Beranda blog Halaman 248

Dek Gam Kecewa Persiraja Dipermalukan Adhiyaksa FC di Kandang Sendiri

0
Unggahan kekecewaan di Instagram Presiden Persiraja. (Foto: Tangkapan Layar)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Presiden Persiraja Banda Aceh, Nazaruddin Dek Gam, meluapkan kekecewaannya setelah tim Laskar Rencong tumbang 2-3 dari Adhiyaksa FC pada laga perdana Liga 2 Pegadaian musim 2025/26 di Stadion H. Dimurthala, Banda Aceh, Sabtu (13/9/2025) malam.

Kekalahan ini terasa memalukan karena terjadi di hadapan ribuan pendukung sendiri. Dalam catatan sejarah, Persiraja nyaris tak pernah menelan kekalahan di kandang.

“Hana tom lam sejarah (belum ada dalam sejarah Persiraja kalah di kandang),” ungkap Dek Gam melalui akun Instagramnya dikutip Nukilan.id pada Minggu (14/9/2025).

Sebelumnya, Persiraja tercatat kalah di kandang terakhir kali saat menghadapi PSMS Medan pada 2022. Namun kekalahan itu terjadi lewat keputusan walk out (WO) usai insiden mati lampu stadion yang memicu kericuhan penonton hingga laga tak dapat dilanjutkan.

Di luar kejadian tersebut, Persiraja selalu mampu meraih hasil positif saat tampil di rumah sendiri. Bahkan sebelum kompetisi bergulir, mereka sukses menumbangkan Barito Putera 1-0 dalam laga uji coba.

Dek Gam menilai penampilan tim jauh dari ekspektasi. Dengan nada kecewa, ia menyebut permainan Persiraja tidak mencerminkan level profesional.

“Di maen bola lagee piala keuchik (main bolanya seperti piala kepala desa/tarkam),” ucapnya.

Pada pertandingan itu, Persiraja sempat tertinggal 0-3 hingga menit-menit akhir babak kedua. Laskar Rencong akhirnya memperkecil ketertinggalan lewat gol Mujahiddin di menit ke-88, disusul tambahan gol dari sang kapten Miftahul Hamdi. Namun, waktu yang tersisa tidak cukup untuk menyelamatkan mereka, sehingga laga berakhir dengan skor 2-3 untuk kemenangan Adhiyaksa FC. (XRQ)

Reporter: Akil

Persiraja Takluk 2-3 dari Adhyaksa FC di Laga Perdana Pegadaian Championship

0
Pemain Persiraja Banda Aceh dan Adhyaksa saat duel udara dalam laga perdana Pegadaian Championship 2025/2026 di Stadion H Dimurthala Lampineung Banda Aceh, Sabtu (13/9/2025). (Foto: Persiraja)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Persiraja Banda Aceh gagal memetik poin penuh di kandang sendiri usai ditaklukkan Adhyaksa FC dengan skor tipis 2-3 pada laga perdana Pegadaian Championship 2025/2026 di Stadion H Dimurthala, Lampineung, Sabtu (13/9) malam.

Amatan Nukilan.id, kedua tim tampil hati-hati sejak awal pertandingan. Persiraja mencoba membuka celah pertahanan lawan, namun justru tim tamu lebih dulu mencetak gol. Pada menit ke-19, sundulan keras Adilson memanfaatkan umpan lambung Makan Konate berhasil merobek gawang tuan rumah. Skor 0-1 bertahan hingga turun minum.

Memasuki babak kedua, Persiraja meningkatkan tempo dan menekan pertahanan lawan. Beberapa peluang tercipta, tetapi tak ada yang berbuah gol. Situasi justru berbalik, Adhyaksa menambah keunggulan pada menit ke-63 lewat sepakan keras Makan Konate dari luar kotak penalti.

Hanya berselang tiga menit, gawang tuan rumah kembali kebobolan. Aaron mencatatkan namanya di papan skor setelah memanfaatkan bola rebound. Skor 0-3 membuat anak asuh Ade Suhendra semakin nyaman.

