Beranda blog Halaman 318

Pemerintah Aceh Perketat Kesiapsiagaan Tagana Hadapi Cuaca Ekstrem

0
Sekretaris Dinas Sosial Aceh, Chaidir menginstruksikan siaga penuh kepada personel Tagana dan jajaran Dinsos di tingkat kabupaten/kota seluruh Aceh. (FOTO: Dokumentasi/ Istimewa)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH — Pemerintah Aceh meningkatkan status kesiapsiagaan bencana menyusul meningkatnya intensitas hujan dan potensi cuaca ekstrem yang melanda sejumlah wilayah dalam beberapa hari terakhir. Seluruh personel Taruna Siaga Bencana (Tagana) dan jajaran Dinas Sosial (Dinsos) di kabupaten/kota diinstruksikan untuk siaga penuh.

Sekretaris Dinas Sosial Aceh, Chaidir, mengatakan langkah ini merupakan upaya antisipasi terhadap potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, dan angin kencang yang dapat terjadi sewaktu-waktu.

“Seluruh personel Tagana dan Dinas Sosial kabupaten/kota se-Aceh telah siaga dan waspada menghadapi potensi bencana akibat curah hujan tinggi,” kata Chaidir, Jumat, 24 Oktober 2025.

Ia menjelaskan, Dinsos Aceh telah memastikan kesiapan di lapangan dengan melakukan pengecekan langsung terhadap ketersediaan logistik di seluruh gudang bencana, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota.

“Dinsos Aceh sudah menyalurkan stok logistik ke masing-masing daerah dan memastikan ketersediaannya di gudang logistik setempat,” ungkapnya.

Selain memastikan logistik bencana, koordinasi antarinstansi juga diperkuat. Dinsos Aceh terus berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) dalam setiap penanganan darurat dan penyaluran bantuan bagi masyarakat terdampak.

“Dinsos Aceh juga terus memantau perkembangan informasi cuaca dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), untuk mengantisipasi lebih dini potensi bencana di berbagai wilayah, sehingga langkah evakuasi dan penyiapan bantuan dapat direncanakan dengan lebih matang,” ujar Chaidir.

Dengan langkah siaga ini, Pemerintah Aceh berharap seluruh pihak dapat bergerak cepat dan terkoordinasi dalam menghadapi potensi bencana yang dipicu oleh kondisi cuaca ekstrem di wilayah tersebut.

Mualem Sambut Baik Respons Pusat: Terowongan Geurutee Jadi Kenyataan

0
Gubernur Aceh, Muzakir Manaf. (Foto: Pemerintah Aceh)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Gubernur Aceh Muzakir Manaf atau yang akrab disapa Mualem menyampaikan rasa syukur atas tindak lanjut cepat pemerintah pusat terhadap rencana pembangunan Terowongan Geurutee, salah satu proyek infrastruktur strategis yang telah lama diusulkan untuk membuka akses jalur barat–selatan Aceh.

Pemerintah melalui Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) telah menurunkan tim untuk meninjau langsung lokasi rencana pembangunan terowongan tersebut. Langkah itu disambut positif oleh Mualem karena proyek ini dinilai sangat penting bagi kelancaran arus barang dan mobilitas masyarakat di kawasan pesisir barat Aceh.

“Jika ada mobil tangki CPO mogok di jalan Geurutee itu, jalur bisa terputus,” ujar Mualem dalam keterangan tertulisnya, Rabu (22/10/2025).

Menurutnya, persoalan lalu lintas di Geurutee telah menjadi keluhan lama masyarakat. Jalan menanjak dan berkelok tajam di kawasan pegunungan itu sering menyebabkan kemacetan panjang, terutama bagi kendaraan berat.

Mualem menuturkan, dirinya telah melakukan sejumlah pertemuan dengan beberapa menteri di Jakarta untuk meminta perhatian lebih bagi Aceh, termasuk percepatan pembangunan Terowongan Geurutee.

“Alhamdulillah proyek terowongan Geurutee telah dikabulkan, demi keselamatan dan kelancaran transportasi, serta demi kemakmuran masyarakat di wilayah Barat-Selatan Aceh,” katanya.

Selain soal infrastruktur, Mualem juga menegaskan pentingnya Revisi Undang-Undang Pemerintahan Aceh (UUPA) sebagai langkah strategis untuk masa depan Aceh.

