Beranda blog Halaman 314

TP-PKK Banda Aceh Matangkan Persiapan Hadapi Penilaian Gelari Pelangi Provinsi

0
TP-PKK Banda Aceh Matangkan Persiapan Hadapi Penilaian Gelari Pelangi Provinsi. (Foto: HUMAS BNA)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Menjelang pelaksanaan Penilaian Gelari Pelangi (Gerakan Keluarga Indonesia dalam Peningkatan Kualitas Pendidikan dan Pengelolaan Ekonomi) tingkat Provinsi Aceh, Tim Penggerak PKK Kota Banda Aceh menggelar rapat koordinasi di Pendopo Wakil Wali Kota, Selasa (29/7/2025).

Rapat tersebut dipimpin langsung oleh Ketua TP-PKK Kota Banda Aceh, Dessy Maulidha Azwar, dan dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan. Hadir dalam pertemuan itu Camat Banda Raya, Ketua TP-PKK Banda Raya, Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kota Banda Aceh, serta perwakilan TP-PKK Gampong Peunyeurat—gampong yang ditunjuk sebagai lokasi percontohan penilaian.

Sejumlah dinas terkait juga turut serta, antara lain Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Gampong, Dinas Lingkungan Hidup, Kebersihan dan Keindahan Kota, Dinas Kesehatan, Dinas Koperasi, UKM dan Perdagangan, Dinas Pendidikan, serta Dinas Perpustakaan dan Kearsipan.

Dalam arahannya, Dessy menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk memastikan kesiapan Banda Aceh menghadapi penilaian di tingkat provinsi. “Ia juga mendorong kolaborasi dan inovasi dalam penguatan pendidikan keluarga serta pemberdayaan ekonomi masyarakat.”

Rapat ini menjadi langkah strategis untuk mematangkan seluruh aspek penilaian, mulai dari pendidikan keluarga, pengelolaan lingkungan, kesehatan, ekonomi kreatif, hingga literasi masyarakat. Dengan kerja sama yang solid antar pihak, diharapkan Banda Aceh mampu menorehkan prestasi gemilang dalam ajang Gelari Pelangi 2025.

Ibnu Syahwal Harumkan Aceh Selatan, Raih Perak di Gulat Benjang FORNAS 2025

0
Ibnu Syahwal Peraih Medali Perak di Gulat Benjang FORNAS 2025. (Foto: Larasnews.com)

NUKILAN.ID | TAPAKTUAN – Atlet muda asal Aceh Selatan, Ibnu Syahwal, berhasil mengharumkan nama daerahnya setelah meraih medali perak pada cabang olahraga Gulat Benjang di ajang Festival Olahraga Rekreasi Masyarakat Nasional (FORNAS) VII Tahun 2025 yang berlangsung di Nusa Tenggara Barat (NTB).

Ibnu tampil membela Kontingen Komite Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (KORMI) Aceh. Dalam pertandingan tersebut, ia menunjukkan performa gemilang dengan teknik tinggi dalam menghadapi lawan-lawannya di cabang olahraga tradisional khas budaya Sunda itu.

Dikutip dari Larasnews.com, Ketua KORMI Aceh Selatan, Boy Andika, menyampaikan rasa bangga dan apresiasinya atas pencapaian Ibnu di ajang nasional ini.

“Kami bangga atas perjuangan dan semangat Ibnu Syahwal. Ini adalah bukti bahwa putra daerah mampu bersaing di kancah nasional, bahkan di cabang olahraga yang berasal dari luar Aceh. Semoga ini menjadi inspirasi bagi generasi muda lainnya untuk turut aktif dalam olahraga masyarakat dan budaya,” ujar Boy.

Keikutsertaan Ibnu di cabang Gulat Benjang menjadi sorotan tersendiri, mengingat masih jarang atlet asal Aceh yang tampil dalam cabang olahraga budaya seperti ini. Gulat Benjang sendiri merupakan olahraga tradisional asal Sunda yang rutin dilombakan dalam FORNAS sebagai bentuk pelestarian kekayaan budaya bangsa.

Partisipasi Ibnu dinilai bukan hanya mencerminkan kemampuannya secara teknis, tetapi juga menjadi simbol semangat kebhinekaan yang dijunjung oleh KORMI. KORMI Aceh Selatan pun menegaskan komitmennya untuk terus mendukung para atlet dan pegiat olahraga rekreasi, termasuk pada bidang seni dan olahraga tradisional yang menjadi bagian dari identitas budaya nasional.

