Beranda blog Halaman 303

BNNP Aceh Rehabilitasi 11 Warga Lampulo yang Terjaring Operasi Narkotika

0
BNNP Aceh melakukan rehabilitasi terhadap 11 pengguna narkoba yang terjaring operasi pemulihan kampung narkotika di Lampulo, Banda Aceh. Simak detail program rehabilitasi ini. (Foto: AntaraNews)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Aceh kembali menegaskan komitmennya dalam memutus rantai penyalahgunaan narkoba di Banda Aceh. Sebanyak 11 warga Lampulo kini menjalani rehabilitasi setelah terjaring dalam operasi pemulihan kampung narkotika yang digelar pada Jumat (7/11/2025).

Operasi yang dilakukan di kawasan Lampulo, Kecamatan Kuta Alam, itu menjadi pintu masuk bagi proses deteksi dini penyalahgunaan narkoba. Dari 18 warga yang menjalani pemeriksaan urine, hasilnya menunjukkan 11 orang positif mengonsumsi ganja dan sabu-sabu.

Pelaksana Harian Kepala BNNP Aceh, Saiful, menyebutkan bahwa keputusan rehabilitasi diambil berdasarkan asesmen menyeluruh terhadap para warga tersebut.

“Dari hasil asesmen, mereka pemakai dan positif mengonsumsi narkoba saat operasi pemulihan kampung narkotika. Berdasarkan hasil asesmen, mereka harus menjalani rehabilitasi,” ujar Saiful.

Rawat Jalan di Klinik Pratama BNNP Aceh

Proses rehabilitasi dilaksanakan di Klinik Pratama BNNP Aceh secara rawat jalan. Mayoritas peserta dinilai belum berada pada tahap kecanduan berat sehingga tidak memerlukan rawat inap. Dari 11 orang tersebut, dua di antaranya tergolong pecandu berat, sementara lainnya masih dalam fase coba-coba.

Saiful memastikan program ini diberikan secara gratis bagi seluruh peserta. “Rehabilitasi tidak dipungut biaya. Lama proses rehabilitasi tergantung keyakinan dan proses mereka menjalani pemulihan. Biasanya, proses rehabilitasi berlangsung selama empat bulan,” katanya.

Dukungan Masyarakat Mengalir

Langkah BNNP Aceh ini disambut positif oleh masyarakat. Kesadaran publik untuk ikut memberantas penyalahgunaan narkoba disebut semakin meningkat. Hal ini terlihat dari banyaknya laporan warga yang meminta agar operasi serupa dilakukan di desa mereka.

Plt Kepala Bidang Pemberantasan dan Intelijen BNNP Aceh, Mukhlis, turut mengapresiasi partisipasi masyarakat tersebut.

“Sekarang ini, banyak laporan masyarakat meminta operasi serupa dilakukan di desa mereka guna mendeteksi penyalahgunaan narkoba. Kami merespons laporan tersebut dengan menggelar operasi serupa di sejumlah wilayah di Aceh,” ujarnya.

BNNP Aceh menegaskan akan terus memperluas operasi dan memperkuat program pemulihan sebagai bagian dari strategi pemberantasan narkoba yang humanis dan berkelanjutan.

Peringati Hari Pahlawan 2025, Wagub Fadhlullah Serahkan Bungong Jaroe kepada Keluarga Pejuang Bangsa

0
Wagub Fadhlullah Serahkan Bungong Jaroe kepada Keluarga Pejuang Bangsa. (Foto: Humas Aceh)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Pemerintah Aceh memperingati Hari Pahlawan Nasional 2025 dengan menyerahkan Bungong Jaroe kepada keluarga Pahlawan Nasional dan tokoh pejuang kemerdekaan di Anjong Mon Mata, Pendopo Gubernur Aceh, Senin (10/11/2025). Penyerahan yang dipimpin Wakil Gubernur Aceh, H. Fadhlullah SE, itu berlangsung khidmat dan penuh kekeluargaan.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut pimpinan Forkopimda Aceh, antara lain Kapolda Aceh, Pangdam Iskandar Muda, Kajati Aceh, pimpinan DPR Aceh, Staf Ahli Gubernur, para asisten Sekda, Kepala SKPA dan kepala biro di lingkungan Setda Aceh, perwakilan Lembaga Veteran RI Wilayah Aceh, serta keluarga besar para pahlawan dan pejuang kemerdekaan.

