Beranda blog Halaman 36

Jelang Meugang, Pemkab Aceh Besar Pastikan Stok Aman dan Perketat Pengawasan Pasar

0
Para penjual daging meugang melayani pembeli di Pasar induk Lambaro, Kecamatan Ingin Jaya, Aceh Besar, Rabu (18/3/2026). (FOTO: MC ACEH BESAR)

NUKILAN.ID | JANTHO – Menjelang perayaan Idul Fitri 1447 Hijriah, aktivitas ekonomi masyarakat mulai meningkat, terutama di Pasar Induk Lambaro, Kabupaten Aceh Besar. Lonjakan ini terjadi seiring meningkatnya kebutuhan warga dalam menyambut tradisi meugang.

Pantauan di lokasi pada Rabu (18/3/2026) menunjukkan suasana pasar yang sudah ramai sejak pagi. Warga memadati area pasar untuk membeli berbagai kebutuhan, sementara aktivitas tawar-menawar berlangsung di hampir seluruh sudut pasar.

Salah seorang pedagang daging, Muzzani yang akrab disapa Koni, mengungkapkan bahwa jumlah pembeli terus meningkat dalam beberapa hari terakhir.

“Menjelang meugang Idul Fitri ini pembeli sudah mulai ramai. Hampir setiap hari meningkat, apalagi mendekati hari puncak nanti,” ujarnya, Selasa (17/3/2026).

Hal serupa disampaikan pedagang lainnya, Darwin, yang menyebutkan aktivitas pasar kini semakin ramai namun tetap tertib dan kondusif.

“Dari pagi sudah ramai, tapi sekarang jauh lebih tertib. Pembeli juga lebih nyaman,” katanya.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pertanian Aceh Besar, M. Ali, menegaskan bahwa pemerintah daerah terus melakukan pengawasan ketat untuk memastikan ketersediaan kebutuhan masyarakat tetap aman menjelang meugang.

Ia mengatakan, pihaknya melalui bidang peternakan terus memantau pasokan, tidak hanya untuk Aceh Besar, tetapi juga untuk wilayah Banda Aceh dan Sabang yang selama ini bergantung pada distribusi dari daerah tersebut.

“Insyaallah persediaan untuk meugang tahun ini tercukupi, karena kita terus melakukan pengawasan secara intensif,” ujarnya.

Menurutnya, pengawasan dilakukan oleh petugas di seluruh kecamatan melalui 12 unit Pos Kesehatan Hewan (Poskeswan). Setiap pekan, petugas memeriksa kondisi kesehatan hewan guna memastikan kelayakan sebelum didistribusikan ke masyarakat.

“Petugas kita di 12 Poskeswan (Pos Kesehatan Hewan) terus memantau kesehatan hewan setiap minggu. Ini bagian dari upaya kita agar pelaksanaan meugang berjalan sesuai harapan seperti tahun-tahun sebelumnya,” jelasnya.

Selain itu, pemerintah juga mengimbau para pedagang dan pemilik ternak untuk melakukan penyembelihan di Rumah Potong Hewan (RPH) atau RTH Lambaro yang telah memiliki sertifikasi halal.

“Kami sangat berharap kepada para toke atau pedagang yang ingin melakukan penyembelihan agar dilakukan di RTH Lambaro. Fasilitas ini sudah memiliki sertifikat halal dan memenuhi standar yang ditetapkan,” tambahnya.

Ia menyebutkan, biaya jasa pemotongan di RTH Lambaro tergolong terjangkau, yakni sebesar Rp65 ribu per ekor, sesuai dengan informasi resmi di lokasi.

Pemerintah Kabupaten Aceh Besar terus memantau aktivitas pasar guna menjaga stabilitas pasokan dan harga tetap terkendali menjelang Hari Raya Idul Fitri. Penataan pasar yang telah dilakukan sebelumnya juga mulai menunjukkan hasil positif, baik dari sisi kenyamanan maupun kelancaran distribusi barang.

Pemerintah turut mengimbau para pedagang dan masyarakat untuk menjaga ketertiban serta kebersihan pasar agar suasana kondusif tetap terjaga, terutama saat puncak aktivitas meugang.

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News.