Dengan torehan medali perak ini, Ibnu Syahwal tak hanya mencatat prestasi pribadi, namun juga memberi semangat baru bagi para pemuda Aceh Selatan untuk terus berprestasi dan membawa nama daerah ke pentas nasional.

Editor: Akil

Disdik Aceh dan USK Gelar Pelatihan STEM-C untuk Guru SMA/SMK

0
Disdik Aceh dan USK Gelar Pelatihan STEM-C untuk Guru SMA/SMK. (Foto: Disdik Aceh)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Dinas Pendidikan Aceh bekerja sama dengan Universitas Syiah Kuala (USK) menggelar pelatihan Training of Trainers (ToT) STEM-C bagi para guru SMA dan SMK. Kegiatan yang berlangsung pada 30 Juli hingga 2 Agustus 2025 ini dihelat di Hotel Mita Mulia, Banda Aceh, dan diikuti oleh 20 guru terpilih dari berbagai kabupaten/kota di Aceh.

Pelatihan ini mengusung pendekatan interdisipliner berbasis Science, Technology, Engineering, dan Mathematics (STEM) yang dipadukan dengan pendidikan karakter. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) USK melalui Pusat Riset STEM, bersama Bidang Pembinaan SMA dan PKLK Disdik Aceh.

Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Marthunis, ST., D.E.A., yang secara resmi membuka pelatihan tersebut, menegaskan pentingnya transformasi pendidikan untuk menjawab tantangan abad ke-21.

“Dunia pendidikan kini dituntut untuk menumbuhkan keterampilan berpikir kritis, kreatif, kolaboratif, serta karakter yang kuat,” ujar Marthunis dalam sambutannya, Kamis (31/7/2025).

Ia menjelaskan, pendekatan STEM-C menjadi salah satu solusi dalam menyiapkan generasi unggul. Pelatihan ini tidak hanya mengajarkan konsep dasar STEM, tetapi juga mendorong guru untuk merancang pembelajaran kontekstual dan berbasis proyek yang relevan dengan dunia nyata.

“Pelatihan ini merupakan langkah strategis dalam membentuk ekosistem pembelajaran yang relevan dengan perkembangan zaman. Pendidikan yang baik adalah pendidikan yang mampu menginspirasi dan memberdayakan,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Pelatihan STEM-C, Lukman, mengatakan bahwa pelatihan ini merupakan bagian dari program strategis Disdik Aceh untuk meningkatkan kompetensi guru di tengah arus globalisasi dan perkembangan teknologi.

“Pelatihan ini bertujuan untuk menjawab tantangan globalisasi dan perkembangan teknologi yang menuntut peserta didik memiliki keterampilan berpikir kritis, kreatif, kolaboratif, dan komunikatif,” ujarnya.

Menurut Lukman, pelatihan ini memberikan pemahaman mendalam tentang konsep pembelajaran STEM-C serta memperkuat kemampuan guru dalam menyusun pembelajaran berbasis proyek.

Ia juga menyampaikan harapan agar peserta pelatihan dapat mewakili sekolah masing-masing dalam ajang Innovation Government Award (IGA), sebagai langkah lanjutan dalam pengembangan inovasi pendidikan di Aceh.

“Kami berharap kegiatan ini dapat berjalan dengan lancar dan memberikan manfaat yang besar bagi guru-guru di Aceh,” kata Lukman.

Sebanyak 20 peserta yang mengikuti pelatihan ini telah melalui proses seleksi oleh Tim Pusat Riset STEM USK. Diharapkan, pelatihan ini dapat menjadi titik awal lahirnya inovasi pembelajaran baru di sekolah-sekolah, sekaligus membentuk generasi pelajar Aceh yang tangguh, unggul, dan berkarakter kuat dalam menghadapi tantangan zaman.

Editor: Akil

Cuaca Buruk Tekan Produksi Ikan di Perairan Aceh

0
Ilustrasi Gelombang Laut. (Foto: Ist)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Cuaca buruk yang melanda perairan Aceh sejak awal Juni 2025 berdampak serius terhadap aktivitas nelayan dan produksi hasil laut. Di Pelabuhan Perikanan Samudra (PPS) Kutaraja Banda Aceh, penurunan tangkapan ikan terjadi akibat gelombang tinggi, angin kencang, dan arus laut yang tidak menentu.

