Beranda blog Halaman 313

Bea Cukai Dukung UMKM Aceh Kembangkan Briket dari Ampas Kopi

0
Ilustrasi briket batok kelapa. (Foto: Freepik)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Aceh memberikan dukungan terhadap pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Aceh, salah satunya melalui fasilitasi usaha briket kopi.

Dikutip dari ANTARA, UMKM yang difasilitasi yakni Bricket LK Coffee yang berlokasi di Gampong Lamkeuneung, Kecamatan Darussalam, Kabupaten Aceh Besar. UMKM ini memproduksi briket atau arang dari limbah ampas kopi.

“Kami terus mendorong pertumbuhan usaha UMKM, di antaranya memfasilitasi pengembangan usaha briket UMKM di Kabupaten Aceh Besar,” kata Kepala Bidang Fasilitas Kepabeanan dan Cukai Kanwil DJBC Aceh, Leni Rahmasari, di Banda Aceh, Jumat (1/8/2025).

Bricket LK Coffee menjadi mitra binaan Bea Cukai Aceh sejak awal tahun 2025. Produk yang dihasilkan dinilai ramah lingkungan dan inovatif, serta memiliki potensi pasar yang luas.

Sebanyak 12 orang yang seluruhnya merupakan ibu-ibu di Gampong Lamkeuneung turut diberdayakan dalam proses produksi. Sementara bahan baku utama, yaitu ampas kopi, dikumpulkan dari sejumlah warung kopi di sekitar desa tersebut.

Leni menjelaskan, briket berbahan dasar ampas kopi itu telah dipasarkan ke sejumlah wilayah di Indonesia, termasuk ke Bali, dan juga berhasil menembus pasar luar negeri seperti Jeddah (Arab Saudi) dan Dubai (Uni Emirat Arab).

“Kami berkomitmen untuk terus memfasilitasi pelaku UMKM agar mampu mengembangkan dan meningkatkan produksi usaha. Kami juga bersinergi dengan lintas sektoral agar briket ampas kopi UMKM ini menjadi produk unggulan Aceh,” ujar Leni.

Editor: Akil

Tiga Pelajar SMK Aceh Tamiang Raih Medali di Ajang LKS Nasional

0
Tiga pelajar SMK Aceh Tamiang meraih juara pada LKS tingkat nasional di Depok, Jawa Barat, Jumat (1/8/2025). (Foto: ANTARA/HO-Dinas Pendidikan Wilayah Kabupaten Aceh Tamiang)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan pelajar Aceh di kancah nasional. Tiga siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dari Kabupaten Aceh Tamiang berhasil meraih juara pada Lomba Kompetensi Siswa (LKS) tingkat nasional yang digelar di Depok, Jawa Barat.

Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kabupaten Aceh Tamiang, Bakhtiar, mengatakan kompetisi bergengsi antar-siswa kejuruan tersebut berlangsung di Pusat Pelatihan Sumber Daya Manusia (PPSDM) Kemdikdasmen Kota Depok.

“Alhamdulillah, tiga dari tujuh pelajar SMK Aceh Tamiang yang mengikuti LKS tingkat nasional berhasil meraih juara di dua bidang kompetensi yakni bidang refrigeration and air conditioning serta bidang landscape and gardening,” ujar Bakhtiar, Jumat (1/8/2025), di Banda Aceh.

Ketiga pelajar tersebut adalah Habibilah Al Aussyaqi dari SMKN 2 Karang Baru yang meraih juara tiga atau medali perunggu di bidang refrigeration and air conditioning, serta Arafa Syahputra dan Muhammad Haikal dari SMKN 1 Karang Baru yang juga meraih medali perunggu di bidang landscape and gardening.

Bakhtiar menyampaikan apresiasi mendalam kepada para guru dan kepala sekolah yang telah membimbing peserta selama kurang lebih enam bulan. Ia juga mengucapkan terima kasih kepada Dinas Pendidikan Aceh atas dukungan yang terus diberikan kepada para siswa.

“Kami juga berterima kasih kepada siswa dan tim yang sudah berjuang berusaha mendapat yang terbaik di tingkat nasional, karena kami tahu itu tidak mudah,” tambahnya.

Menurut Bakhtiar, raihan ini menjadi motivasi tersendiri bagi siswa SMK lainnya di Aceh untuk menorehkan prestasi di tingkat nasional.

