Beranda blog Halaman 37

Presiden Kembali Salurkan Bantuan Daging Meugang untuk Korban Bencana di Aceh

0
Presiden Prabowo (Foto: setneg.go.id)

NUKILAN.ID | JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto kembali menyalurkan bantuan daging kepada masyarakat terdampak bencana di Aceh agar tetap dapat menjalankan tradisi meugang menjelang Hari Raya Idulfitri.

Mengutip Metrotvnews.com, bantuan serupa sebelumnya juga telah diberikan menjelang bulan Ramadan 1447 Hijriah sebagai bentuk perhatian pemerintah pusat terhadap masyarakat Aceh.

“Ini merupakan bentuk kepedulian nyata pemerintah pusat terhadap masyarakat Aceh, terutama di tengah kondisi sebagian warga yang sedang menghadapi dampak bencana hidrometeorologi,” kata Gubernur Aceh Muzakir Manaf (Mualem), dikutip dari Antara, Selasa (17/3/2026).

Sebelumnya, Presiden Prabowo telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp72,7 miliar untuk bantuan daging bagi masyarakat Aceh menjelang Ramadan. Menjelang Idulfitri, bantuan dengan nilai yang hampir sama kembali disalurkan.

Pada penyaluran kali ini, anggaran bantuan daging meugang mencapai Rp72,2 miliar yang didistribusikan ke sejumlah daerah di Aceh. Di antaranya, Kota Lhokseumawe sebesar Rp550 juta, Kabupaten Aceh Tamiang Rp10,5 miliar, Pidie Jaya Rp4,9 miliar, serta Aceh Timur Rp7,55 miliar.

Selain itu, bantuan juga disalurkan ke Kabupaten Bireuen Rp2,25 miliar, Kota Langsa Rp600 juta, Aceh Utara Rp19,55 miliar, Aceh Barat Rp1 miliar, Pidie Rp2 miliar, Aceh Tengah Rp6,05 miliar, dan Bener Meriah Rp4,55 miliar.

Selanjutnya, Kabupaten Gayo Lues menerima Rp4,3 miliar, Aceh Tenggara Rp2,25 miliar, Aceh Barat Daya Rp1 miliar, Kota Subulussalam Rp1 miliar, Aceh Besar Rp500 juta, Nagan Raya Rp1,45 miliar, Aceh Selatan Rp500 juta, serta Kabupaten Simeulue Rp250 juta.

Gubernur Aceh Muzakir Manaf menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Presiden atas bantuan tersebut. Ia menilai bantuan sapi untuk tradisi meugang tidak hanya bernilai budaya, tetapi juga menjadi bentuk dukungan nyata bagi masyarakat yang terdampak bencana.

“Kami atas nama Pemerintah Aceh dan seluruh rakyat Aceh mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bapak Presiden Prabowo Subianto atas bantuan sapi meugang ini,” ujarnya.

Ia menambahkan, dalam situasi pascabencana, bantuan tersebut memiliki makna lebih luas, tidak sekadar menjaga tradisi, tetapi juga membantu pemulihan sosial masyarakat dan menghadirkan kebahagiaan di tengah kondisi yang masih sulit.

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News.

Hilal Syawal 1447 H di Aceh Belum Penuhi Kriteria Imkan Rukyat

0
Hilal Syawal 1447 H di Aceh Belum Penuhi Kriteria Imkan Rukyat (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Aceh menyatakan posisi hilal Syawal 1447 Hijriah masih berada di bawah kriteria imkan rukyat MABIMS. Meski demikian, rukyatul hilal tetap akan dilaksanakan pada Kamis (19/3/2026) di enam titik pengamatan di Aceh.

Pengamatan hilal dipusatkan di sejumlah lokasi, yakni Observatorium Tgk Chiek Kuta Karang Lhoknga di Aceh Besar, Tugu 0 Km Kota Sabang, Bukit Blang Tiron Perta Arun Gas di Lhokseumawe, Pantai Lhokgeulumpang Kecamatan Setia Bakti Kabupaten Aceh Jaya, POB Suak Geudubang Aceh Barat, serta Pantai Nancala Teupah Barat di Simeulue.

