Beranda blog Halaman 247

Sekolah di Aceh Terdampak Banjir Terapkan Skema Pembelajaran Fleksibel

0
Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Murthalamuddin,(Foto: Humas Aceh)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH — Proses belajar mengajar (PBM) semester genap tahun ajaran 2025/2026 di sejumlah wilayah Aceh yang terdampak banjir bandang dilaksanakan dengan sistem fleksibilitas pembelajaran. Kebijakan ini diberlakukan untuk memastikan hak peserta didik tetap terpenuhi di tengah kondisi pascabencana.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Murthalamuddin, menjelaskan bahwa penerapan fleksibilitas tersebut disesuaikan dengan tingkat dampak bencana di masing-masing wilayah, mulai dari kategori parah, sedang, hingga rendah. Ketentuan itu mengacu pada Surat Edaran Kepala Dinas Pendidikan Aceh Nomor 400.3.8/17472 tentang Penyesuaian Kegiatan Pembelajaran dalam Masa Status Keadaan Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi Tahun 2025.

“Pemerintah memastikan hak peserta didik tetap terpenuhi melalui kebijakan yang fleksibel, tanpa mengabaikan keselamatan serta kondisi psikologis warga sekolah pascabencana,” kata Murthalamuddin dalam keterangannya, Selasa (6/1/2026).

Ia menyampaikan, bagi sekolah yang belum dapat digunakan karena terdampak banjir, lumpur, atau longsor, pelaksanaan pembelajaran dan ujian semester dilakukan dengan penyesuaian waktu serta metode. Penilaian hasil belajar dapat mengacu pada nilai semester sebelumnya atau berdasarkan pertimbangan profesional guru mata pelajaran agar peserta didik tidak dirugikan.

Pelaksanaan pembelajaran semester genap di daerah tersebut juga dapat dilakukan secara fleksibel, baik menggunakan tenda darurat maupun dengan menumpang di sekolah terdekat yang tidak terdampak.

“Murid yang kehilangan rapor akan memperoleh nilai sementara hingga rapor pengganti diterbitkan,” ujarnya.

Untuk wilayah dengan tingkat dampak sedang, sekolah didorong melakukan kegiatan gotong royong pembersihan bersama warga sekolah dan Cabang Dinas Pendidikan setempat agar proses belajar mengajar dapat kembali berjalan normal. Pelaksanaan ujian di wilayah ini dapat dilakukan melalui tugas mandiri terstruktur dengan jadwal yang menyesuaikan kalender pendidikan.

Sementara itu, daerah dengan dampak rendah mulai melaksanakan hari pertama sekolah semester genap pada 5 Januari 2026.

Murthalamuddin juga menegaskan bahwa pembayaran honor guru dan tenaga kependidikan (GTK) non-ASN serta tunjangan sertifikasi guru triwulan IV tahun 2025 tetap dilaksanakan di seluruh wilayah terdampak dengan mengacu pada Surat Pernyataan Tanggung Jawab Mutlak (SPTJM) yang telah dibuat sebelumnya.

“Kami juga menekankan pentingnya gerakan gotong royong pembersihan sekolah, rumah guru, dan tenaga kependidikan sebagai bagian dari pemulihan bersama,” tuturnya.

Kebijakan tersebut ditetapkan berdasarkan Keputusan Gubernur Aceh Nomor 300.2/1446/2025 tentang Perpanjangan Status Keadaan Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi di Aceh Tahun 2025, serta keputusan bersama antara Dinas Pendidikan Aceh dan Kementerian Agama Provinsi Aceh terkait penyesuaian kalender pendidikan.

Persiraja Resmi Datangkan Winger Spanyol Juan Mera

0
Winger asal Spanyol Juan Mera. (Foto: Instagram @persiaja_official)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH — Persiraja Banda Aceh resmi mendatangkan pemain asing baru untuk memperkuat sektor sayap kanan. Klub berjuluk Laskar Rencong itu merekrut Juan Mera, pesepak bola asal Spanyol, untuk menghadapi kompetisi musim ini.

