Beranda blog Halaman 38

Bupati Aceh Timur Apresiasi Dukungan Pemerintah Pusat dalam Pemulihan Bencana

0
Bupati Aceh Timur Apresiasi Dukungan Pemerintah Pusat dalam Pemulihan Bencana (Foto: Humas Pemkab Aceh Timur)

NUKILAN.ID | IDI RAYEUK – Bupati Aceh Timur Iskandar Usman Al-Farlaky menyampaikan apresiasi kepada pemerintah pusat atas dukungan dan perhatian terhadap pemulihan masyarakat yang terdampak bencana hidrometeorologi di wilayah tersebut.

“Kami mengapresiasi dan berterima kasih kepada pemerintah pusat, Presiden Prabowo Subianto dan jajaran kabinet yang memberikan perhatian besar terhadap pemulihan bencana,” kata Iskandar Usman Al-Farlaky di Aceh Timur, Senin (16/3/2026).

Pernyataan tersebut disampaikan saat penyaluran bantuan bagi korban bencana hidrometeorologi oleh Menteri Sosial Saifullah Yusuf bersama Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian di Kabupaten Aceh Timur.

Iskandar berharap dukungan dari pemerintah pusat dapat mempercepat proses penanganan dampak bencana, sehingga masyarakat Aceh Timur dapat segera pulih dan bangkit dari kondisi yang terjadi sejak akhir November 2025.

Ia memaparkan, bencana hidrometeorologi tersebut berdampak pada 454 gampong yang tersebar di 24 kecamatan di Kabupaten Aceh Timur.

“Jumlah rumah terendam mencapai 81.603 unit, dengan total pengungsi sebanyak 236.822 jiwa dari 56.332 keluarga atau. Secara keseluruhan, masyarakat terdampak mencapai 290.582 jiwa dari 81.603 keluarga. Korban meninggal dunia tercatat 58 orang,” katanya.

Sementara itu, data kerusakan rumah sebelum proses verifikasi tercatat sebanyak 25.918 unit. Rinciannya, 16.590 unit mengalami rusak ringan, 5.484 unit rusak sedang, dan 3.844 unit rusak berat.

Bupati juga menyampaikan perkembangan pembangunan hunian sementara (huntara) bagi warga terdampak bencana di daerah tersebut.

“Dari total usulan 3.084 unit huntara, sebanyak 1.966 unit telah selesai dibangun. Sedangkan 1.082 unit lainnya masih dalam proses penyelesaian,” kata Bupati.

Selain itu, Pemerintah Kabupaten Aceh Timur juga mengajukan sejumlah bantuan kepada Kementerian Sosial RI sebagai bagian dari upaya penanganan dampak bencana.

Untuk bantuan stimulan sosial ekonomi, pemerintah daerah mengusulkan bantuan bagi 25.320 keluarga berdasarkan data rumah rusak ringan, sedang, dan berat.

“Dari jumlah tersebut, sebanyak 7.643 keluarga telah mendapatkan persetujuan dengan total anggaran Rp38,21 miliar. Kami berharap bantuan stimulan ekonomi tersebut dapat memulihkan pendapatan keluarga pascabencana,” katanya.

Pemerintah daerah juga mengusulkan bantuan jaminan hidup bagi 47.389 jiwa selama tiga bulan dengan nilai Rp15 ribu per jiwa per hari. Dari jumlah tersebut, sebanyak 28.831 jiwa telah mendapat persetujuan dengan total anggaran Rp38,92 miliar.

Selain itu, bantuan isi hunian diajukan untuk 25.320 keluarga. Dari jumlah tersebut, sebanyak 7.643 keluarga telah disetujui dengan total anggaran Rp22,92 miliar.

“Pemerintah pusat juga menyalurkan santunan ahli waris bagi korban meninggal dunia sebanyak 60 jiwa dengan total nilai Rp900 juta. Serta santunan bagi korban luka berat diberikan kepada dua orang dengan total bantuan Rp10 juta,” kata Iskandar Usman Al-Farlaky.

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News.

DLHK Aceh Peringati Hari Bakti Rimbawan ke-43, Tekankan Kerja Ikhlas dan Tata Kelola Berkualitas

0
DLHK Aceh Peringati Hari Bakti Rimbawan ke-43. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Jajaran rimbawan di Provinsi Aceh menggelar upacara peringatan Hari Bakti Rimbawan ke-43 pada Senin (16/3/2026). Upacara yang berlangsung khidmat di halaman Kantor Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Aceh tersebut dipimpin langsung oleh Kepala DLHK Aceh, Dr. Ir. A. Hanan, S.P., M.M.

