Beranda blog Halaman 288

Karhutla di Negeri Antara Hanguskan Tiga Hektar Lahan

0
Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kabupaten Bener Meriah, Aceh, menghanguskan sedikitnya tiga hektar. Kebakaran lahan ini berada di Desa Negeri Antara, Kecamatan Pintu Rime Gayo, Senin (18/8/2025) sore. (Foto: BPBA)

NUKILAN.ID | REDELONG – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali terjadi di Kabupaten Bener Meriah, Aceh. Sedikitnya tiga hektar lahan hangus dilalap api di Desa Negeri Antara, Kecamatan Pintu Rime Gayo, Senin (18/8/2025) sore.

“Telah terjadinya kebakaran lahan pada hari Senin, 18 Agustus 2025 pukul 16.37 WIB di Kecamatan Pintu Rime Gayo Desa Negeri Antara,” kata Haslinda Juwita, Petugas Pusdalops BPBA.

Haslinda menjelaskan, penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan petugas berwenang. Lahan yang terbakar berada di kawasan perbukitan. Kondisi kering membuat api cepat membesar dan merembet ke area sekitar.

“Menurut pendataan petugas Pusdalops BPBD Bener Meriah luas kebakaran mencapai tiga hektar,” ujarnya.

Untuk memadamkan api, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bener Meriah mengerahkan dua mobil fire jeep dari Posko Blang Rakal dan satu unit mobil tangki dari Posko 03 Singah Mulo.

“Kondisi terkini api telah berhasil dipadamkan,” pungkas Haslinda.

Promosi Wisata, Aceh Tengah Luncurkan 26 Kendaraan Berstiker ‘Di Takengon Aja’

0
Bupati Haili Yoga memasang stiker promosi wisata 'Di Takengon Aja' di salah satu mobil HiAce. (Foto: Istimewa)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah resmi meluncurkan 26 unit armada angkutan umum yang kini memiliki fungsi ganda: melayani penumpang sekaligus menjadi media promosi wisata daerah.

Peresmian berlangsung di halaman Gedung Olah Seni (GOS) Takengon, Senin (18/8/2025) sore. Bupati Aceh Tengah Haili Yoga hadir bersama Wakil Bupati Muchsin Hasan dan Pj Sekda Mursyid.

Armada tersebut terdiri dari 15 unit HiAce, 3 unit bus Termo King rute Takengon-Bali PP, 6 unit Cold Diesel, serta 2 unit Traga yang dikelola PT Maha Bintang. Seluruh kendaraan kini menggunakan pelat nomor BL-G dan ditempeli stiker promosi wisata dengan slogan khas “Di Takengon Aja”.

“Ini langkah yang tepat. Kami berterima kasih kepada pihak perusahaan yang mendukung promosi wisata daerah melalui armada transportasi. Di momen HUT RI ini, semangat kebersamaan kita bukan hanya memperingati kemerdekaan, tapi juga mengisi dengan karya nyata untuk membangun dan mempromosikan Aceh Tengah,” kata Haili.

Ia menilai, kerja sama tersebut akan berdampak positif pada Pendapatan Asli Daerah (PAD). Pasalnya, armada yang sebelumnya menggunakan pelat luar kini resmi berpelat G Aceh Tengah.

Selain itu, stiker promosi wisata yang terpasang pada setiap unit armada diyakini akan menjadi media berjalan yang efektif. Kendaraan yang beroperasi lintas kota dan provinsi diharapkan mampu memperkenalkan kekayaan alam, budaya, serta potensi wisata Aceh Tengah ke masyarakat luas.

Wakil Bupati Muchsin Hasan menambahkan, kolaborasi transportasi umum dengan branding wisata menjadi contoh nyata sinergi antara sektor swasta dan pemerintah daerah.

“Setiap kali kendaraan ini melintas, orang akan membaca dan penasaran dengan slogan ‘Di Takengon Aja’. Ini cara sederhana tapi berdampak besar bagi promosi wisata kita,” ujar Muchsin.