Kepala UPTD PPS Kutaraja, Dr. Rahimah Khairi Isfani, ST, M.Eng, dalam perbincangan bersama RRI Banda Aceh, Selasa (29/7/2025) lalu, menyebut cuaca ekstrem mulai terasa sejak menjelang Idul Adha lalu.

“Sejak awal Juni angin sangat kencang, gelombang tinggi, dan arus tidak menentu. Ini berlangsung hampir dua bulan hingga akhir Juli,” ujar Rahimah dikutip dari RRI.

Situasi ini membuat banyak kapal nelayan memilih tidak melaut karena faktor keselamatan. Akibatnya, distribusi ikan ke pasar menurun dan penghasilan nelayan ikut terdampak.

“Nelayan sangat prihatin dengan kondisi ini, karena langsung memengaruhi penghasilan dan rantai pasok ikan di pasar. Beberapa hari terakhir baru terlihat ada sedikit perbaikan cuaca,” tambahnya.

Sebagai salah satu pelabuhan perikanan terbesar di Aceh, PPS Kutaraja berperan penting dalam mendukung aktivitas industri perikanan lokal. Namun, gangguan pada pelayaran nelayan menyebabkan alur distribusi hasil laut terganggu.

Rahimah menegaskan bahwa pihaknya terus menjalin koordinasi dengan dinas terkait dan BMKG untuk memastikan informasi cuaca diterima secara berkala oleh nelayan.

“Kami juga mengimbau nelayan agar selalu memperhatikan peringatan dini cuaca sebelum melaut,” katanya.

Editor: Akil

Vidio.com Cabut Somasi, Warkop di Aceh Kini Bisa Gelar Nobar Lagi

0
Ilustrasi nobar (Foto: ANTARA FOTO/AJI STYAWAN)

NUKILAN.ID | JAKARTA – Polemik somasi terhadap sejumlah pemilik warung kopi (warkop) di Aceh yang menayangkan pertandingan sepak bola secara publik tanpa lisensi resmi akhirnya menemui titik terang. Setelah proses mediasi, Vidio.com sepakat mencabut somasi yang sempat membuat resah para pelaku usaha tersebut.

Mediasi antara kedua pihak difasilitasi oleh Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya, Sekretaris Komisi I DPR Aceh Arif Fadillah, serta Staf Khusus Menparekraf, Rian Syaf. Pertemuan berlangsung di Kantor Kementerian Ekonomi Kreatif RI, Jakarta, Kamis (31/7/2025).

“Dalam suasana yang penuh dialog dan semangat solusi, pihak pengusaha warkop menyampaikan permohonan maaf kepada vidio.com dan mengakui bahwa pelanggaran yang terjadi dilakukan karena ketidaktahuan terhadap regulasi hak siar,” ujar Arif dalam keterangannya.

Pihak Vidio.com menyambut permohonan maaf tersebut dengan baik dan menyatakan kesediaannya mencabut laporan secara resmi. Mereka juga menegaskan pentingnya edukasi terkait hak siar kepada para pelaku usaha, khususnya dalam konteks pemutaran pertandingan olahraga secara publik.

Dengan dicabutnya somasi, pengusaha warkop di Aceh kini kembali diperbolehkan menggelar kegiatan nonton bareng (nobar). Namun, Arif menekankan bahwa kegiatan tersebut harus dilakukan sesuai aturan yang berlaku.

“Kita sudah bisa nobar lagi. Tapi tentu saja, dengan syarat bahwa kegiatan itu dilakukan di warkop yang memiliki izin siar dan bekerja sama langsung dengan vidio.com sebagai pemegang hak,” ujar politikus Partai Demokrat itu.

Sebelumnya, sekitar 20 pemilik warkop di Banda Aceh mendapat somasi dari Vidio.com karena menayangkan pertandingan Liga Champions dan Liga Inggris tanpa izin resmi. Mereka dikenakan denda hingga ratusan juta rupiah.

“Sekitar 20 warkop di Banda Aceh disomasi karena menayangkan pertandingan Liga Champions dan Liga Inggris secara publik tanpa lisensi resmi. Pihak Vidio.com menilai hal tersebut sebagai pelanggaran hak siar eksklusif,” kata Arif Fadillah, Jumat (23/5/2025).

