Beranda blog Halaman 321

Kakanwil Kemenag Aceh Ingatkan Pentingnya Wakaf dan Pelestarian Alam

0
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kakanwil Kemenag) Provinsi Aceh, Drs H Azhari MSi, memimpin apel pagi di halaman kantor Kemenag Aceh, Senin (28/7/2025). (Foto: Kemenag Aceh)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH — Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kakanwil Kemenag) Provinsi Aceh, Drs H Azhari MSi, kembali mengingatkan pentingnya menjaga kedisiplinan serta menguatkan gerakan wakaf dan pelestarian lingkungan. Pesan itu ia sampaikan saat memimpin apel pagi di halaman kantor Kemenag Aceh, Senin (28/7/2025).

Dalam amanatnya, Azhari mengajak seluruh jajarannya untuk kembali menata ritme kerja usai serangkaian kegiatan padat selama beberapa waktu terakhir.

“Mohon jaga kedisiplinan dan kerapian. Setelah kita mungkin lama disibukkan kegiatan di luar,” ujarnya.

Ia menyebut sejumlah aktivitas lintas bidang yang telah dilalui dalam waktu berdekatan, seperti pelayanan haji oleh Bidang PHU, rapat koordinasi serta pembinaan oleh Bidang Penmad dan PAI, hingga persiapan Musabaqah Qira-atul Kutub (MQK) oleh Bidang PD Pontren.

Bidang Urais, lanjut Azhari, juga masih terus bergelut dengan penguatan layanan Kantor Urusan Agama (KUA), meski beberapa sarana belum sepenuhnya lengkap. Adapun Bidang Penaiszawa sedang intens menggarap program Gerakan Wakaf Produktif dan Wakaf Tunai Calon Pengantin (Catin) atau WTC.

“Bidang Penaiszawa terus berkolaborasi dan koordinasi dengan Bidang Urais, sebab yang menangani KUA dan catin ada di Bidang Urais,” ujarnya.

Azhari menjelaskan, wakaf tunai untuk calon pengantin ini bersifat sukarela. “Wakaf tunai ini kita hanya mengajak, tidak wajib, karena ini namanya wakaf. Nanti tiap catin menikah diajak berwakaf seberapa saja yang mereka mampu, bisa Rp 10 ribu atau Rp 100 ribu, dan akan langsung masuk ke rekening wakaf di BSI,” jelasnya.

Ia menambahkan, “Jika dari catin sudah masuk wakaf uang ke BSI sampai Rp 1 juta, maka akan diserahkan sertifikat. Saat ada kelipatan satu juta, bank akan keluarkan sertifikat.”

Menurutnya, program ini merupakan bagian dari Astra Protas Kemenag dalam upaya “Pemberdayaan Ekonomi Umat”.

“Program besar ini semua ada kaitannya: Bidang Urais yang pawangi, dan kampanye ada di semua bidang: Penmad, PAI, dan PD Pontren,” ucapnya.

Azhari juga mengingatkan bahwa dana wakaf tunai bersifat abadi dan tidak boleh diperjualbelikan.

“Namanya wakaf juga wakaf uang tidak boleh dijual, dihibah, dijadikan jaminan, dan diambil kembali,” tegasnya.

Penerima manfaat wakaf (mawquf ‘alaih), lanjutnya, bukan menerima dalam bentuk uang tunai, melainkan manfaat dari hasil wakaf tersebut, seperti alat kerja.

Tak hanya itu, Azhari juga menekankan pentingnya gerakan penghijauan sebagai bagian dari pelestarian lingkungan hidup. Ia mengajak masyarakat untuk menanam pohon, terutama di lahan-lahan wakaf atau lahan kosong yang tersedia.

“Semua masyarakat diwajibkan lestarikan alam. Misal pohon yang cocok agar ditanam di lahan wakaf atau lahan kosong,” katanya. “Di samping hijau, dengan amal ini, kita juga dapat pahala.”

Ia juga menyebut bahwa penanaman pohon memberikan manfaat luas bagi ekosistem. “Penanaman pohon juga akan menyumbangkan oksigen bagi jutaan manusia,” ujarnya.

Kakanwil turut mengapresiasi semangat jajarannya yang telah memulai gerakan ekoteologi sejak Hari Amal Bakti (HAB) sebelumnya. Sebagai bentuk pengakuan, Azhari baru saja menerima Aceh Post Award 2025 atas dedikasinya dalam program pelestarian alam.

