Beranda blog Halaman 26

Mengukur Keadilan Fiskal Dalam Kebijakan Pengupahan Sektor Publik: Dilema Guru Honorer Versus Peserta Magang

0
Pengamat Ekonomi Syariah, Faisal Ibn Sabi, M.E., CWC. (Foto: Dok. Pribadi)

NUKILAN.ID | OPINI – Dalam teori keuangan negara, APBN, APBA, dan APBK bukan sekadar dokumen anggaran. Ia adalah cermin nilai yang dianut negara. Kemana uang publik dialokasikan, disitulah sesungguhnya prioritas pembangunan ditetapkan.

Berdasarkan riset Dompet Dhuafa bersama Institute for Demographic and Poverty Studies (IDEAS) mencatat bahwa 74,3 persen guru honorer masih menerima gaji di bawah Rp2 juta per bulan, bahkan 20,5 persen di antaranya menerima kurang dari Rp500 ribu.

Di sisi lain, program magang nasional yang digagas Kementerian Ketenagakerjaan justru menjanjikan uang saku bulanan setara UMP/UMK penuh bagi pesertanya dengan kisaran Rp2,5 juta hingga lebih dari Rp5 juta tergantung wilayah penempatan, ditambah perlindungan BPJS Ketenagakerjaan yang preminya ditanggung negara.

Pada Batch 4 yang dibuka Juli 2026, pemerintah menargetkan 150.000 peserta baru dengan total anggaran gabungan (bersama program vokasi) mencapai Rp6,26 triliun.

Publik tentunya berhak mengajukan satu pertanyaan sederhana namun mendasar: “Apakah kebijakan fiskal kita telah memenuhi rasa keadilan?”

Anatomi Ketimpangan

Ketimpangan ini bukan kebetulan administratif, melainkan produk dari desain kebijakan fiskal yang dibangun dengan logika yang berbeda.

Pertama, perbedaan rezim kewenangan. Gaji guru honorer sebagian besar dibebankan pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD/APBA, APBK) dan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS), sementara insentif magang nasional didanai penuh dari APBN pusat. Ketika kapasitas fiskal daerah mengalami defisit, maka nasib guru honorer juga akan terimbas.

Kedua, perbedaan orientasi politik anggaran. Program magang nasional lahir dari kebutuhan mendesak menekan angka pengangguran, sebuah indikator yang kerap disorot secara politis dan diukur setiap tahun oleh BPS. Guru honorer, sebaliknya, adalah persoalan struktural jangka panjang yang telah mengendap puluhan tahun sejak 2005

Ketiga, perbedaan definisi “nilai kerja”. Insentif magang dirancang setara UMR karena dianggap sebagai kompensasi atas tenaga kerja produktif bagi mitra industri dan BUMN. Sementara honor guru honorer, secara historis, masih diperlakukan sebagai “uang terima kasih” ala kadarnya, bukan upah atas jasa profesional mendidik generasi bangsa.

Menimbang Keadilan Fiskal

Pernyataan ini bukanlah upaya mempertentangkan guru honorer dengan peserta magang. Keduanya sama-sama penting. Program magang dibutuhkan untuk meningkatkan kompetensi lulusan baru dan mempercepat transisi menuju dunia kerja. Pemerintah bahkan mulai mengatur standar pemberian uang harian peserta magang melalui Standar Biaya Masukan (SBM) sebagai bentuk pengakuan terhadap kontribusi mereka.

Keadilan fiskal semestinya diukur dari dua prinsip dasar, yaitu prinsip keadilan horizontal (perlakuan setara untuk beban kerja yang setara) dan prinsip keadilan vertikal (dukungan lebih besar bagi kelompok yang paling membutuhkan). Diuji dengan dua prinsip ini, kebijakan pengupahan sektor publik kita nyaris gagal pada keduanya.

Di banyak daerah, banyak guru honorer masih menerima honor sekitar Rp300 ribu hingga Rp1 juta per bulan. Jumlah tersebut bahkan tidak mencapai separuh Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK) di sebagian besar wilayah Indonesia.

Hal ini bukan berarti Program Magang Nasional keliru. Program itu perlu diapresiasi karena berhasil menjembatani kesenjangan kompetensi lulusan dengan kebutuhan industri dan terbukti menurut evaluasi internal Kemnaker membantu stabilitas finansial lebih dari 97 persen pesertanya. Yang keliru adalah ketiadaan standar setara untuk guru honorer sebagai sesama penerima manfaat dari uang negara, sementara pekerjaannya jelas lebih permanen, lebih esensial, dan lebih menentukan kualitas sumber daya manusia jangka panjang.

Keadilan fiskal sejati bukan tentang berapa besar total anggaran yang digelontorkan, melainkan tentang bagaimana anggaran itu didistribusikan. Ketika negara sanggup menjamin uang saku setara UMR bagi anak muda yang baru lulus, maka negara semestinya juga sanggup dan wajib menjamin hal yang sama bagi para guru yang telah bertahun-tahun menjaga nyala pendidikan di ruang-ruang kelas untuk pembangunan manusia Indonesia.

