Beranda blog Halaman 35

Tinjau Pospam Lambaro, Bupati Aceh Besar Tekankan Sinergi dan Kesehatan Petugas Jelang Mudik Lebaran

0
Bupati Aceh Besar H. Muharram Idris atau Syech Muharram melakukan peninjauan Pos Pengamanan (Pospam) di Bundaran Lambaro, Kecamatan Ingin Jaya, Kamis (18/3/2026) malam, guna memastikan keamanan dan kelancaran arus mudik Idulfitri 1447 Hijriah. (Foto: Humas Aceh Besar)

NUKILAN.ID | JANTHO — Bupati Aceh Besar H. Muharram Idris atau Syech Muharram melakukan peninjauan Pos Pengamanan (Pospam) di Bundaran Lambaro, Kecamatan Ingin Jaya, Kamis (18/3/2026) malam, guna memastikan keamanan dan kelancaran arus mudik Idulfitri 1447 Hijriah.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Aceh Besar dalam mendukung mobilitas masyarakat menjelang puncak arus mudik dengan mengusung tema “Sabe Tajaga, Aceh Mulia”. Pospam Bundaran Lambaro menjadi salah satu titik strategis yang rawan kepadatan lalu lintas saat Lebaran.

Dalam peninjauan itu, Syech Muharram mengapresiasi kesiapan seluruh personel yang bertugas, sekaligus menekankan pentingnya sinergi lintas sektor antara pemerintah, TNI, Polri, dan instansi terkait.

“Alhamdulillah, malam ini kita berada di salah satu titik pengamanan yang cukup penting menjelang Lebaran. Saya menghimbau agar kita semua melaksanakan tugas dengan baik, dengan mengedepankan kerja sama antar stakeholder,” ujar Syech Muharram.

Ia menegaskan, keberadaan pos pengamanan sangat vital untuk mengantisipasi potensi gangguan seperti kemacetan maupun konflik antar pengguna jalan. Dengan kehadiran petugas, pengaturan lalu lintas dapat dilakukan secara cepat dan efektif.

“Jangan sampai terjadi kemacetan tanpa ada yang mengatur, sehingga bisa memicu emosi pengguna jalan. Kehadiran pos ini untuk memberikan kenyamanan dan rasa aman bagi masyarakat,” tambahnya.

Selain itu, Bupati juga mengingatkan pentingnya penerapan sistem kerja bergiliran (shift) bagi para petugas, mengingat panjangnya durasi pengamanan selama periode mudik.

“Jangan dibebankan pada satu orang saja. Harus ada pergantian shift agar semua tetap prima dan juga bisa merayakan hari raya,” katanya.

Ia turut menekankan pentingnya menjaga kondisi kesehatan selama bertugas.

“Kesehatan itu sangat penting. Kita jaga diri kita dulu, baru bisa membantu orang lain,” ujarnya.

Tak hanya itu, Syech Muharram juga meminta agar seluruh aktivitas dan kejadian selama pengamanan dicatat dalam papan tabulasi sebagai bentuk evaluasi dan pertanggungjawaban.

Sementara itu, Komandan Lanud Sultan Iskandar Muda Kolonel Pnb Suryo Anggoro, M.Tr.(Han), yang turut hadir, menyampaikan komitmen pihaknya dalam mendukung pengamanan, khususnya di sektor bandara yang diperkirakan mengalami lonjakan penumpang.

“Kami menekankan kepada anggota untuk tetap waspada, terutama di tengah padatnya arus penumpang di bandara. Jangan sampai ada celah yang bisa dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab,” ujarnya.

Ia menambahkan, TNI AU siap bersinergi dan memberikan dukungan penuh kepada pemerintah daerah dan kepolisian jika dibutuhkan.

“Kami siap membackup kapan pun diperlukan. Kami ingin terus bersinergi dan tidak terkesan eksklusif, tetapi membaur dengan masyarakat,” tambahnya.

