Beranda blog Halaman 30

Brasil Menang 2-1 Atas Jepang, Lolos ke 16 Besar Piala Dunia 2026

0
Pemain Timnas Brasil, Casemiro. (Foto: FIFA)

NUKILAN.ID | HOUSTON – Timnas Brasil memastikan langkah ke babak 16 besar Piala Dunia 2026 usai meraih kemenangan dramatis 2-1 atas Jepang pada laga babak 32 besar yang berlangsung di Houston Stadium, Selasa (30/6/2026) dini hari WIB.

Amatan Nukilan.id, Jepang sempat unggul lebih dulu pada babak pertama melalui gol Kaishu Sano. Namun, Brasil mampu bangkit di babak kedua lewat gol Casemiro sebelum Gabriel Martinelli mencetak gol kemenangan pada masa injury time.

Hasil tersebut mengantarkan tim asuhan Carlo Ancelotti melaju ke babak 16 besar. Selanjutnya, Brasil akan menghadapi pemenang pertandingan antara Pantai Gading melawan Norwegia.

Sejak menit-menit awal pertandingan, Brasil langsung mengambil inisiatif menyerang. Tim Samba mengurung pertahanan Jepang selama 10 menit pertama, meski belum mampu menciptakan peluang berbahaya karena rapatnya lini belakang lawan.

Peluang pertama Brasil hadir pada menit ke-12 melalui tendangan mendatar Matheus Cunha dari luar kotak penalti. Namun, bola masih mampu ditepis keluar oleh Zion Suzuki.

Jepang merespons melalui situasi tendangan bebas di dekat kotak penalti. Sepakan Junya Ito masih membentur pagar hidup Brasil.

Jepang berhasil memecah kebuntuan pada menit ke-29 melalui aksi individu Kaishu Sano. Gelandang tersebut menggiring bola dari dekat garis tengah lapangan, menusuk ke area pertahanan Brasil, lalu melepaskan tendangan mendatar dari luar kotak penalti yang gagal diantisipasi Alisson Becker. Jepang pun unggul 1-0.

Brasil berupaya menyamakan kedudukan hingga akhir babak pertama, tetapi tak mampu menembus pertahanan Jepang. Skor 1-0 untuk keunggulan Jepang bertahan hingga turun minum.

Memasuki babak kedua, Carlo Ancelotti melakukan perubahan dengan memasukkan Endrick menggantikan Lucas Paqueta untuk meningkatkan daya serang.

Brasil hampir menyamakan skor pada menit ke-51 lewat sundulan Danilo. Namun, Zion Suzuki kembali tampil gemilang dengan menepis bola menggunakan kedua tangannya.

Semenit kemudian, peluang kembali diperoleh Brasil melalui sundulan Bruno Guimaraes di depan gawang. Kali ini, Takehiro Tomiyasu berhasil melakukan blok penyelamatan.

Usaha Brasil akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-54. Casemiro sukses menyundul bola hasil umpan silang Gabriel Magalhaes ke tiang jauh dan mengubah skor menjadi 1-1.

Dua menit berselang, Brasil hampir berbalik unggul. Vinicius Junior melakukan aksi individu di sisi kiri sebelum melepaskan tembakan yang ditepis Zion Suzuki dan kemudian membentur tiang gawang.

Gol kemenangan Brasil akhirnya tercipta pada masa injury time. Pemain pengganti Gabriel Martinelli berdiri tanpa kawalan saat menerima umpan Bruno Guimaraes di dalam kotak penalti sebelum menaklukkan Zion Suzuki dari jarak dekat.

Gol tersebut memastikan Brasil menang 2-1 sekaligus mengamankan tiket ke babak 16 besar Piala Dunia 2026.

Susunan pemain

Brasil: Alisson Becker; Danilo, Marquinhos, Gabriel Magalhaes, Douglas Santos; Casemiro (Fabinho 90′), Bruno Guimaraes (Daniel Oliveira 90′), Lucas Paqueta (Endrick 46′); Rayan, Matheus Cunha (Gabriel Martinelli 66′), Vinicius Junior.

