Beranda blog Halaman 320

Kejari Aceh Besar Eksekusi Dua Terpidana Korupsi Pembangunan Puskesmas ke Lapas Banda Aceh

0
Ilustrasi tahanan korupsi. (Foto: Radar Cirebon)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Kejaksaan Negeri (Kejari) Aceh Besar mengeksekusi dua terpidana kasus korupsi pembangunan Puskesmas Lamtamot, Kecamatan Lembah Seulawah, ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Banda Aceh, Senin (28/7/2025).

Eksekusi dilakukan setelah putusan Mahkamah Agung terhadap kedua terpidana dinyatakan berkekuatan hukum tetap atau inkrah.

“Kedua terpidana dieksekusi ke Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Banda Aceh. Eksekusi berdasarkan putusan Mahkamah Agung dengan hukuman masing-masing satu tahun penjara dan denda Rp50 juta subsidair dua bulan kurungan,” kata Kepala Seksi Intelijen Kejari Aceh Besar, Filman Ramadhan, di Banda Aceh.

Dua terpidana tersebut adalah Marizka Razi, Wakil Direktur CV Selendang Nikmat, dan Said Isa, yang meminjam perusahaan tersebut untuk mengikuti lelang proyek pembangunan puskesmas. CV Selendang Nikmat merupakan rekanan pelaksana pembangunan Puskesmas Lamtamot.

Keduanya dinyatakan bersalah melanggar Pasal 3 juncto Pasal 18 Ayat (1) huruf a, b, Ayat (2), dan Ayat (3) Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah menjadi UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Selain hukuman badan, keduanya juga dijatuhi pidana membayar uang pengganti kerugian negara masing-masing sebesar Rp61,87 juta. Bila tidak dibayarkan, maka harta bendanya dapat disita dan dilelang. Jika tidak mencukupi, akan diganti dengan pidana dua bulan kurungan.

“Dalam hal terpidana tidak mempunyai harta benda yang mencukupi membayar uang pengganti kerugian negara, maka dipidana selama dua bulan kurungan,” ujar Filman.

Perkara ini bermula dari proyek pembangunan Puskesmas Lamtamot pada 2019. Saat itu, Dinas Kesehatan Kabupaten Aceh Besar menganggarkan dana sebesar Rp2,8 miliar. Setelah proses lelang, proyek dimenangkan oleh CV Selendang Nikmat dengan nilai kontrak Rp2,6 miliar.

Namun dalam pelaksanaannya, pembangunan tidak sesuai spesifikasi dan ditemukan kekurangan volume pekerjaan yang menimbulkan kerugian negara mencapai Rp257,7 juta.

“Pelaksanaan eksekusi ini merupakan bentuk komitmen kejaksaan dalam mewujudkan penegakan hukum yang tegas dan profesional serta memberikan efek jera terhadap tindak pidana korupsi di lingkungan pemerintahan,” tegas Filman.

Sebelumnya, Kejari Aceh Besar juga telah mengeksekusi seorang terpidana lain dalam perkara yang sama, yakni T Zahlul Fitri selaku Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan. Ia divonis satu tahun penjara dan denda Rp50 juta subsidair dua bulan kurungan, serta telah menjalani masa hukuman di Lapas Kelas IIA Banda Aceh.

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News

Mualem Instruksikan Pembentukan Satgas Pengawas Rumah Layak Huni demi Tepat Sasaran

0
Gubernur Aceh, Muzakir Manaf. (Foto: Pemerintah Aceh)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH — Gubernur Aceh, Muzakir Manaf atau yang akrab disapa Mualem, mengeluarkan instruksi tegas terkait program rumah layak huni yang menjadi salah satu fokus utama pemerintahannya.

Dalam video yang diunggah oleh akun TikTok @adi-laweung pada Selasa (29/7/2025), terlihat Mualem tengah memimpin rapat terbatas pembahasan awal Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Aceh (APBA) 2026. Rapat itu turut dihadiri oleh Plt Sekda Aceh serta sejumlah pejabat terkait.

Dikutip Nukilan.id dari video tersebut, salah satu poin krusial yang disorot Mualem adalah pembentukan satuan tugas (satgas) pengawas program rumah layak huni. Ia menekankan pentingnya memastikan bantuan ini tepat sasaran, terlebih di tengah mencuatnya isu pungutan liar dari penerima dan indikasi penerima yang tidak sesuai kriteria.