“Dan ini program serius karena instruksi Menag,” ujarnya, seraya mengingatkan para CPNS, PPPK, dan pegawai baru agar memastikan pohon yang mereka tanam saat pembagian SK telah tumbuh dengan baik.

Terakhir, ia mendorong seluruh jajaran untuk terus merawat pohon-pohon yang sudah ditanam di lingkungan kantor maupun rumah dinas.

“Sedangkan yang ditanam di rumah dinas kakanwil, semua telah tumbuh,” pungkasnya.

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News

Editor: Akil

Dirjen Dikti Apresiasi Unmuha Sebagai Role Model Perguruan Tinggi di Aceh

0
Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (KemendiktiSaintek), Prof. Dr. Khairul Munadi, ST., M.Eng., melakukan kunjungan kerja ke Universitas Muhammadiyah Aceh (Unmuha), Sabtu (26/7/2025). (Foto: Humas Unmuha)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (KemendiktiSaintek), Prof. Dr. Khairul Munadi, ST., M.Eng., melakukan kunjungan kerja ke Universitas Muhammadiyah Aceh (Unmuha), Sabtu (26/7/2025).

Kunjungan tersebut turut didampingi oleh Kepala LLDikti Wilayah XIII Aceh, Dr. Rizal Munadi, M.M., M.T. Kedatangan Prof. Khairul disambut langsung oleh Rektor Unmuha, Dr. Aslam Nur, M.A., bersama jajaran civitas akademika di Aula Rektorat Unmuha.

Suasana penyambutan berlangsung hangat dan penuh semangat kebersamaan. Dalam sambutannya, Rektor Aslam menyampaikan kebanggaan atas kunjungan Dirjen Dikti ke kampus yang memiliki tujuh fakultas dan 22 program studi tersebut.

“Kami juga telah membuka empat program magister di jenjang pascasarjana. Semua prodi telah terakreditasi ‘Baik Sekali’, dan tiga di antaranya sudah meraih peringkat ‘Unggul’,” ujar Aslam Nur.

Sementara itu, Prof. Khairul memberikan apresiasi atas capaian yang telah diraih Unmuha. Ia menyebut kampus ini sebagai contoh teladan dalam pelaksanaan program Diktisaintek Berdampak di Aceh.

“Unmuha tidak hanya penting sebagai bagian dari jaringan Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan Aisyiyah. Sebelum program ini dimulai pun, kampus ini sudah menunjukkan kontribusi nyata dalam pengembangan pendidikan tinggi,” ujar Khairul.

Ia juga menyoroti peran strategis Unmuha dalam tata kelola pendidikan, termasuk kolaborasi riset, pengabdian masyarakat, dan ketahanan bencana berbasis sains. Menurutnya, Unmuha konsisten membangun kemitraan pendidikan dan menanamkan pendidikan karakter Islami.

Pertemuan diakhiri dengan diskusi terkait penguatan pelaksanaan program Diktisaintek Berdampak di masa mendatang. Hadir dalam acara tersebut Ketua PW Muhammadiyah Aceh, A. Malik Musa, S.H., M.Hum., para wakil rektor, dekan, kepala biro dan lembaga, serta perwakilan mahasiswa.

Editor: Akil

SMK-SMTI Banda Aceh Perluas Kemitraan Prakerin Dual System dengan 9 Industri

0
Temu Industri Singkronisasi Prakerin Dual System di Aula Setempat, Sabtu (26/7/2025). (Foto: RRI/Mahfud T)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – SMK-SMTI Banda Aceh menggelar kegiatan Temu Industri Sinkronisasi Prakerin Dual System bersama sembilan mitra industri di aula sekolah, Sabtu (26/7/2025). Agenda ini menjadi wadah diskusi penempatan siswa dalam program praktik kerja industri (Prakerin), sekaligus memperluas jaringan kemitraan yang telah terjalin sebelumnya.

Kepala SMK-SMTI Banda Aceh, Junaidi, menyebutkan bahwa pihaknya selama ini telah bekerja sama dengan puluhan industri dari Aceh dan luar daerah. Sembilan perusahaan yang hadir kali ini merupakan mitra tambahan dalam pengembangan Prakerin berbasis Dual System yang akan diterapkan tahun ini.