Permasalahan ini mencuat usai para pemilik warkop mengadu ke DPR Aceh. Audiensi bersama Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Aceh berlangsung di ruang kerja Komisi I DPR Aceh, Kamis (22/5). Para pemilik warkop disebut telah menerima beberapa kali somasi dan kasus tersebut sempat ditangani oleh Polda Aceh.

“Meski telah melalui mediasi, denda yang semula dipatok sebesar Rp 250 juta kini diturunkan menjadi Rp150 juta, dan para pemilik warkop sedang menjalani proses permintaan keterangan (BAP) oleh Polda Aceh,” jelas Arif.

Dengan penyelesaian ini, diharapkan para pelaku usaha di Aceh lebih memahami pentingnya kepatuhan terhadap aturan hak siar demi menghindari permasalahan hukum serupa di masa mendatang.

Editor: Akil

Forbina Desak Pemerintah Tidak Setengah Hati Bangun Ekonomi Aceh

0
Muhammad Nur, SH, Direktur Forum Bangun Investasi (ForBINA). (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH Direktur Forum Pemerhati Investasi Aceh (Forbina), Muhammad Nur, menegaskan perlunya langkah konkret dalam pembangunan ekonomi dan investasi di Aceh.

Hal itu ia sampaikan dalam dialog bersama RRI Banda Aceh, pada Selasa (15/7/2025) lalu. Ia menilai selama ini yang dilakukan pemerintah masih sebatas seremoni tanpa dampak nyata bagi masyarakat.

“Saya bangga dengan semua rencana yang telah dipaparkan, tapi hingga kini belum satu pun terealisasi secara nyata di Aceh,” ujarnya dikutip dari RRI.

Muhammad Nur menyoroti belum hadirnya perusahaan besar di Aceh serta lemahnya aktivitas pelayaran. Ia mengingatkan bahwa dulunya kapal dari Aceh bahkan sempat berlayar hingga ke Jakarta, namun kini geliat itu nyaris hilang.

Salah satu contoh yang disorotnya adalah pelabuhan Calang, yang awalnya diharapkan menjadi pusat ekspor Crude Palm Oil (CPO) ke India. Namun, pelabuhan itu kini justru berubah fungsi menjadi tempat wisata.

“Aceh bukan butuh seremoni. Masyarakat sudah jenuh. Yang dibutuhkan sekarang adalah aksi nyata,” katanya tegas.

Ia mendorong pemerintah pusat menunjukkan komitmen penuh dalam membantu pembangunan Aceh. Salah satu langkah penting menurutnya adalah memastikan Kawasan Perdagangan Bebas Sabang berjalan sesuai tujuan awal sebagai gerbang ekonomi Aceh ke dunia internasional.

Selain itu, ia juga menilai pengalokasian anggaran selama ini kurang tepat sasaran. Ia menyinggung mahalnya biaya perawatan pelabuhan dan kapal yang menurutnya bisa dialihkan ke sektor produktif seperti pertanian dan perikanan.

“Bayangkan jika anggaran perawatan kapal yang miliaran rupiah itu dialihkan ke sektor pertanian atau nelayan. Berapa juta ton hasil panen dan ikan berkualitas yang bisa dihasilkan?” tukasnya.

Muhammad Nur turut menekankan pentingnya dukungan terhadap legalitas produk ekspor masyarakat. Ia berharap pemerintah menyederhanakan proses perizinan dan memfasilitasi kebutuhan administrasi ekspor.

“Jangan setengah-setengah. Kalau mau bantu, bantu sampai tuntas,” ujarnya.

Ia menutup pernyataannya dengan ajakan agar pembangunan ekonomi berpihak pada akar rumput.

“Negara ini tidak dibangun dari hal besar, tapi dari tangan petani dan nelayan. Jika ingin membangun, bangunlah yang sempurna,” pungkasnya.

Editor: Akil

Bahas Keberlanjutan Industri Semen, Wagub Aceh Temui Dirut SIG di Jakarta

0
Wagub Aceh. Fadhlullah Temui Dirut SIG di Jakarta. (Foto: MC Aceh)

NUKILAN.ID | JAKARTA – Wakil Gubernur Aceh, H. Fadhlullah, SE, melakukan kunjungan kerja ke Kantor Pusat PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) di South Quarter, Jakarta Selatan, Rabu (30/7/2025) sore.

Dalam pertemuan yang berlangsung pukul 16.00 WIB itu, Fadhlullah berdiskusi langsung dengan Direktur Utama SIG, Indrieffouny Indra, mengenai sejumlah isu strategis terkait industri semen di Aceh.