Peringatan tahun ini mengusung tema “Kerja Ikhlas, Tata Kelola Berkualitas: Rimbawan Membangun Kehidupan Berkelanjutan.” Momentum tersebut terasa semakin bermakna karena berlangsung di bulan suci Ramadan yang sarat dengan nilai keikhlasan dan pengendalian diri, termasuk dalam menjaga kelestarian hutan.

Upacara tersebut dihadiri seluruh aparatur sipil negara (ASN) DLHK Aceh serta perwakilan sejumlah Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kementerian Kehutanan di Aceh. Di antaranya Balai Besar Taman Nasional Gunung Leuser (BBTNGL), Balai Pengelolaan Hutan Lestari (BPHL), Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA), Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (BPDAS), Balai Pemantapan Kawasan Hutan (BPKH), Balai Penegakan Hukum Kehutanan Wilayah Sumatera, serta Balai Perhutanan Sosial Medan (BPS Medan).

Dalam upacara tersebut, Vebriyandri S. Abbas dari BBTNGL bertindak sebagai komandan upacara. Sementara pengibar bendera Merah Putih terdiri dari M. Ravie P. Asnawi dari BBTNGL, Furkhan dari BKSDA, dan Ellysa dari BBTNGL. Kegiatan dipandu oleh Rahmati, S.Ag dari DLHK Aceh sebagai pembawa acara.

Pada kesempatan itu, amanat Menteri Kehutanan Republik Indonesia Raja Juli Antoni, Ph.D. dibacakan oleh inspektur upacara. Dalam amanat tersebut ditekankan pentingnya modernisasi tata kelola kehutanan melalui pendekatan DSS yang meliputi Digitalisasi, Sinergi, dan Simplifikasi.

Pendekatan ini diharapkan dapat mendorong terwujudnya layanan kehutanan yang lebih transparan, akuntabel, serta berbasis teknologi.

“Menjaga hutan adalah ibadah. Sebagaimana puasa melatih kita menahan diri, menjaga hutan juga mengajarkan kita untuk tidak mengeksploitasi alam secara berlebihan,” ujar Dr. A. Hanan saat membacakan sambutan Menteri.

Hari Bakti Rimbawan yang diperingati setiap 16 Maret merujuk pada berdirinya Departemen Kehutanan pada tahun 1983. Peringatan ini menjadi momentum refleksi sekaligus bentuk penghargaan atas dedikasi para rimbawan yang berada di garis depan dalam menjaga kelestarian hutan Indonesia.

Setelah upacara, rangkaian kegiatan peringatan Hari Bakti Rimbawan di Aceh akan dilanjutkan dengan berbagai kegiatan sosial dan lingkungan. Di antaranya aksi donor darah, perlombaan olahraga dan seni antarpegawai, serta sejumlah kegiatan bakti lingkungan lainnya.

Melalui semangat peringatan tersebut, para rimbawan di Aceh berkomitmen untuk terus berinovasi dalam menjaga kelestarian hutan demi mewujudkan lingkungan yang berkelanjutan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News.

Tutup Peukan QRIS Ramadhan 2026, Illiza Apresiasi Antusiasme Warga dan UMKM

0
Wali Kota Tutup Peukan QRIS Ramadhan 2026. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa’aduddin Djamal secara resmi menutup rangkaian kegiatan Peukan QRIS Ramadhan 2026 yang digelar di lantai 3 Gedung Pasar Atjeh Baru, Senin (16/3/2026).

Kegiatan yang berlangsung sejak 20 Februari hingga 15 Maret 2026 tersebut menjadi salah satu agenda untuk meramaikan ekonomi Ramadhan di kawasan Pasar Atjeh, sekaligus mendorong penggunaan sistem pembayaran digital melalui QRIS.

Pada acara penutupan, Illiza juga menyerahkan hadiah kepada para pemenang berbagai perlombaan yang digelar selama kegiatan berlangsung. Selain itu, dilakukan pula pengundian kupon berhadiah bagi pengunjung yang telah melakukan transaksi menggunakan QRIS selama pelaksanaan Peukan QRIS Ramadhan.

Dalam sambutannya, Illiza menyampaikan apresiasi atas partisipasi masyarakat, pedagang, serta seluruh pihak yang terlibat dalam menyukseskan kegiatan tersebut.

“Alhamdulillah, selama hampir satu bulan kegiatan ini berlangsung dengan sangat meriah. Kita melihat bagaimana Pasar Atjeh kembali hidup, ramai oleh masyarakat yang berbelanja sekaligus menikmati suasana Ramadhan,” ujarnya.

Ia menilai, Peukan QRIS Ramadhan tidak hanya menjadi ajang kegiatan ekonomi dan hiburan selama bulan suci, tetapi juga berperan dalam memperkuat ekosistem ekonomi digital di Banda Aceh, khususnya bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta pedagang di pasar tradisional.

