Beranda blog Halaman 289

Wagub Aceh Resmikan BUMG Penyalur Pupuk Bersubsidi

0
Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah meulanching BUMG penyalur Pupuk Bersubsidi Program Gerak Cepat Pemerintah Aceh di desa Aneuk Gle Kec. Indrapuri Aceh Besar, Sabtu (16/8/2025). (Foto: Humas Pemerintah Aceh)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah, SE, meresmikan Badan Usaha Milik Gampong (BUMG) sebagai penyalur pupuk bersubsidi di Gampong Aneuk Glee, Kecamatan Indrapuri, Aceh Besar, Sabtu (16/8/2025). Program ini merupakan bagian dari sembilan Quick Wins Pemerintah Aceh dengan fokus utama pembangunan Lumbung Pangan Aceh.

Dalam sambutannya, Fadhlullah menyebutkan peluncuran BUMG penyalur pupuk bersubsidi sejalan dengan visi pembangunan Aceh 2025–2029, yakni “Aceh Islami, Maju, Bermartabat, dan Berkelanjutan”. Program ini juga mendukung misi kemandirian rakyat melalui swasembada pangan, energi, air, ekonomi hijau, dan ekonomi biru.

“Kehadiran BUMG sebagai penyalur pupuk bersubsidi akan memperpendek jalur distribusi, membuka peluang usaha dan lapangan kerja di gampong, serta memperkuat ekonomi kerakyatan. Ini adalah tonggak penting menuju swasembada pangan Aceh,” tegas Wagub.

Ia juga mengapresiasi sinergi antara PT Pupuk Indonesia, Pemerintah Kabupaten Aceh Besar, DPR, serta seluruh SKPA dan SKPK yang telah mendorong realisasi program tersebut.

Untuk memperkuat tata kelola, pemerintah mengacu pada Peraturan Presiden Nomor 6 Tahun 2025. Aturan itu menyederhanakan mekanisme distribusi pupuk agar lebih efisien, transparan, tepat sasaran, dan terintegrasi dengan Sistem Informasi Pupuk Bersubsidi.

Pada peresmian tersebut, Wagub menyerahkan pupuk bersubsidi jenis Urea dan NPK kepada enam BUMG dari sejumlah kabupaten/kota di Aceh. Penyaluran berikutnya akan dilanjutkan ke BUMG lain di berbagai daerah. Usai prosesi, Wagub bersama sejumlah pejabat turun langsung ke sawah untuk menabur pupuk bersama petani.

Peluncuran BUMG penyalur pupuk bersubsidi juga selaras dengan program nasional 80.000 Koperasi Desa Merah Putih yang dicanangkan Presiden pada 21 Juli 2025. Kedua lembaga ekonomi desa ini diharapkan bersinergi memperkuat basis ekonomi rakyat sekaligus mendukung swasembada pangan Aceh.

Aceh sendiri menunjukkan tren positif di sektor pertanian. Pada 2024, luas panen padi mencapai 301,20 ribu hektare, naik 18,45 persen dibanding tahun sebelumnya, dengan total produksi 1,66 juta ton gabah kering giling. Pemerintah Aceh menargetkan produksi padi menembus 2 juta ton pada akhir 2026.

Editor: Akil

Bayi 8 Bulan di Aceh Selatan Tewas Dibunuh Ayah Kandung, Pelaku Ditangkap Polisi

0
Garis Polisi. (Foto: AFP Photo/Joshua Lott).

NUKILAN.ID | TAPAKTUAN – Peristiwa tragis mengguncang warga Aceh Selatan. Seorang bayi berusia delapan bulan meregang nyawa setelah diduga dibunuh oleh ayah kandungnya sendiri, M (29). Motif sementara, pelaku tega menghabisi darah dagingnya karena kesal korban sering sakit-sakitan dan menangis.

“Dari hasil pemeriksaan awal, motif sementara pelaku melakukan perbuatan keji tersebut diduga karena kesal terhadap korban yang sering sakit-sakitan dan menangis sehingga membuat tersangka tidak sabar lalu nekat melakukan tindakan kekerasan yang berujung kematian,” ujar Kasat Reskrim Polres Aceh Selatan, Iptu Narsyah Agustian, Minggu (17/8/2025).