Pospam Bundaran Lambaro melibatkan sebanyak 36 personel yang dibagi dalam dua shift, masing-masing 18 personel. Mereka terdiri dari unsur TNI, Polri, Satpol PP, Dinas Perhubungan, serta instansi terkait lainnya.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut antara lain Pabung Kodim 0101/KBA Mayor Inf Antoni Zen, Asisten I Sekdakab Aceh Besar Farhan, AP, Asisten II Sekdakab Aceh Besar M. Ali S.Sos, M.Si, Kalaksa BPBD Aceh Besar Ridwan Jamil, S.Sos., M.Si, Kasatpol PP dan WH Aceh Besar Muhajir, SSTP, MAP, Plt Kadis Perhubungan Aceh Besar Dodi Trizna, S.STP, M.Si, Plt Kadinsos Aceh Besar Aulia Rahman, S.STP, M.Si, Kabag Umum Sekdakab Aceh Besar Teuku Irawan, SE, Kabag Prokopim Setdakab Aceh Besar Imam Munandar, STP, serta Camat Ingin Jaya Al Mubarak Akbar, S.STP., M.M., bersama unsur Forkopimcam setempat.

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News.

Muhammadiyah Aceh Siapkan 50 Titik Shalat Idul Fitri 1447 H di Seluruh Daerah

0
Ilustrasi kampus Universitas Muhammadiyah Aceh, Banda Aceh (Foto: Unmuha)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Aceh memastikan kesiapan pelaksanaan shalat Idul Fitri 1447 Hijriah yang jatuh pada Jumat (20/3/2026). Sebanyak 50 titik lokasi shalat telah disiapkan dan tersebar di 23 kabupaten/kota di Aceh.

Wakil Ketua PWM Aceh, M Yamin, menyampaikan bahwa jumlah tersebut merupakan hasil rekapitulasi laporan dari pengurus daerah hingga Kamis (19/3/2026) sore.

Untuk pusat pelaksanaan di ibu kota provinsi, PWM Aceh menetapkan lokasi shalat di halaman parkir Kampus Universitas Muhammadiyah Aceh (Unmuha), Banda Aceh.

Berdasarkan data yang dihimpun NUKILAN.ID, Aceh Selatan menjadi wilayah dengan jumlah titik terbanyak, yakni sembilan lokasi. Disusul Bireuen dengan enam titik dan Bener Meriah sebanyak lima titik.

Sementara itu, Aceh Tengah menyiapkan empat lokasi. Kemudian Aceh Barat Daya, Aceh Singkil, dan Aceh Tamiang masing-masing menyediakan tiga titik pelaksanaan.

Wilayah lain yang menyiapkan dua lokasi antara lain Aceh Timur, Gayo Lues, Simeulue, Kota Langsa, dan Kota Sabang. Sedangkan satu titik pelaksanaan disiapkan di Aceh Barat, Aceh Tenggara, Aceh Utara, Pidie, Kota Banda Aceh, Lhokseumawe, hingga Subulussalam.

Seluruh pelaksanaan shalat Idul Fitri direncanakan berlangsung di lapangan terbuka. Namun, jika terjadi hujan, lokasi pelaksanaan akan dialihkan ke masjid terdekat.

M Yamin menambahkan bahwa jumlah lokasi tersebut masih bersifat sementara dan berpotensi bertambah.

“Data ini kemungkinan masih terus bertambah karena ada beberapa daerah atau PDM yang belum melaporkan secara detail titik pelaksanaannya,” ujarnya di Banda Aceh, Kamis (19/3).

Penetapan 1 Syawal 1447 Hijriah oleh Muhammadiyah dilakukan lebih awal melalui metode Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT). Keputusan ini tertuang dalam Maklumat Pimpinan Pusat Muhammadiyah Nomor 2/MLM/1.0/E/2025 yang menetapkan Idul Fitri jatuh pada Jumat, 20 Maret 2026.