Oleh karena itu, persoalan sebenarnya bukanlah apakah peserta magang memperoleh insentif yang terlalu tinggi. Justru mereka memang layak mendapatkan dukungan. Persoalan sesungguhnya adalah mengapa negara belum mampu memberikan penghargaan yang sama seriusnya kepada profesi yang menjadi fondasi seluruh pembangunan tersebut, yaitu guru

Penulis: Faisal Ibn Sabi, M.E., CWC (Pengamat Ekonomi Syariah)

Viral! Ronaldo Diduga Mengucap ‘Bismillah’ Sebelum Eksekusi Penalti ke Gawang Kroasia

0
Kapten Timnas Portugal, Cristiano Ronaldo. (Foto: REUTERS/Mike Segar)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Cristiano Ronaldo kembali menjadi sorotan publik setelah membawa Portugal meraih kemenangan 2-1 atas Kroasia pada laga Piala Dunia 2026. Kali ini, perhatian warganet bukan hanya tertuju pada golnya, melainkan sebuah video yang memperlihatkan sang kapten Portugal diduga mengucapkan “Bismillah” sesaat sebelum mengeksekusi tendangan penalti.

Momen tersebut terjadi ketika Portugal memperoleh hadiah penalti pada menit ke-66 pertandingan. Ronaldo yang dipercaya sebagai eksekutor berhasil menjalankan tugasnya dengan sempurna melalui tendangan mendatar yang gagal dihentikan penjaga gawang Kroasia.

Dilansir Nukilan.id dari rekaman video yang ramai beredar di berbagai platform media sosial, kamera menampilkan close-up wajah Ronaldo tepat sebelum ia mengambil ancang-ancang. Gerakan bibir pemain berusia 41 tahun itu kemudian memicu berbagai spekulasi dari warganet yang meyakini ia sedang mengucapkan “Bismillah”.

Tak lama setelah beredar, cuplikan tersebut langsung menjadi viral di Instagram, TikTok, hingga X. Banyak pengguna media sosial menghubungkan momen itu dengan kedekatan Ronaldo terhadap budaya Islam sejak memperkuat Al-Nassr di Liga Arab Saudi.

Fenomena serupa ternyata bukan kali pertama terjadi. Saat masih membela Al-Nassr di Saudi Pro League, Ronaldo juga sempat menjadi perbincangan setelah video yang memperlihatkan gerakan bibirnya sebelum mengeksekusi bola disebut-sebut mengucapkan “Bismillah”.

Hingga kini belum ada pernyataan resmi dari Ronaldo maupun Federasi Sepak Bola Portugal mengenai dugaan ucapan tersebut. Di sisi lain, sebagian warganet berpendapat bahwa gerakan bibir Ronaldo kemungkinan hanya mengucapkan kalimat penyemangat dalam bahasa Portugis.

Beragam Tanggapan Warganet

Video yang viral tersebut memunculkan berbagai komentar dari pengguna media sosial.

“Alhamdulillah Ronaldo mengutamakan Tuhan di atas segalanya,” respons @txnanana.

“Dia berkata Bsmilah Ahrahman arRaheem, aku bisa melihatnya dengan jelas,” kata @ezpapii.

“Tidak, dia tidak mengatakan itu, lol. Mengapa orang terus berbohong ketika menyangkut Ronaldo? Dia mengatakan “Vais Marcar” dalam bahasa Portugis yang artinya: kamu akan mencetak gol,” kata @IbnJuzay.

“Semoga Tuhan membimbing setiap orang kepada kebaikan dan kebenaran, tetapi membaca gerak bibir sebagian besar hanyalah tebakan, dan kita tidak boleh yakin tentang sesuatu kecuali jika telah dikonfirmasi,” ujar @eggs_ar.

Portugal Lolos ke Babak 16 Besar

Mengutip detikSport, pertandingan Portugal melawan Kroasia berlangsung di Toronto Stadium, Kanada, pada Jumat (3/7/2026) pagi WIB. Kroasia terlebih dahulu memimpin pertandingan melalui gol Ivan Perisic pada menit ke-53.

Portugal sebenarnya sempat menyamakan kedudukan lewat Cristiano Ronaldo pada menit ke-61. Namun, gol tersebut dibatalkan setelah tinjauan VAR menyatakan terjadi offside.

Lima menit kemudian Portugal kembali memperoleh peluang melalui titik penalti. Ronaldo yang kembali maju sebagai algojo sukses menaklukkan kiper Kroasia dan mengubah skor menjadi imbang.

Drama pertandingan berlanjut hingga masa injury time. Goncalo Ramos muncul sebagai penentu kemenangan Portugal setelah mencetak gol pada menit ke-90+4 melalui sundulan memanfaatkan umpan Rafael Leao.

Kroasia sebenarnya sempat mencetak gol balasan pada menit ke-90+13 melalui Josko Gvardiol. Akan tetapi, gol tersebut kembali dianulir karena offside sehingga Portugal tetap mengakhiri pertandingan dengan kemenangan 2-1.

Hasil tersebut memastikan Portugal mengamankan tiket ke babak 16 besar Piala Dunia 2026. Pada fase berikutnya, tim asuhan Roberto Martinez akan berhadapan dengan Spanyol. (XRQ)

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News

KBRI Kuala Lumpur Akan Kawal Kasus Pembunuhan Ibu dan Bayi Asal Aceh

0
Direktur Pelindungan WNI (PWNI) Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI Heni Hamidah dalam media gathering di Jakarta, Rabu (1/7/2026). (Foto: ANTARA/Cindy Frishanti)

NUKILAN.ID | JAKARTA – Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Republik Indonesia menyatakan bahwa Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Kuala Lumpur tengah mempertimbangkan penunjukan perwakilan hukum atau watching brief guna mengawal jalannya proses hukum dalam kasus pembunuhan seorang ibu dan bayinya yang berasal dari Aceh di Selangor, Malaysia.

Direktur Pelindungan WNI (PWNI) Kemlu RI Heni Hamidah mengatakan, langkah tersebut diambil sebagai bentuk perhatian pemerintah Indonesia agar proses penegakan hukum terhadap pelaku dapat berjalan sebagaimana mestinya.

