Beranda blog Halaman 315

Gempa M5,1 Guncang Pidie, Aceh, Getaran Terasa hingga Sejumlah Wilayah Sekitar

0
Ilustrasi gempa bumi. (Foto: Getty Images)

NUKILAN.ID | SIGLI — Guncangan gempa bumi dengan magnitudo 5,1 terjadi di wilayah Mane, Kabupaten Pidie, Aceh, pada Selasa (28/10/2025) pagi sekitar pukul 06.35 WIB. Gempa ini semula terdeteksi bermagnitudo 5,3 sebelum kemudian diperbarui oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menjadi M5,1.

Menurut laporan BMKG, pusat gempa berada di darat pada koordinat 4,88° Lintang Utara dan 96,05° Bujur Timur, tepatnya di wilayah Mane, Pidie, Aceh, dengan kedalaman 10 kilometer.

Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Daryono, menjelaskan bahwa gempa tersebut tergolong dangkal dan berkaitan dengan aktivitas sesar aktif di kawasan setempat.
“Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat adanya aktivitas sesar aktif,” kata Daryono dalam keterangan tertulis yang diterima Nukilan.id.

Lebih lanjut, hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi ini memiliki karakter pergerakan geser-naik (oblique thrust fault).
“Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan geser-naik (oblique thrust fault),” tambahnya.

BMKG memastikan gempa tersebut tidak berpotensi tsunami. Namun, masyarakat diimbau tetap waspada terhadap kemungkinan gempa susulan yang dapat terjadi. Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan kerusakan maupun korban jiwa akibat gempa tersebut. (XRQ)

Reporter: Akil

MJD Kupi Luncurkan Konsep “One Stop Service” Pertama di Banda Aceh: Ngopi, Cuci Mobil, dan Potong Rambut Bisa Sekaligus

0
Muhammad Jusuf Darusman, penggagas MJD Kupi. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – MJD Kupi kembali menghadirkan gebrakan baru di dunia usaha kreatif Banda Aceh. Setelah dikenal sebagai salah satu tempat nongkrong favorit anak muda, kini MJD Kupi memperluas layanannya dengan konsep “One Stop Service” — yang menggabungkan warung kopi, car wash, dan barbershop modern dalam satu lokasi.

Berlokasi strategis di Jalan T. Nyak Arief, Lamnyong, konsep ini menjadi yang pertama di Banda Aceh, menghadirkan kemudahan bagi pelanggan yang ingin menikmati kopi sambil menunggu mobil dicuci atau rambut dirapikan.

MJD Kupi kini tak sekadar menjadi tempat bersantai menikmati kopi berkualitas. Melalui MJD Car Wash, pengunjung bisa sekaligus mencuci kendaraan dengan layanan cepat dan hasil bersih.

Sementara itu, suasana baru akan semakin lengkap dengan kehadiran Monarca Barbershop yang baru menggelar soft opening pada Kamis (23/10/2025) lalu.

“Konsep ini kami hadirkan untuk menjawab kebutuhan masyarakat modern yang ingin efisien tanpa meninggalkan kenyamanan. Cukup datang ke MJD Kupi, semuanya beres dalam satu kunjungan,” ujar Muhammad Jusuf Darusman, penggagas MJD Kupi kepada Nukilan.id Senin (27/10/2025).

Dengan layanan yang lengkap, MJD Kupi menghadirkan pengalaman unik bagi pelanggan: ngopi santai dengan aroma kopi khas Aceh, kendaraan yang kembali mengilap, serta penampilan yang semakin rapi.

Kehadiran inovasi ini diharapkan mampu menjadi inspirasi bagi pelaku usaha lokal lainnya untuk berani berinovasi dan menghadirkan layanan terpadu yang sesuai dengan gaya hidup masyarakat urban saat ini.