“Sebelumnya sudah ada puluhan mitra industri sudah menjalin kerjasama dengan kita selama ini. Dan 9 industri ini adalah tambahan. Sebelumnya reguler hanya 2 minggu kemudian ada sebulan, ini akan diterapkan Dual System dalam tahun ini,” ujar Junaidi dikutip dari RRI.

Ia menambahkan, kegiatan ini menjadi langkah lanjutan atas arahan Menteri Perindustrian RI Agus Gumiwang Kartasasmita melalui Kepala BPSDMI, Masrokhan, dalam menjawab tantangan minimnya tenaga kerja industri yang kompeten.

Sebagai sekolah vokasi di bawah binaan Pusat Pengembangan Pendidikan Vokasi Industri (PPPVI), SMK-SMTI Banda Aceh terus berupaya mencetak sumber daya manusia siap kerja di tiga jurusan unggulan, yakni Teknik Kimia Industri, Analisis Pengujian Laboratorium, dan Teknik Mekanik Industri.

Menurut Junaidi, sejumlah siswa SMK-SMTI telah direkrut oleh industri tempat mereka melaksanakan praktik kerja. Tahun ini, program Dual System akan diterapkan di tiga kelas dari masing-masing jurusan tersebut.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Martunis, menyampaikan apresiasinya kepada industri yang telah mendukung pelaksanaan Prakerin. Ia menilai sinergi ini penting dalam menciptakan tenaga kerja berkualitas sekaligus menggerakkan roda perekonomian daerah.

“Hari ini saya apresiasi ada 9 industri yang hadir untuk berdiskusi, tujuan kita sama, we are on the same boat, mengkayuh bersama membesarkan ekonomi kita. Artinya profit bagi industri, keberkerjaan alumni SMK itu akan tinggi. Ini akan meningkatkan ekonomi kita,” sebut Martunis.

Adapun sembilan industri yang hadir dalam kegiatan ini antara lain PT Yagi Natural Indonesia, PT Ejobz Mitra Global, kamiKITA Community Center, PT Naraya Indo Prima, PT Tri Putratama Sukses, Perumdam Tirta Mountala, Perumdam Tirta Daroy, PT Bina Putra Usaha Maju, dan PT Solusi Bangun Andalas.

Kegiatan Temu Industri ditutup dengan penandatanganan kerja sama antara SMK-SMTI Banda Aceh dan mitra industri untuk tahun 2025.

Editor: Akil

Anak Tukang Sayur Asal Aceh, Said Muhammad Zulfikar, Resmi Dilantik Jadi Perwira TNI AD

0
Anak Tukang Sayur
Said Muhammad Zulfikar bersama kedua orang tuanya. (Foto: Dok. Humas Kepresidenan)

NUKILAN.ID | JAKARTA – Perjuangan panjang dan kerja keras Said Muhammad Zulfikar, pemuda asal Banda Aceh, membuahkan hasil manis. Ia resmi dilantik menjadi perwira TNI Angkatan Darat dengan pangkat Letnan Dua (Letda), setelah menamatkan pendidikan di Akademi Militer (Akmil).

Pelantikan tersebut dilakukan langsung oleh Presiden RI Prabowo Subianto di Istana Negara. Momen tersebut menjadi kebanggaan tersendiri bagi Said, yang sejak kecil telah bercita-cita menjadi anggota TNI.

“Saya Said Muhammad Zulfikar, Letnan Dua Infanteri tahun penerimaan 2021 Akademi militer. Saya berasal dari kota Bandar Aceh. Ibu saya ibu rumah tangga. Ayah saya penjual sayur keliling. Dan saya bercerita-cerita menjadi anggota TNI untuk membanggakan kedua orang tua terutama melalui jalur perwira, yaitu Akademi Militer,” ujar Said, dikutip Nukilan.id dari keterangan Humas Kepresidenan, Minggu (27/7/2025).

Said menjadi salah satu lulusan Akmil yang beruntung karena pelantikannya dilakukan langsung oleh Presiden Prabowo, yang juga merupakan lulusan Akmil.

“Saya sangat bangga pribadi karena menjadi letting pertama yang diangkat oleh Bapak Presiden Prabowo Subianto, di mana beliau juga lulusan dari Akademi Militer,” tambahnya.

Di momen pelantikannya, Said menyampaikan rasa haru dan syukur atas kesempatan yang diberikan kepadanya untuk mengabdi kepada negara.

“Saya sangat berkesan dan ingin mengucapkan terima kasih banyak yang sebesar-besarnya kepada Bapak Presiden Prabowo Subianto,” ungkapnya.