Ketua Tim Falakiyah Kanwil Kemenag Aceh, Dr Alfirdaus Putra SHI MH, menjelaskan bahwa secara astronomi posisi hilal pada 29 Ramadan 1447 H memang sudah berada di atas ufuk, namun belum memenuhi syarat imkan rukyat yang ditetapkan oleh MABIMS (Menteri Agama Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, dan Singapura).

“Ketinggian hilal berkisar antara 1,25 derajat di Papua hingga 3,1 derajat di Aceh. Namun elongasi antara bulan dan matahari masih di bawah kriteria, yakni 4,5 derajat di Papua dan 6,1 derajat di Aceh, sementara syarat MABIMS minimal 6,4 derajat,” jelas Alfirdaus.

Ia menambahkan, secara empiris hilal belum pernah berhasil diamati pada elongasi di bawah 6,4 derajat. Kondisi ini membuat cahaya matahari lebih dominan dibandingkan pantulan cahaya bulan, sehingga peluang terlihatnya hilal sangat kecil.

Meski demikian, Kementerian Agama tetap melaksanakan rukyatul hilal sebagai bagian dari verifikasi lapangan. Hasil pengamatan nantinya dapat menjadi bahan evaluasi terhadap kriteria imkan rukyat yang selama ini digunakan.

Rukyatul hilal dijadwalkan berlangsung saat matahari terbenam sekitar pukul 18.50 WIB. Di Observatorium Tgk Chiek Kuta Karang Lhoknga, durasi pengamatan diperkirakan selama 15 menit 33 detik.

Apabila hilal terlihat, maka 1 Syawal 1447 H diperkirakan jatuh pada Jumat (20/3/2026). Namun jika tidak terlihat, bulan Ramadan akan disempurnakan menjadi 30 hari sehingga Idul Fitri berpotensi jatuh pada Sabtu (21/3/2026).

Sementara itu, Kepala Kanwil Kemenag Aceh, Drs H Azhari MSi, menyampaikan bahwa pelaksanaan rukyatul hilal di daerah berlangsung bersamaan dengan sidang isbat yang dipimpin Menteri Agama Republik Indonesia di Jakarta.

Hasil pengamatan dari seluruh wilayah Indonesia akan menjadi dasar penetapan awal Syawal yang diumumkan langsung oleh Menteri Agama, Nasaruddin Umar, sekitar pukul 19.30 WIB.

Azhari mengimbau masyarakat untuk menunggu hasil resmi pemerintah serta tetap menjaga persatuan apabila terjadi perbedaan dalam penentuan hari raya.

“Bila ada perbedaan, tetap saling menghargai dan menghormati, karena semua memiliki landasan masing-masing. Jadikan perbedaan sebagai rahmah yang bermuara pada toleransi dalam beribadah,” ujarnya.

Dilansir Nukilan.id dari berbagai sumber, Imkan rukyat adalah metode penentuan awal bulan Hijriyah yang menetapkan kriteria “kemungkinan hilal dapat terlihat” secara ilmiah, menjembatani hisab (perhitungan) dan rukyat (pengamatan). Saat ini, kriteria Neo-MABIMS di Indonesia menetapkan hilal dianggap mungkin dirukyat jika ketinggiannya minimal dan elongasi minimal saat matahari terbenam. (XRQ)

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News.

Reporter: Akil

Liga Muslim Dunia Salurkan Bantuan Rp4,5 Miliar untuk Masyarakat Aceh Sambut Tradisi Meugang Jelang Lebaran

0
Logo Liga Muslim Dunia (Foto: Wikipedia)

NUKILAN.ID | JAKARTA – Ketua MPR RI, Ahmad Muzani, mengungkapkan bahwa Liga Muslim Dunia menyalurkan bantuan sebesar 1 juta riyal atau setara lebih dari Rp4,5 miliar kepada masyarakat Aceh.