Jepang: Zion Suzuki; Takehiro Tomiyasu, Shogo Taniguchi, Hiroki Ito; Ritsu Doan (Yukinari Sugiwara 66′), Kaishu Sano, Daichi Kamada (Ao Tanaka 78′), Keito Nakamura (Junnosuke Suzuki 66′), Junya Ito (Shuto Machino 78′); Ayase Ueda, Daizen Maeda (Koki Ogawa 90′). (XRQ)

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News

Jadwal Lengkap Babak 32 Besar Piala Dunia 2026

0
Ilustrasi Piala Dunia 2026. (Dok. fifa.com)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Babak penyisihan grup Piala Dunia 2026 telah rampung dan menghasilkan 32 negara yang berhak melanjutkan perjuangan ke fase gugur. Putaran 32 besar dijadwalkan berlangsung mulai Senin, 29 Juni hingga Sabtu, 4 Juli 2026 dengan menghadirkan sejumlah pertandingan yang diprediksi berlangsung sengit.

Format baru Piala Dunia yang diikuti 48 peserta membuat babak 32 besar untuk pertama kalinya menjadi bagian dari fase knockout. Tim-tim unggulan seperti Brasil, Argentina, Inggris, Prancis, Jerman, Belanda, Spanyol, Portugal, hingga Belgia berhasil mengamankan tiket ke babak selanjutnya bersama sejumlah tim kejutan.

Dari Grup A, Meksiko dan Afrika Selatan memastikan diri lolos. Grup B mengirimkan Swiss, Kanada, serta Bosnia dan Herzegovina. Brasil dan Maroko menjadi wakil Grup C, sedangkan Grup D diisi Amerika Serikat, Australia, dan Paraguay.

Grup E meloloskan Jerman, Pantai Gading, dan Ekuador. Dari Grup F, Belanda, Jepang, serta Swedia berhasil mengamankan tempat di fase gugur.

Sementara itu, Belgia dan Mesir menjadi wakil Grup G. Spanyol bersama Cape Verde lolos dari Grup H. Grup I diwakili Prancis, Norwegia, dan Senegal.

Argentina, Austria, serta Aljazair menjadi tiga tim yang melaju dari Grup J. Kolombia, Portugal, dan RD Kongo lolos dari Grup K. Adapun Grup L mengirim Inggris, Kroasia, dan Ghana.

Babak 32 besar akan menyuguhkan sejumlah laga menarik. Brasil akan menghadapi Jepang, Jerman ditantang Paraguay, Belanda berjumpa Maroko, sedangkan Argentina akan menghadapi Cape Verde. Inggris juga harus melewati hadangan RD Kongo, sementara Portugal bertemu Kroasia.

Berikut jadwal lengkap babak 32 besar Piala Dunia 2026 dalam Waktu Indonesia Barat (WIB).

Senin, 29 Juni 2026

  • 02.00 WIB — Afrika Selatan vs Kanada

Selasa, 30 Juni 2026

  • 00.00 WIB — Brasil vs Jepang
  • 03.30 WIB — Jerman vs Paraguay
  • 08.00 WIB — Belanda vs Maroko

Rabu, 1 Juli 2026

  • 00.00 WIB — Pantai Gading vs Norwegia
  • 04.00 WIB — Prancis vs Swedia
  • 08.00 WIB — Meksiko vs Ekuador
  • 23.00 WIB — Inggris vs RD Kongo

Kamis, 2 Juli 2026

  • 03.00 WIB — Belgia vs Senegal
  • 07.00 WIB — Amerika Serikat vs Bosnia dan Herzegovina

Jumat, 3 Juli 2026

  • 02.00 WIB — Spanyol vs Austria
  • 06.00 WIB — Portugal vs Kroasia
  • 10.00 WIB — Swiss vs Aljazair

Sabtu, 4 Juli 2026

  • 01.00 WIB — Australia vs Mesir
  • 05.00 WIB — Argentina vs Cape Verde
  • 08.30 WIB — Kolombia vs Ghana

Dengan seluruh pertandingan menggunakan sistem gugur, tidak ada lagi kesempatan kedua bagi setiap peserta. Tim yang meraih kemenangan akan melangkah ke babak 16 besar, sedangkan tim yang kalah harus mengakhiri perjalanan mereka di Piala Dunia 2026.

Pertemuan antara negara-negara unggulan dengan tim-tim yang tampil mengejutkan sepanjang fase grup diperkirakan akan menjadi daya tarik utama babak 32 besar. Hasil pertandingan juga akan menentukan peta persaingan menuju perebutan gelar juara dunia edisi 2026. (xrq)

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News

Bank Aceh Gencarkan Literasi Digital, “Cek Dulu Sebelum Percaya” untuk Cegah Penipuan

0

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Bank Aceh Syariah terus memperkuat upaya literasi digital melalui kampanye edukasi bertajuk “Cek Dulu Sebelum Percaya” guna meningkatkan kewaspadaan masyarakat terhadap berbagai modus penipuan digital.