Sebanyak 12 perwakilan ahli waris menerima Bungong Jaroe sebagai bentuk penghormatan Pemerintah Aceh terhadap jasa-jasa para pahlawan. Mereka di antaranya T. Nasruddin, ahli waris Pahlawan Nasional Teuku Umar; T. M. Daud, ahli waris Cut Nyak Dhien; Hanif, ahli waris Tgk. Chik Di Tiro; T. Ardiansyah, ahli waris Cut Meutia; Tengku Putro Gampong Gading, ahli waris Laksamana Malahayati; T. Nyak Arief, ahli waris Pahlawan Nasional T. Nyak Arief; Teuku Iskandar Syah, ahli waris Mr. Muhammad Hasan; Teunku Warul Walidin, ahli waris Sultan Iskandar Muda; Kolonel Purn. HM. Djafar Karim, Pahlawan Pembela Kemerdekaan RI – Banda Aceh; serta Peltu Purn. Abd. Wahab Nain, Pahlawan Perdamaian Bosnia.

Dalam sambutannya, Wakil Gubernur Aceh menegaskan bahwa Hari Pahlawan bukan sekadar momen mengenang sejarah, tetapi kesempatan untuk meresapi kembali nilai-nilai perjuangan dalam kehidupan berbangsa.

“Perjuangan hari ini tidak lagi dengan mengangkat senjata, tetapi perjuangan membangun, melahirkan karya, menegakkan keadilan, menjaga integritas, serta berupaya memajukan Aceh dan Indonesia agar semakin sejahtera dan bermartabat,” ujar Fadhlullah.

Ia juga mengingatkan bahwa Aceh memiliki rekam jejak panjang dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia. Semangat rakyat Aceh, katanya, telah menjadi inspirasi bagi generasi masa kini.

“Ketika banyak wilayah telah ditaklukkan, Aceh tetap berdiri tegak sebagai benteng terakhir martabat bangsa. Semangat inilah yang mengalir dalam darah masyarakat Aceh hingga kini,” ujarnya.

Fadhlullah berharap keluarga para pahlawan terus memberikan doa dan dukungan moral bagi upaya pemerintah dalam mewujudkan cita-cita perjuangan para pendahulu.

“Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa pahlawannya. Menghargai bukan sekadar mengenang, tetapi meneruskan cita-cita dan nilai perjuangan itu dalam kehidupan nyata,” katanya.

Peringatan Hari Pahlawan tahun ini menjadi pengingat bahwa perjuangan para pahlawan tidak berhenti pada masa lalu, melainkan terus hidup di setiap langkah pembangunan Aceh dan Indonesia.

Nailul Arifa, Siswi MIN 6 Geudong Pasee Peraih Juara I Tartil Putri di MTQ Aceh ke-37

0
Nailul Arifa, Siswi MIN 6 Geudong Pasee, Raih Juara I Tartil Putri di MTQ Aceh ke-37. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.ID | MEUREUDU — Gelaran Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-37 Tingkat Provinsi Aceh resmi berakhir pada Jumat, 7 November 2025. Ajang yang berlangsung selama lima hari di Kabupaten Pidie Jaya itu kembali melahirkan talenta muda berbakat, salah satunya Nailul Arifa, siswi MIN 6 Geudong Pasee, Aceh Utara, yang berhasil meraih Juara I pada cabang Tartil Putri.

Kepala Kankemenag Aceh Utara, H. Fadli, menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta asal Aceh Utara yang telah tampil membanggakan. Ia menilai capaian tersebut tidak terlepas dari keberhasilan program pembinaan yang dijalankan di tingkat madrasah dan dayah.