Mengutip Kompas.com, bantuan tersebut diberikan dalam rangka mendukung tradisi Meugang, yang rutin dilaksanakan masyarakat Aceh menjelang Hari Raya Idul Fitri.

“Sebagai bentuk salah satu implementasi kunjungan Sekjen Liga Muslim Dunia Syaikh Dr Muhammad Abdul Karim Al-Issa kepada Presiden RI Prabowo Subianto pada Desember 2025, Liga Muslim Dunia membantu masyarakat Aceh terdampak banjir bandang,” ujar Muzani dalam keterangannya, Selasa (17/3/2026).

Ia menjelaskan, bantuan tersebut disalurkan melalui 150 pondok pesantren di 14 kabupaten di Provinsi Aceh.

“Bantuan senilai 1 juta riyal tersebut disalurkan melalui 150 pondok-pondok pesantren, yang diwujudkan dalam bentuk 90 sapi dan 13.500 bingkisan Lebaran, dimanfaatkan peruntukannya bagi para santri, asatidz dan masyarakat sekitar pesantren di 14 kabupaten di Provinsi Aceh untuk pelaksanaan tradisi Meugang yang dilakukan setiap tahun,” sambungnya.

Muzani menambahkan, distribusi bantuan mulai dilakukan sejak hari ini hingga menjelang Hari Raya Idul Fitri. Ia menyebut bantuan ini sebagai bentuk penguatan tradisi Meugang, yakni kebiasaan masyarakat Aceh mengonsumsi daging menjelang hari besar keagamaan.

Sementara itu, penyaluran bantuan turut melibatkan sejumlah tokoh pesantren dan ulama Aceh, di antaranya Pengasuh Pesantren Ummul Aiman sekaligus Rais Syuriah PWNU Aceh, Tengku Waled Nuruzzahri, Dr Iskandar Zulkarnain, serta KH Anizar Masyhadi MA.

“‘Kami menyampaikan ucapan terima kasih dan apresiasi yang tinggi atas bantuan bagi masyarakat Aceh dari Liga Muslim Dunia melalui Ketua MPR RI Ahmad Muzani. Hal serupa juga disampaikan oleh para pengasuh pesantren, ulama dan tokoh masyarakat Aceh,’ ucap Ustaz Anizar.

Distribusi bantuan dilakukan secara simbolis di enam pesantren dengan dihadiri para pimpinan pondok pesantren penerima bantuan. Kegiatan ini juga didampingi oleh tim Liga Muslim Dunia Kantor Indonesia yang dipimpin H Faiz Wardi serta unsur Pimpinan Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh.

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News.

Pemkot Banda Aceh Gelar Pasar Murah Daging Jelang Idulfitri 1447 H

0
Pemerintah Kota Banda Aceh melalui Dinas Pangan Pertanian Kelautan dan Perikanan (DP2KP) menggelar pasar murah daging dalam rangka menyambut Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah. (Foto: Dok DP2KP Banda Aceh)

NUKILAN.ID | Banda Aceh – Pemerintah Kota Banda Aceh melalui Dinas Pangan Pertanian Kelautan dan Perikanan (DP2KP) menggelar pasar murah daging dalam rangka menyambut Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah. Kegiatan ini dilaksanakan bekerja sama dengan Bank Indonesia Perwakilan Aceh, Bank Aceh Syariah, dan Perumdam Tirta Daroy.

Program pasar murah tersebut dijadwalkan berlangsung selama dua hari, pada 17 hingga 18 Maret 2026. Kepala DP2KP Kota Banda Aceh, Iskandar, mengatakan daging dalam kegiatan ini dijual dengan harga Rp140.000 per kilogram. Harga tersebut lebih rendah dibandingkan harga pasar yang umumnya mengalami kenaikan saat tradisi meugang.

Menurut Iskandar, program ini merupakan upaya pemerintah untuk menjaga daya beli masyarakat sekaligus mengendalikan inflasi daerah.