Hal itu disampaikannya saat menjamu pimpinan dan anggota Badan Legislasi (Baleg) DPR RI di Pendopo Gubernur Aceh, Selasa (21/10/2025) malam.

“Revisi UUPA adalah mimpi seluruh masyarakat Aceh. Perpanjangan dana Otsus menjadi sangat penting dan berarti bagi pembangunan dan masa depan Aceh,” ujar Mualem.

Ia menjelaskan, revisi UUPA menjadi kunci untuk memastikan keberlanjutan kebijakan strategis daerah, mulai dari penguatan Dana Otonomi Khusus (Otsus), pembagian hasil sumber daya alam, hingga penegasan kewenangan antara Pemerintah Aceh dan Pemerintah Pusat.

Mualem menilai, dana Otsus selama ini telah memberi dampak signifikan terhadap pembangunan Aceh. Mulai dari peningkatan infrastruktur, layanan pendidikan, kesehatan, hingga penguatan ekonomi masyarakat.

“Harapan kami dan masyarakat Aceh agar dengan dukungan Banleg DPR RI melalui revisi UUPA, penguatan dan perpanjangan dana Otsus Aceh dapat terwujud agar Aceh dapat bangkit dan sejajar dengan provinsi lain, dan sangat diharapkan revisi UUPA dapat tuntas di tahun 2025 ini,” ucapnya.

Dengan dua agenda besar ini—pembangunan Terowongan Geurutee dan revisi UUPA—Mualem berharap sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dapat semakin erat demi mempercepat kemajuan Aceh secara berkelanjutan.

Aceh Siap Gelar “Aceh Wakaf Summit 2025”, Dorong Gerakan Wakaf untuk Kebangkitan Ekonomi

0
Sekda Aceh, M. Nasir, S.IP, MPA, saat menggelar pertemuan dengan pimpinan perbankan di Aceh dalam rangka membahas persiapan pelaksanaan Aceh Waqf Summit 2025, di Ruang Kerja Sekda Aceh, Banda Aceh, Jum'at, (24/10/2025). (Foto: Humas Aceh)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH — Pemerintah Aceh tengah mempersiapkan pelaksanaan Aceh Wakaf Summit 2025, sebuah forum strategis yang bertujuan memperkuat ekosistem wakaf dan mendorong kebangkitan ekonomi daerah. Agenda berskala internasional ini dijadwalkan berlangsung pada 25–26 November mendatang di Anjong Mon Mata, Kompleks Meuligoe Gubernur Aceh.

Sekretaris Daerah Aceh, M. Nasir, menyampaikan hal tersebut saat memimpin pertemuan dengan pimpinan perbankan dan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) di ruang kerjanya, Kantor Gubernur Aceh, Jumat (24/10/2025). Pertemuan itu membahas kesiapan penyelenggaraan kegiatan yang disebut bakal menjadi momentum penting bagi pengembangan wakaf produktif di Aceh.

Menurut Nasir, Aceh Wakaf Summit akan diisi dengan seminar, diskusi panel, serta malam penghargaan (awarding). Sebanyak 25 pemateri dari berbagai tingkatan—internasional, nasional, hingga lokal—akan hadir sebagai narasumber. Mereka merupakan para pelaku dan pengelola wakaf yang memiliki pengalaman dalam mengembangkan aset wakaf secara produktif.

“Sementara peserta adalah seluruh pemangku kebijakan di Aceh yang berkaitan untuk mendukung gerakan wakaf, kira-kira ada 255 orang,” ujar Nasir.

Ia menambahkan, forum ini diharapkan dapat menghasilkan rekomendasi konkret yang bisa ditindaklanjuti oleh Pemerintah Aceh guna memperkuat gerakan wakaf di Tanah Rencong.

“Potensi wakaf di Aceh sangat besar, oleh sebab itu harus dimanfaatkan dan dikelola dengan baik untuk pembangunan ekonomi masyarakat,” pungkas Nasir.

Dengan kekayaan tradisi keislaman dan sosial yang kuat, Pemerintah Aceh optimistis kegiatan ini akan menjadi tonggak baru bagi pengembangan ekonomi berbasis wakaf di Bumi Serambi Mekkah.

