Beranda blog Halaman 363

Perjalanan Panjang Andik Vermansyah, dari Jember hingga Kancah Internasional

0
Andik Vermansyah. (Foto: AnataraNews)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH Nama Andik Vermansyah begitu familiar di telinga pecinta sepak bola di Aceh. Bagaimana tidak, selama dua musim terakhir, ia membela Persiraja Banda Aceh dan menjadi andalan di lini serang Laskar Rencong. Namun, pada Sabtu, 28 Juni 2025, Andik resmi mengumumkan kepergiannya dari klub kebanggaan masyarakat Aceh tersebut.

Andik merupakan salah satu pemain yang paling dikenang oleh publik sepak bola nasional. Pemain kelahiran Jember, Jawa Timur, 23 November 1991 ini dikenal luas sebagai winger yang lincah dan penuh determinasi. Ia sempat menjadi tulang punggung Timnas Indonesia di berbagai ajang internasional.

Dikutip Nukilan.id dari berbagai sumber, perjalanan karier Andik Vermansyah dimulai dari lingkungan yang sederhana. Sejak kecil, ia sudah akrab dengan bola dan lapangan. Bakatnya mulai mencuri perhatian ketika bergabung dengan Persebaya Surabaya U-18. Tahun 2007 menjadi momentum penting—ia sukses mengantar timnya menjuarai Liga Pemuda Regional Jawa Timur dan juga menyabet medali emas di ajang Pekan Olahraga Provinsi Jawa Timur.

Langkahnya menuju panggung profesional dimulai saat ia tampil untuk tim senior Persebaya di usia 17 tahun, tepatnya pada 29 Agustus 2008. Ia juga menjadi bagian dari skuad Jawa Timur yang meraih medali emas di PON XVII Kalimantan Timur. Setelah itu, Andik terus menapaki jenjang kariernya dengan memperkuat Timnas Indonesia U-23. Ia meraih medali perak pada SEA Games 2011 dan 2013, serta menjalani trial di klub Major League Soccer (MLS), D.C. United.

Perjalanan internasionalnya berlanjut saat ia bergabung dengan klub Malaysia, Selangor FA pada 2013. Di sana, Andik sukses mempersembahkan Piala Malaysia 2015, sekaligus mengakhiri puasa gelar klub tersebut selama satu dekade. Penampilannya yang cemerlang membuat suporter menjulukinya sebagai “pemain asing favorit”.

Setelah membela Selangor, Andik bergabung dengan Kedah FA pada 2018, lalu kembali ke tanah air memperkuat Madura United, Bhayangkara FC, hingga akhirnya berlabuh di Persiraja Banda Aceh. Ia membela klub asal Aceh itu selama dua musim di Liga 2, sebelum resmi berpisah pada Juni 2025.

Andik juga pernah mencetak gol dalam laga uji coba saat memperkuat tim cadangan Ventforet Kofu di Jepang. Bahkan ia menerima pujian dari pelatih setempat atas penampilan apiknya.

Dengan tinggi badan sekitar 162 cm, Andik dikenal memiliki kecepatan luar biasa, dribel tajam, serta keberanian menembus pertahanan lawan. Postur dan gaya mainnya membuat publik menjulukinya sebagai “Messi Indonesia”. Julukan ini tak lepas dari aksinya yang energik di sisi sayap dan kontribusinya dalam mengubah jalannya pertandingan.

Salah satu puncak karier Andik bersama Timnas terjadi saat tampil di AFF Suzuki Cup 2016. Ia juga meraih penghargaan Best Goal AFF 2017 berkat gol spektakulernya. Sepanjang kariernya, Andik sempat menjadi salah satu pemain dengan gaji tertinggi asal Indonesia, khususnya saat berkiprah di Liga Malaysia.

Meski belum mengumumkan pensiun secara resmi, kepergiannya dari Persiraja menandai akhir dari satu babak penting dalam karier sang winger. Jejak langkahnya dari gang-gang kecil di Jember hingga menembus liga luar negeri menjadi teladan bagi banyak pemain muda Indonesia.