Salah satu topik utama yang dibahas adalah keberlanjutan operasional PT Semen Indonesia Aceh (SIA) yang berlokasi di Laweung, Kabupaten Pidie. Selain itu, keduanya juga menyoroti potensi pemanfaatan pelabuhan milik perusahaan yang dinilai strategis untuk mendukung aktivitas logistik di kawasan pesisir timur Aceh.

Wagub Aceh menyampaikan harapan agar pelabuhan tersebut dapat dibuka untuk kepentingan umum, sehingga turut mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat setempat.

“Kami berharap pelabuhan yang ada di Laweung bisa dimanfaatkan tidak hanya untuk kepentingan industri, tapi juga untuk kebutuhan masyarakat luas dan sektor usaha lainnya. Letaknya sangat strategis dan berpotensi menjadi simpul logistik kawasan timur Aceh,” ujar Wagub Fadhlullah.

Menanggapi usulan tersebut, Direktur Utama SIG, Indrieffouny Indra, menyambut positif langkah Pemerintah Aceh. Ia menegaskan bahwa perusahaan berkomitmen mendukung pembangunan berkelanjutan di daerah.

“SIG berkomitmen untuk terus hadir dalam kegiatan sosial dan pembangunan daerah. Dalam waktu dekat, kami akan berkunjung langsung ke Aceh untuk meninjau fasilitas SIA di Laweung dan PT Solusi Bangun Andalas (SBA) di Lhoknga,” ungkap Indrieffouny.

Kunjungan ini menjadi sinyal positif bagi penguatan sinergi antara pemerintah daerah dan pelaku industri. Diharapkan, kolaborasi ini dapat memperluas akses logistik, mengakselerasi pembangunan infrastruktur, serta menggerakkan roda ekonomi masyarakat secara inklusif dan berkelanjutan.

Editor: Akil

Disdik Aceh dan Disdik Aceh Timur Perkuat Langkah Tekan Kekerasan dan Bullying di Sekolah

0
Ilustrasi bullying. (Foto: Bully Awareness Resistance Education)

NUKILAN.ID | IDI – Kekerasan dan perundungan (bullying) di kalangan pelajar masih menjadi persoalan serius di Aceh Timur. Namun, langkah penanganan kini semakin terstruktur, dengan keterlibatan Dinas Pendidikan (Disdik) Aceh melalui Cabang Dinas Pendidikan (Cabdisdik) Wilayah Aceh Timur dan Dinas Pendidikan (Disdik) Aceh Timur.

Kepala Disdik Aceh Timur, Bustami, menegaskan pihaknya melakukan penanganan cepat di tingkat sekolah hingga pengawasan rutin oleh dinas.

“Kami melakukan langkah-langkah yang pasti dan komprehensif dalam menanggani kasus itu,” ujarnya, Jumat (1/8/2025).

Ia menjelaskan, ketika terjadi perkelahian atau perundungan, guru wajib sigap menghentikan tindakan. Siswa yang terlibat, termasuk saksi mata, akan dimintai keterangan secara terpisah. Bukti tambahan, seperti rekaman CCTV, juga dikumpulkan sebelum memanggil orang tua pelajar yang bersangkutan.

Bustami menambahkan, di tingkat dinas telah dibentuk Tim Pencegahan dan Penanganan Kekerasan (TPPK) di sekolah-sekolah serta Satuan Tugas (Satgas) di tingkat kabupaten.

“Saya secara aktif mendorong sekolah-sekolah untuk mencegah kasus perundungan, khususnya saat Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS),” katanya.

Ia juga menegaskan pentingnya peran guru dan orang tua dalam pengawasan, serta memberi peringatan keras bagi guru yang terlibat dalam praktik perundungan.

“Pembentukan TPPK di semua satuan pendidikan di Aceh Timur merupakan wujud komitmen kami untuk memastikan sekolah menjadi tempat yang aman bagi seluruh siswa. TPPK bertugas tidak hanya menindak kasus, tetapi juga melakukan pemantauan dan evaluasi secara berkala,” jelas Bustami.

Sementara itu, Kepala Cabdisdik Wilayah Aceh Timur, Rahmadsyah, menyebut pihaknya siap menindak tegas perilaku bullying maupun kekerasan di sekolah.