PWM Aceh juga mengajak warga Muhammadiyah dan umat Muslim di Aceh untuk menyambut hari kemenangan dengan penuh kekhusyukan di lokasi yang telah disediakan. (XRQ)

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News.

Jemaah Tarekat Syattariyah di Nagan Raya Rayakan Idulfitri 1447 H Lebih Awal

0
Jemaah tarekat Syattariyah di Kabupaten Nagan Raya, Aceh, telah melangsungkan Shalat Ied di Masjid Peuleukung, Kecamatan Seunagan Timur pada Kamis (19/3/2026). (Foto: Antara)

NUKILAN.ID | SUKA MAKMUE – Ribuan jemaah Tarekat Syattariyah di Kabupaten Nagan Raya, Aceh, melaksanakan Salat Idulfitri 1447 Hijriah pada Kamis (19/3/2026).

Salat Ied tersebut berlangsung di Masjid Peuleukung, Kecamatan Seunagan Timur, setelah para jemaah menyelesaikan ibadah puasa Ramadan selama 30 hari penuh.

Melansir Antara, perayaan Idulfitri ini didasarkan pada metode penentuan awal bulan Syawal yang telah lama digunakan oleh pengikut Tarekat Syattariyah.

Bupati Nagan Raya, Teuku Raja Keumangan, yang juga merupakan cucu dari ulama kharismatik Habib Muda Seunagan, menjelaskan bahwa penetapan 1 Syawal dilakukan menggunakan metode Hisab Bilangan Lima.

”Metode ini sudah digunakan secara turun-temurun di Nagan Raya selama lebih dari 200 tahun,” ujarnya.

Ia menambahkan, perbedaan waktu perayaan Idulfitri antara pengikut Tarekat Syattariyah dengan pemerintah maupun kelompok masyarakat lainnya bukanlah hal baru.

Menurutnya, masyarakat di Nagan Raya sudah terbiasa dengan perbedaan tersebut dan tetap menjaga keharmonisan.

”Di Nagan Raya ini sudah biasa, tidak ada masalah karena sudah berlangsung ratusan tahun. Ada yang menggunakan metode rukyah, ada yang hisab. Bahkan di tingkat nasional pun perbedaan sering terjadi,” katanya.

Teuku Raja Keumangan juga menegaskan bahwa penetapan hari raya yang lebih awal merupakan bagian dari kekayaan tradisi religius di Aceh, khususnya di Kabupaten Nagan Raya, yang terus dilestarikan oleh para pengikut ulama terdahulu hingga kini.

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News.

Presiden Prabowo Apresiasi TNI, 218 Jembatan Pascabencana di Aceh Rampung dalam 2,5 Bulan

0
Presiden Prabowo. (Foto: SinPo)

NUKILAN.ID | BALIKPAPAN – Keberhasilan Satgas Yonzipur 17/Ananta Dharma dalam menjalankan misi kemanusiaan pascabencana banjir bandang di Aceh mendapat apresiasi langsung dari Presiden RI, Prabowo Subianto.

Mengutip PusaranMedia.com, hal tersebut disampaikan Kepala Staf Kodam (Kasdam) VI/Mulawarman, Brigjen TNI Andy Setiawan usai upacara penyambutan Satgas di Pelabuhan Semayang Balikpapan, Rabu (18/3/2026). Satgas tersebut telah menyelesaikan tugas selama kurang lebih 2,5 bulan di wilayah terdampak bencana.

Menurut Andy, keberhasilan ini tidak terlepas dari peran TNI dalam menjalankan tugas operasi militer selain perang (OMSP), sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 3 Tahun 2025 tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 34 Tahun 2004 tentang TNI.

“Kegiatan ini merupakan implementasi tugas TNI dalam operasi militer selain perang, khususnya dalam membantu penanggulangan bencana alam dan pemberian bantuan kemanusiaan,” ucap Brigjen TNI Andy.