Biodata Lengkap Andik Vermansyah

  • Nama lengkap: Andik Vermansah

  • Tempat, tanggal lahir: Jember, Jawa Timur, 23 November 1991

  • Tinggi badan: Sekitar 162–163 cm

  • Agama: Islam

  • Posisi: Winger / Gelandang serang

  • Klub terakhir: Persiraja Banda Aceh (Liga 2)

  • Nomor punggung: 7

  • Karier junior: Persebaya Surabaya U-18

  • Karier senior: Persebaya, Selangor FA, Kedah FA, Madura United, Bhayangkara FC, Persiraja Banda Aceh

  • Prestasi:

    • Piala Malaysia 2015

    • Best Goal AFF 2017

    • Medali perak SEA Games 2011 dan 2013

Andik Vermansyah bukan hanya legenda lapangan hijau, melainkan juga simbol semangat juang anak bangsa yang membuktikan bahwa kerja keras, konsistensi, dan bakat bisa membawa siapa pun menuju panggung dunia. (xrq)

Reporter: AKil

Andik Vermansyah Resmi Tinggalkan Persiraja Banda Aceh

0
ANDIK VERMANSYAH
Mantan pemain tim nasional Indonesia, Andik Vermansyah. (Foto: Instagram)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH — Mantan pemain tim nasional Indonesia, Andik Vermansyah, resmi mengakhiri kebersamaannya dengan Persiraja Banda Aceh setelah dua musim membela klub berjuluk Laskar Rencong tersebut. Kabar ini ia sampaikan melalui unggahan di akun Instagram pribadinya, seperti dikutip Nukilan.id, Sabtu (28/6/2025).

“Di luar prediksi saya, sangat berat rasanya untuk mengucapkan perpisahan. Terima kasih sebesar-besarnya kepada seluruh pecinta Persiraja,” tulis Andik dalam pesannya.

Selama dua tahun memperkuat Persiraja, pemain asal Jember itu mengaku telah menciptakan banyak kenangan yang membekas di hati. Bukan hanya atmosfer pertandingan dan dukungan dari suporter, tetapi juga keramahan masyarakat Aceh yang ia nilai sangat menyentuh.

“Bukan sekadar teriakanmu dan dukunganmu yang membuat saya bangga membela Persiraja, tetapi juga kenyamanan lingkungan masyarakat yang begitu menyentuh hati. Semoga ketulusan saya untuk tim dan dedikasi selama ini bisa bermanfaat,” lanjutnya.

Andik juga menyampaikan permohonan maaf atas segala kekhilafan yang mungkin terjadi selama dirinya berada di Banda Aceh.

“Dari lubuk hati terdalam, saya berharap Persiraja, cepat atau lambat, bisa kembali ke kasta tertinggi sepak bola Indonesia. Saya mohon maaf sebesar-besarnya apabila ada tingkah laku atau kekhilafan saya yang keliru selama di sini,” ungkapnya.

Tak lupa, ia memberikan apresiasi kepada seluruh jajaran manajemen klub atas kerja sama yang telah terjalin.

“Saya mengucapkan banyak terima kasih kepada seluruh manajemen @persiraja_official yang telah berjuang bersama-sama. Sampai jumpa di lain kesempatan. Assalamualaikum,” pungkas Andik.

Kabar perpisahan ini cukup mengejutkan para pendukung setia Persiraja, mengingat Andik merupakan salah satu pemain kunci dalam dua musim terakhir. Sebagai mantan andalan Timnas Indonesia, kehadiran Andik sempat memberikan warna tersendiri bagi permainan Persiraja, baik di dalam maupun luar lapangan. (XRQ)

Reporter: Akil

Wagub Aceh Ingatkan Pentingnya Mewujudkan Nilai Haji Mabrur dalam Kehidupan Sosial

0
Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah, SE, memberikan sambutan saat menghadiri acara penyambutan kepulangan Jemaah Haji Aceh Kloter Pertama Kota Banda Aceh di Asrama Haji Embarkasi, Banda Aceh, Sabtu, (28/6/2025). (Foto: Aspim Setda Aceh)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Wakil Gubernur Aceh, H. Fadhlullah, SE, mengingatkan para jemaah haji agar gelar haji yang mereka sandang tidak berhenti pada aspek ibadah semata, tetapi juga tercermin dalam sikap dan perilaku sosial di lingkungan masing-masing.

