banjir dan Longsor di Bireuen

0
Ceulangiek Salurkan Bantuan Gubernur Aceh untuk Pengungsi Banjir dan Longsor di Bireuen (Foto: Ist)

NUKILAN.ID | BIREUEN – Anggota DPRA daerah pemilihan (Dapil) Bireuen, Rusydi Mukhtar atau yang akrab disapa Ceulangiek, menyalurkan bantuan dari Gubernur Aceh, Muzakir Manaf, kepada para pengungsi korban banjir dan tanah longsor yang masih bertahan di halaman Kantor Bupati Bireuen, Sabtu (14/3/2026) malam.

Mengutip KabarBireuen.com, penyaluran bantuan tersebut turut didampingi Anggota DPRK Bireuen, Samsul Admi. Bantuan diserahkan langsung kepada para pengungsi yang hingga kini masih bertahan di lokasi tersebut.

Bantuan dari Gubernur Aceh yang disalurkan melalui Ceulangiek bersama Menteri KPA itu berupa berbagai kebutuhan pokok. Di antaranya puluhan sak beras, mi instan, minyak goreng, air minum dalam kemasan, kompor gas, tabung gas elpiji 3 kilogram, ikan sarden, mi instan kemasan cup, kurma, serta sejumlah kebutuhan lainnya.

Perwakilan pengungsi yang bertahan di Kantor Bupati Bireuen, M. Amin, menyampaikan terima kasih atas perhatian yang diberikan oleh Gubernur Aceh kepada para korban bencana.

Warga Gampong Kapa, Kecamatan Peusangan, Kabupaten Bireuen itu juga berharap pemerintah lebih serius memperhatikan kondisi para pengungsi yang hingga kini masih hidup dalam keterbatasan.

“Kami terpaksa mengungsi ke kantor bupati karena hak-hak kami belum terpenuhi. Bahkan saya pribadi sampai sekarang belum menerima DTH,” ujar M. Amin.

Ia menjelaskan, rumah yang sebelumnya ditempatinya telah hilang akibat banjir dan tanah longsor yang melanda wilayah tersebut.

“Namun hingga hari ini kami belum mendapatkan hunian sementara (huntara) maupun hunian tetap (huntap),” tambahnya.

Sementara itu, Rusydi Mukhtar menyatakan bahwa memperjuangkan nasib para pengungsi merupakan tanggung jawab moral sekaligus kewajibannya sebagai wakil rakyat.

Mantan Ketua DPRK Bireuen itu juga mendesak Pemerintah Kabupaten Bireuen agar segera menyelesaikan berbagai persoalan yang masih dihadapi para korban bencana.

“Bupati perlu mempelajari kembali persoalan ini dan memanggil para kepala desa yang terdampak bencana, agar persoalan seperti DTH, jadup, maupun bantuan lainnya bisa segera diselesaikan,” kata Ceulangiek.

Ia menegaskan bahwa kunjungannya ke lokasi pengungsian di halaman Kantor Bupati Bireuen tidak memiliki muatan politik.

“Kami datang ke sini murni atas dasar kemanusiaan, tidak ada unsur politik sama sekali,” pungkasnya.

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News.