“Saya sudah sampaikan kepada seluruh Kabupaten/Kota, rumah yang tidak tepat sasaran dan bukan betul-betul orang yang memerlukan, maka cancel, alihkan ke yang lain (yang memerlukan),” tegas Mualem dalam rapat tersebut.

Ia juga menyoroti kebiasaan lama yang dinilainya kerap mengulang kesalahan, terutama dalam proses verifikasi penerima manfaat. Mualem mengingatkan bahwa ke depan, pendataan harus dilakukan secara lebih cermat dan transparan.

“Kita buat Tim. (Jangan) dari dulu sampai sekarang selalu alasan penerimanya (betul) kaum dhuafa,” ujarnya, menyiratkan perlunya evaluasi menyeluruh terhadap mekanisme penyaluran bantuan.

Lebih lanjut, Mualem mendorong adanya perubahan pendekatan dalam pelaksanaan program sosial ini. Ia menegaskan pentingnya inovasi dan evaluasi agar program pemerintah tidak stagnan.

“Kali ini harus hati-hati. Jangan itu-itu saja yang kita kerjakan,” tandasnya.

Arahan Mualem ini menandai komitmen Pemerintah Aceh untuk memperbaiki tata kelola program bantuan sosial, dengan memastikan hak-hak warga yang benar-benar membutuhkan tidak tersisih oleh praktik-praktik yang menyimpang. Jika instruksi ini dijalankan secara konsisten, bukan tidak mungkin program rumah layak huni akan lebih berdampak dan berkeadilan bagi masyarakat Aceh. (XRQ)

Reporter: Akil

Pemuda di Aceh Besar Produksi Pupuk Kompos Hingga Lima Ton per Hari

0
Kegiatan produksi pupuk kompos dari kotoran sapi milik Taufik, di Aceh Besar, Sabtu (26/7/2025). (Foto: ANTARA)

NUKILAN.ID | JANTHO — Taufikul Hadi (32), pemuda asal Gampong Lambeugak, Kecamatan Kuta Cot Glie, Kabupaten Aceh Besar, berhasil mengolah limbah organik menjadi sumber pertanian berkelanjutan. Sejak 2023, ia memproduksi hingga lima ton pupuk kompos per hari dari kotoran hewan dan sampah rumah tangga.

“Alhamdulillah sekitar tiga sampai lima ton per hari. Saya memulai usaha pupuk kompos ini sejak 2023 dan masih berlanjut hingga hari ini,” kata Taufikul Hadi dikutip dari ANTARA, Senin (28/7/2025).

Dalam proses produksinya, Taufik hanya menggunakan peralatan sederhana seperti mesin pencacah dan pengaduk. Ia dibantu enam pekerja untuk mengolah bahan baku yang sebagian besar berasal dari kotoran sapi, abu sekam padi, jerami, serta sampah rumah tangga.

“Kalau sampah rumah tangga, kita ambil di pasar-pasar tradisional yang ada di sekitar pabrik,” ujarnya.

Bahan baku kotoran sapi diperoleh dari kandang-kandang peternak yang telah bekerja sama dengannya di sejumlah wilayah, seperti Kuta Cot Glie, Indrapuri, dan Seulimeum.

Usaha ini tak hanya bertujuan ekonomi, tetapi juga mengusung misi lingkungan. Taufik berupaya mengelola limbah organik menjadi pupuk alami berkualitas guna mendukung pertanian ramah lingkungan.

“Menggunakan pupuk kompos juga dapat mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia, sehingga lebih ramah lingkungan,” tambahnya.

Pupuk hasil produksinya dijual seharga Rp1.500 per kilogram. Pasarnya meliputi para petani langsung, kios pertanian, usaha taman (garden), serta pengadaan program pemerintah.

Dalam sehari, Taufik mampu menjual sekitar empat hingga lima ton pupuk, terutama saat musim tanam padi yang biasanya berlangsung antara Mei hingga Oktober.

“Biasanya untuk musim-musim itu pada bulan Mei hingga Oktober, kalau itu alhamdulillah penjualan kita bisa meningkat,” katanya.

Dari penjualan tersebut, ia mampu meraup omzet sekitar Rp50 juta per bulan.