“Penyediaan daging dengan harga terjangkau diharapkan dapat membantu masyarakat serta menjaga stabilitas harga yang berdampak pada pengendalian inflasi,” kata Iskandar dalam keterangannya kepada Nukilan, Selasa (17/3/2026).

Untuk menghindari penumpukan massa, DP2KP menetapkan tujuh lokasi pelaksanaan yang tersebar di sejumlah kecamatan di Banda Aceh. Pada Selasa, 17 Maret 2026, pasar murah digelar di tiga lokasi, yaitu Jalan K.H. Ahmad Dahlan (eks Pasar Aceh) di Gampong Kampung Baru, Kecamatan Baiturrahman; depan UPTD KPH Wilayah I di Gampong Lampoh Daya, Kecamatan Jaya Baru; serta Jalan Angsa Pasar Gampong Batoh, Kecamatan Lueng Bata.

Sementara pada Rabu, 18 Maret 2026, kegiatan dilaksanakan di empat lokasi, yakni Jalan Sultan Iskandar Muda di Gampong Punge Ujong, Kecamatan Meuraxa; Jalan Wedana di Gampong Lam Ara, Kecamatan Banda Raya; Jalan Rama Setia di Gampong Alue Deah Teungoh, Kecamatan Meuraxa; serta Jalan T. Iskandar di depan SD 56 Gampong Lamglumpang, Kecamatan Ulee Kareng.

Pemerintah mengimbau masyarakat untuk datang lebih awal ke lokasi terdekat guna memperoleh daging dengan harga subsidi. Antusiasme warga diperkirakan tinggi mengingat tradisi meugang merupakan bagian penting dalam menyambut hari raya di Aceh. []

Reporter: Sammy

NTP Aceh Februari 2026 Naik Tipis, Daya Beli Petani Masih Terjaga

0
Ilustrasi petani. (Foto: Pixabay)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH — Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Aceh mencatat Nilai Tukar Petani (NTP) pada Februari 2026 sebesar 125,21 atau mengalami kenaikan tipis sebesar 0,03 persen dibandingkan bulan sebelumnya.

Data BPS menunjukkan, kenaikan NTP tersebut mencerminkan masih terjaganya daya beli petani di tengah dinamika harga di perdesaan. NTP sendiri merupakan indikator kemampuan tukar produk pertanian terhadap barang dan jasa yang dikonsumsi maupun untuk biaya produksi.

Kepala BPS Provinsi Aceh, Agus Andria, mengatakan bahwa peningkatan NTP pada Februari terjadi meski relatif terbatas.

“NTP Februari 2026 tercatat sebesar 125,21 atau naik 0,03 persen dibanding Januari 2026,” ujar Agus dalam laporan BPS, dirangkum Nukilan, Selasa (17/3/2026).

Secara tidak langsung, Agus menjelaskan bahwa kenaikan tersebut dipengaruhi oleh penurunan indeks harga yang dibayar petani (Ib) yang lebih besar dibanding penurunan indeks harga yang diterima petani (It). Kondisi ini membuat rasio NTP tetap mengalami peningkatan meskipun secara umum harga hasil pertanian menurun.

Berdasarkan laporan BPS, Indeks Harga yang Diterima Petani (It) pada Februari 2026 turun sebesar 0,14 persen. Penurunan ini terjadi hampir di seluruh subsektor, kecuali tanaman perkebunan rakyat dan peternakan.

Sementara itu, Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib) juga mengalami penurunan sebesar 0,17 persen. Penurunan ini disebabkan turunnya harga pada seluruh subsektor, termasuk komponen konsumsi rumah tangga dan biaya produksi.

Agus Andria menilai, kondisi ini menunjukkan adanya tekanan harga di sektor pertanian, namun belum berdampak signifikan terhadap daya beli petani. Ia menyebut, penurunan biaya yang ditanggung petani menjadi faktor penahan agar NTP tetap meningkat.