Kebanggaan atas capaian Said juga dirasakan oleh kedua orang tuanya. Sang ibunda, Tarni, tak kuasa menyembunyikan rasa harunya ketika melihat anaknya dilantik menjadi perwira TNI.

“Hari ini sungguh senang sekali karena sudah dilantik oleh Presiden. Menjadi kebanggaan sekali. Mudah-mudahan anak saya bisa menjadi seorang pemimpin yang betul-betul amanah. Dan bisa dipercayai oleh semua orang,” tutur Tarni.

Hal senada juga disampaikan sang ayah, Zulfikar. Meski sehari-hari berjualan sayur keliling, ia berhasil membesarkan anak yang kini menjadi perwira TNI AD.

“Saya berharap anak saya Said bisa menjadi pemimpin,” ujar Zulfikar. (XRQ)

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News

Reporter: Akil

Akademisi UIN Ar-Raniry Kembali Terpilih Pimpin Parmusi Aceh Besar

0
Dr. Tgk. Muhammad Ichsan, M.Pd. (Foto: Dok. Pribadi)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH Dr. Tgk. Muhammad Ichsan, M.Pd kembali dipercaya memimpin Persaudaraan Muslimin Indonesia (Parmusi) Kabupaten Aceh Besar untuk periode 2025–2030. Ia terpilih dalam Musyawarah Daerah (Musda) ke-I yang digelar di Lampeunerut, Aceh Besar, Minggu (27/7/2025).

Musda tersebut diikuti oleh dua kandidat. Muhammad Ichsan memperoleh suara terbanyak, disusul oleh Heri Surahman di posisi kedua.

“Terima kasih atas dukungan dan kepercayaan dari semua kader Parmusi Aceh Besar untuk periode kedua ini,” ujar Ichsan dalam forum Musda yang turut dihadiri Ketua Pengurus Wilayah (PW) Parmusi Aceh, Moch Barum Rasyid, Sekretaris PW Parmusi Aceh, Bachtiar Josoef, serta sejumlah pengurus lainnya.

Dalam keterangannya, Ichsan menegaskan komitmennya untuk menata organisasi lebih baik pada periode kedua ini. Ia bertekad menjalankan program-program yang selaras dengan visi dan misi Parmusi.

Sementara itu, Ketua PW Parmusi Aceh, Moch Bahrum Rasyid, menyampaikan ucapan selamat kepada akademisi UIN Ar-Raniry tersebut. Ia menilai pelaksanaan Musda telah berjalan sesuai prosedur dan amanat organisasi.

“Silakan duduk dan musyawarah untuk penyusunan kepengurusan baru dengan memperhatikan keseriusan dan punya komitmen membangun organisasi. Alumni Cibodas harus masuk dalam kepengurusan,” pesannya.

Bahrum berharap pengurus baru dapat menyusun program kerja yang realistis dan berdampak langsung bagi masyarakat.

“Tidak perlu terlalu banyak dan muluk-muluk. Intinya program kerja yang berdampak bagi umat,” ujarnya.

Editor: AKil

Bupati Aceh Barat Kunjungi Komunitas Adat Terpencil Sikundo, Ajak Warga Perkuat Pertanian dan Ketahanan Pangan

0
Bupati Aceh Barat Kunjungi Komunitas Adat Terpencil Sikundo. (Foto: Pemkab Aceh Barat)

NUKILAN.ID | MEULABOH – Bupati Aceh Barat, Tarmizi, SP, MM, bersama Wakil Bupati Said Fadheil, SH, menggelar kunjungan silaturahmi ke masyarakat Komunitas Adat Terpencil (KAT) di Gampong Sikundo, Kecamatan Pante Ceureumen, Minggu (27/7/2025) malam. Kegiatan yang dipusatkan di Masjid Gampong Sikundo itu berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan.

Tidak sekadar seremoni, kunjungan ini menjadi wujud nyata komitmen Pemerintah Kabupaten Aceh Barat untuk hadir langsung mendengar aspirasi warga di wilayah pedalaman.

Bahkan, Bupati dan rombongan yang turut didampingi kepala dinas serta camat, memilih bermalam di lokasi sebagai bentuk empati dan kedekatan dengan masyarakat setempat.