Ia menjelaskan, Satgas Yonzipur 17 diberangkatkan dari Balikpapan pada 31 Desember 2025 menuju Aceh dengan kekuatan sekitar 215 personel.

Selama bertugas, Satgas melaksanakan berbagai upaya pemulihan, mulai dari perbaikan fasilitas umum hingga pembangunan infrastruktur di wilayah terdampak.

Kegiatan tersebut meliputi pembersihan dan perbaikan masjid, sekolah, meunasah, yayasan, hingga kantor desa yang terdampak banjir bandang. Selain itu, Satgas juga memperbaiki jalan dan saluran air serta membangun sejumlah jembatan di Aceh Utara, Aceh Tengah, Bener Meriah, hingga Gayo Lues.

Tidak hanya itu, prajurit juga turut membangun hunian tetap dan hunian sementara bagi warga terdampak, serta memberikan layanan trauma healing, khususnya bagi anak-anak.

Andy menegaskan, kehadiran TNI melalui Satgas ini berperan penting dalam membuka kembali akses yang sempat terputus akibat bencana, sehingga aktivitas masyarakat dapat kembali berjalan normal.

“Dengan terbukanya kembali jalan dan jembatan, aktivitas masyarakat bisa pulih, termasuk perputaran ekonomi di wilayah terdampak,” jelasnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa pada 9 Maret 2026, Presiden Prabowo Subianto telah meresmikan sebanyak 218 jembatan yang dibangun dalam rangka pemulihan pascabencana di Aceh.

“Dalam waktu kurang lebih dua setengah bulan, 218 jembatan berhasil diselesaikan dan diresmikan. Ini mendapat apresiasi langsung dari Bapak Presiden,” katanya.

Menurutnya, capaian tersebut menjadi bukti nyata sinergi antara TNI dan pemerintah dalam mempercepat pemulihan pascabencana serta memastikan kehadiran negara di tengah masyarakat.

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News.

Anak Disabilitas di Aceh Tenggara Segera Terima Bantuan Prostetik dari Pemerintah Aceh

0
Kepala Dinas Sosial Aceh, Budi Afrizal, turun langsung ke Desa Kuta Lingga, Kecamatan Bukit Tusam, Kabupaten Aceh Tenggara, Rabu (18/3/2026), untuk meninjau kondisi seorang anak penyandang disabilitas, Muhammad Alparo. (Foto: Dinsos Aceh)

NUKILAN.ID | KUTACANE – Pemerintah Provinsi Aceh bergerak cepat dalam menindaklanjuti kebutuhan masyarakat, khususnya kelompok rentan. Kepala Dinas Sosial Aceh, Budi Afrizal, turun langsung ke Desa Kuta Lingga, Kecamatan Bukit Tusam, Kabupaten Aceh Tenggara, Rabu (18/3/2026), untuk meninjau kondisi seorang anak penyandang disabilitas, Muhammad Alparo.

Mengutip Putaran.id, kunjungan tersebut dilakukan bersama tim pendamping sosial sebagai tindak lanjut atas arahan Gubernur Aceh, Muzakir Manaf, yang sebelumnya disampaikan melalui Anggota DPRA Fraksi Partai Aceh, Yahdi Hasan.

Di lokasi, Budi Afrizal berdialog langsung dengan Muhammad Alparo dan keluarganya untuk mengetahui kebutuhan yang dihadapi. Pemerintah memastikan bantuan alat bantu gerak berupa kaki dan tangan prostetik akan segera direalisasikan.

“Kami akan segera memproses pembuatan kaki dan tangan palsu bagi Muhammad Alparo agar ia dapat kembali beraktivitas dengan lebih baik,” ujar Budi Afrizal di sela kunjungan.

Ia menegaskan bahwa Pemerintah Aceh berkomitmen memberikan pelayanan terbaik serta menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat yang membutuhkan.

Selain memastikan bantuan prostetik, Dinas Sosial Aceh juga menyalurkan bantuan sosial kepada keluarga Muhammad Alparo guna meringankan kebutuhan sehari-hari.