Hal tersebut disampaikan Fadhlullah saat menghadiri acara penyambutan kepulangan Jemaah Haji Aceh Kloter Pertama asal Kota Banda Aceh di UPT Asrama Haji Embarkasi Aceh, Sabtu (28/6/2025).

Amatan Nukilan.id di lokasi, Fadhlullah menekankan bahwa haji bukan hanya ritual spiritual, melainkan juga memiliki dimensi sosial dan moral yang harus terlihat dalam kehidupan sehari-hari.

“Tunjukkan bahwa haji mabrur itu tidak hanya dalam doa dan ibadah pribadi saja, tetapi juga dalam sikap sosial, kejujuran, kepedulian, keadilan, dan kesederhanaan. Mari kita jadikan rumah, gampong, dan lingkungan kita sebagai tempat yang lebih religius, rukun, dan harmonis,” ujarnya di hadapan jemaah yang baru pulang dari Tanah Suci.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh petugas haji Aceh yang telah memberikan pelayanan terbaik selama proses ibadah berlangsung. Menurutnya, pelayanan yang profesional dan fasilitas yang memadai menjadi bagian penting dalam memastikan kenyamanan dan kekhusyukan jemaah selama menjalankan rukun Islam kelima.

“Kita ingin memastikan pelayanan haji yang lebih profesional, fasilitas yang semakin layak, dan koordinasi yang lebih baik antar instansi. Ini semua demi memastikan jemaah kita bisa beribadah dengan khusyuk dan kembali ke tanah air dalam keadaan bahagia,” tambahnya.

Lebih lanjut, Fadhlullah menegaskan bahwa Pemerintah Aceh akan terus berkomitmen dalam meningkatkan kualitas penyelenggaraan ibadah haji. Ia berharap pengalaman spiritual para jemaah di Tanah Suci bisa menjadi energi positif yang membawa perubahan saat kembali ke tengah masyarakat.

“Atas nama pribadi dan Pemerintah Aceh, kami mengucapkan selamat datang kembali di Tanah Rencong tercinta. Alhamdulillah, Bapak dan Ibu telah menunaikan rukun Islam yang kelima. Mudah-mudahan semua dosa diampuni dan semua amal ibadah diterima sebagai haji yang mabrur,” pungkasnya.

Acara penyambutan turut dihadiri oleh Ketua Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Aceh, Drs Azhari, M.Si, sejumlah tokoh agama, dan para keluarga jemaah. Suasana haru dan bahagia menyelimuti momen kembalinya para tamu Allah dari perjalanan suci yang penuh makna. (XRQ)

Reporter: AKil

Jemaah Haji Kloter Pertama Asal Aceh Tiba di Bandara SIM

0
Ilustrasi jemaah haji. (Foto: MetroTV)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Sebanyak 392 jemaah haji asal Aceh yang tergabung dalam kelompok terbang (kloter) pertama telah mendarat dengan selamat di Bandara Sultan Iskandar Muda (SIM), Blang Bintang, Kabupaten Aceh Besar, pada Sabtu, 28 Juni 2025, pukul 06.30 WIB. Para jemaah tersebut merupakan warga dari Kota Banda Aceh.

Kedatangan mereka disambut oleh sejumlah pejabat dari Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Aceh.

“Alhamdulillah, jemaah haji Aceh kloter pertama sudah tiba di Bandara SIM,” ujar Ketua Petugas Penyelenggara Ibadah Haji Indonesia (PPIH) Embarkasi Aceh, Azhari, pada hari yang sama.

Azhari menjelaskan bahwa pesawat Garuda Indonesia yang membawa jemaah lepas landas dari Bandara Pangeran Mohammad bin Abdulaziz, Madinah, pada pukul 18.42 waktu Arab Saudi (WAS).

Setibanya di Bandara SIM, para jemaah langsung diberangkatkan menuju Asrama Haji menggunakan 10 unit bus yang telah disiapkan oleh panitia.

“Dari Bandara SIM, para jemaah selanjutnya diantar ke Asrama Haji dengan menggunakan 10 bus,” ucap Azhari.

Setiba di Asrama Haji, jemaah akan melalui tahapan pemeriksaan kesehatan dan administrasi sebelum dilepas untuk kembali ke daerah masing-masing. Gubernur Aceh atau perwakilannya dijadwalkan hadir dalam prosesi pelepasan tersebut.