“Kita berharap kebiasaan bertransaksi secara digital ini dapat terus berkembang di Banda Aceh sehingga memudahkan masyarakat sekaligus meningkatkan perputaran ekonomi,” katanya.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Perwakilan Bank Indonesia Aceh Agus Chusaini, Funding and Transaction Relationship Manager Bank Syariah Indonesia Cut Saumi, para asisten di lingkungan Pemerintah Kota Banda Aceh, Kepala Dinas Koperasi UKM dan Perdagangan Kota Banda Aceh Bukhari Sufi, Kepala UPTD Pasar Mairizal, pengelola Pasar Aceh Dedi, serta para pedagang yang turut meramaikan kegiatan tersebut.

Menutup sambutannya, Illiza berharap kegiatan serupa dapat terus diselenggarakan setiap tahun sebagai bagian dari upaya menghidupkan pusat perdagangan kota sekaligus mendorong pertumbuhan UMKM di Banda Aceh.

“Semoga kegiatan seperti ini dapat terus kita hadirkan setiap Ramadhan agar Pasar Atjeh semakin ramai, ekonomi masyarakat terus bergerak, dan Banda Aceh semakin maju,” pungkasnya.

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News.

Pemuda Gampong Durian Kawan Sukses Gelar Peringatan Nuzulul Qur’an Lewat Berbagai Lomba

0
durian kawan
Pemuda-pemudi Gampong Durian Kawan Menggelar Peringatan Nuzulul Qur’an. (Foto: For Nuilan)

NUKILAN.ID | TAPAKTUAN – Peringatan malam Nuzulul Qur’an di Gampong Durian Kawan berlangsung meriah melalui berbagai perlombaan keagamaan yang melibatkan anak-anak hingga pemuda, pada 14–15 Maret 2026 atau bertepatan dengan 24–25 Ramadhan.

Kegiatan yang mengusung tema “Menjadikan Al-Qur’an sebagai Pedoman Hidup & Bersama Al-Qur’an Membangun Generasi Berakhlak Mulia” ini dipusatkan di Masjid Nurul Huda. Acara tersebut diprakarsai oleh panitia peringatan Nuzulul Qur’an yang diketuai Ihyadika, serta didukung penuh oleh pemuda-pemudi setempat.

Dari keterangan yang diterima Nukilan.id, berbagai perlombaan digelar untuk memeriahkan kegiatan, di antaranya hafalan ayat pendek tingkat anak-anak, Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) tingkat SMP/MTsN, adzan subuh tingkat SMA/SMK, syahril Qur’an tingkat SMP/SMA, lomba sholat jenazah tingkat pemuda/pemudi, hingga cerdas cermat.

Ketua panitia menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga menjadi momentum penting dalam menanamkan nilai-nilai Al-Qur’an kepada generasi muda.

Ia menjelaskan, peringatan Nuzulul Qur’an merupakan upaya untuk mengenang turunnya wahyu pertama kepada Nabi Muhammad SAW sekaligus meningkatkan keimanan dan ketakwaan masyarakat kepada Allah SWT.

Menurutnya, melalui berbagai perlombaan tersebut, panitia ingin menumbuhkan semangat belajar serta kecintaan terhadap Al-Qur’an di kalangan anak-anak dan remaja sebagai generasi penerus.

“Melalui kegiatan ini kita ingin menumbuhkan rasa semangat dalam jiwa anak-anak dan pemuda, agar ke depan mereka bisa menjadi penerus yang membawa perubahan ke arah yang lebih baik,” ujarnya.

Di akhir kegiatan, hadiah diserahkan langsung oleh keuchik yang baru dilantik, Fuandi, bersama Imam Chik Hamdan kepada para pemenang lomba.

Selain itu, piala bergilir yang sebelumnya dipegang oleh Dusun Mesjid kembali diperebutkan dan tahun ini berhasil diraih oleh Dusun Punti.

Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 22.00 WIB hingga selesai tersebut mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat setempat yang turut hadir memeriahkan peringatan malam turunnya Al-Qur’an. (XRQ)

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News.

BSI Gandeng Insan Pers Perkuat Literasi Keuangan Syariah di Momentum Ramadhan

0

NUKILAN.id | Banda Aceh — Bank Syariah Indonesia (BSI) Regional Aceh menggelar kegiatan Literasi Keuangan Syariah yang dirangkai dengan Kajian Ramadhan bersama insan pers di Masjid Landmark BSI Aceh, Senin (16/3/2025).

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari strategi BSI untuk mendorong pemahaman masyarakat terhadap prinsip-prinsip ekonomi syariah melalui peran media sebagai mitra edukasi publik.