Pelaku, yang merupakan warga Gampong Lawe Cimanok, Kecamatan Kluet Timur, sempat berusaha melarikan diri setelah kejadian. Namun, upaya itu digagalkan polisi. M ditangkap di Jalan Nasional Tapaktuan-Meulaboh, tepatnya di Gampong Mutiara, Kecamatan Sawang, pada Kamis (16/8) siang.

Menurut pihak kepolisian, warga yang mengetahui insiden memilukan tersebut segera melapor. Polisi kemudian bergerak cepat dengan menutup jalur pelarian dan mengerahkan personel untuk melakukan pengejaran.

“Hasilnya, pelaku yang melintas dengan sepeda motor berhasil dikenali dan segera diamankan petugas. Dia ditangkap tiga jam setelah kejadian,” jelas Narsyah.

Atas perbuatannya, pelaku dijerat dengan Pasal 80 ayat (4) UU No. 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak jo Pasal 44 ayat (4) UU No. 23 Tahun 2004 tentang Kekerasan Dalam Rumah Tangga.

Kapolres Aceh Selatan, AKBP T. Ricki Fadlianshah, menegaskan pihaknya akan mengusut tuntas kasus ini.

“Kasus ini menjadi perhatian serius karena melibatkan anak sebagai korban. Polres Aceh Selatan tidak akan memberi ruang bagi pelaku kekerasan, terlebih terhadap anak-anak. Kami pastikan proses hukum berjalan tegas dan transparan,” katanya.

Siswa SD di Nagan Raya Panjat Tiang Perbaiki Tali Bendera saat Upacara HUT ke-80 RI

0
Julian Saputra, murid kelas VI SD Keude Seumot, spontan memanjat tiang bendera setelah melihat tali pengikat terlepas. (Foto: Detik)

NUKILAN.ID | SUKAMAKMU – Upacara peringatan HUT ke-80 RI di Kecamatan Beutong, Kabupaten Nagan Raya, Aceh, sempat terhenti sejenak akibat tali bendera yang terlepas. Namun, situasi tersebut terselamatkan berkat keberanian seorang siswa sekolah dasar.

Julian Saputra, murid kelas VI SD Keude Seumot, spontan memanjat tiang bendera setelah melihat tali pengikat terlepas. Aksinya terekam dalam video yang beredar dan memperlihatkan Julian dengan cekatan mengambil tali yang menggantung, lalu membawanya turun untuk disambungkan kembali.

Kapolsek Beutong Ipda Syafrizal membenarkan peristiwa itu. Ia menjelaskan insiden terjadi tepat saat bendera hendak dibentangkan.

“Kejadiannya waktu bendera dibentangkan ikatan talinya lepas. Pada saat itu bendera belum dikibarkan, baru dibentangkan,” ujar Syafrizal.

Setelah tali berhasil diperbaiki, prosesi pengibaran bendera pun dapat dilanjutkan dengan khidmat.

Aksi heroik Julian tak hanya menyelamatkan jalannya upacara, tetapi juga menuai apresiasi dari pemerintah daerah. Bupati Nagan Raya, Teuku Raja Keumangan, menyampaikan penghargaan atas keberanian Julian.

“Atas nama Pemkab Nagan Raya, saya menyampaikan rasa bangga dan apresiasi kepada siswa yang telah menunjukkan keberanian dan ketulusan dalam menjaga kehormatan sang saka Merah Putih. Aksi heroik ini patut menjadi teladan bagi generasi muda,” kata TR Keumangan dalam keterangannya.

Peringati HUT RI ke-80, Gubernur Aceh Serahkan Remisi kepada Ribuan Narapidana

0
Peringati HUT RI ke-80, Gubernur Aceh Serahkan Remisi kepada Ribuan Narapidana. (Foto: Humas Aceh)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Gubernur Aceh Muzakir Manaf atau yang akrab disapa Mualem menyerahkan remisi kepada para narapidana pada momentum peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-80. Acara tersebut berlangsung di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Banda Aceh, Minggu (17/8/2025).