Kampanye tersebut dikemas dalam serangkaian video edukasi yang mengajak masyarakat lebih berhati-hati dalam menjaga data pribadi serta keamanan transaksi keuangan di tengah meningkatnya ancaman kejahatan siber.

Melalui kampanye ini, Bank Aceh mengimbau masyarakat agar tidak mudah percaya kepada pihak yang menghubungi melalui telepon, pesan singkat, media sosial, maupun tautan yang mencurigakan. Masyarakat juga diingatkan untuk tidak pernah memberikan data pribadi, nomor kartu ATM, PIN, maupun kode One Time Password (OTP) kepada siapa pun.

Dalam salah satu video, Bank Aceh menggunakan ilustrasi sederhana untuk menggambarkan pentingnya menjaga keamanan data pribadi. Seperti halnya seseorang tidak akan mengizinkan orang asing masuk ke rumah atau membuka lemari hanya karena dijanjikan hadiah, demikian pula masyarakat seharusnya tidak memberikan akses terhadap data pribadi maupun rekening kepada orang yang tidak dikenal.

Selain itu, Bank Aceh mengingatkan masyarakat agar tidak terburu-buru ketika menerima informasi yang mengatasnamakan bank, anggota keluarga, maupun institusi tertentu. Pelaku penipuan umumnya memanfaatkan kepanikan atau situasi mendesak agar korban mengambil keputusan tanpa melakukan verifikasi.

Kampanye ini juga mengedukasi masyarakat untuk mewaspadai berbagai modus penipuan, seperti penawaran hadiah, permintaan transfer dana, tautan palsu (phishing), hingga permintaan verifikasi data yang mengatasnamakan lembaga resmi.

Apabila menerima pesan atau informasi yang mencurigakan, masyarakat diminta segera menghentikan komunikasi, tidak mengklik tautan yang diterima, serta melakukan konfirmasi melalui kanal resmi Bank Aceh.

Program literasi digital tersebut merupakan karya Bank Aceh dalam ajang Financial Literacy Award 2026 sebagai wujud komitmen perusahaan dalam memperkuat perlindungan konsumen sekaligus meningkatkan literasi keuangan masyarakat.

Bank Aceh juga mengajak seluruh karyawan dan nasabah untuk turut menyebarluaskan pesan edukasi tersebut dengan memberikan dukungan melalui media sosial agar semakin banyak masyarakat memahami pentingnya menjaga keamanan data pribadi di era digital.

Pemulangan Jemaah Haji Aceh Hampir Rampung, Kloter Terakhir Tiba Selasa

0
Jemaah haji Aceh tiba di Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda (SIM). (Foto: Nukilan/Rezi)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH — Sebanyak 5.075 jemaah haji asal Aceh telah kembali ke Tanah Air melalui Debarkasi Aceh hingga Senin (29/6). Tinggal satu kelompok terbang (kloter) berisi 389 jemaah yang masih berada di Madinah dan dijadwalkan tiba di Aceh pada Selasa (30/6) pukul 03.00 WIB.

Ketua Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi/Debarkasi Aceh, Drs. H. Arijal, M.Si., mengatakan proses pemulangan jemaah sejauh ini berjalan sesuai jadwal berkat koordinasi antara PPIH, maskapai penerbangan, dan seluruh pihak yang terlibat.

“Alhamdulillah, hingga hari ini sebanyak 5.075 jemaah haji Aceh telah kembali ke Tanah Air dengan selamat. Saat ini masih tersisa satu kloter yang berada di Madinah dan akan dipulangkan sesuai jadwal yang telah ditetapkan,” kata Arijal dalam keterangan tertulisnya yang diterima Nukilan.

Selain proses pemulangan, PPIH juga terus memantau kondisi kesehatan jemaah. Hingga kini, tiga jemaah asal Aceh masih menjalani perawatan di rumah sakit di Arab Saudi.

Menurut Arijal, pihaknya terus berkoordinasi dengan petugas kesehatan di Arab Saudi untuk memastikan ketiga jemaah tersebut mendapatkan penanganan medis yang optimal.