Pemberian bantuan ini menjadi bentuk kehadiran pemerintah tidak hanya dalam kebijakan, tetapi juga melalui aksi langsung di lapangan.

Keluarga Muhammad Alparo menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih atas perhatian serta respons cepat dari Pemerintah Aceh. Mereka berharap bantuan tersebut segera terealisasi agar Muhammad Alparo dapat menjalani aktivitas dengan lebih mandiri.

Peristiwa ini mencerminkan upaya Pemerintah Aceh dalam memastikan pelayanan sosial menjangkau seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali.

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News.

Uang Jajan Lebaran Anak Yatim di Aceh Besar Sudah Cair, Bupati Minta Dimanfaatkan dengan Baik

0
Bupati Aceh Besar Muharram Idris. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.ID | JANTHO – Pemerintah Kabupaten Aceh Besar memastikan penyaluran uang jajan Lebaran untuk anak yatim telah dilakukan. Bantuan tersebut kini sudah masuk ke rekening masing-masing penerima melalui layanan perbankan Bank Aceh.

Bupati Aceh Besar Muharram Idris menyampaikan bahwa penyaluran bantuan dilakukan secara non-tunai guna menjamin transparansi dan ketepatan sasaran.

“Alhamdulillah, santunan untuk anak-anak yatim di Aceh Besar sudah kami transfer melalui Bank Aceh ke rekening masing-masing penerima,” kata Muharram Idris di Kota Jantho, Selasa (17/3/2026).

Ia menjelaskan, program uang jajan Lebaran ini merupakan bentuk perhatian pemerintah daerah terhadap kesejahteraan anak yatim yang tersebar di berbagai kecamatan di Aceh Besar.

Menurutnya, bantuan tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan anak-anak yatim, khususnya menjelang Hari Raya Idul Fitri.

“Kami berharap santunan ini dapat sedikit meringankan beban anak-anak yatim dan keluarga mereka. Pemerintah daerah akan terus berupaya memberikan perhatian kepada mereka,” ujar Muharram Idris.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa program ini merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Aceh Besar dalam meningkatkan pelayanan sosial kepada masyarakat yang membutuhkan.

Sebelumnya, pemerintah daerah telah mengalokasikan anggaran untuk ribuan anak yatim di wilayah Aceh Besar sebagai bentuk program kepedulian sosial.

Bupati yang akrab disapa Syech Muharram itu juga mengimbau para orang tua atau wali untuk mendampingi anak-anak saat melakukan penarikan dana bantuan, agar penggunaannya tepat dan bermanfaat.

Ia pun mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menumbuhkan kepedulian serta semangat berbagi, khususnya kepada anak yatim, sehingga tercipta lingkungan sosial yang saling membantu dan penuh kebersamaan, terlebih dalam momentum Idul Fitri.

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News.

1.123 Ekor Sapi Meugang Bantuan Presiden Disalurkan ke Warga Aceh Utara

0
Bupati Aceh Utara, Ismail A. Jalil, yang akrab disapa Ayah Wa. (Foto: Humas Aceh Utara)

NUKILAN.ID | LHOKSUKON – Pemerintah Kabupaten Aceh Utara menyalurkan bantuan 1.123 ekor sapi meugang dari Presiden RI, Prabowo Subianto, kepada kelompok masyarakat (pokmas) di 852 gampong, Rabu (18/3/2026).

Penyerahan bantuan tersebut dilakukan oleh Bupati Aceh Utara, Ismail A. Jalil, yang akrab disapa Ayah Wa, sebagai bagian dari upaya membantu masyarakat menyambut Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah.

Juru Bicara Pemerintah Kabupaten Aceh Utara, Muntasir Ramli, menjelaskan bahwa total nilai bantuan mencapai Rp19,55 miliar. Dana tersebut bersumber dari anggaran Presiden yang telah disalurkan melalui Rekening Kas Umum Daerah (RKUD).

