Beranda blog Halaman 301

Laboratorium Ilmu Pemerintahan FISIP USK Gelar Pelatihan Public Speaking untuk Dosen dan Mahasiswa

0
Laboratorium Ilmu Pemerintahan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Syiah Kuala (USK) menggelar pelatihan public speaking bagi dosen dan mahasiswa Program Studi Ilmu Pemerintahan, pada Kamis (13/11/2025), di ruang rapat FISIP USK. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Laboratorium Ilmu Pemerintahan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Syiah Kuala (USK) menggelar pelatihan public speaking bagi dosen dan mahasiswa Program Studi Ilmu Pemerintahan, pada Kamis (13/11/2025), di ruang rapat FISIP USK.

Kegiatan ini menghadirkan Direktur Eksekutif dan Trainer Dosielfian Smart Speaking, Zubaidah Azwan, sebagai pemateri.

Ketua Program Studi Ilmu Pemerintahan, Wais Alqarni, dalam sambutannya mengatakan pelatihan ini menjadi bagian dari upaya peningkatan sumber daya manusia di lingkungan prodi.

“Pelatihan ini juga agar para dosen menjadi lebih percaya diri dalam menyampaikan materi di perkuliahan dan nonperkuliahan seperti menjadi pemateri di seminar, menjadi staf ahli di instansi pemerintahan,” ungkapnya.

Wais menambahkan, kemampuan berbicara di depan umum sangat penting bagi dosen, terutama dalam mendukung kegiatan akademik dan profesional.

“Sehingga dosen-dosen ini bagus dalam menyampaikan komunikasi, kemudian dalam hal membuat PPT sebagai sarana pitching. Dengan pelatihan ini bisa belajar dan meminimalisir kesalahan-kesalahan,” tambahnya.

Ia juga menyebutkan, saat ini Program Studi Ilmu Pemerintahan USK telah menambahkan mata kuliah praktikum public speaking untuk mahasiswa sebagai bagian dari penguatan soft skill di bidang komunikasi.

Sementara itu, Kepala Laboratorium Ilmu Pemerintahan, Mukhrijal, kepada Nukilan.id mengatakan bahwa kegiatan ini penting tidak hanya bagi mahasiswa, tetapi juga bagi para pengajar.

“Public speaking penting bagi dosen dan mahasiswa, meskipun dosen sendiri sehari-hari sudah melakukannya tapi perlu diasah juga. Apalagi mahasiswa, perlu belajar,” kata Mukhrijal.

Mukhrijal menambahkan, ia mendapatkan banyak pengetahuan baru selama mengikuti pelatihan tersebut. Menurutnya, kegiatan seperti ini sangat bermanfaat karena memberikan pemahaman yang lebih mendalam tentang bagaimana berbicara secara efektif di hadapan audiens.

“Ada hal baru atau insight baru yang didapatkan, terutama bagaimana menjadi pembicara yang baik dan benar. Karena selama ini kebanyakan saat menyampaikan materi cuma ngomong saja, ternyata ada tiga hal yang perlu kita perhatikan, yaitu verbal, vokal, dan visual. Ini penting agar menarik audiens,” pungkasnya.

Kegiatan pelatihan ini diharapkan dapat memperkuat kemampuan komunikasi dosen dan mahasiswa Ilmu Pemerintahan USK, sehingga mereka mampu tampil profesional di berbagai forum akademik maupun publik. (XRQ)

Reporter: Akil

Aceh Berlakukan Pemutihan Pajak Kendaraan Bermotor Mulai Hari Ini, Warga Diimbau Segera Manfaatkan

0
Ilustarsi pajak kendaraan bermotor. (Foto: Suarapemerintah)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH — Pemerintah Provinsi Aceh resmi memberlakukan program pemutihan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) mulai Rabu (12/11/2025). Kebijakan yang tertuang dalam Peraturan Gubernur (Pergub) Aceh Nomor 25 Tahun 2025 ini menjadi langkah strategis pemerintah daerah untuk meringankan beban masyarakat sekaligus meningkatkan kepatuhan fiskal di wilayah Aceh.

Gubernur Aceh, Muzakir Manaf (Mualem), menyebut kebijakan ini sebagai bentuk keberpihakan pemerintah terhadap masyarakat.