Tak hanya berhenti pada produksi, Taufik juga rutin memberikan pendampingan kepada para petani terkait cara penggunaan pupuk kompos buatannya. Ia menegaskan bahwa kompos hasil produksinya dapat digunakan pada berbagai jenis tanaman, termasuk tanaman sayur, tanaman tahunan, hingga tanaman hias.

“Mengurangi limbah kotoran hewan dan memperbaiki struktur tanah pertanian agar tetap produktif,” ujarnya.

Dengan langkah sederhana namun berdampak besar, Taufikul Hadi menunjukkan bahwa anak muda pun bisa berkontribusi nyata untuk pertanian dan lingkungan.

Editor: AKil

Genjot Ketahanan Pangan, Wagub Aceh Serahkan Alsintan ke Tiga Kabupaten

0
Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah, SE, didampingi Kadistanbun Aceh, Ir. Cut Huzaimah, MP, saat menyerahkan bantuan alat mesin pertanian traktor dari Kementerian Pertanian RI kepada Pemda Pidie Jaya, yang diterima langsung Oleh Bupati Pidie Jaya, H. Sibral Malasyi, MA, S.Sos, ME, yang turut disaksikan Unsur Forkopimda Pidie Jaya, di Kabupaten Pidie Jaya, Senin, (28/7/2025). (Foto: Humas Aceh)

NUKILAN.ID | MEUREDU — Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah, menyerahkan bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) dari Kementerian Pertanian Republik Indonesia kepada tiga kabupaten, yakni Pidie, Pidie Jaya, dan Bireuen, Senin (28/7/2025).

Penyerahan dilakukan secara langsung oleh Wagub Fadhlullah yang didampingi Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh, Cut Huzaimah. Di Kabupaten Pidie Jaya, prosesi penyerahan disaksikan oleh unsur Forkopimda dan diterima langsung oleh Bupati Pidie Jaya, H. Sibral Malasyi.

Bantuan yang diberikan terdiri dari 4 unit traktor roda empat dan 5 unit pompa air untuk Kabupaten Pidie, 14 unit traktor roda empat dan 4 unit pompa air untuk Pidie Jaya, serta 1 unit traktor roda empat dan 1 unit power thresher untuk Bireuen.

“Penyerahan traktor ini merupakan bagian dari visi besar Presiden Prabowo untuk memperkuat ketahanan pangan. Beliau juga menetapkan harga dasar gabah sebesar Rp6.500, dan saat ini di Aceh harga sudah menyentuh Rp8.000 karena musim kemarau,” ujar Fadhlullah dalam sambutannya.

Ia menambahkan, selain traktor, pemerintah juga membawa pompa air untuk membantu petani yang terdampak kekeringan, khususnya di wilayah seperti Pidie Jaya.

Fadhlullah juga menyoroti pentingnya koperasi tani sebagai simpul distribusi hasil pertanian. Menurutnya, Pemerintah Aceh telah menyelesaikan pembentukan 6.497 koperasi di seluruh provinsi, sebagai bagian dari program nasional.

“Pak Presiden menargetkan 80 ribu koperasi secara nasional. Koperasi akan menjadi simpul distribusi langsung dari petani ke pasar tanpa rantai perantara yang panjang. Ini untuk menjawab keluhan petani soal distribusi pupuk, panen mangga, cabe, dan lainnya,” jelasnya.

Wagub menekankan bahwa seluruh bantuan alsintan harus tepat sasaran dan tidak disalahgunakan.

“Saya minta Pak Kapolres, Pak Kajari, dan seluruh stakeholder untuk ikut mengawasi. Bantuan ini harus dinikmati langsung oleh petani yang benar-benar membutuhkannya,” tegas Fadhlullah.

Program ini menjadi bagian dari upaya konkret pemerintah dalam memperkuat sektor pertanian di tengah tantangan iklim dan distribusi pangan yang kompleks.

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News

Editor: Akil

Gempa M 6,5 Guncang Nikobar India, Getarannya Terasa hingga Aceh

0
Ilustrasi gempa bumi. (Foto: Getty Images)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Gempa bumi berkekuatan magnitudo (M) 6,5 mengguncang wilayah Kepulauan Nikobar, India, Selasa (29/7/2025) dini hari. Meski cukup kuat, gempa tidak memicu peringatan dini tsunami.

