Beranda blog Halaman 31

Ribuan Warga dan Prajurit TNI Shalat Idul Fitri di Lhokseumawe, Perkuat Ketahanan Iman Bangsa

0
Ilustrasi. (Foto: Ist)

NUKILAN.ID | LHOKSEUMAWE – Ribuan masyarakat Kota Lhokseumawe bersama prajurit TNI Korem 011/Lilawangsa melaksanakan Shalat Idul Fitri 1447 Hijriah di Lapangan Jenderal Sudirman, Sabtu (21/3/2026).

Sejak pagi hari sekitar pukul 07.00 WIB, suasana khidmat sudah menyelimuti lokasi. Momen ini tidak hanya menjadi pelaksanaan ibadah, tetapi juga ajang mempererat silaturahmi antara keluarga besar TNI dan masyarakat setempat usai menjalani ibadah puasa Ramadan.

Bertindak sebagai imam dan khatib adalah Dr. Munawir Umar, S.Ag., M.A, yang merupakan Direktur Pesantren Al-Muslim Lhoksukon, Aceh Utara. Dalam riwayatnya, ia pernah menjadi imam di Masjid Al-Hikmah, New York, Amerika Serikat, serta meraih gelar doktor di bidang Ilmu Tafsir Al-Qur’an dari Institut Ilmu Al-Qur’an Jakarta.

Dalam khutbahnya, Munawir Umar menekankan bahwa Idul Fitri bukan sekadar perayaan tahunan, melainkan momentum untuk memperkuat ketahanan iman sebagai dasar utama ketahanan bangsa.

“Idul Fitri tahun ini menjadi pengingat bagi kita semua, baik prajurit maupun masyarakat, bahwa kekuatan sejati bangsa Indonesia bermula dari hati yang bersih dan iman yang kuat,” ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa iman merupakan faktor utama dibandingkan aspek pertahanan lainnya. Menurutnya, sejarah telah membuktikan bahwa tanpa ketaatan dan keimanan, kemenangan sulit diraih.

“Jika kita tidak bersatu dalam kebaikan, atau umat tidak bersatu mencapai kemaslahatan, maka dipastikan kalah total. Artinya keimanan kepada Allah SWT adalah modal utama dalam membela bangsa ini. Militer kah dia, maupun masyarakat kah dia, meski pun sejumlah kita dan alutsista sedikit, Insya Allah kita akan memenangkannya,” himbaunya.

Pelaksanaan Shalat Idul Fitri berlangsung tertib dan penuh kekhusyukan. Prajurit TNI tampak berbaur dengan masyarakat dalam barisan saf yang rapi, mencerminkan kuatnya kemanunggalan TNI dengan rakyat di wilayah Korem 011/Lilawangsa.

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News.

Presiden Prabowo Salat Idul Fitri di Aceh Tamiang, Disambut Gubernur dan Wagub

0
Presiden Prabowo Salat Idul Fitri di Aceh Tamiang, Disambut Gubernur dan Wagub. (FOTO: HUMAS ACEH)

NUKILAN.ID | ACEH TAMIANG – Prabowo Subianto melaksanakan Salat Idul Fitri di Kabupaten Aceh Tamiang, Sabtu (21/3). Kedatangannya disambut langsung oleh Muzakir Manaf, Fadhlullah, serta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Aceh dalam suasana hangat dan penuh kekompakan.

Presiden tiba menggunakan helikopter kepresidenan dari Sumatera Utara dan mendarat di Lapangan Yonif 111/Karma Bhakti. Kehadiran orang nomor satu di Indonesia itu langsung disambut antusias masyarakat yang telah menunggu di lokasi.

Dari titik pendaratan, Presiden bersama rombongan pemerintah pusat dan daerah menuju Masjid Darussalam yang berada di kawasan hunian sementara untuk melaksanakan Salat Idul Fitri berjamaah.

Ibadah tersebut turut dihadiri sejumlah menteri Kabinet Merah Putih, jajaran Pemerintah Aceh, Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang, serta masyarakat setempat.

Momentum ini menjadi simbol kedekatan antara pemerintah dan masyarakat, khususnya bagi warga terdampak bencana yang saat ini tinggal di kawasan hunian sementara.

Usai salat, Presiden melanjutkan agenda dengan meninjau kawasan huntara serta menyapa langsung warga. Suasana hangat dan penuh keakraban terlihat saat Presiden berinteraksi dengan masyarakat.