MJD Kupi pun siap menjadi ikon baru gaya hidup praktis dan stylish di Banda Aceh—memadukan produktivitas, kenyamanan, dan relaksasi dalam satu tempat yang harmonis. (XRQ)

Reporter: AKIL

Wali Kota Illiza Raih Penghargaan Internasional CityNet SDG Awards 2025

0
Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal, menerima penghargaan internasional CityNet SDG City Awards 2025 pada ajang yang digelar di Bali Beach Convention Center, Denpasar, Senin (27/10/2025). (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.ID | DENPASAR — Kiprah perempuan Banda Aceh dalam pengelolaan sampah kembali mendapat pengakuan dunia. Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal, menerima penghargaan internasional CityNet SDG City Awards 2025 pada ajang yang digelar di Bali Beach Convention Center, Denpasar, Senin (27/10/2025).

Banda Aceh menjadi salah satu dari 11 kota terbaik di Asia Pasifik yang menerima penghargaan bergengsi tersebut. Kota ini berhasil meraih penghargaan di kategori SDG Grassroots Innovation melalui program inovatif “Women in Waste Management: The WCP System”, yang dinilai sukses memberdayakan perempuan dalam pengelolaan Waste Collecting Point (WCP) dan menciptakan dampak sosial, ekonomi, serta lingkungan di tingkat komunitas.

Dalam kompetisi yang diikuti oleh 50 kota dan organisasi dari berbagai negara di kawasan Asia Pasifik, tercatat ada 100 inovasi yang dikirimkan. Dari jumlah itu, hanya 22 inovasi yang berhasil menembus babak final, dan 11 di antaranya ditetapkan sebagai penerima penghargaan.

Dari Indonesia, ada tiga kota yang menorehkan prestasi di ajang ini, yakni Banda Aceh, Jakarta, dan Surabaya. Banda Aceh unggul di kategori SDG Grassroots Innovation, Jakarta meraih penghargaan di kategori SDG City Branding and Public Diplomacy, sementara Surabaya memenangkan kategori SDG Urban Environment Impact.

Proses penilaian dilakukan oleh panel juri internasional yang berasal dari berbagai lembaga dunia, di antaranya United Nations ESCAP, Seoul Metropolitan Government, mantan Wali Kota Kuala Lumpur, UNDP, ADB, Global Green Growth Institute (GGGI), serta Zero Waste Foundation.

Usai menerima penghargaan, Wali Kota Illiza bersama perwakilan kota lainnya mengikuti sesi forum terbuka dengan panel juri. Dalam kesempatan itu, para panelis menanyakan bagaimana Banda Aceh memastikan keberlanjutan dan peningkatan skala pengelolaan WCP dalam jangka panjang, terutama terkait partisipasi dan dukungan finansial bagi para manajer perempuan.

Menjawab pertanyaan tersebut, Illiza menjelaskan bahwa keberlanjutan program ini bergantung pada komitmen Pemerintah Kota melalui dukungan kebijakan dan alokasi anggaran yang konsisten.

Ia menegaskan, sosialisasi berkelanjutan, pendampingan lapangan, dan pemberian insentif menjadi faktor penting dalam menjaga motivasi para pengelola. Pemerintah Kota juga tengah berupaya agar insentif bagi cleaning leaders atau ketua WCP dapat bersumber dari dana gampong.

Lebih jauh, Illiza menegaskan bahwa dalam RPJM Banda Aceh 2025–2029, program WCP menjadi bagian dari kebijakan prioritas lingkungan “Asri: Aksi Solutif untuk Ramah Lingkungan”, serta mendukung pengarusutamaan gender melalui program “Peduli: Perempuan, Disabilitas, dan Anak untuk Lingkungan Inklusif.”

Dengan kebijakan tersebut, program WCP tidak hanya berkontribusi pada kebersihan kota, tetapi juga menjadi wadah pemberdayaan sosial dan ekonomi bagi perempuan.

“Keberlanjutan program ini bukan semata tentang anggaran, tetapi tentang komitmen, kepercayaan, dan kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat dalam menjaga Banda Aceh tetap bersih dan berdaya,” ujar Illiza.

Wali Kota juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berperan dalam kesuksesan inovasi tersebut.