Ia menjelaskan bahwa Program Limit (Lima Belas Menit) Mengaji dan Getba (Gerakan Baca Al-Qur’an)—yang digagas Kepala Kanwil Kemenag Aceh, Drs. H. Azhari, M.Si—berperan besar dalam meningkatkan kemampuan literasi Al-Qur’an para pelajar. Program tersebut mengharuskan siswa memulai aktivitas sekolah dengan membaca Al-Qur’an selama 15 menit, sebelum proses belajar mengajar berlangsung.

“Program ini mewajibkan seluruh siswa untuk mengawali kegiatan sekolah dengan membaca Al-Qur’an selama 15 menit, sebelum aktivitas belajar mengajar dimulai. Selain itu Getba memberikan solusi tepat bagi rendahnya pemahaman siswa-siswi SD, SMP dan SMA terhadap literasi Al-Qur’an,” kata Fadli.

Menurutnya, pelaksanaan MTQ bukan sekadar kompetisi, tetapi momentum untuk membentuk generasi Qur’ani di Aceh Utara, sekaligus mendorong lahirnya sumber daya manusia yang berakhlak baik dalam kehidupan sehari-hari.

Dari hasil penetapan 10 besar Juara Umum MTQ ke-37, Kabupaten Aceh Utara menempati posisi kelima dengan raihan total 181 poin. Adapun rincian prestasi yaitu enam Juara I, satu Juara II, dua Juara III, serta beberapa peringkat harapan: lima Harapan I, tiga Harapan II, dan lima Harapan III.

Kebahagiaan juga dirasakan pihak madrasah. Kepala MIN 6 Aceh Utara, Wiwin Hermawan, menyampaikan rasa syukur atas keberhasilan Nailul Arifa. Ia turut memberikan apresiasi kepada pembimbing dari MIN 4 Aceh Utara, Tgk. H. Yusuf Yasin, M.Pd.

“Syukur Alhamdulillah dan terima kasih kepada Tgk H Yusuf Yasin MPd Kepala MIN 4 Aceh Utara yang telah membimbing Siswi kami sampai Meraih juara serta terima kasih atas Doa kita semua,” ujar Wiwin.

Ia menuturkan bahwa Nailul dikenal sebagai siswi yang tekun dan gemar membaca Al-Qur’an.

“Nailul dikenal sebagai sosok yang rajin dan suka membaca Al-quran di Madrasah. Ia merupakan siswi kelas IV anak dari Bapak As’adi bekerja sebagai wiraswasta dan Nurjanah sebagai Ibu rumah tangga,” kata Wiwin.

Untuk meningkatkan kualitas bacaan para siswa, MIN 6 Aceh Utara tidak hanya menerapkan Program Limit Mengaji, tetapi juga menghadirkan ekstrakurikuler Tahsin Al-Qur’an.

“Program ini bertujuan memperbaiki bacaan dan tajwid siswa, agar mereka tidak hanya lancar membaca, tetapi juga memahami adab dan keindahan dalam membaca Al-Qur’an,” ujarnya.

Keberhasilan Nailul menjadi bukti bahwa pembinaan yang berkelanjutan mampu menciptakan generasi muda yang mencintai Al-Qur’an dan berprestasi di tingkat provinsi.

Banjir Rendam Tiga Kecamatan di Aceh Selatan, Aktivitas Warga Terganggu

0
Banjir Rendam Tiga Kecamatan di Aceh Selatan. (Foto: BPBD Aceh Selatan)

NUKILAN.ID | TAPAKTUAN – Hujan berintensitas tinggi yang mengguyur wilayah Aceh Selatan sejak Minggu (9/11) sore hingga Senin (10/11) dini hari menyebabkan tiga kecamatan terendam banjir. Air yang meluap dari aliran sungai masuk ke permukiman warga dengan ketinggian mencapai 80 sentimeter.

Kepala Pelaksana BPBD Aceh Selatan, Zainal, kepada Nukilan.id menyebutkan banjir terjadi akibat hujan lebat yang berlangsung selama berjam-jam hingga memicu luapan sungai di beberapa titik.

“Akibat hujan dengan intensitas lebat yang mengguyur wilayah Kabupaten Aceh Selatan sejak pukul 17:00 WIB pada hari Minggu sampai dengan pukul 05:00 WIB pada hari Senin menyebabkan meluapnya air sungai dan merendam perumahan penduduk di 3 kecamatan,” kata Zainal, Senin (10/11/2025).