Tak ingin menyerah begitu saja, Persiraja terus berupaya mengejar. Pada menit ke-87, Mujahidin memperkecil ketertinggalan menjadi 1-3. Semangat tuan rumah kembali hidup di masa tambahan waktu, ketika Miftahul Hamdi berhasil mencetak gol kedua melalui kemelut di depan gawang.

Skor 2-3 membuat laga semakin panas di detik-detik akhir. Persiraja hampir menyamakan kedudukan, namun peluang terakhir mereka justru melambung tinggi di atas mistar. Peluit panjang wasit mengakhiri pertandingan dengan kemenangan untuk tim tamu.

Dengan hasil ini, Adhyaksa FC sukses membawa pulang tiga poin berharga dari Banda Aceh, sementara Persiraja harus rela kehilangan angka di hadapan pendukung sendiri. (XRQ)

Reporter: Akil

Hujan Guyur Sejumlah Wilayah di Aceh, Suhu Capai 33 Derajat Celsius

0
Ilustrasi hujan. (Foto: Freepik)

NUKILAN.ID | Banda Aceh – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Malikussaleh memprakirakan hujan akan mengguyur sejumlah wilayah di Provinsi Aceh selama tiga hari ke depan, mulai Sabtu (13/9/2025) hingga Selasa (16/9/2025).

Dirangkum Nukilan dari data BMKG Stasiun Malikussaleh, enam kabupaten/kota yang dipantau meliputi Simpang Tiga Redelong, Bireuen, Lhokseumawe, Lhoksukon, Idi Rayeuk, dan Langsa. Seluruh wilayah tersebut diprediksi mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga lebat pada periode prakiraan.

Untuk wilayah Simpang Tiga Redelong, suhu udara diperkirakan berkisar 20–28 derajat Celsius dengan kelembaban udara 70–99 persen. Arah angin bertiup dari selatan dengan kecepatan sekitar 26 km/jam.

Sementara itu, lima daerah lainnya, yakni Bireuen, Lhokseumawe, Lhoksukon, Idi Rayeuk, dan Langsa, diprediksi memiliki suhu udara lebih tinggi, yakni 23–33 derajat Celsius. Angin bertiup dari arah tenggara dengan kecepatan rata-rata 20 km/jam, serta kelembaban udara mencapai 67–99 persen.

BMKG mengimbau masyarakat di enam wilayah tersebut untuk tetap waspada terhadap potensi hujan lebat yang dapat disertai angin kencang. Kondisi cuaca ini berpotensi mengganggu aktivitas harian masyarakat, termasuk transportasi darat maupun laut. []

Reporter: Sammy

Subuh Berjamaah dan Tausiah Inspiratif Bersama Kadisdik Aceh di Sekolah Unggul Ali Hasjmy

0
Subuh Berjamaah dan Tausiah Inspiratif Bersama Kadisdik Aceh di Sekolah Unggul Ali Hasjmy. (Foto: Disdik Aceh)

NUKILAN.ID | JANTHO – Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Marthunis, S.T., D.E.A, bersama Tim Humas Disdik Aceh melakukan kunjungan ke SMA Negeri 2 Ali Hasjmy dan Sekolah Rakyat yang berlokasi di Komplek Sekolah Ali Hasjmy, Indrapuri, Aceh Besar, pada Sabtu (13/9/2025).

Kegiatan dimulai dengan salat Subuh berjamaah yang diikuti siswa, kepala sekolah, dewan guru, dan pengasuh dari kedua sekolah. Setelah itu, acara dilanjutkan dengan tausiah motivasi pendidikan yang disampaikan langsung oleh Kadisdik Aceh, serta kegiatan senam pagi bersama.

Dalam tausiahnya, Marthunis menekankan pentingnya pembentukan karakter dan keimanan sejak dini melalui pembiasaan ibadah, terutama salat Subuh berjamaah. Ia menyebutkan bahwa salat Subuh merupakan salah satu indikator keimanan yang kuat, sekaligus kebiasaan orang-orang sukses.