“Tentunya proses dimulai dari pihak sekolah ke Cabang Dinas. Laporan ini bisa disampaikan melalui surat resmi, telepon, atau sistem daring,” katanya.

Setelah laporan diverifikasi, Cabdisdik akan berkoordinasi dengan berbagai pihak. Kepala sekolah dan guru diminta memberikan keterangan resmi, sementara kasus yang tergolong pidana akan diteruskan ke kepolisian.

“Jika kasus tersebut tergolong tindak pidana, seperti pengeroyokan berat atau penggunaan senjata, Cabang Dinas akan bekerja sama dengan pihak kepolisian,” ungkap Rahmadsyah.

Ia menambahkan, komite sekolah dan dewan pendidikan juga dilibatkan dalam evaluasi kebijakan. Sanksi administratif hingga skorsing dapat dijatuhkan sesuai tingkat pelanggaran.

“Dengan begitu kita harap tindakan-tindakan kekerasan dirung lingkup sekolah tidak ada lagi kedepannya,” tuturnya.

Kasus Pemukulan Masih Berlanjut

Meski berbagai upaya sudah dilakukan, kasus kekerasan antar pelajar belum sepenuhnya hilang. Salah satunya adalah insiden pemukulan terhadap seorang siswa SMA di Aceh Timur pada 19 Mei 2025 lalu, yang hingga kini masih dalam penyelidikan Satreskrim Polres Aceh Timur.

Kasatreskrim Polres Aceh Timur, Iptu Adi Wahyu Nurhidayat, membenarkan bahwa kasus tersebut masih dalam proses hukum.

“Saat ini masih dalam proses, kita masih memanggil saksi-saksi untuk dimintai keterangan tentang kejadian itu,” ujarnya.

Kasus yang sempat viral di media sosial itu memperlihatkan sekelompok remaja memukul seorang pemuda yang hanya mengenakan sarung di rumahnya, Gampong Pangoe, Kecamatan Banda Alam. Polisi menyebut pemicu kejadian adalah persoalan utang piutang.

Adi menegaskan, kasus kekerasan antar pelajar tidak bisa diselesaikan dengan damai atau restorative justice.

“Perkelahian yang korbannya anak kami proses semua, tidak ada RJ untuk kekerasan terhadap anak,” katanya.

Dalam setahun terakhir, Polres Aceh Timur menangani tiga kasus kekerasan pelajar. Selain proses hukum, polisi juga rutin melakukan sosialisasi di sekolah bersama lintas sektor untuk memberi pemahaman bahwa kekerasan melanggar hukum dan dapat dipidana.

“Kita memberikan pemahaman ini agar mereka tidak terlibat dalam tawuran atau perkelahian serta bullying sesama pelajar, juga kita beharap dunia pendidikan di Aceh Timur semakin bermutu,” pungkas Adi.

Lion Air Resmi Buka Rute Umrah Langsung dari Aceh ke Jeddah

0
Makapai Lion Air. (Foto: TeropongBisnis)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH Kabar gembira datang bagi masyarakat Aceh yang hendak menunaikan ibadah umrah. Maskapai Lion Air secara resmi membuka layanan penerbangan langsung dari Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda (SIM), Aceh Besar menuju Bandara Internasional King Abdul Aziz, Jeddah, Arab Saudi.

Penerbangan perdana dimulai pada Kamis (31/7/2025), sekaligus menandai dimulainya program perjalanan umrah berdurasi 13 hari.

“Penerbangan perdana dimulai hari ini, membawa program perjalanan umrah berdurasi 13 hari,” ujar Corporate Communications Strategic of Lion Air, Danang Mandala Prihantoro di Aceh Besar.

Layanan penerbangan ini dijadwalkan beroperasi sekali dalam sepekan. Menurut Danang, hal ini merupakan bagian dari komitmen Lion Air untuk mempermudah akses ibadah ke Tanah Suci, khususnya bagi masyarakat Aceh dan wilayah Sumatera bagian utara.

“Penerbangan ini dioperasikan menggunakan Boeing 737-9 berkapasitas 215 jamaah, menghadirkan suasana kabin yang nyaman, aman dan sesuai kebutuhan perjalanan jarak jauh,” tambah Danang.

Meski rutenya langsung, pesawat akan singgah terlebih dahulu untuk pengisian bahan bakar di Bandara Internasional Thiruvananthapuram (TRV), India. Namun, jamaah tetap berada di dalam pesawat selama proses tersebut berlangsung, sehingga kenyamanan tetap terjaga.