Tiga Kecamatan Terdampak

BPBD merinci wilayah yang terendam banjir meliputi:

  • Kecamatan Kluet Tengah
    Desa Jambur Papan dengan ketinggian air 70–80 sentimeter.

  • Kecamatan Kluet Utara
    Desa Limau Purut (10–20 cm) dan Desa Kota Fajar Dusun Takwa (5–15 cm).

  • Kecamatan Kluet Selatan
    Desa Kedai Runding (5–15 cm), Desa Gelumbuk (5–15 cm), dan Desa Pulo Ie (30–60 cm).

Selain merendam rumah, banjir juga menutup akses jalan antar-gampong. Arus transportasi warga terhambat karena beberapa titik jalan ikut tergenang.

“Selain merendam perumahan, banjir juga merendam jalan lintas gampong (desa) yang menghambat arus transportasi masyarakat. Untuk dampak material dan korban terdampak masih dalam pendataan,” ujar Zainal.

Pemantauan dan Penanganan

BPBD Aceh Selatan mengerahkan personel ke lokasi-lokasi terdampak untuk melakukan pemantauan dan asesmen. Petugas Damkar PB 08 Kluet Tengah dan Damkar PB 04 Kluet Utara ikut membantu pendataan bersama unsur muspika setempat.

Menurut Zainal, kondisi air sudah menunjukkan tanda-tanda penurunan di beberapa lokasi.

“Kondisi terakhir air masih menggenangi permukiman penduduk dan jalan lintas gampong di Kecamatan Kluet Tengah. Air sudah mulai surut dan bisa dilalui seperti biasanya di lintas jalan desa dan di area permukiman penduduk di Kecamatan Kluet Utara, Kluet Selatan dan Kluet Tengah,” jelasnya.

Hingga saat ini BPBD masih mendata dampak kerusakan serta jumlah warga yang terdampak banjir tersebut.

USK Sabet Dua Emas dan Satu Perunggu di Kejuaraan Pencak Silat Internasional Batam

0
USK Sabet Dua Emas dan Satu Perunggu di Kejuaraan Pencak Silat Internasional Batam. (Foto: For NUKILAN)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH — Prestasi membanggakan kembali ditorehkan mahasiswa Universitas Syiah Kuala (USK) pada ajang internasional. Tiga atlet pencak silat kampus tersebut sukses membawa pulang dua medali emas dan satu perunggu pada 3rd Batam Pencak Silat Open Championship 2025 yang berlangsung pada 5–10 November 2025.

Dua medali emas diraih oleh mahasiswa FKIP USK, masing-masing untuk kategori Tanding Kelas D Dewasa dan Tunggal Putri Dewasa. Kedua atlet tersebut merupakan mahasiswa Departemen Pendidikan Olahraga, yakni Dimas Putra Rizkiansyah dan Silvia Suspri Zaima.

“Kedua mahasiswa FKIP itu berasal dari Departemen Pendidikan Olahraga. Dimas Putra Rizkiansyah untuk ketegori tanding kelas D dan Silvia Suspri Zaima untuk kategori Tunggal putri dewasa. Keduanya dapat emas,” ujar Dr. Fahrul Radhi, S.T., M.Pd., pendamping UKM Pencak Silat USK.

Selain dua emas, satu medali perunggu juga dipersembahkan oleh Alga Sabnu, mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) USK. Menurut Fahrul, capaian tersebut sangat berarti mengingat tingkat persaingan yang dihadirkan oleh ajang internasional ini.

“Satu orang atas nama Alga Sabnu dari FISIP baru berhasil mendapatkan Perunggu. Meski demikian, ini merupakan capaian luar biasa, mengingat evennya adalah internasional,” tegasnya.

Fahrul menjelaskan bahwa kejuaraan tahun ini diikuti oleh sejumlah negara, termasuk Indonesia, Malaysia, Singapura, Timor Leste, dan Jepang. Ia menambahkan, ketiga atlet USK tersebut menunjukkan antusiasme tinggi sejak masa persiapan hingga menjelang keberangkatan.