Dikutip Nukilan.id dari unggahan Instagram resmi Persiraja, @persiraja_official, Juan Mera mengaku memiliki kesan positif sejak pertama kali bergabung dengan tim. Ia menilai Persiraja memiliki kualitas skuad yang memadai untuk bersaing dalam perebutan tiket promosi ke kasta tertinggi sepak bola Indonesia.

“Kesan saya sangat baik. Saya pikir kami memiliki skuad yang mampu bersaing untuk promosi ke kasta tertinggi, dan kami harus berjuang hingga detik terakhir untuk mewujudkannya,” ujar Juan Mera.

Kehadiran pemain asal Negeri Matador tersebut diharapkan dapat menambah daya gedor Persiraja, khususnya dari sisi sayap, sekaligus memperkuat ambisi klub untuk kembali berlaga di level tertinggi sepak bola nasional. (XRQ)

Reporter: Akil

Fenomena Aneh Pasca Banjir di Nagan Raya, 10 Titik Gas Muncul dari Dalam Tanah

0
10 Titik Gas Muncul dari Dalam Tanah di Nagan Raya. (Foto: SCTV)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH — Warga Desa Gunung Cut, Kabupaten Nagan Raya, Aceh, dikejutkan oleh kemunculan gelembung gas dari dalam tanah setelah banjir yang merendam wilayah tersebut surut. Fenomena itu tidak terjadi di satu lokasi saja, melainkan terpantau di sedikitnya 10 titik berbeda di lahan yang sebelumnya terendam air.

Kepala Desa Gunung Cut, Samsul Bahri, membenarkan temuan tersebut. Menurutnya, warga awalnya melihat adanya gelembung-gelembung keluar dari tanah, kemudian mencoba menyalakannya untuk memastikan kandungan zat yang keluar dari lubang tersebut.

“Setelah ada gelembungan-gelembungan itu, mereka tindaklanjuti dan mereka bakar. Dan akhirnya memang ada sejenis seperti keluar gas,” kata Samsul Bahri, dikutip dari SCTV, Rabu (7/1/2026).

Lubang-lubang yang mengeluarkan gas itu kini menjadi perhatian warga, terutama karena fenomena tersebut muncul di lokasi yang sebelumnya terdampak banjir. Dari salah satu titik, api yang menyala tampak berwarna biru, yang mengindikasikan proses pembakaran sempurna.

Meski demikian, pihak desa belum dapat memastikan jenis gas yang keluar dari dalam tanah tersebut.

“Apa itu gas murni atau beracun, kita tidak tahu,” lanjut Samsul Bahri.

Temuan tersebut telah dilaporkan kepada pihak berwenang. Saat ini, pihak terkait tengah melakukan pengecekan lebih lanjut guna memastikan apakah gas yang muncul merupakan gas alam alami atau kemungkinan adanya kebocoran dari instalasi tertentu.

Miftahul Hamdi Akhiri Kebersamaan dengan Persiraja Banda Aceh

0
Pemain Persiraja Banda Aceh, Miftahul Hamdi. (Foto: Instagram @miftahulhamdi17)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Kiprah Miftahul Hamdi bersama Persiraja Banda Aceh resmi berakhir. Pemain sayap berusia 29 tahun itu sepakat berpisah dengan manajemen Laskar Rencong di tengah bergulirnya kompetisi Pegadaian Championship 2025/26.

Kepastian tersebut disampaikan Manajer Persiraja Banda Aceh, Ridha Mafdhul Gidong. Ia menegaskan bahwa perpisahan berlangsung secara profesional dan tidak dilatarbelakangi persoalan apa pun.

“Iya benar, Persiraja dan Hamdi sepakat untuk berpisah. Tidak ada alasan apapun,” kata Gidong saat dikutip dari AcehInfo, Rabu (7/1/2026).

