Beranda blog Halaman 257

Mawardi Nur Tegaskan Visi Besar PEMA untuk Ekonomi Aceh

0
Direktur Utama PT Pembangunan Aceh (PEMA), Mawardi Nur, tampil sebagai pemateri dalam Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Pasca 20 Tahun Perdamaian: Antara Janji, Fakta, dan Masa Depan Ekonomi Aceh” yang digelar oleh Senat Mahasiswa (SEMA) UIN Ar-Raniry pada Senin (08/09/25) (Foto: Humas PEMA)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Direktur Utama PT Pembangunan Aceh (PEMA), Mawardi Nur, menegaskan komitmennya dalam memperkuat arah pembangunan ekonomi Aceh melalui pengelolaan sumber daya alam secara maksimal. Hal itu ia sampaikan saat menjadi pemateri dalam Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Pasca 20 Tahun Perdamaian: Antara Janji, Fakta, dan Masa Depan Ekonomi Aceh” yang digelar Senat Mahasiswa (SEMA) UIN Ar-Raniry, Senin (8/9/2025).

Amatan Nukilan.id, FGD ini turut menghadirkan sejumlah tokoh penting, seperti Kepala Biro Pembangunan Aceh, T. Robby Irza; Wakil Kepala OJK Aceh, Firman Octo Armando; Rektor UIN Ar-Raniry, Prof Mujinurrahman; serta Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Ar-Raniry, Prof Hafas Furqani.

Dalam pemaparannya, Mawardi menekankan pentingnya tata kelola sumber daya alam agar benar-benar memberi dampak nyata bagi masyarakat. Ia juga memaparkan capaian terbaru PEMA, termasuk tujuh proyek unggulan yang segera beroperasi, mulai dari pengelolaan rice milling unit (RMU), integrated cold storage (ICS) Lampulo, hingga rencana ekspor cangkang dan kopi Aceh.

“PEMA sedang mempersiapkan langkah besar, termasuk ekspor cangkang serta pengiriman kopi Aceh ke beberapa negara,” jelas Mawardi.

Ia juga menyambut positif rencana pelayaran langsung Krueng Geukuh–Penang. Menurutnya, jalur ini bukan hanya soal transportasi, melainkan peluang besar untuk memperluas ekspor dan membuka barter dagang.

Di hadapan mahasiswa, Mawardi menekankan pentingnya keterlibatan generasi muda dalam pembangunan daerah.

“Sumber daya alam Aceh melimpah, namun keberhasilan pengelolaannya membutuhkan keterlibatan generasi muda. Kantor PEMA terbuka untuk berdialog dan menampung aspirasi,” ujarnya.

Diskusi kemudian ditutup dengan ajakan Mawardi agar seluruh elemen masyarakat bersinergi mendukung kepemimpinan Gubernur Muzakir Manaf (Mualem) demi mewujudkan Aceh yang sejahtera. (xrq)

Reporter: Akil

SMA Sukma Bangsa Pidie Raih Penghargaan di Aceh Film Festival 2025

0
Tim Dokumenter SMA Sukma Bangsa Pidie meraih penghargaan film terbaik rekomendasi juri kategori khusus pelajar dengan film dokumenter berjudul “Jojo". (Foto: Dok. Sukma Bangsa Pidie)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh pelajar Aceh. Tim dokumenter SMA Sukma Bangsa Pidie berhasil meraih penghargaan film terbaik rekomendasi juri kategori khusus pelajar dalam ajang Aceh Documentary Competition (ADC) yang menjadi bagian dari Aceh Film Festival (AFF) 2025.

Penghargaan tersebut diraih lewat film dokumenter berjudul “Jojo”, yang disutradarai oleh Rina Magfirah, siswi kelas XII SMA Sukma Bangsa Pidie. Didampingi guru pembimbingnya, Miftahul Jannah, Rina menerima langsung penghargaan itu pada malam penutupan festival, Sabtu, 6 September 2025.

“Perjuangan yang panjang dan melelahkan akhirnya terbayar,” ujar Rina penuh haru, Minggu, 7 September 2025.

Film “Jojo” telah diputar untuk umum di Gedung Teater Lantai 3 Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Aceh. Dalam sesi diskusi usai pemutaran, Rina menjelaskan bahwa karyanya dibuat untuk membuka mata masyarakat tentang pentingnya hak pendidikan yang layak bagi anak-anak autis. Ia menekankan bahwa peran keluarga sangat menentukan.