Selain NTP, indikator lain yakni Nilai Tukar Usaha Rumah Tangga Pertanian (NTUP) juga tercatat meningkat. Pada Februari 2026, NTUP mencapai 129,89 atau naik 0,05 persen dibandingkan Januari 2026.

Dari sisi subsektor, peningkatan NTP terutama terjadi pada subsektor tanaman perkebunan rakyat dan peternakan. Sebaliknya, subsektor tanaman pangan, hortikultura, dan perikanan mengalami penurunan. Data BPS menunjukkan subsektor peternakan mencatat kenaikan tertinggi sebesar 3,21 persen, sementara hortikultura turun 1,41 persen.

Di sisi lain, perkembangan harga di perdesaan menunjukkan adanya deflasi. BPS mencatat deflasi perdesaan pada Februari 2026 sebesar 0,17 persen, yang dipicu terutama oleh penurunan harga pada kelompok makanan, minuman, dan tembakau.

“Terjadi deflasi di perdesaan sebesar 0,17 persen pada Februari 2026,” kata Agus.

Ia menambahkan secara tidak langsung bahwa penurunan harga sejumlah komoditas pangan seperti bawang merah, telur ayam ras, dan cabai rawit menjadi faktor utama deflasi di wilayah perdesaan.

Secara umum, BPS menilai kondisi pertanian Aceh pada Februari 2026 masih relatif stabil. Meskipun terdapat tekanan pada harga hasil pertanian, penurunan biaya yang dikeluarkan petani mampu menjaga keseimbangan daya beli di sektor tersebut. []

Reporter: Sammy

Inflasi Aceh Februari 2026 Capai 6,94 Persen, Tertinggi di Aceh Tengah

0
Ilustrasi inflasi. (Foto: RRi)

NUKILAN.ID | Banda Aceh — Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Aceh mencatat inflasi tahunan (year on year/y-on-y) pada Februari 2026 sebesar 6,94 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) mencapai 113,96.

Inflasi tertinggi terjadi di Kabupaten Aceh Tengah sebesar 8,44 persen dengan IHK 117,24, sedangkan inflasi terendah terjadi di Kabupaten Aceh Tamiang sebesar 6,34 persen dengan IHK 114,12.

Kepala BPS Provinsi Aceh, Agus Andria, mengatakan bahwa inflasi tahunan ini mencerminkan kenaikan harga pada sebagian besar kelompok pengeluaran.

“Pada Februari 2026 terjadi inflasi year on year sebesar 6,94 persen,” ujar Agus dalam laporan BPS, dikutip Nukilan, Selasa (17/3/2026).

Secara tidak langsung, Agus menjelaskan bahwa tekanan inflasi terutama disebabkan oleh kenaikan harga pada berbagai kelompok pengeluaran, seperti perumahan, makanan, serta perawatan pribadi dan jasa lainnya yang mencatat kenaikan cukup signifikan.

Berdasarkan data tersebut, kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga mengalami inflasi tertinggi sebesar 16,98 persen. Selain itu, kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya juga mencatat inflasi tinggi sebesar 18,43 persen.

Kelompok makanan, minuman, dan tembakau turut memberikan kontribusi besar terhadap inflasi dengan kenaikan sebesar 5,82 persen. Sementara kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran mengalami inflasi sebesar 8,86 persen.

Agus Andria menambahkan bahwa inflasi yang terjadi tidak lepas dari kenaikan harga sejumlah komoditas utama. Ia mengindikasikan bahwa komoditas seperti tarif listrik, emas perhiasan, beras, serta makanan jadi menjadi penyumbang utama inflasi di Aceh.

Di sisi lain, secara bulanan (month to month/m-to-m) Aceh justru mengalami deflasi sebesar 0,24 persen. Sementara secara kumulatif sejak awal tahun (year to date/y-to-d), terjadi deflasi sebesar 0,38 persen.

“Secara bulanan terjadi deflasi sebesar 0,24 persen,” kata Agus.

Data BPS menunjukkan tren inflasi tahunan Aceh yang cenderung meningkat sejak pertengahan 2025 hingga Februari 2026.