Warga Puji Kinerja Camat Kluet Utara, PJU Kota Fajar Kini Lebih Terang dan Tertata

0
Mahlianurrahman, warga Kota Fajar. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.ID | TAPAKTUAN – Upaya perbaikan Penerangan Jalan Umum (PJU) yang dilakukan Camat Kluet Utara mendapat apresiasi dari masyarakat. Perbaikan tersebut dinilai membawa dampak langsung terhadap kenyamanan warga, khususnya di kawasan Kota Fajar.

Apresiasi itu disampaikan oleh Mahlianurrahman, warga Kota Fajar yang baru kembali dari perantauan. Ia mengaku melihat perubahan cukup signifikan, terutama pada kondisi penerangan jalan di wilayah tersebut.

“Saya baru pulang merantau, dan saya lihat sekarang Kota Fajar sudah jauh lebih indah. Lampu jalan juga sudah bagus dan terang, sehingga sangat membantu aktivitas masyarakat di malam hari,” ujarnya kepada Nukilan.

Sebelumnya, Camat Kluet Utara, Alman Paluti, melakukan peninjauan langsung sekaligus memperbaiki sejumlah lampu jalan yang mengalami kerusakan. Langkah ini menjadi bagian dari upaya pemerintah kecamatan dalam meningkatkan pelayanan publik menjelang bulan suci Ramadhan.

Menurut Mahlianurrahman, respons cepat tersebut menunjukkan kepedulian pemerintah terhadap kebutuhan masyarakat di tingkat lokal.

“Ini merupakan bentuk perhatian nyata dari pemerintah kecamatan. Saya sebagai masyarakat tentu sangat merasakan manfaatnya,” katanya.

Ia juga berharap kondisi Kota Fajar yang semakin terang dan tertata dapat menarik lebih banyak pengunjung dari luar daerah, terutama untuk berbelanja di pasar setempat.

“Kalau suasana kota sudah nyaman dan terang, tentu orang dari luar akan lebih tertarik datang. Harapannya, ini bisa meningkatkan aktivitas di pasar dan berdampak langsung pada pertumbuhan ekonomi masyarakat,” tambahnya.

Ke depan, ia berharap perbaikan infrastruktur seperti PJU dapat terus dilakukan secara berkelanjutan dan merata, sehingga manfaatnya dapat dirasakan oleh seluruh masyarakat di wilayah Kluet Utara. (xrq)

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News

Polres Aceh Barat Perketat Pengaturan Lalu Lintas di Titik Keramaian Selama Ops Ketupat Seulawah 2026

0
Polres Aceh Barat Perketat Pengaturan Lalu Lintas di Titik Keramaian Selama Ops Ketupat Seulawah 2026. (Foto: tribratanews.polresacehbarat.com)

NUKILAN.ID | MEULABOH – Personel Pos Pelayanan (Pos Yan) Polres Aceh Barat mengintensifkan pengaturan lalu lintas di sejumlah titik keramaian dalam rangka Operasi Ketupat Seulawah 2026, Rabu (18/3/2026).

Kegiatan ini dilakukan untuk menjaga kelancaran arus kendaraan, khususnya di lokasi-lokasi yang mengalami peningkatan aktivitas masyarakat selama bulan Ramadan hingga menjelang Hari Raya Idul Fitri.

Pengaturan lalu lintas berlangsung mulai pukul 11.30 WIB hingga 12.15 WIB, dengan menyasar sejumlah titik strategis, seperti Pos Pelayanan Gardu Lantas Polres Aceh Barat, kawasan Pasar Rakyat, serta area Suzuya Mall di Kecamatan Johan Pahlawan.

Pelaksanaan kegiatan dipimpin oleh Perwira Pengendali Ipda Septa Hardi, S.H., bersama anggota piket Regu C yang tergabung dalam Pos Pelayanan Ops Ketupat Seulawah 2026 Polres Aceh Barat.

Kapolres Aceh Barat, AKBP Yhogi Hadisetiawan, S.I.K., M.I.K., melalui Ipda Septa Hardi, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya kepolisian dalam memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat.

“Kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian Operasi Ketupat Seulawah 2026 dalam rangka memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, khususnya menjelang Hari Raya Idul Fitri.”

Ia menambahkan, pengaturan lalu lintas di pusat-pusat keramaian terus ditingkatkan guna mengantisipasi lonjakan aktivitas masyarakat, sehingga arus kendaraan tetap lancar dan potensi kemacetan dapat diminimalisir.

