Beranda blog Halaman 312

Dinas ESDM Aceh Tegaskan Tak Ada Kewenangan Bupati Tutup Tambang

0
Kepala Bidang Mineral dan Batu Bara (Minerba) Dinas ESDM Aceh, Khairil Basyar. (Foto: Nukilan/Azril)

NUKILAN.ID | Banda Aceh. Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Aceh menegaskan bahwa kewenangan mencabut Izin Usaha Pertambangan (IUP) berada sepenuhnya di tangan Pemerintah Aceh, bukan pemerintah kabupaten.

“Kewenangan memberikan, menghentikan, maupun mencabut IUP di Aceh mutlak berada di tangan Pemerintah Provinsi, dalam hal ini Gubernur Aceh bukan pemerintah kabupaten,” kata Kabid Mineral dan Batubara Dinas ESDM Aceh, Khairil Basyar kepada wartawan, Minggu (3/8/2025).

Penegasan ini disampaikan menyusul keputusan Bupati Aceh Selatan, H. Mirwan, yang melalui surat Nomor 540/790 tertanggal 21 Juli 2025 menghentikan sementara seluruh aktivitas pertambangan dan pengangkutan bijih besi milik Koperasi Serba Usaha (KSU) Tiega Manggis dan PT Pinang Sejati Utama (PSU) di kawasan Manggamat, Kecamatan Kluet Tengah.

Menurut Khairil, keputusan tersebut tidak sesuai dengan aturan yang berlaku. Berdasarkan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2006 tentang Pemerintahan Aceh (UUPA), kewenangan pengelolaan sektor minerba berada di Pemerintah Aceh. Hal ini semakin dipertegas melalui UU Nomor 3 Tahun 2020 tentang perubahan atas UU Nomor 4 Tahun 2009, serta UU Nomor 23 Tahun 2014.

“Sejak lahirnya Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2006 tentang Pemerintahan Aceh (UUPA), kewenangan pengelolaan sektor minerba sudah menjadi ranah Pemerintah Aceh. Ini diperkuat lagi dengan UU Nomor 3 Tahun 2020 tentang perubahan atas UU Nomor 4 Tahun 2009, serta UU Nomor 23 Tahun 2014,” jelasnya.

Ia menambahkan, Qanun Aceh Nomor 15 Tahun 2017 tentang perubahan atas Qanun Nomor 15 Tahun 2013 juga mengatur secara tegas bahwa bupati hanya berwenang memberikan rekomendasi kepada gubernur, bukan menghentikan atau mencabut IUP.

“Semua ada mekanismenya. Tidak bisa langsung dicabut. Ini untuk menjaga asas kepastian hukum,” tegas Khairil, seraya menjelaskan bahwa pencabutan izin harus melalui prosedur sanksi administratif, mulai dari surat peringatan (SP) pertama hingga ketiga, sebelum gubernur bisa mencabut IUP secara sah.

Khairil turut mengingatkan bahwa kebijakan yang tidak sesuai prosedur berpotensi menimbulkan ketidakpastian hukum dan berdampak negatif pada iklim investasi.

“Keputusan Bupati yang keluar dari koridor hukum bisa menimbulkan ketidakpastian dan memperburuk citra investasi di Kabupaten Aceh Selatan. Investor butuh perlindungan dan kepastian hukum. Kalau ini tidak dijaga, bisa jadi preseden buruk bagi masa depan pertumbuhan ekonomi daerah,” pungkasnya.

Beras Jadi Penyumbang Utama Inflasi Aceh Sebesar 0,68 Persen pada Juli 2025

0
Ilustrasi Beras. (Foto: pertanian.go.id)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH — Badan Pusat Statistik (BPS) Aceh mencatat Provinsi Aceh mengalami inflasi sebesar 0,68 persen pada Juli 2025 dibandingkan bulan sebelumnya. Kenaikan harga beras menjadi penyumbang utama inflasi pada periode tersebut.

“Kelompok pengeluaran penyumbang inflasi bulanan tertinggi adalah makanan, minuman, dan tembakau, memberikan andil inflasi sebesar 0,56 persen,” kata Plt Kepala BPS Aceh, Tasdik Ilhamudin, di Banda Aceh, Jumat (1/8/2025).

Tasdik menjelaskan, sejumlah komoditas turut memengaruhi inflasi bulanan di Aceh, di antaranya beras dengan andil 0,31 persen, bawang merah 0,11 persen, daging ayam ras 0,06 persen, ikan bandeng 0,05 persen, dan bensin 0,03 persen.