“Kami terus berkoordinasi dengan petugas kesehatan di Arab Saudi agar jemaah yang masih dirawat memperoleh pelayanan terbaik. Semoga mereka segera pulih dan dapat kembali ke Tanah Air dalam keadaan sehat,” ujarnya.

Di sisi lain, Arijal menyampaikan sebanyak 18 jemaah haji Aceh meninggal dunia selama penyelenggaraan ibadah haji tahun ini, baik di Tanah Suci maupun dalam proses pemulangan. Ia mengajak masyarakat mendoakan para jemaah yang wafat agar mendapat rahmat dan ampunan Allah SWT.

Menjelang kepulangan kloter terakhir, pihak PPIH mengimbau pihak keluarga jemaah untuk terus memantau informasi resmi terkait jadwal kedatangan dan mematuhi regulasi penjemputan di Asrama Haji Aceh. Langkah ini diperlukan agar proses penyambutan tetap tertib dan aman.

“Insyaallah, dengan tersisanya satu kloter di Madinah, operasional pemulangan jemaah haji Aceh akan segera tuntas. Kami berharap seluruh jemaah yang masih berada di Arab Saudi, termasuk yang sedang menjalani perawatan, dapat kembali ke Aceh dalam keadaan sehat,” pungkasnya.

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News

Reporter: Rezi

Sekda Aceh Ikuti Pelatihan Kepemimpinan Nasional Tingkat I LAN RI

0
Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh, Muhammad Nasir, mengikuti Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan LXVIII Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia (LAN RI) di Kota Sumedang, Jawa Barat, tersebut dibuka oleh Kepala Lembaga Administrasi Negara, Dr. Muhammad Taufiq, DEA, pada Senin (29/6/2026). (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.ID | SUMEDANG – Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh, Muhammad Nasir, mengikuti Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan LXVIII Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia (LAN RI).

Pelatihan yang berlangsung di Kota Sumedang, Jawa Barat, tersebut dibuka oleh Kepala Lembaga Administrasi Negara, Dr. Muhammad Taufiq, DEA, pada Senin (29/6/2026).

Pada seremoni pembukaan, Muhammad Nasir mendapat kehormatan sebagai perwakilan peserta untuk penyematan tanda peserta. Prosesi itu menjadi simbol dimulainya rangkaian pelatihan bagi para pejabat pimpinan tinggi dari berbagai instansi pemerintah.

Dalam kegiatan tersebut, Sekda Aceh didampingi Staf Khusus Gubernur Aceh Bidang Pembangunan, SDM, Saintek, Pendidikan dan Kesejahteraan Gender, Faisal Rizal Hasan, serta Kepala Biro Administrasi Pimpinan Setda Aceh, Akkar Arafat.

Pelatihan Kepemimpinan Nasional Tingkat I Angkatan LXVIII diikuti sebanyak 44 peserta yang berasal dari kementerian, kepolisian, lembaga negara, serta pemerintah daerah. Program ini bertujuan membentuk pemimpin publik strategis yang mampu menjawab tantangan pembangunan sekaligus memperkuat tata kelola pemerintahan yang demokratis dan adaptif.

Mengusung tema “Kekuatan Strategis Nasional untuk Mewujudkan Koperasi sebagai Pilar Ekonomi yang Berdaya Saing Global” pelatihan dirancang untuk memperkuat kapasitas kepemimpinan strategis melalui pengembangan sumber daya manusia dan transformasi budaya kerja birokrasi.

PKN Tingkat I dilaksanakan selama 113 hari dengan metode blended learning yang memadukan pembelajaran tatap muka dan daring. Kurikulumnya mencakup empat agenda utama, yakni Pengelolaan Diri, Kepemimpinan Kebijakan, Manajemen Kebijakan, serta Aktualisasi Pembinaan Strategis Nasional, yang diperkuat dengan program coaching dan mentoring.

Melalui pelatihan tersebut, para peserta diharapkan mampu menjadi pemimpin yang inovatif, adaptif, serta mampu mengorkestrasi perubahan organisasi, memperkuat kolaborasi lintas sektor, dan menghadirkan kebijakan yang berdampak nyata bagi masyarakat serta pembangunan nasional.

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News

BMKG Peringatkan Hujan Lebat Disertai Angin Kencang Landa Sejumlah Wilayah Aceh

0
Ilustrasi hujan. (Foto: Ist)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Iskandar Muda (SIM) Banda Aceh mengeluarkan peringatan dini cuaca untuk periode 29 Juni hingga 1 Juli 2026. 