Selain melakukan pengaturan arus lalu lintas, petugas juga memberikan imbauan kepada pengguna jalan agar mematuhi aturan berlalu lintas serta menjaga ketertiban di jalan raya.

Tidak hanya itu, personel turut melakukan pemantauan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di sekitar lokasi guna memastikan kondisi tetap aman dan kondusif selama pelaksanaan operasi.

Selama kegiatan berlangsung, situasi di lapangan terpantau aman, tertib, dan terkendali, dengan arus lalu lintas yang berjalan lancar.

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News.

Dinsos Aceh Gandeng FK USK, Perkuat SDM dan Layanan Sosial Berbasis Keilmuan

0
Dinsos Aceh Gandeng FK USK Perkuat SDM dan Layanan Sosial Berbasis Keilmuan (Foto: Dinsos Aceh)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Pemerintah Aceh melalui Dinas Sosial Aceh menjalin kerja sama strategis dengan Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala (FK USK) guna meningkatkan kualitas pendidikan, pengetahuan, dan keterampilan peserta didik, khususnya di bidang layanan sosial dan kemanusiaan.

Kesepakatan tersebut ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama yang berlangsung di ruang kerja Kepala Dinas Sosial Aceh, Senin (16/3/2026).

Perjanjian ini ditandatangani oleh Dekan FK USK, Dr. dr. Safrizal Rahman, M.Kes., Sp.OT, bersama Kepala Dinas Sosial Aceh, Budi Afrizal, SKM., MKM. Kerja sama ini menjadi langkah konkret dalam mendukung pelaksanaan tridarma perguruan tinggi sekaligus memperkuat peran pemerintah daerah dalam pelayanan sosial berbasis keilmuan.

Kepala Dinas Sosial Aceh, Budi Afrizal, mengatakan kolaborasi tersebut penting dalam meningkatkan kapasitas sumber daya manusia, terutama dalam penanganan persoalan sosial dan pelayanan terhadap kelompok rentan.

“Kerja sama ini diharapkan mampu memperkuat sinergi antara dunia akademik dan pemerintah dalam menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat, terutama dalam bidang kesejahteraan sosial,” ujarnya.

Sementara itu, pihak FK USK menyatakan komitmennya untuk mendukung berbagai program Pemerintah Aceh melalui penguatan pendidikan, penelitian, serta pengabdian kepada masyarakat yang terintegrasi dengan kebutuhan di lapangan.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Program Studi Jurusan Psikologi USK, Dr. Mirza, S.Psi., M.Si., serta Wakil Dekan III FK USK, Dr. Rina Suryani Oktari, S.Kep., M.Si., yang memberikan dukungan terhadap implementasi kerja sama lintas sektor tersebut.

Dari Dinas Sosial Aceh, hadir pula Kepala UPTD PSATAN, Michael Octaviano, SSTP, serta Kasubbag Kepegawaian dan Hukum, Agus, yang mendampingi jalannya kegiatan.

Melalui kerja sama ini, diharapkan terbangun sinergi berkelanjutan dalam meningkatkan kualitas pelayanan sosial di Aceh, sekaligus mendorong pengembangan kompetensi mahasiswa sebagai calon tenaga profesional yang siap terjun langsung ke tengah masyarakat.

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News.

Flower Aceh dan Lifeguards Aceh Konsisten Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Aceh

0
Penyaluran Bantuan Sembako dan ODM untuk Masyarakat di Desa Bukit Tempurung Aceh Tamiang yang berlokasi di SDN Tanjung Rambut pada 15-17 Maret 2026 (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.ID | KUALA SIMPANG – Bencana banjir yang melanda sejumlah wilayah di Aceh sejak akhir November 2025 masih menyisakan dampak serius bagi ribuan warga, terutama kelompok rentan seperti perempuan, anak-anak, lansia, dan penyandang disabilitas.

Di tengah mulai berkurangnya relawan dari berbagai daerah, Flower Aceh bersama Lifeguards Aceh tetap konsisten menjalankan aksi kemanusiaan di sejumlah wilayah terdampak, seperti Aceh Tamiang, Aceh Tengah, Aceh Utara, Pidie, dan Pidie Jaya.