Lebih jauh, Fahrul berharap prestasi ini dapat menjadi pemacu semangat bagi mahasiswa lain untuk terus berlatih dan mengembangkan kemampuan.

“Dengan kerja keras, disiplin, dan kolaborasi bersama, bukan tidak mungkin USK akan menjadi salah satu kampus unggul dalam dunia olahraga di masa mendatang. Tetap semangat dan terus raih mimpi!” ujar Fahrul, alumnus S3 IPS USK.

Ia menegaskan kembali bahwa konsistensi latihan dan integritas adalah kunci utama. “Proses tidak pernah mengkhianati hasil,” katanya.

Banda Aceh Perkuat Kerja Sama Kesehatan dengan Turki, Fokus Tingkatkan Layanan dan SDM

0
Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa’aduddin Djamal dalam kunjungannya ke Kedutaan Besar Turki di Jakarta untuk bertemu Duta Besar Turki untuk Indonesia, Talip Küçükcan, pada Jumat, 7 November 2025. (FOTO: HUMAS BNA)

NUKILAN.ID | JAKARTA – Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa’aduddin Djamal kembali mendorong terjalinnya kolaborasi strategis dengan Turki, khususnya dalam upaya peningkatan layanan kesehatan di ibu kota Provinsi Aceh. Langkah itu ditandai dengan kunjungannya ke Kedutaan Besar Turki di Jakarta untuk bertemu Duta Besar Turki untuk Indonesia, Talip Küçükcan, pada Jumat, 7 November 2025.

Dalam pertemuan tersebut, Illiza didampingi Plt Direktur RSUD Meuraxa Taufik Wahyudi, Asisten Administrasi Umum Setdako Banda Aceh M. Nurdin, serta Kabag Administrasi Pembangunan Muhammad Ridha. Sejumlah agenda penting dibahas, terutama peluang kemitraan di sektor kesehatan.

Kerja sama yang dijajaki mencakup pembangunan dan pengembangan fasilitas medis yang lebih modern serta peningkatan kapasitas tenaga kesehatan di RSUD Meuraxa melalui berbagai program pelatihan.

“Upaya ini kita harapkan dapat meningkatkan standar pelayanan kesehatan di Banda Aceh menuju kualitas internasional,” ujar Illiza sembari menyampaikan apresiasi atas dukungan Pemerintah Turki.

Ia menegaskan komitmennya untuk memanfaatkan peluang kolaborasi ini demi meningkatkan kompetensi tenaga medis dan mengadopsi teknologi kesehatan yang lebih maju. “Melalui kerja sama ini, kami berharap dapat memperluas wawasan dan kemampuan tenaga kesehatan RSUD Meuraxa, sekaligus mengadopsi teknologi dan sistem pelayanan medis yang lebih maju,” ujarnya.

Lebih jauh, Illiza menyebutkan bahwa kemitraan ini turut membuka kesempatan bagi tenaga kesehatan Banda Aceh untuk mengikuti pelatihan profesional di Turki. “Harapan besarnya: mutu pelayanan kesehatan kita dapat terus meningkat nantinya.”

Selain sektor kesehatan, pertemuan tersebut juga menghasilkan kesepahaman untuk membangun Turkish Centre atau Pusat Turki di Banda Aceh. Fasilitas ini akan difasilitasi oleh Pemerintah Kota Banda Aceh dan diproyeksikan sebagai ruang penguatan hubungan budaya, pendidikan, dan bidang lain yang relevan antara Aceh dan Turki.

Menurut Illiza, langkah kolaboratif ini menjadi penanda eratnya hubungan historis Aceh–Turki yang telah terjalin sejak masa kerajaan dahulu. “Insyaallah ini menjadi modal berharga guna membawa manfaat nyata bagi kemajuan kota dan warga Banda Aceh tercinta,” ujarnya.

Ketua DPRA Ajak Masyarakat Teladani Perjuangan Pahlawan untuk Bangun Aceh

0
Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Aceh, Zulfadli. (Foto: Dok. DPRA)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA), Zulfadhli, mengingatkan kembali pentingnya meneladani nilai perjuangan para pahlawan dalam momentum Hari Pahlawan Nasional 2025.

