NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Geofisika Aceh Besar mencatat sebanyak 185 kejadian gempa bumi mengguncang wilayah Provinsi Aceh dan sekitarnya selama Juli 2026. Dari total kejadian tersebut, 11 gempa di antaranya dilaporkan dirasakan oleh masyarakat.
Berdasarkan data BMKG, aktivitas gempa pada Juli didominasi oleh gempa berkekuatan kecil. Gempa dengan magnitudo di bawah 3 tercatat sebanyak 145 kejadian, sementara gempa bermagnitudo 3 hingga 5 terjadi sebanyak 39 kali. Adapun gempa dengan magnitudo di atas 5 hanya tercatat satu kali.
“Sementara itu, gempa dengan magnitudo 3 hingga 5 tercatat sebanyak 39 kejadian, dan gempa dengan magnitudo di atas 5 tercatat sebanyak 1 kejadian,” ujar Tommy Ardiansyah, Kepala Sub Bagian Tata Usaha BMKG Stasiun Geofisika Aceh Besar, dalam laporan yang diterima RRI, Senin (3/8/2026).
Jika ditinjau dari kedalamannya, sebagian besar gempa yang terjadi merupakan gempa dangkal dengan kedalaman kurang dari 60 kilometer. BMKG mencatat sebanyak 175 kejadian termasuk dalam kategori tersebut, sedangkan 10 kejadian lainnya merupakan gempa berkedalaman menengah dengan kedalaman antara 60 hingga 300 kilometer.
BMKG menjelaskan bahwa gempa bumi merupakan getaran yang terjadi akibat pelepasan energi secara tiba-tiba di dalam bumi, yang umumnya dipicu oleh patahan lapisan batuan pada kerak bumi. Energi tersebut berasal dari pergerakan lempeng tektonik dan dipancarkan dalam bentuk gelombang seismik sehingga getarannya dapat dirasakan hingga ke permukaan.
BMKG juga mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak mudah mempercayai informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya.
Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News