“Anak-anak yang terbiasa bangun Subuh dan mampu menjadi imam salat berjamaah, kelak akan menjadi pemimpin baik bagi dirinya sendiri maupun masyarakat,” ungkapnya.

Marthunis juga menjelaskan bahwa program pembiasaan seperti membaca Al-Qur’an, salat berjamaah, dan kegiatan literasi lainnya merupakan bagian dari upaya Pemerintah Aceh untuk melahirkan generasi unggul yang berilmu sekaligus berakhlak.

Dalam kesempatan tersebut, ia mengapresiasi peran sekolah dalam menanamkan nilai-nilai pendidikan karakter di lingkungan asrama. “Ia berharap Sekolah Rakyat dan SMAN 2 Ali Hasjmy menjadi pusat lahirnya generasi yang tercerahkan, tidak hanya secara akademik, tetapi juga spiritual dan sosial,” jelas Marthunis.

Mengutip Al-Baqarah ayat 30–31, Marthunis mengajak siswa memahami peran manusia sebagai khalifah di muka bumi yang dibekali ilmu pengetahuan. Ia menegaskan bahwa pendidikan tidak sekadar transfer ilmu, melainkan pembentukan karakter serta tanggung jawab terhadap lingkungan dan masyarakat.

“Kegiatan ini menjadi bagian dari implementasi Gerakan 7 Anak Indonesia hebat, yang mencakup pembiasaan bangun pagi, beribadah, olahraga, sarapan bergizi, gemar belajar, bermasyarakat dan tidur cepat, pola hidup sehat dan disiplin ini akan melahirkan anak-anak Aceh yang siap bersaing di tingkat nasional maupun global,” ujar Marthunis.

Dengan semangat kebersamaan, kedisiplinan, dan nilai religius yang kuat, kegiatan ini menunjukkan keseriusan Dinas Pendidikan Aceh dalam membangun pendidikan yang berkarakter, bermutu, dan berkelanjutan.

Sebagai penutup, Kadisdik Aceh mendorong agar kegiatan semacam ini menjadi tradisi rutin, bukan hanya sekadar seremonial.

“Pembiasaan kebaikan harus menjadi budaya sekolah. Kita tidak hanya sedang mencetak pelajar yang cerdas, tapi juga manusia-manusia tangguh yang membawa nilai-nilai luhur ke mana pun mereka melangkah,” tutup Marthunis.

BWI Aceh Segera Tempati Kantor Baru di Gedung BPKH

0
BWI Aceh Segera Tempati Kantor Baru di Gedung BPKH. (Foto: Kemenag Aceh)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Badan Wakaf Indonesia (BWI) Perwakilan Aceh segera menempati kantor baru yang berlokasi di salah satu ruang Gedung Pusat Layanan Informasi dan Data Haji dan Umrah Terpadu (PLIDHUT), hasil kemitraan dengan Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH).

Ruang tersebut terletak di sisi kanan Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Aceh, Jalan Tgk Abu Lam U, bersebelahan dengan Kantor Wali Kota Banda Aceh. Saat ini, gedung itu ditempati oleh Bidang Haji dan Umrah Kanwil Kemenag Aceh di bawah komando Kabid PHU, Drs H Arijal MSi.

Keputusan penggunaan ruang untuk BWI Aceh itu dilakukan setelah rapat rutin pengurus BWI Aceh yang diketuai Prof Dr H Fauzi Saleh MA, dilanjutkan dengan peninjauan langsung ke lokasi.

Dalam kunjungan tersebut hadir Kabid PHU Haji dan Umrah, Kabid Penaiszawa H Zulfikar SAg MAg, Prof Hafaz Furqani, H Zulfami, serta sejumlah pengurus BWI Aceh lainnya.

Prof Fauzi Saleh menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada Kepala Kanwil Kemenag Aceh yang telah memberikan izin pemakaian ruangan untuk BWI Aceh.