Kepada Nukilan.id, ia menegaskan bahwa kemerdekaan Indonesia dan perdamaian Aceh yang dinikmati masyarakat saat ini merupakan buah dari perjuangan panjang para pendahulu.

“Kemerdekaan bangsa Indonesia dan perdamaian Aceh yang kita nikmati saat ini, merupakan hasil perjuangan dan pengorban luar biasa dari mereka-mereka yang telah gugur mendahului kita semua,” ujarnya saat memperingati Hari Pahlawan, Senin 10 November 2025, di Banda Aceh.

Zulfadhli yang akrab disapa Abang Samalanga itu menekankan bahwa peringatan Hari Pahlawan tidak sebatas upaya mengenang jasa para pejuang. Lebih dari itu, momentum ini harus menjadi dorongan agar masyarakat Aceh terus berkarya untuk pembangunan daerah.

“Selamat hari pahlawan nasional. Momentum ini bukan hanya sekedar mengenang jasa para pejuang, tapi harus jadi energi kita bersama untuk bangun Aceh,” katanya.

Ia mengajak masyarakat untuk menjadikan semangat juang, integritas, dan kepedulian para pahlawan sebagai spirit dalam mengabdi kepada bangsa dan daerah. Menurutnya, perjuangan para pahlawan harus diteruskan melalui kontribusi nyata di berbagai bidang.

“Semangat juang dan integritas para pahlawan serta kepedulian mereka harus jadi spirit dan jiwa kita bangun bangsa ini dan juga mengabdi untuk Aceh,” tukasnya.

Tak lupa, ia juga berpesan kepada generasi muda Aceh untuk mengisi kemerdekaan dan perdamaian dengan prestasi dan inovasi. Menurutnya, anak muda memiliki peran besar dalam membentuk masa depan daerah.

“Adik-adik generasi muda, kalian bisa jadi pahlawan masa kini. Karna itu teruslah berkontribusi bagi kemajuan daerah, berbuat jujur dan lakukan perubahan positif,” imbuhnya.

Di penghujung pesannya, Zulfadhli menegaskan bahwa makna kepahlawanan tak hanya berbicara tentang masa lalu, tetapi juga bagaimana setiap individu berperan dalam mewujudkan Aceh yang lebih baik ke depan.

“Semangat kepahlawanan bukan tentang masa lalu semata, tapi bagaimana sikap kita saat ini untuk terus berjuang menata masa depan Aceh yang lebih baik,” pungkasnya. (XRQ)

Reporter: AKIL

BLUD SMK Wajib Mandiri, Plt Kadisdik Aceh Tegaskan Siap Tutup yang Tidak Berkinerja

0
Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Murthalamuddin, S.Pd., M.SP. (FOTO: For NUKILAN)

NUKILAN.ID | TAKENGON – Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Murthalamuddin, S.Pd., M.SP, menegaskan bahwa Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) harus mampu mandiri secara finansial. Ia menyatakan BLUD yang tak dapat mencukupi kebutuhan operasionalnya sendiri selama tiga tahun berturut-turut akan ditutup.

Kebijakan itu, kata dia, merupakan arahan langsung Gubernur Aceh, Muzakir Manaf, melalui Sekda Aceh, Nasir Syamaun.

“Arahan Gubernur melalui Sekda Aceh, semua BLUD yang tidak mampu mencukupi dirinya sendiri setelah tiga tahun akan kita tutup. Jadi, kelola dengan baik dan manfaatkan potensi yang ada,” tegasnya saat membuka Rapat Koordinasi (Rakor) MKKS SMK se-Aceh di Hotel Renggali, Takengon, Sabtu (8/11/2025).

Dorong Inovasi dan Produk Unggulan SMK

Dalam arahannya, Murthalamuddin menekankan pentingnya inovasi di unit bisnis SMK. Ia mencontohkan ide sederhana namun berpotensi ekonomi, seperti pengolahan bakso ikan bagi SMK di wilayah pesisir.