Pemberian remisi merupakan agenda rutin nasional yang digelar setiap HUT RI. Tahun ini, selain Remisi Umum (RU), juga diberikan Remisi Dasawarsa (RD) yang khusus berlaku setiap sepuluh tahun sekali.

Dalam sambutan Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan RI yang dibacakan Gubernur Aceh, Mualem menekankan bahwa remisi bukan sekadar pengurangan masa hukuman, tetapi juga dorongan bagi warga binaan untuk terus berperilaku baik.

“Pemberian remisi ini bukan hanya hadiah semata, tetapi hasil dari kesungguhan mengikuti pembinaan. Kepada para penerima, jadikan kesempatan ini sebagai motivasi untuk selalu berperilaku baik. Kembalilah ke tengah masyarakat sebagai pribadi yang taat hukum dan bermanfaat,” ujar Mualem.

Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Kanwil Ditjen PAS) Aceh, Yan Rusmanto, melaporkan bahwa remisi tahun ini diberikan kepada narapidana yang tersebar di 26 Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan di Aceh. Dari jumlah tersebut, sebanyak 5.480 orang memperoleh RU I berupa pengurangan masa hukuman, sementara 37 orang menerima RU II dan langsung dinyatakan bebas.

Selain itu, Remisi Dasawarsa juga diberikan kepada 6.005 narapidana, terdiri atas 5.988 orang penerima RD I dan 17 orang penerima RD II yang langsung menghirup udara bebas.

Yan menambahkan, proses pembinaan terhadap warga binaan tidak berhenti di dalam Lapas. Menurutnya, dukungan masyarakat sangat penting agar mereka dapat memulihkan hubungan sosial sekaligus menata kembali kehidupan yang lebih baik.

Acara penyerahan remisi tersebut turut dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Aceh, Wali Kota Banda Aceh, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA), serta jajaran Satuan Kerja Perangkat Aceh (SKPA) terkait.

AHY Kenakan Baju Adat Aceh di Upacara HUT Ke-80 RI di Istana Merdeka

0
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), tampil mengenakan baju adat Aceh saat menghadiri Upacara Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia di Halaman Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Ahad (17/8/2025). (Foto: Tangkapan Layar)

NUKILAN.ID | JAKARTA – Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), tampil mengenakan baju adat Aceh saat menghadiri Upacara Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia di Halaman Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Ahad (17/8/2025).

Pantauan Nukilan.id melalui siaran YouTube Sekretariat Presiden, Ketua Umum Partai Demokrat itu terlihat mengenakan meuketop sebagai penutup kepala, kain tradisional yang biasa dipakai oleh laki-laki Aceh. Ia duduk berdampingan bersama adiknya, Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas), serta Titiek Soeharto dan Didit Prabowo.

Di lokasi yang sama, Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming Raka, juga tampak mengenakan pakaian adat Kerawang Gayo khas Aceh. (XRQ)

Reporter: Akil

Gibran Kenakan Baju Adat Gayo di HUT ke-80 RI

0
Wakil Presiden (Wapres) RI Gibran Rakabuming Raka bersama keluarga menghadiri upacara Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Kemerdekaan RI di Istana Merdeka, Jakarta, Minggu (17/8/2025). (Foto: Sekretariat Wakil Presiden)

NUKILAN.ID | JAKARTA – Wakil Presiden (Wapres) RI Gibran Rakabuming Raka bersama keluarga menghadiri upacara Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Kemerdekaan RI di Istana Merdeka, Jakarta, Minggu (17/8/2025).

Mobil rombongan Wapres Gibran terlihat memasuki kawasan Istana sekitar pukul 10.30 WIB. Ia tiba bersama sang istri, Selvi Ananda, serta dua anak mereka, Jan Ethes Srinarendra dan La Lembah Manah.

Amatan Nukilan.id dari kanal Youtube Sekretariat Presiden, dalam kesempatan itu, Gibran tampil mengenakan baju adat Gayo (Kerawang Gayo) khas Aceh Tengah. Sementara Selvi memilih busana adat Palembang. Warna pakaian keluarga kecil ini tampak serasi, dengan Gibran dan Jan Ethes mengenakan busana hitam, serta Selvi dan La Lembah yang tampil anggun dalam balutan merah.