“Prestasi ini tentu menjadi kebanggaan karena mengharumkan nama Aceh di kancah kompetisi bergengsi untuk SMK di seluruh Indonesia dan prestasi ini bisa menjadi tolok ukur bahwa pendidikan vokasi di Aceh bisa bersaing dengan daerah lain,” pungkasnya.

Editor: Akil

Dua Atlet Pencak Silat Aceh Tamiang Sumbang Emas dan Perunggu untuk Aceh di FORNAS VIII NTB 2025

0
Dua Atlet KPSN Aceh Aceh Tamiang yang meraih medali Emas dan Perunggu dalam ajang Fornas 2025 di NTB. (Foto : For KabarTamiang.com)

NUKILAN.ID | KUALA SIMPANG – Dua atlet pencak silat dari Komunitas Pencak Silat Nusantara (KPSN) Aceh Tamiang berhasil mengharumkan nama daerah dengan menyumbangkan dua medali untuk kontingen Aceh dalam ajang Festival Olahraga Masyarakat Nasional (FORNAS) VIII yang digelar di Nusa Tenggara Barat (NTB) tahun 2025.

Dikutip dari KabarTamiang.com, atlet atas nama Izzatul Jannah sukses meraih medali emas, sementara Dyansahputra membawa pulang medali perunggu.

Ketua Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Aceh Tamiang, Suprianto, ST, menyampaikan apresiasi atas pencapaian tersebut. Ia menyebut keberhasilan ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi masyarakat Aceh Tamiang.

“Prestasi ini tentu menjadi kebanggaan masyarakat Aceh Tamiang karena mampu menjadi pendulang medali emas dan perunggu bagi kontingen Aceh di ajang Fornas 2025,” ujar Suprianto kepada KabarTamiang.com, Kamis (31/7/2025).

Menurutnya, capaian ini diharapkan bisa menjadi motivasi bagi atlet pencak silat lainnya untuk terus berprestasi di ajang kejuaraan berikutnya.

Lebih lanjut, Suprianto menyampaikan ucapan terima kasih kepada berbagai pihak yang telah berperan dalam mendukung keberangkatan dan keberhasilan para atlet.

“Pihaknya mengucapkan terima kasih kepada Ketua KORMI Aceh, M. Nasir S.IP, MPA, Ketua Kontingen Kadispora Aceh Ir. T. Mirzuan, MT, Pengurus IPSI Aceh Maszuar, Ketua KPSN Aceh Edy Saputra, Ketua Perguruan KPSN Aceh Tamiang Andi Susilo dan Pelatih Munzirin sehingga atlet Aceh Tamiang bisa mengikuti ajang Fornas dan berhasil meraih emas dan medali perunggu,” ucapnya.

Festival Olahraga Masyarakat Nasional (FORNAS) VIII tahun 2025 sendiri resmi dibuka pada Sabtu (26/7/2025) malam. Pembukaan ditandai dengan penyerahan anak panah oleh Wakil Menteri Pemuda dan Olahraga (Wamenpora) Taufik Hidayat kepada atlet panahan berkuda asal NTB, Arum Nazlus Shobah.

Prosesi ini turut disaksikan Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dan Gubernur NTB Lalu Muhammad Iqbal.

Editor: Akil

Persiraja Resmi Rekrut Fava Sheva untuk Hadapi Pegadaian Championship 2025/26

0
Fava Sheva resmi menandatangani kontrak bersama Persiraja untuk hadapi kompetisi Pegadaian Championship 2025/2026. (Foto: Instagram)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Persiraja Banda Aceh resmi mengumumkan perekrutan Fava Sheva untuk memperkuat lini belakang tim jelang bergulirnya kompetisi Pegadaian Championship 2025/26. Kabar ini dilansir Nukilan.id dari akun Instagram resmi klub pada Sabtu (2/8/2025).

“Welcome, Fava Sheva,” tulis Persiraja dalam unggahan yang memperlihatkan sang pemain tengah menandatangani kontrak.

Ungkapan sambutan itu menandai langkah serius klub asal Banda Aceh tersebut dalam menata skuad kompetitif demi bersaing di kasta kedua Liga Indonesia. Kehadiran Fava diyakini mampu menambah kedalaman skuad, khususnya di lini pertahanan.