Sementara itu, kelompok lain seperti pakaian dan alas kaki mencatat andil 0,08 persen, perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 0,01 persen, serta transportasi 0,03 persen.

“Selain itu, terdapat kontribusi dari kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan 0,01 persen, rekreasi, olahraga dan budaya 0,01 persen, penyediaan makanan dan minuman/restoran 0,01 persen, dan pendidikan 0,03 persen,” ujar Tasdik.

Namun demikian, beberapa komoditas justru memberi andil terhadap deflasi bulanan, seperti udang basah, cabai merah, tomat, serta biaya sekolah menengah pertama dan atas.

Secara tahunan, inflasi di Aceh tercatat sebesar 3,00 persen. Angka ini menunjukkan adanya kenaikan harga barang dan jasa secara umum dibandingkan Juli tahun sebelumnya.

Kelompok makanan, minuman, dan tembakau tetap menjadi penyumbang utama inflasi tahunan dengan andil 2,14 persen. Beberapa komoditas yang mendorong kenaikan ini antara lain beras (0,56 persen), emas perhiasan (0,46 persen), sigaret kretek mesin (0,28 persen), ikan dencis (0,21 persen), dan ikan tongkol (0,18 persen).

“Di sisi lain, terdapat komoditas yang memberikan pengaruh deflasi, di antaranya cabai merah, tarif air minum PAM, cabai rawit, kentang, dan cabai hijau,” jelas Tasdik.

Lima wilayah di Aceh yang menjadi titik penghitungan inflasi adalah Banda Aceh, Lhokseumawe, Meulaboh, Aceh Tengah, dan Aceh Tamiang. Inflasi tahunan tertinggi tercatat di Meulaboh sebesar 3,82 persen, sedangkan yang terendah berada di Banda Aceh dengan 1,97 persen.

Untuk inflasi bulanan, Aceh Tamiang menjadi wilayah dengan inflasi tertinggi sebesar 1,00 persen, sementara Meulaboh menjadi yang terendah dengan 0,39 persen.

“Berdasarkan data tersebut, pada Juli 2025, terjadi inflasi bulanan sebesar 0,68 persen dan inflasi tahunan sebesar 3,00 persen di Aceh. Penyumbang utamanya, baik bulanan maupun tahunan adalah kelompok makanan, minuman, dan tembakau,” tutup Tasdik Ilhamudin.

Editor: Akil

Dapat Amnesti, Satu Warga Binaan di Lapas Kelas IIA Banda Aceh Resmi Dibebaskan

0
WBP yang mendapatkan amnesti, Sabtu (2/8/2025). (Foto: Dok Lapas Kelas IIA Banda Aceh)

Nukilan | Banda Aceh – Satu orang Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) di Lapas Kelas IIA Banda Aceh resmi memperoleh amnesti dari negara, menyusul terbitnya Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 17 Tahun 2025 tentang Pemberian Amnesti. Kebijakan ini merupakan bagian dari langkah pemerintah untuk memulihkan keadilan, mendorong rekonsiliasi sosial, serta menegakkan penghormatan terhadap hak asasi manusia.

Penyerahan keputusan amnesti dilakukan secara langsung oleh Kepala Seksi Bimbingan Narapidana dan Anak Didik (Kasi Binadik) Lapas Banda Aceh, Ervan Kurniawan, pada Sabtu (2/8/2025), disaksikan oleh staf registrasi dan pejabat lapas lainnya.

“Pemberian amnesti ini adalah bagian dari kebijakan nasional, dan kami di Lapas Banda Aceh telah melaksanakan seluruh prosedur secara cermat, baik administrasi maupun verifikasi,” ujar Kepala Lapas Kelas IIA Banda Aceh, Edi Cahyono dalam keterangannya kepada Nukilan, Sabtu (2/8/2025).

Ia menegaskan bahwa proses pengajuan amnesti terhadap WBP tersebut dilakukan sesuai ketentuan perundang-undangan. “Kami memastikan bahwa yang bersangkutan telah mengikuti seluruh program pembinaan secara aktif selama menjalani masa pidana,” kata Edi.

WBP yang menerima amnesti menyambut kabar pembebasannya dengan rasa haru dan syukur. Ia mengucapkan terima kasih kepada pemerintah, khususnya Presiden RI dan Kementerian Hukum dan HAM.

“Terima kasih kepada Bapak Presiden dan Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan karena telah memberikan kepada saya amnesti,” ujar WBP tersebut.