“Khusus untuk kloter pertama yang mayoritas berasal dari Kota Banda Aceh, pihak keluarga diperbolehkan menjemput langsung di asrama. Namun, panitia tetap mengatur sistem penjemputan agar berlangsung cepat dan terorganisir,” jelasnya.

Editor: Akil

Bupati Aceh Singkil Lantik Hj. Habibatussania sebagai Ketua PKK, Bunda PAUD, dan Ketua Dekranasda

0
Bupati Aceh Singkil Lantik Hj. Habibatussania sebagai Ketua PKK, Bunda PAUD, dan Ketua Dekranasda. (Foto: RRI)

NUKILAN.ID | SINGKIL – Pemerintah Kabupaten Aceh Singkil resmi mengukuhkan pengurus Tim Penggerak PKK (TP PKK), Bunda PAUD, Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda), serta Majelis Pengajian Kabupaten Aceh Singkil untuk masa bakti 2025–2030. Acara pelantikan digelar pada Kamis (26/6/2025) di Pendopo Bupati Aceh Singkil.

Dalam seremoni tersebut, Bupati Aceh Singkil, H. Safriadi Oyon, SH melantik Hj. Habibatussania, yang juga merupakan istrinya, sebagai Ketua TP PKK, Bunda PAUD, serta Ketua Dekranasda Aceh Singkil.

Pelantikan diawali dengan pengukuhan jajaran pengurus TP PKK, yang dilanjutkan dengan pelantikan pengurus Dekranasda, Bunda PAUD, dan Majelis Pengajian. Hj. Habibatussania memimpin langsung prosesi pelantikan.

Dalam sambutannya, Hj. Habibatussania menegaskan komitmennya untuk memperkuat sinergi antar sektor guna mewujudkan keluarga yang sejahtera di Aceh Singkil. Ia juga mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama menjaga masa depan generasi muda daerah.

“Dalam peran TP PKK ini, berdasarkan pengalaman kami 5 tahun yang lalu pernah jadi bupati pada 2012-2017, ini nyata kerjanya sebenarnya, dan itu tugas nya nyata serta bisa menjadi bahan perbandingan,” kata Bupati Safriadi Oyon, menyinggung pengalamannya di periode sebelumnya.

Ia berharap para pengurus yang baru saja dikukuhkan dapat menjalankan peran dengan maksimal agar manfaat dari keberadaan lembaga-lembaga tersebut bisa langsung dirasakan masyarakat.

Menurut Safriadi, peran pengurus TP PKK, Bunda PAUD, dan Dekranasda tidak bisa dianggap sebelah mata karena memiliki tugas-tugas yang nyata dan bersentuhan langsung dengan masyarakat.

Editor: Akil

Bupati Aceh Barat Diisukan Dilaporkan ke Mabes Polri, Ini Respons Tarmizi

0
Bupati Aceh Barat, Tarmizi, SP, MM. (Foto: Dok. Pribadi)

NUKILAN.ID | MEULABOH — Isu mengenai Bupati Aceh Barat, Tarmizi, SP, MM, yang dikabarkan dilaporkan ke Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia (Mabes Polri), mencuat ke publik. Meski demikian, Tarmizi tidak menjelaskan secara rinci siapa pihak pelapor maupun aktor di balik munculnya isu tersebut.

Dalam sambutannya pada peringatan Tahun Baru Islam 1 Muharam 1447 Hijriah di Masjid Agung Baitul Makmur, Meulaboh, Jumat (27/6/2025), Tarmizi mengungkapkan bahwa dirinya bersama Wakil Bupati dan Sekda diduga dilaporkan karena memasuki area perusahaan tanpa izin.

“Kami mendapat info, Bupati, Wabub dan pak Sekda dilaporkan ke Mabes Polri, gara-gara masuk perkarangan perusahaan tanpa izin,” ujar Tarmizi di hadapan jamaah dan para ulama yang hadir.

Menurutnya, tudingan tersebut merupakan bagian dari dinamika dan tantangan yang harus dihadapi sebagai pemimpin daerah. Ia menekankan bahwa seluruh langkah yang diambil selama ini, termasuk dalam menyelamatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari aset yang dikelola pihak swasta, semata-mata demi kepentingan masyarakat.