“Ke depan, kalau ada orang mau jualan bakso goreng, maka mereka bisa mengambil baksonya di SMK,” ujarnya. Menurutnya, setiap daerah memiliki potensi lokal—mulai dari hasil laut hingga komoditas perkebunan seperti sawit—yang dapat dikembangkan sebagai sumber pendapatan sekolah.

Ia menegaskan bahwa penguatan BLUD SMK juga sejalan dengan upaya pemerintah menyongsong ketahanan pangan sekaligus meningkatkan daya saing lulusan.

Ajak Komunikasi Tanpa Sekat

Murthalamuddin juga menekankan pola kerja yang kolaboratif dan komunikasi yang terbuka di lingkungan pendidikan Aceh.

“Saya bukan orang yang terlalu formal. Kalau ada masalah, sampaikan saja. Saya akan teruskan ke bidang-bidang terkait dan saya akan pantau langsung perkembangannya,” kata dia.

Menurutnya, pola komunikasi yang cair akan mempercepat perubahan di sektor pendidikan.

“Tidak boleh skat-skat yang dapat menghambat akselerasi, dan upaya kita dalam membangun pendidikan Aceh yang berkualitas,” tegasnya.

Ia pun mengajak seluruh kepala SMK melakukan evaluasi diri. “Kita harus jujur menilai diri. Tidak ada yang sempurna, termasuk saya. Tapi yang penting, kita terus berbenah,” ujarnya.

Soroti Mutu Pendidikan Aceh

Dalam kesempatan itu, Murthalamuddin menyinggung anomali sektor pendidikan Aceh: besarnya anggaran yang belum berbanding lurus dengan peningkatan mutu.

Ia menyebut, rapor mutu pendidikan Aceh masih berada di bawah beberapa provinsi lain.
“Anggaran pendidikan kita besar, tapi rapor mutu masih rendah, bahkan kalah dari Maluku, Papua, dan Gorontalo. Ini menjadi tugas kita bersama untuk berbenah,” ucapnya.

Sebagai mantan Kepala Biro Humas Pemerintah Aceh, ia menegaskan kembali tujuan utama pendidikan vokasi.

“Tujuan kita satu melahirkan anak-anak SMK yang siap menghadapi dunia industri. Dan Bapak Ibu di lapanganlah yang paling tahu bagaimana mencapainya,” pungkasnya.

Rakor Bernuansa Interaktif

Rakor MKKS SMK se-Aceh berlangsung dengan diskusi yang cukup interaktif. Selain dihadiri para kepala SMK dan pejabat Dinas Pendidikan Aceh, kegiatan ini juga melibatkan sejumlah mitra industri seperti PT Solusi Bangun Andalas Lhonga dan PT Sukses Bersama Tekstil Medan. Mereka turut berbagi pandangan mengenai kebutuhan tenaga kerja dan kompetensi yang dibutuhkan dunia industri saat ini.

Sopir Truk Diciduk Saat Selundupkan Pupuk Subsidi ke Pulo Aceh

0
Ilustrasi ditangkap Polisi. (Foto: LintasJatim.com)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Upaya penyelundupan pupuk subsidi ke wilayah Pulo Aceh, Aceh Besar berhasil digagalkan aparat Polda Aceh. Seorang sopir truk berinisial AN ditangkap setelah kedapatan membongkar pupuk subsidi di lokasi tujuan distribusi ilegal.

Kasubdit Gakkum Ditpolairud Polda Aceh AKBP Risnan Aldino mengatakan kasus ini terungkap berawal dari informasi masyarakat mengenai adanya sebuah truk yang hendak menyeberang ke Pulo Aceh dari Banda Aceh. Aparat kemudian memeriksa sebuah colt diesel yang akan masuk ke kapal KMP Papuyu dengan tujuan Lamteung.

Dalam pengecekan, sopir mengaku membawa pupuk sebanyak satu ton serta sejumlah material bangunan. Pengakuan tersebut memicu kecurigaan polisi.