Berbagai upaya dilakukan, mulai dari pengoperasian dapur umum, distribusi logistik, layanan pengaduan kekerasan berbasis gender, hingga penyaluran bantuan khusus bagi perempuan dan anak.

Khusus di Aceh Tamiang, relawan bekerja sama dengan Penabulu-Oxfam, WLHL, Lokadaya, serta sejumlah lembaga lainnya dalam menyalurkan bantuan berupa paket sembako, hygiene kit, shelter kit, kasur lipat, tikar, perlengkapan memasak, hingga tabung gas ke wilayah yang sulit dijangkau akibat kerusakan infrastruktur pascabanjir.

Aksi kemanusiaan ini bermula dari inisiatif mandiri para relawan. Sejak 28 November 2025, Flower Aceh dan Lifeguards Aceh telah mendirikan dapur umum di belakang Kantor DPRK Aceh Tamiang dengan menggunakan dana pribadi pengurus dan anggota.

Seiring waktu, bantuan mulai mengalir dari berbagai pihak, baik dari dalam negeri seperti Aceh, Medan, Jakarta, Bekasi, hingga dari luar negeri. Donasi yang diberikan mencakup logistik, dana tunai, operasional dapur umum, hingga pakaian baru untuk para penyintas.

Dapur umum tersebut mampu memproduksi ratusan nasi bungkus setiap hari yang didistribusikan ke sejumlah titik pengungsian, seperti Kota Lintang, Desa Kesehatan, Kampung Kota Kuala Simpang, hingga Babo. Selain makanan siap saji, relawan juga menyalurkan pakaian baru bagi korban terdampak.

Memasuki Februari 2026, distribusi bantuan diperluas dengan penyaluran sembako, shelter kit, dan hygiene kit. Proses pendataan dilakukan melalui metode rapid assessment dan rapid gender assessment untuk memastikan bantuan tepat sasaran.

Berdasarkan data lapangan, distribusi bantuan telah menjangkau ribuan kepala keluarga di berbagai lokasi, di antaranya Gampong Kota Kuala Simpang, Dusun Kenari, Gampong Tanah Terban, Gampong Babo, hingga kawasan Simpang Kiri.

Total sementara penerima manfaat dari rangkaian distribusi tersebut mencapai lebih dari 2.950 kepala keluarga.

Ketua Posko Relawan Flower Aceh dan Lifeguards Aceh di Aceh Tamiang, Agus Milanda, menyebutkan bahwa proses distribusi bantuan masih terus berlanjut, termasuk kegiatan monitoring yang dilakukan pada 15-17 Maret 2026 di Desa Bukit Tempurung.

“Kami tidak akan berhenti selama masih memiliki kekuatan dan sumber daya. Meskipun banjir mulai surut, pemulihan ekonomi dan pemenuhan kebutuhan dasar masih menjadi pekerjaan rumah besar. Banyak dari mereka yang kehilangan mata pencaharian dan belum bisa kembali ke rumah karena rusak berat,” ujar Agus Milanda saat ditemui di lokasi pengungsian Huntara Karang Baru, 17 Maret 2026.

Ia juga menyampaikan rencana lanjutan penyaluran bantuan pada pertengahan April 2026 sebanyak 2.557 paket sembako di tiga desa di Aceh Tamiang.

Direktur Eksekutif Flower Aceh, Riswati, turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung aksi kemanusiaan ini, baik lembaga maupun donatur dari dalam dan luar negeri.

“Tanpa dukungan semua pihak, mustahil kami bisa bertahan selama ini. Ini adalah bukti bahwa solidaritas dan persaudaraan tidak mengenal batas wilayah,” ujarnya.

Flower Aceh merupakan organisasi masyarakat sipil yang berfokus pada pemberdayaan serta perlindungan perempuan, anak, dan kelompok rentan. Dalam setiap respon bencana, organisasi ini memastikan kebutuhan spesifik kelompok tersebut tetap terpenuhi, termasuk perlengkapan ibu hamil, kebutuhan bayi, serta pendampingan psikososial.

Sementara itu, Lifeguards Aceh dikenal sebagai lembaga yang bergerak di bidang penyelamatan dan penanganan bencana, mulai dari evakuasi korban hingga distribusi bantuan ke wilayah terpencil.