Regional CEO Bank Syariah Indonesia Aceh, Imsak Ramadhan, mengatakan media memiliki posisi strategis dalam menyebarkan informasi dan edukasi mengenai keuangan syariah kepada masyarakat secara luas.

Menurutnya, peningkatan literasi keuangan syariah tidak hanya menjadi tanggung jawab lembaga keuangan, tetapi juga memerlukan dukungan berbagai pihak, termasuk media yang setiap hari berinteraksi dengan publik melalui pemberitaan.

“Peran media sangat penting dalam menyampaikan informasi yang edukatif kepada masyarakat, termasuk dalam memperkenalkan prinsip-prinsip ekonomi dan keuangan syariah,” ujar kepada awak media, termasuk Nukilan.

Ia menjelaskan, sebagai bank syariah terbesar di Indonesia, BSI berupaya menghadirkan pendekatan yang tidak hanya berfokus pada layanan perbankan, tetapi juga pada edukasi dan penguatan nilai-nilai ekonomi Islam di tengah masyarakat.

BSI, kata dia, ingin hadir sebagai mitra masyarakat dalam berbagai aspek, mulai dari pengelolaan keuangan yang sehat, penguatan nilai spiritual, hingga kontribusi sosial bagi kesejahteraan bersama.

Dalam kegiatan tersebut, kajian Ramadhan disampaikan oleh Mursalin Basyah yang menekankan pentingnya integritas dan kejujuran dalam aktivitas ekonomi.

Ia menyebutkan bahwa nilai keberkahan dalam muamalah tidak hanya ditentukan oleh keuntungan materi, tetapi juga oleh etika dan tanggung jawab moral dalam setiap transaksi.

Menurutnya, insan pers memiliki peran penting dalam menyebarkan informasi yang membangun, termasuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang ekonomi dan keuangan syariah.

“Informasi yang baik dan edukatif tidak hanya bermanfaat bagi masyarakat, tetapi juga menjadi bagian dari upaya menyebarkan kebaikan,” pungkasnya.

Reporter: Rezi

Mahasiswa Universitas Almuslim Bantu Pulihkan Pertanian Pascabanjir di Bireuen

0
Puluhan mahasiswa dari Universitas Almuslim membantu masyarakat memulihkan sektor pertanian pascabencana banjir Aceh. (FOTO: Almuslim)

NUKILAN.ID | BIREUEN – Puluhan mahasiswa Universitas Almuslim turun langsung membantu masyarakat memulihkan sektor pertanian pascabanjir di Desa Tanjong Nie, Kabupaten Bireuen, Aceh. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program Mahasiswa Berdampak Pemulihan Bencana Sumatra yang bertujuan mempercepat pemulihan ekonomi dan ketahanan pangan masyarakat terdampak.

Program bertajuk Membangun Desa Tangguh Pangan Pascabencana: Sinergi Mahasiswa, Kelompok Tani, dan Karang Taruna dalam Pemulihan Produksi dan Mitigasi Banjir Bandang di Aceh itu dilaksanakan sejak 29 Januari hingga 5 Maret 2026.

Sebanyak 50 mahasiswa dari tiga program studi, yakni Ekonomi Pembangunan, Manajemen Ritel, dan Pendidikan Geografi terlibat dalam kegiatan tersebut. Program ini dipimpin oleh dosen Fakultas Ekonomi Universitas Almuslim, Muhammad Rizal, bersama anggota tim Dr. Hariki Fitrah, dosen Pendidikan Geografi yang memiliki keahlian di bidang mitigasi bencana.

Selama program berlangsung, para mahasiswa tinggal di desa tersebut untuk mendampingi masyarakat dalam berbagai kegiatan pemulihan pascabencana.

Sebelumnya, banjir bandang yang melanda wilayah tersebut menyebabkan kerusakan infrastruktur desa, termasuk jaringan irigasi pertanian. Sejumlah lahan sawah juga tertimbun sedimentasi lumpur sehingga tidak dapat digunakan untuk menanam padi dalam waktu lama. Kondisi tersebut berdampak pada menurunnya produksi pangan masyarakat setempat.

Untuk membantu pemulihan sektor pertanian, mahasiswa bersama masyarakat membangun sumur bor sebagai sumber air alternatif guna mengairi lahan pertanian yang terdampak kerusakan irigasi. Selain itu, mereka juga membantu percepatan pemulihan lahan pertanian serta menanam jagung sebagai tanaman pangan alternatif pengganti padi.