Bangladesh Tertarik Bangun Kerja Sama Strategis dengan Aceh di Bidang Industri dan Agrikultur

0
Bangladesh Tertarik Bangun Kerja Sama Strategis dengan Aceh di Bidang Industri dan Agrikultur. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH — Pemerintah Bangladesh menyatakan ketertarikan untuk menjalin kerja sama strategis dengan Pemerintah Aceh, terutama di sektor industri, agrikultur, dan perdagangan hasil alam. Hal itu disampaikan Duta Besar Bangladesh untuk Indonesia, Tarikul Islam, dalam pertemuan resmi dengan Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh, M. Nasir, di Kantor Gubernur Aceh, Jumat (24/10/2025).

Sekda Aceh, M. Nasir, kepada Nukilan.id, mengatakan menyambut positif rencana tersebut dan menegaskan kesiapan Aceh membuka kerja sama konkret yang bisa dimulai dari bidang manufaktur dan pertanian. Ia menyebut, tahap awal kerja sama akan diwujudkan melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara kedua pihak.

“Saya kira yang pertama adalah membuat MoU untuk kerja sama pembangunan di sisi manufaktur dan agrikultur. Kita mulai dari hal yang produktif seperti pertanian, peternakan, dan sayur mayur,” ujar M. Nasir.

Menurutnya, kerja sama ini menjadi peluang yang saling menguntungkan, terutama dalam mendukung pasokan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Aceh. Ia juga menambahkan bahwa Aceh memiliki potensi besar dalam ekspor hasil alam seperti kopi dan ikan laut.

“Secara budaya kita punya banyak kesamaan dengan Bangladesh. Karena itu, kerja sama ini sangat realistis untuk dikembangkan, termasuk di bidang ekspor ikan laut dan kopi Aceh. Jika berjalan baik, kita juga bisa membahas peluang ekspor batu bara dan energi seperti yang diminati oleh Bangladesh,” kata Sekda.

Sementara itu, Dubes Bangladesh Tarikul Islam menyampaikan bahwa negaranya tertarik menjajaki kerja sama di sektor agrikultur dan industri garmen. Ia menilai Aceh memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi kawasan produksi baru di wilayah barat Indonesia.

“Kami melihat Aceh memiliki potensi besar di sektor industri dan pertanian. Bangladesh siap berbagi pengalaman dan teknologi dalam industri garmen, serta membuka peluang investasi bersama,” ujar Dubes Tarikul.

Bangladesh, kata Tarikul, memiliki pengalaman panjang dalam industri tekstil dan konveksi, serta merupakan salah satu produsen garmen terbesar di dunia. Selain itu, pihaknya juga ingin memperkuat kerja sama di bidang agrikultur, termasuk melalui pengiriman tenaga ahli dan pembukaan pelatihan pertanian di Aceh.

“Kami siap menjalin kerja sama pelatihan, riset, dan pertukaran tenaga ahli agar sektor pertanian Aceh semakin berkembang,” ujarnya.

Lebih lanjut, Dubes Tarikul mengungkapkan minat Bangladesh untuk mengimpor berbagai produk unggulan Aceh seperti kopi Gayo, rempah-rempah, hasil laut, minyak goreng, dan energi. Ia menyebut, negaranya juga akan membawa investor untuk menanamkan modal di sektor agrikultur dan pengolahan hasil alam di Aceh, termasuk pengembangan perkebunan rempah dan pengolahan bumbu masak.

Bangladesh, lanjutnya, juga menaruh perhatian terhadap kerja sama di bidang energi. Selama ini, negara tersebut masih bergantung pada impor energi dari Timur Tengah dengan biaya tinggi.

Kerja sama dengan Aceh dinilai akan lebih efisien dan saling menguntungkan karena faktor kedekatan geografis.

Selain itu, kedua pihak juga membahas peluang pembentukan kawasan industri terintegrasi di Aceh yang menggabungkan sektor garmen, pertanian, dan pengolahan hasil alam.

“Bangladesh memiliki pengalaman dalam mengembangkan kawasan industri yang efisien. Kami ingin berbagi konsep itu agar Aceh bisa menjadi pusat produksi dan ekspor di wilayah barat Indonesia,” kata Dubes Tarikul.

Pertemuan tersebut turut dihadiri Kanselor Administrasi Kedutaan Besar Bangladesh, Habiburokhman; Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Aceh, Marwan Nusuf; serta Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Aceh, Adi Darma.