“KBRI akan memantau penanganan proses hukum dari pelaku ini, bahkan mungkin KBRI KL juga akan menunjuk watching brief untuk memantau supaya pelaku ini juga dapat diproses sesuai hukum,” kata Direktur Pelindungan WNI (PWNI) Kemlu Heni Hamidah di Jakarta, Rabu.

Mengenai motif di balik pembunuhan tersebut, Heni menyebut pihaknya hingga kini masih menantikan hasil penyelidikan resmi yang dilakukan oleh Polisi Diraja Malaysia (PDRM).

Kasus itu menimpa seorang Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Aceh Tamiang, Aceh, berinisial PHA bersama bayi yang dilaporkan meninggal dunia pada 22 Juni 2026. Keduanya diduga menjadi korban pembunuhan di wilayah Sepang, Selangor, Malaysia.

Sementara itu, anggota DPD RI asal Aceh, Haji Uma, mengungkapkan bahwa informasi yang diterimanya dari KBRI Kuala Lumpur mengarah pada dugaan keterlibatan seorang perempuan berkewarganegaraan Malaysia sebagai pelaku.

“Dari informasi yang kami terima melalui KBRI Kuala Lumpur, pelaku diduga seorang perempuan warga Malaysia,” kata anggota DPD RI asal Aceh, Haji Uma, saat dikonfirmasi dari Banda Aceh.

Berdasarkan perkembangan penyelidikan yang diperoleh KBRI Kuala Lumpur, aparat PDRM menduga kasus tersebut dipicu persoalan utang piutang. Polisi Malaysia juga disebut telah mengantongi bukti kuat yang mengarah pada tindak pidana tersebut.

Apabila nantinya dinyatakan bersalah melalui proses peradilan, pelaku dapat dijatuhi hukuman paling berat sesuai ketentuan hukum di Malaysia, yakni hukuman mati atau penjara seumur hidup.

Sebelumnya, pada 25 Juni 2026, Haji Uma menyampaikan bahwa jenazah PHA yang berusia 22 tahun telah dipulangkan ke kampung halamannya di Aceh untuk dimakamkan. Sementara itu, jenazah bayinya dimakamkan di Malaysia berdasarkan hasil musyawarah dan kesepakatan keluarga.

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News

Disdik Aceh Gelar Lomba Video Reels Sambut Hari Damai dan HUT RI

0
Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Murthalamuddin. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Dalam rangka memperingati Hari Perdamaian Aceh ke-21 sekaligus Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Dinas Pendidikan Aceh menyelenggarakan Lomba Video Reels yang ditujukan bagi pelajar jenjang SMA, SMK, SLB, dan MA di seluruh Aceh.

Kompetisi tersebut mengangkat tema “Gebyar Kreativitas Pelajar Aceh 2026: Rawat Perdamaian dalam Semangat Kemerdekaan”. Melalui kegiatan ini, para pelajar didorong untuk menyalurkan kreativitas melalui video pendek yang mengangkat pesan perdamaian, nasionalisme, serta semangat kebangsaan.

Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Murthalamuddin, mengatakan kegiatan ini bukan hanya menjadi ruang bagi para pelajar untuk menampilkan kreativitas di media digital, tetapi juga berfungsi sebagai sarana edukasi agar generasi muda semakin memahami arti penting perdamaian yang telah dirasakan masyarakat Aceh selama lebih dari dua dekade. Hal tersebut disampaikannya di Banda Aceh, Kamis (2/7/2026).

Menurut Murthalamuddin, perdamaian menjadi fondasi penting dalam mendukung kemajuan dunia pendidikan sekaligus pembangunan daerah. Kondisi yang aman dan kondusif, kata dia, menjadi syarat utama agar proses pembelajaran berlangsung dengan baik serta peningkatan kualitas sumber daya manusia dapat terus dilakukan.

“Penguatan nilai-nilai perdamaian sangat penting terus dilakukan. Dengan suasana yang damai, anak-anak kita dapat belajar dengan tenang, guru dapat mengajar dengan nyaman, dan masyarakat dapat menjalankan aktivitas untuk membangun daerah. Perdamaian telah membuka banyak ruang bagi Aceh untuk terus berkembang,” kata Murthalamuddin.

Ia menilai generasi muda perlu memiliki pemahaman bahwa perdamaian bukan hanya bagian dari sejarah Aceh, melainkan modal sosial yang harus terus dipelihara bersama. Menurutnya, keberhasilan menciptakan generasi unggul tidak terlepas dari kemampuan masyarakat menjaga stabilitas dan kehidupan yang harmonis.

“Anak-anak Aceh harus mengetahui bahwa perdamaian memberikan dampak yang sangat besar terhadap kehidupan masyarakat. Dalam suasana damai, kita memiliki kesempatan mengejar berbagai ketertinggalan yang pernah terjadi akibat konflik yang melanda Aceh. Karena itu, menjaga perdamaian bukan hanya tugas pemerintah, tetapi tanggung jawab seluruh elemen masyarakat, termasuk para pelajar,” ujarnya.

Murthalamuddin menambahkan bahwa upaya merawat perdamaian juga sejalan dengan visi pembangunan Pemerintah Aceh di bawah kepemimpinan Gubernur Aceh Muzakir Manaf (Mualem) bersama Wakil Gubernur Fadhlullah (Dek Fadh). Salah satu prioritas pemerintah saat ini, katanya, ialah memastikan keberlanjutan perdamaian tetap terjaga sebagai bagian dari agenda strategis pembangunan daerah.