“Lifeguard Aceh memiliki pengalaman panjang dalam penanganan darurat, mulai dari evakuasi korban, pendirian dapur umum, hingga distribusi logistik ke daerah-daerah terpencil. Komitmen kami akan terus mendukung kerja-kerja kemanusiaan di lokasi bencana,” tegas Ketua Lifeguard, T. Ayatullah Bani Baeit.

Di tengah kondisi pascabencana yang masih sulit, kehadiran relawan menjadi harapan bagi para penyintas. Komitmen untuk terus membantu menunjukkan bahwa solidaritas kemanusiaan tetap hidup, bahkan ketika perhatian mulai berkurang.

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News.

Bank Aceh Tingkatkan Action Mobile, Perkuat Keamanan dan Kinerja Aplikasi

0
Bank Aceh mobile banking. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Bank Aceh melakukan pembaruan layanan mobile banking melalui peningkatan aplikasi Action Mobile dari versi 1.2.7 menjadi versi 1.3.0. Pembaruan ini difokuskan pada penguatan sistem keamanan serta peningkatan performa aplikasi guna memberikan pengalaman transaksi yang lebih aman dan andal bagi nasabah.

Pemimpin Divisi Sekretariat Perusahaan Bank Aceh, Ilham Novrizal, menyampaikan bahwa versi terbaru aplikasi tersebut menghadirkan peningkatan signifikan pada aspek keamanan.

Ia menjelaskan, pembaruan mencakup penguatan mekanisme perlindungan aplikasi, penyempurnaan proses autentikasi, serta peningkatan kemampuan dalam mendeteksi aktivitas tidak wajar dibandingkan versi sebelumnya.

Salah satu fitur baru dalam Action Mobile versi 1.3.0 adalah kemampuan untuk mendeteksi keberadaan aplikasi lain di perangkat nasabah yang dinilai berpotensi berbahaya atau tidak aman. Jika terdeteksi, sistem akan memberikan peringatan kepada pengguna agar segera menghapus aplikasi tersebut demi menjaga keamanan saat bertransaksi.

Selain aspek keamanan, pembaruan ini juga membawa peningkatan pada performa dan stabilitas sistem. Bank Aceh menargetkan proses transaksi menjadi lebih cepat, stabil, dan minim gangguan, sehingga mampu mendukung kebutuhan nasabah dalam beraktivitas secara digital.

Pada versi terbaru ini, nasabah juga mendapatkan kemudahan dalam proses autentikasi. Pengguna kini dapat menggunakan kata sandi tanpa karakter unik, cukup dengan kombinasi huruf besar, huruf kecil, dan angka.

Selain itu, aplikasi telah mendukung metode login berbasis biometrik, seperti sidik jari dan pemindaian wajah, yang dinilai lebih praktis sekaligus tetap aman.

Ilham juga mengingatkan nasabah pengguna Action Mobile untuk tetap waspada dalam bertransaksi. Ia menegaskan pentingnya menjaga kerahasiaan data pribadi, termasuk user, password, PIN, dan kode OTP agar tidak disalahgunakan pihak yang tidak bertanggung jawab.

Ia menambahkan, Bank Aceh tidak pernah meminta data rahasia nasabah dalam bentuk apa pun, baik melalui pesan singkat, telepon, maupun tautan tidak resmi. Karena itu, nasabah diimbau untuk selalu memastikan keamanan perangkat serta hanya mengakses layanan melalui kanal resmi yang disediakan bank.

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News

Kak Na Sapa Anak Korban Banjir di Bireuen, Bagikan Santunan dan Baju Lebaran

0
Kak Na Sapa Anak Korban Banjir di Bireuen, Bagikan Santunan dan Baju Lebaran. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.ID | BIREUEN – Senyum hangat terus ia tebarkan, meski tak sepenuhnya mampu menyembunyikan rasa haru di wajahnya. Marlina Muzakir, Ketua TP PKK Aceh, hadir membawa semangat bagi anak-anak yang tengah menghadapi masa sulit.

Istri Gubernur Aceh yang akrab disapa Kak Na itu mengunjungi anak-anak korban banjir dan anak yatim di Gampong Dayah Mesjid, Kecamatan Kuta Blang, Rabu (18/3/2026). Dalam kunjungan tersebut, ia menyerahkan santunan serta baju lebaran untuk menghibur mereka.