“Pemutihan pajak ini merupakan bentuk komitmen Pemerintah Aceh dalam memberi ruang dan kemudahan bagi masyarakat untuk menunaikan kewajiban pajaknya. Kami berupaya menghadirkan kebijakan yang adil, efektif, dan berpihak kepada rakyat,” ujarnya dalam keterangan tertulis.

Sementara itu, Kepala Badan Pengelolaan Keuangan Aceh (BPKA), Reza Saputra, kepada Nukilan.id menegaskan akan memastikan seluruh sarana pelayanan pajak daerah siap melaksanakan program ini.

Ia mengatakan, pihaknya telah melakukan penyesuaian sistem informasi, memperbarui prosedur pelayanan, dan memperkuat koordinasi dengan seluruh Kantor Bersama Samsat di Aceh.

“Kami memastikan seluruh kanal layanan Samsat siap melayani masyarakat dengan cepat dan mudah. Program pemutihan ini bukan sekadar penghapusan pajak dan denda, tetapi juga bagian dari penataan dan akurasi data kendaraan bermotor di Aceh,” kata Reza.

Tiga Jenis Pembebasan Pajak

Program pemutihan pajak tahun 2025 mencakup tiga bentuk pembebasan. Pertama, penghapusan 100 persen tunggakan pokok PKB, kecuali untuk masa pajak tahun berjalan kendaraan yang akan dimutasikan keluar Aceh. Kedua, penghapusan 100 persen sanksi administrasi berupa denda, termasuk bagi kendaraan baru. Ketiga, pembebasan pajak progresif, baik untuk kendaraan lama maupun baru yang terkena ketentuan progresif.

“BPKA mencatat terdapat sekitar 2,6 juta unit kendaraan terdaftar di Aceh, namun baru sekitar 40 persen yang aktif membayar pajak,” ungkap Reza.

Ia menambahkan, kebijakan ini merupakan kelanjutan dari program serupa yang diperpanjang hingga Januari 2025 lalu. Tahun ini, cakupan program diperluas dan sistem pelayanannya diperkuat agar partisipasi wajib pajak meningkat secara signifikan.

Layanan Samsat Diperluas

Masyarakat dapat memanfaatkan program pemutihan ini melalui seluruh Kantor Bersama Samsat, serta berbagai layanan unggulan seperti Samsat Keliling, Samsat Drive Thru, Samsat Mal Pelayanan Publik, Samsat Jempol (Jemput Bola), dan Samsat Gampong.

Reza mengimbau agar masyarakat segera memanfaatkan program ini sebelum masa berlakunya berakhir.

“Semakin cepat mengurus, semakin mudah prosesnya. Ini kesempatan untuk memperbarui kepatuhan pajak sekaligus memperbaiki status legalitas kendaraan,” ujarnya.

Dengan diberlakukannya kebijakan ini, Pemerintah Aceh berharap kesadaran masyarakat dalam membayar pajak kendaraan semakin meningkat, sehingga dapat mendukung pembangunan daerah melalui optimalisasi pendapatan asli daerah (PAD). (xrq)

Reporter: Akil

Bupati Aceh Timur Ultimatum Pengelola Program Makan Bergizi Gratis: Wajib Kantongi Sertifikat Laik Higiene dalam Sebulan

0
Bupati Aceh Timur, Iskandar Usman Al Farlaky. (Foto: Dok Pemkab Aceh Timur)

NUKILAN.ID | IDI RAYEUK – Pemerintah Kabupaten Aceh Timur menegaskan seluruh pengelola program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayahnya wajib memiliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) dalam waktu satu bulan ke depan.

Instruksi itu disampaikan langsung oleh Bupati Aceh Timur, Iskandar Usman Al-Farlaky, dalam rapat bersama Satuan Pelaksana Program Gizi (SPPG) di Aceh Timur, Senin (10/11/2025).

“Sertifikat laik higine penting untuk memastikan tidak ada kejadian luar biasa di Aceh Timur. Kita ingin, program presiden ini tepat sasaran dan aman dikonsumsi,” ujar Iskandar.

Bupati menilai, hingga kini masih banyak laporan dari pelaksana program yang belum sesuai dengan kondisi lapangan. Karena itu, ia meminta agar pendataan penerima manfaat, bahan makanan, dan jumlah produksi harian dilakukan secara akurat dan dapat dipertanggungjawabkan.

