Nukilan.id – Sedikitnya enam hektare lahan gambut di Kabupaten Nagan Raya, Aceh, kembali terbakar, Senin (1/3/2021). Kebakaran lahan gambut dan hutan ini diduga akibat adanya pembukaan lahan baru.
Minimnya sumber air di lokasi akibat kekeringan menyulitkan petugas untuk memadamkan api. Sebab akses ke sumber air dengan lokasi lahan yang terbakar cukup jauh.
Pantuan iNews dari udara, kondisi karhutla ini terjadi di Desa Suak Puntong, Kecamatan Kuala Pesisir, Kabupaten Nagan Raya. Asap tebal tampak membumbung tinggi dan sulit dikendalikan akibat cuaca panas disertai angin kencang. Kondisi ini menjadi pemicu utama terjadinya kebakaran lahan.
Kendati banyak kendala, petugas gabungan tak kenal lelah dan terus berjibaku memadamkan dengan alat seadanya. Seperti menggunakan ranting kayu agar titik api tidak semakin bertambah.
Komandan Kodim (Dandim) 0116 Nagan Raya Letkol Guruh Tjahyono mengatakan, petugas secara bergatian melakukan pemadaman dengan alat seadanya. Nantinya di lokasi akan dilakukan pemadaman menggunakan bantuan alat berat.
“Kemarin sebenarnya sudah padam, tapi karena ini lahan gambut tadi pagi kena angin lalu muncul api lagi. Apalagi sekarang musim kemarau dan untul dapat air juga kami kesulitan,” ujarnya, Senin (1/3/2021).
Akibat dari kebakaran lahan gambut, jalan lintas Provinsi Aceh mulai dikepung kabut asap. Kondisi ini belum terlalu parah namun warga mulai khawtir dampak dari kabut asap tersebut.
Untuk penyebab pasti kebakaran lahan seluas lima hektare ini masih diselidiki polisi setempat. Petugas terus berupaya untuk memadamkan agar api tak meluas.
Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono
Nukilan.id – Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) memberikan keynote speech dalam Webinar Muktamar Ke-3 ICMI (Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia) Muda, Sabtu (27/2) sore. AHY mengajak cendekiawan muslim muda Indonesia untuk terus memperkuat sinergi dan kolaborasi, bukan konflik dan polarisasi. “Mari dengan menggunakan semangat kebersamaan, kita bisa menghindari konflik apalagi polarisasi diantara kita karena Indonesia butuh persatuan dan keutuhan untuk bisa maju ke depan,” seru AHY.
Selain memperkuat sinergi dan kolaborasi, AHY juga menjelaskan empat hal lain yang dapat dilakukan cendekia muslim muda Indonesia untuk mewarnai politik nasional. “Pertama, mari kita terus berpikir kritis. Critical thinking itu diperlukan untuk perubahan dan kemajuan. Selalu mencari tahu, dan selalu melihat sesuatu secara jernih. Kritis bukan berarti pesimis, bukan juga nyinyir, tapi kita bisa menganalisa sesuatu dengan baik. Tapi tidak cukup dengan berpikir saja, suarakan itu dengan lantang di ruang-ruang publik. Jadi berpikir kritis dan berani bersuara,” jelasnya.
Setelah berpikir kritis dan menyuarakannya, AHY mengajak para cendekia muslim muda untuk melanjutkannya dengan aksi nyata dan cepat tanggap merespon berbagai tantangan dan permasalahan bangsa. “Turun langsung, singsingkan lengan baju kita untuk membantu rakyat secara langsung,” tegas AHY. Ia kemudian mencontohkan beberapa aksi nyata yang telah dilakukan Partai Demokrat untuk membantu rakyat yang sedang kesulitan, seperti diantaranya membantu sembako bagi warga yang kesulitan dan bantuan kesehatan saat pandemi Covid-19.
“Selanjutnya, mari kita sama-sama berani lawan hoax, fake news, hate speech, dan segala bentuk disinformasi yang dapat memecah belah bangsa. Merusak kerukunan dan persatuan kita semua. Jangan sampai kita menjadi korban, apalagi menjadi pelaku penyebaran berita-berita bohong dan fitnah,” tambahnya.
