Beranda blog Halaman 306

DPPPA Aceh Ajak Guru Sekolah dan Dayah Perkuat Perlindungan Anak

0
Kepala DPPPA Aceh, Meutia Juliana. (Foto: WaspadaAceh/Cut Nauval).

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA) Aceh menggelar rapat koordinasi bersama para guru sekolah dan guru dayah dari wilayah Aceh Besar dan Banda Aceh. Pertemuan yang berlangsung pada Rabu (6/8/2025) di Aula DPPPA Aceh ini bertujuan memperkuat perlindungan khusus bagi anak-anak di lingkungan pendidikan.

Kegiatan yang diinisiasi oleh Bidang Perlindungan Khusus Anak (PKA) tersebut merupakan upaya membangun sinergi antara pemerintah, pendidik, dan pengasuh dalam mencegah kekerasan, eksploitasi, dan diskriminasi terhadap anak.

Kepala Dinas PPPA Aceh, Meutia Juliana, S.STP., M.Si., dalam sambutannya menegaskan pentingnya peran guru dan pengasuh sebagai garda terdepan dalam perlindungan anak.

“Kita berharap melalui koordinasi dan kerja sama yang baik, semua pihak dapat memiliki pemahaman dan langkah yang sama dalam memberikan perlindungan terbaik bagi anak-anak kita,” ujar Meutia Juliana.

Sementara itu, Plt. Kepala Bidang PKA, Nofita Yulandari D, S.Kep., MKM, menyampaikan bahwa rapat ini menjadi ruang berbagi pengalaman dan merumuskan langkah strategis dalam menangani kasus kekerasan terhadap anak di lingkungan pendidikan.

DPPPA Aceh terus berkomitmen memperkuat kolaborasi lintas sektor, khususnya dengan tenaga pendidik dan pengasuh, demi menciptakan lingkungan belajar yang aman, ramah, dan bebas dari kekerasan bagi seluruh anak di Aceh.

Editor: Akil

Gubernur Aceh Apresiasi Mahasiswa KKN UGM atas Kontribusi di Pulau Nasi

0
Gubernur Aceh Apresiasi Mahasiswa KKN UGM atas Kontribusi di Pulau Nasi, (Foto: Humas Aceh)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Gubernur Aceh, Muzakir Manaf, menyampaikan apresiasi terhadap para mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) yang telah menjalankan Kuliah Kerja Nyata – Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) tahun 2025 di Pulau Nasi, Kecamatan Pulo Aceh, Kabupaten Aceh Besar.

Penutupan kegiatan yang berlangsung pada Selasa (5/8/2025) itu turut dihadiri istri Gubernur, Marlina Muzakir atau akrab disapa Kak Na, serta sejumlah pejabat daerah, seperti Bupati Aceh Besar Muharram Idris, Pj. Sekda Aceh M. Nasir, anggota DPR RI TA Khalid, kepala SKPA, dan jajaran pengurus Keluarga Alumni Gadjah Mada (KAGAMA) Aceh.

Dalam sambutannya, Mualem menilai kehadiran mahasiswa UGM membawa energi positif bagi masyarakat di daerah terpencil seperti Pulau Nasi.

“Saya sarankan adik-adik mahasiswa, sebelum kembali ke Yogyakarta, sempatkan mengunjungi Titik Nol Kilometer di Sabang. Di sanalah Indonesia bermula. Ini penting untuk menumbuhkan rasa kebangsaan dan kebinekaan,” ujar Mualem.

Sementara itu, Pj. Sekda Aceh yang juga Ketua KAGAMA Aceh, M. Nasir, menekankan pentingnya dampak jangka panjang dari kegiatan pengabdian tersebut.

“Yang terpenting adalah bagaimana hasil kerja kalian bisa terus memberi manfaat bagi masyarakat. Itulah yang akan dikenang dan menjadi warisan sosial,” ujarnya.

Senada, Bupati Aceh Besar, Muharram Idris, atau yang akrab disapa Syech Muharram, mengapresiasi semangat para mahasiswa dan menyoroti sejumlah tantangan yang masih dihadapi Pulau Nasi.

“Kami sangat berterima kasih atas kehadiran mahasiswa UGM. Ini memberi semangat baru bagi warga Pulau Nasi. Namun, pekerjaan rumah kita masih banyak. Dibutuhkan kolaborasi lintas sektor untuk menjawab tantangan yang ada,” ucapnya.