Dikutip Nukilan.id dari laporan Survei Geologi Amerika Serikat (USGS), gempa terjadi tepat setelah tengah malam waktu setempat, dengan kedalaman 10 kilometer. Lokasi pusat gempa tercatat berada sekitar 259 kilometer barat laut Kota Sabang, Provinsi Aceh.

Lembaga pemantau tsunami internasional turut melaporkan kejadian ini, namun tidak ada indikasi bahaya tsunami pascagempa.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) juga mencatat adanya aktivitas seismik di wilayah tersebut. Dalam laporannya, BMKG menyebut gempa terjadi pada pukul 01.41 WIB dengan magnitudo 6,3, berpusat di laut pada koordinat 6,70 lintang utara (LU) dan 93,24 bujur timur (BT).

“Kekuatan gempa tercatat MMI II-III di Banda Aceh dan MMI II-III di Aceh Besar,” tulis BMKG dalam keterangannya.

Sebagai wilayah yang berada di dekat zona megathrust, Aceh memang dikenal rawan gempa bumi. Aceh juga pernah menjadi daerah terdampak paling parah dalam bencana gempa dan tsunami tahun 2004, yang berkekuatan magnitudo 9,1 dan menewaskan lebih dari 220.000 orang di 15 negara, sebagaimana dilaporkan AFP.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan mengenai kerusakan maupun korban jiwa akibat gempa terbaru tersebut. (XRQ)

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News

Reporter: Akil

Prakiraan Cuaca dan Pasang Surut di Sabang pada Selasa

0
Ilustrasi pasang surut air laut. (Foto: Pixabay)

Nukilan | Sabang — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui Stasiun Meteorologi Maimun Saleh, Sabang, merilis prakiraan cuaca dan pasang surut laut untuk wilayah perairan Sabang–Banda Aceh pada Selasa (29/7/20205).

Berdasarkan data resmi, kondisi cuaca di wilayah perairan Sabang diperkirakan berawan, dengan arah angin bertiup dari Barat Daya ke Barat. Kecepatan angin diperkirakan berkisar antara 10 hingga 15 knot.

Gelombang laut diprakirakan berada pada kisaran 1,25 meter hingga 2,5 meter, yang tergolong dalam kategori sedang.

BMKG juga mencatat jadwal pasang surut laut yang diperkirakan terjadi sebagai berikut:

Pasang Surut pertama: pukul 05.00–06.00 WIB, ketinggian 0,3 meter

Pasang Naik pertama: pukul 11.00–12.00 WIB, ketinggian 1,7 meter

Pasang Surut kedua: pukul 18.00–19.00 WIB, ketinggian 0,2 meter

Pasang Naik kedua: pukul 24.00–01.00 WIB, ketinggian 1,5 meter

Kepala Stasiun Meteorologi Maimun Saleh Sabang, Teguh Suprapto, mengimbau masyarakat pesisir, terutama nelayan dan operator transportasi laut, agar memperhatikan kondisi gelombang serta jadwal pasang surut sebelum melaut.

“Meski tinggi gelombang masih tergolong sedang, kombinasi antara pasang naik dan angin kencang tetap perlu diwaspadai, terutama untuk aktivitas laut pada malam hari,” ujar Teguh dalam keterangannya kepada Nukilan, Senin (28/7/2025).

BMKG juga mengingatkan agar masyarakat tidak memaksakan kegiatan pelayaran atau rekreasi laut jika terjadi perubahan cuaca ekstrem. Pembaruan informasi akan terus disampaikan guna mendukung keselamatan masyarakat di wilayah pesisir. []

Reporter: Sammy

Satu Unit Rumah Kosong Terbakar di Suka Makmur

0
Kebakaran rumah kosong milik warga di Desa Luthu Dayah Krueng, Kecamatan Suka Makmur, Kabupaten Aceh Besar, pada Minggu (27/7/2025) sore. (Foto: Dok BPBD Aceh Besar)

Nukilan | Aceh Besar — Sebuah rumah kosong milik warga di Desa Luthu Dayah Krueng, Kecamatan Suka Makmur, Kabupaten Aceh Besar, dilaporkan hangus terbakar pada Minggu (27/7/2025) sore. Informasi kejadian diterima oleh petugas pemadam kebakaran pada pukul 18.25 WIB.