Adapun untuk penerbangan kembali, Lion Air dengan nomor penerbangan JT-055 dijadwalkan lepas landas dari Jeddah pada pukul 19.50 waktu setempat dan diperkirakan tiba di Banda Aceh pada Jumat pagi sekitar pukul 09.55 WIB.

Setiap jamaah akan mendapatkan fasilitas penunjang ibadah, seperti bagasi 25 kg, kabin tujuh kg, air zamzam lima liter, serta berbagai kenyamanan lainnya.

Lion Air juga mengimbau seluruh jamaah untuk memperhatikan ketentuan keselamatan selama penerbangan, termasuk menyimpan dokumen penting di tas kabin, membawa powerbank maksimal 32.000 mAh hanya di kabin, serta tidak membawa cairan lebih dari 100 ml atau barang berbahaya.

“Terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung kelancaran program penerbangan umrah ini, termasuk mitra travel, otoritas bandara, regulator, serta masyarakat yang telah memberikan kepercayaan,” tutup Danang.

Editor: AKil

DPKA Siap Tampung Arsip dari Masyarakat, Jamin Keamanan dan Perawatan Optimal

0
edi yandra
Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Aceh Edi Yandra. (Foto: Arpus Aceh)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH — Arsip memiliki peran penting dalam merekam jejak sejarah dan perkembangan peradaban suatu daerah. Sayangnya, kesadaran masyarakat untuk merawat arsip masih tergolong minim. Padahal, banyak arsip pribadi yang sesungguhnya menyimpan nilai sejarah yang tinggi.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Aceh (DPKA), Dr. Edi Yandra, S.STP, MSP, dalam wawancara eksklusif bersama Nukilan.id pada Kamis (10/7/2025) lalu menegaskan bahwa lembaganya sangat terbuka menerima arsip-arsip milik masyarakat yang memiliki nilai penting.

“Kalau misalnya masyarakat memiliki arsip-arsip yang bernilai, kami sangat terbuka untuk menerimanya. Arsip itu bisa diserahkan ke lembaga kami (DPKA) untuk kami simpan dan rawat dengan baik,” kata Edi Yandra.

Menurutnya, setelah arsip diserahkan, tanggung jawab sepenuhnya berada di tangan DPKA. Pihaknya akan memastikan arsip-arsip tersebut tidak hanya disimpan secara fisik, tetapi juga dilestarikan melalui proses digitalisasi.

“Setelah arsip itu diserahkan, maka akan menjadi tanggung jawab kami. Kami juga akan mendigitalisasikannya,” sambungnya.

Proses digitalisasi ini, lanjut Edi Yandra, menjadi bagian dari upaya untuk menjaga arsip dari kerusakan atau kehilangan. DPKA pun telah menyiapkan infrastruktur yang memadai untuk memastikan keamanan maksimal terhadap setiap arsip yang diterima.

“Jadi, bisa dipastikan arsip tersebut tidak akan hilang, karena sarana dan prasarana yang kami miliki sudah memenuhi standar keamanan maksimal. Ada sistem backup, ruang penyimpanan anti-bakar, dan sebagainya,” ungkapnya.

Oleh karena itu, Edi Yandra mengajak generasi muda untuk turut ambil bagian dalam upaya pelestarian arsip. Kesadaran sejak dini tentang pentingnya menyimpan dokumen-dokumen berharga akan berdampak besar bagi masa depan sejarah daerah.

“Kami berharap generasi ke depan ini memiliki kesadaran untuk selalu menjaga dan merawat arsip. Baik itu arsip pribadi maupun arsip-arsip yang bernilai sejarah, catatan perkembangan daerah, atau peristiwa-peristiwa penting yang memiliki nilai historis,” katanya.

Ia menekankan, arsip bukan sekadar dokumen lama yang tak terpakai, melainkan warisan pengetahuan yang harus dijaga agar tetap utuh dan dapat diakses oleh generasi mendatang.

“Ini penting agar arsip-arsip tersebut tidak hilang dan tetap terjaga dengan baik,” pungkas Edi Yandra.

Dengan keterbukaan DPKA terhadap arsip dari masyarakat, serta kesiapan infrastruktur penyimpanan dan digitalisasi, harapannya kekayaan sejarah Aceh bisa tetap lestari dan tidak lekang oleh waktu. (XRQ)

Reporter: Akil