BPS juga mencatat sejumlah komoditas yang memberikan andil terhadap deflasi bulanan, antara lain bawang merah, cabai rawit, telur ayam ras, dan bahan bakar rumah tangga. Sementara komoditas seperti tomat, emas perhiasan, dan makanan jadi justru mendorong inflasi.

Secara keseluruhan, Agus menilai kondisi inflasi Aceh masih dipengaruhi oleh fluktuasi harga komoditas pangan dan energi. Ia menyebut perlunya pengendalian harga dan distribusi untuk menjaga stabilitas inflasi di daerah.

“Pergerakan harga komoditas masih menjadi faktor utama yang memengaruhi inflasi di Aceh,” ujarnya.

Dengan kondisi tersebut, inflasi Aceh pada Februari 2026 menunjukkan tekanan harga yang cukup tinggi secara tahunan, meskipun secara bulanan terjadi penurunan harga di sejumlah komoditas. []

Reporter: Sammy

Habibi Aceh dan Isninda Boyolali Lolos ke Top 4 AKSI 2026, Persaingan Kian Ketat

0
Habibi Aceh dan Isninda Boyolali Lolos ke Top 4 AKSI 2026. (Foto: Nukilan)

NUKILAN.ID | JAKARTA – Kompetisi dakwah Akademi Sahur Indonesia (AKSI) 2026 di INDOSIAR memasuki fase krusial. Dari babak Top 6, Habibi asal Aceh dan Isninda dari Boyolali berhasil memastikan diri melaju ke Top 4 setelah menampilkan performa yang memikat di hadapan dewan juri.

Amatan Nukilan.id pada babak Top 6, peserta dibagi ke dalam dua kelompok, yakni Kloter Gua Hira dan Kloter Jabal Uhud. Dalam penampilan Kloter Gua Hira, Habibi, Isninda, dan Ahdat dari Cianjur menyampaikan tausiah terbaik mereka di hadapan dewan juri yang terdiri dari Gus Aab, Ustaz Wijayanto, Ustazah Mamah Dedeh, Ustaz Subki Al-Bughury, dan Ustaz Solmed.

Isninda tampil dengan tema “Aku dan Kamu ke KUA,” yang menekankan pentingnya menjalani hubungan sesuai syariat Islam. Ia mengingatkan bahwa Islam tidak merestui hubungan di luar pernikahan yang sah. Penampilannya mendapat apresiasi dari para juri. Ustaz Wijayanto menilai pesan yang disampaikan relevan, sementara Mamah Dedeh memuji kesiapan serta cara penyampaiannya yang dinilai matang.

Sementara itu, Habibi membawakan tausiah bertajuk “Surga yang Dirindukan.” Ia mengaitkan pesan dakwahnya dengan lirik lagu populer dan ayat Al-Qur’an, termasuk Surah Muhammad ayat 15. Dalam penyampaiannya, Habibi menekankan pentingnya mencintai Nabi Muhammad SAW sebagai jalan untuk meraih surga dan bertemu beliau di akhirat.

Adapun Ahdat dari Cianjur mengangkat tema “Bangkit dari Kegagalan.” Ia mencoba memotivasi audiens agar tidak berputus asa, dengan merujuk pada Surah Az-Zumar ayat 53. Namun, penampilannya dinilai kurang maksimal karena kondisi fisik yang tidak prima.

Berdasarkan hasil penilaian dewan juri, Habibi memperoleh nilai tertinggi dengan 481 poin, disusul Isninda dengan 473 poin. Sementara Ahdat meraih 461 poin dan harus terhenti di babak ini. Dengan hasil tersebut, Habibi dan Isninda resmi melaju ke Top 4 AKSI 2026.

Keberhasilan keduanya menunjukkan kemampuan dalam menyampaikan dakwah yang tidak hanya kuat secara substansi, tetapi juga relevan dengan kehidupan sehari-hari. Memasuki babak berikutnya, persaingan dipastikan akan semakin ketat dengan tuntutan penampilan yang lebih maksimal.