Kepala Pusdalops BPBD Aceh Besar, Iqbal mengatakan rumah yang terbakar merupakan rumah panggung berkonstruksi kayu milik Indragunawan (38), warga setempat. Saat kejadian, rumah dalam keadaan kosong dan diketahui sudah lama tidak dihuni oleh pemiliknya.

“Bangunan yang terbakar adalah rumah kayu, sehingga api dengan cepat melalap seluruh bagian rumah,” ujar Iqbal dalam keterangannya kepada Nukilan, Senin (28/7/2025).

BPBD Aceh Besar Pos Induk Sibreh langsung merespons laporan tersebut dengan mengerahkan empat unit armada pemadam kebakaran dan sepuluh personel ke lokasi kejadian. Proses pemadaman dan pendinginan selesai dilakukan sekitar pukul 19.05 WIB.

Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Namun, rumah dilaporkan habis terbakar dan tidak tersisa. Hingga saat ini, penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan pihak kepolisian setempat. []

Reporter: Sammy

Persiraja Kalahkan PORA Aceh Besar 6-0 dalam Laga Persahabatan

0
Persiraja Kalahkan PORA Aceh Besar 6-0 dalam Laga Persahabatan. (Foto: Persiraja)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH — Persiraja Banda Aceh meraih kemenangan meyakinkan 6-0 atas tim sepak bola PORA Aceh Besar dalam laga persahabatan yang berlangsung di Stadion H Dimurthala, Lampineung, Banda Aceh, Senin (28/7/2025) sore.

Meski hanya bertajuk laga uji coba, pertandingan tersebut berjalan dalam tensi tinggi dan berlangsung menarik. Berdasarkan amatan Nukilan.id, para pemain muda PORA Aceh Besar sempat merepotkan skuad Persiraja yang dihuni oleh pemain asing, nasional, maupun lokal.

Pada awal pertandingan, PORA Aceh Besar langsung menggebrak pertahanan Persiraja. Muhammad Faiz nyaris mencetak gol lewat sundulan yang membentur mistar gawang. Serangan mengejutkan ini sempat membuat lini belakang Persiraja panik, sebelum akhirnya mampu mengambil alih permainan.

Persiraja mulai membangun serangan dari lini bawah dengan lebih tenang. Dua pemain asing asal Brasil serta kapten tim M Andika Putra menjadi motor penggerak permainan. Namun, pertahanan PORA yang digalang para pemain muda tampil cukup solid dan disiplin.

Sebuah pelanggaran keras di kotak penalti pada menit ke-30 menjadi titik awal keunggulan Persiraja. Raisul, bek PORA Aceh Besar, dianggap menjatuhkan pemain Persiraja, dan wasit Dihlis Syahputra langsung menunjuk titik putih. Akhiru Wadan sukses mengeksekusi penalti dan membawa Persiraja unggul 1-0.

Tiga menit kemudian, Wadan kembali mencatatkan namanya di papan skor usai menyelesaikan skema serangan balik cepat, memperlebar keunggulan menjadi 2-0. Meski tertinggal, pemain PORA Aceh Besar yang rata-rata berusia 16 hingga 17 tahun tetap bermain penuh semangat dan tidak menunjukkan tanda-tanda menyerah.

Menjelang akhir sesi pertama, PORA mendapatkan beberapa peluang, termasuk tendangan bebas Faiz dan kemelut di depan gawang Persiraja, namun semua peluang berhasil digagalkan oleh barisan pertahanan lawan. Skor 2-0 bertahan hingga sesi pertama berakhir.

Masuk sesi kedua, pelatih PORA mengganti seluruh pemainnya untuk memberi menit bermain merata. Kondisi ini dimanfaatkan oleh Persiraja yang berhasil menambah dua gol tambahan. Pada sesi ketiga, dua gol tambahan kembali dicetak melalui aksi Fitra Ridwan dan seorang pemain asal Brasil, menutup laga dengan skor akhir 6-0.

Dari amatan Nukilan.id, Persiraja tampak belum sepenuhnya padu dalam memainkan skema permainan, mengingat banyaknya perombakan pemain dalam tim. Sementara itu, para pemain PORA Aceh Besar justru tampil cukup rapi dan terorganisir karena telah berlatih bersama selama lebih dari empat bulan.