“Walau jumlah penduduk di Sikundo tidak banyak, namun semangat kebersamaan dan musyawarah sangat terasa di sini. Inilah kekuatan kita,” ujar Tarmizi dalam sambutannya di hadapan warga.

Dalam kunjungan tersebut, Bupati Tarmizi juga mendorong masyarakat Sikundo untuk lebih memaksimalkan potensi sektor pertanian, perkebunan, dan peternakan. Menurutnya, ketiga sektor tersebut merupakan kunci utama dalam mewujudkan kedaulatan pangan daerah sekaligus meningkatkan perekonomian masyarakat.

“Daerah kita membutuhkan suplai hasil tani, kebun, dan ternak. Ini bukan hanya soal kebutuhan, tapi juga soal masa depan ekonomi Aceh Barat yang berdaulat pangan,” tegasnya.

Kehadiran pimpinan daerah ini disambut antusias oleh warga Sikundo yang selama ini hidup dengan keterbatasan akses, namun tetap teguh menjaga nilai-nilai adat dan budaya gotong royong. Dalam kesempatan itu, Bupati dan Wakil Bupati turut melakukan pendataan terhadap kebutuhan prioritas warga, terutama di bidang infrastruktur dasar, pendidikan, serta akses layanan publik lainnya.

Silaturahmi ini menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Aceh Barat untuk memastikan bahwa pembangunan tidak hanya dirasakan di pusat kota, tetapi juga menjangkau masyarakat yang tinggal di pelosok daerah.

Editor: Akil

PPATK Akan Bekukan Rekening Tak Aktif, Hotman Paris: Itu Melanggar Hak Asasi

0
HOTMAN PARIS
pengacara kondang, Hotman Paris Hutapea dalam akun TikTok @hotmanparisofficialf. (Foto: Tangkapan Layar)

NUKILAN.ID | JAKARTA – Rencana Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) untuk memblokir sementara rekening bank yang tidak aktif atau dormant selama minimal tiga bulan menuai sorotan publik. Kebijakan ini dinilai berpotensi menyulitkan masyarakat kecil yang jarang menggunakan rekening untuk transaksi harian.

Salah satu tanggapan datang dari pengacara kondang, Hotman Paris Hutapea. Dikutip Nukilan.id melalui akun TikTok @hotmanparisofficialf pada Senin (28/7/2025), Hotman menyampaikan kritik tajam terhadap kebijakan tersebut dan meminta agar PPATK mencabut aturan tersebut.

“Himbauan Hotman 911 kepada pemerintah, belakangan ini banyak masyarakat mengadu ke Hotman 911, katanya ada peraturan baru yaitu apabila nyimpan uang di bank tidak dipakai transaksi 3 – 12 bulan maka dibekukan oleh PPATK,” ujar Hotman.

Ia mempertanyakan dasar hukum kebijakan tersebut dan menyoroti dampak nyata yang akan dirasakan oleh masyarakat, terutama dari kalangan menengah ke bawah.

“Jadi kalau rekening saudara tidak dipakai dalam 3-12 bulan, maka rekening saudara akan dibekukan oleh PPATK dan nanti untuk mencairkannya bakal repot. Pertanyaan, saya belum jelas apakah dasarnya peraturan apa?” tanyanya.

Lebih lanjut, Hotman menilai kebijakan ini berpotensi menyulitkan masyarakat desa yang tidak aktif menggunakan rekening bank, padahal kehadiran rekening tersebut tetap penting sebagai akses terhadap layanan keuangan.

“Yang kedua, bapak-bapak pejabat kenapa merepotkan masyarakat? Kalau seorang ibu-ibu di kampung misalnya dibukakan rekening bank oleh anaknya, kan belum tentu dipakai sama ibunya, apalagi orang kampung, masa rekeningnya harus dibekukan, dan itu kan melanggar hak asasi,” tambahnya.

Dalam pernyataannya, Hotman juga menekankan bahwa pemerintah seharusnya tidak mencampuri hak masyarakat atas rekening pribadinya jika tidak ada aktivitas mencurigakan atau melanggar hukum.

“Bapak-bapak (pejabat) tidak berhak membekukan rekening orang kalau memang dia tidak pakai (uangnya). Negara tidak berhak, itu hak pribadi orang. Jadi tolong agar peraturan tersebut dicabut, itu sangat melanggar hak asasi manusia, dan akan sangat merepotkan bagi sebagian rakyat Indonesia khususnya di kampung-kampung,” ungkapnya.