Pemberian amnesti ini merupakan salah satu bentuk intervensi kemanusiaan negara, yang juga mencerminkan pendekatan baru pemerintah dalam membina narapidana dan menyelesaikan persoalan pemasyarakatan melalui jalur non-pemidanaan. []

Reporter: Sammy

Unmuha Raih Peringkat 1 PTS Terbaik di Aceh, Masuk 15 Besar Nasional PTM

0
Unmuha Raih Peringkat 1 PTS Terbaik di Aceh, Masuk 15 Besar Nasional PTMA. (Foto: Humas Unmuha)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH — Universitas Muhammadiyah Aceh (Unmuha) kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat nasional. Kampus yang berlokasi di Banda Aceh ini berhasil menempati peringkat ke-15 dari 20 Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (PTMA) terbaik se-Indonesia.

Tak hanya itu, Unmuha juga dinobatkan sebagai Perguruan Tinggi Swasta (PTS) terbaik pertama di Provinsi Aceh. Bahkan, jika dibandingkan dengan seluruh perguruan tinggi di Aceh—baik negeri maupun swasta—Unmuha menempati posisi ke-4 berdasarkan pemeringkatan Webometrics.

Rektor Unmuha, Dr. Aslam Nur, MA, menyampaikan rasa syukurnya atas capaian tersebut. Ia menyebut bahwa pencapaian ini merupakan hasil dari kerja keras seluruh elemen kampus.

“Kami terus melakukan akselerasi mutu pendidikan dan publikasi, memperkuat ekosistem digital kampus, serta mengembangkan repositori institusi. Berbagai langkah strategis telah kami tempuh untuk meningkatkan visibilitas akademik dan digital kampus,” ujarnya.

Beberapa langkah strategis yang dijalankan Unmuha, lanjut Aslam, termasuk mendorong peningkatan publikasi ilmiah melalui platform terbuka serta memperluas jejaring kerja sama internasional. Unmuha juga aktif mempublikasikan berbagai kegiatan akademik pada jurnal bereputasi global.

Ia juga menyoroti pentingnya digitalisasi dalam dunia pendidikan tinggi.

“Digitalisasi bukan lagi sekadar alat bantu administrasi, tetapi telah menjadi fondasi utama dalam membangun kampus yang terbuka, adaptif, dan terhubung secara global,” jelas Aslam.

Menurutnya, Unmuha terus mengintegrasikan layanan pembelajaran daring, memperkuat website resmi, serta mengoptimalkan media sosial sebagai kanal komunikasi akademik dan informasi publik.

“Seluruh upaya ini memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan indikator visibility, yang menjadi salah satu komponen kunci dalam pemeringkatan Webometrics,” pungkasnya.

Editor: Akil

Hasil Panen Gabah Petani Aceh Anjlok Akibat El Nino

0
Harga Gabah di Pidie Jaya Menguat Menjadi Rp 6.300 per Kg. (Foto: RRI)

NUKILAN.ID | SIGLI – Fenomena El Nino yang menyebabkan kemarau panjang berdampak signifikan terhadap hasil panen padi musim gadu (tanam kedua) di Kabupaten Pidie, Provinsi Aceh. Sejumlah kecamatan yang memasuki masa panen mengalami penurunan produksi gabah secara drastis.

Dikutip dari Media Indonesia, selama tiga hari terakhir, wilayah yang mulai panen antara lain Kecamatan Indrajaya, Peukan Baro, dan Simpang Tiga—yang juga merupakan daerah paling terdampak kekeringan.

Di Desa Dayah Caleue, Kecamatan Indrajaya, hasil panen kali ini hanya berkisar 2 hingga 4 ton gabah per hektare (ha), padahal sebelumnya bisa mencapai 6 hingga 7 ton per ha. Kondisi serupa terjadi di Desa Mesjid Tungkop, yang biasanya menghasilkan 6–8 ton per ha, kini hanya mampu memanen 4–5 ton per ha. Sementara itu, di Kecamatan Simpang Tiga, hasil panen turun menjadi 3–4 ton per ha dari sebelumnya 5–7 ton.

“Bahkan ada yang gagal panen karena tidak sempat ditanam karena menering cukup parah sehingga tanaman padi menguning dan gosong,” kata M Yusuf, tokoh masyarakat tani di Kecamatan Peukan Baro, Sabtu (2/8/2025).