Terkait klub tujuan Miftahul Hamdi selanjutnya, pihak manajemen memilih tidak memberikan komentar lebih jauh dan menyerahkannya sepenuhnya kepada sang pemain.

“Untuk pertanyaan tim mana yang akan dituju berikutnya, alangkah baiknya itu biar Hamdi saja yang menjawab,” kata Gidong.

Berakhirnya kerja sama ini menutup salah satu fase penting perjalanan Hamdi bersama Persiraja. Selama membela klub asal Banda Aceh tersebut, Hamdi dikenal sebagai pemain sayap yang mengandalkan kecepatan dan agresivitas dalam membantu serangan dari sisi lapangan.

Dilansir Nukilan.id dari berbagai sumber, Miftahul Hamdi merupakan pesepak bola profesional Indonesia yang telah malang melintang di kompetisi nasional. Ia pernah memperkuat sejumlah klub di Liga 1 dan Liga 2, termasuk Persija Jakarta, sebelum akhirnya berseragam Persiraja.

Bersama Persiraja, Hamdi memiliki ikatan emosional yang kuat dengan klub dan suporter. Kontribusinya turut mewarnai perjalanan Persiraja dalam berbagai kompetisi nasional, baik dalam upaya promosi maupun menjaga performa tim.

Dengan pengalaman dan kualitas yang dimilikinya, Miftahul Hamdi diperkirakan masih berpeluang besar melanjutkan karier di level kompetitif dan menjadi incaran klub-klub lain pada musim mendatang. (XRQ)

Reporter: Akil

BMKG Keluarkan Peringatan Dini Cuaca Ekstrem di Sejumlah Wilayah Sumatera

0
Ilustrasi hujan lebat dan angin kencang. (Foto: KBKNEWS)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini cuaca untuk sejumlah wilayah di Sumatera yang berpotensi terdampak hujan dengan intensitas sedang hingga lebat disertai angin kencang pada Rabu, 7 Januari 2026.

Peringatan tersebut disampaikan Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan (Kapusdatin) Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Abdul Muhari, berdasarkan hasil analisis dinamika atmosfer yang dilakukan BMKG.

Informasi itu disampaikannya dalam konferensi pers pada Selasa (6/01/2026).

“Kita memperhatikan peringatan dini cuaca dari BMKG. Untuk besok (Rabu, 7 Januari 2025) itu ada 14 kabupaten/kota (di Aceh) yang berpotensi mengalami intensitas hujan sedang hingga lebat,” ujarnya, seperti dipantau Nukilan.id dari Breaking News KompasTV.

Selain Aceh, BMKG juga mencatat potensi cuaca serupa di wilayah Sumatera Utara dan Sumatera Barat.

“Sumatera Utara ada 24 kabupaten/kota dan Sumatera Barat ada satu kabupaten/kota,” katanya.

Berdasarkan data yang ditampilkan BNPB dalam konferensi pers tersebut, 14 kabupaten/kota di Aceh yang berpotensi mengalami hujan sedang hingga lebat pada 7 Januari 2026 meliputi Aceh Barat, Aceh Barat Daya, Aceh Jaya, Aceh Selatan, Aceh Tengah, Aceh Tenggara, Aceh Timur, Aceh Utara, Bener Meriah, Bireuen, Gayo Lues, Nagan Raya, Pidie, dan Subulussalam.

Sementara itu, di Sumatera Utara terdapat 24 kabupaten/kota yang masuk dalam wilayah berpotensi terdampak, yakni Asahan, Batubara, Dairi, Deli Serdang, Humbang Hasundutan, Karo, Labuhanbatu, Labuhanbatu Selatan, Labuhanbatu Utara, Langkat, Mandailing Natal, Nias, Nias Barat, Nias Selatan, Nias Utara, Padang Sidempuan, Padang Lawas, Padang Lawas Utara, Pakpak Bharat, Samosir, Sibolga, Tapanuli Selatan, Tapanuli Tengah, dan Tebing Tinggi.