“Penghargaan ini adalah bentuk pengakuan dunia terhadap kerja keras para perempuan di Banda Aceh yang telah menjadi penggerak perubahan di tingkat komunitas. Ini bukan hanya kebanggaan pemerintah, tetapi seluruh masyarakat yang terus berkolaborasi menjaga lingkungan,” tuturnya.

Illiza menambahkan, penghargaan ini akan menjadi pemicu semangat baru bagi Banda Aceh untuk memperkuat sistem WCP dan memperluas penerapannya ke seluruh kecamatan agar manfaatnya semakin besar dan berkelanjutan.

Sebagai informasi, CityNet merupakan jaringan kota-kota Asia Pasifik yang menaungi 159 anggota, terdiri atas pemerintah kota, lembaga internasional, dan organisasi masyarakat sipil. Melalui Urban SDG Platform, jaringan ini menjadi wadah pertukaran inovasi dan praktik terbaik untuk mendorong pembangunan kota yang berkelanjutan.

Editor: Akil

DPRK Banda Aceh Takziah untuk Mengenang Dedikasi Almarhum T Hendra Budiansyah

0
DPRK Banda Aceh Takziah untuk Mengenang Dedikasi Almarhum T Hendra Budiansyah. (Foto: Humas DPRK BANDA ACEH)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Sejumlah anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kota (DPRK) Banda Aceh bersama aparatur sekretariat dewan melakukan takziah ke rumah almarhum T Hendra Budiansyah di Gampong Keudah, Kecamatan Kutaraja, Senin (20/10/2025).

Almarhum T Hendra Budiansyah dikenal luas sebagai sosok politisi muda yang berdedikasi. Ia pernah menjabat sebagai anggota DPRK Banda Aceh selama dua periode, 2014–2019 dan 2019–2024. Pada periode pertamanya, Hendra dipercaya menjadi Wakil Ketua DPRK Banda Aceh.

Dalam rombongan takziah tersebut hadir Ketua DPRK Banda Aceh Irwansyah, ST, Ketua Komisi I Teuku Nanta Muda, Ketua Komisi III Royes Ruslan, Wakil Ketua Komisi III Tuanku Muhammad, Sekretaris Komisi III Sofyan Helmi, serta Ketua Badan Legislasi (Banleg) DPRK Banda Aceh, Ramza Harli.

Turut hadir pula Sekretaris DPRK Banda Aceh Tharmizi, Kabag Hukum, Humas dan Persidangan DPRK Yusnardi, serta sejumlah ASN Sekretariat DPRK Banda Aceh.

Dalam kesempatan itu, rombongan memanjatkan doa untuk almarhum yang semasa hidupnya dinilai telah memberikan banyak kontribusi bagi pembangunan dan kemajuan Kota Banda Aceh, khususnya melalui perannya di lembaga legislatif.

Teuku Hendra Budiansyah merupakan politisi Partai Aceh dari daerah pemilihan (dapil) Kuta Alam. Selain aktif di dunia politik, ia juga pernah memimpin Partai Aceh Kota Banda Aceh dan terakhir menjabat sebagai Wakil Kepala Badan Pengusahaan Kawasan Sabang (BPKS).

Kepergian almarhum meninggalkan duka mendalam bagi rekan sejawat serta masyarakat Banda Aceh yang mengenalnya sebagai sosok muda yang berkomitmen terhadap kemajuan daerah.

RPH Lambaro Resmi Bersertifikat Halal, Aceh Besar Siap Pasok Daging ke Hotel dan Pasar Modern

0
RPH Lambaro Resmi Bersertifikat Halal. (Foto: MPU)

NUKILAN.ID | JANTHO – Rumah Potong Hewan (RPH) Lambaro, Kabupaten Aceh Besar, kini resmi mengantongi sertifikat halal dari Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh. Sertifikasi ini menjadi tonggak penting dalam menjamin proses pemotongan hewan di RPH tersebut sesuai dengan syariat Islam, sekaligus memenuhi standar keamanan, kebersihan, dan kesehatan.