“Semua kita memiliki tugas dalam memperkuat dan merawat perdamaian. Ini juga menjadi bagian dari visi dan misi Gubernur Aceh dan Wakil Gubernur Aceh, Mualem–Dek Fadh, yakni menjaga keberlanjutan perdamaian yang telah terbangun di Aceh. Kami ingin generasi muda menjadi pelopor yang terus menyuarakan nilai-nilai persatuan, toleransi, dan kebersamaan melalui karya-karya kreatif mereka,” katanya.

Di akhir keterangannya, Murthalamuddin berharap para peserta tidak hanya mampu menghasilkan konten digital yang kreatif, tetapi juga berperan sebagai duta perdamaian yang menyebarkan nilai persatuan, toleransi, serta semangat kemerdekaan kepada masyarakat. Dengan demikian, nilai-nilai perdamaian diharapkan terus hidup dan diwariskan kepada generasi Aceh di masa mendatang.

Sesuai ketentuan perlombaan, setiap peserta diminta memadukan dua momentum besar, yakni Hari Perdamaian Aceh ke-21 dan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, ke dalam satu karya video reels. Tema dan konsep video diberikan kebebasan kepada peserta selama tetap sesuai dengan tema utama serta memenuhi seluruh persyaratan yang telah ditetapkan panitia.

Selain lomba video reels, Dinas Pendidikan Aceh juga menggelar lomba cipta puisi bertema kepahlawanan sebagai bagian dari rangkaian kegiatan Gebyar Kreativitas Pelajar Aceh 2026.

Pendaftaran beserta pengunggahan karya dilakukan secara daring melalui tautan yang telah disediakan panitia maupun dengan memindai kode QR pada poster resmi kegiatan. Peserta juga diwajibkan mengikuti akun Instagram @dinaspendidikanaceh, menandai akun tersebut pada unggahan video, serta mencantumkan tagar resmi yang telah ditentukan.

Periode publikasi video berlangsung pada 1 hingga 10 Agustus 2026. Selanjutnya, dewan juri akan melakukan proses penilaian pada 11–14 Agustus 2026, sementara pengumuman para pemenang dijadwalkan pada 16 Agustus 2026 atau sehari sebelum peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia.

Panitia menyediakan hadiah berupa uang pembinaan dan sertifikat bagi para pemenang di setiap kategori, mulai dari juara I, II, III hingga juara harapan I, II, dan III.

Menang Atas Krosia, Portugal Melaju ke 16 Besar Piala Dunia 2026

0
Cristiano Ronaldo melakukan selebrasi setelah mencetak gol lewat tendangan penalti ke gawang Kroasia pada pertandingan babak 32 besar Piala Dunia 2026. (Foto: AP/Stephanie Scarbrough)

NUKILAN.ID | Toronto – Portugal memastikan tiket ke babak 16 besar Piala Dunia 2026 setelah menaklukkan Kroasia dengan skor 2-1 pada laga babak 32 besar. Sempat tertinggal lebih dahulu, skuad besutan Roberto Martinez mampu membalikkan keadaan dan mengakhiri pertandingan dengan kemenangan dramatis.

Bertanding di Toronto Stadium, Jumat (3/7/2026) pagi WIB, Kroasia langsung mengambil inisiatif serangan sejak awal laga. Pada menit ketiga, Ante Budimir memperoleh peluang lewat sebuah tembakan, namun bola masih melebar ke sisi kiri gawang. Portugal merespons satu menit kemudian melalui Bruno Fernandes, tetapi upayanya masih mampu diamankan penjaga gawang Dominik Livakovic.

Portugal kembali mengancam pada menit ketujuh melalui sepakan jarak jauh Joao Cancelo. Namun, bola meluncur di atas mistar gawang. Kroasia tak tinggal diam dan membalas lewat tandukan Budimir, tetapi hasilnya juga belum menemui sasaran.

Peluang berikutnya bagi Portugal tercipta pada menit ke-16. Renato Veiga menyambut sepak pojok yang dikirim Nuno Mendes, namun sundulannya melambung di atas gawang Kroasia. Delapan menit berselang, Joao Neves mencoba peruntungan melalui tembakan dari luar kotak penalti, tetapi bola kembali melayang jauh dari target.

Tekanan Portugal terus berlanjut. Pada menit ke-30, Joao Cancelo mengirim umpan silang ke arah Cristiano Ronaldo yang berada di dalam kotak penalti. Sayangnya, sang kapten gagal memanfaatkan kesempatan tersebut menjadi gol. Hingga turun minum, kedua tim belum mampu memecah kebuntuan dan babak pertama berakhir dengan skor 0-0.

Memasuki babak kedua, Kroasia tampil lebih agresif. Baru tiga menit setelah laga kembali dimulai, Mateo Kovacic berhasil menembus pertahanan Portugal dan berhadapan langsung dengan Diogo Costa. Namun, peluang emas itu berhasil digagalkan oleh sang kiper.

Dominasi Kroasia akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-53. Berawal dari umpan silang Josip Stanisic, bola mengarah kepada Ivan Perisic yang langsung melepaskan tembakan keras mendatar. Bola meluncur mulus ke dalam gawang Diogo Costa dan membawa Kroasia unggul 1-0.

Kroasia sebenarnya sempat menggandakan keunggulan tiga menit kemudian melalui Igor Matanovic. Akan tetapi, gol tersebut tidak disahkan karena Nikola Vlasic, yang memberikan assist, telah berada dalam posisi offside.