“Karena itu, pendataan penerima manfaat, bahan makanan, serta jumlah produksi harian harus benar-benar jelas dan dapat dipertanggungjawabkan,” tegasnya.

Iskandar juga mengingatkan pentingnya koordinasi antara SPPG dengan forum pimpinan daerah serta perlunya evaluasi berkala agar pelaksanaan program berjalan sesuai standar.

Selain menjamin higienitas, bupati mendorong penggunaan bahan pangan lokal dalam penyediaan makanan bergizi.

“Kalau bisa beli di daerah sendiri, jangan ambil dari luar. Biar ekonomi masyarakat juga berputar,” katanya.

Ia menekankan bahwa pelaporan kegiatan MBG harus dilakukan secara berjenjang, di mana bupati bertindak sebagai ketua satuan tugas di tingkat kabupaten.

“Laporan secara berjenjang harus dikirimkan, ketua satuan tugas di tingkat kabupaten itu bupati,” lanjutnya.

Menutup arahannya, Iskandar meminta seluruh pengelola dapur dan tim pelaksana bekerja profesional dan menjaga amanah program nasional tersebut.

“Berkarirlah dengan baik, jalankan amanah ini dengan benar. Semoga Aceh Timur menjadi contoh daerah yang sukses melaksanakan program makan bergizi gratis tanpa kendala dan tanpa masalah higienitas,” pungkasnya.

Satpol PP-WH Aceh Singkil Amankan Enam Wanita dalam Razia Warung Karaoke

0
Satpol PP-WH Aceh Singkil Amankan Enam Wanita dalam Razia Warung Karaoke. (Foto: Satpol PP-WH Aceh Singkil)

NUKILAN.ID | SINGKIL — Satuan Polisi Pamong Praja dan Wilayatul Hisbah (Satpol PP & WH) Kabupaten Aceh Singkil menggelar razia tempat hiburan malam di Desa Blok VI Baru, Kecamatan Gunung Meriah, Sabtu malam, 8 November 2025. Dalam operasi tersebut, petugas mengamankan enam wanita yang diduga bekerja sebagai pelayan sekaligus pemandu karaoke.

Plt Kepala Satpol PP & WH Aceh Singkil, Afrijal, mengatakan keenam wanita itu berasal dari luar daerah, tepatnya dari Sibolga dan Medan, Provinsi Sumatera Utara.

“Mereka diduga bekerja sebagai pelayan dan pemandu karaoke. Seluruhnya berasal dari luar daerah, yaitu Sibolga dan Medan, Provinsi Sumatera Utara,” ujarnya, Senin, 10 November 2025.

Berdasarkan pemeriksaan identitas, keenam wanita tersebut berusia antara 17 hingga 36 tahun. Mereka berinisial VS (26), AO (25), MH (36), WA (36), DAS (23), dan AM (17).

Kepala Bidang WH Aceh Singkil, Julkarnaen, menjelaskan razia itu merupakan bagian dari upaya penegakan Qanun Nomor 6 Tahun 2014 tentang Hukum Jinayat, yang antara lain melarang perbuatan mesum atau Jarimah Ikhtilath.

“Para wanita ini mengakui telah melakukan perbuatan bermesraan seperti berpelukan dan berciuman dengan lawan jenis yang bukan suami istri,” katanya.

Usai pemeriksaan, petugas memberikan pembinaan serta berkoordinasi dengan Dinas Sosial untuk memulangkan para wanita tersebut ke daerah asal masing-masing. Sementara itu, warung karaoke tempat mereka diamankan disegel sementara.

Pemilik usaha berinisial MM turut diminta menandatangani surat pernyataan agar tidak lagi menyediakan wanita penghibur di tempat usahanya. Ia juga menyatakan kesediaan untuk menutup usaha karaoke tersebut jika kembali melanggar ketentuan syariat sebagaimana diatur dalam Qanun Aceh.

Afrijal menegaskan, Satpol PP & WH akan terus melakukan razia serupa di berbagai lokasi di Aceh Singkil sebagai langkah penertiban.

“Kami akan menertibkan tempat-tempat hiburan yang berpotensi melanggar syariat Islam dan meresahkan masyarakat,” ujarnya.