“Segera kantor tersebut akan dioperasikan, mengingat hingga kini BWI Aceh belum memiliki kantor yang representatif,” ujarnya.

Dengan adanya kantor baru, Fauzi menyebutkan aktivitas BWI Aceh akan semakin intensif. Beberapa agenda yang sudah dijadwalkan antara lain pelantikan BWI Abdya, bimtek nazir, serta rapat kerja anggota BWI Aceh pada awal Oktober 2025.

Sementara itu, Kabid Penaiszawa Kemenag Aceh, H Zulfikar, yang juga merupakan anggota BWI Aceh, menambahkan bahwa upaya mendapatkan kantor atau sekretariat ini telah dilakukan sejak lama.

“Tidak mungkin kita tidak memiliki kantor sekretariat. Ke depan kita harapkan ada perhatian pemerintah agar dapat membangun gedung permanen bagi BWI Aceh,” ungkapnya.

Ia juga menilai, di bawah kepemimpinan Prof Fauzi Saleh, denyut aktivitas BWI Aceh semakin terasa meskipun Fauzi juga disibukkan dengan tugasnya sebagai dosen di UIN Ar-Raniry Banda Aceh. Dengan keberadaan kantor baru, Zulfikar berharap geliat BWI Aceh semakin nyata ke depan.

Editor: AKil

DPPPA Aceh Gelar Psikoedukasi PUSPAGA di MA Darul Ulum Banda Aceh

0
DPPPA Aceh Gelar Psikoedukasi PUSPAGA di MA Darul Ulum Banda Aceh. (Foto: DP3A)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA) Aceh melalui Bidang Pemenuhan Hak Anak menyelenggarakan kegiatan Psikoedukasi PUSPAGA (Pusat Pembelajaran Keluarga) di MA Darul Ulum Banda Aceh.

Kegiatan tersebut dibuka secara resmi oleh Kepala Bidang Pemenuhan Hak Anak, Amrina Habibi, S.H., M.H., yang hadir mewakili Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Aceh.

Adapun fokus utama kegiatan ini adalah membangun hubungan positif serta regulasi emosi bagi anak-anak. Melalui pendekatan psikoedukatif, siswa diajak memahami pentingnya mengenali, mengelola, dan mengekspresikan emosi secara sehat, sekaligus membangun relasi sosial yang baik di lingkungan sekolah maupun keluarga.

Peserta kegiatan terdiri atas guru pendamping serta siswa yang memiliki peluang risiko perubahan perilaku.

Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen DPPPA Aceh dalam mendukung pemenuhan hak anak, khususnya terkait hak atas pendidikan, perlindungan, serta tumbuh kembang yang optimal.

Pemerintah Aceh Matangkan Kesiapan Pelabuhan Krueng Geukueh untuk Pelayaran Perdana ke Penang

0
Pelabuhan Krueng Geukueh. (Foto: Humas Aceh)

NUKILAN.ID | LHOKSEUMAWE – Pemerintah Aceh terus mematangkan persiapan sarana dan prasarana di Pelabuhan Krueng Geukueh, Lhokseumawe. Langkah ini dilakukan guna memastikan kesiapan penuh pelabuhan yang dikelola PT Pelindo Multi Terminal (SPMT) dalam mendukung pelayaran perdana rute Krueng Geukueh–Penang, Malaysia.

Asisten II Sekretariat Daerah (Setda) Aceh, Zulkifli, mengatakan rapat yang digelar pada Jumat (12/9/2025) itu membahas langkah kolaborasi lintas kementerian dan lembaga. Tujuannya, agar rencana operasional angkutan laut luar negeri tersebut berjalan lancar.

“Pembahasan hari ini mengenai langkah-langkah yang ditempuh sebagai bentuk kolaborasi Kementerian/Lembaga dalam mempersiapkan rencana operasional angkutan laut luar negeri Krueng Geukueh–Penang,” kata Zulkifli saat membuka rapat di Kantor PT Pelindo Multi Terminal (SPMT) Lhokseumawe.