Kedua pihak sepakat menindaklanjuti hasil pertemuan dengan kunjungan teknis dan penyusunan draf MoU kerja sama antara Pemerintah Aceh dan Pemerintah Bangladesh. (XRQ)

Reporter: Akil

UIN Ar-Raniry Perluas Program Doktoral ke Barat Selatan Aceh, Dorong Riset Islam Berwawasan Global

0
Pascasarjana Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh memperluas akses pendidikan doktoral ke kawasan Barat Selatan Aceh (Barsela), Kamis (23/10) (Foto: ANTARA/HO-Humas UIN Ar Raniry)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Pascasarjana Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh memperluas akses pendidikan doktoral ke kawasan Barat Selatan Aceh (Barsela) sebagai langkah strategis memperkuat riset dan pengembangan keilmuan Islam yang integratif dan berorientasi global.

Ketua Program Studi Islam Pascasarjana UIN Ar-Raniry, Prof. Dr. Syamsul Rijal, mengatakan inisiatif ini dirancang untuk membuka ruang lebih luas bagi dosen dan akademisi di daerah agar dapat melanjutkan studi doktoral dengan fokus pada isu-isu Islam kontemporer.

“Kami ingin membuka akses seluas-luasnya bagi dosen dan akademisi di daerah untuk melanjutkan studi doktoral dengan fokus pada isu-isu Islam kontemporer,” kata Syamsul Rijal di Banda Aceh, Kamis (23/10).

Ia menjelaskan, program ini juga menjadi upaya memperkuat jejaring riset dan kolaborasi akademik antar-lembaga pendidikan tinggi, terutama di kawasan Barsela yang kini berkembang sebagai salah satu pusat pertumbuhan ekonomi baru di Aceh.

Menurutnya, masyarakat Aceh tidak cukup hanya berbangga dengan kejayaan masa lalu, tetapi perlu melahirkan pemikir Islam berwawasan global yang mampu berperan dalam kemajuan berbagai bidang seperti pendidikan, ekonomi, politik, sejarah, dan peradaban.

“Kekayaan alam dan potensi sumber daya manusia di Aceh Barat perlu dikelola oleh para pakar yang memiliki cara pandang Islam sebagai sistem pengetahuan, bukan sekadar sistem doktrin,” ujarnya.

Selain itu, Syamsul Rijal menilai sinergi antara perguruan tinggi negeri umum dan perguruan tinggi keagamaan sangat penting untuk membangun ekosistem riset keislaman di kawasan tersebut.

Sementara itu, Sekretaris Program Pascasarjana, Dr. Zubaidah, menyampaikan bahwa penerimaan mahasiswa baru program doktor dibuka sepanjang tahun dengan proses seleksi yang dilakukan setiap bulan genap.

“Seleksi penerimaan mahasiswa baru dilakukan pada bulan Februari, April, Juni, Agustus, Oktober, dan Desember, dengan sistem uang kuliah tunggal (UKT) yang transparan dan fleksibel,” jelasnya.

Program Doktor Studi Islam UIN Ar-Raniry menawarkan beragam konsentrasi, mulai dari Kajian Al-Qur’an dan Hadis, Agama dan Filsafat, Manajemen Pendidikan Islam, Sejarah Kebudayaan Islam dan Manuskrip, hingga Politik Islam dan Tata Kelola Pemerintahan.

Dalam kunjungan ke kawasan Barsela, tim Pascasarjana UIN Ar-Raniry juga menjalin komunikasi dengan pimpinan STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh dan Universitas Teuku Umar (UTU) untuk memperkuat kemitraan akademik serta riset bersama.

“Kami berharap kolaborasi ini dapat menghasilkan penelitian bersama yang bermanfaat bagi pengembangan studi Islam di kawasan Samudra Hindia,” kata Zubaidah.

Di sisi lain, Ketua Program Studi Doktor Ekonomi Syariah UIN Ar-Raniry, Prof. Dr. Nilam Sari, menuturkan bahwa salah satu tujuan utama pendirian program doktoral tersebut adalah mendukung implementasi Qanun Lembaga Keuangan Syariah (LKS) di Aceh.

“Dengan berlakunya Qanun LKS, kehadiran UIN Ar-Raniry menjadi sangat penting dalam mengembangkan sumber daya manusia di bidang ekonomi syariah,” katanya.

Program Doktor Ekonomi Syariah UIN Ar-Raniry resmi dibuka pada Mei 2025 setelah mendapat izin dari Kementerian Agama. Kehadiran program ini diharapkan mampu menjawab kebutuhan akan sumber daya manusia unggul di bidang ekonomi syariah, khususnya di Provinsi Aceh.