Untuk diketahui, Fava Sheva adalah bek tengah potensial kelahiran Jakarta yang saat ini berusia 20 tahun. Ia merupakan bagian dari skuad Timnas Indonesia U-20 dan sebelumnya berstatus pemain Persija Jakarta.

Musim lalu, Fava sempat dipinjamkan ke PSPS Riau dan mencatatkan menit bermain yang cukup konsisten di Liga 2. Pengalaman tersebut dinilai menjadi modal penting bagi sang pemain untuk beradaptasi cepat bersama tim barunya.

Selamat bergabung dengan Persiraja, Fava Sheva. (XRQ)

Reporter: Akil

Pemkab Aceh Selatan Gencarkan Gerakan Orang Tua Asuh untuk Tekan Stunting

0
Wakil Bupati Aceh Selatan Baital Mukadis pada rapat koordinasi stunting di Aceh Selatan, Jumat (1/8/2025). (Foto: ANTARA/HO-Diskominfo Aceh Selatan)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Selatan terus menggencarkan kampanye gerakan orang tua asuh stunting sebagai upaya menekan prevalensi stunting di daerah tersebut. Gerakan ini dinilai menjadi langkah strategis untuk mempercepat penurunan angka stunting melalui kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat.

Wakil Bupati Aceh Selatan, Baital Mukadis, menyampaikan bahwa program ini relevan dan krusial dalam mendorong semangat gotong royong dalam penanganan stunting di kabupaten itu.

“Kami terus menggencarkan kampanye gerakan orang tua asuh stunting. Kampanye ini untuk mengajak masyarakat menjadi orang tua asuh dalam menekan angka stunting di Kabupaten Aceh Selatan,” kata Baital Mukadis dalam rapat koordinasi stunting di Aceh Selatan, Jumat (1/8/2025).

Ia menjelaskan, gerakan ini merupakan bentuk kepedulian nyata untuk membuka kesempatan bagi siapa saja yang ingin menjadi orang tua asuh, guna memberikan perhatian, bantuan gizi, dan pendampingan kepada anak-anak yang berisiko atau sudah mengalami stunting.

“Gerakan orang tua asuh cegah stunting tidak hanya mengenai bantuan materi, tetapi juga rasa kebersamaan, kepedulian, dan gotong royong. Untuk itu, kami mengajak semua menjadi orang tua asuh stunting,” ujarnya.

Baital menekankan pentingnya partisipasi semua pihak dalam menjadikan gerakan ini sebagai lokomotif perubahan. Ia mengajak masyarakat untuk melihat inisiatif tersebut sebagai langkah awal dalam menciptakan generasi yang sehat, kuat, dan berdaya saing, menuju terwujudnya Aceh Selatan yang maju dan produktif.

Ia juga menyoroti bahwa stunting bukan sekadar persoalan tinggi badan anak, melainkan mencakup permasalahan gizi serta lingkungan hidup yang sehat.

“Pemerintah menjadikan percepatan penurunan stunting sebagai program nasional. Pemerintah tidak dapat bekerja sendiri, tetapi diperlukan kolaborasi serta partisipasi seluruh elemen masyarakat dalam menangani stunting,” kata Baital.

Menurutnya, stunting dalam jangka panjang akan berdampak pada kualitas sumber daya manusia dan produktivitas bangsa. Oleh karena itu, langkah konkret diperlukan untuk mengatasi persoalan ini secara menyeluruh.

Editor: Akil

Persiraja Banda Aceh Resmi Rekrut Wahyu Rahmat Illahi untuk Hadapi Championship 2025/2026

0
Pemain sayap Persiraja. Wahyu Rahmat Illahi. (Foto: Instagram)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH — Persiraja Banda Aceh terus memperkuat skuadnya jelang bergulirnya Championship musim 2025/2026. Pada Sabtu (2/8/2025) klub berjuluk Laskar Rencong itu resmi mengumumkan perekrutan pemain sayap Wahyu Rahmat Illahi.

“Welcome, Wahyu Rahmat Illahi,” tulis Persiraja dalam unggahan di akun Instagram resminya, seperti dilansir Nukilan.id, disertai dengan foto sang pemain tengah menandatangani kontrak.

Kalimat sambutan itu menjadi penanda resmi bergabungnya eks PSMS Medan tersebut ke tim asal Tanah Rencong. Perekrutan ini menunjukkan keseriusan manajemen dalam membangun kekuatan tim yang kompetitif untuk bersaing di Championship musim ini.