Tertinggal satu gol membuat Portugal meningkatkan intensitas serangan. Rafael Leao hampir menyamakan kedudukan pada menit ke-58 melalui tendangan jarak jauh, tetapi bola hanya membentur tiang gawang. Cristiano Ronaldo juga sempat menjebol gawang Kroasia pada menit ke-61, namun gol itu dianulir lantaran ia lebih dulu berada dalam posisi offside.

Gol penyama kedudukan akhirnya datang pada menit ke-68. Wasit menunjuk titik putih setelah meninjau tayangan ulang dan memastikan Nikola Vlasic melakukan pelanggaran terhadap Renato Veiga di kotak penalti saat situasi sepak pojok. Cristiano Ronaldo yang dipercaya menjadi algojo menjalankan tugasnya dengan sempurna dan sukses mengecoh Dominik Livakovic untuk mengubah skor menjadi 1-1.

Setelah kebobolan, Kroasia tidak kehilangan kepercayaan diri. Pada menit ke-75, Mateo Kovacic hampir membawa timnya kembali unggul melalui tendangan keras dari luar kotak penalti. Diogo Costa mampu menepis bola hingga mengenai tiang gawang. Bola muntah kembali jatuh ke kaki Kovacic, namun percobaan keduanya lagi-lagi berhasil digagalkan oleh penjaga gawang Portugal.

Dua menit kemudian, Igor Matanovic memperoleh kesempatan dari dalam kotak penalti, tetapi tembakannya kembali mampu diantisipasi Diogo Costa. Menjelang akhir waktu normal, tepatnya pada menit ke-89, Mario Pasalic melepaskan sundulan yang melebar tipis di sisi kanan gawang Portugal meski Diogo Costa sudah tidak mampu menjangkaunya.

Portugal akhirnya memastikan kemenangan secara dramatis ketika laga memasuki masa injury time. Pada menit ke-90+4, Rafael Leao mengirim umpan silang yang disambut sundulan Goncalo Ramos. Bola meluncur ke sudut kanan gawang tanpa mampu dihentikan Dominik Livakovic, sekaligus mengubah kedudukan menjadi 2-1 untuk Portugal.

Kroasia sempat mencetak gol penyeimbang pada menit ke-90+13 melalui Josko Gvardiol. Namun, wasit menganulir gol tersebut setelah menilai terjadi offside dalam proses terciptanya gol. Meski para pemain Kroasia sempat melayangkan protes, keputusan wasit tidak berubah hingga peluit panjang dibunyikan.

Kemenangan tersebut mengantarkan Portugal melaju ke babak 16 besar. Pada fase berikutnya, mereka akan menghadapi Spanyol dalam pertandingan yang dijadwalkan berlangsung pada Selasa (7/7) pukul 02.00 WIB di Dallas Stadium.

Susunan pemain

Portugal: Diogo Costa; Nuno Mendes, Renato Veiga, Ruben Dias, Joao Cancelo (Goncalo Ramos 63′); Vitinha (Bernardo Silva 62′), Joao Neves; Rafael Leao, Bruno Fernandes (Nelson Semedo 63′), Pedro Neto (Francisco Conceicao 63′); Cristiano Ronaldo (Ruben Neves 81′).

Kroasia: Dominik Livakovic; Ivan Perisic, Marin Pongracic, Josip Sutalo, Josip Stanisic; Mateo Kovacic (Andrej Kramaric 90+5′), Luka Modric; Martin Baturina (Mario Pasalic 68′), Petar Sucic, Nikola Vlasic (Josko Gvardiol 90+2′); Ante Budimir (Igor Matanovic 46′). (xrq)

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News

BNPB Dorong Integrasi Mitigasi Risiko dan Pemulihan Pascabencana dalam Perencanaan Pembangunan Aceh

0
BNPB Dorong Integrasi Mitigasi Risiko dan Pemulihan Pascabencana dalam Perencanaan Pembangunan Aceh. (FOTO: BNPB)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH — Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus memperkuat strategi pembangunan daerah yang berorientasi pada ketangguhan bencana dengan mendorong pengintegrasian pengurangan risiko bencana (PRB) serta pemulihan pascabencana ke dalam dokumen perencanaan pembangunan di Aceh.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan Lokakarya Penguatan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) dan Rencana Kerja Perangkat Daerah (Renja PD) Aceh Berbasis Risiko Bencana dan Pemulihan Pascabencana yang berlangsung pada 24–26 Juni 2026 di Banda Aceh.

Lokakarya ini merupakan hasil kolaborasi antara BNPB dan Program SIAP SIAGA dengan dukungan Pemerintah Aceh melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Aceh serta Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat tata kelola pembangunan yang responsif terhadap ancaman bencana sekaligus memastikan agenda pemulihan pascabencana terintegrasi dalam proses penyusunan perencanaan pembangunan daerah.

Dalam sambutannya, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Aceh, Ir. T. Robby Irza, S.SiT., M.T., menegaskan bahwa proses pemulihan pascabencana harus ditempatkan sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari sistem pembangunan daerah.

“Pemulihan pascabencana tidak boleh berdiri sendiri, tetapi harus menjadi bagian yang menyatu dalam sistem perencanaan pembangunan daerah agar proses rehabilitasi dan rekonstruksi berjalan lebih terarah, efektif, dan berkelanjutan,” ujarnya.

Ia menjelaskan, keberadaan Dokumen Rencana Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana (R3P) memiliki peran strategis sebagai pijakan dalam penyusunan Rencana Induk Pemulihan. Karena itu, menurutnya, implementasi dokumen tersebut memerlukan sinergi dan kolaborasi seluruh perangkat daerah agar pelaksanaannya dapat berlangsung secara optimal.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Pengembangan Strategi Penanggulangan Bencana BNPB, Nadhirah Seha Nur, menyampaikan bahwa Aceh termasuk daerah dengan tingkat ancaman bencana yang tinggi sehingga setiap kebijakan pembangunan perlu mempertimbangkan aspek risiko secara menyeluruh.