Kegiatan ini tidak hanya berfokus pada pemulihan produksi pangan. Tim mahasiswa juga memberikan pelatihan mitigasi kebencanaan kepada masyarakat guna meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi banjir bandang di masa mendatang. Pelatihan kewirausahaan turut diberikan untuk memperkuat perekonomian masyarakat desa.

Selain itu, mahasiswa juga terlibat dalam berbagai kegiatan sosial, seperti gotong royong membersihkan saluran drainase, membantu kegiatan posyandu, serta berpartisipasi dalam aktivitas kemasyarakatan lainnya di desa tersebut.

Kepala Desa Tanjong Nie, Fakhrizal, menyampaikan apresiasi atas kehadiran mahasiswa dan dosen Universitas Almuslim yang telah membantu masyarakat bangkit dari dampak bencana.

“Kami sangat berterima kasih karena desa kami dipilih sebagai lokasi program. Kehadiran mahasiswa memberikan semangat baru bagi masyarakat untuk bangkit lebih cepat. Lahan yang sebelumnya kami pikir tidak bisa digunakan lagi, kini sudah bisa ditanami kembali dan mulai memberikan hasil,” ujarnya.

Ketua tim dosen, Muhammad Rizal, mengatakan program tersebut dirancang untuk meningkatkan kapasitas masyarakat dalam menghadapi dampak bencana sekaligus memperkuat ketahanan pangan desa.

“Melalui program ini, kami berupaya memberikan solusi bagi masyarakat, baik dari sisi sosial kemasyarakatan maupun peningkatan ekonomi. Kami juga ingin meningkatkan pengetahuan masyarakat dalam menghadapi risiko bencana banjir bandang,” katanya.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Kemdiktisaintek yang telah memberikan dukungan melalui program Mahasiswa Berdampak, serta kepada Universitas Almuslim yang turut mendukung pelaksanaan kegiatan tersebut.

Melalui kolaborasi antara mahasiswa, dosen, pemerintah desa, kelompok tani, dan karang taruna, program ini diharapkan dapat mempercepat pemulihan produksi pangan sekaligus memperkuat ketahanan masyarakat dalam menghadapi potensi bencana di masa depan.

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News.

Mensos dan Mendagri Salurkan Bantuan Rp100,9 Miliar untuk Korban Banjir Aceh Timur

0
Kasatgas PRR Pascabencana Sumatera Muhammad Tito Karnavian dalam kegiatan Penyerahan Bantuan Pemerintah untuk Penanganan Korban Bencana Alam di Wilayah Sumatera di Pendopo Bupati Aceh Timur, Aceh, Senin (16/3/2026).(FOTO: Dok. Satgas PRR)

NUKILAN.ID | IDI RAYEUK – Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf bersama Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian menemui para penyintas banjir di Aula Serbaguna Pendopo Bupati Aceh Timur, Senin (16/3/2026). Dalam kunjungan tersebut, pemerintah menyalurkan bantuan senilai sekitar Rp100 miliar untuk penanganan korban bencana di daerah tersebut.

Mengutip Kompas.com, bantuan tersebut disalurkan melalui Kementerian Sosial dengan total nilai mencapai Rp100.975.850.000 atau sekitar Rp100,9 miliar untuk penanganan dampak bencana di Kabupaten Aceh Timur.

Jika dirinci, bantuan itu meliputi bantuan stimulan sosial ekonomi sebesar Rp38,215 miliar bagi 7.643 kepala keluarga (KK). Selain itu, terdapat bantuan jaminan hidup sekitar Rp38,921 miliar untuk 28.831 jiwa.

Pemerintah juga menyalurkan bantuan isi hunian senilai sekitar Rp22,929 miliar untuk 7.643 KK. Sementara itu, santunan ahli waris diberikan sebesar Rp900 juta untuk 60 jiwa, serta santunan bagi korban luka berat sebesar Rp10 juta untuk dua orang.

Mensos Saifullah Yusuf mengatakan bahwa Kementerian Sosial memiliki tugas menyalurkan berbagai bentuk bantuan mulai dari masa tanggap darurat hingga pascabencana.

Pada masa kedaruratan, kata dia, Kemensos turut memberikan dukungan berupa logistik, dapur umum, tenda pengungsian, serta berbagai bantuan lain bersama TNI, Polri, pemerintah daerah, BNPB, dan sejumlah lembaga terkait.

Sedangkan pada tahap pascakedaruratan, bantuan yang diberikan mencakup santunan bagi korban meninggal dunia, santunan korban luka berat, jaminan hidup bagi pengungsi, hingga bantuan pemulihan sosial ekonomi masyarakat.

“Presiden membentuk satuan tugas khusus yang diketuai oleh Menteri Dalam Negeri untuk mengoordinasikan berbagai bantuan dari pemerintah pusat agar penanganan bencana dapat berjalan lebih efektif,” ujar Saifullah Yusuf.