Sejumlah daerah di Aceh diprakirakan berpotensi diguyur hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai angin kencang. 

Prakirawan Stasiun Meteorologi Kelas I SIM Banda Aceh, Fitriana Nur menjelaskan, potensi cuaca tersebut dipicu oleh aktifnya gelombang atmosfer Kelvin dan Rossby Ekuatorial di Samudera Hindia bagian barat Sumatera. Di saat yang sama, Gelombang Madden-Julian Oscillation (MJO) juga terpantau aktif di wilayah Sumatera bagian utara.

“Selain itu, adanya daerah belokan angin dan konvergensi di wilayah Aceh turut mendukung pertumbuhan awan konvektif,” kata Fitriana saat dikonfirmas Nukilan , Senin (29/6/2026). 

BMKG juga mencatat suhu muka laut di perairan barat dan selatan Sumatera masih hangat. Kondisi tersebut meningkatkan proses penguapan sehingga menambah kandungan uap air di atmosfer yang berpotensi memicu pembentukan awan hujan di sejumlah wilayah Aceh. 

Pada 29 Juni, wilayah yang diprakirakan berpotensi mengalami hujan sedang hingga lebat disertai angin kencang meliputi Aceh Barat, Aceh Barat Daya, Aceh Selatan, Aceh Singkil, Aceh Tengah, Aceh Tenggara, Aceh Timur, Gayo Lues, dan Subulussalam. 

Sementara pada 30 Juni, potensi cuaca serupa diperkirakan terjadi di Aceh Jaya, Aceh Tenggara, dan Gayo Lues. Adapun pada 1 Juli, BMKG tidak mencatat adanya wilayah yang berpotensi mengalami hujan sedang hingga lebat disertai angin kencang. 

BMKG mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap hujan yang berpotensi turun secara tiba-tiba pada sore hingga malam hari akibat pemanasan intensif pada siang hari. 

Masyarakat juga diminta berhati-hati saat beraktivitas di luar ruangan, terutama ketika berkendara dalam kondisi cuaca buruk yang berpotensi disertai angin kencang, banjir, maupun tanah longsor.

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News

Reporter: Rezi

Komisi I DPR Sepakati Pembahasan RUU Keamanan dan Ketahanan Siber ke Tahap Panja

0
Ilustrasi keamanan siber. (Foto: Shutterstock)

NUKILAN.ID | Jakarta – Komisi I DPR RI menggelar rapat kerja bersama Menteri Hukum, Menteri Komunikasi dan Digital, Menteri Sekretaris Negara, serta Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi dalam rangka pembicaraan tingkat I pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Keamanan dan Ketahanan Siber, Senin (29/6/2026). Dalam rapat tersebut, seluruh fraksi di Komisi I menyatakan persetujuan agar pembahasan RUU dilanjutkan ke tahap Panitia Kerja (Panja).

Rapat kerja dihadiri Wakil Menteri Hukum Edi OS Hiariej yang mewakili pemerintah, Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria, Wakil Menteri Sekretaris Negara Bambang Eko Suhariyanto, Wakil Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Purwadi Arianto, Wakil Kepala Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), serta jajaran Komisi I DPR RI.

Dalam pengantarnya, pimpinan rapat Ketua Komisi I DPR RI, Utut Adianto menegaskan bahwa RUU Keamanan dan Ketahanan Siber merupakan inisiatif pemerintah yang akan menjadi fondasi penting dalam penguatan keamanan digital nasional. Namun, menurutnya, regulasi tersebut harus diikuti dengan peningkatan kapasitas sumber daya manusia yang mampu mengelola teknologi siber.

“Kita memahami kita bukan bangsa inventor. Jadi ini teknologi yang kita beli. Mohon juga dilatih nanti orang-orang yang punya kemampuan mumpuni untuk menjaga. Kalau tidak nanti undang-undang ini jadi catatan kertas saja,” ujar Utut, dikutip Nukilan dari rapat yang disiarkan langsung di akun YouTube DPR RI, Senin (29/6/2026).

Mewakili Presiden, Wakil Menteri Hukum Edi OS Hiariej menjelaskan bahwa penyusunan RUU dilatarbelakangi semakin besarnya peran ruang siber dalam kehidupan masyarakat dan penyelenggaraan negara, yang diikuti meningkatnya ancaman keamanan digital.