“Dana tersebut dialokasikan untuk pengadaan 1.123 ekor sapi dengan rata-rata bobot 296 kilogram. Harga per ekor mencapai Rp17 juta, sudah termasuk potongan pajak dan infaq, yang disalurkan ke seluruh gampong di Aceh Utara,” kata Muntasir di Lhoksukon.

Ia menyebutkan, mekanisme penyaluran bantuan tetap mengacu pada tradisi meugang yang telah menjadi bagian dari budaya masyarakat Aceh menjelang hari besar keagamaan.

Secara teknis, distribusi bantuan dilaksanakan berdasarkan Petunjuk Teknis (Juknis) dari Kementerian Dalam Negeri melalui kelompok masyarakat di masing-masing desa.

Adapun rincian penyaluran, setiap gampong menerima satu ekor sapi dengan total 852 ekor. Sementara itu, sebanyak 271 ekor lainnya didistribusikan ke kecamatan yang mengalami dampak bencana paling parah.

“Penambahan jumlah sapi di wilayah tertentu didasarkan pada pertimbangan jumlah Kepala Keluarga (KK) penerima manfaat di lokasi terdampak bencana,” jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Ismail A. Jalil bersama Wakil Bupati Tarmizi Panyang turut menyampaikan apresiasi kepada Presiden Prabowo Subianto serta Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian, atas dukungan terhadap masyarakat Aceh Utara.

“Apresiasi juga kami sampaikan kepada Pemerintah Aceh atas sinergi dan kepeduliannya terhadap warga Aceh Utara yang terdampak bencana banjir,” pungkas Muntasir.

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News.

Gempa Magnitudo 3,8 Guncang Aceh Tengah Dini Hari, BMKG Sebut Dipicu Sesar Aktif

0
Ilustrasi gempa. (Foto: iStockphoto)

NUKILAN.ID | TAKENGON — Gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo 3,8 mengguncang wilayah Kabupaten Aceh Tengah dan sekitarnya pada Kamis (19/3/2026) pukul 00.03 WIB.

Dilansir Nukilan.id berdasarkan analisis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), pusat gempa berada pada koordinat 4,47 Lintang Utara dan 96,47 Bujur Timur, atau sekitar 32 kilometer timur laut Nagan Raya dengan kedalaman 10 kilometer.

Kepala Balai Besar MKG Wilayah I, Hendro Nugroho, menjelaskan bahwa gempa tersebut termasuk jenis gempa dangkal yang dipicu oleh aktivitas sesar aktif di wilayah tersebut.

“Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenter, gempa ini tergolong gempa dangkal akibat aktivitas sesar aktif,” ujarnya.

Guncangan gempa dilaporkan dirasakan warga di Aceh Tengah dengan intensitas III MMI. Getaran terasa cukup jelas di dalam rumah, menyerupai getaran akibat kendaraan berat yang melintas.

Meski demikian, hingga laporan terakhir belum terdapat informasi mengenai kerusakan bangunan maupun korban jiwa akibat gempa tersebut.

BMKG juga memastikan bahwa hingga pukul 00.25 WIB belum terdeteksi adanya gempa susulan (aftershock).

Masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi. BMKG menegaskan agar warga hanya mengakses informasi resmi melalui kanal komunikasi yang telah terverifikasi. (XRQ)

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News.

Wali Kota Banda Aceh Ingatkan Pemudik Pastikan Keamanan Rumah Sebelum Berangkat

0
Wali Kota Banda Aceh Bersama Pemudik (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal, mengimbau masyarakat yang akan mudik agar memastikan kondisi rumah dalam keadaan aman sebelum ditinggalkan.

Imbauan tersebut disampaikan Illiza saat meninjau posko pemantauan arus mudik di Terminal Tipe A Batoh, Selasa (17/3/2026).

“Untuk warga kota yang meninggalkan rumah tentunya harus periksa dulu dan memastikan rumahnya aman. Jangan ada charger yang masih dicok di listrik. Kemudian semua cok harus dicabut. Kemudian gas dan kompor dipastikan juga dalam kondisi yang aman,” kata Illiza.