Inovasi dan Kemandirian Digital Warnai AMSI Awards 2025

0
Inovasi dan Kemandirian Digital Warnai AMSI Awards 2025. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.ID | JAKARTA — Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) kembali memberikan apresiasi bagi media digital Tanah Air yang menunjukkan inovasi, kreativitas, dan ketangguhan di tengah gelombang disrupsi teknologi. Melalui ajang AMSI Awards 2025, organisasi ini menegaskan komitmennya untuk terus mendorong transformasi dan kemandirian media siber Indonesia.

Penganugerahan AMSI Awards 2025 berlangsung pada puncak Indonesia Digital Conference (IDC) 2025, Kamis (23/10/2025), di The Hub Sinarmas Land, Jakarta. Tahun ini, IDC mengusung tema “Sovereign AI: Menuju Kemandirian Digital” yang menyoroti pentingnya kedaulatan media dalam menghadapi transformasi berbasis kecerdasan buatan (AI).

“Kompetisi ini kita selenggarakan dengan tujuan besar, untuk memupuk inovasi,” ujar Ketua Umum AMSI, Wahyu Dhyatmika, saat membuka ajang penghargaan tersebut. Ia menekankan bahwa inovasi menjadi strategi penting agar media mampu bertahan di tengah disrupsi digital, sekaligus menjaga independensi redaksi dan bisnis yang sehat.

AMSI berharap para anggota asosiasi mampu menemukan cara-cara baru dalam memperkuat pendapatan, tanpa mengabaikan kualitas jurnalisme dan tanggung jawab publik.

Penghargaan untuk Inovasi Media

Tahun ini menjadi penyelenggaraan kelima AMSI Awards yang diikuti oleh puluhan media anggota, baik skala kecil maupun besar. Setiap kategori dinilai berdasarkan kreativitas, dampak, dan keberlanjutan inovasi, dengan proses seleksi ketat oleh dua lapisan juri — internal dan eksternal — yang seluruhnya menandatangani pakta integritas untuk menjamin objektivitas.

Berikut para pemenang AMSI Awards 2025:

Media Skala Kecil

  1. Murianews — Inovasi Strategi dan Pertumbuhan Jangkauan Konten Terbaik
    Murianews mengoptimalkan berita cuaca secara hiperlokal di wilayah eks-Karesidenan Pati dan Jawa Tengah, dengan menayangkan lebih dari 20 artikel sederhana setiap hari.

  2. Sumsel Update — Inovasi Pertumbuhan Engagement Media Sosial Terbaik
    Melalui inovasi “Begacang”, Sumsel Update mempercepat distribusi berita ke Instagram dengan otomatisasi konten dan menjadikan jurnalis sebagai kreator digital.

  3. NU Online — Inovasi Produk dan Teknologi Terbaik
    NU Online menghadirkan NU Online Super App dan Web Qur’an, ekosistem digital keislaman terintegrasi yang menyatukan layanan ibadah, tafsir multibahasa, tajwid warna, hingga Qur’an Bahasa Isyarat.

  4. Konde.co — Inovasi Kebijakan dan Inklusivitas Terbaik
    Konde.co menetapkan 25 aturan berbasis regulasi nasional dan konvensi internasional, termasuk SOP Kekerasan Seksual dan pedoman jurnalistik feminis.

  5. The Conversation Indonesia — Inovasi Komersial dan Revenue Stream Terbaik
    The Conversation Indonesia mengembangkan pendapatan non-grant lewat kemitraan berbasis sains dan sponsorship edukatif bersama lembaga riset dan universitas.

Media Skala Besar

  1. Tribun Kaltim — Inovasi Strategi dan Pertumbuhan Jangkauan Konten Terbaik
    Melalui format Vertical Live YouTube, Tribun Kaltim memperluas jangkauan audiens mobile-first dan meningkatkan interaksi di platform video pendek.

  2. Suara.com — Inovasi Pertumbuhan Engagement Media Sosial Terbaik
    Suara.com mengusung strategi “Sketsa & Persona” di Instagram dan TikTok, memanfaatkan AI untuk riset serta publikasi video pendek yang mengangkat isu aktual.