AHY kemudian mengajak cendekia muslim muda Indonesia untuk memperkuat pendidikan politik untuk masyarakat dengan visi, misi, dan platform politik yang mendidik, yang benar-benar membawa kebaikan untuk umat dan rakyat Indonesia. “Kita tahu bahwa visi, misi, dan platform politik itu beragam, yang paling penting adalah bagaimana kita bisa menjelaskannya dengan baik kepada masyarakat,” AHY menerangkan.
Ketum AHY saat memberikan Keynote speech pada webinar ICMI Muda
Selain itu, AHY juga menjelaskan tiga pilar kekuatan cendekia muda, yaitu fisik, mental, dan intelektual. “Fisik kita harus sehat dan prima, apalagi di masa yang sulit ini kita harus menjaga agar kita bisa tetap bekerja. Yang kedua, kesiapan dan kekuatan mentalitas yang membaja. Saya sering mengatakan “dream big, work hard, never give up”, semangat pantang menyerah. Itu penting dimiliki oleh anak muda. Anak muda yang cepat menyerah, sudah pasti akan cepat kalah,” kata AHY.
“Sedangkan yang ketiga adalah kekuatan intelektual. ICMI Muda harus hadir untuk menyiapkan kader-kader berikutnya. Saya senang mendengar bahwa agenda besar ICMI Muda adalah melakukan regenerasi, kaderisasi. Menyiapkan pemimpin berikutnya karena kita tahu itu adalah pekerjaan utama dari setiap organisasi. Oleh karena itu saya menitipkan dalam mempersiapkan generasi-generasi muda berikutnya, siapkanlah ketiga aspek ini,” pesan AHY.
Mengupas relasi antara cendekia muda dengan politik, AHY menegaskan bahwa pemuda tidak boleh apatis dalam politik. “Kalau orang-orang baik diam, tidak peduli, tidak mau tahu dan ikut-ikutan dalam politik, jangan salahkan kalau kemudian orang-orang jahat yang tidak memiliki kapasitas, yang menguasai politik dan menguasai kita semua. Saya mengajak serta sahabat ICMI Muda yang memiliki keinginan untuk mengabdi kepada masyarakat dalam tataran yang lebih luas melalui jalur politik, mari kita siapkan diri sebaik-baiknya karena kita membutuhkan orang-orang yang baik yang memiliki kapasitas dan integritas,” terang AHY.[]
Nukilan.id – Sebanyak 50.555 tenaga kesehatan (Nakes) di Aceh telah mendapatkan vaksinasi COVID-19 dosis pertama, atau 89,53 persen dari target 50.470 orang nakes.
Dan sementara untuk tahap kedua per tanggal 27 Februari 2021 sebanyak 14.842 nakes sudah menerima suntikan vaksin Sinovac.
“Vaksin COVID-19 diberikan dalam dua dosis. Dosis kedua diberikan setelah 14 hari menerima suntikan dosis pertama,” ujar Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Aceh, Saifullah Abdulgani (SAG) dalam keterangannya, Minggu (28/2) malam.
Karena itu, lanjutnya, nakes yang belum disuntik dosis pertama segera mendatangi pusat pelayanan vaksinasi terdekat. Sedangkan bagi yang sudah mendapat dosis pertama, jangan mengabaikan vaksinasi dosis kedua sesuai jadwal yang telah ditetapkan.
“Ada sekitar enam ribu nakes di Aceh yang belum disuntik vaksin dosis pertama,” kata SAG.
Ia menjelaskan, empat kabupaten kota di Aceh yang capaian vaksinasi nakes sudah di atas 100 persen meliputi Kabupaten Aceh Barat, Kota Banda Aceh, Aceh Besar dan Kota Langsa. Sementara 17 kabupaten/kota capaiannya sudah mencapai 79,9 – 99,9 persen. Adapun dua kabupaten lainnya yakni Aceh Tenggara dan Pidie baru mencapai masing-masing 74,4 persen dan 68,9 persen.