Polda Aceh Bentuk Tim Khusus Awasi Ketat Distribusi Program Makanan Bergizi Gratis

0
Kapolda Aceh, Irjen Pol. Marzuki Ali Basyah, saat meninjau langsung dapur SPPG Polda Aceh beberapa waktu. (Foto: Humas Polda Aceh)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Kepolisian Daerah (Polda) Aceh memastikan pelaksanaan Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) di wilayahnya berjalan lancar dan sesuai standar. Kapolda Aceh, Irjen Pol. Marzuki Ali Basyah, menegaskan pihaknya telah mengambil langkah strategis melalui pembentukan tim khusus untuk melakukan pengawasan, pendampingan, dan evaluasi terhadap program nasional tersebut.

“Tujuan utama program ini adalah memperbaiki status gizi, meningkatkan konsentrasi belajar peserta didik, serta menekan angka stunting di wilayah Aceh,” ujar Marzuki dalam keterangannya, Rabu (12/11/2025).

Program MBG, yang merupakan bagian dari agenda prioritas nasional sejalan dengan visi Asta Cita Presiden, bertujuan mencetak Generasi Emas Indonesia yang sehat, cerdas, dan berdaya saing global.

Kapolda menjelaskan, Polda Aceh telah membentuk sekitar 80 persen titik Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di berbagai kabupaten/kota. Unit-unit ini berfungsi menopang pelaksanaan program MBG di lapangan.

“Kami juga sedang memastikan ketersediaan pasokan bahan pangan untuk kebutuhan dapur SPPG yang jumlahnya cukup besar,” jelas Marzuki.

Ia menambahkan, bahan pangan tersebut diupayakan sebanyak mungkin berasal dari pengusaha dan pedagang lokal untuk menggerakkan ekonomi daerah. Namun, karena belum semua kebutuhan bisa dipenuhi secara lokal, sebagian pasokan didatangkan dari luar Aceh.

Meski masih menghadapi sejumlah kendala logistik, pelaksanaan program MBG di Aceh disebut berjalan baik dengan dukungan infrastruktur SPPG yang memadai.

“Salah satu fokus utama Polda Aceh dalam mendukung program ini adalah memastikan aspek higienitas dan keamanan makanan yang disalurkan kepada peserta didik,” tegas Kapolda.

Sementara itu, Kepala Pemenuhan Gizi SPPG Polda Aceh, Muhammad Nauval, menyebut bahwa seluruh proses pengolahan makanan di dapur SPPG diawasi ketat oleh tim Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Dokkes) Polda Aceh.

“Dapur SPPG Polda Aceh dilengkapi dengan sistem penyimpanan bahan baku modern yang menjaga kesegaran bahan pangan pada suhu di bawah 5°C. Setiap proses pengolahan makanan diawasi langsung oleh Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Dokkes) Polda Aceh,” jelas Nauval.

Ia menegaskan, setiap makanan yang telah dimasak wajib melalui uji kelayakan oleh tim Dokkes setiap hari sebelum dikirimkan ke sekolah-sekolah penerima.

“Langkah ini merupakan bentuk tanggung jawab kami untuk memastikan makanan yang dikonsumsi benar-benar aman, higienis, dan layak dikonsumsi,” ujar Nauval.

Dengan pengawasan ketat dari Polda Aceh dan dukungan SPPG di berbagai wilayah, program Makanan Bergizi Gratis diharapkan dapat berjalan optimal dan memberi dampak nyata bagi peningkatan gizi serta kesehatan pelajar di Aceh.

RSUDZA Respons Cepat Keluhan Pasien, Fasilitas Ruang Raudhah 4 Langsung Diperbaiki

0
Ember penampung air AC di ruang rawat Raudhah 4 (foto penanews.co.id / Rabu (12/11/2025) malam.

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Rumah Sakit Umum Daerah Zainoel Abidin (RSUDZA) Banda Aceh langsung merespons keluhan pasien terkait kondisi ruang perawatan Raudhah 4 yang dilaporkan kurang nyaman. Gangguan pendingin ruangan (AC), saluran pembuangan tersumbat, dan lampu teras yang kedap-kedip membuat pasien merasa tidak nyaman saat menjalani perawatan.