BNPB mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat di wilayah terdampak untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi yang dapat dipicu oleh kondisi cuaca tersebut. (Xrq)

Reporter: Akil

BPSDM Aceh Lanjutkan Aksi Gotong Royong di Sekolah Terdampak Banjir Aceh Tamiang

0

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – BPSDM Aceh Lanjutkan Aksi Gotong Royong di Sekolah Terdampak Banjir Aceh Tamian

Banda Aceh, Selasa (6/1/2026) — Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Aceh kembali menggelar aksi gotong royong sebagai bentuk kepedulian terhadap wilayah terdampak banjir hidrometeorologi. Kegiatan tahap kedua ini dilaksanakan di SMPN 1 Kejuruan Muda, Kabupaten Aceh Tamiang, selama tiga hari, mulai 2 hingga 4 Januari 2026.

Aksi sosial tersebut melibatkan jajaran pegawai BPSDM Aceh yang bersama-sama membersihkan lingkungan sekolah, mulai dari ruang kelas, halaman, hingga fasilitas penunjang pendidikan yang terdampak banjir. Kegiatan ini dilakukan guna mendukung pemulihan kondisi sekolah agar aktivitas belajar mengajar dapat kembali berlangsung secara aman dan nyaman.

Kepala BPSDM Aceh kepada Nukilan.id menyampaikan bahwa kegiatan gotong royong ini merupakan wujud nyata tanggung jawab sosial BPSDM Aceh, khususnya dalam mendukung dunia pendidikan di daerah yang terdampak bencana. Ia menekankan pentingnya menjaga semangat kebersamaan dan solidaritas, terutama dalam membantu masyarakat dan institusi pendidikan pascabencana.

Menurutnya, kehadiran langsung aparatur sipil negara di lapangan tidak hanya bertujuan membantu pemulihan fisik lingkungan sekolah, tetapi juga untuk menumbuhkan nilai-nilai empati, kepedulian sosial, serta semangat gotong royong di lingkungan ASN. Langkah ini diharapkan dapat memberi motivasi bagi pihak sekolah dan masyarakat sekitar untuk bangkit kembali.

Pihak SMPN 1 Kejuruan Muda Aceh Tamiang melalui kepala sekolah menyampaikan apresiasi atas perhatian dan bantuan yang diberikan oleh BPSDM Aceh. Dukungan tersebut dinilai sangat membantu dalam mempercepat pemulihan kondisi sekolah sehingga kegiatan pendidikan dapat kembali berjalan normal.

Apresiasi serupa juga disampaikan para guru yang merasa terbantu dengan adanya aksi gotong royong tersebut. Mereka berharap sinergi dan kepedulian antarlembaga seperti ini dapat terus berlanjut, terutama dalam menjaga keberlangsungan pendidikan di daerah rawan bencana di Aceh. (Xrq)

Reporter: Akil

BNPB Catat 1.178 Korban Meninggal akibat Bencana Alam di Sumatera hingga 6 Januari 2026

0
Banjir yang melanda Aceh Tengah, Rabu (26/11/2025). (Foto: Humas Pemkab Aceh Tengah).

NUKILAN.ID | JAKARTA — Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merilis data terbaru dampak bencana alam yang melanda tiga provinsi di Pulau Sumatera, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Dihimpun Nukilan.id berdasarkan laporan Pusat Informasi dan Media Center Komdigi, data tersebut dihimpun dari posko tanggap darurat bencana hidrometeorologi per Selasa (6/1/2026) pukul 17.00 WIB.