Menutup pernyataannya, Hotman menyampaikan imbauan tegas kepada pemerintah agar lebih peka terhadap kondisi masyarakat yang terdampak kebijakan ini.

“Sekali lagi, halo pemerintah, jangan merepotkan rakyatmu sendiri,” tutupnya.

Hingga saat ini, pihak PPATK belum memberikan keterangan resmi menanggapi pernyataan Hotman Paris. Namun, diskursus mengenai kebijakan ini terus berkembang di ruang publik dan media sosial, menandakan perlunya kajian lebih mendalam serta komunikasi yang terbuka antara pemerintah dan masyarakat. (XRQ)

Reporter: AKil

Penyuluhan Bahaya Rokok Warnai Jambore Kemanusiaan di Gampong Saney

0
Tim Penyuluhan Jambore Kemanusiaan Peduli Kesehatan Masyarakat Pesisir Bersama Perangkat Gampong Saney Lhoong dan Masyarakat Setempat, Sabtu (26/07/2025). (FOTO: MC ACEH BESAR)

NUKILAN.ID | JANTHO — Rangkaian kegiatan Jambore Kemanusiaan Peduli Kesehatan Masyarakat Pesisir terus berlanjut. Setelah sebelumnya menggelar pengobatan dan sunat massal, panitia kini menyasar aspek edukatif dengan melaksanakan penyuluhan tentang bahaya rokok di Meunasah Neubasah, Gampong Saney, Kecamatan Lhoong, Aceh Besar, Sabtu (26/7/2025).

Penyuluhan yang digelar malam hari itu dihadiri puluhan warga serta perangkat gampong. Acara dibuka oleh Ketua Panitia Pelaksana Jambore, TM. Jakfar, SKM, yang juga Kepala Puskesmas Blang Bintang. Dalam sambutannya, Jakfar menekankan pentingnya pemahaman masyarakat terhadap dampak rokok, tidak hanya bagi perokok aktif tetapi juga bagi lingkungan sekitar.

“Kegiatan ini merupakan rangkaian dari agenda Jambore Kemanusiaan Peduli Kesehatan yang diselenggarakan oleh PPPKMI Aceh Besar bersama PERSAGI Aceh Besar dan KAPPAH Aceh. Pada malam ini, kami yang umumnya dari petugas penyuluh kesehatan Aceh Besar ingin berbagi informasi tentang bahaya rokok bagi kesehatan, baik bagi si perokok, maupun bagi orang-orang di sekitarnya,” ungkap TM. Jakfar.

Ketua PPPKMI Cabang Aceh Besar, Nur Zahara, SKM, MKM, turut menyampaikan apresiasinya atas antusiasme warga Gampong Saney.

“Kami merasa sangat terhormat, kehadiran kami disambut baik dan ramai sekali warga yang hadir. Kami berterima kasih kepada Bapak Geuchiek dan semua unsur perangkat Gampong Saney, tidak berlebihan kalau anggapan kami warga Gampong ini punya keinginan besar untuk hidup sehat,” ujarnya.

Materi penyuluhan dibawakan oleh Syukriah, SKM, penyuluh kesehatan Aceh Besar. Kegiatan diawali dengan pemutaran film dokumenter mengenai bahaya rokok, kemudian dilanjutkan dengan pemaparan tentang zat-zat berbahaya yang terkandung dalam rokok. Syukriah menjelaskan bahwa asap rokok tidak hanya membahayakan perokok aktif, namun juga lebih berisiko terhadap orang-orang di sekitarnya. Penyuluhan ditutup dengan sesi tanya jawab interaktif bersama warga.

Geuchiek Gampong Saney, H. Nazaruddin, yang hadir bersama Ketua Pemuda Kecamatan Lhoong, Hery Saputra (Pak Dek), menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan di wilayahnya.

Ia berharap kegiatan serupa dapat terus menyentuh masyarakat di berbagai gampong, khususnya di kawasan pesisir Aceh Besar. Jambore Kemanusiaan ini sendiri digagas oleh tiga lembaga, yakni PPPKMI, PERSAGI, dan KAPPAH.