Waspada, Puluhan Titik Panas Terpantau di Aceh Besar

0
Peta sebaran titik panas di Provinsi Aceh hari ini. (Foto: BMKG Aceh)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Memasuki musim kemarau, puluhan titik panas atau hotspot terpantau di Provinsi Aceh. Berdasarkan hasil pantauan Sensor MODIS Satelit Terra, Aqua, Suomi NPP, dan NOAA20/VIIRS, terdapat 55 titik panas yang tersebar di sejumlah kabupaten/kota, dengan jumlah terbanyak berada di Aceh Besar.

“Terdapat 22 titik panas yang terdeteksi dominan di Aceh Besar, tersebar di Kota Cot Glie, Kota Jantho, Seulimum, Masjid Raya, dan Lembah Seulawah,” ungkap Dedi Ardana, Prakirawan BMKG Aceh, Senin (18/8/2025).

Selain Aceh Besar, titik panas juga terpantau di Kabupaten Bireuen sebanyak 10 titik. Kemudian di Aceh Singkil dan Aceh Utara masing-masing 5 titik, Aceh Tengah 4 titik, Nagan Raya dan Pidie masing-masing 2 titik, serta Aceh Jaya, Aceh Selatan, Bener Meriah, dan Pidie Jaya yang masing-masing terdapat 1 titik.

BMKG mengingatkan masyarakat untuk lebih berhati-hati dalam penggunaan api di tengah kondisi cuaca kering yang diperkirakan masih akan bertahan dalam beberapa hari ke depan.

“Diperkirakan beberapa hari ke depan, potensi cuaca cerah masih bertahan dan titik panas diprediksi akan terus bertambah, kami meminta masyarakat untuk lebih waspada dan berhati-hati dalam penggunaan api, hindari membuang puntung rokok dan hindari membakar sampah serta membuka lahan dengan cara membakar,” jelasnya.

Dengan adanya peringatan ini, masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan guna mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan yang dapat merugikan lingkungan dan kesehatan.

Editor: Akil

Golkar Aceh Santuni Anak Yatim di Momentum 20 Tahun Perdamaian dan HUT ke-80 RI

0
Dewan Pimpinan Daerah (DPD) I Partai Golkar Aceh memberikan santunan kepada 80 anak yatim dalam rangka syukuran memperingati 20 tahun perdamaian Aceh dan HUT ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia di Banda Aceh, Senin (Foto: Humas Golkar)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) I Partai Golkar Aceh menggelar syukuran dengan memberikan santunan kepada 80 anak yatim. Kegiatan ini sekaligus memperingati dua momentum penting, yakni 20 tahun perdamaian Aceh dan HUT ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia.

“Bagi Golkar, mengisi perdamaian adalah keharusan. Kita harus memperkuat fondasi perdamaian itu sendiri. Begitu juga dengan kemerdekaan, Partai Golkar sudah jelas menyebutkan komitmennya dalam ikrar partai,” ujar Ketua DPD I Golkar Aceh, TM Nurlif, di Banda Aceh.

Selain santunan anak yatim, rangkaian acara juga diisi dengan donor darah yang menargetkan 80 kantong serta makan bersama (khanduri) sebagai wujud rasa syukur atas anugerah damai dan kemerdekaan.

Nurlif menekankan bahwa seluruh kader Golkar di Aceh memiliki kewajiban untuk menjaga serta merawat perdamaian yang telah terjalin sejak penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) Helsinki pada 15 Agustus 2005.

Ia menjelaskan kegiatan santunan untuk anak yatim, khanduri serta kegiatan donor darah adalah bagian dari rasa syukur atas anugerah damai dan kemerdekaan Allah berikan untuk Aceh khususnya dan Indonesia umumnya.

Momentum dua dekade damai Aceh, menurutnya, menjadi pengingat penting bagi masyarakat Aceh untuk terus menjaga nilai-nilai yang telah dicapai bersama.

Acara yang digelar di kantor DPD I Golkar Aceh itu turut dihadiri pengurus, kader, simpatisan partai, para anak yatim, serta sejumlah anggota DPRA, yakni Ansari Muhammad, Diana Putri Amelia, Khalid, Muhammad Rizky, M. Natsir, dan Iskandar.