Untuk diketahui, Wahyu Rahmat Illahi merupakan pemain asal Sumatera Barat yang musim lalu memperkuat PSMS Medan. Kecepatan dan kelincahannya di sektor sayap menjadi salah satu daya tarik yang membuat Persiraja meminangnya.

Kehadiran Wahyu diharapkan dapat menambah kedalaman skuad serta memperkuat lini serang Laskar Rencong yang tengah berbenah demi meraih hasil maksimal di kompetisi mendatang. (XRQ)

Reporter: Akil

Sumur Minyak Rakyat Mulai Legal Berproduksi, Aceh Jadi Prioritas Pengawasan

0
Kepala Dinas ESDM Aceh, Taufik, ST, M.Si (Foto: Dok. Pribadi)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Pemerintah resmi mengizinkan produksi dari sumur minyak rakyat mulai Agustus 2025. Kebijakan ini menjadi angin segar bagi Aceh, salah satu daerah dengan sebaran sumur minyak rakyat terbanyak di Indonesia.

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat ada sekitar 30.000 sumur minyak rakyat di seluruh Indonesia. Konsentrasi tertinggi berada di Aceh, Sumatera Selatan, Jambi, dan Jawa Tengah.

“Sebaran sumur minyak rakyat itu ada di Aceh, Sumatera Selatan, Jambi, termasuk juga Jawa Tengah,” ujar Juru Bicara Kementerian ESDM, Dwi Anggia, kepada wartawan di Jakarta, Jumat (1/8/2025).

Hanya Sumur Eksisting

Berdasarkan Peraturan Menteri ESDM Nomor 14 Tahun 2025 tentang Kerja Sama Pengelolaan Bagian Wilayah Kerja untuk Peningkatan Produksi Migas, hanya sumur eksisting yang telah terdata dan memenuhi standar teknis serta keselamatan yang diizinkan beroperasi.

“Keamanan, aspek teknis, dan teknologi menjadi pertimbangan utama. Ini mulai berlaku efektif sejak bulan ini,” jelas Dwi.

Kebijakan ini membuka ruang bagi masyarakat untuk mengelola sumur minyak secara legal, baik melalui koperasi, UMKM, maupun kerja sama dengan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menegaskan pemerintah tidak ingin koperasi fiktif terlibat dalam pengelolaan.

“Ini bukan koperasi fiktif, bukan koperasi jual kerupuk atau sembako. Harus koperasi yang serius dan punya kapasitas usaha,” tegas Bahlil saat memberikan keterangan pers di Kantor Kementerian ESDM.

Pertamina Jadi Off-taker

Untuk menjamin kelangsungan produksi, pemerintah menunjuk PT Pertamina (Persero) sebagai pembeli resmi atau off-taker dari minyak rakyat. Harga pembelian ditetapkan pada kisaran 70–80 persen dari harga minyak mentah acuan Indonesia (ICP).

“Jika produksinya sudah tersedia, Pertamina akan membeli pada kisaran harga 70 sampai 80 persen dari ICP,” jelas Bahlil.

Namun, hingga kini pemerintah belum merilis data resmi jumlah sumur yang sudah menandatangani kontrak dengan Pertamina.

“Belum ada update daftar sumur yang sudah terkontrak,” ujar Dwi.

Aceh Sambut dengan Optimisme

Kepala Dinas ESDM Aceh, Taufik, ST, M.Si, menyambut baik regulasi baru ini. Menurutnya, Aceh yang memiliki sejarah panjang dalam industri perminyakan sejak masa kolonial kini mendapat peluang untuk mengelola sumur-sumur tua secara legal dan lebih produktif.

“Ini bukan hanya soal peran pemerintah daerah, tapi semua elemen masyarakat Aceh harus ikut terlibat aktif dan mengawasi,” kata Taufik, Sabtu (2/8/2025).

Ia mengingatkan pentingnya literasi hukum agar masyarakat tidak mudah dimanfaatkan oleh pihak-pihak tak bertanggung jawab.

“Kita perlu memahami regulasi ini dengan baik. Ini ujian bagi lembaga-lembaga lokal untuk membuktikan bahwa mereka mampu mengelola sumber daya secara transparan dan berkelanjutan,” tegasnya.