Sementara itu, Mendagri Tito Karnavian menilai bantuan tersebut tidak hanya ditujukan untuk membantu masyarakat yang terdampak bencana, tetapi juga diharapkan dapat mendorong aktivitas ekonomi di daerah.

“Dana ini akan beredar di Aceh Timur dan diharapkan dapat membantu meningkatkan aktivitas ekonomi masyarakat,” ujar Tito.

Ia juga menekankan pentingnya keakuratan data dalam proses penyaluran bantuan kepada masyarakat terdampak.

“Data yang disampaikan harus benar-benar akurat dan sesuai dengan persyaratan yang ditetapkan agar bantuan dapat disalurkan dengan lancar kepada masyarakat yang membutuhkan,” katanya.

Selain itu, Tito meminta pemerintah daerah untuk proaktif melengkapi data korban serta membentuk satuan tugas khusus guna mempercepat proses pendataan dengan melibatkan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).

Langkah tersebut diharapkan dapat mempercepat proses penyaluran bantuan sehingga masyarakat yang terdampak bencana dapat segera menerima hak mereka.

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News.

BPK Temukan Dugaan Penyimpangan Dana BOS Rp631 Juta di Puluhan Sekolah Aceh Selatan

0
Ilustrasi dana BOS. (Foto: Fakta Berita)

NUKILAN.ID | TAPAKTUAN – Pengelolaan dana operasional sekolah di Kabupaten Aceh Selatan menjadi sorotan setelah Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Perwakilan Aceh menemukan dugaan penyimpangan penggunaan Dana Bantuan Operasional Satuan Pendidikan (BOSP) pada tahun anggaran 2025.

Dikutip dari Beritakini.co, temuan tersebut tercatat dalam Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Kepatuhan atas Belanja Barang dan Jasa serta Belanja Modal Tahun 2025.

Sepanjang tahun 2025, total dana operasional sekolah yang dialokasikan pemerintah untuk satuan pendidikan di Aceh Selatan mencapai Rp39,69 miliar. Namun, hasil pemeriksaan auditor menemukan sejumlah pola penyimpangan dalam pengelolaannya.

Jika diakumulasi, nilai persoalan yang ditemukan dalam penggunaan dana pendidikan itu mencapai sekitar Rp631,6 juta. Jumlah tersebut terdiri dari kelebihan pembayaran serta belanja yang tidak dapat diyakini kebenarannya.

Awal Mula Temuan Auditor

Pemeriksaan dimulai dengan pengujian dokumen pertanggungjawaban penggunaan dana BOSP di sejumlah sekolah. Auditor kemudian membandingkan laporan tersebut dengan bukti fisik dan catatan pengeluaran riil yang dimiliki bendahara sekolah.

Dari proses itu, auditor menemukan belanja dana BOSP sebesar Rp349.702.000 pada laporan tahap pertama yang tidak mencerminkan kondisi sebenarnya.

Belanja yang dipersoalkan berasal dari tiga sekolah, yakni SMP Negeri 1 Kluet Selatan sebesar Rp44.640.000, SMP Negeri 1 Pasie Raja sebesar Rp238.700.000, serta SMP Negeri 1 Sawang sebesar Rp66.362.000.

Menurut auditor, sebagian bukti transaksi tidak berasal dari penyedia barang atau jasa. Dokumen tersebut justru disusun sendiri oleh bendahara sekolah untuk kebutuhan laporan pertanggungjawaban.

Dalam beberapa kasus, kuitansi bahkan dibuat lebih dulu lalu dibawa ke toko untuk dimintai tanda tangan dan stempel agar seolah-olah transaksi benar-benar terjadi.

Kuitansi Disiapkan Sendiri

Praktik serupa juga ditemukan di sejumlah sekolah dasar dan menengah lainnya, antara lain SD Negeri Padang Rasian, SD Negeri Terbangan Cut, SD Negeri 9 Tapaktuan, SD Negeri Damar Tutong, SD Negeri 2 Labuhan Haji, SD Negeri 1 Kotafajar, SMP Negeri 1 Tapaktuan, SMP Negeri 2 Meukek, SMP Negeri 3 Bakongan, SMP Negeri 1 Pasie Raja, SMP Negeri 2 Bakongan, SMP Negeri 1 Bakongan Timur, dan SMP IT Darul Amilin.

Dari hasil wawancara auditor dengan pihak sekolah, diketahui bahwa kuitansi pembelian sering kali disusun terlebih dahulu oleh bendahara untuk menyesuaikan laporan dengan rencana anggaran kegiatan sekolah (ARKAS). Setelah itu, dokumen tersebut baru dibawa ke toko untuk dimintai tanda tangan atau stempel sebagai bukti transaksi.