“Kedua kabupaten ini (Aceh Tenggara dan Pidie) hendaknya dapat meningkatkan persentase vaksinasi dosis pertama dalam Minggu ini,” sebutnya.
Selain itu, lanjut SAG, secara akumulatif kasus COVID-19 di Aceh sudah mencapai 9.541 kasus. Dengan rincian, para penyintas yang sudah sembuh sebanyak 7.820 orang, penderita dalam perawatan sebanyak 1.339 orang (kasus aktif), dan kasus meninggal dunia sebanyak 382 orang.
SAG melaporkan ada penambahan tujuh kasus baru terkonfirmasi positif COVID-19 pada Minggu (28/2). Terdiri dari warga Kota Banda Aceh dan Bireuen masing-masing dua orang. Sedangkan tiga lainnya masing-masing satu orang warga Aceh Barat Daya, Aceh Besar, dan Aceh Utara.
“Kasus sembuh maupun kasus meninggal dunia tidak bertambah dalam 24 jam terakhir,” ujarnya.
Nukilan.id – Universitas Malikussaleh (Unimal) Aceh Utara berencana menggelar perkuliahan tatap muka untuk semester genap 2020/2021 pada 8 Maret 2021.
Rektor Unimal Herman Fithra mengatakan, perkuliahan tatap muka ini sejalan dengan Keputusan Bersama Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Menteri Agama, Menteri Kesehatan, dan Menteri Dalam Negeri, Nomor 04/KB/2020, Nomor 737 Tahun 2020 dan juga Surat Edaran Dirjen Dikti Nomor 6 Tahun 2020.
“Perkuliahan tatap muka hanya untuk mahasiswa semester dua dan empat saja. Selebihnya masih secara daring,” ujar Herman dalam keterangan tertulisnya, Minggu (28/2/2021).
Dia menyebutkan, perkuliahan tatap muka diutamakan untuk mahasiswa angkatan 2019 dan 2020. Masing-masing kelas hanya diisi maksimal 20 mahasiswa.
Selain itu, proses perkuliahan wajib menerapkan protokol kesehatan ketat seperti mengenakan masker, menjaga jarak dan mencuci tangan.
Herman menambahkan, agar tidak terjadi klaster baru penularan Covid-19, pihaknya akan berkoordinasi dengan satuan tugas yang telah disediakan di kampus.
Sebelumnya, sambung Herman, pihaknya telah membentuk satuan tugas Covid-19 terdiri dari dokter dan perawat yang bertugas untuk memonitoring proses perkuliahan tatap muka dan aktivitas administrasi perkantoran.
Satuan tugas memastikan layanan di kampus itu harus sesuai protokol kesehatan yang telah ditetapkan pemerintah.
Sebelum masuk kampus 8 Maret 2021 mendatang, seluruh mahasiswa asal luar Aceh diminta menjalani karantina mandiri selama 14 hari atau membawa surat swab antigen dengan hasil negatif Covid-19.
“Bagi mahasiswa atau dosen yang dalam posisi demam atau menandakan ciri lainnya dari penyakit Covid-19, dianjurkan tidak ke kompleks kampus,” pungkasnya.
Diketahui, Unimal sejak dua semester lalu memutuskan menggelar kuliah secara daring untuk seluruh mahasiswa. Kebijakan itu diambil menyusul pandemi Covid-19 di Indonesia.
Nukilan.id – Rumoh Syar’i, rumah produksi pakaian perempuan masa kini, ikut meramaikan Aceh Wedding Expo 2021, di Hermes Hotel Banda Aceh, Sabtu malam (27/2). Ada 10 model busana muslim terbaru yang mereka peragakan.
“Pada Aceh Wedding Expo tahun ini, kami menampilkan 10 koleksi terbaru dengan tema ‘Aesthetics’ yang artinya keindahan,” kata Helvan Sari, Owner Rumoh Syar’i.