Sebagaimana diketahui, pelayaran Krueng Geukueh–Penang menjadi salah satu program prioritas utama Gubernur Aceh Muzakir Manaf dan Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah. Rute baru ini diharapkan mampu membuka jalur strategis dalam memperkuat konektivitas ekonomi, pariwisata, hingga hubungan sosial budaya antara Aceh dan Malaysia.

Kepala Dinas Perhubungan Aceh, Teuku Faisal, menambahkan keberhasilan pelayaran perdana ini sangat bergantung pada sinergi semua pihak. Mulai dari kesiapan sarana prasarana hingga komoditas unggulan Aceh yang akan diangkut nantinya.

Ia menyebutkan, sejauh ini sejumlah langkah sudah dilakukan, antara lain rapat dengan Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Penang, penyusunan layout keluar masuk penumpang dan barang di pelabuhan, pembahasan teknis ekspor-impor, perhitungan biaya operasional kapal, serta pemetaan fasilitas penunjang.

Dalam kesempatan itu, Teuku Faisal juga menekankan pentingnya kesiapan peralatan dan petugas Custom, Immigration, Quarantine and Security (CIQS).

“Karena untuk melakukan pelayaran ke luar negeri dan kegiatan ekspor-impor, peran CIQS menjadi sangat penting sebagai garda terdepan,” ujarnya.

Meski sejumlah capaian telah diraih, masih ada kendala yang perlu ditindaklanjuti serius oleh masing-masing pihak.

“Ada beberapa ‘pekerjaan rumah’ yang masih perlu kita kejar bersama agar kesiapan sarana dan prasarana menjelang pelayaran perdana semakin matang,” kata Faisal.

Rapat ini turut dihadiri berbagai unsur terkait, di antaranya Kepala Bappeda Aceh, Karo Administrasi Pembangunan Aceh, Sekda Kabupaten Aceh Utara, perwakilan Bea Cukai, Imigrasi, Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas III Lhokseumawe, KSOP Kelas IV Lhokseumawe, serta perwakilan PT PEMA dan PT Pelindo Multi Terminal.

Editor: Akil

Launching Buku SMK Sabang, Pilot Project Pendidikan di Aceh

0
Kacabdin Sabang Dr. Mohammad Iqbal, launching buku SMK Sabang. (Foto: RRI/Lisa)

NUKILAN.ID | SABANG – Kepala Cabang Dinas Pendidikan (Cabdin) Wilayah Kota Sabang, Dr. Mohammad Iqbal, secara resmi melaunching empat buku karya guru dan siswa SMK Negeri 1 Sabang. Kegiatan ini disebut sebagai tonggak sejarah penting bagi dunia pendidikan di Kota Sabang.

“Saya sangat mengapresiasi kegiatan ini karena sangat bernilai positif, dalam sejarah pendidikan Sabang, ini merupakan hal yang terbaik yang pernah ada. Kegiatan ini diharapkan bisa menjadi pilot project dari Sekolah Menengah yang ada di Aceh, khususnya Kota Sabang,” ujar Iqbal, Jumat (12/9/2025).

Iqbal menuturkan, Sabang merupakan satu-satunya wilayah dengan sekolah menengah, baik SMA maupun SMK, yang telah mengantongi akreditasi A. Meskipun berada di daerah kepulauan dengan masyarakat yang heterogen, Sabang tetap mampu bersaing dengan sekolah-sekolah menengah di Aceh.

“Saya berharap model pendidikan yang diterapkan di Sabang mampu mendorong pemerataan dan meningkatkan kualitas pendidikan di seluruh wilayah Aceh,” tambahnya.

Lebih jauh, Iqbal menjelaskan bahwa Cabdin Sabang akan mendorong kegiatan menulis sebagai bagian dari peningkatan mutu pendidikan. Menurutnya, siswa harus lebih aktif dan kreatif dalam menghasilkan karya tulis yang bisa menjadi inspirasi bagi sesama pelajar.