Penggunaan Dana Tak Sesuai Aturan

Selain persoalan bukti transaksi, auditor juga menemukan penggunaan dana BOSP yang tidak sesuai dengan petunjuk teknis.

Di beberapa sekolah, dana operasional digunakan untuk membayar iuran organisasi kepala sekolah, honor aparatur sipil negara (ASN), hingga pengeluaran lain yang tidak diperbolehkan dalam aturan BOSP.

Nilai penggunaan dana yang tidak sesuai dengan ketentuan tersebut mencapai sekitar Rp322 juta. Beberapa sekolah yang tercatat menggunakan dana di luar aturan antara lain SMP Negeri 1 Tapaktuan, SD Negeri Damar Tutong, SD Negeri 4 Kandang, SMP IT Darul Amilin, SMP Negeri 1 Bakongan Timur, SD Negeri 1 Kotafajar, dan SD Negeri 9 Tapaktuan.

Selisih Pembayaran Honor

Temuan lainnya muncul ketika auditor melakukan konfirmasi kepada pihak penerima pembayaran.

Di SMP Negeri 2 Meukek, misalnya, honor teknisi pemasangan wifi dilaporkan sebesar Rp6,58 juta. Namun setelah dikonfirmasi kepada teknisi, jumlah yang diterima hanya Rp1,85 juta, sehingga terdapat selisih Rp4,73 juta.

Kasus serupa juga terjadi di SMP Negeri 3 Bakongan terkait pembayaran honor pelatih Olimpiade Sains Nasional dan tenaga administrasi. Dalam laporan disebutkan sebesar Rp9,3 juta, tetapi yang benar-benar dibayarkan hanya Rp5,15 juta.

Dana Disimpan di Rumah Kepala Sekolah

BPK juga menyoroti cara penyimpanan dana operasional sekolah yang dinilai berisiko.

Dalam sejumlah kasus, dana BOSP yang telah dicairkan dari rekening sekolah langsung ditarik hampir seluruhnya dalam bentuk tunai. Sisa dana kemudian disimpan oleh kepala sekolah di rumah.

Hal tersebut terjadi di SD Negeri Padang Rasian. Kepala sekolah bersama bendahara menarik dana BOSP pada September dan Oktober 2025 masing-masing sebesar Rp22,29 juta untuk disimpan secara tunai.

“Wawancara lebih lanjut kepada kepala sekolah SD Negeri Padang Rasian, dana BOSP Reguler Tahap II yang masuk sebesar Rp44.590.000,00 telah dilakukan belanja sebenarnya sebesar Rp13.624.000,00. Sisa dana sebesar Rp30.966.000,00 telah dipakai untuk keperluan pribadi,” beber BPK.

Menurut auditor, praktik tersebut berisiko membuka peluang penyalahgunaan dana pendidikan.

BPK Minta Dana Dikembalikan

BPK menilai berbagai persoalan itu terjadi karena lemahnya pengawasan dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Aceh Selatan. Selain itu, kepala sekolah dan bendahara dinilai kurang cermat dalam mempertanggungjawabkan penggunaan dana BOSP.

Kondisi tersebut dinilai berpotensi menimbulkan berbagai risiko, mulai dari penyalahgunaan dana, penyimpanan uang yang tidak aman, hingga penggunaan anggaran yang tidak efektif dan tidak akuntabel.

Atas temuan itu, BPK meminta pemerintah daerah melalui Inspektorat memproses pertanggungjawaban belanja dana BOSP sebesar Rp349,7 juta yang tidak dapat diyakini kebenarannya. Jika tidak dapat dipertanggungjawabkan, dana tersebut diminta untuk disetor kembali ke kas daerah.

Selain itu, kelebihan pembayaran sebesar Rp281,9 juta juga diminta untuk dikembalikan sesuai ketentuan yang berlaku.

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News.

Kemenag Aceh Siapkan 190 Masjid Ramah Pemudik Selama Arus Mudik Lebaran 2026

0
Kemenag Aceh Siapkan 190 Masjid Ramah Pemudik Selama Arus Mudik Lebaran 2026 (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Aceh menyiapkan sebanyak 190 Masjid Ramah Pemudik yang dapat dimanfaatkan masyarakat sebagai tempat beristirahat selama arus mudik dan arus balik Idul Fitri 1447 Hijriah atau Lebaran 2026.

Kepala Kanwil Kemenag Aceh, Azhari, mengimbau para pemudik agar tidak memaksakan diri saat melakukan perjalanan jauh menuju kampung halaman.