Seorang pasien yang sedang dirawat di ruang tersebut mengaku kesulitan beristirahat akibat suhu panas dan udara pengap.

“Seharusnya orang sakit mendapatkan suasana perawatan yang menenangkan. Kalau siang hari seperti tadi, keluar keringat seperti sedang bekerja di lapangan. Gerah dan sulit bernapas karena udara di ruangan terasa pengap dan beraroma kurang sedap,” ujarnya dengan nada kesal seperti dikutip dari penanews.co.id.

Menanggapi laporan itu, Pelaksana Harian (Plh) Direktur RSUDZA, Dr. Arifatul Khorida, MPH, FISQua, memastikan pihaknya langsung menindaklanjuti keluhan tersebut.

“Begitu mendapat informasi, saya langsung memerintahkan petugas piket Instalasi Pemeliharaan Sarana (IPRS) untuk mengecek dan memperbaiki baik AC maupun lampu penerangan di ruang tersebut. Seluruh fasilitas, sarana, dan prasarana di RSUZA memang kami lakukan perawatan dan pemeliharaan secara berkala,” ujarnya.

Kepada NUKILAN.ID ia juga menyampaikan apresiasinya kepada media yang telah menyuarakan kondisi tersebut.

“Kami berterima kasih atas perhatian dan masukan dari media. Informasi seperti ini sangat membantu kami untuk mempercepat proses perbaikan dan pemeliharaan fasilitas pelayanan. RSUZA berkomitmen menjaga mutu dan kenyamanan pelayanan sebagai rumah sakit rujukan tertinggi di Aceh jantung hati rakyat Aceh,” tambahnya dengan nada tegas namun bersahabat.

Pihak RSUDZA pun berharap masyarakat terus memberikan masukan demi peningkatan kualitas pelayanan kesehatan di rumah sakit kebanggaan masyarakat Aceh tersebut.

Reporter: Akil

DPR Aceh Terima Dokumen KUA-PPAS 2026, Pembahasan Dijadwalkan Dua Hari

0
Proses penyerahan Dokumen KUA-PPAS 2026 oleh Pemerintah Aceh kepada DPR Aceh. (Foto: Dok. Humas DPR Aceh)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Aceh menerima dokumen Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (PPAS) tahun anggaran 2026 dari Pemerintah Aceh, Rabu (12/11/2025) sore.

Dokumen tersebut diserahkan langsung oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh sekaligus Ketua Tim Anggaran Pemerintah Aceh (TAPA) M Nasir beserta anggota TAPA kepada Ketua DPR Aceh Zulfadli dan jajaran di ruang kerja pimpinan DPR Aceh.

“Hari ini kami menerima penyerahan dokumen KUA PPAS yang disampaikan oleh Pemerintah Aceh kepada DPRA,” kata Sekretaris Dewan DPRA Khudri kepada Nukilan usai acara penyerahan.

Khudri menjelaskan, dokumen KUA-PPAS akan dibahas oleh tim TAPA bersama Badan Anggaran (Banggar) DPR Aceh sesuai jadwal yang telah ditetapkan selama dua hari ke depan.

“Besok akan dibahas dan Jumat tanggal 14 November akan dilaksanakan paripurna untuk persetujuan bersama antara Pemerintah Aceh dan DPR Aceh,” pungkasnya.

Reporter: Rezi

Wali Nanggroe Aceh Anugerahkan Gelar “Petua Panglima Hukom Nanggroe” kepada Mendagri Tito Karnavian

0
Wali Nanggroe Aceh Anugerahkan Gelar “Petua Panglima Hukom Nanggroe” kepada Mendagri Tito Karnavian. (Foto: The Aceh Post)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Prof. Dr. Jenderal Pol (Purn) Muhammad Tito Karnavian menerima gelar kehormatan “Petua Panglima Hukom Nanggroe” dari Wali Nanggroe Aceh, Tgk Malik Mahmud Al Haythar. Penganugerahan ini merupakan bentuk penghargaan atas jasa Tito dalam menjaga keamanan nasional dan memperkuat perdamaian di Aceh.