Gubernur dan Wakil Gubernur Aceh tampak kompak mendampingi seluruh rangkaian kegiatan, mencerminkan sinergi pemerintah daerah dalam menyukseskan kunjungan Presiden.

Setelah rangkaian kegiatan selesai, Presiden kembali menuju Lapangan Yonif 111/Karma Bhakti untuk melanjutkan perjalanan udara.

Kunjungan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dan daerah, sekaligus menegaskan komitmen bersama dalam mendukung pemulihan dan pembangunan di Aceh.

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News

Istana Kepresidenan Dibuka untuk Masyarakat saat Halal Bihalal Lebaran 1447 H

0
Istana Kepresidenan Jakarta. (Foto: Ist)

NUKILAN.ID | JAKARTA – Istana Kepresidenan Jakarta akan dibuka untuk masyarakat umum dalam rangka kegiatan halal bihalal pada Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah.

Mengutip ANTARA, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menyampaikan, masyarakat dipersilakan datang untuk bersilaturahmi dalam kegiatan yang digelar pada siang hingga sore hari tersebut.

“Kalau di Istana, siang, kami menyiapkan halal bihalal, silaturahim untuk seluruh warga masyarakat yang mau berkunjung,” kata Teddy di Medan, Sumatera Utara, Jumat (20/3/2026).

Ia menjelaskan, kegiatan tersebut diperkirakan dapat menampung sekitar 5.000 orang dengan sistem kunjungan bergantian. Untuk mengantisipasi lonjakan pengunjung, panitia juga menyiapkan tenda tambahan di area luar Istana.

Selain itu, pengunjung akan disuguhi berbagai hidangan, termasuk makanan khas Lebaran seperti ketupat. Panitia juga menyediakan hiburan sederhana, khususnya bagi anak-anak yang datang bersama keluarga.

“Terbuka untuk umum itu siang sampai sore hari. Seperti tahun lalu untuk rakyat, Istana dibuka untuk rakyat. Nanti disiapkan berbagai macam makanan dan hiburan sedikit untuk anak kecil,” ujar Teddy.

“Masyarakat yang mungkin sama keluarga sekalian berkeliling, Idul Fitri mau bawa satu keluarga ke sana, mau mampir ke Istana dipersilakan,” imbuhnya.

Terkait kehadiran Presiden Prabowo Subianto dalam kegiatan tersebut, Teddy menyebut masih bersifat tentatif dan menyesuaikan agenda Kepala Negara.

“Kemudian mungkin, mungkin Bapak Presiden akan menyapa, tapi waktunya tentatif karena belum tahu besok kegiatan bagaimana,” kata dia.

Diketahui, pada Sabtu pagi, Presiden Prabowo dijadwalkan melaksanakan salat Idul Fitri di Aceh Tamiang sekaligus meninjau penanganan pascabencana banjir di wilayah tersebut.

Pembukaan Istana untuk masyarakat saat Lebaran ini merupakan tradisi yang telah dilakukan sebelumnya, sebagai bentuk silaturahmi antara pemerintah dan masyarakat.

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News.

Prabowo Sebut Hampir Seluruh Pengungsi Banjir Aceh Sudah Tempati Huntara

0
Presiden Prabowo saat merayakan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah bersama warga Kampung Simpang, Karang Baru, Kabupaten Aceh Tamiang, Sabtu (21/3/2026). (Foto: Tangkapan Layar)

NUKILAN.ID | KUALA SIMPANG – Presiden Prabowo Subianto menyampaikan bahwa hampir seluruh warga terdampak banjir bandang di Aceh kini telah keluar dari tenda pengungsian dan menempati hunian sementara (huntara) maupun hunian tetap.

Pernyataan itu disampaikan Prabowo saat merayakan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah bersama warga Kampung Simpang, Karang Baru, Kabupaten Aceh Tamiang, Sabtu (21/3/2026). Dalam kesempatan tersebut, ia juga melaksanakan salat Id di Masjid Darussalam.

“Saya mohon maaf lahir batin, minal aidin wal faizin. Mudah-mudahan tahun akan datang, tahun yang baik untuk kita semua,” ujar Prabowo.

Dalam keterangannya, Prabowo menegaskan bahwa kondisi pengungsian telah mengalami perbaikan signifikan. Ia menyebut, hampir tidak ada lagi warga yang tinggal di tenda.

“Hampir 100 persen ya, di tenda sudah nggak ada lagi. 100 persen semua sudah keluar dari tenda masuk ke hunian-hunian sementara ataupun hunian tetap sudah mulai,” kata dia.