Atas nama pribadi dan seluruh keluarga besar Rumoh Syar’i, Helvan Sari mengapresiasi terselenggaranya kegiatan Wedding Expo. Gelaran itu, kata dia sangat berguna bagi para desainer untuk menampilkan karya-karya terbaru di hadapan pecinta dunia mode.
Pakaian rancangan Rumoh Syar’i. Foto: Edo
Helvan Sari mengisahkan, Rumoh Syar’i dibentuk pada 2008 lalu. Inisiatif membentuk rumah jahit lahir dari susahnya mendapatkan pakaian syar’i khususnya bagi perempuan. “Setelah dipakai ternyata banyak teman-teman dan keluarga yang suka baju itu. Dari itulah Rumoh Syar’i ini memulai usahanya sampai sekarang,” kata dia.
Pada ajang Aceh Wedding Expo tahun 2020 lalu, Rumah Syar’i, juga berpartisipasi dan ikut menampilkan 6 baju untuk diperagakan para model. Rumoh Syar’i merupakan rumah produksi pakaian modern dengan desain terbaru yang dirancang di kawasan Lam Ara, Banda Aceh.
Model pakaian yang dirancang Rumoh Syar’i. Foto: Edo
Sebagai industri rumahan, Rumoh Syar’i telah ikut membantu merekrut dan membina tenaga lokal. Mereka yang bekerja di Rumoh Syar’i merupakan lulusan Sekolah Menengah Kejuruan yang ikut membantu sebagai penjahit maupun desainer pakaian. Harapannya, Rumoh Syar’i bisa terus eksis dan bisa merekrut pekerja lokal yang tentu ahli di bidangnya. []
Nukilan.id – Polda Aceh mengimbau masyarakat di provinsi itu tidak membuka lahan dengan cara membakar guna mencegah kebakaran hutan dan lahan.
Kepala Bidang Humas Polda Aceh, Komisaris Besar Polisi Winardy, di Banda Aceh, Minggu, mengatakan, saat ini Aceh memasuki musim kemarau.
“Saat musim kemarau seperti sekarang suhu udaranya yang relatif panas. Untuk itu, kami mengimbau masyarakat dalam membuka lahan tidak dengan cara membakar,” kata dia.
Polda Aceh, kata dia, tidak segan-segan dalam penegakan hukum terhadap pelaku yang terbukti melakukan tindak pidana kebakaran hutan dan lahan.
“Karena itu, mari bersama-sama peduli mencegah kebakaran hutan dan lahan di Aceh. Laporkan jika masyarakat mengetahui ada pelaku pembakaran lahan agar ditindak sesuai hukum yang berlaku,” kata dia.
Nukilan.id – Pakar Ekonomi dari Univesitas Syiah Kuala (USK) Banda Aceh Prof. M. Shabri Abdul Majid menyatakan Pemerintah Aceh harus memperkuat sektor investasi dalam upaya pengentasan angka kemiskinan.
“Saya melihat investasi sangat penting. Investasi di Aceh masih sangat sedikit,” kata Prof Shabri di Banda Aceh, Minggu.
Shabri menyebutkan dalam konsep pembangunan secara makro terdapat empat hal yang sangat penting, yakni sektor rumah tangga, sektor swasta, sektor pemerintahan dan sektor luar negeri.
Selama ini, lanjut dia, dari empat sektor itu hanya sektor pemerintahan yang menjadi tulang punggung pembangunan ekonomi di provinsi paling barat Indonesia itu, yang bersumber anggaran pendapatan dan belanja Aceh (APBA).
“Kalau sektor rumah tangga biasa-biasa saja, investasi sangat sedikit, hanya APBA, sektor pengeluaran pemerintahan yang menggerakkan roda ekonomi di Aceh dari empat sektor ini,” katanya.
Ia menjelaskan sektor swasta berhubungan dengan investasi, baik yang bersumber dari dalam maupun luar negeri. Kata Prof Shabri, perusahaan di Aceh juga masih sangat sedikit, beberapa di antaranya seperti PT Pupuk Iskandar Muda (PIM), PT Solusi Bangun Andalas (SBA) dan PT Mifa Bersaudara.