Editor: Akil

Aisyiyah Aceh Gelar ToT Mubalighat dan Konselor Keluarga, Mantapkan Dakwah Perempuan

0
Aisyiyah Aceh Gelar ToT Mubalighat dan Konselor Keluarga, Mantapkan Dakwah Perempuan. (Foto: Suara Muhammadiyah)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Dalam upaya memperkuat dakwah pencerahan dan membangun ketahanan keluarga yang berkemajuan, Majelis Tabligh dan Ketarjihan Pimpinan Wilayah ‘Aisyiyah Aceh menggelar Training of Trainer (ToT) Mubalighat dan Konselor Biro Konsultasi Keluarga Sakinah ‘Aisyiyah (BIKKSA). Kegiatan berlangsung di Universitas Muhammadiyah Aceh (Unmuha), 25–27 Juli 2025.

Dengan tema “Menguatkan Kompetensi Mubalighat dan Konselor BIKKSA untuk Mewujudkan Dakwah Pencerahan dan Keluarga Sakinah yang Berkemajuan”, pelatihan ini menjadi salah satu ikhtiar konkret ‘Aisyiyah dalam menghadirkan dakwah berbasis perempuan yang kontekstual dan membumi.

Ketua Panitia, Uceu Melawati, S.Sos.I, menjelaskan bahwa pelatihan ToT Mubalighat dirancang untuk membentuk para juru dakwah yang mampu merancang, mengelola, dan melatih di daerah masing-masing. Adapun ToT Konselor BIKKSA ditujukan untuk memperkuat kapasitas konselor dalam mendampingi keluarga menuju kehidupan harmonis, sejahtera, dan damai.

Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Aceh, A. Malik Musa, S.H., M.Hum, menyampaikan apresiasinya atas pelaksanaan kegiatan ini. Ia berharap kehadiran para mubalighat dan konselor mampu memperluas jangkauan dakwah hingga ke akar rumput.

Sementara itu, Ketua PW ‘Aisyiyah Aceh, Hj. Ashraf, S.P., M.Si, menekankan pentingnya peran mubalighat yang terampil dan adaptif di tengah perubahan zaman.

“Islam dan dakwah adalah satu kesatuan. Tanpa juru dakwah yang mumpuni, nilai-nilai Islam tidak akan berkembang di tengah masyarakat. ‘Aisyiyah hadir untuk memastikan itu terus hidup,” ujarnya.

Ashraf juga menjelaskan bahwa BIKKSA merupakan salah satu program unggulan Majelis Tabligh dan Ketarjihan yang memadukan konseling psikologi Islami dan nilai-nilai ideologis Muhammadiyah. Ia berharap pelatihan ini dapat menghasilkan konselor yang mampu memberikan pelayanan terbaik bagi umat.

Ke depan, para peserta diharapkan dapat membuka layanan BIKKSA di daerah masing-masing dan menjadi agen perubahan dalam membangun ketahanan keluarga.

Materi Pelatihan Padat dan Komprehensif

Materi pelatihan ToT Mubalighat antara lain mencakup Manhaj Tarjih Muhammadiyah oleh Alyasa’ Abu Bakar, Manhaj Tabligh Muhammadiyah oleh Dr. H. Muharrir Asy’ari, serta Risalah Perempuan Berkemajuan oleh Ashraf.

Selain itu, ada pula materi Sosiologi dan Manajemen Dakwah Keluarga Sakinah dalam PHIWM dan Sosiologi Dakwah oleh Azhar Ibrahim, isu Perkawinan Anak oleh Rukiyah Hanum, serta pelatihan Tabligh Digital dan Berbasis Komunitas oleh Feby Mutia.

Adapun pada sesi ToT BIKKSA, peserta mendalami materi Manhaj Tarjih Muhammadiyah (Alyasa’ Abu Bakar), Praktik Konseling Islami (Hanna Amalia), serta Manajemen Kasus dan Penanganan Kasus (Maria Ulfa). Peserta juga mendapatkan materi tentang pendirian dan analisis SWOT BIKKSA, teknik fasilitasi, serta penyusunan Rencana Tindak Lanjut (RTL) yang disampaikan oleh Sutri Helfianti.

Dihadiri 30 Peserta dari Seluruh Aceh

Pelatihan ini diikuti oleh 30 peserta, terdiri dari 17 peserta ToT Mubalighat dan 13 peserta ToT Konselor BIKKSA yang berasal dari berbagai kabupaten dan kota di Aceh.

Kegiatan berlangsung lancar dan disambut antusias oleh seluruh peserta. Mereka mengikuti setiap sesi pelatihan dengan semangat dan rasa kebersamaan yang tinggi. Di akhir kegiatan, seluruh peserta berfoto bersama sebagai bentuk solidaritas dan komitmen dalam menguatkan dakwah perempuan dan keluarga berkemajuan.