“Keluarga adalah pilar utama dalam mendidik mereka. Perjuangan Mami Jojo patut dijadikan contoh dalam mendidik anak autis atau berkebutuhan khusus untuk tidak pernah menyerah pada keadaan,” jelasnya.

Selain “Jojo”, kompetisi pelajar tahun ini juga menampilkan karya lain, seperti “Tarian Gajah” dari SMA Negeri 8 Takengon dan “Rumbia” dari MAN 4 Aceh Besar. Kehadiran film-film tersebut menjadi bukti semakin berkembangnya minat dan bakat pelajar Aceh dalam dunia perfilman dokumenter.

Aceh Film Festival (AFF) 2025 sendiri resmi ditutup pada Sabtu malam di Aula Badan Arsip dan Perpustakaan Daerah Provinsi Aceh. Festival yang telah berlangsung sejak 2 September ini mencatat partisipasi luar biasa, dengan 3.025 film dokumenter maupun fiksi dari 120 negara.

Acara penutupan turut dihadiri sejumlah tokoh, di antaranya Wakil Menteri Komunikasi dan Informatika Nezar Patria, Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa’aduddin Djamal, serta Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Marthunis.

Editor: AKil

Masyarakat Aceh Diimbau Manfaatkan CKG untuk Deteksi Dini Penyakit

0
Pemerintah Kota Banda Aceh menggelar pemeriksaan kesehatan gratis di Taman Bustanussalatin (Foto: Pemkot Aceh)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Pemerintah Kota Banda Aceh terus mendorong masyarakat agar memanfaatkan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) sebagai upaya deteksi dini berbagai penyakit. Program unggulan Presiden Prabowo Subianto ini diharapkan menjadi langkah awal untuk menjaga kesehatan warga.

Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh, M Nasir, mengatakan pihaknya telah meminta Dinas Kesehatan untuk memperluas edukasi dan sosialisasi terkait pentingnya pemeriksaan kesehatan secara berkala.

“Kita telah meminta Dinas Kesehatan untuk terus meningkatkan edukasi dan sosialisasi akan pentingnya cek kesehatan bagi setiap masyarakat,” ujarnya di Banda Aceh, Minggu (7/9/2025).

Ia menekankan, masyarakat tidak perlu khawatir terhadap hasil pemeriksaan kesehatan yang dilakukan karena hal itu merupakan bagian dari deteksi dini.

“Artinya, apabila terdeteksi adanya penyakit, maka dapat dilakukan penanganan secara cepat. Sesuai dengan keluhan dan dapat sembuh,” kata Nasir.

Sebaliknya, ia mengingatkan, penyakit yang tidak terdeteksi sejak dini justru berbahaya, terutama bila sudah masuk kategori kronis. Kondisi tersebut akan semakin sulit ditangani jika sudah terlambat.

Karena itu, Nasir mengajak masyarakat untuk rutin memanfaatkan layanan CKG, menjaga pola hidup sehat, serta membiasakan diri berolahraga.

Editor: Akil

Sabang Night Run 2025, Pionir Lari Malam Pertama di Aceh

0
Sabang Night Run 2025. (Foto: Pemko Sabang)

NUKILAN.ID | SABANG – Lampu kota yang berkelip, semangat olahraga, dan antusiasme peserta berpadu meriah dalam ajang Sabang Night Run 2025, Sabtu (6/9/2025) malam. Event perdana yang digagas Wehland Community ini diikuti 350 peserta, baik dari Sabang maupun luar daerah, sekaligus menjadikan Sabang sebagai pionir penyelenggara lari malam pertama di Aceh.

Wali Kota Sabang, Zulkifli H. Adam, secara resmi melepas peserta di garis start Sabang Fair. Dalam sambutannya, ia mengapresiasi seluruh pihak yang terlibat dan menilai kegiatan ini memberi warna baru bagi pariwisata Sabang.

“Event seperti ini tentu memberi dampak baik bagi peningkatan kunjungan wisatawan ke Sabang. Apalagi peserta tidak hanya dari masyarakat Sabang, tetapi juga banyak yang datang dari luar daerah,” kata Zulkifli.