“Ruang siber dan ekosistem digital yang terus berkembang telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat dan penyelenggaraan negara serta memiliki pengaruh signifikan terhadap keamanan nasional, kesejahteraan sosial, reputasi negara, dan pelayanan publik,” kata Edi.

Menurut Edi, ancaman tersebut meliputi serangan terhadap infrastruktur informasi kritis, pencurian dan penyalahgunaan data, hingga potensi gangguan terhadap stabilitas nasional. Oleh sebab itu, pemerintah mengusulkan regulasi yang mampu menjadi dasar penyelenggaraan keamanan dan ketahanan siber secara nasional.

“Untuk menghadapi ancaman dan kejahatan siber diperlukan legislasi dengan pendekatan komprehensif dan transformatif sebagai dasar penyelenggaraan keamanan dan ketahanan siber nasional,” sebutnya.

Pemerintah mengusulkan sepuluh materi pokok dalam RUU tersebut, antara lain pengaturan penyelenggaraan keamanan pada infrastruktur informasi kritis, penguatan kapasitas sumber daya manusia dan teknologi, kerja sama internasional, penguatan peran pemerintah dalam penyusunan standar keamanan siber, audit teknis insiden siber, partisipasi masyarakat, sumber pendanaan, penyidikan, sanksi administratif, serta ketentuan pidana.

Seluruh delapan fraksi di Komisi I DPR RI menyatakan setuju agar RUU dibahas lebih lanjut melalui Panja. Komisi I kemudian membentuk Panitia Kerja RUU Keamanan dan Ketahanan Siber dengan Sukamta sebagai ketua panja. Panja akan bertugas membahas daftar inventarisasi masalah (DIM) bersama pemerintah sebelum RUU dibawa ke pembicaraan tingkat selanjutnya. []

Reporter: Sammy

Atlet Karate Aceh Wakili Indonesia di Kejuaraan Internasional SEAKF 2026

0
Gebrina Najwa Andini (tengah). (Foto: Dok Pribadi)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan atlet karate asal Aceh. Gebrina Najwa Andini, atlet karate putri asal Gampong Lampulo, Kota Banda Aceh, dipastikan akan mewakili Indonesia pada ajang Southeast Asia Karate Federation (SEAKF) 2026 yang berlangsung di Vietnam pada Juli mendatang.

Atlet yang akrab disapa Wawa tersebut mendapat kepercayaan memperkuat tim nasional setelah sukses meraih dua medali emas pada kejuaraan karate tingkat nasional sepanjang 2026.

Prestasi pertama diraihnya pada Kejuaraan Nasional (Kejurnas) FORKI yang berlangsung di Bandung pada 9–12 Mei 2026. Dalam ajang tersebut, Wawa berhasil menjadi juara pada nomor Kata Perorangan Putri Under-21 dan membawa pulang medali emas.

Keberhasilan itu kembali diulang saat mengikuti Kejuaraan Kapolri 2026. Pada kompetisi tersebut, ia kembali tampil sebagai yang terbaik di kategori Kata Perorangan Putri Under-21 dengan meraih medali emas.

Berkat dua pencapaian tersebut, Pengurus Besar FORKI secara resmi memanggil Wawa untuk memperkuat Indonesia pada Kejuaraan Internasional SEAKF 2026. Pemanggilan itu tertuang dalam surat resmi bernomor 162/PB. FORKI-SEKJEN/VI/2026.

Perjalanan Wawa hingga menembus tim nasional tidak berlangsung secara instan. Putri pasangan Irwandi dan Nurnaningsih itu mulai mengenal karate sejak usia muda melalui Perguruan Gabdika Aceh yang berada di bawah naungan FORKI Kota Banda Aceh.

Menariknya, latihan karate pertamanya dibimbing langsung oleh sang ibu, Nurnaningsih, yang juga aktif berkecimpung dalam dunia karate. Dari proses latihan yang konsisten dan disiplin tersebut, kemampuan Wawa terus berkembang hingga kemudian mendapat pembinaan dari pelatih FORKI Aceh.

Perkembangan prestasinya membuat Wawa dipercaya memperkuat kontingen Aceh pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI Aceh-Sumatera Utara tahun 2024.

Ketua FORKI Aceh, Sulaiman, SE, mengatakan Wawa merupakan salah satu atlet kebanggaan Aceh yang terus menunjukkan prestasi membanggakan di berbagai ajang.