Kepala Dinas Pertanian Aceh Besar, Jakfar SP MSi, menyampaikan rasa syukur atas capaian tersebut. Ia menyebutkan, keberadaan sertifikat halal menjadi langkah strategis untuk memperkuat kepercayaan publik dan membuka peluang distribusi daging ke sektor usaha yang lebih luas.

“Alhamdulillah, hari ini kita telah menyaksikan bersama bahwa RPH Lambaro sudah keluar sertifikat halal yang dikeluarkan oleh MPU Aceh. Sertifikat ini sangat penting untuk legalitas kita dalam menjalankan tugas, khususnya pada pemotongan hewan ternak yang selama ini kita lakukan,” ujar Jakfar di RPH Lambaro, Kecamatan Ingin Jaya, Aceh Besar, Jumat (24/10/2025).

Menurut Jakfar, selama ini pelaku usaha kerap mengalami kendala dalam memasarkan daging ke hotel, restoran, dan pasar modern karena belum memiliki sertifikat halal. Kini, setelah sertifikasi itu terbit, Pemerintah Kabupaten Aceh Besar optimistis penggunaan jasa RPH Lambaro akan meningkat.

“Selama ini banyak hotel, restoran, bahkan tamu dari luar negeri seperti Malaysia yang mensyaratkan sertifikat halal. Alhamdulillah sekarang kita sudah bisa menunjukkannya. Artinya, daging yang keluar dari RPH Lambaro sudah aman, sehat, utuh, dan halal,” ungkapnya.

Selain meningkatkan kepercayaan publik, Jakfar juga menargetkan langkah ini dapat mendorong peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui sektor pemotongan hewan.

Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan, Uzir SPt MSi, menjelaskan bahwa sertifikasi halal ini memiliki nilai penting, baik dari sisi agama maupun tata kelola.

“Halal itu wajib, terutama untuk daging sapi yang dikonsumsi masyarakat. Selama ini pemotongan di RPH sudah sesuai syariat, hanya saja sertifikatnya yang belum keluar. Setelah melalui proses panjang dan auditor dari MPU Aceh, alhamdulillah sekarang sudah resmi tersertifikasi,” terang Uzir.

Dengan adanya sertifikat halal, RPH Lambaro kini siap memperluas jangkauan distribusinya. Tidak hanya memasok ke pasar tradisional, daging hasil pemotongan di RPH tersebut juga akan disalurkan ke jaringan modern seperti swalayan, hotel, dan rumah makan besar.

“Ke depan, daging dari RPH dapat masuk ke swalayan, hotel, dan rumah makan besar. Permintaan akan meningkat, dan kami berharap jumlah pemotongan yang selama ini hanya sekitar 2.700–3.000 ekor per tahun ikut bertambah sehingga PAD juga meningkat,” ucapnya.

Meski demikian, Uzir mengingatkan bahwa mempertahankan status halal menjadi tantangan yang lebih besar dibanding memperolehnya.

“Memang untuk mendapatkan sertifikat ini berat, namun mempertahankannya lebih berat lagi. Tapi kami komit, mulai dari tukang potong hingga stekholder lainnya untuk terus menjaga ini. Ini aset Aceh Besar dan ini demi Aceh Besar,” tandasnya.

Ia juga berharap RPH Lambaro dapat segera ditetapkan sebagai Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) agar pengelolaan anggaran lebih mandiri dan efektif.

Di akhir acara, Jakfar mengajak masyarakat, pedagang, dan pelaku usaha untuk memanfaatkan fasilitas RPH Lambaro yang kini telah tersertifikasi halal dan memiliki dasar retribusi melalui Qanun Kabupaten Aceh Besar.

“Tidak ada keraguan lagi. Insya Allah aman, sehat, utuh, dan halal,” pungkas Jakfar.