Tak ingin gagal panen, Muhammad Nasir, seorang petani di Kemukiman Pineung, Kecamatan Peukan Baro, terpaksa menyedot air dari saluran irigasi menggunakan selang plastik sejauh 200 meter setiap minggu agar sawahnya tetap terairi.

“Walaupun target produksi panen tidak tercapai, tapi jangan sampai gagal total. Tentu modal biaya yang kami keluarkan musim tanam gadu ini jauh lebih besar dari kondisi normal,” ujar Muhammad Nasir.

Kondisi ini menambah daftar panjang dampak El Nino terhadap sektor pertanian di Indonesia, terutama di wilayah pesisir pantai timur seperti Aceh yang sangat bergantung pada irigasi alami dan curah hujan.

Editor: Akil

Jumlah Kunjungan Wisman ke Aceh pada Juni 2025 Turun 10 Persen

0
Ilustrasi wisman. (Foto: Antara)

Nukilan | Banda Aceh – Badan Pusat Statistik (BPS) Aceh merilis jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) pada Juni 2025 mencapai 3.617 kali. Jumlah ini mengalami penurunan sebesar 10 persen secara month-to-month jika dibandingkan dengan bulan Mei 2025.

Sementara secara year-on-year, jumlah kunjungan ini meningkat drastis sebesar 68,55 persen jika dibandingkan dengan Juni 2024. Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BPS Aceh, Tasdik Ilhamudin mengatakan pintu masuk utama dari wisman ini adalah melalui Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda dan Pelabuhan Internasional Balohan, Sabang.

“Pada Juni 2025, tingkat penghunian kamar (TPK) hotel berbintang di Aceh sebesar 24,46 persen atau naik 0,33 poin dibandingkan dengan bulan Mei 2025, tetapi mengalami penurunan sebesar 13,60 persen dibandingkan dengan bulan Juni 2024,” ujar Tasdik dalam konferensi pers virtual yang dikutip Nukilan, Sabtu (8/2/2025).

Dia menambahkan, TPK hotel nonbintang pada Juni 2025 mencapai 19,64 persen, naik 1,17 persen dibandingkan dengan Mei 2025 dan turun sebesar 0,01 persen jika dibandingkan dengan Juni 2024.

Sementara jumlah penerbangan penumpang jenis domestik di Bandar Udara Sultan Iskandar Muda mencapai 21.197 orang. Angka ini mengalami kenaikan sebesar 10,60 persen dibandingkan Mei 2025 dan turun sebesar 18,58 jika dibandingkan dengan Juni 2024. Sedangkan jumlah penumpang penerbangan internasional pada Juni 2025 mencapai 11.771 penumpang, turun sebesar 16,61 persen jika dibandingkan dengan Mei 2025 dan naik sedikit sebesar 0,20 jika dibandingkan dengan Juni 2024. []

Reporter: Sammy

Nilai Ekspor Asal Aceh pada Juni 2025 Capai 48,71 Juta Dolar AS

0
Ilustrasi ekspor. (Foto: Liputan6)

Nukilan | Banda Aceh – Badan Pusat Statistik (BPS) Aceh mencatat nilai ekspor asal Aceh pada Juni 2025 mencapai 48,71 juta dolar AS atau turun sebesar 3,16 persen jika dibandingkan dengan bulan Mei 2025.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BPS Aceh, Tasdik Ilhamudin mengatakan nilai tersebut juga mengalami penurunan sekitar 32,06 persen jika dibandingkan dengan Juni 2024 yang mencapai 71,70 juta dolar AS.

“Nilai ekspor komoditas melalui pelabuhan di Provinsi Aceh pada Juni 2025 mencapai 38,16 juta dolar AS atau sekitar 78,34 persen terhadap total ekspor komoditas asal Aceh, sedangkan sisanya diekspor melalui pelabuhan di provinsi lain, di mana sebagian besar diekspor melalui provinsi Sumatera Utara sebesar 9,97 juta dolar AS,” ujar Tasdik dalam konferensi pers virtual, dikutip Nukilan, Sabtu (2/8/2025).

Dia menambahkan, ekspor asal Aceh selama bulan Juni 2025 paling besar ditujukan ke India yaitu senilai 38,61 juta dolar AS atau 79,26 persen dengan komoditas utama batu bara senilai 31,77 dolar AS. Sementara peringkat kedua yaitu Amerika Serikat sebesar 1,76 juta dolar AS atau 3,61 persen dengan komoditas utama kopi dan rempah-rempah senilai 1,65 juta dolar AS.