“Saat ini Wawa sedang menempuh pendidikan di STKIP Cimahi Pasundan, Jawa Barat. Meskipun harus membagi waktu antara studi dan latihan, semangatnya tidak pernah pudar,” ujarnya, Senin (29/6/2026).

Sementara itu, Ketua FORKI Kota Banda Aceh, Doni Deiriadi, SE., M.Si., AK, menilai keberhasilan Wawa menjadi bukti bahwa pembinaan atlet karate di Banda Aceh berjalan secara berkesinambungan dan mampu melahirkan atlet berprestasi hingga tingkat internasional.

“Saat ini, semua harapan tertuju pada gadis muda asal Lampulo tersebut untuk kembali dengan kebanggaan dari Vietnam. Kejuaraan SEAKF pada Juli 2026 menjadi kesempatan berikutnya bagi Wawa untuk menunjukkan bahwa Aceh dapat bersaing di kancah Asia Tenggara,” pungkasnya.

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News

Pemulangan Jemaah Haji Aceh Hampir Rampung, Tersisa Satu Kloter di Madinah

0
Ilustrasi jemaah haji. (Foto: Detik.com)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Proses pemulangan jemaah haji asal Aceh pada musim haji 1447 Hijriah/2026 Masehi hampir selesai. Hingga Senin (29/6/2026), sebanyak 5.075 jemaah telah kembali ke Tanah Air melalui Debarkasi Aceh. Sementara itu, satu kelompok terbang (kloter) terakhir yang membawa 389 jemaah masih berada di Madinah dan dijadwalkan tiba di Bandara Sultan Iskandar Muda, Banda Aceh, pada Selasa (30/6/2026) pukul 03.00 WIB.

Ketua Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi/Debarkasi Aceh, Arijal, mengatakan proses pemulangan jemaah sejauh ini berjalan sesuai jadwal. Kelancaran tersebut, kata dia, didukung koordinasi yang baik antara PPIH, maskapai penerbangan, dan seluruh pihak yang terlibat dalam operasional penyelenggaraan ibadah haji.

“Alhamdulillah, hingga hari ini sebanyak 5.075 jemaah haji Aceh telah kembali ke Tanah Air dengan selamat. Saat ini masih tersisa satu kloter yang berada di Madinah dan akan dipulangkan sesuai jadwal yang telah ditetapkan,” ujar Arijal kepada Nukilan.id, Senin (29/6/2026).

Selain memastikan kelancaran pemulangan, PPIH juga terus memantau kondisi kesehatan jemaah yang masih berada di Arab Saudi. Hingga kini, tiga jemaah asal Aceh masih menjalani perawatan di rumah sakit setempat dan tetap mendapatkan pendampingan dari tim kesehatan.

“Kami terus berkoordinasi dengan petugas kesehatan di Arab Saudi agar jemaah yang masih dirawat memperoleh pelayanan terbaik. Semoga mereka segera pulih dan dapat kembali ke Tanah Air dalam keadaan sehat,” katanya.

Di sisi lain, Arijal menyampaikan sebanyak 18 jemaah haji asal Aceh wafat selama penyelenggaraan ibadah haji tahun ini, baik ketika berada di Tanah Suci maupun dalam proses pemulangan ke Indonesia. Ia juga mengajak masyarakat untuk mendoakan para jemaah yang telah meninggal dunia agar memperoleh rahmat dan ampunan Allah SWT.

PPIH turut mengimbau keluarga jemaah untuk mengikuti informasi resmi terkait jadwal kedatangan kloter terakhir serta mematuhi ketentuan penjemputan di Asrama Haji Aceh demi mendukung kelancaran proses penyambutan.

“Insya Allah, dengan tersisanya satu kloter di Madinah, operasional pemulangan jemaah haji Aceh akan segera tuntas. Kami berharap seluruh jemaah yang masih berada di Arab Saudi, termasuk yang sedang menjalani perawatan, dapat kembali ke Aceh dalam keadaan sehat sehingga penyelenggaraan ibadah haji tahun ini berakhir dengan lancar dan sukses,” pungkas Arijal. (xrq)

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News

Khanduri Asyura Dinilai Berpotensi Jadi Daya Tarik Wisata Budaya Aceh

0
Ilustrasi Khanduri Asyura. (Foto: infoacehtimur.com)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Tradisi Khanduri Asyura dinilai memiliki peluang besar untuk dikembangkan sebagai salah satu destinasi wisata budaya di Aceh. Namun, pengembangannya harus tetap menjaga nilai-nilai adat dan ajaran Islam yang selama ini menjadi ruh dari tradisi tersebut.