“Alhamdulillah, senang sekali bisa melihat senyum mereka. Tapi, kita tentu sedih membayangkan mereka akan merayakan Idul Fitri di lokasi pengungsian atau di Huntara,” ucapnya.

Di sela kegiatan, Kak Na juga menyapa langsung anak-anak. Ia bahkan sempat bercanda ringan saat memberikan bantuan.

“Kalau bajunya sedikit kebesaran gak apa-apa ya nak ya,” ucap Kak Na saat menyerahkan santunan kepada Zaskia, siswa kurang mampu yang kini duduk di kelas 3 SMP.

Sebelumnya, Kak Na bersama tim juga mengunjungi Gampong Simpang Rambong, Kecamatan Nisam Antara, Aceh Utara. Di lokasi tersebut, ia berdialog dengan anak-anak di pengungsian serta menyerahkan santunan dan baju lebaran kepada belasan anak korban banjir dan fakir miskin.

“Selamat lebaran untuk anak-anak Bunda semua. Tetap semangat ya, tetap rajin belajar,” kata Kak Na menyemangati para bocah sebelum berpamitan.

Kehadiran Kak Na di tengah anak-anak terdampak bencana diharapkan dapat menghadirkan kebahagiaan kecil sekaligus memberi semangat menyambut Idul Fitri di tengah keterbatasan.

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News

Sekda Aceh Sapa Pemudik di KMP Aceh Hebat 2, 650 Tiket Gratis Disiapkan ke Sabang

0
Sekda Aceh Sapa Pemudik di KMP Aceh Hebat 2, 650 Tiket Gratis Disiapkan ke Sabang. (Foto: Humas Aceh)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH — Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh, Muhammad Nasir, menyapa langsung para pemudik tujuan Kota Sabang di atas kapal motor penyeberangan KMP Aceh Hebat 2 di Pelabuhan Ulee Lheue, Rabu (18/3/2026), sesaat sebelum keberangkatan.

Program mudik gratis yang digelar Pemerintah Aceh bekerja sama dengan ASDP Indonesia Ferry menjadi perhatian dalam pelayaran tersebut. Tahun ini, kuota tiket gratis yang disiapkan mencapai 650 orang dan diberangkatkan dalam beberapa jadwal.

Dalam kesempatan itu, Nasir turut menyerahkan bingkisan kepada sejumlah penumpang penerima fasilitas mudik gratis. Ia juga menyampaikan salam dari Gubernur Aceh sekaligus mengingatkan pentingnya keselamatan selama perjalanan.

Salah satu pemudik, Aminah, mengaku terbantu dengan program tersebut. Ia menyebut proses pendaftaran cukup mudah karena hanya menggunakan KTP di posko pelabuhan.

“Alhamdulillah tidak ada kesulitan dalam mendaftarkan. Semoga ke depan lebih baik dan kuota lebih banyak,” ujarnya.

Dari ruang kapten kapal, Nasir juga menyampaikan imbauan keselamatan kepada seluruh penumpang melalui pengeras suara. Ia menegaskan pesan Gubernur Aceh agar masyarakat mengutamakan keselamatan selama perjalanan mudik Idul Fitri.

“Mewakili Gubernur, saya menyampaikan pesan keselamatan bagi seluruh penumpang menuju Pulau Sabang. Kami menghimbau masyarakat untuk tetap berhati-hati di perjalanan sehingga selamat sampai tujuan. Semoga perjalanan ini menyenangkan. Sampaikan salam Pak Gubernur kepada keluarga di Sabang, dan mari terus promosikan Sabang,” ujar Nasir.

Sementara itu, General Manager ASDP Banda Aceh, Andri Setiawan, melaporkan bahwa pada trip kedua pukul 11.30 WIB tersebut, kapal mengangkut 246 penumpang, dengan 77 orang di antaranya merupakan penerima tiket gratis.

“Total tiket mudik gratis tahun ini kita sediakan 650 orang,” kata Andri.

Menanggapi hal tersebut, Nasir berharap kuota mudik gratis tujuan Sabang dapat ditingkatkan pada tahun mendatang. Ia menargetkan jumlah penerima bisa mencapai 2.500 orang, sekaligus menekankan pentingnya sosialisasi program secara lebih luas agar semakin banyak masyarakat yang memanfaatkannya.