Perwakilan mahasiswa, Akira Dhary Zuhdie selaku Humas KKN-PPM UGM Pulau Nasi 2025, menyebutkan bahwa timnya telah melaksanakan berbagai kegiatan berbasis penguatan masyarakat lokal.

“Kami berharap seluruh kegiatan yang kami jalankan memberikan manfaat jangka panjang, dan menjadi pembelajaran berharga bagi kami sebagai generasi penerus bangsa,” tutur Akira.

Selama lebih dari satu bulan, mahasiswa dari berbagai fakultas dan disiplin ilmu UGM tinggal di sejumlah gampong di Pulau Nasi. Mereka menjalankan program pengabdian berbasis potensi lokal dan kebutuhan masyarakat, mulai dari pemeriksaan kesehatan, kegiatan belajar-mengajar, pengajian, gotong royong, hingga menjaga kebersihan lingkungan.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Mualem dan Kak Na turut menyerahkan sejumlah bantuan secara simbolis kepada para keuchik. Bantuan tersebut antara lain berasal dari Dinas Pemuda dan Olahraga Aceh berupa peralatan olahraga, serta 1.000 bibit mangrove dari Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Aceh untuk pelestarian kawasan pesisir.

Adapun Dinas Sosial Aceh menyalurkan bantuan sandang dan kebutuhan dasar, seperti mukena, jilbab, kain sarung, selimut, handuk, dan paket family kit, masing-masing sebanyak 100 buah.

Penutupan KKN-PPM UGM 2025 di Pulau Nasi bukan sekadar akhir dari masa pengabdian mahasiswa, tetapi juga menjadi momentum kolaboratif antara dunia akademik, pemerintah, dan masyarakat untuk terus mendorong pembangunan di wilayah terluar Aceh.

Editor: Akil

Polemik Bendera One Piece, Pengamat Soroti Ketidaksiapan Aparat Hadapi Ekspresi Anak Muda

0
Pengamat kebijakan publik, M. Ikram Al Ghifari, (Foto: Dok. Pribadi)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Bendera bajak laut dari serial animasi Jepang One Piece kini menjadi sorotan di berbagai ruang publik Indonesia. Simbol tengkorak dengan topi jerami—yang selama ini hanya hidup di dunia fiksi—tiba-tiba hadir dalam demonstrasi mahasiswa, diskusi publik, hingga spanduk komunitas pemuda.

Namun, kemunculan simbol ini rupanya tidak diterima dengan santai. Beberapa aparat dan otoritas kampus bereaksi secara keras. Bahkan, di sejumlah daerah, muncul instruksi tidak resmi yang melarang pengibaran bendera tersebut di ruang-ruang publik, dengan dalih menjaga ketertiban umum dan menghindari provokasi ideologis.

Respons yang represif ini menunjukkan kecenderungan sejumlah institusi untuk menjauh dari pendekatan kultural. Alih-alih memahami konteks simbol tersebut sebagai ekspresi budaya anak muda, sebagian pihak justru melabelinya sebagai provokasi, bahkan sampai dicurigai sebagai simbol radikalisme terselubung.

Menanggapi hal tersebut, pengamat kebijakan publik, M. Ikram Al Ghifari, menilai bahwa reaksi pemerintah sangat mencerminkan kegagapan dalam membaca pola ekspresi generasi muda saat ini.

“Kita sedang menyaksikan simbol fiksi yang digunakan sebagai media ekspresi sosial politik. Ini bukan soal anime semata, tapi bagaimana generasi muda mulai mencari representasi baru untuk menyuarakan keresahan mereka,” katanya kepada Nukilan.id pada Rabu (6/8/2025).

Ia menjelaskan bahwa simbol-simbol seperti bendera bajak laut tidak bisa lagi dilihat semata sebagai hiasan atau tren pop culture. Di baliknya, tersimpan pesan ketidakpuasan terhadap realitas sosial dan politik.

“Ketika simbol seperti bendera One Piece diangkat, itu artinya ada krisis kepercayaan terhadap simbol formal negara,” ucapnya.