Menurutnya, Sabang Night Run bukan hanya ajang olahraga malam, melainkan wadah positif untuk mendorong gaya hidup sehat, mempererat silaturahmi, serta menumbuhkan semangat persatuan dan kesatuan.

“Event-event seperti ini harus lebih sering dilaksanakan agar kunjungan wisatawan terus meningkat. Untuk event lari malam ini, Sabang menjadi pionir, dan Pemko pasti akan mendukungnya menjadi agenda rutin, baik enam bulan atau setahun sekali,” ujarnya.

Lebih jauh, Wali Kota menekankan pentingnya menjaga citra positif Sabang sebagai destinasi wisata yang aman dan nyaman.

“Harapan kami yang utama, Sabang tetap adem, ayem, damai, dan bebas dari kriminalitas. Kami berharap masyarakat dapat menerima wisatawan dengan ramah tamah dan pelayanan yang baik, sehingga Sabang tetap dipercaya sebagai daerah yang aman. Bahkan bila ada pengunjung kehilangan barang berharga, bisa kembali ditemukan. Nilai ini harus terus dipertahankan,” pesannya.

Di sela kegiatan, Wali Kota juga menyempatkan diri meninjau stand UMKM yang meramaikan area Sabang Fair. Ia menilai kehadiran UMKM memberi kontribusi besar bagi perekonomian lokal.

“Stand-stand UMKM ini sangat membantu pertumbuhan ekonomi. Hal ini harus dijaga dan ditingkatkan, termasuk dengan memberikan dukungan permodalan. Ke depan, setiap event di Sabang akan diupayakan untuk melibatkan UMKM agar manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat,” tuturnya.

Adapun rute Sabang Night Run 2025 dimulai dan berakhir di Sabang Fair, melintasi sejumlah jalan utama kota, seperti Jalan Malahayati, Jalan Perdagangan, Jalan T. Umar, Jalan Diponegoro (depan Kantor Wali Kota dan Masjid Agung Babussalam), Jalan T. Chik Ditiro, Jalan T. Nyak Arif, Jalan Ahmad Yani, hingga Jalan Sultan Hasanuddin, sebelum kembali ke Sabang Fair sebagai garis finish.

Editor: Akil

Sosiolog Sebut Ruang Demokrasi dan Stabilitas Sosial di Aceh Saling Berkaitan

0
Masjid Raya Baiturrahman di Banda Aceh.(Foto: Shutterstock.R.A Karamullah)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Provinsi Aceh kembali menorehkan catatan penting dalam bidang keamanan dan demokrasi. Berdasarkan data Indeks Demokrasi dan Keamanan Sosial (IDSD) 2025 yang dirilis Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Aceh dinobatkan sebagai provinsi paling aman di Sumatra dengan perolehan skor tertinggi, yakni 4,7.

Dalam keterangannya, BRIN menjelaskan bahwa skor keamanan dalam IDSD tidak hanya mengukur tingkat kriminalitas, melainkan juga mencakup aspek sosial, politik, dan hukum. Sejumlah faktor yang diperhitungkan antara lain penanganan terorisme dan radikalisme di tingkat lokal, kinerja kepolisian dalam menjaga ketertiban masyarakat, hingga jaminan kebebasan pers dan ruang demokrasi di setiap provinsi.

Dengan indikator tersebut, Aceh dinilai mampu menjaga stabilitas sosial-politik di tengah dinamika pembangunan daerah. Prestasi ini sekaligus menjadi sinyal positif bahwa Aceh tidak hanya mampu merawat perdamaian pascakonflik, tetapi juga konsisten memperkuat fondasi demokrasi dan rasa aman warganya.

Menanggapi capaian ini, Nukilan.id menghubungi Sosiolog Aceh, Dr. Masrizal. Ia menegaskan bahwa ruang demokrasi di Aceh menjadi salah satu kunci terciptanya rasa aman di masyarakat.

“Ruang demokrasi di Aceh memiliki hubungan yang sangat erat dengan stabilitas keamanan sosial. Dengan adanya ruang demokrasi yang memungkinkan partisipasi aktif masyarakat dalam proses pengambilan keputusan,” ungkapnya pada Sabtu (6/9/2025).

Masrizal menambahkan, keterbukaan ruang demokrasi memberikan kesempatan bagi warga untuk merasa didengar dan diikutsertakan dalam pembangunan. Dari sinilah muncul keterikatan sosial yang berkontribusi besar pada keamanan.