Momentum Keadilan Energi

Selain soal legalitas, Taufik menekankan pentingnya standar keselamatan. Selama ini, banyak sumur dikelola tanpa sistem pengamanan memadai sehingga rawan menimbulkan kecelakaan kerja dan pencemaran lingkungan.

“Dengan adanya regulasi baru ini, seluruh hasil produksi dari sumur rakyat juga akan dicatat sebagai bagian dari produksi nasional. Ini bagian dari strategi pemerintah untuk meningkatkan produksi migas tanpa harus eksplorasi besar-besaran,” jelasnya.

Bagi Aceh, kata Taufik, isu ini bukan sekadar urusan energi.

“Ini tentang bagaimana sumber daya dikelola untuk kesejahteraan rakyat secara adil dan berkelanjutan. Legalitas sumur rakyat adalah momentum penting yang perlu disambut dengan kebijakan daerah yang berpihak kepada masyarakat,” ujarnya.

Ia menegaskan, legalitas sumur rakyat bisa menjadi batu loncatan menuju kemandirian energi berbasis rakyat—atau justru babak baru eksploitasi yang merugikan masyarakat.

“Waktu yang akan menjawab. Tapi satu hal pasti, Aceh kembali punya posisi strategis dalam peta energi nasional. Peran ini harus dijalani dengan akal sehat dan komitmen jangka panjang,” tutup alumni Lemhannas tersebut.

BPS: NTP Aceh pada Juli 2025 Capai 126,52

0
Ilustrasi petani. (Foto: Pixabay)

Nukilan | Banda Aceh – Badan Pusat Statistik (BPS) Aceh merilis data perkembangan Nilai Tukar Petani (NTP) Aceh untuk periode Juli 2025. Pada bulan tersebut, NTP mencapai 126,52 atau naik sebesar 2,70 persen secara month-to-month jika dibandingkan dengan Juni 2025.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BPS Aceh, Tasdik Ilhamudin mengatakan, jika dilihat menurut subsektor, kenaikan NTB terjadi pada seluruh subsektor, kecuali sektor peternakan.

“Sementara itu, NTP secara nasional berada pada angka 122,64 atau mengalami peningkatan sebesar 0,76 persen dari bulan sebelumnya,” ujar Tasdik dalam konferensi pers virtual, dikutip Nukilan, Jumat (1/8/2025).

Sementara itu, indeks harga yang diterima petani pada Juli 2025 152,43. Indeks ini mengalami kenaikan sebesar 2,95 persen dibandingkan dengan bulan sebelumnya. Komoditas yang menjadi penyumbang Utama kenaikan indeks harga yang diterima oleh petani adalah gabah, kopi, dan pinang.

Sedangkan indeks harga yang dibayar petani sebesar 120,47 atau mengalami kenaikan sebesar 0,24 persen dibandingkan dengan bulan sebelumnya. Komoditas dominan yang menjadi penyumbang penurunan indeks harga yang dibayar petani adalah beras, bawang merah, dan sigaret kretek mesin. []

Reporter: Sammy

Inflasi Aceh pada Juli 2025 Naik 0,68 Persen

0
Ilustrasi inflasi. (Foto: Freepik)

Nukilan | Banda Aceh – Badan Pusat Statistik (BPS) Aceh mencatat inflasi Aceh pada bulan Juli 2025 mengalami kenaikan sebesar 0,68 persen secara month-to-month dibandingkan dengan Juni 2025.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BPS Aceh, Tasdik Ilhamudin mengatakan, kelompok pengeluaran inflasi bulanan tertinggi adalah kelompok makanan, minuman dan tembakau dengan inflasi sebesar 1,49 persen dan memberikan andil inflasi sebesar 0,56 persen.

“Beberapa komoditas yang mempengaruhi inflasi bulanan adalah beras, bawang merah, daging ayam, ikan bandeng, dan bensin,” ujar Tasdik dalam konferensi pers virtual, dikutip Nukilan, Jumat (1/8/2025).

Sementara itu, terdapat beberapa komoditas yang masih memberikan andil terhadap inflasi bulanan, di antaranya udang basah, Sekolah Menengah Atas, Sekolah Menengah Pertama, cabai merah, dan tomat.