Rindu yang Terlalu Lama Bisa Ganggu Kesehatan, Ini Penjelasan Ilmiahnya

0
Ilustrasi Depresi. (Foto: Harian Jogja)

NUKILAN.ID | SAINS — Rasa rindu ternyata bukan hanya persoalan perasaan. Dilansir Nukilan.id dari sebuah studi dari Yerkes National Primate Research Center, Emory University, Amerika Serikat, menemukan bahwa menahan rindu terlalu lama dapat memengaruhi kondisi biologis tubuh.

Penelitian yang dilakukan pada prairie vole—sejenis tikus padang rumput yang dikenal monogami—menunjukkan, perpisahan dari pasangan dapat memicu reaksi kimia dan perilaku yang menyerupai stres emosional.

Ilmuwan menemukan bahwa pejantan yang dipisahkan dari pasangannya mengalami perilaku mirip depresi serta perubahan pada kadar hormon oksitosin dan vasopresin, dua zat yang berperan penting dalam membangun ikatan emosional.

Gangguan pada sistem hormon tersebut ternyata juga mengaktifkan area otak yang sama dengan mekanisme kecanduan, sehingga memunculkan respons biologis mirip gejala penarikan obat.

Meski riset ini dilakukan pada hewan, para peneliti menilai hasilnya memberikan gambaran penting bagi manusia. Rindu atau kehilangan yang tidak dikelola dengan sehat dapat menimbulkan stres, memengaruhi keseimbangan hormon, bahkan berdampak pada kesehatan mental.

Dengan kata lain, kerinduan bukan sekadar emosi yang bersifat sementara, tetapi bagian dari proses biologis yang nyata terjadi di tubuh. Karena itu, mengelola rindu dengan cara sehat—seperti tetap aktif secara sosial dan menjaga rutinitas positif—menjadi langkah penting agar emosi tersebut tidak berubah menjadi beban psikologis. (XRQ)

Reporter: Akil

Warga Panton Luas Kembangkan Situs Bivak Belanda Jadi Destinasi Wisata Sejarah

0
Warga Gampong Panton Luas, Kecamatan Tapaktuan, Kabupaten Aceh Selatan, membersihkan lahan eks bivak Kolonial Belanda yang akan dikembangkan menjadi destinasi wisata. (Foto: Dok Pemerintah Desa Panton Luas)

NUKILAN.ID | TAPAKTUAN — Warga Gampong Panton Luas, Kecamatan Tapaktuan, Kabupaten Aceh Selatan, berinisiatif mengembangkan kawasan bekas bivak peninggalan Kolonial Belanda menjadi destinasi wisata sejarah. Langkah ini diharapkan dapat menjadi sumber ekonomi baru bagi masyarakat setempat sekaligus menjaga jejak sejarah kolonial di wilayah tersebut.

Penjabat Keuchik (kepala desa) Panton Luas, Ismaidi, mengatakan pengembangan wisata bivak Belanda dilakukan sebagai upaya memanfaatkan potensi lokal yang selama ini belum tergarap maksimal.

“Kami mengembangkan bivak peninggalan Kolonial Belanda sebagai destinasi pariwisata karena menjadi potensi meningkatkan perekonomian masyarakat,” katanya saat dihubungi dari Banda Aceh, Kamis (23/10/2025).

Bivak tersebut menjadi saksi sejarah masa pendudukan Belanda di Tapaktuan. Berdasarkan literasi yang dihimpun warga, tempat itu pernah digunakan oleh pasukan marsose atau serdadu Belanda sejak tahun 1931.

Meski bangunan utama bivak telah hilang dimakan waktu, sejumlah sisa struktur masih dapat dijumpai di lokasi. Di antaranya fondasi, lantai, kolam penampung air, serta tangga yang dahulu menjadi akses menuju bangunan utama.

“Kami berencana membangun replika bivak tersebut sebagai objek wisata sejarah. Masyarakat berharap dukungan pengembangan pemerintah kabupaten maupun provinsi dalam pengembangan wisata sejarah ini,” ujar Ismaidi.