Kepala Dinas Perhubungan Aceh T. Faisal menambahkan, program mudik gratis oleh ASDP merupakan bagian dari sinergi berbagai pihak dalam mendukung kelancaran mobilitas masyarakat selama periode lebaran, khususnya menuju wilayah kepulauan seperti Sabang.

Ia menyebut kolaborasi antara pemerintah dan BUMN seperti ASDP menjadi langkah strategis untuk memperluas layanan kepada masyarakat. Selain itu, Pemerintah Aceh juga mendapat dukungan dari Kementerian Perhubungan berupa layanan mudik gratis kapal cepat ke Sabang dengan kuota hingga 2.500 penumpang.

Turut mendampingi Sekda Aceh dalam kegiatan tersebut, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda Aceh T. Robby Irza, Kepala Biro Adpim Setda Aceh Akkar Arafat, serta Kepala Dinas Perhubungan Aceh T. Faisal.

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News

Jelang Akhir Ramadhan, MPU Aceh Selatan Dorong Penguatan Baitul Mal Gampong untuk Kelola Zakat

0
Pimpinan Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Kabupaten Aceh Selatan, Ustaz Riza Nazlianto. (Foto: Dok. Pribadi)

NUKILAN.ID | TAPAKTUAN – Menjelang berakhirnya bulan suci Ramadhan, Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Kabupaten Aceh Selatan menekankan pentingnya penguatan Baitul Mal Gampong (BMG) sebagai ujung tombak pengelolaan zakat di tingkat masyarakat.

Momentum akhir Ramadhan dinilai bukan sekadar penutup ibadah puasa, tetapi juga waktu penting untuk menyempurnakan amal melalui penunaian zakat fitrah, yang memiliki nilai kepedulian dan keadilan sosial.

Pimpinan MPU Aceh Selatan, Ustadz H. Riza Nazlianto, Lc, kepada Nukilan.id mengatakan bahwa zakat merupakan ibadah yang berkaitan langsung dengan hak orang lain, sehingga pengelolaannya harus dilakukan secara serius dan penuh tanggung jawab.

“Zakat adalah ibadah yang menyangkut hak orang lain di dalam harta kita. Maka pengelolaannya tidak boleh dilakukan secara sembarangan. Harus ada sistem yang jelas, amanah yang kuat, dan kejujuran yang terjaga,” ujar Ustadz Riza.

Ia menegaskan, penguatan Baitul Mal Gampong memiliki dasar hukum yang kuat, merujuk pada Qanun Aceh Nomor 10 Tahun 2018 yang telah diperbarui dengan Qanun Aceh Nomor 3 Tahun 2021, serta Peraturan Bupati Aceh Selatan Nomor 32 Tahun 2024.

Menurutnya, regulasi tersebut menjadi landasan penting agar pengelolaan zakat berjalan tertib, profesional, dan dapat dipertanggungjawabkan.

“Dengan adanya aturan ini, kita ingin memastikan bahwa zakat benar-benar dikelola secara terarah, transparan, dan tepat sasaran. Tidak boleh ada keraguan dari masyarakat terhadap proses penyalurannya,” tegasnya.

Ustadz Riza juga mengajak masyarakat untuk menyalurkan zakat fitrah melalui Baitul Mal Gampong agar distribusinya lebih merata dan akuntabel.

“Ketika zakat disalurkan melalui lembaga yang resmi dan terstruktur, maka distribusinya akan lebih adil, merata, dan dapat dipertanggungjawabkan. Ini penting agar tidak ada yang berlebihan dan tidak ada pula yang terlewatkan,” ungkapnya.

Di sisi lain, ia memberikan dukungan kepada pengurus Baitul Mal Gampong agar terus menjaga amanah dalam menjalankan tugas.

“Kami mendukung penuh BMG untuk bekerja secara amanah dan transparan. Karena di situlah letak kepuasan batin masyarakat, ketika mereka melihat zakat yang ditunaikan benar-benar sampai kepada yang berhak secara tepat dan akurat,” ujarnya.

Namun demikian, ia mengingatkan adanya potensi penyimpangan dalam proses pendataan dan penyaluran zakat, terutama menjelang pembagian zakat fitrah.