Prosesi penganugerahan berlangsung khidmat di Meuligoe Wali Nanggroe Aceh, Aceh Besar, Rabu (12/11/2025). Amatan Nukilan.id, Tgk Malik Mahmud secara langsung menyematkan medali kehormatan dan gelar terhormat tersebut kepada Tito Karnavian, disaksikan oleh sejumlah pemangku kepentingan di Aceh.

“Lembaga Wali Nanggroe Aceh menganugerahkan salah satu tanda kehormatan tertingginya, yakni medali kehormatan, serta gelar terhormat ‘Petua Panglima Hukom Nanggroe’, kepada Prof Dr Jenderal Pol (Purn) Muhammad Tito Karnavian,” ujar Tgk Malik Mahmud Al Haythar.

Tgk Malik menjelaskan, gelar “Petua Panglima Hukom Nanggroe” bermakna sebagai penasehat agung dalam bidang hukum dan keadilan bagi negeri. Gelar ini menjadi simbol penghormatan bagi sosok yang memiliki integritas, kearifan, serta pengabdian bagi keadilan dan kemanusiaan.

Menurutnya, penghargaan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi Tito dalam menjaga keamanan nasional dan memperkuat perdamaian di Aceh, khususnya selama masa kepemimpinannya sebagai Kapolri pada 2016–2019.

“Selama masa kepemimpinannya sebagai Kapolri, Tito telah menunjukkan keteladanan, kebijaksanaan, dan komitmen kuat dalam menegakkan hukum dan menjaga persaudaraan antar anak bangsa,” tutur Tgk Malik.

Ia menambahkan, Tito juga memiliki peran penting dalam menjaga keutuhan perdamaian Aceh serta memastikan semangat MoU Helsinki tetap menjadi dasar pembangunan yang adil dan damai di Tanah Rencong.

“Tito juga turut berperan dalam menjaga keutuhan perdamaian Aceh, serta memastikan bahwa semangat MoU Helsinki terus hidup dan menjadi dasar bagi pembangunan yang adil dan damai di bumi Aceh,” lanjutnya.

Melalui penganugerahan ini, Tgk Malik menyebut rakyat Aceh menyampaikan rasa hormat dan terima kasih mendalam atas jasa serta pengabdian Tito kepada bangsa, terutama kepada Aceh.

“Semoga anugerah ini menjadi lambang persaudaraan, kehormatan, dan komitmen bersama untuk terus menjaga kedamaian dan persatuan di bawah ridha Allah SWT,” pungkas Wali Nanggroe Aceh itu. (XRQ)

Reporter: AKIL

Dedi Santri Resmi Sandang Gelar Advokat, Tambah Warna Baru Dunia Hukum di Aceh

0
Dedi Santri, S.H., CPM. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH — Langkah baru di dunia hukum resmi dimulai oleh Dedi Santri, S.H., CPM, setelah ia dilantik dan diambil sumpahnya sebagai advokat di wilayah hukum Pengadilan Tinggi Banda Aceh.

Momen pelantikan itu menjadi penanda penting dalam perjalanan karier Dedi Santri, sosok yang selama ini dikenal memiliki integritas dan dedikasi tinggi dalam memperjuangkan nilai-nilai keadilan. Dengan pengalaman luas di bidang hukum dan sosial, Dedi diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata dalam memperkuat supremasi hukum di Aceh.

Ucapan selamat dan apresiasi pun datang dari berbagai kalangan, termasuk dari Juru Bicara KPA Pusat, Bang Jack Libiya, yang turut menyampaikan rasa bangganya atas capaian tersebut.

“Pelantikan ini bukan hanya sebuah pencapaian pribadi, tetapi juga bentuk pengabdian terhadap masyarakat dan bangsa. Semoga Dedi Santri terus membawa semangat kejujuran, profesionalisme, dan keberpihakan kepada kebenaran dalam setiap langkahnya,” ujar Bang Jack.

Bagi banyak pihak, pelantikan ini bukan sekadar seremoni, melainkan simbol lahirnya semangat baru bagi dunia hukum di Aceh. Sosok Dedi diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk terus berjuang menegakkan keadilan dengan tanggung jawab dan integritas.

Teungku Nyak Sandang Hadiri Maulid Nabi di Labuhanhaji

0
Teungku Nyak Sandang, saat menghadiri acara Maulid Nabi Muhammad SAW di Sekolah Islam Terpadu, Labuhan haji, Aceh Selatan, Senin malam WIB, 10 November 2025. | (Foto /Ade Alkausar/jurnalaceh.pikiran-rakyat.com).