Setibanya di lokasi, Gibran sempat melambaikan tangan untuk menyapa para tamu yang hadir di halaman Istana Merdeka.

Sebagai informasi, Presiden RI Prabowo Subianto memimpin langsung upacara peringatan kemerdekaan pagi dan sore hari ini. Upacara dimulai dengan kirab pengantaran bendera Merah Putih dan naskah Teks Proklamasi dari Monumen Nasional (Monas) menuju Istana pada pukul 08.00 WIB.

Dikutip dari Kompas.com, Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menyebut, sebanyak 8.000 masyarakat hadir dalam sesi upacara pagi. “Pagi 8.000, sore 8.000,” ujar Prasetyo usai geladi kotor upacara HUT ke-80 RI di Istana, Jakarta, Selasa (12/8/2025).

Selain upacara, perayaan HUT RI tahun ini juga diwarnai pesta rakyat, karnaval, hingga pertunjukan drone dan kembang api. Pesta rakyat digelar di kawasan Monas dan sepanjang Jalan Sudirman-Thamrin mulai pagi hari, menghadirkan pasar malam, perlombaan, festival kuliner, hingga panggung hiburan.

Karnaval Kemerdekaan rencananya berlangsung pukul 19.30–21.30 WIB, dengan rute dari Monas hingga persimpangan Semanggi. Kemeriahan malam ditutup dengan pertunjukan drone dan kembang api di Bundaran HI pada pukul 21.30–22.00 WIB. (XRQ)

Reporter: Akil

Rossa Meriahkan HUT ke-80 RI di Istana Merdeka

0
Penyanyi pop Rossa dengan suara khasnya melantunkan lagu "Indonesia Pusaka" karya Ismail Marzuki yang diaransemen Anto Hoed pada rangkaian upacara Hari Ulang Tahun Republik Indonesia ke-80 di Istana Merdeka, Jakarta, Minggu (17/8/2025). (Foto: Tangkapan Layar)

NUKILAN.ID | JAKARTA – Penyanyi pop Rossa dengan suara khasnya melantunkan lagu “Indonesia Pusaka” karya Ismail Marzuki yang diaransemen Anto Hoed pada rangkaian upacara Hari Ulang Tahun Republik Indonesia ke-80 di Istana Merdeka, Jakarta, Minggu (17/8/2025).

Pantauan Nukilan.id melalui kanal YouTube Sekretariat Presiden, Rossa tampil anggun dengan baju kurung merah marun dan hiasan kepala bertingkat berwarna perak. Penampilannya menambah khidmat suasana peringatan detik-detik proklamasi di halaman Istana Merdeka.

Selain Rossa, sejumlah penyanyi lainnya juga ikut memeriahkan acara. Endah Laras menyanyikan lagu nasional “Tanah Airku” ciptaan Ibu Sud dengan iringan musik keroncong. Sementara itu, Cakra Khan dan Isyana Sarasvati tampil berduet membawakan lagu “Rumah Kita” dan “Negeriku.”

Perayaan HUT ke-80 Republik Indonesia tahun ini mengusung tema “Bersatu Berdaulat, Rakyat Sejahtera, Indonesia Maju.” Rangkaian acaranya meliputi upacara peringatan detik-detik proklamasi di Istana Merdeka, kirab Bendera Merah Putih dan teks proklamasi, pesta rakyat, serta karnaval kemerdekaan. (XRQ)

Reporter: Akil

Profil Gustika Jusuf-Hatta, Cucu Bung Hatta yang Kritik Pemerintah lewat Pakaian di HUT ke-80 RI

0
Bung Hatta dan Gustika Jusuf Hatta (Foto: Instagram)

NUKILAN.ID | JAKARTA – Cucu Wakil Presiden pertama RI, Mohammad Hatta, yakni Gustika Jusuf-Hatta mencuri perhatian publik saat menghadiri upacara HUT ke-80 RI di Istana Merdeka, Jakarta, pada 17 Agustus 2025.