Tarmizi menegaskan bahwa upaya meningkatkan PAD menjadi salah satu strategi untuk menekan angka kemiskinan dan pengangguran di Aceh Barat. Ia pun menyatakan kesiapannya menanggung segala risiko dari keputusan yang telah diambil.

Ia bahkan menyebut, bisa jadi ini menjadi sejarah pertama di Indonesia di mana seorang kepala daerah dilaporkan ke polisi hanya karena memasuki area perusahaan tanpa izin.

“Insyallah di hadapan para ulama dan masyarakat hari ini saya sampaikan, bismilah saya siap hilang jabatan dan hilang nyawa demi masyarakat Aceh Barat, ‘bek gertak-gertak kamoe’,” tegas Tarmizi.

Editor: AKil

Kepolisian Aceh Apresiasi Insentif PKB bagi Penyandang Disabilitas

0
Kepolisian Aceh Apresiasi Insentif PKB bagi Penyandang Disabilitas. (Foto: Gridoto.com)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Kepolisian Daerah Aceh memberikan apresiasi terhadap peluncuran program inovatif layanan Samsat yang digagas Pemerintah Aceh, termasuk pemberian insentif Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) bagi penyandang disabilitas.

Program ini diluncurkan di Anjong Mon Mata, Komplek Meuligoe Gubernur Aceh, belum lama ini. Dalam acara tersebut, turut hadir Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah, Kapolda Aceh Irjen Pol Achmad Kartiko, serta Wali Kota Banda Aceh Illiza Saaduddin Djamal.

Beberapa layanan baru yang dikenalkan dalam kesempatan itu di antaranya Samsat Keliling untuk pembayaran pajak lima tahunan dan perpanjangan atau penggantian STNK, Samsat Mall Pelayanan Publik (MPP), serta Samsat Drive Thru untuk kendaraan roda empat.

Namun, salah satu sorotan utama dalam peluncuran tersebut adalah pemberian insentif khusus bagi penyandang disabilitas. Insentif itu berupa penghapusan denda pajak hingga 100 persen dan diskon pembayaran PKB sebesar 50 persen.

“Oleh sebab itu, kami apresiasi kerja Dirlantas Polda Aceh dan seluruh jajaran Samsat Aceh dalam mengutip pajak kendaraan yang nantinya juga akan dimanfaatkan untuk masyarakat,” kata Wagub Fadhlullah.

Kapolda Aceh Irjen Pol Achmad Kartiko juga menyampaikan dukungan penuh terhadap program ini. Menurutnya, inovasi pelayanan publik seperti ini penting dilakukan di tengah kemajuan teknologi digital.

“Menurutnya di era kemajuan teknologi digital saat ini harus terus disikapi dengan berinovasi agar pelayanan kepada masyarakat mudah diakses dan inklusif bagi semua kalangan, termasuk pelayanan pajak,” ujar Kartiko.

“Kami kepolisian mendukung dan mengapresiasi tinggi, intinya bagaimana pelayanan prioritas pada masyarakat dan keselamatan bersama,” tambahnya.

Lebih jauh, Kapolda mengingatkan bahwa Samsat tidak hanya berperan sebagai lembaga pemungut pajak, namun juga harus turut serta menjaga keamanan dan ketertiban lalu lintas, dengan memastikan kendaraan yang beroperasi dalam kondisi layak jalan.

“Ini kita singgung karena di Aceh lakalantas dalam satu hari mencapai 2 nyawa hilang di jalan raya, dengan kondisi jalan yang cukup bagus dan penduduk 5 juta jiwa, jumlah tersebut jadi presentase yang cukup tinggi bagi saya,” kata Kartiko.

Ia menambahkan, kecelakaan lalu lintas tak bisa hanya diselesaikan oleh kepolisian semata. Sebanyak 80 persen insiden terjadi karena faktor manusia, khususnya disiplin berlalu lintas yang rendah. Faktor kendaraan yang tidak layak jalan, seperti rem dan mesin bermasalah, modifikasi yang tidak sesuai, kondisi jalan, serta kurangnya rambu lalu lintas juga menjadi penyumbang tingginya angka kecelakaan.