“Pengalaman menghadapi Siklon Senyar pada akhir tahun 2025 memberikan pelajaran bahwa pembangunan daerah harus mempertimbangkan risiko bencana untuk melindungi masyarakat sekaligus menjaga keberlanjutan hasil pembangunan,” ungkap Nadirah.

Menurutnya, memasukkan unsur pengurangan risiko bencana ke dalam dokumen perencanaan pembangunan tidak hanya akan memperkuat kesiapsiagaan daerah dalam menghadapi bencana, tetapi juga menjadi investasi jangka panjang guna mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan.

Melalui penguatan integrasi berbagai dokumen kebencanaan ke dalam siklus perencanaan pembangunan daerah, BNPB berharap proses pemulihan pascabencana tidak semata-mata difokuskan pada pembangunan kembali infrastruktur yang terdampak. Lebih dari itu, pendekatan tersebut diharapkan mampu meningkatkan ketahanan sosial dan ekonomi masyarakat, memperkuat kualitas pelayanan publik, serta meningkatkan kapasitas pemerintah daerah dalam menghadapi potensi bencana yang mungkin terjadi pada masa mendatang.

BNPB juga memberikan apresiasi atas komitmen Pemerintah Aceh, BPBA, Bappeda Aceh, Program SIAP SIAGA, serta seluruh pemerintah kabupaten dan kota yang berpartisipasi aktif dalam lokakarya tersebut. Melalui sinergi yang terus diperkuat, seluruh pihak diharapkan mampu menghadirkan pembangunan daerah yang lebih aman, tangguh, dan berkelanjutan, sekaligus memperkuat perlindungan masyarakat dari berbagai risiko bencana.

Spanyol Singkirkan Austria 3-0, La Roja Melaju ke Babak 16 Besar

0
Spanyol memastikan satu tempat di babak 16 besar Piala Dunia 2026 setelah menaklukkan Austria dengan skor meyakinkan 3-0 pada pertandingan babak 32 besar. (Foto: FIFA)

NUKILAN.ID | Jakarta – Spanyol memastikan satu tempat di babak 16 besar Piala Dunia 2026 setelah menaklukkan Austria dengan skor meyakinkan 3-0 pada pertandingan babak 32 besar.

Amatan Nukilan.id, laga Spanyol kontra Austria berlangsung di SoFi Stadium, Inglewood, Jumat (3/7/2026) dini hari WIB. Kemenangan La Roja ditentukan oleh dua gol Mikel Oyarzabal serta satu gol tambahan dari Pedro Porro.

Berkat hasil tersebut, tim asuhan Luis de la Fuente berhak melangkah ke babak 16 besar. Selanjutnya, Spanyol akan menghadapi pemenang pertandingan antara Portugal dan Kroasia.

Jalannya Pertandingan

Sejak peluit awal dibunyikan, Spanyol langsung mengambil inisiatif serangan. Dalam 10 menit pertama, La Roja telah menciptakan tiga peluang, tetapi seluruh percobaan itu belum mampu mengubah papan skor.

Spanyol sebenarnya sempat membobol gawang Austria pada menit ke-29. Marc Cucurella berhasil menyambar bola hasil situasi sepak pojok dan mengirimkannya ke dalam gawang. Namun, wasit menganulir gol tersebut setelah menilai terjadi pelanggaran terhadap penjaga gawang Austria, Alexander Schlager.

Kebuntuan akhirnya pecah pada menit ke-36. Mikel Oyarzabal sukses membawa Spanyol unggul 1-0 setelah memanfaatkan umpan silang mendatar yang dikirim Marc Cucurella.

Tertinggal satu gol membuat Austria mulai bermain lebih agresif. Meski demikian, berbagai upaya yang mereka bangun berkali-kali terhenti sebelum mampu benar-benar mengancam pertahanan Spanyol.

Menjelang turun minum, Spanyol kembali memperoleh beberapa peluang emas untuk menambah keunggulan. Namun, tidak ada gol tambahan yang tercipta sehingga babak pertama ditutup dengan keunggulan 1-0 bagi La Roja.

Babak Kedua: Spanyol Tambah Dua Gol

Memasuki babak kedua, tempo pertandingan meningkat. Dalam 15 menit pertama, kedua tim sama-sama memperoleh peluang melalui Mikel Oyarzabal di kubu Spanyol dan Sasa Kalajdzic di pihak Austria. Akan tetapi, keduanya belum berhasil mengonversi kesempatan menjadi gol.

Spanyol akhirnya menggandakan keunggulan pada menit ke-66. Pedro Porro mencatatkan namanya di papan skor melalui sundulan yang memanfaatkan umpan silang akurat dari Alex Baena, sehingga skor berubah menjadi 2-0.

Setelah tertinggal dua gol, pertandingan berlangsung semakin keras. Austria beberapa kali melakukan pelanggaran dan aksi-aksi yang membahayakan pemain-pemain Spanyol dalam upaya menghentikan dominasi lawannya.

Menjelang laga usai, tepatnya pada menit ke-89, Spanyol kembali memperbesar keunggulan. Mikel Oyarzabal mencetak gol keduanya setelah menerima assist dari Marc Cucurella, sekaligus memastikan kemenangan La Roja menjadi 3-0.