NUKILAN.ID | TAPAKTUAN — Sosok pejuang nasional asal Aceh, Teungku Nyak Sandang, kembali menyita perhatian publik. Di usianya yang telah melampaui satu abad, beliau hadir dalam peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang digelar Sekolah Islam Terpadu (SIT) Al-Ihsan Tashawwuf, asuhan Wali Agama Aceh Abuya Syekh H. Amran Waly Al-Khalidy, di Labuhanhaji, Aceh Selatan, Senin malam, 10 November 2025.

Kehadiran Teungku Nyak Sandang menjadi momen penuh haru dan kebanggaan bagi ratusan jamaah yang memadati kompleks SIT Al-Ihsan. Pejuang yang dikenal dengan pengorbanannya membantu pembelian pesawat Seulawah RI-001 itu disambut langsung oleh Abuya Amran Waly bersama jajaran Majelis Pengkajian Tauhid Tashawwuf (MPTT).

Sebelum menghadiri acara maulid, Nyak Sandang sempat berkunjung ke Pesantren Darul Ihsan untuk bersilaturahmi.

“Alhamdulillah, Nek Nyak Sandang sudah tiba di Labuhan haji dan sempat bersilaturahmi ke Pesantren Darul Ihsan sebelum ke lokasi maulid,” kata Ketua Yayasan Al-Ihsan, Tgk. Abi Ahmad Junaidi.

Dalam suasana hangat penuh penghormatan, Abuya Amran Waly menjamu kedatangan sang pejuang bersama rombongan. Dengan penuh takzim, anggota Khadam Umat—pasukan keamanan MPTT—menggendong Teungku Nyak Sandang ke atas panggung sebagai bentuk penghormatan atas jasa dan perjuangannya bagi bangsa.

Nama Teungku Nyak Sandang telah tercatat dalam sejarah nasional. Ia adalah salah satu penyumbang dana pembelian pesawat Seulawah RI-001, pesawat pertama Republik Indonesia pada masa awal kemerdekaan. Di usia 23 tahun, ia rela menjual kebunnya senilai 20 mayam emas dan menyerahkan hasilnya kepada pemerintah. Dana itu kemudian digunakan oleh Presiden Soekarno untuk membeli pesawat yang menjadi cikal bakal berdirinya maskapai Garuda Indonesia.

Dalam sambutannya, penerima Bintang Jasa Utama dari Presiden Prabowo Subianto ini mengungkapkan bahwa perjuangannya hanyalah bagian kecil dari perjuangan besar rakyat Indonesia dalam mempertahankan kemerdekaan. Ia juga mengenang peran dua tokoh besar asal Aceh yang berjuang bersama Soekarno, yaitu Abuya Muda Waly Labuhan haji (Syekh H. Muhammad Waly Al-Khalidy) dan Teungku Muhammad Daud Beureueh.

“Saya hanya salah satu yang berjuang pada masa itu. Banyak ulama dan tokoh Aceh lain yang tak kalah besar pengorbanannya untuk bangsa ini,” ujar Nyak Sandang.

Dengan suara bergetar namun tetap tegas, ia berpesan kepada generasi muda agar tidak terlena dengan harta duniawi.

“Sejak muda, harta bagi saya itu nomor dua. Harta yang kekal adalah agama yang kita bawa sampai ke kubur, yaitu Islam,” tuturnya.

Sementara itu, dalam tausyiahnya, Abuya Syekh H. Amran Waly Al-Khalidy mengingatkan jamaah tentang pentingnya meneladani akhlak Rasulullah SAW. Ia juga menekankan agar umat Islam menjaga shalat wajib secara berjamaah.

“Shalat berjamaah di masjid, jika tidak mampu, maka berjamaah di rumah. Jangan tinggalkan shalat lima waktu,” pesan Abuya.

Kehadiran Teungku Nyak Sandang di tengah-tengah masyarakat Labuhanhaji malam itu bukan sekadar nostalgia perjuangan masa lalu, melainkan juga pengingat bagi generasi kini tentang nilai keikhlasan, pengorbanan, dan cinta tanah air yang berpadu dengan keimanan.