Prabowo juga mengapresiasi kerja cepat para petugas dalam menangani dampak bencana, khususnya dalam pembangunan hunian sementara bagi warga terdampak.

“Saya sangat bangga, terima kasih kepada semua petugas, semua aparat. Dari TNI, Polri, dari BNPB, PU, Pemda, semua K/L yang kerja luar biasa, ya. Mereka kerja luar biasa bantu rakyat di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat dan di provinsi-provinsi lain,” imbuhnya.

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News.

Tradisi Halal Bihalal: Cara Khas Masyarakat Indonesia Pererat Silaturahmi saat Lebaran

0
Ilustrasi Halal Bihalal. (Foto: Nukilan)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Perayaan Idul Fitri di Indonesia tidak hanya diwarnai dengan hidangan khas dan momen berkumpul bersama keluarga. Ada satu tradisi yang menjadi ciri khas masyarakat Indonesia setelah hari raya, yakni Halal Bihalal, yang sarat makna saling memaafkan, rekonsiliasi, dan mempererat hubungan sosial.

Amatan Nukilan.id, tradisi Halal Bihalal umumnya dilaksanakan dalam beberapa hari hingga sepekan Idul Fitri. Kegiatan ini melibatkan keluarga, tetangga, rekan kerja, hingga instansi pemerintahan yang menggelar pertemuan untuk saling bersalaman dan menyampaikan permohonan maaf secara langsung.

Ungkapan yang sering terdengar dalam momen tersebut adalah “mohon maaf lahir dan batin”, yang mencerminkan permintaan maaf secara fisik maupun batin. Tradisi ini merepresentasikan nilai-nilai yang mengakar kuat dalam masyarakat Indonesia, seperti rasa hormat, kerendahan hati, dan kebersamaan.

Berbeda dengan kunjungan biasa, Halal Bihalal memiliki makna emosional dan spiritual yang lebih dalam. Tradisi ini menjadi ruang untuk menyelesaikan kesalahpahaman, menyembuhkan konflik, serta memperbaiki hubungan yang sempat renggang. Di lingkungan kerja, Halal Bihalal juga berperan dalam membangun kembali kerja sama dan kepercayaan antarpegawai, sementara di masyarakat memperkuat solidaritas sosial.

Seiring perkembangan zaman, Halal Bihalal juga mengalami adaptasi, termasuk melalui pertemuan virtual, terutama ketika pertemuan langsung terbatas. Meski demikian, esensi dari tradisi ini tetap terjaga, yakni menciptakan kedamaian dan memperbarui hubungan antarindividu.

Baik diselenggarakan di rumah sederhana maupun di gedung besar, semangat saling memaafkan dalam Halal Bihalal terus menjadi perekat persatuan masyarakat Indonesia. (XRQ)

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News.

Halal Bihalal Ternyata Bukan Tradisi dari Arab

0
Ilustrasi silaturrahmi. (Foto: Merdeka.com)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Tradisi halal bihalal yang selalu hadir setiap perayaan Idul Fitri di Indonesia ternyata bukan berasal dari Arab. Meski istilahnya terdengar seperti bahasa Arab, tradisi ini justru lahir dari perpaduan budaya lokal, nilai-nilai Islam, dan dinamika sosial-politik di Indonesia.

Halal bihalal telah menjadi bagian penting dalam perayaan Lebaran. Kegiatan ini identik dengan saling memaafkan dan mempererat silaturahmi antar sesama.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), halal bihalal adalah kegiatan maaf-memaafkan setelah menjalankan ibadah puasa Ramadan, yang biasanya dilakukan oleh sekelompok orang di suatu tempat. Tradisi ini menjadi ciri khas masyarakat Indonesia dalam merayakan Idul Fitri.

Meski kerap dianggap berasal dari Timur Tengah, istilah halal bihalal tidak dikenal di Mekkah maupun Madinah. Kata “halal” sendiri berasal dari bahasa Arab halla yang memiliki beberapa makna, seperti mengurai benang kusut, menjernihkan air keruh, serta sesuatu yang dihalalkan.

Makna tersebut kemudian dimaknai sebagai simbol upaya menyelesaikan persoalan, menjernihkan hubungan, dan saling memaafkan agar kembali harmonis.

Pakar tafsir Quraish Shihab menyebut halal bihalal sebagai bentuk nyata pribumisasi ajaran Islam di Asia Tenggara, yang berkembang secara alami di tengah masyarakat Melayu dan Indonesia.