“Maka keamanan sosial dapat dipertahankan dan diperkuat, hal ini dapat kita lihat mulai dari level Gampong hingga Kabupaten/Kota di Aceh,” tambahnya.

Kendati demikian, ia mengingatkan bahwa capaian tersebut tidak boleh membuat Aceh lengah. Masih ada sejumlah persoalan fundamental yang bisa menjadi batu sandungan bagi kelanjutan rasa aman dan demokrasi yang sehat.

“Tantangan sosial terbesar yang masih berpotensi mengganggu rasa aman dan demokrasi di Aceh adalah ketidakadilan ekonomi dan sosial, serta kurangnya representasi politik masyarakat Aceh,” jelasnya.

Menurut  Kabid Agama dan Sosial Budaya FKPT Aceh tersebut, ketimpangan sosial dan ekonomi kerap melahirkan rasa frustrasi yang bisa berkembang menjadi konflik terbuka. Begitu pula minimnya representasi politik, yang berpotensi menimbulkan perasaan terpinggirkan di kalangan masyarakat tertentu.

“Selain itu, masih adanya potensi konflik antar-kelompok sosial dan agama juga dapat mengganggu stabilitas keamanan sosial di Aceh,” tuturnya.

Koordinator Prodi MDRK SPS-USK tersebut mencontohkan, konflik yang berakar pada perbedaan identitas sosial maupun keagamaan masih bisa ditemukan dalam kehidupan sehari-hari. Persoalan ini, jika tidak dikelola dengan baik, dapat menciptakan ketegangan baru di tengah masyarakat.

“Masih kita temukan adanya penolakan disana sini, termasuk pendirian rumah ibadah sesama Islam,” kata Masrizal. (XRQ)

Reporter: AKil

Poklahsar Camar Laut Dapat Sentuhan Inovasi: Pelatihan Pengemasan dan Labeling Terasi Bersama Dosen UTU

0
Kelompok Pengolah dan Pemasar (Poklahsar) Camar Laut mendapat pendampingan peningkatan kualitas produk melalui pelatihan pengemasan dan labeling terasi, Sabtu (6/9/2025). (For Nukilan)

NUKILAN.ID | MEULABOH – Kelompok Pengolah dan Pemasar (Poklahsar) Camar Laut mendapat pendampingan peningkatan kualitas produk melalui pelatihan pengemasan dan labeling terasi, Sabtu (6/9/2025). Kegiatan ini dirancang untuk menambah nilai jual sekaligus memperkuat daya saing produk olahan perikanan lokal di tengah persaingan pasar yang semakin ketat.

Pelatihan tersebut merupakan bagian dari rangkaian program hilirisasi bycatch dalam pengembangan produk terasi. Program ini dijalankan melalui skema Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat dari Direktorat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (DPPM) Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi RI tahun 2025.

Tim dosen dari Universitas Teuku Umar (UTU) turut hadir langsung mendampingi peserta. Ketua pengabdian, Rahmawati, S.P., M.Si, bersama anggota tim Nabila Ukhty, S.Pi., M.Si, dan Arazy Elba Ridha, S.ST., M.T, memberikan materi seputar standar pengemasan, desain label sesuai regulasi pangan, hingga strategi branding. Peserta juga dilatih secara praktik membuat kemasan modern dengan label informatif, menarik, dan sesuai ketentuan keamanan pangan.

Ketua Poklahsar Camar Laut, Elvo Almira, menyambut baik kegiatan ini. Ia menyebut pelatihan memberi pemahaman baru bagi kelompoknya dalam memperkuat kualitas produk.

“Selama ini kami hanya menggunakan kemasan sederhana. Dengan adanya pelatihan ini, kami semakin paham bagaimana kemasan dan label dapat meningkatkan kepercayaan konsumen dan membuka peluang pasar lebih luas,” ungkapnya.

Sementara itu, Rahmawati menekankan bahwa pelatihan ini merupakan bagian dari upaya pemberdayaan masyarakat pesisir melalui inovasi produk olahan hasil perikanan. Menurutnya, kemasan modern dan label yang sesuai standar akan mendorong produk terasi Camar Laut menembus pasar yang lebih luas.

“Dengan pengemasan modern dan labeling yang sesuai standar, diharapkan produk terasi Camar Laut dapat menembus pasar regional bahkan nasional,” ujarnya.