  3. HukumOnline — Inovasi Produk dan Teknologi Terbaik
    HukumOnline memperkenalkan Allex, platform Generative AI Legal Research yang menyederhanakan akses informasi hukum dan meningkatkan efisiensi kerja profesional hukum.

  4. Espos.id — Inovasi Kebijakan dan Inklusivitas Terbaik
    Solopos Media Group membangun kultur redaksi yang inklusif dan berkeadilan melalui pelatihan dan kerja sama strategis untuk memperkuat jurnalisme damai.

  5. IDN Times — Inovasi Komersial dan Revenue Stream Terbaik
    IDN Times mengembangkan Activities Driven by Editorial, yang menjadikan tim redaksi penggerak kegiatan literasi dan kompetisi debat, membuka aliran pendapatan baru lewat kolaborasi strategis.

Mendorong Ekosistem Media yang Berdaya Saing

Peserta AMSI Awards 2025 terdiri atas media siber anggota asosiasi yang dapat mengirimkan hingga tiga entri inovasi berbeda. Setiap entri wajib menyertakan bukti capaian serta presentasi inovasi melalui sistem pendaftaran daring.

Bagi AMSI, ajang penghargaan ini bukan sekadar seremoni, melainkan ruang refleksi bersama untuk menguatkan kualitas jurnalisme digital di Indonesia. “Inovasi bukan hanya soal teknologi, tetapi tentang cara kita melayani publik dengan lebih baik,” ujar Wahyu Dhyatmika.

Penyelenggaraan IDC dan AMSI Awards 2025 turut didukung sejumlah mitra strategis, termasuk Sinar Mas Land, PT Astra International Tbk, Djarum Foundation, PT Pertamina (Persero), PT Telkom Indonesia Tbk, MIND ID, serta Bank BUMN seperti BNI, BRI, Mandiri, dan BSI.

Dengan semangat kolaborasi dan inovasi, AMSI Awards 2025 menegaskan peran media siber Indonesia sebagai kekuatan utama dalam membangun masa depan jurnalisme yang inklusif, berdaya saing, dan berdaulat secara digital.

Bea Cukai Aceh Musnahkan Rokok Ilegal Senilai Miliaran Rupiah dan Puluhan iPhone Selundupan

0
Bea Cukai Aceh Musnahkan Rokok Ilegal Senilai Miliaran Rupiah dan Puluhan iPhone Selundupan. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Aceh memusnahkan jutaan batang rokok ilegal dan puluhan ponsel selundupan hasil penindakan selama setahun terakhir. Total barang yang dimusnahkan mencapai miliaran rupiah nilainya.

Pemusnahan berlangsung di halaman Kantor Bea Cukai Aceh, Kamis (23/10/2025). Rokok ilegal berbagai merek dibakar dalam beberapa drum, sementara 21 unit iPhone dihancurkan secara fisik menggunakan palu hingga rusak total.

“Pemusnahan ini sebagai bentuk tindakan tegas terhadap pelanggaran di bidang kepabeanan dan cukai,” kata Kepala Kanwil Bea Cukai Aceh, Bier Budy Kismulyanto.

Selain rokok dan ponsel, Bea Cukai juga memusnahkan sejumlah barang selundupan lain, seperti 34 pasang alas kaki, 16 koli pakaian bekas, tujuh buah tas, 116 kosmetik, dan 2.314 butir obat-obatan.

Budy menjelaskan, 6,3 juta batang rokok ilegal yang dimusnahkan merupakan hasil dari 576 kali penindakan selama periode November 2024 hingga September 2025. Sementara itu, barang selundupan lainnya berasal dari 33 penindakan antara Desember 2024 hingga April 2025 dengan nilai total sekitar Rp139 juta.

“Potensi kerugian negara dari rokok ilegal ini ditaksir mencapai Rp6,7 miliar,” ungkap Budy.

Upaya pemberantasan rokok dan barang ilegal terus diperkuat. Bea Cukai Langsa, misalnya, menyita delapan unit motor, 20 koli suku cadang, dan satu unit truk pada 13 September lalu. Sedangkan Bea Cukai Lhokseumawe menggagalkan penyelundupan 3,87 juta batang rokok ilegal pada 10 Oktober dan menetapkan tiga orang sebagai tersangka.

Proses pemusnahan turut dipimpin langsung oleh Dirjen Bea dan Cukai, Letjen TNI (Purn.) Djaka Budhi Utama. Ia menegaskan komitmen Bea Cukai dalam menjaga integritas dan memperkuat pengawasan di lapangan.