Menurut Ikram, ketakutan negara terhadap simbol budaya populer menunjukkan adanya hubungan yang belum tuntas antara otoritas dan warganya yang muda.

“Ketika negara merasa terancam oleh simbol budaya populer, kita sedang melihat betapa tipisnya kepercayaan negara terhadap generasi mudanya sendiri. Ini bukan soal bendera, tapi soal narasi,” ungkapnya.

Ia menambahkan bahwa anak muda kini menolak bentuk ekspresi yang formalistik dan hampa makna. Mereka merindukan simbol-simbol yang lebih autentik dan dekat dengan pengalaman sehari-hari.

“Anak muda tidak lagi percaya pada orasi formal yang kosong. Mereka mencari identitas dalam narasi yang jujur, dalam simbol yang mencerminkan perjuangan,” ujarnya.

Dalam situasi seperti ini, pelarangan justru berisiko memperkuat daya simbolik yang ingin ditekan. Negara, menurut Ikram, justru sedang mempertontonkan kecemasan yang tak proporsional.

“Dan ketika pemerintah mulai membatasi simbol itu, yang tampak bukan kontrol, tapi ketakutan yang tidak rasional,” tambahnya.

Ia menutup dengan pertanyaan reflektif yang menggelitik, menyiratkan bahwa persoalan sebenarnya bukan terletak pada benderanya, melainkan pada kekhawatiran negara terhadap perubahan kesadaran kolektif anak muda.

“Apakah pemerintah benar-benar takut pada selembar kain bertengkorak kartun? Atau sebenarnya, yang ditakutkan adalah kesadaran baru yang tumbuh di kalangan anak muda. Kesadaran untuk tidak lagi tunduk secara membuta, untuk bertanya, dan untuk menjadi manusia merdeka?” tanyanya. (XRQ)

Reporter: Akil

Wali Nanggroe Aceh Tinjau Pendidikan Dayah di Sabang

0
Wali Nanggroe Aceh, Tgk. Malik Mahmud Al Haythar, melakukan peninjauan pelaksanaan pendidikan dayah yang ada di Sabang. Pada kunjungan kerja sejak Rabu lalu, Wali Nanggroe berkesempatan mengunjungi langsung Dayah Istiqamatuddin Darul Wa’di. FOTO/Net. Ⓒ Hak cipta foto di atas dikembalikan sesungguhnya kepada pemilik foto

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Wali Nanggroe Aceh, Tgk. Malik Mahmud Al Haythar, melakukan kunjungan kerja ke Kota Sabang untuk meninjau pelaksanaan pendidikan dayah. Salah satu yang disambangi adalah Dayah Istiqamatuddin Darul Wa’di pada Kamis (7/8/2025).

Kedatangan Wali Nanggroe bersama rombongan disambut langsung oleh Pimpinan Dayah, Abi Bardi Akarta, serta Wakil Pimpinan, Abi Kamaruzzaman. Turut mendampingi Wali Nanggroe, Staf Khusus Mohammad Raviq, Ketua Majelis Tuha Lapan Kamaruddin Andalah, serta Direktur Umum BPKS Sabang, Fajran Zein.

Kabag Kerja Sama dan Humas Wali Nanggroe, Zulfikar Idris, menjelaskan bahwa kunjungan ini menjadi bagian dari perhatian khusus terhadap penguatan pendidikan berbasis dayah di wilayah strategis seperti Sabang.

Dalam sambutannya, Tgk. Malik Mahmud menegaskan kunjungan tersebut tidak hanya bersifat seremonial, tetapi bentuk tanggung jawab moral dan kepedulian terhadap pengembangan pendidikan, syariat Islam, serta pelestarian nilai adat dan budaya.

“Sabang adalah bagian penting dari Aceh. Kami ingin memastikan bahwa perhatian terhadap pembangunan pendidikan di Sabang, termasuk keberadaan dayah, tidak pernah terabaikan. Apresiasi kami kepada Pemerintah Kota Sabang atas sambutan hangat dan komitmen yang luar biasa,” ujar Wali Nanggroe.

Sehari sebelumnya, Wali Nanggroe bersama rombongan juga telah disambut secara adat oleh Wali Kota Sabang, Zulkifli H. Adam, bersama unsur Forkopimda di Pendopo Wali Kota melalui prosesi peusijuek (tepung tawar).

Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota Zulkifli menegaskan kesiapan pemerintahannya untuk terus bersinergi memperkuat pendidikan dayah.

“Kunjungan ini menjadi motivasi besar bagi kami, khususnya dalam memperkuat perhatian terhadap pendidikan dayah di Sabang. Dayah adalah benteng moral masyarakat Aceh, dan kami berkomitmen untuk terus mendukung perkembangannya,” ujar Zulkifli.

Sementara itu, Budiarto, salah seorang peserta yang hadir, menyoroti pentingnya aspek kesehatan di lingkungan dayah. Ia menyebutkan maraknya kasus skabies (penyakit kulit akibat parasit) di sejumlah dayah, dan menekankan bahwa vaksin sudah tersedia namun masih menunggu distribusi dari Kementerian Kesehatan.

16 Pelajar Kota Langsa Lulus Beasiswa Aceh Carong, Pemko Minta Segera Daftar Ulang

0
Kabag Kesra Pemko Langsa, Risky Andrian, STTP, MAP. (Foto: Wartanusa)

NUKILAN.ID | LANGSA – Sebanyak 16 pelajar lulusan SMA dari Kota Langsa dinyatakan lulus seleksi akhir tahap kedua Beasiswa Aceh Carong Tahun Anggaran 2025 yang diselenggarakan oleh Pemerintah Aceh.

Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kabag Kesra) Sekretariat Daerah Kota Langsa, Risky Andrian, S.STP, MAP menyampaikan, hasil tersebut berdasarkan pengumuman resmi Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Aceh dengan nomor: BPSDM.421.1/428/2025.

“Alhamdulillah dari 30 peserta asal Kota Langsa yang mengikuti seleksi, 16 orang dinyatakan lulus dan akan mengikuti kuliah sesuai formasi yang telah ditetapkan dan dibiayai oleh Pemerintah Aceh,” ujar Risky, Rabu (6/8/2025).

Para peserta yang dinyatakan lulus akan melanjutkan studi di berbagai perguruan tinggi mitra program Aceh Carong, seperti PEM Akamigas, Politeknik Manufaktur Bandung, Politeknik Banyuwangi, Politeknik Batam, Politeknik Lhokseumawe, dan Politeknik Kemenkes Aceh.

Berikut daftar pelajar yang berhasil lulus seleksi:

  • PEM Akamigas: Alfi Naura, Muhammad Raka Galang Kesuma, Hafizh Maulana, dan M. Ilham Arrazaq

  • Politeknik Manufaktur Bandung: Jaisra Amnar

  • Politeknik Banyuwangi: Ahmad Ifan Rahmadhani dan Al-Muqsal

  • Politeknik Batam: Azriel Ilham, Muhammad Adilan, dan T. Herdinaldiwansyah

  • Politeknik Lhokseumawe: Bilal Sahyu, M. Khairul, dan Zaharatunnisa

  • Politeknik Kemenkes Aceh: Arifki Causar Maulana, Tassya, dan Putri Balqis

Risky menegaskan bahwa para peserta yang lulus wajib segera melakukan daftar ulang ke Bagian Kesra Sekretariat Pemko Langsa, paling lambat Jumat, 8 Agustus 2025.

“Kepada peserta yang mendaftar ulang agar melengkapi persyaratan dengan membawa Surat bebas narkoba (apabila belum menyerahkan pada saat pendaftaran) dan surat pernyataan tidak mengundurkan diri dengan format yang telah disediakan,” jelasnya.

Ia juga menekankan bahwa “bagi peserta yang tidak mendaftar ulang sampai tanggal yang ditetapkan maka akan dianggap Gugur.”

Sementara itu, bagi peserta asal Langsa yang belum berhasil lolos seleksi tahun ini, Risky memberikan semangat agar tidak menyerah.

“Sementara untuk adik-adik yang belum lulus agar bersabar dan mencoba kembali di lain kesempatan,” pungkasnya.

Editor: Akil

Baitul Mal Aceh Tengah Buka Bantuan Skripsi untuk Mahasiswa, Ini Syaratnya

0
Banner Pengumuman Baitul Mal Aceh Tengah. (Foto: Dok Ist)

NUKILAN.ID | TAKENGON – Kabar baik bagi mahasiswa asal Aceh Tengah yang sedang berjuang menyelesaikan tugas akhir. Baitul Mal Aceh Tengah kembali membuka program bantuan penyusunan skripsi bagi mahasiswa strata satu (S1) yang menempuh pendidikan di luar daerah.