Secara tahunan atau year-on-year, pada Juli 2025, Provinsi Aceh mengalami inflasi sebesar 3 persen atau dibandingkan dengan Juli tahun sebelumnya. Berdasarkan data inflasi menurut kelompok pengeluaran, kelompok makanan, minuman, dan tembakau memberikan andil inflasi tahunan tertinggi, yaitu sebesar 2,14 persen.

Pada Juli 2025, inflasi tahunan terutama didorong oleh kenaikan harga beberapa komoditas, seperti beras, emas perhiasan, sigaret kretek mesin, ikan dencis, dan ikan tongkol. Sementara komoditas yang memberikan pengaruh deflasi yaitu cabai merah, tarif air minum PAM, cabai rawit, kentang, dan cabai hijau. []

Reporter: Sammy

Aset BSI di Aceh Tembus Rp 24 Triliun, Investasi Emas Makin Diminati

0
Gedung Landmark BSI Aceh. (Foto: Humas BSI)

NUKILAN.id | Banda Aceh – PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) mencatat pertumbuhan aset yang signifikan secara nasional dengan total mencapai Rp400 triliun hingga pertengahan 2025, atau meningkat sebesar 10,82 persen dibandingkan tahun sebelumnya. BSI menargetkan aset dapat tumbuh hingga Rp500 triliun pada akhir tahun ini.

Hal tersebut disampaikan oleh CEO BSI Aceh, Imsak Ramadhan, dalam kegiatan media gathering bersama awak media di Landmark BSI Aceh, Banda Aceh, pada Jumat (1/8/2025).

“Alhamdulillah, masyarakat Aceh sangat mendukung lahirnya bank yang sepenuhnya syariah. Mohon doanya agar tahun ini kami bisa menargetkan pertumbuhan aset hingga Rp500 triliun,” ujar Imsak.

Di wilayah Aceh sendiri, total aset BSI telah menembus angka Rp24 triliun, sebuah lonjakan yang disebut Imsak sebagai pencapaian luar biasa. Dalam kesempatan tersebut, ia juga memperkenalkan layanan investasi emas yang kini menjadi salah satu fokus pengembangan BSI.

“Berinvestasi emas itu mudah, cepat, dan aman. Harganya dalam jangka panjang tidak pernah turun, selalu naik. Dengan menabung emas di BSI, kita cerdas mengatur masa depan,” jelasnya.

BSI kini menyediakan berbagai layanan investasi emas, termasuk jual beli emas digital melalui aplikasi BYOND BSI, pembelian fisik di cabang tertentu seperti Banda Aceh, Meulaboh, dan Lhokseumawe, hingga layanan ATM Emas dengan nominal pembelian mulai dari 0,1 gram hingga 5 gram.

Nasabah juga dapat memanfaatkan fasilitas penitipan emas, pembelian secara cicilan digital, dan layanan gadai emas dengan biaya rendah yang sesuai standar nasional.

Sementara itu, Deputy Funding BSI Regional Aceh, Agung Rahardjo, menyampaikan bahwa sejak ditetapkan sebagai Bullion Bank pada 26 Februari 2025, BSI terus mengembangkan layanan investasi berbasis emas secara nasional, termasuk di Aceh.

“Hingga awal Agustus ini, nilai tabungan emas di Regional BSI Aceh telah menembus Rp50 miliar. Selama kurang lebih lima bulan ini, minat masyarakat terhadap tabungan emas terus meningkat,” ungkap Agung.

BSI saat ini menghadirkan berbagai produk emas seperti BSI Emas, BSI Gold, dan ATM Emas, yang dapat diakses secara digital maupun fisik. Semua layanan ini terintegrasi dalam ekosistem BSI Emas Digital melalui aplikasi BYOND by BSI.

Agung juga menyebutkan, BSI telah mengantongi izin resmi dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melalui Surat Nomor S-53/PB.22/2025 tanggal 12 Februari 2025 untuk menyelenggarakan Kegiatan Usaha Bullion yang mencakup empat aspek: penitipan emas, perdagangan emas, simpanan emas, dan pembiayaan emas.

“Investasi emas di BSI dapat dimulai dengan sangat terjangkau, yaitu dari 0,1 gram untuk pembelian pertama dan 0,05 gram untuk pembelian selanjutnya. Proses transaksi juga berlangsung cepat, mudah, serta aman karena emas dapat ditarik kapan pun dibutuhkan,” pungkasnya.

Reporter: Rezi