Nanti Siang, Illiza Lantik Jalaluddin sebagai Sekdako Banda Aceh

0
Tangkapan layar surat undangan pelantikan Sekdako Banda Aceh. (Foto: Nukilan)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal, dijadwalkan melantik Jalaluddin sebagai sekretaris daerah kota (Sekdako) definitif pada Selasa siang, 19 Agustus 2025.

Berdasarkan surat yang diterima Nukilan.id, surat bertanggal 15 Agustus itu menyebutkan prosesi pelantikan akan berlangsung pukul 14.00 WIB di aula lantai IV Gedung Balai Kota Banda Aceh.

Saat ini, Jalaluddin masih menjabat sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Sekdako Banda Aceh. Dengan pelantikan tersebut, ia akan resmi menduduki jabatan sebagai sekretaris daerah definitif.

Penetapan sekda definitif ini diharapkan menjadi langkah awal yang baik dalam menjalankan Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) Kota Banda Aceh. (XRQ)

Reporter: Akil

PT Mifa Jalankan 500 Program CSR Setiap Tahun, Ring Satu Terima Rp 800 Juta

0
Manager Divisi CSR dan Corporate Communication PT Mifa Bersaudara, Teungku Khadafi Almunir. (Foto: Nukilan/Rezi)

NUKILAN.id | Banda Aceh – PT Mifa Bersaudara konsisten melaksanakan sedikitnya 500 kegiatan Corporate Social Responsibility (CSR) setiap tahunnya. Program-program tersebut tersebar di delapan bidang utama dan dijalankan melalui pendekatan partisipatif bersama masyarakat di sekitar area tambang batubara perusahaan.

“PT Mifa setiap tahunnya melaksanakan minimal 500 kegiatan CSR. Laporan pelaksanaan disampaikan kepada pemerintah setiap tiga bulan, disertai monitoring dan evaluasi oleh instansi terkait, bahkan melibatkan perguruan tinggi,” kata Manager Divisi CSR dan Corporate Communication PT Mifa Bersaudara, Teungku Khadafi Almunir kepada Nukilan di Banda Aceh, Senin (18/8/2025).

Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) perusahaan ini telah dimulai sejak tahun 2012, bahkan sebelum PT Mifa resmi beroperasi. Dana CSR mulai tercatat pada tahun 2013 dengan fokus pada delapan bidang utama sesuai regulasi yang berlaku.

Kedelapan bidang tersebut meliputi kesehatan, pendidikan, usaha kecil menengah, infrastruktur, sosial budaya, kelembagaan, serta program lain yang disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat setempat.

“CSR Mifa tidak boleh keluar dari delapan kegiatan pokok tersebut. Semua program disusun melalui kajian sosial mapping oleh pihak ketiga dan dirumuskan bersama masyarakat,” ujar Khadafi.

Untuk menghasilkan ratusan program CSR yang tepat sasaran, PT Mifa menerapkan perencanaan yang matang melalui kajian social mapping oleh pihak ketiga. Hasil kajian tersebut menjadi dasar penyusunan Rencana Induk CSR untuk periode lima tahun yang diperbarui secara berkala.

Program kemudian disusun secara partisipatif langsung bersama masyarakat dengan dukungan sekitar 20 orang fasilitator yang bertugas. “Jadi masyarakat sendiri yang menyusun program, bukan kita. Kami hanya memfasilitasi agar tetap sesuai delapan kegiatan pokok tadi,” jelasnya.

Setiap usulan program dibahas dalam Forum Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Perusahaan (TJSLP) sebelum mendapat pengesahan dari Bupati Aceh Barat, Gubernur Aceh, dan Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Aceh.

Dengan volume 500 kegiatan CSR per tahun, PT Mifa menerapkan sistem pelaporan dan monitoring yang ketat. Laporan pelaksanaan program disampaikan kepada pemerintah setiap tiga bulan, disertai monitoring dan evaluasi yang melibatkan instansi terkait, bahkan perguruan tinggi.

Untuk mendukung ratusan program tersebut, PT Mifa mengalokasikan dana CSR dengan sistem bertingkat berdasarkan kedekatan wilayah dengan area tambang. Wilayah ring satu mendapat alokasi terbesar, yakni Rp800 juta per desa, setara dengan dana desa yang diterima masyarakat oleh pemerintah setempat.