Program ini menjadi bentuk nyata dukungan lembaga pengelola zakat tersebut terhadap dunia pendidikan, khususnya dalam meringankan beban biaya yang kerap menjadi kendala di tahap akhir studi.

Komisioner Baitul Mal Aceh Tengah, Uun Fajaruna, menjelaskan bahwa bantuan tersebut bersumber dari zakat dan infak masyarakat Aceh Tengah.

“Kami menyadari bahwa biaya untuk menyelesaikan skripsi tidak sedikit. Oleh karena itu, melalui program ini, kami ingin memastikan bahwa putra-putri terbaik Aceh Tengah yang sedang berjuang menyelesaikan skripsi tidak terhambat karena kendala biaya,” ujar Uun, Selasa (5/8/2025) lalu.

Kriteria Penerima

Bantuan ini diperuntukkan bagi mahasiswa yang memenuhi sejumlah kriteria, antara lain:

  • Diutamakan bagi mahasiswa dari keluarga miskin atau kurang mampu

  • Taat beribadah kepada Allah

  • Ber-KTP atau berdomisili di Kabupaten Aceh Tengah

  • Aktif sebagai mahasiswa di perguruan tinggi negeri atau swasta di luar Aceh Tengah

  • Bukan penerima beasiswa berkelanjutan dari institusi atau pihak lain

  • Belum pernah menerima bantuan skripsi dari Baitul Mal Aceh Tengah pada tahun 2024

  • Bantuan hanya diberikan untuk maksimal satu orang dalam satu Kartu Keluarga (KK)

Syarat Administratif

Mahasiswa yang ingin mendaftar wajib menyiapkan dan melengkapi dokumen berikut:

  • Formulir pendaftaran

  • Surat keterangan aktif (asli) dari kampus

  • Fotokopi KTP dan KK

  • Fotokopi slip pembayaran SPP terakhir

  • Fotokopi Kartu Hasil Studi (KHS)

  • Fotokopi SK pengesahan judul dan penunjukan dosen pembimbing tugas akhir yang masih berlaku

  • Fotokopi rekening aktif Bank Aceh Syariah atas nama mahasiswa atau wali

Pendaftaran dibuka mulai tanggal 5 hingga 15 Agustus 2025, dan kuota bantuan terbatas hanya untuk 50 orang penerima.

Uun juga mengingatkan masyarakat untuk waspada terhadap penipuan yang mengatasnamakan Baitul Mal Aceh Tengah.

Untuk informasi lebih lanjut, mahasiswa dapat menghubungi kontak resmi Baitul Mal Aceh Tengah melalui nomor: 081362216148 (Iwan Fajri, S.Pd.I., M.Pd).

Lahan Konservasi Gajah di Aceh Sudah Mulai Digunakan, Ini Amanat King Charles

0
Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni. (Foto: Tim News)

NUKILAN.ID | JAKARTA – Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menyampaikan bahwa lahan seluas 90.000 hektare di Aceh yang disiapkan untuk konservasi gajah sudah mulai digunakan. Lahan tersebut, menurut Raja Juli, merupakan bagian dari amanat Raja Inggris, Charles III.

“Sudah mulai, besok evaluasi,” ujar Raja Juli saat ditemui di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (6/8/2025).

Ia menegaskan bahwa konservasi ini memiliki nilai penting karena menyangkut hubungan antara Indonesia dan Inggris.

“Sebelumnya saya udah datang ke Aceh juga bersama dengan Dubes Inggris, ini kan amanat dari King Charles, Raja Inggris. Besok akan saya sampaikan ke teman-teman perkembangannya,” tuturnya.

Menurut Raja Juli, Kementerian Kehutanan telah menyiapkan rencana komprehensif untuk menghindari konflik antara manusia dan satwa liar, khususnya gajah. Salah satu langkah yang akan dilakukan adalah membangun koridor lintasan gajah serta memberikan pengayaan makanan di habitat mereka.