“Pernyataan pelaku membuat tim curiga sehingga tim kami melakukan pengintaian hingga ke tujuan akhir di Desa Rabo, Kecamatan Pulo Aceh,” kata Risnan kepada wartawan, Minggu (9/11/2025).

Setibanya di desa tersebut, polisi menemukan AN tengah membongkar muatan pupuk dekat sebuah toko yang disewa sebagai tempat penyimpanan. Penangkapan dilakukan pada Kamis (6/11).

Dari lokasi, polisi menyita 26 karung pupuk Urea dan 13 karung pupuk NPK Phonska, dengan total berat mencapai sekitar dua ton. Pemeriksaan awal menunjukkan bahwa pupuk tersebut berasal dari wilayah Samahani, Aceh Besar.

“Pelaku juga mengakui bahwa sebagian pupuk telah dijual,” jelas Risnan.

Saat ini, AN bersama barang bukti berupa satu unit mobil colt diesel bernopol BL 8973 JK dan puluhan karung pupuk telah diamankan di Mako Ditpolairud Polda Aceh. Pelaku dijerat dengan pasal berlapis terkait penyalahgunaan distribusi pupuk bersubsidi.

Risnan menegaskan bahwa pihaknya akan terus menindak tegas praktik penyimpangan pupuk subsidi.

“Polda Aceh dalam hal ini Ditpolairud akan terus menindak tegas praktik penyalahgunaan pupuk bersubsidi, karena tindakan ini tidak hanya merugikan negara, tetapi juga menghambat kesejahteraan petani yang berhak menerima bantuan tersebut,” ujarnya.

Nelayan Banda Aceh Selamat Setelah Terombang-ambing Berjam-jam di Laut Sabang

0
Tim Basarnas mengevakuasi dua nelayan asal Banda Aceh yang terdampar ke wilayah Pulo Rondo setelah kapal mereka mati mesin. (Foto: Basarnas)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Dua nelayan asal Ulee Lheue, Banda Aceh, berhasil dievakuasi tim Basarnas setelah perahu yang mereka gunakan mengalami mati mesin di perairan Sabang, Sabtu malam (8/11/2025). Keduanya ditemukan selamat pada Minggu dini hari (9/11/2025) tidak jauh dari Pulo Rondo.

Kepala Basarnas Banda Aceh, Ibnu Harris Al Hussain, menjelaskan bahwa kedua nelayan tersebut masing-masing bernama M. Yasin (50) dan Jimmi (40). Mereka tengah mencari ikan ketika mesin perahu tiba-tiba mengalami gangguan.

“Pada pukul 22.30 WIB, mesin perahu korban mati. Mereka sempat menghubungi rekan di darat untuk meminta bantuan. Laporan resmi diterima oleh Kantor Pencarian dan Pertolongan Banda Aceh sekitar pukul 23.55 WIB,” ujar Ibnu Harris.

Mendapat laporan tersebut, Basarnas Banda Aceh langsung mengerahkan tim Rescue KPP Banda Aceh yang berjumlah lima personel menggunakan Rigid Inflatable Boat (RIB). Tim berangkat pada pukul 00.15 WIB menuju titik pencarian.

Upaya pencarian berlangsung hingga sekitar pukul 03.35 WIB. Pada koordinat 6°04’13.6″ LU – 95°07’15.8″ BT, tim menemukan perahu nelayan dalam kondisi terombang-ambing dihantam gelombang di sekitar Pulo Rondo.

“Alhamdulillah kedua nelayan ditemukan dalam keadaan selamat. Mereka langsung dievakuasi ke Pelabuhan Balohan Sabang dengan pendampingan nelayan lainnya,” kata Ibnu Harris.

Operasi ini melibatkan unsur gabungan dari Pos SAR Sabang dan masyarakat nelayan setempat. Basarnas turut mengerahkan sejumlah peralatan, seperti Rescue Carrier, RIB, perlengkapan Palsar Air, peralatan komunikasi, hingga Responder Bag untuk mendukung keselamatan personel.

Ibnu Harris turut mengimbau nelayan agar lebih memperhatikan kondisi cuaca serta memeriksa kesiapan mesin kapal sebelum melaut guna mencegah kejadian serupa di kemudian hari.