“Jadi sudah sejak lama tidak menunjukkan penambahan (perusahaan). Ini tandanya investasi di Aceh berjalan di tempat,” katanya.
Apalagi, kata dia, alokasi dana otonomi khusus dari pemerintah pusat untuk Aceh juga semakin berkurang, sehingga dibutuhkan keseriusan pemerintah dalam menjaring investasi untuk masuk ke Tanah Rencong, guna menekan angka kemiskinan 15,43 persen, menurut data BPS pada Februari 2021.
Tentu harus didukung dengan regulasi yang membuat investor tertarik untuk datang ke Aceh. “Negara maju itu umumnya investasi tinggi, contohnya Malaysia, karena regulasi mereka nyaman bagi investor,” kata Anggota Dewan Syariah Aceh (DSA) itu.
Oleh sebab itu, Shabri menyarankan agar pemerintah menggunakan APBA untuk mendongkrak investasi dan sektor luar negeri. Artinya, program yang dibuat bertujuan agar masyarakat memiliki bisnis, baik sektor pertanian atau perkebunan yang orientasinya ekspor ke luar negeri.
“Artinya dana APBA yang dimiliki pemerintah harus bisa mendongkrak investasi, ekspor impor dan program lainnya untuk peningkatan pendapatan masyarakat dalam menekan angka kemiskinan,” katanya.
Nukilan.id – Syariat Islam memberikan kebebasan kepada setiap Muslim untuk bertransaksi keuangan. Seorang Muslim dimungkinkan memiliki sesuatu dan diizinkan melakukan transaksi keuangan.
Namun kebebasan tersebut tidak mutlak karena ada batasan dan kontrol sehingga terjadi keseimbangan. Misalnya, terwujudnya keadilan dan terhapusnya ketidakadilan. Karena itu, syariat Islam memposisikan keadilan sebagai tujuan dari transaksi keuangan.
Dengan demikian, tercapai pula pemenuhan hak-hak masyarakat dalam mencukupi kebutuhan finansialnya. Ibnu Taimiyah menjelaskan, transaksi keuangan keuangan ini meliputi perdagangan, sewa, kemitraan, donasi, wakaf, wasiat, dan transaksi serupa lain yang terkait dengan akad dan tanda terima.
Ibnu Taimiyah berpandangan, keadilan dalam transaksi keuangan adalah kekuatan dunia dan tidak ada kemaslahatan tanpa keadilan. Adil di sini adalah jelas dan diketahui semua pihak dalam suatu transaksi.[]
Nukilan.id – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mencatat telah menetapkan sebanyak 127 kepala daerah sebagai tersangka kasus korupsi. Jumlah ini merupakan akumulasi sejak KPK didirikan pada 2003 lalu.
Di urutan ke-127 ini, tercatat Gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah yang ditetapkan sebagai tersangka. Ia diduga terlibat kasus suap pembangunan infrastruktur di lingkungan Pemerintah Provinsi Sulsel. Nurdin disebut KPK terkena operasi tangkap tangan (OTT) di Kota Makassar, Jumat (26/2) malam menjelang dini hari.
Nurdin pun dijebloskan ke Rumah Tahanan (Rutan) KPK cabang Pomdam Jaya Guntur. Peneliti Indonesia Corruption Watch (ICW), Egi Primayogha mengatakan, kasus korupsi yang banyak menyeret kepala daerah bukan disebabkan faktor tunggal. KPK diminta menelusuri dan membuktikan adanya pihak lain yang turut menikmati uang tersebut, baik individu, atau organisasi seperti partai politik.
“Jika terbukti, maka pihak-pihak tersebut patut untuk ikut dijerat,” tegas Egi dalam keterangannya, Ahad (28/2).
Penelusuran mengenai aliran dana suap ini dinilai penting mengingat biaya politik dalam kontestasi pemilu di Indonesia teramat mahal. Untuk menutupi kebutuhan pemilu, kandidat pejabat publik seperti kepala daerah kerap menerima bantuan dari pengusaha. Kandidat juga perlu memberikan mahar politik kepada partai politik.