“Gajah tidak masuk ke perkampungan dengan memberikan pengayaan makanan gajah dan menghubungkan koridor ada satu tempat dengan tempat lain, sehingga gajah bisa melintas dengan baik,” katanya.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menyatakan telah menyerahkan sebagian lahan konsesi hutan tanaman industri (HTI) miliknya di Takengon, Aceh, untuk konservasi gajah. Hal itu disampaikannya dalam pidato di Kongres Partai Solidaritas Indonesia (PSI) di Solo, Jawa Tengah, Minggu (20/7).

Awalnya, permintaan lahan diajukan oleh kelompok konservasi WWF seluas 10.000 hektare. Namun, Presiden menggandakan jumlahnya menjadi 20.000 hektare. Setelah menerima surat ucapan terima kasih dari Raja Charles III yang merupakan pembina WWF, Prabowo memutuskan untuk memperluas kawasan konservasi menjadi 80.000 hektare dari total 98.000 hektare lahan yang ia kelola.

Editor: Akil

Jemaah Haji Asal Bener Meriah Meninggal Dunia di Madinah

0
Ilustrasi jemaah haji. (Foto: MetroTV)

Nukilan | Banda Aceh – Seorang jemaah haji asal Kabupaten Bener Meriah, Aceh, atas nama Muhammad Sali (74), meninggal dunia di Rumah Sakit (RS) King Fahd, Madinah, Arab Saudi, pada Selasa (5/8/2025) pukul 14.16 waktu setempat.

Sebelumnya, mendiang sempat dirawat di RS As Salam, Madinah, sejak 26 Juni 2025 karena mengalami gangguan kesehatan yang diduga berupa hipertensi, gagal napas akut, dan syok kardiogenik akibat stroke. Ia kemudian dirujuk ke RS King Fahd setelah diduga mengalami pecah pembuluh darah di otak.

“Iya benar, satu jemaah haji asal Bener Meriah meninggal dunia di Madinah,” ujar Ketua Tim Humas Kemenag Aceh, Ahsan Khairuna saat dikofirmasi Nukilan, Rabu (6/8/2025).

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Aceh, Azhari menyampaikan belasungkawa atas wafatnya Muhammad Sali.

“Semoga beliau dijadikan ahli surga oleh Allah SWT, dan keluarga yang ditinggalkan diberi kesabaran serta keikhlasan,” ujar Azhari, Rabu (6/8/2025).

Mengutip laporan petugas Kantor Urusan Haji (KUH) di Madinah, Ns Hesti, Azhari menjelaskan bahwa kondisi terakhir mendiang menunjukkan gejala lemah berat dan somnolen, yaitu kondisi mengantuk yang dapat dipulihkan dengan rangsangan, namun kembali tertidur bila rangsangan dihentikan.

Muhammad Sali berangkat ke Tanah Suci bersama istrinya dalam kelompok terbang (kloter) 03 pada 20 Mei 2025. Ia juga sempat melanjutkan perjalanan ke Madinah bersama jemaah kloter yang sama pada 21 Juni 2025. Namun, tiga hari menjelang kepulangan ke Indonesia, ia dirujuk ke rumah sakit dan akhirnya meninggal dunia di Arab Saudi.

Azhari menambahkan bahwa hingga saat ini masih terdapat satu jemaah haji asal Aceh yang dirawat di Madinah, yakni Basyariah Muhammad Yunan (76) dari Kabupaten Aceh Tamiang, yang tergabung dalam kloter 07. []

Reporter: Sammy

Rumah Anggota Polisi di Kota Jantho Terbakar

0
Rumah anggota polisi yang terbakar di Gampong Buket Meusara, Kecamatan Kota Jantho, Kabupaten Aceh Besar, Rabu (6/8/2025). (Foto: Dok BPBD Aceh Besar)

Nukilan | Aceh Besar – Sebuah rumah milik anggota Kepolisian Republik Indonesia (Polri) di Gampong Buket Meusara, Kecamatan Kota Jantho, Kabupaten Aceh Besar, dilalap api pada Rabu (6/8/2025) siang. Tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut, namun bangunan permanen itu mengalami kerusakan berat akibat habis terbakar.

Kepala Pusdalops Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Besar, Iqbal mengatakan, informasi kebakaran pertama kali diterima petugas Damkar BPBD Aceh Besar Pos Kota Jantho pada pukul 11.05 WIB. Laporan disampaikan oleh Kasie Logistik BPBD Aceh Besar, Dewi Andika, melalui grup WhatsApp Garda Damkar Aceh Besar.