AKSI 2026 sendiri terus menghadirkan berbagai penampilan menarik dari para peserta dan bintang tamu. Program ini tayang setiap hari pukul 02.00 WIB secara langsung di INDOSIAR. (XRQ)

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News

Podcast “Kito Sahabat Zakat” Angkat Kisah Harapan di Balik Penyaluran Zakat

0
Podcast “Kito Sahabat Zakat” (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.ID | TAPAKTUAN – Baitul Mal Kabupaten Aceh Selatan kembali menghadirkan program edukatif melalui Podcast Kito – Sahabat Zakat dengan mengusung tema “Cerita di Balik Penyaluran: Harapan Yang Tumbuh”.

Episode tersebut telah tayang pada Selasa (17/3/2026) pukul 20.00 WIB melalui kanal YouTube Podcast Kito Sahabat Zakat.

Pada episode kali ini, menghadirkan narasumber Asmara Bakti, ST, M.Pd yang menjabat sebagai Kasubbag Pemberdayaan Sekretariat Baitul Mal Kabupaten Aceh Selatan. Perbincangan dipandu oleh host Sri Kurniati, SE.

Dalam dialog tersebut, Asmara Bakti menjelaskan bahwa penyaluran zakat bukan sekadar proses administratif, melainkan amanah besar yang harus dijalankan secara bertanggung jawab.

Ia menyebutkan bahwa setiap bantuan yang disalurkan telah melalui proses verifikasi ketat agar tepat sasaran dan diterima oleh mustahik yang berhak sesuai ketentuan syariat.

“Penyaluran zakat dilakukan dengan proses yang selektif agar bantuan tepat sasaran dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa zakat memiliki peran penting dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat, tidak hanya dari sisi ekonomi, tetapi juga dalam menumbuhkan harapan dan semangat hidup penerima manfaat.

Menurutnya, di balik proses penyaluran zakat terdapat banyak kisah menyentuh yang kerap luput dari perhatian, namun memiliki makna mendalam bagi kehidupan para mustahik.

“Zakat bukan hanya tentang angka, tetapi tentang bagaimana kita menghadirkan perubahan dan harapan bagi mereka yang membutuhkan,” tambahnya.

Selain itu, pengelolaan zakat di Baitul Mal Aceh Selatan terus dilakukan secara transparan dan akuntabel sebagai upaya menjaga kepercayaan publik.

Sementara itu, Sri Kurniati dalam pengantarnya menyoroti nilai kemanusiaan yang terkandung dalam zakat.

“Di balik setiap angka penyaluran zakat, ada harapan yang sedang tumbuh, ada doa yang dipanjatkan, dan ada kehidupan yang perlahan bangkit kembali,” ungkapnya.

Ia juga mengajak masyarakat untuk memandang zakat bukan hanya sebagai kewajiban, tetapi sebagai bentuk kepedulian sosial yang memperkuat kebersamaan.

Melalui Podcast Kito – Sahabat Zakat, Baitul Mal Kabupaten Aceh Selatan berupaya memberikan edukasi kepada masyarakat, meningkatkan transparansi, serta memperkuat kepercayaan publik terhadap pengelolaan zakat.

Masyarakat diharapkan dapat menyaksikan tayangan tersebut sebagai bentuk dukungan terhadap pengelolaan zakat yang amanah dan berdampak luas bagi kesejahteraan umat. (XRQ)

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News.

Illiza Kembali Serahkan Rumah Layak Huni untuk Warga Duafa di Banda Aceh

0
Illiza Kembali Serahkan Rumah Layak Huni untuk Warga Duafa di Banda Aceh (Foto: Humas BNA)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa’aduddin Djamal kembali menyerahkan bantuan rumah layak huni kepada tiga warga duafa di tiga gampong berbeda, Selasa (17/3/2026).