Gustika tampil dengan kebaya hitam dan kain slobog, busana tradisional Jawa yang biasanya dikenakan dalam suasana duka. Pilihan busana itu menjadi simbol kritiknya terhadap kondisi hak asasi manusia (HAM) di Indonesia.

Dalam unggahannya, Gustika menilai perayaan kemerdekaan tahun ini tidak bisa dilepaskan dari rasa keprihatinan atas berbagai pelanggaran HAM yang belum terselesaikan.

Ia juga menyinggung insiden di Pati yang menelan korban jiwa akibat tindakan aparat. Meski penuh kritik, Gustika menegaskan sikapnya berangkat dari rasa cinta yang mendalam terhadap Republik Indonesia.

Profil Gustika

Hasil penelusuran Nukilan.id dari berbagai sumber, wanita bernama lengkap Gustika Fardani Jusuf tersebut lahir pada 19 Januari 1994. Ia merupakan anak tunggal dari pasangan Halida Nuriah Hatta—putri bungsu Bung Hatta—dan Gary Rahman Jusuf, mantan Duta Besar RI untuk Fiji.

Pendidikannya ditempuh di sejumlah kampus bergengsi luar negeri, antara lain King’s College London (2015–2018), The Hague Academy of International Law (2019), hingga Geneva Academy of International Humanitarian Law and Human Rights (2022–2024).

Selain itu, ia juga aktif mengikuti berbagai program non-gelar, seperti Harvard Extension School (2021) dan Institut d’Études Politiques de Lyon (2013–2014).

Aktivitas Sosial dan Karier

Di luar pendidikan, Gustika dikenal aktif di kegiatan sosial. Ia pernah menjadi relawan di British Red Cross (2016–2017) serta terlibat di Women’s March Jakarta (2019–2021). Saat ini, ia juga menjabat sebagai Board Member dan Senior Adviser di Yayasan Hatta.

Karier profesionalnya pun beragam, mulai dari magang di Kemenkopolhukam (2016), Perutusan Tetap RI untuk PBB (2017–2018), hingga menjadi peneliti di Imparsial (2020–2022). Gustika juga pernah menjadi Youth Adviser di UNFPA (2019–2020) dan National Youth Consultant di Plan International (2020–2022).

Di laman LinkedIn, ia menyebut dirinya peneliti yang fokus pada reformasi sektor keamanan, kerja sama internasional, analisis konflik, hingga isu feminisme dan dekolonisasi.

Kehidupan Pribadi

Di luar aktivitas akademis dan sosial, Gustika dikenal sebagai pecinta kucing. Ia memelihara beberapa kucing ras maupun domestik. Gustika juga mengidolakan Suga dari BTS. Pada Juli 2025 lalu, ia mengumumkan telah bertunangan dengan Gifar, seorang pengacara yang pernah bekerja di Lembaga Bantuan Hukum. (XRQ)

Reporter: Akil

Kenakan Kain Slobog di Istana, Cucu Bung Hatta Kritik Pemerintah di HUT ke-80 RI

0
Cucu Wakil Presiden Pertama RI, Gustika Jusuf-Hatta. (Foto: Instagram @gustikajusuf)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Cucu Wakil Presiden Pertama RI, Gustika Jusuf-Hatta, menjadi sorotan publik saat menghadiri peringatan 80 tahun kemerdekaan Republik Indonesia di Istana Merdeka, Jakarta, Minggu (17/8/2025).

Kehadirannya bukan hanya menarik perhatian karena garis keturunannya dari Bung Hatta, tetapi juga lantang menyuarakan kritik terhadap pemerintah, khususnya terkait kondisi hak asasi manusia (HAM) di Indonesia.

Dikutip Nukilan.id dari unggahan di Instagram pribadinya, Gustika menegaskan sulit merayakan kemerdekaan tanpa mengingat luka sejarah pelanggaran HAM. Ia bahkan menyebut Presiden saat ini sebagai “penculik dan penjahat HAM” serta wakilnya sebagai “anak haram konstitusi.”

“Di hari kemerdekaan tahun ini, rasa syukurku bercampur dengan keprihatinan atas luka HAM yang belum tertutup. Bahkan, kini kita dipimpin oleh seorang Presiden penculik dan penjahat HAM, dengan Wakil anak haram konstitusi,” tulisnya.