“Untuk wilayah ring satu tambang, besaran CSR yang kita berikan dalam bentuk program setara dengan dana desa, yakni bisa mencapai sekitar Rp800 juta per desa sejak tahun 2023. Pelaksanaan kegiatan berdasarkan kebutuhan masyarakat,” katanya.

Meski menjalankan ratusan program setiap tahun, PT Mifa memiliki komitmen kuat untuk menyelesaikan semua kegiatan hingga tuntas. Khadafi mengakui ada beberapa program tahun 2024 yang belum selesai, namun kegiatan tersebut tetap akan dilanjutkan pada 2025 bahkan tahun-tahun berikutnya jika diperlukan.

“Tidak ada kebijakan dana dikembalikan ke perusahaan. Semua program yang belum selesai tetap berjalan sampai tuntas, dengan laporan progres yang disampaikan ke pemerintah,” tegasnya.

Komitmen ini memastikan bahwa dari ratusan program CSR yang dicanangkan setiap tahun, tidak ada yang terbengkalai atau dihentikan di tengah jalan.

Ia menambahkan, kepuasan masyarakat terhadap program CSR PT Mifa berada pada kategori “puas” berdasarkan survei yang dilakukan Universitas Syiah Kuala (USK) dan UIN Ar-Raniry.

Ke depan, Khadafi berharap pemerintah Aceh dapat memperkuat regulasi yang mendukung iklim investasi agar sumber daya alam Aceh dapat dikelola dengan baik dan memberikan manfaat optimal bagi masyarakat.

“Harapan kita, pemerintah menghadirkan aturan yang tidak menyulitkan investasi. Aceh punya sumber daya alam melimpah, tinggal bagaimana dikelola agar bermanfaat bagi masyarakat,” pungkas Khadafi.

Reporter: Rezi

BKPSDM Aceh Selatan Adakan Sosialisasi Terkait PPPK Paruh Waktu Besok

0
Surat Bupati Aceh Selatan. (Foto: tangkapan layar).

NUKILAN.ID | TAPAKTUAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Selatan melalui Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) akan melaksanakan sosialisasi terkait Pengusulan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Paruh Waktu besok, Selasa (19/8/2025).

Hal tersebut disampaikan dalam surat Bupati Aceh Selatan Nomor: BKPSDM.800/730/2025 yang ditandatangani oleh Bupati Aceh Selatan, H. Mirwan MS, SE, M.Sos. Surat yang ditujukan untuk Kepala SKPK dan Camat ini meminta agar menugaskan pejabat yang membidangi kepegawaian dan satu orang perwakilan pegawai non-ASN untuk mengikuti kegiatan tersebut.

Surat ini menindaklanjuti Surat Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor: B/3832/M.SM.01.00/2025 tanggal 8 Agustus 2025 terkait pengusulan PPPK Paruh Waktu.

“Berkenaan dengan hal tersebut, kami sampaikan kepada saudara agar dapat menugaskan pejabat yang membidangi kepegawaian/pengelola kepegawaian beserta satu orang perwakilan pegawai non-ASN database BKN yang telah mengikuti seleksi kompetensi CPNS/PPPK tahun 2024 agar dapat hadir pada Selasa, 19 Agustus 2025 pukul 08.30 WIB s/d selesai di Aula BKPSDM Kabupaten Aceh Selatan,” demikian ditulis bupati dalam surat tersebut, dikutip Nukilan, Senin (18/8/2025).

Kegiatan sosialisasi ini dibagi menjadi dua sesi. Sesi pertama mulai pukul 08.30 WIB s.d selesai dibuka untuk 28 instansi, seperti Setda, Satpol PP dan WH, dan Dinas Pertanahan Aceh Selatan. Sementara sesi kedua dimulai pukul 14.00 WIB s.d selesai untuk 27 instansi pemerintah lainnya, seperti BPBD, BKPSDM, dan Kesbangpol Aceh Selatan.