Pandangan itu disampaikan Wakil Ketua DPW NasDem Aceh, Fevi Desy Noliza. Menurutnya, di tengah derasnya arus modernisasi dan perubahan sosial, keberadaan tradisi lokal memiliki peran penting dalam mempertahankan identitas masyarakat Aceh.

Ia mengatakan, Khanduri Asyura merupakan salah satu warisan budaya yang masih terus dilaksanakan masyarakat setiap memasuki bulan Muharram. Tradisi tersebut bukan hanya menjadi agenda seremonial tahunan, tetapi juga mencerminkan nilai-nilai sosial yang telah diwariskan dari generasi ke generasi.

“Khanduri Asyura bukan sekadar tradisi makan bersama. Di dalamnya terdapat nilai gotong royong, kepedulian sosial, silaturahmi, dan semangat kebersamaan yang telah diwariskan secara turun-temurun,” kata Fevi dalam keterangan tertulis, Minggu (28/6/2026).

Menurutnya, tradisi ini menunjukkan harmonisasi antara adat Aceh dan ajaran Islam. Nilai berbagi rezeki, mempererat ukhuwah, hingga memperkuat solidaritas sosial menjadi bagian yang melekat dalam pelaksanaan Khanduri Asyura.

Fevi menilai, kekayaan budaya seperti Khanduri Asyura merupakan aset penting yang dapat mendukung pengembangan sektor pariwisata berbasis budaya di Aceh. Selama ini daerah tersebut dikenal memiliki potensi wisata alam, sejarah, dan religi. Di sisi lain, tradisi masyarakat yang masih lestari juga memiliki daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang ingin merasakan pengalaman budaya yang autentik.

Ia menjelaskan bahwa tren wisata budaya terus berkembang karena memberikan pengalaman yang khas dan sulit ditemukan di daerah lain. Dalam konteks itu, Khanduri Asyura dapat menjadi media untuk memperkenalkan bagaimana masyarakat Aceh memadukan nilai agama, adat istiadat, serta kehidupan sosial dalam sebuah tradisi yang tetap bertahan hingga kini.

Meski demikian, Fevi mengingatkan agar upaya menjadikan Khanduri Asyura sebagai bagian dari destinasi wisata dilakukan secara bijaksana. Menurutnya, aspek ekonomi tidak boleh menggeser makna utama dari tradisi tersebut.

“Pariwisata budaya harus menjadi instrumen pelestarian, bukan mengubah substansi tradisi demi kepentingan komersial. Yang perlu diperkenalkan kepada publik adalah nilai-nilai yang terkandung di dalamnya sehingga semakin dipahami dan dihargai,” ujarnya.

Ia juga mendorong pemerintah daerah, lembaga adat, kalangan akademisi, pelaku industri pariwisata, serta masyarakat untuk bersama-sama menyusun langkah strategis dalam menjaga keberlanjutan tradisi tersebut. Upaya seperti dokumentasi, penelitian, promosi, hingga penyusunan kalender budaya dinilai dapat memperkuat eksistensi Khanduri Asyura sekaligus meningkatkan kunjungan wisata ke Aceh.

Apabila dikelola dengan baik, lanjutnya, tradisi ini bukan hanya akan memperkuat identitas budaya Aceh, tetapi juga mampu memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat melalui pengembangan sektor pariwisata berbasis budaya.

Selain itu, Fevi menekankan pentingnya memperkenalkan Khanduri Asyura kepada generasi muda agar mereka memahami akar budaya yang diwariskan para leluhur. Dengan demikian, generasi muda diharapkan mampu menghadapi perkembangan zaman tanpa kehilangan identitas budayanya.

“Bagi Aceh, melestarikan Khanduri Asyura berarti menjaga warisan leluhur. Sementara mengembangkan potensinya sebagai wisata budaya merupakan langkah membuka peluang ekonomi di masa depan. Keduanya harus berjalan seiring agar Aceh tetap berbudaya, berdaya saing, dan berakar kuat pada nilai-nilai yang diwariskan para pendahulu,” kata Fevi.

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News