Sejarah panjang halal bihalal dapat ditelusuri sejak abad ke-15, khususnya pada masa Walisongo. Berdasarkan berbagai naskah kuno seperti Babad Demak dan Babad Cirebon, masyarakat Jawa telah mengenal tradisi saling memaafkan yang dilakukan secara rutin.

Para Walisongo kala itu memanfaatkan ritual Dharma Sunya dari kepercayaan Kapitayan untuk menyisipkan nilai-nilai Islam, termasuk budaya saling memaafkan yang dilakukan setahun sekali.

Memasuki abad ke-18, tradisi serupa juga terlihat dalam praktik sungkeman di lingkungan kerajaan. Salah satunya dilakukan oleh Mangkunegara I, di mana para prajurit dan abdi dalem berkumpul untuk memohon maaf kepada raja setelah Idul Fitri.

Istilah halal bihalal sendiri mulai tercatat secara tertulis pada tahun 1924 melalui majalah Suara Muhammadiyah. Sementara itu, sekitar tahun 1935-1936, istilah ini juga dipopulerkan oleh seorang penjual martabak di Solo melalui slogan dagangannya.

Momen paling penting dalam sejarah halal bihalal terjadi pada tahun 1948. Saat itu, Indonesia tengah menghadapi berbagai konflik, termasuk pemberontakan yang mengancam persatuan bangsa.

Tokoh Nahdlatul Ulama, Abdul Wahab Hasbullah, mengusulkan konsep halal bihalal kepada Presiden Soekarno sebagai cara untuk meredakan ketegangan politik.

Gagasan tersebut kemudian diwujudkan dalam sebuah pertemuan di Istana Negara pada Hari Raya Idul Fitri 1948. Dalam acara yang diberi nama “Halal Bihalal” itu, para tokoh bangsa berkumpul dan saling memaafkan demi menjaga keutuhan Indonesia.

Seiring waktu, tradisi halal bihalal tidak hanya berkembang di dalam negeri, tetapi juga mulai dikenal di berbagai negara. Negara seperti Brunei Darussalam dan Malaysia turut mengadopsi tradisi ini.

Penyebarannya juga didorong oleh peran kedutaan besar Indonesia di berbagai negara yang rutin menggelar acara halal bihalal sebagai bagian dari diplomasi budaya. (XRQ)

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News.

Usai Salat Id di Aceh Tamiang, Prabowo Gelar Halal Bihalal dan Bagikan Bingkisan ke Warga

0
Presiden Prabowo Gelar Halal Bihalal dan Bagikan Bingkisan ke Warga (Foto: Tangkapan Layar)

NUKILAN.ID | KUALA SIMPANG – Presiden Prabowo Subianto melaksanakan halal bihalal bersama warga di Kabupaten Aceh Tamiang, Sabtu (21/3/2026), usai menunaikan salat Idul Fitri.

Kegiatan tersebut berlangsung di Masjid Darussalam. Usai salat, masyarakat tampak antusias mengantre untuk bersalaman langsung dengan Presiden. Sejumlah warga bahkan memanfaatkan momen tersebut untuk berswafoto.

Selain bersalaman di dalam masjid, Prabowo juga menyapa warga di luar area masjid yang baru selesai melaksanakan salat Id. Dalam kesempatan itu, ia turut membagikan bingkisan kepada masyarakat yang dikemas dalam tas berwarna biru.

Berdasarkan pantauan Nukilan.id dari siaran YouTube Sekretariat Presiden, Prabowo terlihat berada di saf terdepan bersama Gubernur Aceh Muzakir Manaf serta sejumlah menteri Kabinet Merah Putih.

Sebelumnya, Prabowo tiba di Aceh Tamiang sekitar pukul 06.45 WIB melalui landasan Batalyon 111 setelah menempuh perjalanan menggunakan helikopter dari Medan.

Kedatangannya disambut langsung oleh Muzakir Manaf. Turut mendampingi antara lain Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Menteri Luar Negeri Sugiono, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Kapolri Listyo Sigit Prabowo, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, serta Wakil Menteri Pertanian Sudaryono.

Setelah tiba di Masjid Darussalam, Prabowo langsung menempati saf pertama untuk melaksanakan salat Idul Fitri bersama masyarakat. Area masjid, baik di dalam maupun di luar, tampak dipadati jemaah.