Kegiatan sosialisasi ini menjadi momentum awal bagi pemerintah daerah untuk menyamakan pemahaman terkait tata cara pengusulan PPPK Paruh Waktu. Melalui forum tersebut, Pemkab Aceh Selatan juga menekankan pentingnya akurasi dan keterpaduan data tenaga non-ASN agar dapat tercatat secara resmi dalam sistem kepegawaian nasional. []

Reporter: Sammy

Mapala dan Komunitas Pecinta Alam Aceh Kibarkan Bendera Merah Putih di Puncak Seulawah Agam

0
Mapala dan Komunitas Pecinta Alam Aceh Kibarkan Bendera Merah Putih di Puncak Seulawah Agam. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.ID | JANTHO – Dalam rangka memperingati 80 tahun kemerdekaan Republik Indonesia, komunitas dan mahasiswa pecinta alam (Mapala) se-Aceh menggelar upacara pengibaran bendera Merah Putih di puncak Gunung Seulawah Agam, Minggu (17/8/2025).

Kegiatan ini dipelopori oleh Mapala Sekolah Tinggi Ilmu Kehutanan (STIK) dan diikuti oleh 80 peserta yang berasal dari berbagai komunitas serta organisasi pecinta alam perguruan tinggi di Aceh.

Gunung Seulawah Agam, yang memiliki ketinggian sekitar 1.800 meter di atas permukaan laut, dikenal sebagai salah satu gunung bersejarah dan populer di kalangan pendaki sejak era 1980-an hingga kini. Jalur pendakiannya kerap dijadikan lintasan latihan bagi para pegiat alam di Aceh.

Upacara pengibaran bendera dimulai sejak pagi dengan penuh semangat nasionalisme. Momen puncak ditandai dengan pengibaran Sang Saka Merah Putih di ketinggian Seulawah Agam, disaksikan para peserta dengan khidmat.

Ketua pelaksana kegiatan, Handika, mengatakan bahwa agenda ini bukan sekadar seremonial, melainkan juga bentuk penghormatan kepada para pahlawan bangsa.

“Bahwa kegiatan ini dirancang sebagai pengingat akan pengorbanan para pahlawan serta peran penting pemuda dalam menjaga nilai-nilai kebangsaan. Juga kepada pemuda/i agar terus menjaga alam kita ini tetap lestari kita jaga bersama agar anak cucu kita juga merasakan hutan yang masih asri. Terimakasih kepada semua pihak yang telah membantu kegiatan ini serta kepada kawan-kawan yang telah menyukseskan kegiatan ini,” ujarnya.

Selain memperingati HUT RI ke-80, kegiatan ini juga menjadi ajang napak tilas kenangan para pendaki yang pernah menapaki jalur Seulawah Agam, sekaligus meneguhkan semangat kebersamaan dalam menjaga kelestarian alam Aceh.

Editor: Akil

Wagub Aceh Resmikan BUMG Penyalur Pupuk Bersubsidi

0
Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah meulanching BUMG penyalur Pupuk Bersubsidi Program Gerak Cepat Pemerintah Aceh di desa Aneuk Gle Kec. Indrapuri Aceh Besar, Sabtu (16/8/2025). (Foto: Humas Pemerintah Aceh)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah, SE, meresmikan Badan Usaha Milik Gampong (BUMG) sebagai penyalur pupuk bersubsidi di Gampong Aneuk Glee, Kecamatan Indrapuri, Aceh Besar, Sabtu (16/8/2025). Program ini merupakan bagian dari sembilan Quick Wins Pemerintah Aceh dengan fokus utama pembangunan Lumbung Pangan Aceh.

Dalam sambutannya, Fadhlullah menyebutkan peluncuran BUMG penyalur pupuk bersubsidi sejalan dengan visi pembangunan Aceh 2025–2029, yakni “Aceh Islami, Maju, Bermartabat, dan Berkelanjutan”. Program ini juga mendukung misi kemandirian rakyat melalui swasembada pangan, energi, air, ekonomi hijau, dan ekonomi biru.

“Kehadiran BUMG sebagai penyalur pupuk bersubsidi akan memperpendek jalur distribusi, membuka peluang usaha dan lapangan kerja di gampong, serta memperkuat ekonomi kerakyatan. Ini adalah tonggak penting menuju swasembada pangan Aceh,” tegas Wagub.