Tim yang dilatih oleh Mukhlis Nakata bersama asisten pelatih M Hidayat dan pelatih Ryan ini menjadikan laga tersebut sebagai bagian dari persiapan menuju Pekan Olahraga Aceh (PORA) di Aceh Jaya 2025.

Disiplin menjaga posisi dan semangat bertanding menjadi nilai lebih dari anak-anak muda PORA Aceh Besar, meski harus mengakui keunggulan lawannya yang lebih berpengalaman dan matang secara fisik serta taktik.

Jika performa tersebut dapat terus dijaga dan ditingkatkan, PORA Aceh Besar diprediksi mampu tampil kompetitif dalam ajang bergengsi cabang sepak bola PORA Aceh Jaya 2026 mendatang. (XRQ)

Reporter: Akil

Dua Inovasi Kemenag Tembus Top 99 Nasional, Aceh Tengah Salah Satunya

0
Sekjen Kemenag RI, Kamaruddin Amin.(Foto: Kemenag RI)

NUKILAN.ID | JAKARTA – Dua inovasi pelayanan publik dari Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) Kabupaten Aceh Tengah dan Kulon Progo berhasil menembus level nasional. Keduanya masuk dalam daftar finalis Top 99 Inovasi Pelayanan Publik 2025 yang diumumkan oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB).

Kedua inovasi ini lahir dari tingkat lokal, namun dinilai memiliki daya ubah yang signifikan, menjadikan Kemenag sebagai institusi yang dinamis dan inklusif dalam pelayanannya kepada masyarakat.

Dari Aceh Tengah, inovasi bertajuk GELITAWA (Geliat Pemberdayaan Tanah Wakaf) berhasil menarik perhatian. Program ini mengoptimalkan pemanfaatan tanah wakaf yang sebelumnya tidak produktif, menjadi sumber penghidupan bagi masyarakat.

Sementara itu, dari Kulon Progo hadir inovasi LENTERAKU (Layanan Efektif untuk Kelompok Rentan Kemenag Kulon Progo) yang fokus menjangkau kelompok rentan seperti perempuan, anak-anak, dan penyandang disabilitas.

Kedua inovasi tersebut terpilih dari total 2.378 usulan inovasi yang dikirimkan oleh berbagai instansi, termasuk Kementerian/Lembaga, Pemerintah Daerah, BUMN, dan BUMD, dalam ajang Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (KIPP) 2025.

Sekretaris Jenderal Kementerian Agama RI, Kamaruddin Amin, menyampaikan apresiasi atas capaian tersebut.

“Prestasi ini menunjukkan bahwa perubahan tidak selalu lahir dari pusat. Justru di daerah-daerah,” kata Kamaruddin di Jakarta, Sabtu (27/7/2025).

Ia menambahkan, capaian ini mencerminkan semangat pengabdian aparatur sipil negara (ASN) yang mampu menghadirkan pelayanan publik yang menyentuh langsung kehidupan masyarakat.

“Kita melihat semangat pengabdian ASN, yang mampu menerjemahkan nilai-nilai pelayanan menjadi aksi konkret, yang menyentuh masyarakat,” ujarnya.

Menurut Kamaruddin, keberhasilan ini sekaligus menjadi bukti bahwa pelayanan publik berbasis nilai keagamaan, inklusi sosial, dan pemberdayaan ekonomi dapat diintegrasikan secara efektif oleh Kementerian Agama.

Editor: Akil

Wagub Aceh Apresiasi Komisi II DPR RI yang Dukung Permanenisasi Dana Otsus

0
Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah, SE, didampingi Plt. Sekda Aceh, M. Nasir, S.IP, MPA, memberikan apresiasi saat menerima Kunjungan Reses Komisi II DPR-RI di Gedung Serbaguna Setda Aceh, Banda Aceh, Jum'at (25/7/2025). (Foto: MC Aceh)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH Wakil Gubernur Aceh, H. Fadhlullah, SE., menyampaikan apresiasi atas dukungan Komisi II DPR RI yang membuka opsi perpanjangan bahkan permanenisasi Dana Otonomi Khusus (Otsus) Aceh. Hal itu disampaikannya dalam pertemuan bersama rombongan Komisi II di Gedung Serbaguna Setda Aceh, Jumat (25/7/2025).