Editor: AKil

Harga Cabai Merah Turun di Aceh, Pedagang Tak Tahu Pasti Penyebabnya

0
Ilustrasi Cabai Merah. (Foto: Nukilan)

NUKILAN.ID | SIGLI – Harga cabai merah di sejumlah wilayah Provinsi Aceh terpantau menurun dalam sepekan terakhir. Penurunan harga ini terjadi meskipun sebagian besar daerah di Aceh sedang dilanda kekeringan dan belum memasuki musim panen raya.

Pantauan di Pasar Sayur Pante Teungoh, Kota Sigli, Kabupaten Pidie, menunjukkan harga cabai merah kualitas super kini berada di angka Rp20.000 per kilogram. Padahal, pekan sebelumnya harga komoditas tersebut masih dijual Rp30.000 per kilogram.

Harga cabai merah kualitas sedang juga mengalami penurunan, dari sebelumnya Rp25.000/kg kini berada di kisaran Rp17.000 hingga Rp18.000/kg. Sementara itu, untuk kualitas rendah, harga turun dari Rp20.000 menjadi Rp15.000 hingga Rp16.000 per kilogram.

“Pekan lalu harga lebih mahal dan modalnya lebih besar. Kini modal yang dikeluarkan sudah lebih rendah dan harus menjual dengan harga lebih rendah,” ujar Fajri, pedagang cabai merah eceran di pasar pagi Pante Teungoh, Jumat (27/6/2025).

Hal senada disampaikan Fadli, pedagang cabai lainnya. Ia mengaku tak mengetahui secara pasti penyebab turunnya harga cabai tersebut. Namun ia menduga hal itu disebabkan oleh melimpahnya pasokan dari petani lokal atau menurunnya permintaan dari luar daerah, seperti ke pasar Medan, Sumatra Utara.

“Padahal sekarang sedang musim tanam padi gadu. Banyak petani dan lahan sawah beralih untuk menanam padi. Jadi mereka menanam cabai tidak banyak, karena sawah-dawah dipenuhi tanaman padi,” kata Fadli.

Hingga saat ini belum ada keterangan resmi dari dinas terkait mengenai penyebab pasti anjloknya harga cabai di tengah musim kekeringan yang melanda sejumlah kawasan di Aceh.

Editor: Akil

Wagub dan Mendikdasmen Letakkan Batu Pertama Pembangunan SMK Muhammadiyah Banda Aceh

0
Wagub dan Mendikdasmen Letakkan Batu Pertama Pembangunan SMK Muhammadiyah Banda Aceh. (Foto: Humas Aceh)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Upaya peningkatan mutu pendidikan vokasi di Aceh mendapat dorongan baru. Wakil Gubernur Aceh, H. Fadhlullah, SE, bersama Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia, Prof. Abdul Mu’ti, secara resmi meletakkan batu pertama pembangunan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Muhammadiyah Banda Aceh, Jumat (27/6/2026) sore.

Kegiatan tersebut berlangsung di lokasi pembangunan sekolah dan turut dihadiri oleh sejumlah tokoh, termasuk Ketua Tim Penggerak PKK Aceh, Marlina Muzakir, Ketua Staf Ahli PKK Hj. Mukarramah, serta Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal.

Dalam sambutannya, Wakil Gubernur Fadhlullah menyampaikan dukungan penuh terhadap pengembangan pendidikan kejuruan yang digagas Muhammadiyah di Aceh. Ia juga mengungkapkan bahwa Aceh saat ini telah memiliki SMK Penerbangan yang tengah dikembangkan.

“Kami punya sekolah dan juga punya pesawat. Ada bebeberapa administrasi yang harus dilengkapi, kami akan berhubungan khusus dengan dirjen agar dibantu. Mohon dukungan pak Menteri agar sekolah pilot di Sumatera bisa ditempatkan di Aceh,” ujar Fadhlullah.

Selain sektor penerbangan, Fadhlullah juga menyoroti perlunya mendirikan sekolah berbakat olahraga guna mendongkrak prestasi Aceh di ajang nasional. “Saat PON terakhir, Aceh berada di posisi ke-6. Kita butuh sekolah kebakatan olahraga agar prestasi itu bisa lebih baik lagi. Ini menjadi dua kado yang kami harapkan bisa diwujudkan Bapak Menteri,” ujarnya lagi.