Pemilik rumah diketahui bernama M. Riswan (38), seorang anggota polisi yang bertugas di Polres Aceh Besar.

“Saat kebakaran terjadi, rumah dalam keadaan kosong karena pemilik sedang menjalankan tugas,” ujar Iqbal dalam keterangannya kepada Nukilan, Rabu (6/8/2025).

Menurut keterangan saksi mata, Maimun, api pertama kali terlihat dari salah satu kamar di bagian belakang rumah. Api dengan cepat membesar dan melahap seluruh bagian rumah.

“Awalnya terlihat asap dari kamar belakang, tak lama kemudian api langsung membesar dan menyebar ke seluruh rumah,” ujar Maimun.

Setelah menerima laporan, petugas Damkar segera menuju lokasi. Saat tiba, api sudah membesar dan menghanguskan hampir seluruh bangunan. Petugas langsung melakukan upaya pemadaman agar api tidak menjalar ke bangunan lain di sekitar lokasi.

Proses pemadaman dan pendinginan berhasil diselesaikan sekitar pukul 11.55 WIB. Hingga saat ini, penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan pihak berwajib. []

Reporter: Sammy

Ekonomi Aceh Tumbuh 4,82 Persen di Triwulan II 2025, Sektor Transportasi Jadi Pendorong Utama

0
Ilustrasi transportasi. (Foto: Dok. Kemenhub)

NUKILAN.id | Banda Aceh Perekonomian Aceh mencatat pertumbuhan sebesar 4,82 persen pada Triwulan II-2025 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya (y-on-y). Pertumbuhan ini didorong terutama oleh sektor Transportasi dan Pergudangan yang mencatat lonjakan sebesar 13,37 persen.

Dikutip Nukilan, berdasarkan rilis Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Aceh, Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga konstan 2010 pada periode ini mencapai Rp39,54 triliun, sementara atas dasar harga berlaku tercatat sebesar Rp63,84 triliun.

“Secara tahunan, sektor Transportasi dan Pergudangan menjadi motor utama pertumbuhan ekonomi Aceh, disusul oleh sektor Pertanian serta Industri Pengolahan,” ujar Plt. Kepala BPS Aceh, Tasdik Ilhamuddin, dalam siaran pers yang diterbitkan pada 5 Agustus 2025.

Dari sisi pengeluaran, ekspor barang dan jasa menjadi kontributor tertinggi dengan pertumbuhan 17,62 persen. Ini menunjukkan meningkatnya aktivitas perdagangan luar negeri di wilayah Aceh.

Namun secara triwulanan (q-to-q), ekonomi Aceh justru mengalami kontraksi sebesar 3,02 persen dibandingkan Triwulan I-2025. Penurunan ini terjadi meski sektor Transportasi dan Pergudangan tetap mencatatkan pertumbuhan tinggi sebesar 14,69 persen. Di sisi pengeluaran, lonjakan terbesar berasal dari konsumsi pemerintah yang tumbuh signifikan sebesar 28,60 persen.

Jika dilihat secara kumulatif sepanjang Semester I-2025, ekonomi Aceh tumbuh 4,70 persen dibandingkan Semester I-2024 (c-to-c). Kinerja ekspor tetap menjadi pendorong utama dengan pertumbuhan mencapai 20,67 persen secara tahunan.

Meskipun mencatat pertumbuhan positif secara tahunan dan semesteran, beberapa sektor masih menunjukkan kontraksi, seperti Jasa Perusahaan, Pengadaan Listrik dan Gas, serta Konstruksi.

Dari sisi distribusi PDRB, sektor Pertanian, Kehutanan dan Perikanan masih mendominasi perekonomian Aceh dengan kontribusi sebesar 31,52 persen, diikuti oleh Perdagangan Besar dan Eceran (15,11 persen), dan Administrasi Pemerintahan (9,18 persen).

Secara regional, kontribusi Aceh terhadap total PDRB Pulau Sumatera mencapai 4,89 persen. Sementara itu, pertumbuhan ekonomi Pulau Sumatera secara keseluruhan mencapai 4,96 persen pada periode yang sama.

Reporter: Rezi