“Kita tidak boleh lengah. Ada oknum-oknum tertentu yang mencoba memanfaatkan momentum ini, seperti muallaf musiman, musafir dadakan, atau berbagai cara lain untuk mengelabui petugas. Ini harus diantisipasi dengan pendataan yang baik dan kehati-hatian,” tegasnya.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang selama ini berperan dalam pengelolaan zakat di Aceh Selatan.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada pengurus Badan Baitul Mal, Dewan Pengawas, serta Sekretariat Baitul Mal Aceh Selatan yang terus konsisten membina dan mengawasi proses pengumpulan dan penyaluran zakat, termasuk zakat fitrah. Ini adalah kerja besar yang membutuhkan komitmen dan keikhlasan,” katanya.

Dalam refleksinya, Ustadz Riza mengajak masyarakat memahami makna zakat tidak hanya sebagai kewajiban, tetapi juga sebagai sarana membersihkan hati dan memperkuat kepedulian sosial.

“Zakat bukan hanya membersihkan harta, tetapi juga membersihkan hati. Ia mengajarkan kita untuk peduli, untuk berbagi, dan untuk menghadirkan kebahagiaan bagi orang lain,” tuturnya.

Menutup pernyataannya, ia menyampaikan pesan kepada masyarakat agar memastikan zakat yang ditunaikan benar-benar memberi manfaat bagi yang membutuhkan.

“Jangan biarkan ada saudara kita yang meneteskan air mata di hari raya karena kekurangan. Pastikan zakat yang kita tunaikan benar-benar menjadi kebahagiaan bagi mereka. Karena sejatinya, keberkahan Idul Fitri bukan hanya tentang apa yang kita miliki, tetapi tentang apa yang kita bagikan.”

Penguatan Baitul Mal Gampong di akhir Ramadhan ini dinilai menjadi langkah penting dalam menjaga amanah, memperkuat kepercayaan masyarakat, serta menghadirkan keadilan sosial melalui pengelolaan zakat yang transparan dan tepat sasaran. (XRQ)

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News.

Garuda Indonesia Tambah Penerbangan Mudik Lebaran Rute Jakarta–Banda Aceh

0
Pesawat Maskapai Garuda Indonesia (Foto: Garuda Indonesia)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Maskapai Garuda Indonesia menambah jadwal penerbangan untuk rute Bandara Soekarno-Hatta menuju Banda Aceh pada arus mudik Lebaran Idul Fitri 1447 Hijriah. Penambahan ini dilakukan menyusul tingginya minat masyarakat yang ingin pulang kampung ke Aceh.

Mengutip ANTARA, Pelaksana Harian (Plh) General Manager Garuda Indonesia Banda Aceh, Jufriandi, mengatakan lonjakan minat pemudik tahun ini jauh lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya.

“Animo masyarakat untuk mudik tahun ini sangat tinggi dan ini sangat berbeda dibanding dengan tahun sebelumnya,” ujarnya di Banda Aceh, Selasa (17/3/2026).

Ia menjelaskan, penerbangan tambahan dijadwalkan pada 18 Maret 2026 dengan kapasitas sebanyak 162 kursi untuk rute Bandara Soekarno-Hatta–Banda Aceh.

Menurutnya, tiket penerbangan untuk periode 14 hingga 21 Maret 2026 sudah habis terjual, terutama untuk kelas ekonomi. Sementara itu, kursi yang masih tersedia hanya untuk kelas bisnis. Adapun penerbangan dari Banda Aceh menuju Jakarta masih tersedia.

“Minat masyarakat untuk berlebaran di kampung halaman sangat tinggi. Ini sangat luar biasa,” katanya.

Jufriandi menambahkan, tingginya permintaan perjalanan juga didukung oleh kebijakan pemerintah berupa pembebasan pajak sebesar 11 persen, yang berdampak pada penurunan harga tiket secara signifikan.

Untuk musim mudik Lebaran 2026, harga tiket rute Bandara Soekarno-Hatta–Banda Aceh berkisar antara Rp1,9 juta hingga Rp2,3 juta.

Pihak Garuda Indonesia juga menegaskan komitmennya untuk terus memberikan pelayanan terbaik serta menghadirkan pengalaman penerbangan yang nyaman bagi seluruh penumpang.

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News.