Di Provinsi Aceh, bencana yang terjadi di 18 kabupaten/kota mengakibatkan 543 orang meninggal dunia, 31 orang dinyatakan hilang, serta 217,8 ribu orang mengalami luka-luka. Selain korban jiwa, kerusakan infrastruktur tercatat cukup masif, meliputi 631 rumah ibadah, 141 fasilitas kesehatan, 1.312 fasilitas pendidikan, 776 jembatan, 2.060 ruas jalan, serta 144.865 unit rumah warga yang mengalami kerusakan.

Sementara itu, di Provinsi Sumatera Utara, bencana yang berdampak pada 18 kabupaten/kota menyebabkan 371 orang meninggal dunia dan 43 orang dilaporkan hilang. Jumlah pengungsi tercatat mencapai 13,5 ribu jiwa. Kerusakan fasilitas umum di wilayah ini meliputi 22 rumah ibadah, 67 fasilitas kesehatan, 1.217 fasilitas pendidikan, 776 jembatan, 2.060 ruas jalan, serta 17.589 rumah warga.

Adapun di Provinsi Sumatera Barat, BNPB mencatat dampak bencana di 16 kabupaten/kota dengan korban meninggal dunia sebanyak 264 orang dan 74 orang dinyatakan hilang. Jumlah pengungsi mencapai 10,8 ribu jiwa. Kerusakan infrastruktur meliputi 150 rumah ibadah, 7 fasilitas kesehatan, 659 fasilitas pendidikan, 776 jembatan, 2.060 ruas jalan, serta 12.672 rumah warga.

Secara keseluruhan, BNPB mencatat total dampak bencana di tiga provinsi tersebut terjadi di 52 kabupaten/kota. Jumlah korban meninggal dunia mencapai 1.178 jiwa, korban hilang 148 jiwa, dan jumlah pengungsi sebanyak 242.174 jiwa.

Untuk kerusakan fasilitas umum, tercatat 803 rumah ibadah, 215 fasilitas kesehatan, 3.188 fasilitas pendidikan, 776 jembatan, dan 2.060 ruas jalan mengalami kerusakan. Sementara itu, total rumah terdampak mencapai 175.126 unit, dengan rincian 53.432 rumah rusak berat, 45.106 rusak sedang, dan 76.588 rusak ringan.

BNPB menegaskan bahwa angka-angka tersebut masih bersifat sementara dan dapat berubah seiring dengan perkembangan kondisi di lapangan serta proses pendataan yang terus berlangsung. (Xrq)

Reporter: Akil

Relawan ASN Dinilai Cukup Dua Gelombang, Abu Heri Dorong Pemberdayaan Warga Pasca Bencana

0
Anggota DPR Aceh, T Heri Suhadi atau yang akrab disapa Abu Heri. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.ID || BANDA ACEH — Anggota DPR Aceh, T Heri Suhadi atau yang akrab disapa Abu Heri, menilai pengerahan aparatur sipil negara (ASN) oleh Pemerintah Aceh dalam penanganan dampak bencana sudah mencerminkan kepedulian negara. Menurutnya, kehadiran ribuan ASN yang turun langsung ke lapangan sebaiknya dibatasi hingga dua gelombang, lalu dilanjutkan dengan kebijakan yang lebih berorientasi pada pemberdayaan masyarakat terdampak.

Abu Heri mengusulkan agar pemerintah membuka peluang kerja sementara berupa kegiatan pembersihan lingkungan di setiap gampong atau desa. Skema tersebut dinilainya mampu membantu warga yang kehilangan mata pencaharian akibat bencana sekaligus mempercepat pemulihan fasilitas publik.

“ASN sudah menunjukkan kepedulian. Sekarang giliran warga diberi ruang. Mereka bisa membersihkan gampong, sekolah, dan fasilitas umum dengan imbalan ongkos kerja. Ini mirip dengan cash for work pasca-tsunami dulu,” ujar Abu Heri.