“Sehingga saat menjadi pejabat publik, ia akan melakukan berbagai upaya untuk melakukan ‘balas budi’ ataupun memfasilitasi permintaan dari pihak-pihak tersebut. Upaya tersebut diantaranya adalah praktik-praktik korupsi,” katanya.
ICW sangat menyayangkan tindak pidana yang diduga dilakukan Nurdin. Hal ini lantaran Nurdin Selama ini dikenal sebagai figur bersih dan inovatif. ICW menilai, kasus yang menjerat Nurdin mengajarkan pengawasan publik tidak sepatutnya melemah ketika terdapat sosok yang dikenal bersih dan inovatif menduduki posisi pejabat publik.
Pejabat publik memiliki kewenangan yang besar sehingga potensi penyelewengan selalu terbuka lebar. “Pengawasan ini krusial jika melihat kecenderungan publik yang seringkali melonggarkan pengawasannya atau permisif terhadap perilaku pejabat publik yang dikenal sebagai sosok “orang baik”,” tegas Egi.
Hal senada disampaikan Ketua KPK Firli Bahuri. Jenderal Polisi bintang tiga itu menyayangkan dugaan korupsi yang dilakukan Gubernur Sulawesi Selatan itu karena telah mengkhianati kepercayaan yang diberikan, bukan hanya oleh rakyat.
Terlebih, beberapa lembaga masyarakat juga telah menyematkan penghargaan yang seharusnya dijadikan amanah oleh yang bersangkutan. “Kami akan terus mengingatkan kepada seluruh penyelenggara negara, khususnya kepala daerah, untuk tetap memegang teguh janji dan sumpah jabatan yang diucapkan saat dilantik,” tegas Firli.
Selama era kepemimpinan Presiden Joko Widodo, tercatat adanya peningkatan penindakan KPK terhadap kepala daerah. Sejak Jokowi menjabat hingga kini, sebanyak 75 kepala daerah terjerat kasus korupsi. Sementara pada era Susilo Bambang Yudhoyono, tercatat 52 kepala daerah yang terjerat kasus korupsi.
Sebagian besar kasus yang ditangani KPK berkaitan dengan perbuatan melawan hukum dan penyalahgunaan kewenangan, sesuai Pasal 2 dan Pasal 3 UU Tindak Pidana Korupsi. Mayoritas, korupsi kepala daerah itu terjadi di sektor infrastruktur.
Nukilan.id – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Malikussaleh Aceh Utara memprediksi bahwa cuaca di sebagian provinsi Aceh atau di 6 kabupaten/kota berawan dan cerah berawan selama tiga hari kedepan, yaitu mulai hari Senin, tanggal 1 Maret hingga Rabu, tanggal 3 Maret 2021.
Adapun 6 kabupaten/kota berawan dan cerah berawan yaitu Bener Meriah, Bireuen, Lhokseumawe, Aceh Utara, Aceh Timur, dan Langsa.
Menurut informasi yang disebarkan melalui grup WhatsApp Info BMKG Malikussaleh, pada hari Senin, 1 Maret 2021, Bener Meriah cuacanya berawan. Sedangkan, Bireuen, Lhokseumawe, Aceh Utara, Aceh Timur, dan Langsa, cuacanya cerah berawan.
Pada hari Selasa, 2 Maret 2021, Bener Meriah, Bireuen, Lhokseumawe, dan Aceh Utara, cuacanya berawan. Sedangkan Aceh Timur dan Langsa, cuacanya cerah berawan.
Dan pada hari Rabu, 3 Maret 2021 mulai dari Bener Meriah, Bireuen, Lhokseumawe, Aceh Utara, Aceh Timur, dan Langsa, cuacanya hanya berawan.
Sementara itu, suhu khusus untuk Bener Meriah, berkisar 16-27 derajat celcius. Sedangkan untuk Langsa, Aceh Timur, Aceh Utara, Lhokseumawe, dan Bireuen suhunya berkisar 23-31 derajat celcius.[red]