Menurut Gustika, militerisasi kian merasuk ke ruang sipil, sementara hak rakyat semakin tergerus. Ia juga menyinggung peristiwa kekerasan aparat terhadap demonstran di Pati yang baru-baru ini menelan korban jiwa.

“Jujur tidak sampai hati merayakan hari kemerdekaan Indonesia ke-80 tanpa rasa iba, dengan peristiwa demi peristiwa yang mengkhianati nilai kemanusiaan yang datang bertubi-tubi, seperti kekerasan aparat yang baru saja mengorbankan jiwa di Pati minggu ini,” lanjutnya.

Simbol Kain Slobog

Selain pernyataan verbal, kritik Gustika juga diwujudkan dalam pilihan busana. Ia mengenakan kebaya hitam dengan batik slobog, kain tradisional Jawa yang biasanya digunakan dalam prosesi pemakaman sebagai simbol pelepasan dan doa bagi orang yang telah meninggal.

“Motif slobog melambangkan keikhlasan dan doa agar jalan yang ditinggalkan lapang. Saya mengenakannya sebagai simbol duka, sekaligus bentuk protes diam,” tulisnya.

Meski menunjukkan sikap berkabung, Gustika menegaskan hal itu bukan bentuk keputusasaan.

“Berkabung adalah jeda untuk memelihara ingatan dan menagih hak rakyat serta janji-janji konstitusi,” ujarnya.

Suasana Upacara di Istana

Upacara HUT ke-80 RI di Istana Merdeka juga menjadi momen bersejarah bagi Presiden Prabowo Subianto. Untuk pertama kalinya sejak menjabat, ia bertindak sebagai Inspektur Upacara. Dengan suara tegas dan sedikit bergetar, Prabowo membacakan teks Proklamasi Kemerdekaan yang dulu diumumkan oleh Soekarno-Hatta pada 17 Agustus 1945.

Dentuman meriam mengiringi detik-detik Proklamasi, menambah khidmat suasana upacara.

Sejumlah tokoh hadir, termasuk Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka yang didampingi istrinya, Selvi Ananda, serta dua anak mereka, Jan Ethes Srinarendra dan La Lembah Manah. Mereka tampil mengenakan busana adat Gayo dari Aceh Tengah.

Gibran duduk bersama para mantan wakil presiden, antara lain Try Sutrisno, Ma’ruf Amin, Boediono, serta Jusuf Kalla. (xrq)

Reporter: Akil

Pesilat Perempuan Tampil Memukau di HUT ke-80 RI, Perlihatkan Jurus Betawi hingga Kipas Merah Putih

0
Pesilat Perempuan Tampil Memukau di HUT ke-80 RI. (Foto: Tangkapan Layar)

NUKILAN.ID | JAKARTA – Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Republik Indonesia di Istana Merdeka, Minggu (17/8/2025), dimeriahkan penampilan memukau para pesilat perempuan. Dengan balutan baju hitam dan celana silat bermotif batik mega mendung bernuansa biru, mereka menampilkan keindahan gerakan pencak silat di hadapan para tamu negara.

Dilihat Nukilan.id dari kanal YouTube Kementerian Sekretariat Negara, para pesilat tersebut memperlihatkan sejumlah jurus khas pencak silat Betawi. Pertunjukan semakin menarik saat ditutup dengan permainan silat menggunakan kipas berwarna merah dan putih.

MC acara menyampaikan bahwa para pesilat yang tampil merupakan binaan Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) DKI Jakarta. Menariknya, iringan musik yang digunakan tidak hanya menampilkan nuansa Betawi, tetapi juga sentuhan Sunda, dengan tabuhan ketuk tilu serta alunan terompet penca.

Pencak silat sendiri merupakan warisan leluhur nusantara yang hampir selalu hadir di setiap daerah di Indonesia. Sejak tahun 2019, UNESCO telah menetapkan Pencak Silat sebagai warisan budaya dunia tak benda, menegaskan nilai pentingnya bagi identitas dan kebanggaan bangsa. (XRQ)

Reporter: Akil