Sedangkan peringkat ketiga ekspor asal Aceh adalah Tiongkok dengan nilai 1,66 juta dolar AS atau 3,41 persen dengan komoditas utama kopi dan rempah-rempah senilai 1,42 juta dolar AS.

Secara keseluruhan, komoditas yang diekspor pada Juni 2025 adalah batubara senilai 31,77 juta dolar AS, kopi dan rempah-rempah senilai 6,96 juta dolar AS, berbagai produk Kimia senilai 1,15 juta dolar AS, dan daging dan ikan olahan senilai 1,09 juta dolar AS. []

Reporter: Sammy

Irmawan Terpilih Aklamasi sebagai Ketua Pusat IKAFENSY USK 2025–2030

0

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Anggota DPR RI dari Fraksi PKB, H. Irmawan, S.Sos., M.M., resmi terpilih sebagai Ketua Umum Pusat Ikatan Alumni Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Syiah Kuala (IKAFENSY USK) periode 2025–2030. Irmawan terpilih secara aklamasi dalam Musyawarah Besar (Mubes) IKAFENSY yang digelar di Aula Fakultas Ekonomi dan Bisnis USK, Banda Aceh, Sabtu (2/8/2025).

Irmawan menjadi calon tunggal yang diusulkan oleh anggota untuk menggantikan ketua sebelumnya, Amal Hasan. Pimpinan sidang pleno, Teuku Muda Ariaman, menjelaskan bahwa hingga batas akhir pendaftaran calon pada 31 Juli 2025, hanya satu nama yang muncul dari seluruh bidang, yakni Irmawan.

“Karena calon ketua umum pengurus IKAFENSY hanya 1 orang, maka ditunjuk secara Aklamasi,” kata Teuku Muda Ariaman di hadapan forum.

Dalam keterangannya kepada Nukilan.id, Irmawan menegaskan bahwa dirinya telah memegang jabatan publik sebelum diamanahkan sebagai ketua IKAFENSY, antara lain sebagai anggota DPR RI dan Ketua DPW PKB.

“Saya harus jelaskan ini supaya tidak ada fitnah, dan saya bekerja profesional dan tidak terjebak ke dalam politik praktis,” ujar Irmawan.

Ia juga menyampaikan bahwa penunjukannya sebagai ketua bukanlah bentuk penghargaan pribadi, melainkan amanah besar yang harus dijalankan demi membesarkan almamater dan organisasi. Oleh karena itu, peran formatur dianggap sangat penting dalam menyusun kepengurusan ke depan.

“Anggota IKAFENSY berada dimana-mana di seluruh Indonesia, sehingga kebutuhan membuka jaringan menjadi hal utama yang dilakukan,” kata Irmawan.

Sementara itu, Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis USK, Prof. Dr. Faisal, S.E., M.Si., menyambut baik terpilihnya Irmawan sebagai Ketua IKAFENSY. Menurutnya, posisi Irmawan sebagai tokoh nasional dapat membawa dampak positif terhadap kiprah organisasi dalam pembangunan nasional.

“Posisi jabatan publik yang diemban itu positif, sebab karena jabatan publik anggota IKAFENSY dapat menjadi besar,” kata Prof. Faisal.

Musyawarah Besar IKAFENSY turut dihadiri para guru besar FEB USK, dosen, serta tamu undangan lainnya. (XRQ)

Reporter: Akil

Mahasiswa USK Keluhkan Pembelian Almamater, BEM Dituding Tak Lagi Berpihak

0
Kepala Departemen Kastradasi BEM Fakultas Pertanian USK, Suci. (Foto: Dok. Pribadi)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH Kebijakan Universitas Syiah Kuala (USK) yang mewajibkan mahasiswa membeli sendiri jaket almamater menuai kritik tajam. Sejumlah mahasiswa menilai kebijakan itu membebani dan menunjukkan arah kampus yang makin komersial. Tak hanya itu, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) USK turut menjadi sorotan karena dinilai abai terhadap suara mahasiswa.

“BEM itu seharusnya pembela mahasiswa, bukan pengecer almamater,” kata Suci, Kepala Departemen Kastradasi BEM Fakultas Pertanian USK kepada Nukilan.id, Jumat (1/8/2025).

Suci menilai, jaket almamater adalah simbol identitas kampus yang semestinya menjadi tanggung jawab universitas, bukan mahasiswa. Ia juga menyayangkan sikap diam BEM USK dalam menyikapi isu ini.