“Masyarakat untuk tidak memaksakan diri saat dalam perjalanan mudik ke kampung halaman pada momen Idul Fitri 1447 H. Jika lelah dalam perjalanan, Kemenag telah menyiapkan 190 masjid yang siap melayani 24 jam selama fase arus mudik dan arus balik Lebaran 2026 di Aceh,” kata Azhari.

Ia menjelaskan, masjid-masjid tersebut tersebar di sepanjang jalur utama mudik di Aceh. Fasilitas ini diharapkan dapat dimanfaatkan masyarakat sebagai tempat singgah dan beristirahat sebelum melanjutkan perjalanan.

“Ini merupakan bagian dari pelayanan kemanusiaan dan kepedulian sosial kepada masyarakat yang sedang melakukan perjalanan,” ujarnya.

Selain menyediakan tempat istirahat, Kemenag juga mendorong pengurus masjid untuk menghadirkan fasilitas tambahan demi meningkatkan kenyamanan pemudik. Beberapa di antaranya seperti tempat pengisian daya telepon seluler, ruang khusus bagi ibu menyusui, hingga layanan sederhana seperti tambal ban dan obat-obatan ringan.

Azhari berharap program Masjid Ramah Pemudik ini dapat membantu masyarakat menjalani perjalanan mudik dengan lebih aman dan nyaman, sekaligus tetap menjaga nilai ibadah selama bulan Ramadan.

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News.

Bank Aceh Syariah Lhokseumawe Salurkan Zakat Rp50 Juta ke BMK

0
Kepala Cabang Bank Aceh Syariah Lhokseumawe, Jamaluddin, Senin 16 Maret 2026 menyerahkan zakat karyawan dan tenaga kerja (TI) sebesar Rp.50.000.000 kepada Baitul Mal Kota Lhokseumawe dan diterima langsung oleh Anggota Badan Baitul Mal Kota Lhokseumawe, Dr. Munawir, didampingi staf BMK Rully Hamdani serta disaksikan oleh sejumlah perwakilan dari kedua lembaga. (Foto: Dok BMK Lhokseumawe)

NUKILAN.ID | Lhokseumawe – PT Bank Aceh Syariah Cabang Lhokseumawe menyalurkan zakat karyawan dan tenaga kerja sebesar Rp50.000.000 kepada Baitul Mal Kota (BMK) Lhokseumawe, Senin, 16 Maret 2026.

Penyerahan zakat berlangsung di Kantor Bank Aceh Syariah Cabang Lhokseumawe dalam suasana kebersamaan, sebagai wujud komitmen mendukung penguatan zakat sebagai instrumen kesejahteraan umat.

Zakat tersebut diserahkan secara simbolis oleh Kepala Cabang Bank Aceh Syariah Lhokseumawe, Jamaluddin, dan diterima langsung oleh Anggota Badan Baitul Mal Kota Lhokseumawe, Dr. Munawir, didampingi staf BMK Rully Hamdani, serta disaksikan perwakilan dari kedua lembaga.

Jamaluddin mengatakan, penyaluran zakat ini merupakan bagian dari komitmen Bank Aceh Syariah dalam menjalankan prinsip ekonomi syariah sekaligus mendukung program pemberdayaan masyarakat melalui lembaga resmi pengelola zakat.

“Zakat yang disalurkan ini merupakan amanah dari para karyawan Bank Aceh Syariah yang kami percayakan kepada Baitul Mal Kota Lhokseumawe untuk dikelola dan disalurkan kepada masyarakat yang berhak menerimanya. Kami berharap zakat ini dapat memberikan manfaat nyata dalam membantu masyarakat yang membutuhkan,” ujar Jamaluddin.

Sementara itu, Anggota Badan Baitul Mal Kota Lhokseumawe, Dr. Munawir, mengapresiasi kepercayaan yang diberikan oleh Bank Aceh Syariah dalam mendukung pengelolaan zakat di daerah tersebut.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Bank Aceh Syariah Cabang Lhokseumawe atas penyaluran zakat karyawan ini. InsyaAllah dana zakat yang diterima akan kami kelola secara amanah dan profesional untuk disalurkan kepada para mustahik sesuai ketentuan syariat dan program-program Baitul Mal,” kata Dr. Munawir.

Ia menambahkan, kolaborasi antara lembaga keuangan syariah dan Baitul Mal memiliki peran penting dalam memperkuat fungsi zakat sebagai instrumen pengentasan kemiskinan serta peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Penyaluran zakat ini menjadi bagian dari sinergi antara lembaga keuangan syariah dan pengelola zakat daerah dalam mendorong distribusi yang tepat sasaran serta memberikan dampak sosial yang lebih luas bagi masyarakat Kota Lhokseumawe.

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News