Hingga peluit panjang dibunyikan, Spanyol mampu mempertahankan keunggulan tanpa kebobolan. Kemenangan telak tersebut mengantar La Roja melangkah ke babak 16 besar, sementara Austria harus mengakhiri perjalanan mereka di Piala Dunia 2026.

Susunan Pemain

Spanyol: Unai Simon; Pedro Porro, Cubarsí, Laporte, Cucurella; Pedri, Rodri, Dani Olmo; Lamine Yamal, Oyarzabal, Baena.

Austria: Alexander Schlager; Posch, Alaba, Danso, Laimer; Seiwald, Xaver Schlager; Sabitzer, Gregoritsch, Schmid; Wanner. (XRQ)

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News

NTP Aceh Naik 0,34 Persen pada Juni 2026, Daya Beli Petani Menguat

0

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Aceh mencatat Nilai Tukar Petani (NTP) Aceh pada Juni 2026 mencapai 125,34, meningkat 0,34 persen dibandingkan Mei 2026 yang sebesar 124,92. Kenaikan tersebut menunjukkan daya beli petani secara umum mengalami penguatan, seiring kenaikan harga hasil pertanian yang lebih besar dibandingkan peningkatan biaya konsumsi dan produksi.

Plh Kepala BPS Provinsi Aceh, Abdul Hakim, mengatakan kenaikan NTP terjadi pada hampir seluruh subsektor pertanian.

“Pada Juni 2026, NTP Provinsi Aceh sebesar 125,34 atau mengalami peningkatan sebesar 0,34 persen dibandingkan Mei 2026. Peningkatan NTP terjadi pada hampir semua subsektor, kecuali subsektor tanaman perkebunan rakyat dan subsektor peternakan,” kata Abdul Hakim dalam siaran langsung melalui akun YouTube BPS Aceh, dilansir Nukilan, Kamis (2/7/2026).

Abdul Hakim menjelaskan, kenaikan NTP dipengaruhi oleh meningkatnya Indeks Harga yang Diterima Petani (It) sebesar 0,85 persen, lebih tinggi dibandingkan kenaikan Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib) sebesar 0,51 persen. Kondisi tersebut mencerminkan kenaikan harga komoditas hasil pertanian masih mampu mengimbangi peningkatan biaya yang ditanggung petani.

Berdasarkan subsektor, kenaikan NTP tertinggi terjadi pada tanaman pangan yang meningkat 1,93 persen menjadi 106,16, didorong naiknya harga gabah. Subsektor hortikultura juga mengalami peningkatan sebesar 2,18 persen menjadi 91,24, dipicu kenaikan harga cabai merah, cabai rawit, dan bawang merah. Sementara itu, subsektor perikanan naik tipis 0,04 persen menjadi 121,81.

Sebaliknya, dua subsektor mengalami penurunan NTP. Tanaman perkebunan rakyat turun 0,97 persen menjadi 160,86 akibat melemahnya harga kelapa sawit dan pinang. Adapun subsektor peternakan turun 2,16 persen menjadi 101,21 seiring penurunan harga jual sapi potong, kerbau, dan ayam ras pedaging.

Selain NTP, BPS juga mencatat Nilai Tukar Usaha Pertanian (NTUP) Aceh pada Juni 2026 sebesar 129,58, meningkat 0,10 persen dibandingkan bulan sebelumnya. NTUP digunakan untuk menggambarkan kemampuan usaha pertanian dengan membandingkan harga yang diterima petani terhadap biaya produksi dan penambahan barang modal.

Di sisi lain, wilayah perdesaan Aceh mengalami inflasi sebesar 0,46 persen pada Juni 2026. Inflasi tertinggi terjadi pada kelompok transportasi yang naik 2,01 persen, dipicu kenaikan harga bensin. Selain itu, kenaikan harga beras dan bawang merah juga turut mendorong inflasi di perdesaan.

Secara nasional, NTP Indonesia pada Juni 2026 tercatat 127,67 atau turun 0,05 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Sementara Aceh menjadi salah satu dari 18 provinsi yang mencatat kenaikan NTP pada periode tersebut, dengan peningkatan sebesar 0,34 persen. []

Reporter: Sammy

Audiensi dengan Disbudpar, MaSA Usulkan Mal Seni Aceh dan Festival Sastra Masuk Agenda 2027

0
Seniman Aceh audiensi dengan Kepala Disbudpar Aceh, Dedy Yuswadi. (Foto: Ist)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH — Majelis Seniman Aceh (MaSA) mendorong Pemerintah Aceh menjadikan Perayaan Internasional Laksamana Keumalahayati sebagai agenda resmi daerah. Usulan tersebut disampaikan saat audiensi dengan Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Aceh, Dedy Yuswadi, di Disbudpar Aceh, Kuta Alam, Banda Aceh, Kamis (2/7/2026).

Dalam pertemuan itu, MaSA menyampaikan sejumlah gagasan strategis untuk memperkuat ekosistem kebudayaan Aceh. Selain mengusulkan dukungan terhadap Perayaan Internasional Laksamana Keumalahayati, organisasi yang menghimpun sekitar 40–50 komunitas seni itu juga mengajukan penyelenggaraan Festival Sastra dan Hikayat, pembentukan Mal Seni Aceh, serta penguatan pelestarian cagar budaya dan sanggar seni.

Ketua MaSA Chairian Ramli mengatakan, Perayaan Internasional Laksamana Keumalahayati telah dilaksanakan selama tiga tahun terakhir secara mandiri bersama para seniman dan berbagai pihak. Menurutnya, pengakuan internasional terhadap Keumalahayati merupakan kebanggaan bagi Aceh sehingga sudah selayaknya mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Aceh.