Ia menambahkan, pendekatan tersebut bukan hanya mengurangi beban operasional pemerintah, tetapi juga memberikan dampak ekonomi langsung bagi masyarakat setempat. Dengan begitu, proses gotong royong tetap berjalan seiring dengan upaya memulihkan penghidupan warga terdampak.

Sebelumnya, Pemerintah Aceh telah menurunkan sekitar 3.000 ASN relawan ke berbagai wilayah terdampak bencana. Selain itu, sebanyak 4.000 ASN juga dikerahkan khusus untuk membersihkan lingkungan sekolah. Abu Heri mengapresiasi langkah tersebut, namun menegaskan perlunya kebijakan lanjutan yang lebih menempatkan masyarakat sebagai pelaku utama pemulihan di tingkat akar rumput.

Pusat Kucurkan Bantuan Rumah Korban Bencana di Aceh Tengah, Nilai Santunan Rp 15–30 Juta

0
Pusat Kucurkan Bantuan Rumah Korban Bencana di Aceh Tengah, Nilai Santunan Rp 15–30 Juta. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.ID | TAKENGON – Pemerintah Pusat memastikan pencairan bantuan bagi warga yang terdampak banjir dan longsor di sejumlah wilayah, termasuk Kabupaten Aceh Tengah. Bantuan tersebut mencakup kompensasi perbaikan rumah, dukungan hunian sementara, serta pemulihan ekonomi masyarakat.

Kepastian itu disampaikan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian dalam Rapat Teknis Pendataan Kerusakan Rumah, Fasilitas Umum, dan Pengungsi Terbaru yang diikuti secara daring oleh Bupati Aceh Tengah Drs. Haili Yoga, M.Si, bersama jajaran pemerintah daerah dari Command Center Setdakab Aceh Tengah, Selasa (6/1/2026).

“Rencana teknis penanganan rumah korban bencana banjir dan longsor di wilayah Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat akan diberikan berdasarkan tiga kategori kerusakan, yaitu rusak ringan, rusak sedang, dan rusak berat”, ujar Mendagri Tito Karnavian.

Untuk kategori rusak ringan, setiap keluarga akan menerima uang kompensasi Rp 15 juta dari BNPB, bantuan perabotan rumah Rp 3 juta, serta bantuan pemulihan ekonomi Rp 3 juta. Sementara kategori rusak sedang memperoleh kompensasi Rp 30 juta dari BNPB, ditambah bantuan perabotan Rp 3 juta dan bantuan pemulihan ekonomi Rp 3 juta per keluarga.

Adapun bagi rumah dengan kategori rusak berat, pemerintah menerapkan skema penggantian hunian. Penanganan dilakukan melalui penyediaan hunian sementara (huntara), dana tunggu hunian, serta pembangunan hunian tetap (huntap) dengan tiga konsep, yakni pembangunan kawasan terpusat sekitar 15 ribu unit, pembangunan melalui APBN oleh Kementerian PKP, serta pembangunan secara gotong royong.

Mendagri menegaskan pentingnya percepatan dan ketepatan pendataan oleh bupati dan wali kota yang dikoordinasikan gubernur. Untuk mengatasi persoalan administrasi akibat hilangnya dokumen kependudukan warga, pemerintah memberi terobosan dengan pengesahan data melalui tanda tangan kepala kampung sebagai penanggung jawab keabsahan data sebelum diserahkan ke kepala daerah.

Di tempat terpisah, Bupati Aceh Tengah Drs. Haili Yoga, M.Si menegaskan pihaknya terus mempercepat proses pendataan agar bantuan dapat segera disalurkan kepada masyarakat.

“Proses pendataan terus kita dorong agar lebih cepat, rinci, dan tepat sasaran, sehingga bantuan dari pemerintah pusat dapat segera dicairkan segera untuk masyarakat Aceh Tengah”, ujar Bupati.

Selain bantuan perbaikan rumah, pemerintah juga menyalurkan dukungan hunian sementara dari Kementerian Sosial sebesar Rp 13,4 juta per keluarga, dengan asumsi satu keluarga beranggotakan empat orang dan menempati hunian sementara selama tiga bulan.