Selain bernilai sejarah, kawasan tersebut juga memiliki potensi alam yang indah dengan lanskap perbukitan dan pepohonan rindang, menjadikannya cocok dikembangkan sebagai wisata edukasi dan rekreasi.

Pemerintah gampong bersama warga kini mulai melakukan pembersihan dan penataan area eks bivak, sembari menunggu dukungan lebih lanjut dari pemerintah daerah dan pihak terkait.

Korban TPPO Asal Aceh Tengah Bertambah, Diaspora Serukan Aksi Nyata Pemkab

0
Ilustrasi TPPO. (Foto: iStock)

NUKILAN.ID | TAKENGON — Kasus Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) yang menimpa pekerja migran asal Kabupaten Aceh Tengah kembali mencuat. Seorang warga Kampung Mulie Jadi, Kecamatan Silih Nara, bernama Dwi Putra Darma, dilaporkan menjadi korban di Kamboja.

Informasi ini disampaikan oleh Diaspora Indonesia-Inggris sekaligus Inisiator World Gayonese Community, Yusradi Usman Al-Gayoni, dari London, Inggris, Minggu (26/10/2025).

“Tiga hari lalu saya diinformasikan oleh Komisioner Baitul Mal Aceh Tengah, Pak Abdul Aziz, tentang korban baru asal Silih Nara, yang menjadi korban di Kamboja,” ujar Yusradi.

Menurut Yusradi, kasus serupa juga sebelumnya menimpa seorang perempuan asal Kecamatan Atu Lintang, yang menjadi korban TPPO di Malaysia sekitar dua bulan lalu. Dengan tambahan dua kasus terbaru itu, jumlah korban TPPO asal Aceh Tengah yang telah terdata kini mencapai tiga orang.

“Dengan tambahan Dua kasus baru ini, sejauh ini ada Tiga korban TPPO asal Aceh Tengah yang sudah terdata. Kemungkinan masih ada lainnya, yang belum terungkap,” jelasnya.

Yusradi, yang turut membantu pemulangan Al Muttakim dan sejumlah rekannya dari Kamboja pada Juli 2025 lalu, mendesak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Tengah untuk segera membentuk Layanan Pengaduan Korban TPPO.

“Sudah lebih Tiga bulan sejak kasus pertama, tapi belum ada langkah konkret dari Pemkab Aceh Tengah. Padahal, kasus seperti ini sudah terus berulang,” tegasnya.

Ia menilai, langkah cepat dan nyata sangat dibutuhkan agar korban maupun keluarga mengetahui kemana mereka harus mengadu dan mendapatkan pertolongan.

Lebih lanjut, Yusradi juga mendorong Pemkab melalui Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja untuk melakukan edukasi berkelanjutan bagi calon pekerja migran serta membuka lapangan kerja baru di daerah.

“Masalah utama banyak warga kita ke luar negeri, adalah minimnya peluang kerja di Aceh Tengah. Kalau lapangan kerja bisa diciptakan di Tanoh Tembuni, tentu jumlah korban TPPO bisa ditekan,” pungkasnya.

Kasus ini menambah daftar panjang warga Aceh yang menjadi korban eksploitasi tenaga kerja di luar negeri. Pemerintah daerah diharapkan segera mengambil langkah nyata agar peristiwa serupa tidak terus berulang.

Investasi di Aceh Melonjak Hampir Dua Kali Lipat, Capai Rp4,16 Triliun pada Triwulan III 2025

0
Ilustrasi Investasi. (Foto: Universitas Airlangga)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Investasi di Aceh terus menunjukkan tren positif. Pemerintah Aceh melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) mencatat realisasi investasi triwulan III tahun 2025 mencapai Rp4,16 triliun, naik hampir dua kali lipat dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Kepala DPMPTSP Aceh, Marwan Nusuf, menyebut capaian tersebut sebagai bukti semakin kuatnya kepercayaan investor terhadap Aceh sebagai daerah tujuan investasi. Dari total tersebut, Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) mendominasi sebesar Rp3,98 triliun atau 95,5 persen, sedangkan Penanaman Modal Asing (PMA) berkontribusi Rp185,7 miliar atau 4,5 persen.