Tiga unit rumah tipe 36 tersebut dibangun menggunakan dana zakat yang dihimpun melalui Baitul Mal Banda Aceh. Bantuan diberikan kepada Parnik, warga Blang Cut; Maulina Hatta, warga Punge Jurong; serta Yusnita, warga Kampung Jawa.

Illiza mengatakan, program ini merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Kota Banda Aceh bersama Baitul Mal dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya bagi para mustahik atau penerima zakat.

“Dengan bantuan ini, insyaallah para penerima manfaat kini bisa memiliki tempat tinggal yang lebih layak dan nyaman serta dapat menjalani kehidupan dengan lebih baik,” ujar Illiza di sela-sela penyerahan secara simbolis.

Kepada Nukilan.id ia menjelaskan bahwa program bantuan rumah layak huni tersebut merupakan salah satu bentuk pemanfaatan dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) yang dikelola oleh Baitul Mal Banda Aceh.

“Semoga ke depan semakin banyak yang menyalurkan zakatnya via baitul mal sehingga semakin banyak pula masyarakat kita yang terbantu,” ujarnya seraya mengucapkan terima kasih kepada para muzakki.

Penyerahan bantuan berlangsung dalam suasana haru dan penuh syukur. Para penerima menyampaikan terima kasih atas perhatian dan kepedulian pemerintah kota, Baitul Mal, camat, serta perangkat gampong yang telah membantu mewujudkan impian mereka memiliki rumah layak huni. (XRQ)

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News.

Haji Uma Desak Polda Aceh Tuntaskan Kasus Dugaan Pelecehan Anak di Bireuen

0
Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) asal Aceh, H. Sudirman atau Haji Uma. (Foto: Dok. Pribadi)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Anggota DPD RI asal Aceh, Sudirman yang lebih dikenal sebagai Haji Uma, meminta Polda Aceh mengusut tuntas kasus dugaan pencabulan dan pemerkosaan terhadap anak di bawah umur yang terjadi di Kabupaten Bireuen.

“Kita minta polisi menindaklanjuti segera laporan keluarga korban yang disampaikan awal Maret kemarin,” kata Sudirman Haji Uma dalam keterangannya di Banda Aceh, Senin (16/3/2026).

Ia menyebutkan, berdasarkan informasi yang diterimanya, keluarga korban telah melaporkan kasus tersebut ke Polres Bireuen dengan nomor laporan STTLP/61/III/2026/SPKT/POLRES BIREUEN/POLDA ACEH tertanggal 2 Maret 2026.

Haji Uma mengaku baru mengetahui peristiwa tersebut dua hari sebelumnya setelah menerima laporan dari masyarakat. Setelah itu, ia langsung menugaskan stafnya untuk menemui keluarga korban guna memperoleh informasi lebih lanjut.

Dari hasil komunikasi tersebut diketahui bahwa peristiwa yang dialami korban terjadi pada Desember 2025. Namun laporan resmi baru disampaikan kepada pihak kepolisian pada awal Maret 2026.

Dirinya mengaku sangat prihatin atas kejadian yang menimpa korban, terlebih karena korban masih berstatus anak di bawah umur. Ia menilai kasus tersebut merupakan kejahatan serius yang harus ditangani secara maksimal oleh aparat penegak hukum.

“Apa yang terjadi terhadap anak ini adalah kejahatan seksual sebagai tindak pidana serius dan harus menjadi perhatian serius dalam penanganannya penegak hukum,” ujarnya.

Karena itu, Haji Uma mendesak Polda Aceh memberikan perhatian khusus terhadap kasus tersebut dengan mengacu pada ketentuan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2022 tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak.

Ia juga menegaskan komitmennya untuk terus mengawal penanganan perkara dugaan pelecehan seksual terhadap anak di Kabupaten Bireuen tersebut hingga tuntas.

“Kita akan kawal kasus ini hingga korban mendapat keadilan. Kita juga akan surati Polda Aceh jika penanganan kasus ini di Polres Bireuen lambat,” demikian Sudirman Haji Uma.

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News.