Bantuan tersebut terdiri dari bantuan perabotan hunian sementara atau hunian tetap sebesar Rp 3 juta per keluarga, bantuan jaminan hidup Rp 450 ribu per orang per bulan selama tiga bulan, serta bantuan pemberdayaan ekonomi atau rintisan usaha sebesar Rp 5 juta per keluarga yang disesuaikan dengan hasil asesmen lapangan.

Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah menegaskan komitmennya untuk terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat dan provinsi agar seluruh hak masyarakat terdampak bencana dapat terpenuhi secara adil dan berkelanjutan.

PPP Pusatkan Harlah ke-53 di Aceh, Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir

0
Ketum PPP Muhamad Mardiono melepas bantuan untuk korban bencana alam di Aceh. (Foto: Istimewa)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Partai Persatuan Pembangunan (PPP) memusatkan peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-53 di Kabupaten Bireuen, Provinsi Aceh, sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang terdampak bencana banjir di wilayah Serambi Mekkah. Kegiatan tersebut diisi dengan doa bersama serta aksi sosial berupa penyaluran bantuan kemanusiaan.

Dalam keterangannya kepada Nukilan.i, Ketua Umum PPP Muhamad Mardiono menyampaikan bahwa Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PPP telah mengirimkan bantuan dari Jakarta untuk membantu masyarakat Aceh yang terdampak bencana.

“Alhamdulillah, DPP PPP telah mengirimkan sejumlah bantuan material dari Jakarta untuk membantu masyarakat terdampak di Aceh,” ujar Mardiono melalui keterangan tertulis, Senin, 5 Januari 2026.

Bantuan yang dikirim meliputi kebutuhan pokok seperti beras, minyak goreng, mi instan, gula, sarung, mukena, susu untuk bayi dan anak-anak, serta sabun. Seluruh bantuan tersebut telah diberangkatkan dari Jakarta dan sudah tiba di Aceh.

Mardiono menegaskan bahwa kegiatan sosial ini merupakan wujud empati dan kepedulian PPP terhadap masyarakat. Ia menekankan bahwa langkah tersebut sejalan dengan komitmen partai berlambang Ka’bah untuk selalu hadir di tengah rakyat, khususnya ketika masyarakat menghadapi musibah.

Selain itu, Mardiono juga menginstruksikan seluruh kader PPP, terutama yang berada di wilayah Aceh dan Sumatra, agar terus bersinergi dengan pemerintah dalam mempercepat pemulihan kondisi masyarakat terdampak.

“DPP PPP memberikan instruksi agar kader senantiasa aktif membantu, baik melalui tenaga, pikiran, maupun rezeki yang bisa disalurkan,” sebut Mardiono.

Dalam rangkaian kegiatan tersebut, PPP turut melepas sekitar 200 relawan yang akan bertugas secara bergiliran di lapangan. Para relawan akan membantu proses pembersihan lingkungan serta perbaikan bangunan yang mengalami kerusakan ringan akibat bencana.

“PPP hadir untuk membantu masyarakat dan mendukung kerja pemerintah, salah satunya untuk membantu bangunan yang rusak ringan,” ujar Mardiono.

Dalam kunjungannya ke Aceh, Mardiono juga mendatangi lokasi pengungsian warga terdampak di Kampung Meuse, Kecamatan Kutablang, Kabupaten Bireuen. Di lokasi tersebut, ia berdialog langsung dengan para pengungsi untuk mendengarkan kondisi serta kebutuhan masyarakat di lapangan.

Peringatan Harlah ke-53 PPP di Aceh ini menjadi penegasan komitmen partai untuk terus merawat persatuan, meneguhkan perjuangan umat, dan menghadirkan kebermanfaatan nyata bagi masyarakat.

Reporter: Akil