Kegiatan ini juga mendukung agenda pemerintah dalam mendorong hilirisasi produk perikanan berbasis bycatch dan hasil tangkapan nelayan. Selain mengurangi potensi limbah laut, langkah ini juga mampu memberi nilai tambah ekonomi bagi masyarakat pesisir.

Pelatihan ditutup dengan sesi diskusi serta pendampingan penyusunan rencana tindak lanjut. Di antaranya mencakup strategi pemasaran digital hingga upaya sertifikasi produk, sehingga Poklahsar Camar Laut lebih siap menghadapi tantangan pasar di masa mendatang. (XRQ)

Editor: Akil

IMI Aceh dan Kejati Gelar Adhyaksa Aceh Auto Fest 2025

0
IMI Aceh dan Kejati Aceh Gelar Adhyaksa Aceh Auto Fest 2025. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Ikatan Motor Indonesia (IMI) Provinsi Aceh bekerja sama dengan Kejaksaan Tinggi (Kejati) Aceh akan menggelar Adhyaksa Aceh Auto Fest 2025 pada 30–31 Agustus 2025 di Banda Aceh.

Kegiatan ini menghadirkan kontes otomotif dan bazar UMKM, sebagai ruang apresiasi bagi para penggiat modifikasi dan custom sepeda motor.

Ketua IMI Aceh, H. Mirza Mubaraq, S.E., menyebutkan bahwa ajang ini merupakan wujud dukungan terhadap kreativitas anak muda Aceh di dunia otomotif.

“Adhyaksa Aceh Auto Contes Fest 2025 merupakan upaya IMI dan Kejati Aceh membuka ruang kreatifitas untuk penggiat modifikasi dan custom sepeda motor,” ujarnya, Selasa (12/8/2025).

Menurut Mirza, penilaian dalam motorcycle contest bukan hanya tertuju pada hasil modifikasi motor, tetapi juga kepada bengkel custom yang mengerjakannya.

“Nanti yang dinilai dan diberikan apresiasi bukan hanya sepeda motor hasil modifikasi dan custom, tapi juga bengkel tempat motor tersebut dipermak oleh montir,” kata Mirza.

Lebih dari sekadar kontes, Mirza menegaskan bahwa semangat terbesar dari kegiatan ini adalah memperkuat ikatan persaudaraan di antara para pecinta otomotif Aceh dan provinsi tetangga. Karena itu, panitia juga mengundang komunitas roda dua maupun roda empat dari luar Aceh.

“Ini ruang apresiasi untuk anak muda Aceh yang kreatif di dunia modifikasi dan kustomisasi otomotif. Sektor tersebut memiliki masa depan cerah dan peluang ekonomi yang sangat menarik. IMI Aceh dan Kejati Aceh melihat dunia modifikasi dan custom sebagai salah satu sektor ekonomi kreatif yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan,” lanjutnya.

Selain kontes otomotif, Adhyaksa Aceh Auto Fest 2025 juga menghadirkan bazar UMKM. Melalui kegiatan ini, para pelaku usaha kecil menengah di Aceh diberi ruang untuk mempromosikan produk, termasuk kuliner khas daerah.

“Aceh dikenal dengan citarasa kulinernya yang aduhai. Salah satu daya tarik wisatawan yaitu kuliner. Nilai plus Aceh lainnya, objek wisata Aceh yang kaya sejarah, bernilai religius, dan keindahan alam,” kata Mirza.

Ketua Panitia, Rozzy Wanela, S.E., menambahkan bahwa persiapan acara saat ini sedang berjalan dan mendapatkan sambutan positif dari berbagai pihak.

“Persiapaannya Adhyaksa Aceh Auto Fest on processing. Contest ini mendapatkan sambutan bagus dari berbagai pihak. Karena kontes kostumsisasi dan modifikasi jarang digelar di Aceh. Padahal komunitas kreatif bidang otomotif bertumbuh dengan baik di Serambi Mekkah,” ujar Rozzy.

Rozzy menjelaskan, Adhyaksa Aceh Auto Fest 2025 akan menghadirkan tiga kegiatan utama, yakni car meet up, contest motorcycle, dan bazar UMKM.