“Kami akan terus memperkuat integritas dan kolaborasi, agar setiap langkah pengawasan memberikan manfaat bagi masyarakat dan perekonomian nasional,” pungkas Djaka.

Hingga akhir September 2025, Bea Cukai mencatat 22.064 penindakan di seluruh Indonesia dengan total nilai barang mencapai Rp6,8 triliun.

Kemenag dan Pemkab Aceh Selatan Bahas Pembangunan Kantor Kementerian Haji dan Umrah

0
Kemenag dan Pemkab Aceh Selatan Bahas Pembangunan Kantor Kementerian Haji dan Umrah. (Foto: Kemenag Aeh)

NUIKILAN.IDTAPAKTUAN — Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Aceh Selatan, H Khairul Huda, SHI, MSi, melakukan silaturahmi dan koordinasi dengan Bupati Aceh Selatan, H Mirwan, di Pendopo Bupati, Kamis (23/10/2025). Pertemuan tersebut membahas rencana pembangunan Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Aceh Selatan yang diharapkan dapat meningkatkan pelayanan ibadah haji dan umrah bagi masyarakat setempat.

Dalam pertemuan itu, Kakankemenag turut didampingi oleh Kasubbag TU, HM Suryadi Anwar, SAg, Kasi Penyelenggara Haji dan Umrah (PHU), H Khairizal, SAg, serta staf BMN Kantor Kemenag Aceh Selatan.

Khairul Huda menjelaskan, kebutuhan akan kantor khusus penyelenggaraan urusan haji dan umrah kini menjadi hal yang mendesak, seiring dengan meningkatnya jumlah jamaah setiap tahun di wilayah Aceh Selatan.

“Kami berharap dukungan Pemerintah Daerah dalam penyediaan lahan agar proses pembangunan Kantor Kementerian Haji dan Umrah dapat segera direalisasikan. Dengan adanya kantor tersebut, pelayanan kepada masyarakat akan lebih maksimal,” ujar Khairul Huda.

Sementara itu, Bupati H Mirwan menyambut positif rencana tersebut. Ia menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Aceh Selatan siap mendukung dan akan menindaklanjuti koordinasi teknis terkait penentuan lahan yang strategis bagi pembangunan kantor tersebut.

“Pemkab Aceh Selatan tentu mendukung setiap upaya yang bertujuan meningkatkan pelayanan keagamaan bagi masyarakat. Insya Allah, kita akan bahas lebih lanjut secara teknis mengenai lokasi lahan yang sesuai,” ungkap Bupati Mirwan.

Pertemuan berlangsung dalam suasana akrab dan penuh kekeluargaan, mencerminkan sinergi antara Kementerian Agama dan Pemerintah Daerah dalam memperkuat pembangunan sektor keagamaan di Aceh Selatan.

IPNU Aceh Selatan Desak Evaluasi Kinerja Plt Kadis Dayah, Soroti Dugaan Penyalahgunaan Wewenang

0
Zulfikri, Bendahara IPNU Aceh Selatan. (Foto: Dok Pribadi)

NUKILAN.IDTAPAKTUAN – Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (PC IPNU) Aceh Selatan mendesak Bupati Aceh Selatan untuk mengevaluasi kinerja Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan Dayah setempat. Desakan itu disampaikan menyusul polemik pemecatan seorang guru Madrasah Ulumul Qur’an (MUQ) Aceh Selatan yang disebut bermula dari persoalan penyitaan ponsel anak seorang pejabat.

Kasus tersebut dinilai menimbulkan stigma negatif terhadap dunia pendidikan pesantren. Meskipun pihak terkait telah menempuh jalur damai beberapa waktu lalu, IPNU Aceh Selatan menilai perlu ada langkah tegas dari pemerintah daerah agar kejadian serupa tidak terulang.

“Setelah saya mengkaji lebih lanjut berita yang baru-baru mencuat terkait permasalahan internal MUQ Aceh Selatan. Saya jujur sangat kecewa, karena perihal campur tangan dari pihak luar pesantren dalam peraturan yang telah disepakati. Saya menilai tindakan ini merupakan abuse of power (penyalahgunaan kekuasaan) yang dilakukan oleh PLT Dinas Dayah yang tidak berkompeten dalam mendidik,” ujar Zulfikri, Bendahara IPNU Aceh Selatan.