“Kami ingin kegiatan ini menjadi agenda bersama pemerintah, sehingga pengakuan internasional terhadap Keumalahayati dapat terus dijaga dan memberi manfaat bagi generasi muda serta promosi budaya Aceh,” ujarnya.

Selain itu, MaSA mengusulkan pembentukan Mal Seni Aceh sebagai ruang kreatif yang menghadirkan pertunjukan seni, pameran, pelatihan, hingga edukasi budaya bagi masyarakat. Program tersebut diharapkan menjadi wadah bagi para seniman untuk terus berkarya sekaligus memperkuat ekonomi kreatif berbasis budaya.

Dalam audiensi tersebut, MaSA juga menyampaikan pentingnya menghidupkan kembali Festival Sastra dan Hikayat sebagai bagian dari pelestarian tradisi literasi Aceh, sekaligus menjaga warisan budaya dunia yang berkaitan dengan Hamzah Fansuri.

Menanggapi berbagai usulan itu, Kepala Disbudpar Aceh Dedy Yuswadi menyatakan pihaknya menyambut baik aspirasi yang disampaikan MaSA. Ia menegaskan Disbudpar membuka ruang kolaborasi dengan komunitas seni dan budaya, meski kondisi anggaran tahun 2026 masih sangat terbatas.

Dedy meminta seluruh usulan kegiatan disampaikan melalui proposal resmi agar dapat dimasukkan dalam pembahasan anggaran tahun 2027.

“Kami membuka ruang kolaborasi. Silakan ajukan proposal resmi agar dapat kami perjuangkan dalam penyusunan anggaran 2027,” katanya.

Audiensi juga membahas pemulihan cagar budaya dan sanggar seni yang terdampak banjir serta pentingnya memperkuat sinergi antara pemerintah dan komunitas budaya dalam memajukan kebudayaan Aceh secara berkelanjutan.

Dalam pertemuan itu, Dedy Yuswadi didampingi Kabid bahasa dan seni Hj Nurlaila Hamjah, S. Sos, MM. Sedangkan MaSA hadir Chairian Ramli, Thayeb Loh Angen, Ahli Filologi dan Ketua Masyarakat pernaskahan Nusantara Aceh (Manasa) Hermansyah, Sarjev, Joe Samalanga, Nurul Akmal, SE, MM, dan Ipoel MaSA. []

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News

Jemaah Haji Aceh yang Meninggal Bertambah Jadi 20 Orang, Tersisa Satu Masih Dirawat

0
Ilustrasi haji. (Foto: Shutterstock)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH — Jumlah jemaah haji asal Aceh yang meninggal dunia selama penyelenggaraan ibadah haji 1447 Hijriah/2026 Masehi bertambah menjadi 20 orang hingga 2 Juli 2026. Di sisi lain, hanya tersisa satu jemaah asal Aceh yang masih menjalani perawatan di rumah sakit di Arab Saudi.

Ketua Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Aceh, Arijal, mengatakan penambahan jumlah jemaah yang meninggal terjadi setelah seorang jemaah asal Kabupaten Nagan Raya dilaporkan wafat di Makkah pada 1 Juli 2026.

“Data jamaah yang wafat terus kami perbarui. Seluruh proses penanganan dilakukan sesuai ketentuan yang berlaku, bekerja sama dengan petugas kesehatan dan otoritas Arab Saudi,” kata Arijal.

Jemaah yang terbaru meninggal dunia adalah Rapasah Puteh (86), Kloter 9 asal Kabupaten Nagan Raya. Ia mengembuskan napas terakhir di King Abdul Aziz Hospital, Makkah, pada 1 Juli 2026 akibat septic shock, pneumonia, chronic obstructive pulmonary disease (COPD), acute renal failure, dan congestive heart failure (CHF). 

Berdasarkan data PPIH Embarkasi Aceh yang diterima Nukilan, sebagian besar jemaah yang meninggal merupakan kelompok lanjut usia dengan riwayat penyakit penyerta. Penyebab kematian didominasi penyakit jantung, gangguan pernapasan, hingga komplikasi penyakit kronis. Jemaah termuda yang meninggal berusia 60 tahun, sedangkan yang tertua berusia 92 tahun. 

Arijal juga menyebutkan jemaah Aceh yang masih menjalani perawatan di Arab Saudi kini tinggal satu orang. Jemaah tersebut adalah Abdul Rahman (94), Kloter 13 asal Kabupaten Pidie Jaya, yang sedang dirawat di King Fahad Hospital, Madinah.

Menurut Arijal, Abdul Rahman menjalani perawatan karena mengalami kadar gula darah rendah atau hipoglikemia. Kondisinya saat ini berada dalam pengawasan tim medis rumah sakit dan terus dipantau oleh petugas kesehatan haji Indonesia yang bertugas di Arab Saudi.

Selain jemaah, seorang petugas haji yang tergabung dalam Tim Kesehatan Haji (TKH), Dedeng Trisulo, juga meninggal dunia di Madinah pada 17 Juni 2026 akibat serangan jantung akut. 

Arijal mengimbau seluruh jemaah yang masih berada di Arab Saudi maupun yang sedang dalam proses pemulangan agar tetap menjaga kondisi kesehatan, mengonsumsi makanan dan cairan yang cukup, serta mematuhi arahan petugas haji mengingat cuaca di Tanah Suci masih cukup ekstrem.

“PPIH Embarkasi Aceh terus memantau kondisi jamaah dan memastikan seluruh layanan bagi jemaah, termasuk penanganan kesehatan, berjalan secara optimal hingga seluruh rangkaian pemulangan selesai,” pungkasnya.

Reporter: Rezi