Selain itu, ia juga mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi tindak kriminal selama musim mudik. Ia meminta aparatur gampong untuk mengaktifkan sistem keamanan lingkungan (siskamling) serta meningkatkan patroli.

“Rumah dipastikan terkunci dengan baik, semuanya itu harus betul-betul dipastikan aman. Insya Allah kalau kondisi sudah kita pastikan aman, kita pulang mudik akan tenang,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Illiza turut menyapa para sopir angkutan umum dan masyarakat yang tengah bersiap melakukan perjalanan mudik. Ia berdialog singkat dengan para pengemudi serta mengingatkan pentingnya keselamatan selama di perjalanan.

“Kita ingin memastikan seluruh proses pelayanan kepada masyarakat berjalan dengan baik. Para sopir maupun pengemudi harus tetap konsisten menjaga keselamatan, mengendalikan diri di jalan, dan memastikan kendaraan dalam kondisi layak,” ujar wali kota.

Menurut Illiza, pemantauan langsung ke lapangan dilakukan untuk memastikan kesiapsiagaan seluruh pihak dalam menghadapi lonjakan mobilitas masyarakat menjelang hari raya. Pemerintah Kota Banda Aceh juga terus berkoordinasi dengan berbagai instansi agar pengawasan dapat berjalan optimal selama 24 jam.

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News.

Wali Kota Illiza Tinjau CCTV, Pastikan Warga Mudik dari Banda Aceh Aman dan Lancar

0
Wali Kota Illiza Tinjau CCTV untuk Pastikan Warga Mudik dari Banda Aceh Aman dan Lancar (Foto: Humas BNA)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal, meninjau langsung ruang pemantauan CCTV yang dikelola Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kelas II Aceh pada Selasa malam (17/3/2026).

Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan kondisi lalu lintas serta keamanan masyarakat yang mulai melakukan perjalanan mudik menjelang Idul Fitri.

Dalam peninjauan itu, Illiza didampingi Kepala Dinas Perhubungan Kota Banda Aceh, Ambiya, bersama unsur TNI, Polri, dan petugas transportasi darat yang berjaga di posko pengawasan angkutan Lebaran.

Dari ruang kontrol tersebut, Wali Kota memantau langsung pergerakan arus kendaraan di sejumlah titik strategis melalui layar CCTV yang menampilkan kondisi lalu lintas secara real time selama 24 jam.

Pemantauan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah untuk memastikan perjalanan masyarakat yang meninggalkan Banda Aceh menuju berbagai daerah berlangsung aman dan lancar.

“Kita ingin memastikan masyarakat yang meninggalkan Banda Aceh untuk mudik dapat melakukan perjalanan dengan aman dan nyaman. Dengan pemantauan melalui CCTV ini, kita bisa melihat langsung kondisi lalu lintas dan memastikan semuanya tetap terkendali,” ujar Illiza.

Ia juga memberikan apresiasi kepada seluruh petugas yang siaga selama masa angkutan Lebaran, baik dari unsur perhubungan, kepolisian, maupun instansi terkait lainnya.

Selain itu, Illiza menekankan pentingnya koordinasi antarinstansi dalam mengantisipasi potensi kepadatan lalu lintas serta menjaga kualitas pelayanan transportasi bagi masyarakat selama periode mudik.

“Kita berharap seluruh perjalanan masyarakat berjalan lancar. Yang paling penting adalah keselamatan para pengemudi dan penumpang, sehingga mereka bisa sampai ke tujuan dengan selamat,” tambahnya.

Pemerintah Kota Banda Aceh, lanjutnya, berkomitmen untuk terus mendukung pengawasan dan pelayanan transportasi selama arus mudik, agar masyarakat dapat bepergian dengan aman dan kembali berkumpul bersama keluarga di kampung halaman.

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News.