“Lonjakan ini menjadi bukti bahwa iklim investasi di Aceh semakin kondusif. Pemerintah terus berupaya menghadirkan pelayanan perizinan yang cepat, transparan, dan berbasis digital melalui sistem OSS-RBA agar investasi dapat direalisasikan tanpa hambatan,” ujar Marwan di Banda Aceh, Minggu (26/10).

Secara kumulatif, total investasi yang telah terealisasi sejak Januari hingga September 2025 telah menembus Rp7,75 triliun, atau sekitar 81,5 persen dari target tahunan Rp9,5 triliun. Marwan optimistis target tersebut akan tercapai bahkan berpotensi terlampaui menjelang akhir tahun.

Perdagangan dan Pertanian Jadi Andalan

Sektor Perdagangan dan Reparasi tercatat sebagai penyumbang terbesar dengan nilai Rp2,29 triliun atau 55,2 persen dari total realisasi. Sektor lainnya yang juga menunjukkan pertumbuhan pesat antara lain:

  • Tanaman pangan, perkebunan, dan peternakan: Rp667,3 miliar (16,0%)

  • Pertambangan: Rp401,6 miliar (9,65%)

  • Transportasi, gudang, dan telekomunikasi: Rp245,5 miliar (5,9%)

  • Industri makanan: Rp244,8 miliar (5,88%)

“Perdagangan dan pertanian masih menjadi tulang punggung ekonomi Aceh. Namun yang lebih menggembirakan, kini mulai muncul minat besar dari investor di sektor hilir seperti pengolahan hasil pertanian dan industri makanan,” jelas Marwan.

Aceh Tamiang dan Lhokseumawe Paling Diminati

Dari sisi geografis, Kabupaten Aceh Tamiang menjadi daerah dengan nilai investasi tertinggi sebesar Rp942,9 miliar, disusul Kota Lhokseumawe Rp812,9 miliar, Aceh Timur Rp684,8 miliar, Aceh Barat Rp348,6 miliar, dan Aceh Singkil Rp260,4 miliar.

Sebaran investasi yang cukup merata antara wilayah timur dan barat Aceh dinilai menunjukkan bahwa potensi ekonomi daerah semakin dikenal luas oleh para investor.

Investor Asing dari Asia dan Eropa

Investasi asing pada triwulan III 2025 didominasi oleh negara-negara Asia dan Eropa. Lima besar negara asal investor asing tersebut meliputi:

  • Singapura – Rp56,7 miliar (29,8%)

  • Belgia – Rp37,5 miliar (19,7%)

  • Seychelles – Rp38,6 miliar (19,3%)

  • Turki – Rp24,3 miliar (12,8%)

  • Inggris – Rp8,8 miliar (4,6%)

“Kerja sama dengan investor dari kawasan Asia dan Eropa terus kita dorong, terutama di sektor energi, agrikultur, dan industri tekstil. Ini peluang besar untuk membuka lapangan kerja baru di Aceh,” ujar Marwan.

Serap Ribuan Tenaga Kerja Lokal

Tak hanya mendongkrak angka ekonomi, investasi juga membawa dampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat. Sepanjang triwulan III tahun ini, 3.504 tenaga kerja lokal terserap dari berbagai proyek investasi, terdiri atas 3.344 pekerja di sektor PMDN dan 160 pekerja di proyek PMA.

“Seluruh tenaga kerja yang terserap adalah pekerja lokal. Artinya, investasi yang masuk tidak hanya menambah nilai ekonomi tetapi juga meningkatkan kesejahteraan masyarakat Aceh,” tutur Marwan.

Naik 99 Persen dari Tahun Lalu

Jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2024, investasi di Aceh tumbuh positif sebesar Rp2,07 triliun, atau naik hampir 99 persen. Menurut Marwan, kinerja ini tidak lepas dari dukungan berbagai pihak, termasuk kebijakan Gubernur dan Wakil Gubernur Aceh dalam mendorong promosi investasi ke luar negeri.