Berbeda dari tahun sebelumnya yang melaksanakan salat Id di Masjid Istiqlal, tahun ini Prabowo memilih Aceh Tamiang sebagai lokasi perayaan Idul Fitri. Daerah tersebut diketahui merupakan salah satu wilayah yang terdampak bencana banjir dan longsor beberapa bulan lalu.

Usai rangkaian kegiatan di Aceh, Prabowo dijadwalkan kembali ke Jakarta untuk menggelar open house atau gelar griya di Istana Negara pada Sabtu siang. Acara tersebut terbuka bagi masyarakat umum. (XRQ)

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News.

Presiden Prabowo Salat Idulfitri di Aceh Tamiang Didampingi Gubernur Muzakir Manaf

0
Presiden Prabowo Subianto bersama Gubernur Aceh Muzakir Manaf dan Mendagri Tito Karnavian menunaikan Salat Idulfitri 1447 H di Masjid Darussalam, Aceh Tamian. (Foto: Youtube Setpres)

NUKILAN.ID | KUALA SIMPANG – Presiden Prabowo Subianto melaksanakan salat Idulfitri 1447 Hijriah di Masjid Darussalam, Kampung Simpang, Karang Baru, Kabupaten Aceh Tamiang.

Presiden tiba di kompleks masjid sekitar pukul 07.00 WIB dengan mengenakan baju koko putih dan peci hitam. Kedatangannya disambut sejumlah pejabat, termasuk Gubernur Aceh Muzakir Manaf.

Turut hadir dalam kesempatan tersebut Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Menteri Luar Negeri Sugiono, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, Wakil Menteri Pertanian Sudaryono, serta pejabat lainnya.

Setibanya di lokasi, Presiden berjalan bersama Muzakir Manaf dan Tito Karnavian menuju ruang tunggu sambil berbincang.

Presiden kemudian memasuki masjid pada pukul 07.20 WIB. Rangkaian salat Idulfitri dimulai beberapa saat setelahnya, diawali dengan penjelasan tata cara pelaksanaan salat Id.

Sebelumnya, Presiden Prabowo diketahui bertolak ke Medan, Sumatra Utara, pada Jumat (20/3/2026) dalam rangka kunjungan kerja. Dalam agenda tersebut, Presiden dijadwalkan menunaikan salat Idulfitri di Aceh Tamiang.

“Iya betul, Pak Presiden akan malam takbiran di Sumatra Utara dan Insyaallah akan Salat Idul Fitri di Aceh besok pagi,” ujar Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya dalam keterangan tertulis, Jumat (20/3/2026).

Presiden bersama rombongan lepas landas dari Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, sekitar pukul 15.00 WIB dan dijadwalkan mendarat di Pangkalan TNI AU Soewondo, Kota Medan.

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News.

12 Amalan Sunnah Idul Fitri 2026 Sebelum dan Sesudah Sholat Id yang Dianjurkan

0
Ilustrasi ketupat lebaran. (Foto: Nukilan)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Hari Raya Idul Fitri menjadi momen penuh kebahagiaan bagi umat Islam setelah menjalani ibadah puasa Ramadan selama satu bulan. Perayaan ini tidak hanya diisi dengan tradisi berkumpul bersama keluarga, tetapi juga dianjurkan untuk memperbanyak amalan ibadah sunnah agar semakin bermakna.

Pada Idul Fitri 2026 yang jatuh pada Sabtu (21/3/2026), umat Muslim dianjurkan menghidupkan hari raya dengan mengikuti tuntunan Rasulullah SAW. Dengan demikian, Idul Fitri tidak hanya menjadi perayaan, tetapi juga momentum meningkatkan kualitas ibadah.

Sejak masa Rasulullah SAW, Idul Fitri dirayakan dengan penuh suka cita sekaligus ibadah. Dalam sejarah Islam, perayaan Idul Fitri pertama kali dilakukan pada tahun 2 Hijriah setelah Perang Badar.

Rasulullah SAW tidak hanya melaksanakan sholat Id, tetapi juga mencontohkan berbagai amalan sunnah untuk menyempurnakan ibadah di hari kemenangan.

Berikut Nukilan.id sajikan sejumlah amalan sunnah sebelum hingga setelah sholat Idul Fitri yang dapat diamalkan:

Sunnah Sebelum Sholat Idul Fitri

Pertama, menghidupkan malam Idul Fitri dengan ibadah seperti berdzikir, membaca Al-Qur’an, dan melaksanakan sholat malam. Anjuran ini juga disebutkan dalam hadis:

“Barangsiapa menghidupkan dua malam hari raya, maka hatinya tidak akan mati pada hari ketika banyak hati mati.” (HR. Al-Daruquthni).