Editor: Akil

Dua Rumah Warga di Lamreh Aceh Besar Terbakar, Satu Rusak Berat

0
Dua unit rumah warga di Gampong Lamreh, Kecamatan Mesjid Raya terbakar pada Minggu (7/9/2025). (Foto: Dok BPBD Aceh Besar)

NUKILAN.ID | JANTHO – Dua unit rumah warga di Gampong Lamreh, Kecamatan Mesjid Raya, dilaporkan terbakar pada Minggu (7/9/2025) sekitar pukul 16.40 WIB.

Dikutip Nukilan dari akun Instagram @damkaracehbesar menyebutkan, rumah milik Andar (44) ludes dilalap api. Kebakaran itu menyebabkan satu keluarga yang terdiri dari dua jiwa kehilangan tempat tinggal.

“Tingkat kerusakan rumah korban habis terbakar, masuk kategori rusak berat,” demikian tertulis di akun tersebut. Saat ini, Andar dan keluarganya terpaksa mengungsi ke rumah saudara terdekat.

Kebakaran juga menimpa rumah milik Anwar Ismail (74). Api membakar sebagian dinding rumahnya hingga mengalami kerusakan ringan. Meski tidak separah rumah pertama, kondisi ini tetap memaksa Anwar yang berprofesi sebagai buruh tani, bersama keluarganya, meninggalkan rumah dan mengungsi ke kediaman kerabat.

Belum diketahui pasti penyebab munculnya api. Aparat gampong dan warga sekitar berusaha melakukan pemadaman dengan peralatan seadanya sebelum bantuan datang. Namun karena material bangunan yang mudah terbakar, api dengan cepat menghanguskan rumah milik Andar.

Pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Besar dikabarkan telah menerima laporan dan menurunkan tim untuk melakukan pendataan serta menyalurkan bantuan darurat bagi para korban. Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi mengenai total kerugian materi.

Peristiwa ini menambah daftar musibah kebakaran rumah warga di Aceh Besar dalam beberapa bulan terakhir. Warga diimbau tetap waspada terhadap potensi kebakaran, terutama di pemukiman padat dan saat musim kemarau yang membuat kondisi lingkungan lebih rentan terbakar. []

Reporter: Sammy

Karhutla Meluas, BPBD Aceh Besar Catat 19,5 Hektar Lahan Terbakar dalam Sepekan

0
Petugas Damkar BPBD Aceh Besar melakukan pemadaman dan pendinginan terhadap lahan yang terbakar, di Aceh Besar, beberapa waktu lalu. (FOTO: MC ACEH BESAR)

NUKILAN.ID | JANTHO  – Kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Aceh Besar meningkat tajam dalam sepekan terakhir. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Besar mencatat, sejak 29 Agustus hingga 5 September 2025, sedikitnya 19,5 hektar lahan hangus dilalap api.

Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Aceh Besar, Ridwan Jamil SSos MSi, menyebut mayoritas titik api berawal dari pembakaran sampah yang tidak diawasi warga.

“Dari laporan yang kami terima, hampir semua titik kebakaran berawal dari aktivitas pembakaran sampah masyarakat yang kemudian merembet ke lahan sekitar. Inilah yang menjadi faktor utama karhutla di Aceh Besar,” ujar Ridwan di Kota Jantho, Jumat (5/9/2025).

Rangkaian Kebakaran

Rentetan kebakaran dimulai pada 29 Agustus ketika api meludeskan balai pengobatan milik Darmadi Usman (58) di Desa Lagang, Kecamatan Darul Imarah. Dua sepeda motor hangus terbakar, sementara rumah korban hanya mengalami kerusakan ringan. Tiga armada BPBD Aceh Besar bersama satu unit damkar Banda Aceh berhasil memadamkan api pada dini hari pukul 02.50 WIB.

Sehari kemudian, 30 Agustus, kebakaran lahan meluas ke sejumlah titik seperti Gampong Blang, Blang Bintang, Lamraya, Cumcum, hingga kawasan Lampoh Raja dan Lampakuk, Kuta Cot Glie. Pada malam harinya, api juga melalap rumpun bambu di Desa Mata Ie, Montasik, tak jauh dari Pesantren Istiqmatuddin Darussalam. Luasan lahan yang terbakar berkisar 1 hingga 7 hektar per lokasi.