“Program ke depan, kegiatan ini lebih terfokus pada literasi siswa, sehingga dapat melahirkan buku-buku terbaik dari putra putri Sabang. Kami juga akan mencoba melanjutkan kegiatan literasi ini ke Sekolah Menengah lainnya yang ada di Sabang,” jelasnya.

Kebakaran di Aceh Tenggara Hanguskan Tiga Rumah, 12 Warga Terpaksa Mengungsi

0
Ilustrasi kebakaran. (Foto: Dok BPBA)

NUKILAN.ID | KUTACANE Kebakaran melanda kawasan permukiman warga di Desa Maha Singkil, Kecamatan Bukit Tusam, Kabupaten Aceh Tenggara, Jumat (12/9/2025) dini hari. Peristiwa itu menghanguskan tiga rumah warga dan membuat 12 jiwa kehilangan tempat tinggal.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Tenggara melaporkan, satu rumah mengalami rusak berat, satu rusak sedang, dan satu lagi rusak ringan. Api pertama kali terpantau sekitar pukul 03.30 WIB.

Merespons cepat laporan tersebut, tiga unit armada pemadam langsung dikerahkan dan tiba di lokasi sekitar lima menit kemudian, tepatnya pukul 03.35 WIB. Proses pemadaman berlangsung hingga pukul 05.30 WIB.

Kepala Pelaksana BPBA, Teuku Nara Setia, S.E., Ak., M.Si., dalam keterangan yang diterima Nukilan.id membenarkan kejadian tersebut.

“Tim tiba di lokasi sekitar pukul 03.35 WIB dan langsung melakukan proses pemadaman. Objek yang terbakar adalah tiga unit rumah yang dihuni 4 KK (12 orang),” sebut Teuku Nara Setia.

Hingga kini, api telah berhasil dipadamkan sepenuhnya. Penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan aparat berwenang. (XRQ)

Editor: Akil

Pemerintah Pulangkan Nelayan Aceh yang Hanyut hingga ke Perairan Thailand

0
Rusli, nelayan Aceh Utara yang hanyut dan diselamatkan kapal pesiar Genting Dream di wilayah perairan Thailand, Rabu (3/9/2025). (Foto: Polres Aceh Utara)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Seorang nelayan asal Aceh Utara, Rusli, akhirnya bisa kembali ke Tanah Air setelah sempat hanyut hingga ke perairan Thailand. Ia dipulangkan melalui Bandara Kualanamu, Medan, Sumatera Utara, pada Jumat (12/9/2025).

“Rusli diberangkatkan dari Phuket Thailand menuju Kualanamu Medan, keberangkatannya dijadwalkan hari ini,” kata Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Aceh, Aliman, di Banda Aceh.

Menurut Aliman, saat ini kondisi Rusli dalam keadaan sehat. Ia tengah mempersiapkan diri untuk perjalanan pulang ke Indonesia setelah hampir dua pekan terombang-ambing di laut.

Kerja sama lintas pihak

Proses pemulangan nelayan tersebut berlangsung cepat berkat dukungan berbagai pihak. “Pemulangan ini terselesaikan atas bantuan dan kerja sama yang baik antara pihak rekan-rekan di KRI Songkhla,” ujar Aliman.

Pemerintah Aceh juga bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Aceh Utara serta pihak berwenang di Thailand untuk memastikan kepulangan Rusli berjalan lancar.

Ditemukan kapal pesiar

Rusli sebelumnya dilaporkan hilang pada Jumat (29/8/2025). Setelah empat hari dinyatakan hilang, ia akhirnya ditemukan selamat dan dievakuasi oleh kapal pesiar Genting Dream di perairan Thailand pada Rabu (3/9/2025).

Karena peristiwa itu murni musibah, pemulangannya dapat segera diproses setelah dokumen yang diperlukan selesai.

“Sempat dinyatakan hilang selama lebih dari empat hari, hingga akhirnya ditemukan oleh kapal pesiar di wilayah perairan Thailand. Alhamdulillah, kini Rusli dapat kembali ke kampung halamannya,” kata Aliman.