Kedua, memperbanyak takbir sejak terbenamnya matahari di akhir Ramadan hingga menjelang pelaksanaan sholat Id. Hal ini sebagaimana firman Allah SWT:

“Dan sempurnakanlah bilangan Ramadhan, dan bertakbirlah kalian kepada Allah.” (QS. Al-Baqarah: 185).

Ketiga, mandi sebelum melaksanakan sholat Id sebagai bentuk persiapan menyambut hari raya dalam keadaan bersih.

Keempat, mengenakan pakaian terbaik dan menggunakan wewangian. Hal ini sebagai bentuk menampakkan kebahagiaan, namun tetap dalam batas syariat, khususnya bagi perempuan.

Kelima, makan sebelum berangkat sholat Id, biasanya dengan jumlah ganjil seperti yang dicontohkan Rasulullah SAW.

Keenam, berjalan kaki menuju tempat pelaksanaan sholat Id jika memungkinkan.

Sunnah Saat Sholat Idul Fitri

Ketujuh, melaksanakan sholat Id secara berjamaah. Sholat ini terdiri dari dua rakaat dengan tambahan takbir tujuh kali pada rakaat pertama dan lima kali pada rakaat kedua.

Kedelapan, mendengarkan khutbah Idul Fitri setelah pelaksanaan sholat sebagai pengingat dan nasihat keagamaan.

Sunnah Setelah Sholat Idul Fitri

Kesembilan, mengambil jalan yang berbeda saat berangkat dan pulang dari tempat sholat Id.

Kesepuluh, bersilaturahmi dengan keluarga dan kerabat untuk mempererat hubungan serta saling memaafkan.

Kesebelas, mengucapkan selamat hari raya dengan doa seperti:

“Taqabbalallahu minna wa minkum”

“Selamat Hari Raya Idul Fitri”

“Mohon maaf lahir dan batin”

Kedua belas, mengunjungi tempat keramaian yang positif sebagai bentuk hiburan yang tetap sesuai dengan nilai-nilai Islam.

Idul Fitri bukan sekadar perayaan, melainkan momentum untuk meningkatkan kualitas ibadah dan mempererat hubungan antarsesama. Dengan mengamalkan sunnah sebelum dan setelah sholat Idul Fitri, umat Islam diharapkan dapat meraih keberkahan yang lebih besar di hari kemenangan.

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News.

Presiden Prabowo Dijadwalkan Salat Idulfitri di Aceh

0
Presiden Praowo saat melaksanakan salat id. (Foto: detak.co)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan melaksanakan rangkaian kegiatan Idulfitri 1447 Hijriah di dua wilayah berbeda di Pulau Sumatera.

Presiden akan mengikuti malam takbiran di Sumatera Utara, sebelum melaksanakan salat Idulfitri di Aceh pada Sabtu pagi (21/3/2026).

“Iya betul, Pak Presiden akan malam takbiran di Sumatera Utara dan insyaallah akan salat Idulfitri di Aceh besok pagi,” kata Teddy Indra Wijaya, Jumat (20/3/2026).

Tahun ini menjadi Lebaran kedua bagi Prabowo bersama Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka sejak menjabat sebagai pasangan kepala negara. Pada Idulfitri 2025 lalu, keduanya melaksanakan salat Id di Masjid Istiqlal.

Sementara itu, Wakil Presiden Gibran dijadwalkan melaksanakan salat Idulfitri 1447 H di Masjid Istiqlal, Jakarta, bersama sejumlah pejabat tinggi negara.

“Tapi yang pasti besok insyaallah di sini Wakil Presiden bersama pejabat tinggi negara, banyak sekali yang akan melaksanakan salat di sini,” kata Nasaruddin Umar di Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat, Jumat (20/3/2026).

Sebagai informasi, pelaksanaan salat Idulfitri 1447 H di Masjid Istiqlal akan dimulai pukul 07.00 WIB. Bertindak sebagai khatib adalah Rektor UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Prof Noorhadi Hasan, dengan tema “Kemenangan Idul Fitri Menyemai Kebaikan, Meraih Keberkahan”.

Adapun imam salat Id adalah Ahmad Husni Ismail, sementara Ahmad Rofiuddin Mahfudz bertugas sebagai badal imam. Masyarakat yang ingin mengikuti salat Id di Masjid Istiqlal diimbau untuk datang lebih awal. (XRQ)

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News.