“Kami ini sudah dibebani UKT yang terus naik, tapi jaket almamater saja harus dibeli sendiri. Di mana letak keberpihakan kampus kepada mahasiswanya? Dan kenapa BEM diam saja?” ujarnya geram.

Di tengah kekecewaan tersebut, muncul dugaan bahwa pengurus BEM turut terlibat dalam proses distribusi almamater. Bahkan, ada kecurigaan bahwa pengadaan jaket tersebut tidak transparan dan sarat kepentingan bisnis.

“Kalau memang BEM terlibat, maka ini bukan sekadar kelalaian, tapi pengkhianatan terhadap amanah mahasiswa,” kata Suci.

Menurutnya, BEM yang sebelumnya mengusung narasi kesejahteraan, transparansi, dan keberpihakan saat kampanye, kini justru dianggap kehilangan arah. Kegiatan besar organisasi pun disebut terbengkalai, bahkan ada yang “membusuk seperti bangkai.”

Media sosial pun ramai dengan kritik terhadap BEM USK. Unggahan bertagar sindiran terhadap organisasi mahasiswa tertinggi itu bertebaran, menunjukkan kekecewaan luas dari mahasiswa.

“Kampus makin komersil, dan BEM kian melenceng dari khitah advokasinya. Mahasiswa bukan objek JUAL BELI!” tulis seorang mahasiswa dalam unggahan yang viral.

Suci menegaskan, polemik almamater hanya satu dari sekian persoalan yang tengah dihadapi mahasiswa USK. Ia menyebut akar masalah sesungguhnya adalah minimnya transparansi, lemahnya advokasi, dan lunturnya semangat perjuangan mahasiswa.

“Ini bukan sekadar soal jaket. Ini soal arah kebijakan kampus yang makin kapitalis,” tegasnya.

Kini, BEM USK berada di persimpangan: kembali menjadi garda depan advokasi mahasiswa, atau selamanya kehilangan kepercayaan dari mereka yang diwakilinya.

Sugiono Jadi Sekjen Gerindra, DPD Aceh: Ini Kebanggaan bagi Rakyat Aceh

0
Ketua Repnas Aceh, Mahfudz Y Loethan. (Foto: Repnas Aceh)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Menteri Luar Negeri Kabinet Merah Putih, Sugiono, resmi ditunjuk sebagai Sekretaris Jenderal (Sekjen) baru Partai Gerindra, menggantikan Ahmad Muzani. Penunjukan ini disambut antusias oleh kader daerah, khususnya dari Aceh.

Wakil Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Gerindra Aceh, Mahfudz Y Loethan, mengungkapkan rasa bangga atas keputusan Ketua Umum Gerindra, Prabowo Subianto, yang memilih Sugiono menempati posisi strategis di partai berlambang kepala burung garuda tersebut.

“Sugiono adalah kader ideologis yang sejak awal berdiri tegak menjaga nilai perjuangan partai. Di tengah godaan pragmatisme, beliau justru tampil sebagai simbol keteguhan dan integritas,” kata Mahfudz dikutip dari Kompas.com, Jumat (1/8/2025).

Ia menilai, kehadiran Sugiono sebagai Sekjen akan membawa energi baru bagi tubuh partai. Menurut Mahfudz, duet antara Prabowo Subianto dan Sugiono menjadi kombinasi yang menarik antara dua generasi.

“Ini duet keren antara tokoh tua dan muda. Kombinasi antara kebijaksanaan dan ketegasan Pak Prabowo dengan kesegaran dan komitmen ideologis Pak Sugiono. Duet ini akan membawa Gerindra makin tinggi terbang di udara,” ujarnya.

Sebagai putra daerah kelahiran Aceh, penunjukan Sugiono juga menjadi sumber kebanggaan tersendiri bagi masyarakat Aceh.

“Sebagai anak Aceh, tentu kami bangga. Ini membuktikan bahwa putra-putri Aceh punya kontribusi nyata dan diakui di level nasional. Penunjukan Pak Sugiono adalah kebanggaan kolektif bagi rakyat Aceh,” ungkap Mahfudz.

Ia menambahkan, kehadiran Sugiono di posisi Sekjen diharapkan mampu membawa Gerindra tampil lebih segar dan responsif terhadap aspirasi publik, khususnya generasi muda.

“Gerindra akan tampil lebih fresh dan muda, tetapi tetap kokoh dalam ideologi dan perjuangan rakyat. Ini sinyal kuat bahwa partai ini siap menyongsong masa depan dengan semangat yang adaptif tapi tetap berprinsip,” tuturnya.