Dalam kunjungan kerja tersebut, Komisi II yang dipimpin Wakil Ketua Komisi II, Dede Yusuf, menyatakan kesiapan membentuk Panitia Kerja (Panja) khusus guna mendalami kebijakan Dana Otsus ke depan.

“Dana Otsus telah banyak menggerakkan ekonomi Aceh, terutama sektor pelayanan dasar. Kami harap Komisi II bisa memperjuangkan perpanjangan, bahkan permanenisasi Dana Otsus Aceh,” ujar Fadhlullah.

Ia menyebut, 77 persen belanja Pemerintah Aceh masih ditopang oleh dana transfer pusat, termasuk Dana Otsus. Karena itu, ia menilai keberlanjutan dana tersebut sangat vital bagi pembangunan di Aceh.

Dalam forum yang turut dihadiri Forkopimda, Wakil Ketua DPRA, Plt Sekda Aceh, para bupati dan wali kota se-Aceh, akademisi, serta pimpinan SKPA itu, Kepala BPKA dan Kepala Bappeda Aceh juga menyampaikan pandangan serupa.

“Jika Dana Otsus habis maka akan terjadi perlambatan dalam berbagai aspek pembangunan termasuk peningkatan kesejahteraan masyarakat,” kata Kepala Bappeda Aceh.

Sementara itu, Direktur RSUD Zainoel Abidin menyoroti peran Dana Otsus dalam mendukung keberlangsungan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) di sektor kesehatan. Dana tersebut disebut menjadi penopang utama layanan rumah sakit rujukan provinsi.

Menanggapi hal itu, Wakil Ketua Komisi II DPR RI, Dede Yusuf, menegaskan bahwa perhatian pusat terhadap Aceh tidak boleh berbeda dengan daerah lain seperti Papua.

“Kalau Papua bisa mendapatkan perhatian dan dukungan penuh dari pusat, maka Aceh juga pantas mendapat hal yang sama. Kami membuka diri untuk pembahasan lebih lanjut, termasuk membentuk Panja dan mempertimbangkan opsi Otsus permanen,” ujarnya.

Dukungan juga datang dari sejumlah anggota Komisi II lainnya, seperti Deddy Yevri Hanteru Sitorus (PDIP), H. Mohammad Toha (PKB), Heri Gunawan (Gerindra), Ahmad Heryawan (PKS), dan Aria Bima (PDIP). Mereka mendorong evaluasi menyeluruh atas pelaksanaan Otsus dan siap membentuk Panja untuk membahasnya lebih strategis.

“Otsus bukan sekadar diperpanjang, tetapi dipermanenkan. Ini bentuk penghargaan atas sejarah dan pengorbanan Aceh, serta komitmen nasional terhadap integrasi dan keadilan,” tegas Aria Bima.

Wagub Fadhlullah menyambut positif komitmen tersebut dan menyatakan kesiapan Pemerintah Aceh untuk menggelar diskusi lanjutan di Jakarta bersama DPR RI dan kementerian terkait.

“Kami ingin memastikan suara Aceh bukan hanya didengar, tetapi juga diperjuangkan di tingkat nasional. Terima kasih atas komitmen tulus para anggota DPR RI,” kata Fadhlullah.

Dalam kesempatan itu, sejumlah kepala daerah turut menyampaikan aspirasi, seperti rendahnya keterwakilan pemuda Aceh di lembaga pendidikan kedinasan seperti Akpol dan IPDN. Selain itu, mereka juga menyoroti persoalan lima desa di Gayo Lues yang hingga kini masih berstatus kawasan hutan meski telah dihuni selama puluhan tahun.

Fadhlullah juga meminta perhatian pusat terkait mahalnya harga tiket pesawat dari dan ke Aceh. Ia mencontohkan, pada hari-hari besar, tiket dari Jakarta ke Aceh bisa menembus Rp12 juta.

“Di hari-hari besar, tiket ke Aceh dari Jakarta bisa mencapai Rp12 juta. Padahal masyarakat Aceh punya andil besar dalam sejarah penerbangan nasional. Di mana rakyat Aceh pernah menyumbangkan emas untuk membeli pesawat pertama Garuda Indonesia,” ujarnya.

Editor: Akil