Ia juga mengapresiasi sinergi antara PT Pupuk Indonesia, Pemerintah Kabupaten Aceh Besar, DPR, serta seluruh SKPA dan SKPK yang telah mendorong realisasi program tersebut.

Untuk memperkuat tata kelola, pemerintah mengacu pada Peraturan Presiden Nomor 6 Tahun 2025. Aturan itu menyederhanakan mekanisme distribusi pupuk agar lebih efisien, transparan, tepat sasaran, dan terintegrasi dengan Sistem Informasi Pupuk Bersubsidi.

Pada peresmian tersebut, Wagub menyerahkan pupuk bersubsidi jenis Urea dan NPK kepada enam BUMG dari sejumlah kabupaten/kota di Aceh. Penyaluran berikutnya akan dilanjutkan ke BUMG lain di berbagai daerah. Usai prosesi, Wagub bersama sejumlah pejabat turun langsung ke sawah untuk menabur pupuk bersama petani.

Peluncuran BUMG penyalur pupuk bersubsidi juga selaras dengan program nasional 80.000 Koperasi Desa Merah Putih yang dicanangkan Presiden pada 21 Juli 2025. Kedua lembaga ekonomi desa ini diharapkan bersinergi memperkuat basis ekonomi rakyat sekaligus mendukung swasembada pangan Aceh.

Aceh sendiri menunjukkan tren positif di sektor pertanian. Pada 2024, luas panen padi mencapai 301,20 ribu hektare, naik 18,45 persen dibanding tahun sebelumnya, dengan total produksi 1,66 juta ton gabah kering giling. Pemerintah Aceh menargetkan produksi padi menembus 2 juta ton pada akhir 2026.

Editor: Akil

Bayi 8 Bulan di Aceh Selatan Tewas Dibunuh Ayah Kandung, Pelaku Ditangkap Polisi

0
Garis Polisi. (Foto: AFP Photo/Joshua Lott).

NUKILAN.ID | TAPAKTUAN – Peristiwa tragis mengguncang warga Aceh Selatan. Seorang bayi berusia delapan bulan meregang nyawa setelah diduga dibunuh oleh ayah kandungnya sendiri, M (29). Motif sementara, pelaku tega menghabisi darah dagingnya karena kesal korban sering sakit-sakitan dan menangis.

“Dari hasil pemeriksaan awal, motif sementara pelaku melakukan perbuatan keji tersebut diduga karena kesal terhadap korban yang sering sakit-sakitan dan menangis sehingga membuat tersangka tidak sabar lalu nekat melakukan tindakan kekerasan yang berujung kematian,” ujar Kasat Reskrim Polres Aceh Selatan, Iptu Narsyah Agustian, Minggu (17/8/2025).

Pelaku, yang merupakan warga Gampong Lawe Cimanok, Kecamatan Kluet Timur, sempat berusaha melarikan diri setelah kejadian. Namun, upaya itu digagalkan polisi. M ditangkap di Jalan Nasional Tapaktuan-Meulaboh, tepatnya di Gampong Mutiara, Kecamatan Sawang, pada Kamis (16/8) siang.

Menurut pihak kepolisian, warga yang mengetahui insiden memilukan tersebut segera melapor. Polisi kemudian bergerak cepat dengan menutup jalur pelarian dan mengerahkan personel untuk melakukan pengejaran.

“Hasilnya, pelaku yang melintas dengan sepeda motor berhasil dikenali dan segera diamankan petugas. Dia ditangkap tiga jam setelah kejadian,” jelas Narsyah.

Atas perbuatannya, pelaku dijerat dengan Pasal 80 ayat (4) UU No. 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak jo Pasal 44 ayat (4) UU No. 23 Tahun 2004 tentang Kekerasan Dalam Rumah Tangga.

Kapolres Aceh Selatan, AKBP T. Ricki Fadlianshah, menegaskan pihaknya akan mengusut tuntas kasus ini.

“Kasus ini menjadi perhatian serius karena melibatkan anak sebagai korban. Polres Aceh Selatan tidak akan memberi ruang bagi pelaku kekerasan, terlebih terhadap anak-anak. Kami pastikan proses hukum berjalan tegas dan transparan,” katanya.