Pada 31 Agustus, api kembali menghanguskan dapur rumah milik Kartini (62) di Gampong Aneuk Paya, Lhoknga. Satu sepeda motor, tujuh karung padi, dan dua karung pupuk juga musnah. Masih di hari yang sama, kebakaran merambat ke areal jerami sawah di Desa Kling, Suka Makmur, serta Bukit Radar, Blang Bintang, dengan luas sekitar 5 hektar.

Memasuki awal September, api dilaporkan membakar lahan di Lam Ara Eungkit, Kuta Malaka; kebun rumbia di Babah Jurong, Kuta Baro; bak dah di Cadek, Baitussalam; hingga kebun warga di Ujong Batee, Mesjid Raya. Puncaknya terjadi pada 5 September, saat dua titik kebakaran muncul hampir bersamaan di depan Mess Atlet Kota Jantho dan Desa Lampaya, Lhoknga. Luas area terbakar bervariasi dari 50 meter persegi hingga 5 hektar.

Kerugian dan Penanganan

Selama sepekan, BPBD Aceh Besar mencatat dampak kebakaran meliputi 19,5 hektar lahan terbakar, dua bangunan rusak berat, dua rumah terdampak ringan, tiga unit sepeda motor hangus, serta hasil panen dan pupuk yang musnah.

Pemadaman dilakukan dengan mengerahkan armada damkar BPBD Aceh Besar, dibantu TNI, Polri, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Banda Aceh, serta masyarakat.

Ridwan kembali mengingatkan masyarakat agar tidak abai dalam mengelola sampah maupun membuka lahan.

“Kami berharap masyarakat berhenti membakar sampah atau membuka lahan dengan cara dibakar. Api sekecil apapun bisa meluas dan sulit dikendalikan bila tidak diawasi. Mari kita jaga bersama agar kejadian serupa tidak terus berulang,” tegasnya.

Editor: AKil

Dua Pemuda Aceh Gagal Antar 11,8 Kg Sabu, Ditangkap di Lampung Selatan

0
Ilustrasi ditangkap Polisi. (Foto: LintasJatim.com)

NUKILAN.ID | BANDAR LAMPUNG – Upaya penyelundupan narkotika jenis sabu seberat 11,8 kilogram berhasil digagalkan aparat Polres Lampung Selatan. Dua kurir asal Aceh, Edi Murtaza (31) dan Hendri Azwar (30), ditangkap saat bus yang mereka tumpangi berhenti di sebuah rumah makan di Kecamatan Bakauheni, Senin (18/8/2025) malam.

Kasat Narkoba Polres Lampung Selatan, AKP Widodo Prasojo, mengungkapkan identitas kedua pelaku.

“Edi Murtaza (31), buruh asal Desa Cot Lagasawa, Kecamatan Kuala, Kabupaten Bireuen, Aceh, dan Hendri Azwar (30), petani asal desa yang sama,” katanya, Jumat (5/9/2025).

Dari tas ransel cokelat milik keduanya, polisi menemukan 11 bungkus sabu dengan berat total 11.827 gram. Barang haram tersebut diperkirakan bernilai Rp 11,8 miliar dan mampu menyelamatkan sekitar 59.135 jiwa dari ancaman narkoba.

Kronologi Penangkapan

AKP Widodo menjelaskan, penangkapan berawal dari kecurigaan seorang kenek bus PM jurusan Medan–Jakarta terhadap gerak-gerik kedua penumpang.

“Penangkapan berawal dari informasi kenek bus PM Toh Medan–Jakarta yang curiga dengan gerak-gerik dua penumpang,” ujarnya.

Menindaklanjuti laporan tersebut, tim Satresnarkoba bergerak cepat. “Pada pukul 20.30 WIB, tim Satresnarkoba segera bergerak menuju Rumah Makan Afifah di Desa Kelawi, Kecamatan Bakauheni, tempat bus tersebut berhenti,” sambungnya.

Dari hasil pemeriksaan, kedua tersangka mengaku hanya berperan sebagai kurir. “Kedua tersangka mengaku berperan sebagai kurir yang ditugaskan membawa sabu dari Aceh menuju Jakarta,” ujar Widodo.

Barang Bukti

Selain sabu seberat 11,8 kilogram, polisi juga menyita satu tas ransel warna cokelat merek WSD dan satu unit ponsel Nokia warna hitam.

Atas perbuatannya, kedua tersangka dijerat dengan Pasal 112 ayat (2), Pasal 114 ayat (2), juncto Pasal 132 ayat (1) UU No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.