Menurut Zulfikri, IPNU Aceh Selatan hadir sebagai wadah aspirasi pelajar dan santri di berbagai lembaga pendidikan, termasuk pesantren dan perguruan tinggi di Aceh Selatan. Karena itu, organisasi ini merasa berkepentingan menyuarakan keresahan publik terhadap dugaan intervensi yang mencederai independensi lembaga pendidikan keagamaan.

Ia juga menegaskan, IPNU tidak menolak proses perdamaian yang telah ditempuh, namun meminta agar persoalan etika pejabat tetap ditindaklanjuti sesuai aturan.

“Kami tidak mempersalahkan proses jalur perdamaian tersebut. Namun jalur damai tersebut tidak menghilangkan pelanggaran terhadap PLT Kadis Dayah yang telah melanggar etika pejabat tersebut, saya juga berharap agar perdamaian tersebut tidak menjadi hanya sekedar simbolik,” pungkasnya.

IPNU Aceh Selatan berharap Bupati dapat menegakkan prinsip keadilan dan akuntabilitas di lingkungan pemerintahan, terutama dalam menjaga marwah lembaga pendidikan dayah yang selama ini menjadi benteng moral di Aceh Selatan.

Pemerintah Aceh Kirim Bantuan Cepat untuk Warga Terdampak Banjir di Aceh Jaya

0
Kondisi banjir di wilayah Kabupaten Aceh Jaya, Aceh. (Foto: Dokumentasi BPBA)

NUKILAN.IDBANDA ACEH – Pemerintah Aceh bergerak cepat menyalurkan bantuan logistik darurat bagi warga yang terdampak banjir bandang di Kabupaten Aceh Jaya. Banjir yang terjadi akibat hujan deras beberapa hari terakhir itu merendam puluhan desa di delapan kecamatan dan mengakibatkan ribuan warga terdampak.

Pelaksana Harian Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA), Abd Aziz, mengatakan pihaknya segera menyalurkan bantuan logistik sesuai arahan Gubernur Aceh.

“Kami dari Pemerintah Aceh berusaha secepat mungkin merespon bencana yang terjadi di daerah sesuai arahan Gubernur Aceh,” kata Abd Aziz, Kamis (23/10/2025).

Bantuan tahap awal yang disalurkan berupa 200 lembar kain sarung, diserahkan langsung oleh Abd Aziz kepada pihak BPBD Kabupaten Aceh Jaya. Menurutnya, bantuan ini merupakan bentuk kepedulian dan respons cepat Pemerintah Aceh untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat di lokasi terdampak.

“Kami berharap bantuan ini dapat meringankan beban warga yang terkena musibah,” ujarnya.

BPBA melalui Pusat Pengendalian dan Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops) terus memantau perkembangan situasi banjir berdasarkan laporan dari BPBD Aceh Jaya. Aziz menegaskan, pihaknya berkomitmen untuk mendukung percepatan penanganan darurat dan pemulihan pascabencana.

“Dengan kerja sama dan koordinasi yang baik antara pemerintah dan masyarakat, diharapkan proses penanggulangan bencana dapat berjalan lancar dan efektif,” jelasnya.

Data sementara menunjukkan banjir melanda 35 desa di delapan kecamatan, meliputi Panga, Darul Hikmah, Setia Bakti, Teunom, Pasie Raya, Krueng Sabee, Jaya, dan Sampoiniet. Sebanyak 1.827 kepala keluarga atau 5.637 jiwa terdampak langsung bencana tersebut.

Selain merendam rumah warga, banjir juga merusak dua jembatan utama—masing-masing di Desa Alue Gajah, Kecamatan Darul Hikmah, serta di jalan Sapek–Gle Seubak, Kecamatan Setia Bakti. Tebing longsor di Desa Lhok Kruet turut menambah kerusakan pada lahan kebun masyarakat.

Meski genangan air di beberapa titik mulai surut, banjir kiriman masih melanda sejumlah desa seperti Arongan, Mata Ie, dan Cot Langsat. Akses transportasi warga pun masih terganggu, terutama bagi pengguna kendaraan roda dua.

Hingga Kamis siang, hujan dengan intensitas ringan masih mengguyur beberapa wilayah Aceh Jaya. Pemerintah Aceh terus berkoordinasi dengan BPBD setempat untuk memastikan bantuan tambahan dapat segera disalurkan apabila kondisi memburuk.