Menurutnya, Aceh telah memiliki berbagai fasilitas olahraga bertaraf internasional yang dapat dimanfaatkan secara optimal.

Sementara itu, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Prof. Abdul Mu’ti, menekankan bahwa pembangunan SMK Muhammadiyah ini tidak sekadar pembangunan fisik, melainkan juga wujud komitmen membangun peradaban melalui pendidikan.

“Pembangunan sekolah ini harus memiliki kelanjutan. Gedung harus selesai dibangun, dan yang lebih penting, pembangunan ini harus menjadi bagian dari semangat kebersamaan masyarakat Aceh,” kata Prof. Mu’ti.

Ia juga mengingatkan pentingnya semangat gotong royong yang telah menjadi bagian dari sejarah panjang Aceh dalam membangun bangsa.

“Semangat gotong royong seperti yang pernah ditunjukkan rakyat Aceh dalam sejarah—yakni saat membantu pembelian pesawat pertama RI—diharapkan bisa kembali hadir dalam membangun sektor pendidikan,” ujarnya.

Lebih lanjut, Prof. Mu’ti menyampaikan bahwa pemerintahan Presiden Prabowo telah menetapkan sektor pendidikan sebagai prioritas nasional, khususnya dalam merehabilitasi fasilitas belajar mengajar di seluruh Indonesia.

“Tahun ini, pemerintah menargetkan rehab 10 ribu lebih sekolah di seluruh Indonesia. Komitmen Presiden adalah tidak boleh ada lagi sekolah yang roboh atau tidak layak. Kita ingin Indonesia bermartabat dimulai dari pendidikan yang bermutu dan fasilitas yang memadai,” tegasnya.

Ia pun berharap pembangunan SMK Muhammadiyah Banda Aceh ini menjadi bagian dari gerakan bersama untuk memajukan Indonesia, dengan Aceh sebagai salah satu penopangnya.

Bandara SIM Aceh Siapkan 140 Personel Sambut Kepulangan Jamaah Haji

0
Bandar Udara Sultan Iskandar Muda, Blang Bintang, Aceh Besar. (Foto: Dishub Aceh)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda (SIM) Blang Bintang, Aceh Besar, telah menyiagakan sebanyak 140 personel guna mendukung proses pemulangan jamaah haji Debarkasi Aceh yang dijadwalkan tiba pada Sabtu, 28 Juni 2025.

“Alhamdulillah, seluruh prosedur dan fasilitas dalam mendukung pemulangan jamaah haji Debarkasi Aceh di Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda sudah siap,” ujar General Manager PT Angkasa Pura Indonesia Kantor Cabang Bandara SIM, Setiyo Pramono, Jumat (27/6/2025).

Setiyo menjelaskan bahwa pihaknya telah melakukan pengecekan menyeluruh terhadap fasilitas bandara, mulai dari aspek keselamatan, keamanan, hingga pelayanan. Langkah ini dilakukan secara berkala sebagai bentuk kesiapan memberikan layanan terbaik kepada para jamaah haji asal Aceh.

Adapun 140 personel yang dikerahkan terdiri atas 100 petugas internal bandara dan sejumlah petugas dari unsur CIQ (Customs, Immigration, dan Quarantine), serta aparat TNI dan Polri.

Ia menyebutkan, kedatangan kelompok terbang pertama jamaah haji Debarkasi Aceh akan berlangsung sesuai jadwal yang telah ditetapkan oleh Maskapai Garuda Indonesia.

Untuk memastikan proses pemulangan berjalan lancar, Bandara SIM juga membangun koordinasi intensif dengan berbagai pihak, mulai dari tim Keselamatan (PKP-PK), Keamanan (Avsec, TNI, Polri), Airnav, BMKG, CIQ, hingga Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH).

“Insya Allah kami siap menyambut kepulangan jamaah haji Debarkasi Aceh dan siap memberikan pelayanan terbaik,” ujar Setiyo menegaskan.

Sebagai informasi, pada musim haji 1446 Hijriah ini, Embarkasi Aceh memberangkatkan total 4.378 jamaah yang terbagi dalam 12 kloter.

Editor: Akil