“Pemerintah Aceh terus aktif menjemput peluang kerja sama dengan berbagai negara, termasuk Bangladesh, Arab Saudi, dan Tiongkok. Kami yakin, dengan dukungan kebijakan yang konsisten dan pelayanan yang cepat, Aceh akan menjadi salah satu destinasi investasi unggulan di Indonesia bagian barat,” kata Marwan Nusuf.

Aceh Jajaki Kerja Sama dengan Bahrain dan UEA, Wagub Fadhlullah: “Aceh Punya Potensi Besar di Energi dan Pariwisata Halal”

0
Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah, menyambut hangat kunjungan delegasi kehormatan dari Kerajaan Bahrain dan Uni Emirat Arab (UEA) dalam jamuan makan malam yang digelar Pemerintah Aceh di Meuligoe Gubernur, Banda Aceh, Sabtu malam, 25 Oktober 2025. (Foto: Humas Aceh)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH — Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah, menyambut hangat kunjungan delegasi kehormatan dari Kerajaan Bahrain dan Uni Emirat Arab (UEA) dalam jamuan makan malam yang digelar Pemerintah Aceh di Meuligoe Gubernur, Banda Aceh, Sabtu malam, 25 Oktober 2025.

Dalam suasana penuh keakraban, Fadhlullah menyampaikan ucapan selamat datang kepada Duta Besar Kerajaan Bahrain untuk Indonesia, H.E. Ahmed Abdulla Alharmasi Alhajeri, beserta rombongan. Hadir pula Head of UNOCHA Indonesia, Thandie Mwape, President Director Mubadala Energy Indonesia, Brendan McDonald, Abdulla Bu Ali, serta mantan Menteri Kelautan dan Perikanan RI, Susi Pudjiastuti.

Turut mendampingi Wakil Gubernur dalam acara tersebut sejumlah pejabat Pemerintah Aceh, di antaranya Kepala Biro Administrasi Pimpinan Setda Aceh, perwakilan PT PEMA, serta sejumlah kepala SKPA terkait.

Dalam keterangannya kepada Nukilan.id, Fadhlullah menegaskan bahwa pertemuan ini merupakan simbol semangat kerja sama dan persahabatan antara Aceh dengan negara-negara Timur Tengah dan mitra internasional lainnya.

“Pemerintah Aceh mengundang mitra internasional untuk berkolaborasi melalui skema kerja sama publik-swasta dan joint venture di berbagai sektor potensial,” ujar Fadhlullah.

Ia menjelaskan, Aceh memiliki potensi besar di sektor energi, perikanan, pertanian, dan pariwisata halal. Letak geografis Aceh yang strategis di gerbang barat Indonesia dan dekat dengan pasar ASEAN, menurutnya, menjadi nilai tambah untuk memperkuat kerja sama ekonomi lintas negara.

“Pemerintah Aceh juga memprioritaskan empat sektor utama, yaitu agroindustri, energi dan infrastruktur, pariwisata, serta pengembangan kawasan bisnis,” tambahnya. “Produk unggulan seperti Kopi Gayo, industri hilir sawit, dan peternakan sapi skala besar menjadi daya tarik utama investasi daerah tersebut.”

Dalam kesempatan itu, Fadhlullah turut menyampaikan apresiasi kepada Mubadala Energy atas kontribusinya dalam pengembangan sektor energi di Indonesia, termasuk di Aceh. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada UNOCHA Indonesia dan Susi Pudjiastuti atas perhatian dan dukungan terhadap pembangunan daerah.

Fadhlullah berharap, pertemuan tersebut menjadi langkah awal menuju hubungan yang lebih erat antara Aceh, Bahrain, UEA, serta komunitas internasional lainnya.

“Pertemuan ini adalah simbol semangat kerja sama dan persahabatan antara negara-negara Timur Tengah dan Indonesia,” tutupnya. (XRQ)

Reporter: Akil