Editor: Akil

Marching Band Gita Handayani Disdik Aceh Raih 3 Medali Emas di Fornas VIII NTB, Kadisdik Apresiasi

0
Menteri Ekonomi Kreatif Indonesia, Teuku Riefky Harsya foto bersama Marching Band Gita Handayani Dinas Pendidikan Aceh di lokasi lomba, Lombok, NTB, Senin (28/7/2025). Dalam ajang Fornas VIII ini, Gita Handayani meraih 3 medali emas, 1 perak, dan 1 perunggu. (Foto: Disdik Aceh)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Marching Band Gita Handayani Dinas Pendidikan (Disdik) Aceh kembali mengharumkan nama daerah di kancah nasional. Pada Festival Olahraga Rekreasi Nasional (Fornas) VIII yang berlangsung di Lombok, Nusa Tenggara Barat, 26 Juli–1 Agustus 2025, tim ini berhasil meraih lima medali, terdiri dari tiga emas, satu perak, dan satu perunggu.

Emas pertama dipersembahkan oleh Iman Firmansyah di nomor Solo Colorguard. Medali emas kedua datang dari Taufiq Hidayat di kategori Solo Majorette. Sementara emas ketiga diraih tim Drumline Battle yang diperkuat 10 anggota.

Tak hanya itu, Gita Handayani juga memboyong medali perak untuk kategori Best Costume Street Parade (16 anggota) dan medali perunggu untuk Best Costume Drumline Battle (10 anggota).

Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Marthunis ST DEA, menyampaikan rasa bangga atas prestasi gemilang ini. Menurutnya, capaian tersebut lahir dari kerja keras, disiplin, serta semangat tinggi seluruh anggota tim.

“Alhamdulillah, saya menyampaikan ucapan selamat dan rasa bangga kepada seluruh tim Marching Band Gita Handayani. Prestasi ini adalah bukti bahwa generasi muda Aceh memiliki potensi luar biasa di bidang seni dan olahraga. Ini tidak hanya membawa harum nama Dinas Pendidikan Aceh, tetapi juga menjadi inspirasi bagi pelajar-pelajar lainnya di seluruh Aceh,” ujar Marthunis, Senin (28/7/2025).

Ia menegaskan, keberhasilan itu merupakan hasil sinergi pembina, pelatih, peserta, serta dukungan orang tua dan semua pihak yang terlibat.

“Kami di Dinas Pendidikan Aceh terus mendorong penguatan pendidikan karakter melalui kegiatan ekstrakurikuler seperti marching band, karena kami percaya pendidikan bukan hanya tentang akademik, tetapi juga pembentukan kepribadian, kreativitas, dan kerja sama,” katanya.

Marthunis menambahkan, prestasi ini diharapkan menjadi awal dari pencapaian lebih besar di masa depan. “Kami berharap prestasi ini menjadi titik awal untuk langkah-langkah lebih besar ke depan. Gita Handayani telah membuktikan bahwa dengan latihan serius dan semangat juang tinggi, anak-anak Aceh bisa tampil sejajar, bahkan lebih unggul, dibanding peserta dari provinsi lain. Kami akan terus mendukung dan memfasilitasi ruang tumbuh bagi bakat-bakat muda seperti ini,” harapnya.

Sementara itu, pelatih sekaligus peserta di kategori Solo Majorette, Taufiq Hidayat (Toya), mengungkapkan keberhasilan timnya tidak lepas dari latihan intensif serta dukungan penuh Dinas Pendidikan Aceh.

“Kami sudah menjalani latihan intensif selama beberapa bulan. Anak-anak tampil dengan semangat dan disiplin luar biasa. Dukungan dari Dinas Pendidikan Aceh sangat besar, dan yang paling membanggakan, tim kami mendapat perhatian langsung dari Menteri Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya yang hadir langsung memberi semangat kepada Gita Handayani di lokasi lomba,” ungkap Taufiq.

Menurutnya, keberhasilan di Fornas VIII bukan sekadar soal medali. “Kehadiran Gita Handayani dalam Fornas VIII membuktikan bahwa Aceh mampu bersaing di tingkat nasional dalam bidang seni pertunjukan dan marching band, sekaligus menjadi bagian dari kebangkitan prestasi non-akademik di kalangan pelajar,” ujar Toya.